JISHUM (Jurnal Ilmu Sosial dan Humanior. https://journal. id/index. php/jishum Vol. No. 4 Juni 2023. Hal. E-ISSN 2962-0120 Studi Sosioekonomi Rasial Kulit Hitam dan Putih: Pengaruh Tingkat Pendapatan. Populasi. Ketenagakerjaan. Pendidikan dan Kesehatan Terhadap Jaminan Dan Bantuan Sosial di Federasi Amerika Serikat Ahmad Fazi Farouqi 1. Dhinta Ekka Wardhani 2. Marsa Kamila Nasion3. Salsabila Afra Sa itri4. 1234Departemen Ekonomika dan Bisnis. Universitas Gadjah Mada. Indonesia Email: ahmad. farouqi@mail. id, dhinta. ekka3002@mail. kamila1501@mail. id, salsabila. sa itri@mail. Abstrak Jaminan dan Bantuan Sosial dinilai menjadi solusi alternatif bagi semua negara dalam memenuhi kebutuhan sosial ekonomi masyarakatnya. Solusi yang demikian dinilai efektif dalam menahan tumbuhnya angka kemiskinan dan ketertinggalan. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan korelasi antar variabel yang digunakan dalam penelitian melalui data negara bagian di Amerika Serikat sebagai indikator perekonomian Pengujian dilakukan dengan menggunakan analisis statistik, asumsi klasik, dan pembuktian melalui Partial Least Squares. Data yang digunakan mencakup data Cash Assurance and Social Insurance. Income and Earning based on total household. Population and People. Employment. Education based on Graduate High School, dan Health based on the Number of People Holding Health Insurance yang bersumber dari data sensus USA Government. Penelitian membuktikan bahwa indikator tersebut memiliki korelasi yang erat dan layak untuk dijadikan indikator ekonomi penilaian Cash Assurance and Social Insurance. Kata Kunci: Jaminan Sosial. Bantuan Sosial. Ketimpangan. Kesejahteraan. Abstract Social Security and Assistance is considered to be an alternative solution for all countries in meeting the socio-economic needs of their people. Such a solution is considered effective in curbing the growth of poverty and underdevelopment. This study aims to prove the correlation between the variables used in the study through state data in the United States as an indicator of the international economy. Testing is carried out using statistical analysis, classical assumptions, and proof through Partial Least Squares. The data used includes data on Cash Assurance and Social Insurance. Income and Earning based on total households. Population and People. Employment. Education based on Graduate High School, and Health based on the Number of People Holding Health Insurance sourced from USA Government census data. Research proves that these indicators have a close correlation and are appropriate to be used as economic indicators for Cash Assurance and Social Insurance assessments. Keywords: Social Security. Social Assistance. Inequality. Welfare. JISHUM (Jurnal Ilmu Sosial dan Humanior. https://journal. id/index. php/jishum Vol. No. 4 Juni 2023. Hal. E-ISSN 2962-0120 PENDAHULUAN Kajian mengenai ketimpangan ekonomi pada umumnya berfokus pada distribusi pendapatan, kekayaan, dan beberapa variabel lain yang digunakan sebagai dasar penentuan tingkat kesejahteraan secara umum. Akan tetapi, variabel-variabel tersebut tidak dapat menjelaskan secara spesi ik makna dari AoketimpanganAo yang sesungguhnya karena terdapat banyak faktor lain yang dapat memengaruhi ketimpangan seperti pendidikan, kesehatan, dan tenaga kerja. Apabila kesejahteraan dide inisikan secara lebih luas lagi, akan ada probabilitas hasil yang bertentangan dengan pemikiran mengenai penyebab ketimpangan yang hanya didasarkan pada faktor material. Contohnya seperti pemikiran mengenai distribusi pendapatan yang sangat tidak merata akan dapat diterima jika orang-orang yang berpenghasilan rendah menerima kompensasi dengan jumlah . yang lebih besar pada beberapa karakteristik, seperti kesehatan yang lebih baik atau lebih banyak mendapat waktu senggang. Selain itu, pendapat mengenai rendahnya tingkat ketimpangan pendapatan yang mungkin dapat menutupi tingkat ketimpangan kesejahteraan yang tinggi jika atribut penting lain didistribusikan dengan lebih tidak merata, turut mendukung alasan penggunaan standar ukuran ketimpangan univariat dengan indeks multivariat yang memperhitungkan distribusi beberapa variabel secara Jurnal ini mengadopsi pendekatan AoindeksAo multidimensi dari Maasoumi dan Nicklesburg . yang membahas mengenai kemungkinan ketimpangan kesejahteraan dapat diinterpretasikan secara sederhana. Metode ini melibatkan penetapan fungsi yang meringkas keadaan individu dengan menggabungkan beberapa dimensi dan memeriksa distribusi indeks yang dihasilkan. Penulis meneliti tingkat ketimpangan jaminan dan bantuan sosial yang terjadi di Amerika Serikat pada rasial kulit hitam dan kulit putih dengan beberapa variabel yang penulis anggap dapat memengaruhi tingkat ketimpangan tersebut. Penulis menggunakan metode yang berfokus pada dampak strati ikasi rasial terhadap ketimpangan jaminan dan bantuan sosial untuk dua alasan. Pertama yaitu perbedaan ekonomi yang substansial secara teratur diamati pada kelompok ras . ang membuat perbedaan-perbedaan ini menjadi sarana yang menarik untuk dianalisi. dan kedua rasial kelompok bersifat tetap sementara faktor lain seperti JISHUM (Jurnal Ilmu Sosial dan Humanior. https://journal. id/index. php/jishum Vol. No. 4 Juni 2023. Hal. E-ISSN 2962-0120 usia atau lokasi dapat atau akan berubah seiring waktu. Akibatnya, strati ikasi ras biasanya disebut sebagai pendorong ekonomi ketidaksetaraan, yang pada gilirannya berhubungan dengan isu-isu penting seperti kemiskinan, segregasi, dan mobilitas sosial. Lima variabel yang penulis gunakan untuk membandingkan tingkat ketimpangan jaminan dan bantuan sosial rasial adalah . pendapatan rasial yang dihitung dari total pendapatan rumah tangga, . populasi berdasarkan jumlah penduduk per ras . ulit hitam dan kulit puti. pada setiap negara federasi, . ketenagakerjaan yang didasarkan pada penduduk sipil usia 16 tahun ke atas yang bekerja, . pendidikan diperoleh dari jumlah lulusan SMA . an sederaja. , dan . kesehatan dengan kepemilikan asuransi kesehatan. Semua variabel tersebut didasarkan pada jumlah penduduk per ras . ulit hitam dan kulit puti. pada setiap negara federasi. Terdapat sejumlah penelitian tentang tingkat ketimpangan kesejahteraan yang terjadi di Amerika Serikat pada rasial kulit hitam dan kulit putih yang berfokus pada variabel-variabel yang disebutkan di atas secara independen, termasuk juga berbagai faktor material pendukungnya (Darity dan Myers 1998. Hoover dan Yaya 2011. Western dan Pettit 2005. D'Ambrosio dan Wolff 2006. serta Gradien 2. telah menjadi peneliti pendahulu yang menyoroti perbedaan substansial antara kelompok rasial, yang hasil umumnya menunjukkan bahwa perbedaan tetap ada dari waktu ke waktu. Penelitian ini dimaksudkan untuk membuktikan apakah variabel-variabel yang penulis gunakan akan saling berhubungan dan mendukung hipotesis penulis serta akankah penelitian ini memiliki hasil yang sama seperti penelitian terdahulu atau tidak. Adapun tujuan penelitian yang diharapkan dalam penelitian ini adalah untuk Mengetahui korelasi antar variabel yang dipergunakan dalam penelitian yang mencakup variabel Cash Assurance and Social Insurance. Income and Earning based on total household. Employment. Education based on Graduate High School, dan Health based on the Number of People Holding Health Insurance dan Indonesia sosioekonomi serta mengetahui langkah paling efektif, spesi ikasi model, dan JISHUM (Jurnal Ilmu Sosial dan Humanior. https://journal. id/index. php/jishum Vol. No. 4 Juni 2023. Hal. E-ISSN 2962-0120 pelaksanaan yang tepat terkait dengan penuntasan masalah sosioekonomi yang dihadapi oleh dunia melalui Amerika Serikat. METODE Penelitian dilakukan dengan melihat variabel-variabel yang dikaji yang melingkupi aspek dalam hal ekonomi, sosial, kebijakan pemerintah terkait dengan Cash Assurance and Social Insurance, kuantitas tenaga kerja, kuantitas masyarakat dengan dilihat melalui aspek pendidikan, hingga aspek kesehatan masyarakat yang ada di masyarakat. Subjek penelitian yang dipergunakan yaitu masyarakat dengan kelompok kulit hitam dan kulit putih yang ada di Amerika Serikat. Sampel penelitian dilakukan dengan menguji negara-negara bagian yang ada di Amerika Serikat dengan melihat tendensi kondisi tersebut yang dimiliki oleh masing-masing ras pada negara bagian. Ranah penelitian yang dilakukan dalam studi kasus yang dikaji diantaranya dalam hal Cash Assurance and Social Insurance. Income and Earning based on total household. Employment. Education based on Graduate High School, dan Health based on the Number of People Holding Health Insurance. Adapun variabel yang digunakan diantaranya adalah sebagai berikut: Tabel 1. Data Variabel. Variabel Cash Assurance and Social Insurance Simbol Satuan Jumlah penerimaan Cash Assurance berdasar ras Income and Earning USD berdasar ras Population and People Kuantitas berdasar ras Employment Education Health Kuantitas Tenaga Kerja berdasar ras Kuantitas lulusan SMA berdasar ras Tingkat kesehatan per ras JISHUM (Jurnal Ilmu Sosial dan Humanior. https://journal. id/index. php/jishum Vol. No. 4 Juni 2023. Hal. E-ISSN 2962-0120 HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Statistik Deskriptif Tabel 2. Hasil Pengujian Data Ras Kulit Putih. Variabel Mean 28,31 Median Maximum 979. Minimum 122,87 225,61 250,41 Standar 5,57 Skewness -0,012 0,890 1,345 1,759 0,563 0,450 Kurtosis -0,174 1,110 1,325 1,673 1,127 0,534 134,34 Dev. Tabel 3. Hasil Pengujian Data Ras Kulit Hitam. Variabel Mean 31,08 Median 31,20 Maximum 818. 37,80 Minimum 22,30 Standar 4,32 Skewness -1,267 1,623 0,735 0,735 0,273 1,376 Kurtosis 1,036 0,367 1,363 0,357 1,737 Dev. Statistik deskriptif tersebut bertujuan untuk menyajikan data secara ringkas yang diwujudkan dalam tabel yang berisi beberapa indikator pendukung. Hasil pengolahan data dalam tabel tersebut bersifat kuantitatif. Dengan demikian data mengenai nilai rata-rata, nilai median, nilai minimum, nilai maksimum, standar deviasi, skewness, kurtosis, dan data-data lain yang ingin dipergunakan sebagai gambaran awal mengenai data-data yang dipergunakan dapat diketahui untuk dapat diambil keputusan akan keputusan penelitian yang dilakukan. Dari JISHUM (Jurnal Ilmu Sosial dan Humanior. https://journal. id/index. php/jishum Vol. No. 4 Juni 2023. Hal. E-ISSN 2962-0120 data dalam tabel tersebut diketahui bahwa data-data yang ada secara umum bervariasi dan memiliki perbedaan yang signi ikan. Tabel tersebut merepresentasikan bahwa sebaran angka yang tinggi mengakibatkan data bervariasi terkait dengan besarannya. Kondisi tersebut menyebabkan penelitian menarik untuk dilakukan terkait dengan pembuktian Hal ini mengingat model variabel ekonomi dalam mengukur faktor Cash Assurance and Social Insurance yang terdiri atas faktor Income and Earning based on total household. Employment. Education based on Graduate High School, dan Health based on the Number of People Holding Health Insurance juga digunakan oleh pemerintah Indonesia dalam mengukur keputusan memberikan suatu bantuan sosial atau asuransi kebijakan perlindungan kepada masyarakat. Dengan demikian, penelitian ini melalui kajian yang dilakukan dengan menggunakan sampel data Amerika Serikat diharapkan akan mampu memberikan kontribusi intelektual yang baru mengenai kebijakan keuangan dan ekonomi yang ada di Indonesia dan negara global yang lain. Uji Asumsi Klasik Pengujian pada aspek Asumsi Klasik pada model tersebut menghasilkan hasil pengujian yang terdapat dalam tabel sebagai berikut: Tabel 4. Hasil Uji Asumsi Klasik. Pengujian Uji Multikolinearitas Uji Autokorelasi Uji Heteroskedastisit Variabel Prob. ln X1 Prob. ln X2 Prob. ln X3 Prob. ln X4 Prob. ln X5 R-squared Prob. F statistic Prob. F statistic Prob. Chi Square Prob. F statistic Prob. Chi Square Nilai Ras Kulit Putih 0,0080 0,1275 0,0027 0,0058 0,0079 Nilai Ras Kulit Hitam 0,89623 0,00000 0,8934 0,1850 0,5676 0,7190 0,816397 0,000006 0,0076 0,1765 0,0030 0,0068 0,0073 0,9105 0,1780 0,9077 0,6789 JISHUM (Jurnal Ilmu Sosial dan Humanior. https://journal. id/index. php/jishum Vol. No. 4 Juni 2023. Hal. E-ISSN 2962-0120 Hasil pengujian tersebut diterjemahkan sebagai berikut: Uji Multikolinearitas Pengujian terhadap multikolinearitas dilakukan dengan melakukan identi ikasi terhadap aspek pelanggaran dalam hal kolinearitas jamak apakah dalam model tersebut terdapat hubungan yang bebas terhadap variabel yang satu terhadap variabel yang lain yang berupa variabel Hubungan multikolinearitas dilakukan pemeriksaan apabila nilai R-Squared tinggi dengan sedikit variabel yang signi ikan terhadap variabel dependen yang ada dalam model yang dilakukan pengujian Regresi pada pengujian tersebut menunjukan bahwa nilai pada rsquared nilai yang dihasilkan cukup tinggi dengan sebagian besar variabel tersebut dinyatakan memiliki pengaruh terhadap variabel yang terkait dengan variabel terikat pada model. Uji Autokorelasi Pengujian pada masalah autokorelasi dilakukan dalam metode OLS dengan melihat adanya korelasi antar sampel dengan nilai error sehingga hal ini dapat dilakukan analisis apakah parameter yang digunakan tidak e isien dengan melakukan metode Serial Correlation test dengan dasar pengambilan keputusan yang dilakukan. Pengujian pada Autokorelasi dilakukan dengan melihat nilai pada Chi-Squared yang nilainya 0,1850 dan 0,1780 yang nilai tersebut lebih besar dari nilai 0,05. Hal ini mengindikasikan bahwa model tersebut memenuhi asumsi non-autokorelasi yang dalam hal ini model juga memenuhi asumsi pada non-autokorelasi dengan melihat nilai yang dihasilkan dalam Prob (F-statisti. sebesar 0,8934 dan 0,9195 yang nilai tersebut lebih besar dari nilai 0,05. Uji Heteroskedastisitas Pengujian pada masalah heteroskedastisitas dilakukan dalam melakukan identi ikasi terhadap nilai varians yang nilainya selalu berubah besaran nilainya yang dalam hal ini mengakibatkan parameter tersebut tidak e isien dan terjadi adanya perbedaan antara satu residu dengan pengamatan lainnya. Uji yang dilakukan dalam hal ini JISHUM (Jurnal Ilmu Sosial dan Humanior. https://journal. id/index. php/jishum Vol. No. 4 Juni 2023. Hal. E-ISSN 2962-0120 menggunakan Uji Breusch Pagan-Godfrey yang dalam ha ini nilai prob. statistic dan Chi Square apabila lebih besar dari nilai alpha. Nilai Heteroskedastisitas dilakukan dengan melihat nilai Prob. ChiSquared yang dalam hal tersebut sebesar 0,7190 dan 0,6789 yang nilainya lebih besar dari 0,05. Model yang memenuhi asumsi homoskedastisitas dan lolos dari pengujian pada aspek heteroskedastisitas dan lolos heteroskedastisitas pada model. Hal tersebut juga menunjukan bahwa model telah memenuhi syarat asumsi non-autokorelasi yang dalam hal ini dilihat melalui nilai Prob (F-statisti. yang nilainya sebesar 0,5676 dan 0,9077 yang nilai tersebut lebih besar dari nilai 0,05 yang terdapat dalam Uji Menggunakan Partial Least Square (PLS) Path Coe icients Tabel 5. Matriks Path Coef icients. Matriks Path Coef icients 0,497 0,382 0,328 0,567 0,304 0,269 0,153 0,176 0,258 0,201 0,357 Path Coe icient digunakan sebagai alat dalam mengukur efek langsung dari model berdasar konstruk dalam melihat nilai signi ikansi dan keeratan hubungan dalam pengujian hipotesis data tersebut. Nilai tersebut apabila mendekati nilai 1 maka hubungannya dikatakan kuat sedangkan apabila mendekati Ae1 maka dide isni ikan memiliki hubungan yang negatif. Adapun analisis akhir yang diperoleh dari hasil tersebut adalah sebagai berikut: Hubungan langsung antara X1 dengan Y dan Z memiliki korelasi yang positif dengan pengaruh 0,497 dan 0,382 yang mengindikasikan bahwa JISHUM (Jurnal Ilmu Sosial dan Humanior. https://journal. id/index. php/jishum Vol. No. 4 Juni 2023. Hal. E-ISSN 2962-0120 setiap kenaikan satu satuan unit X1 maka nilai Y akan meningkat menjadi 49,7% dan 38,2%. Hubungan langsung antara X2 dengan Y dan Z memiliki korelasi yang positif dengan pengaruh 0,328 dan 0,567 yang mengindikasikan bahwa setiap kenaikan satu satuan unit X2 maka nilai Y akan meningkat menjadi 32,8% dan 56,7%. Hubungan langsung antara X3 dengan Y dan Z memiliki korelasi yang positif dengan pengaruh 0,304 dan 0,269 yang mengindikasikan bahwa setiap kenaikan satu satuan unit X3 maka nilai Y akan meningkat menjadi 30,4% dan 26,9%. Hubungan langsung antara X4 dengan Y dan Z memiliki korelasi yang positif dengan pengaruh 0,153 dan 0,176 yang mengindikasikan bahwa setiap kenaikan satu satuan unit X4 maka nilai Y akan meningkat menjadi 15,3% dan 17,6%. Hubungan langsung antara X5 dengan Y dan Z memiliki korelasi yang positif dengan pengaruh 0,258 dan 0,201 yang mengindikasikan bahwa setiap kenaikan satu satuan unit X5 maka nilai Y akan meningkat menjadi 25,8% dan 20,1%. Hubungan langsung antara Y dan Z memiliki korelasi yang positif dengan pengaruh 0,357 yang mengindikasikan bahwa setiap kenaikan satu satuan unit Y maka nilai Z akan meningkat menjadi 35,7%. Indirect Effect Tabel 6. Matriks Indirects Effects. Matriks Indirects Effects 0,174 0,125 0,103 0,067 0,099 JISHUM (Jurnal Ilmu Sosial dan Humanior. https://journal. id/index. php/jishum Vol. No. 4 Juni 2023. Hal. E-ISSN 2962-0120 Indirect Effect disebut sebagai pengaruh tidak langsung adalah suatu estimasi yang mengarah pada mengetahui kekuatan korelasi pengaruh suatu variabel dengan variabel yang lain baik dalam tingkat variabel eksogen dan variabel endogen. Adapun analisis hasil matriks IE tersebut adalah seluruh variabel memiliki hubungan yang sifatnya positif antara variabel satu hingga kelima terhadap variabel Z melalui Y dengan korelasi apabila terdapat peningkatan pada satu satuan pada unit X maka akan menyebabkan kenaikan secara tidak langsung melalui Y dengan nilai persentase sesuai tertera pada tabel. Adapun pengaruhnya adalah sebagai berikut: Pengaruh tidak langsung X1 sebesar 0,174 menyebabkan tiap peningkatan satu satuan X1 akan mempengaruhi Z melalui Y meningkat positif sebesar 17,4%. Pengaruh tidak langsung X2 sebesar 0,125 menyebabkan tiap peningkatan satu satuan X2 akan mempengaruhi Z melalui Y meningkat positif sebesar 12,5%. Pengaruh tidak langsung X3 sebesar 0,103 menyebabkan tiap peningkatan satu satuan X3 akan mempengaruhi Z melalui Y meningkat positif sebesar 10,3% Pengaruh tidak langsung X4 sebesar 0,067 menyebabkan tiap peningkatan satu satuan X4 akan mempengaruhi Z melalui Y meningkat positif sebesar 6,7% Pengaruh tidak langsung X5 sebesar 0,099 menyebabkan tiap peningkatan satu satuan X5 akan mempengaruhi Z melalui Y meningkat positif sebesar 9,9% Total Effects Tabel 7. Matriks Total Effects. Total Effects 0,497 0,556 0,328 0,492 0,304 0,372 JISHUM (Jurnal Ilmu Sosial dan Humanior. https://journal. id/index. php/jishum Vol. No. 4 Juni 2023. Hal. E-ISSN 2962-0120 0,153 0,243 0,258 0,300 0,357 Total Effect merupakan suatu kajian gabungan untuk melihat pengaruh langsung dan tidak langsung secara bersamaan. Nilai yang terdapat dalam hasil output tersebut merupakan akumulasi dari hasil Path Coe icient dan Indirect Effect yang telah diperoleh dalam kalkulasi sebelumnya. Hasil pada kedua pengujian tersebut menghasilkan seluruh variabel eksogen dan endogen berpengaruh positif. Kondisi tersebut menghasilkan hipotesis pada efek total bahwa seluruh variabel tersebut berpengaruh positif terhadap Setiap kenaikan satu satuan unit akan meningkatkan nilai yang ada dalam total effect dalam akumulasi persentase dengan melihat peningkatan pada satu satuan unit. F Square Tabel 8. Matriks F Square. Matriks F Square 0,264 0,173 0,375 0,425 0,196 0,204 0,349 0,326 0,168 0,172 0,197 Pengaruh dengan model F Square ditujukan agar penilaian antar variabel dapat diukur dengan optimal. Nilai F Square dianggap kecil apabila sebesar 0,02-0,015. dianggap sedang apabila sebesar 0,15-0,35. dianggap besar apabila diatas 0,35. Nilai yang dibawah 0,02 dianggap sebagai nilai yang tidak memiliki efek. Efek pada hasil pengujian tersebut pada variabel X2 atau Population and People memiliki hubungan efek yang besar karena nilai F Square > 0,35. JISHUM (Jurnal Ilmu Sosial dan Humanior. https://journal. id/index. php/jishum Vol. No. 4 Juni 2023. Hal. E-ISSN 2962-0120 Variabel lainnya yang terdiri atas variabel Income and Earning based on total household. Employment. Education based on Graduate High School, dan Health based on the Number of People Holding Health Insurance seluruhnya memiliki efek sedang dengan angka diantara 0,15-0,35. Pengaruh yang terdapat dalam variabel berpengaruh kecil maupun diabaikan tidak terdapat dalam output PLS. Dengan demikian variabel tersebut dianggap berpengaruh positif berdasar F Square. R Square Tabel 9. Data Hasil R Square. Matrix R Square R Square Adjusted 0,358 0,360 0,670 0,673 Nilai kontruk yang diharapkan dalam R Square adalah sebesar 0 R Square diartikan sebagai cara untuk menilai besar pengaruh endogen yang dijelaskan oleh variabel eksogen. Nilai koe isien determinasi tersebut menunjukan hubungan yang kuat, moderat, maupun lemah dalam model berdasar nilai dalam standar error yang diperoleh melalui PLS. Hasil dalam R Square tersebut memiliki pengaruh simultan yang baik pada variabel X1 hingga X5 dengan pengaruh sebesar 0,358 dengan nilai pada adjusted r square tersebut sebesar 0,360. Dengan demikian maka seluruh variabel eksogen seluruhnya mempengaruhi Y sebesar 0,360 atau Pengaruh tersebut tergolong moderat karena diantara 33%-67%. Signi ikansi melalui nilai R Square yang dihasilkan pada simultan seluruh variabel X dan Y terhadap variabel Z sebesar 0,670 dengan nilai adjusted R Square sebesar 0,673. Kondisi yang demikian merepresentasikan nilai tersebut terklasi ikasi sebagai pengaruh dengan tipe besar karena diatas 0,66. Model Fit Tabel 10. Hasil Output Fit Summary. Saturated Model Estimated Model JISHUM (Jurnal Ilmu Sosial dan Humanior. https://journal. id/index. php/jishum Vol. No. 4 Juni 2023. Hal. E-ISSN 2962-0120 SRMR 0,078 0,078 0,856 0,856 d_X1 0,735 0,735 d_X2 0,624 0,624 d_X3 0,854 0,854 d_X4 0,792 0,792 d_X5 0,682 0,682 Chi-Square 673,873 673,873 NFI 1,177 1,177 Tabel 11. Hasil Output rms Theta. rms Theta 0,101 Hipotesis yang digunakan dalam kajian yang demikian adalah dengan nilai RMS Theta lebih kecil dari 0,102, nilai pada SRMR sebesar 0,10 dan nilai NFI lebih besar dari 0,9. Hal ini berarti dengan model hasil analisis tersebut bahwa saat nilai RMS Theta sebesar 0,101<0,102 dan nilai NFI yang sebesar 1,177>0,9 maka hal ini berarti kedua penilaian pada model telah memenuhi kriteria model yang it. Nilai pada SRMR yang nilainya sebesar 0,078 atau <0,10 menandakan bahwa model tersebut it. Dengan demikian maka model disahkan telah memenuhi model data yang it. VIF Tabel 12. Hasil Output Inner VIF Values. Inner VIF Values 1,875 1,762 3,868 1,590 2,496 2,357 2,632 2,789 1,040 1,125 1,481 JISHUM (Jurnal Ilmu Sosial dan Humanior. https://journal. id/index. php/jishum Vol. No. 4 Juni 2023. Hal. E-ISSN 2962-0120 Aspek efektifnya prediksi variabel akan berfungsi dengan baik diperkirakan dengan menggunakan analisis VIF pada variabel model. Hal ini bertujuan agar interkorelasi yang kuat dapat dihindari dengan berpatokan pada nilai VIF berada pada rentang 1-10. Nilai VIF pada variabel tersebut bervariasi dengan nilai pada rentang yang distandarkan. Dengan demikian menandakan tidak terdapat masalah multikolinearitas pada model dengan didukung tidak adanya korelasi antar variabel bebas yang kuat. Korelasi dalam Model Tabel 13. Matrix path Coef icients. Matrix Path Coef icients 0,473 0,067 0,784 0,673 0,459 0,157 0,126 0,563 0,510 0,537 0,476 0,810 0,300 0,821 0,760 0,276 0,500 0,256 0,481 0,479 0,673 0,852 0,835 0,367 0,374 0,637 0,274 0,270 0,385 0,723 0,673 0,842 0,295 0,643 0,720 0,670 0,735 0,563 0,700 0,631 0,871 0,332 Pengkajian terhadap aspek korelasi antar variabel yang digunakan dalam pengujian dilakukan dengan melihat hasil berupa tidak ada korelasi yang kuat dalam hasil apabila nilai yang dihasilkan >0,9 dan <-0,9. Kondisi yang demikian akan menandakan bahwa model tidak terdapat masalah dalam multikolinearitas. Model yang digunakan dalam kajian tersebut yang terdiri atas variabel X dan Y yang terdiri atas Cash Assurance and Social Insurance. Income and Earning based on total household. Population and People. Employment. Education based on Graduate High School, dan Health based on the Number of People Holding Health Insurance dalam menilai aspek multikolinearitas telah menunjukan hasil yang positif dalam model. Output yang dihasilkan secara keseluruhan telah lulus pengujian. Dengan demikian maka korelasi seluruh variabel yang digunakan dengan menggunakan data sampel Amerika Serikat dalam melihat faktor penilai bantuan sosial dan JISHUM (Jurnal Ilmu Sosial dan Humanior. https://journal. id/index. php/jishum Vol. No. 4 Juni 2023. Hal. E-ISSN 2962-0120 penyediaan asuransi kesehatan seluruhnya telah lulus dan memiliki korelasi yang kuat satu dengan yang lainnya. KESIMPULAN Penilaian terhadap indikator penentu kelayakan pemberian Bantuan Langsung Tunai dan Asuransi Sosial yang diberikan oleh pemerintah melalui data sampel yang diperoleh dari negara bagian yang ada di Amerika Serikat menunjukan hubungan yang sangat erat dan erat pada tiap indikator yang Indikator Cash Assurance and Social Insurance. Income and Earning based on total household. Population and People. Employment. Education based on Graduate High School, dan Health based on the Number of People Holding Health Insurance menunjukan korelasi yang erat satu dengan yang lainnya. Pengujian awal dengan melihat gap pada negara bagian menunjukan hal ini masih menjadi masalah dalam dunia internasional dengan dilihat melalui Studi Kasus Amerika Serikat. Pengujian Partial Least Square (PLS) melalui pengujian pada Path Coe icient. Indirect Effect. Total Effect. F Sqaure. R Square, dan korelasi antar model menunjukan hubungan yang positif antar variabel tersebut. Dalam scope tingkat kesejehteraan ekonomi berdasar ras kulit hitam dan kulit putih di Amerika Serikat tersebut menunjukan bahwa kedua ras memiliki tingkat kesejehteraan yang beragam dan tidak dapat dipukul rata berdasar ras. Kesamaan kohesi yang ada dalam hal ini terdapat dalam karakteristik ekonomi keduanya yang sama-sama dapat dilakukan penilaian kelayakan Bantuan Sosial berdasar kelima variabel X. Bukti empiris yang telah dibuktikan dalam pengujian menunjukan variabel Cash Assurance and Social Insurance. Income and Earning based on total household. Population and People. Employment. Education based on Graduate High School, dan Health based on the Number of People Holding Health Insurance layak digunakan untuk mengukur perekonomian terakit dengan masalah Cash Assurance and Social Insurance. Kondisi representatif yang telah ditunjukan dalam data Amerika Serikat tersebut selayaknya mampu menjadi variabel dasar dalam ekonomi internasional dala mengurangi ketimpangan dan kemiskinan. Hal ini tidak menutup pula apabila dikemudian hari ditemukan data-data lain yang relevan untuk dijadikan sebagai indikator alternatif yang lain. JISHUM (Jurnal Ilmu Sosial dan Humanior. https://journal. id/index. php/jishum Vol. No. 4 Juni 2023. Hal. E-ISSN 2962-0120 REFERENSI