Rahman. , & Bakri. Kualifikasi Tenaga Kerja Pada Berbagai Klasifikasi Penyelenggaraan Makanan Massal. JURNAL INFO KESEHATAN, 17. , 35-49. https://doi. org/10. 31965/infokes. Vol17. Iss1. | 35 Jurnal Info Kesehatan Vol 17. No. Juni 2019, pp. P-ISSN 0216-504X. E-ISSN 2620-536X Journal DOI: https://doi. org/10. 31965/infokes Website: http://jurnal. id/index. php/infokes RESEARCH Open Access Kualifikasi Tenaga Kerja Pada Berbagai Klasifikasi Penyelenggaraan Makanan Massal (Tinjauan Berdasarkan Jumlah Konsumen dan Jenis Menu Yang Disajika. Bachyar Bakri. Nur Rahman Poltekkes Kemenkes Malang Email: bbachyar@yahoo. com, rahmancahaya@yahoo. Abstrak Kebutuhan tenaga kerja pada penyelenggaraan makanan dapat dipengaruhi oleh jenis atau tipe menu yang disajikan . enu pilihan atau menu standar/ditetapka. , jumlah dan karakteristik konsumen yang dilayani, cara penyajian/pelayanan makanan, serta teknik pengolahan makanan yang digunakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kebutuhan tenaga kerja ditinjau dari jumlah konsumen dan jenis menu yang disajikan pada berbagai klasifikasi penyelenggaraan makanan massal. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain deskriptif eksploratory. Teknik pengambilan sampel penelitian dilakukan dengan metode purposive sampling, penelitian dilaksanakan selama 3 . bulan, mulai Bulan Juli Ae Oktober 2015. Variabel yang diteliti adalah jumlah konsumen yang dilayani. Jumlah tenaga kerja. Kualifikasi tenaga kerja, dan Jenis/tipe menu yang digunakan. Data dikumpulkan dengan cara wawancara dibantu kuesioner dan observasi langsung pada penyelenggaraan makanan. Data diolah dan dianalisis secara deskriptif, kemudian disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian didapatkan bahwa jumlah dan kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan pada berbagai klasifikasi penyelenggaraan makanan, terbanyak adalah lulusan SMA atau SMK, dengan tugas utama umumnya adalah sebagai tenaga pengolahan Khusus untuk penyelenggaraan makanan rumah sakit dibutuhkan ahli gizi dengan ratio terendah 1:57 dan tertinggi 1:400. Pada penyelenggaraan makanan selain rumah sakit, kebutuhannya ditentukan oleh jumlah konsumen yang dilayani, dan tergantung luasnya fisik bangunan institusi tersebut. Jenis/tipe menu yang disajikan pada penyelenggaraan makanan rumah sakit, asrama, catering, panti sosial dan anak sekolah adalah menu siklus. Sedangkan penyelenggaraan makanan komersial menggunakan menu pilihan . elected men. Mengingat jumlah dan kualifikasi kebutuhan tenaga kerja setiap institusi penyelenggaraan makanan belum dapat dijadikan standar, maka perlu pengkajian dengan menggunakan perhitungan berdasarkan analisis beban kerja masing-masing bidang tugas tenaga kerja tersebut. Kata Kunci: Kebutuhan Tenaga Kerja. Jumlah Konsumen. Jenis Menu 36 | https://doi. org/10. 31965/infokes. Vol17. Iss1. Labor Qualification In Various Classification Of Bulk Food Abstract Labor requirements on the food services can be influenced by the type or the type of menu that is served . enu option or standard menu/se. , a number of customers served and characteristics, manner of presentation/foodservice and food processing techniques used. The purpose of this study was to analyze the manpower needs of consumers in terms of number and type of menu served in various classifications of food services. This research is a descriptive exploratory descriptive design. The sampling technique research conducted by purposive sampling method, research carried out for 3 . months, starting month from July to October 2015. The variables studied were the number of consumers served, number of workers, a qualified workforce, and the type/types of menu that are used. Data were collected by interview with the manager of the implementation of food assisted questionnaires and direct observations on the foodservice. The data is processed and analyzed descriptively, then presented in tabular form. The result showed that the number and qualification of labor needed in the various classifications of food services, most are high school or vocational school graduates, with the main task generally is a food processing power. Special hospital for the provision of food needed nutritionist with 1:57 lowest and the highest ratio of 1: 400. At food services in addition to the hospital, the need is determined by the number of consumers served and depending on the extent of the physical building of the institution. Kind/type menus presented on the hospital food service, boarding, catering, social institutions, and school children are the menu cycle. While the implementation of commercial food using the options menu . elected men. Given the number and qualification of manpower needs of each institution organizing food can not be used as a standard, it is necessary assessments using calculations based on the analysis of the workload of each field of labor tasks. Keywords: Labour Supplies. Total Consumer. Type of Menu * Correspondence: rahmancahaya@yahoo. Present Address: 77C . Besar Ijen St. Malang Indonesia AThe Author. This article is distributed under the terms of the Creative Commons Attribution 4. 0 International License . ttp://creativecommons. org/licenses/by/4. 0/), which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided you give appropriate credit to the original author. and the source, provide a link to the Creative Commons license, and indicate if changes were made. The Creative Commons Public Domain Dedication waiver . ttp://creativecommons. org/publicdomain/zero/1. applies to the data made available in this article, unless otherwise stated. Rahman. , & Bakri. Kualifikasi Tenaga Kerja Pada Berbagai Klasifikasi Penyelenggaraan Makanan Massal. JURNAL INFO KESEHATAN, 17. , 35-49. https://doi. org/10. 31965/infokes. Vol17. Iss1. | 37 PENDAHULUAN yang disajikan cukup bervariasi sehingga Keadaan kesehatan masyarakat konsumen dapat memilih makanan yang salah satunya ditentukan oleh kualitas disukainy. , maka tenaga kerja yang makanan yang dikonsumsinya, dengan menyiapkan makanan (Sjahmien Muhji. Dalam rangka upaya pemenuhan kebutuhan gizi bagi individu Kualifikasi makanan pada umumnya terdiri dari tenaga profesi gizi, tenaga pemasak, menyediakan makanan yang dibutuhkan pembantu pemasak, tenaga logistic, kebersihan dan pelayanan (Pedoman Tempat PGRS. Pada makanan bagi individu dan kelompok penyelenggaraan makanan di asrama, adalah institusi penyelenggara makanan anak sekolah, panti social, dan tempat- massal seperti rumah sakit, rumah makan/restoran atau warung makan, kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan penyelenggaraan makana asrama, anak belum ada peraturan dan ketentuan yang Sedangkan penumpang kendaraan jarak jauh seperti penyelenggaraan makanan rumah sakit pesawat dan bis malam. yang umumnya menyajikan tipe menu Kualitas makanan yang disajikan terstandar atau ditetapkan, hanya ada ketentuan tentang kualifikasi tenaga gizi penyelenggara makanan massal tersebut saja yang sudah diatur, namun mengenai salah satunya ditentukan oleh jumlah, jumlahnya juga belum jelas standar yang kualifikasi, dan ketrampilan tenaga kerja Keadaan ini menyebabkan di institusi tersebut. Kebutuhan tenaga kerja pada penyelenggaraan makanan dapat dipengaruhi oleh jenis atau tipe menu yang disajikan . enu pilihan atau dengan baik, terutama dalam rangka menu standar/ditetapka. , jumlah dan karakteristik konsumen yang dilayani, penyajian/pelayanan serta teknik pengolahan makanan yang Untuk menggunakan tipe menu pilihan . enu Penelitian Putri Ayuningtyas . menyatakan bahwa pada 38 | https://doi. org/10. 31965/infokes. Vol17. Iss1. Unit Menteri Kesehatan No. 26 tahun 2013 Pelaksana Teknis Terapi dan Rehabilitasi tentang Penyelenggaraan Pekerjaan dan Badan Narkotika Nasional (UPT T&R Praktek Tenaga gizi. BNN), Pelaksanaan pelayanan gizi di makanan untuk kurang lebihnya 400 rumah sakit, selain tenaga gizi juga orang, dan menggunakan siklus menu 10 dibutuhkan tenaga pendukung meliputi Jumlah tenaga kerja di dapur sebanyak 21 orang yang terdiri dari 1 komputer, tenaga administrasi dan lain- orang koordinator, 1 orang master koki, 6 orang juru masak, 10 orang bagian pelaksanaan pelayanan gizi yang optimal di rumah sakit diperlukan adanya standar kebutuhan tenaga gizi secara lebih rinci yang memuat jumlah dan jenis tenaga Pendidikan Dalam sekolah menengah atas (SMA). Hasil Berdasarkan gambaran tersebut, penelitian menyimpulkan bahwa tidak maka perlu dilakukan pengkajian tentang ada persyaratan khusus untuk menjadi kebutuhan tenaga kerja . umlah dan pegawai di dapur UPT T&R BNN. Berdasarkan Nurul karakteristik penyelenggaraan makanan Ilmi, dkk . , pada penyelenggaraan ditinjau dari jumlah konsumen dan jenis makanan Pondok Pesantren Putri Ummul menu yang disajikan. Mukminin, yang menggunakan siklus menu 10 hari dan melayani 893 santri METODE PENELITIAN setiap harinya terdapat jumlah tenaga Penelitian ini merupakan penelitian kerja sebanyak 13 orang. Koordinator konsumsi sebanyak 2 orang, penanggung jawab gudang satu orang, dan tenaga dapur 10 orang termasuk kepala dapur. makanan: Rumah sakit kelas A. B dan C Tidak ada ahli gizi yang menangani di Jawa Timur. Asrama . ahasiswa, kebutuhan santri dan pembagian tugas tentar. di kota Malang. Catering di tidak ada yang spesifik, semua saling wilayah Malang raya. Restoran, rumah makanan, dan warung di kota Malang. Pelayanan gizi yang baik di rumah Populasi Penyelenggaraan sakit dapat terlaksana bila tersedia Sosial di Malang raya . anti asuhan, tenaga gizi yang professional dalam memberikan pelayanan. Profesionalisme Penyelenggaraan makanan anak sekolah. Teknik pengambilan sampel penelitian pelayanan gizi diatur dalam Peraturan Jompo. Rahman. , & Bakri. Kualifikasi Tenaga Kerja Pada Berbagai Klasifikasi Penyelenggaraan Makanan Massal. JURNAL INFO KESEHATAN, 17. , 35-49. https://doi. org/10. 31965/infokes. Vol17. Iss1. | 39 ermasuk frekuensi keikut sertaannya kriteria inklusi, yaitu: . Rumah sakit dalam 1 tahu. tenaga kerja pada kelas A. B dan C di wilayah provinsi Jawa penyelenggaraan makanan massal. Timur, . Asrama yang berada di wilayah Jenis/tipe menu yang digunakan pada Malang raya, . Catering di wilayah Malang raya, . Restoran, rumah makan, adalah jenis/tipe menu yang diolah dan warung . , . Penyelenggaraan disajikan setiap hari kepada konsumen makanan institusi Sosial di Malang raya pada penyelenggaraan makanan. anti asuhan, panti Jompo, pondok Data pesantre. , . Penyelenggaraan makanan dilayani dan anak sekolah. Kriteria eksklusi adalah: . tenaga kerja, dikumpulkan dengan cara Institusi jumlah serta kualifikasi penelitian berlangsung, . Institusi tidak menyelenggarakan sendiri makanan bagi konsumennya, . Institusi menggunakan digunakan dikumpulkan dengan cara tenaga kerja sukarela. wawancara dan observasi langsung pada Besar sampel penelitian adalah dan data jenis menu yang penyelenggaraan makanan. Data diolah dan dianalisis secara memenuhi kriteria inklusi. Penelitian deskriptif, kemudian disajikan dalam dilaksanakan selama 3 . bulan, mulai bentuk tabel dan grafik. Bulan Juli Ae Oktober 2015. Variabel yang Data diteliti adalah : . Jumlah konsumen yang dilayani adalah untuk restoran/rumah makan/restoran/warung, diolah dengan makan/warung: rata-rata rata-rata konsumen yang berkunjung setiap hari, kunjungan konsumen setiap hari, dan dan untuk rumahsakit, catering, panti konsumen di rumah sakit, catering, asrama, panti sosial dan sekolah, diolah hidangan yang diproduksi setiap hari untuk konsumen. Jumlah tenaga kerja hidangan yang diolah/disediakan untuk adalah jumlah tenaga kerja yang bekerja Selanjutnya dianalisis secara pada masing-masing bidang tugas di deskriptif kemudian disajikan dalam penyelenggaraan makanan massal, . bentuk tabel dan grafik Kualifikasi rata-rata Data jumlah tenaga kerja, diolah dengan cara menghitung jumlah tenaga adalah latar belakang pendidikan formal yang bekerja pada masing-masing bidang terakhir dan pendidikan non formal tugas pada penyelenggaraan makanan, 40 | https://doi. org/10. 31965/infokes. Vol17. Iss1. meliputi: Ahli Gizi. Pemasak. Pembantu Logistik. Kebersihan. Selanjutnya Pelayan. Selanjutnya dianalisis secara kualifikasi tenaga kerja serta jumlah Data kualifikasi tenaga kerja produksi makanan. diolah dengan cara melakukan klasifikasi HASIL PENELITIAN formal terakhir dan non formal tenaga Untuk kerja, yaitu: Pendidikan formal dan penelitian dilakukan di 8 Rumah sakit. Pendidikan (Kursus, yaitu merupakan rumah sakit yang Pelatihan. Seminar, dl. Kemudian di menjadi lokasi praktek kerja lapangan mahasiswa Jurusan gizi. Karakteristik pendidikan non formal yang telah diikuti rumah sakit seperti disajikan pada tabel oleh tenaga kerja . idak pernah, 1-2 kali/tahun, > 2 kali/tahu. Selanjutnya Berdasarkan tabel 1, diperoleh dianalisis kesesuaian dengan profesi dan bahwa Rumah sakit A1 merupakan bidang tugas/pekerjaan. rumah sakit kelas A dengan rata-rata Data jenis/tipe jumlah konsumen yang dilayani setiap hari terbanyak pada penyelenggaraan makanannya, karena juga menyediakan makanan bagi karyawan jaga . konsumen, yaitu: menu pilihan . elected Selanjutnya diikuti oleh rumah sakit A2 men. , dan menu yang ditetapkan . ixed yang juga sebagai rumah sakit kelas A Data dianalisis secara deskriptif, dan RS. B3 sebagai rumah sakit kelas B kemudian disajikan dalam bentuk tabel Tabel 1. Karakteristik Penyelenggaraan Makanan berdasarkan kelas RS. Jumlah Konsumen, dan Jumlah Tenaga Kerja Rumah Sakit RS. RS. RS. RS. RS. RS. RS. RS. Kls RS Rata-Rata Konsumen/hr Jmlh Tenaga Kerja Jenis Peny. Mkn Swakelola Swakelola Swakelola Swakelola Swakelola Swakelola Swakelola Swakelola Sumber: Profile Instalasi Gizi Masing-masing Rumah Sakit Th. Rahman. , & Bakri. Kualifikasi Tenaga Kerja Pada Berbagai Klasifikasi Penyelenggaraan Makanan Massal. JURNAL INFO KESEHATAN, 17. , 35-49. https://doi. org/10. 31965/infokes. Vol17. Iss1. | 41 Tabel. Ratio Jumlah Tenaga Kerja dengan jumlah konsumen pada berbagai Rumah Sakit Rumah Sakit RS. RS. RS. RS. RS. RS. RS. RS. Jumlah Konsumen Ratio Jumlah Tenaga Kerja dengan Jumlah Konsumen Ahli Gizi Pengolahan Pramusaji 1 : 57 1 : 14 1 : 403 1 : 28 1 : 155 1 : 175 1 : 14 1 : 83 1 : 27 1 : 11 1 : 170 1 : 14 1 : 150 1 : 33 1 : 35 1 : 100 1 : 25 1 : 107 1 : 13 Berdasarkan ratio tenaga kerja dan RS. B1. Sedangkan untuk tenaga dengan jumlah konsumen . pengolahan ratio tertinggi pada RS. maka RS. A1 mempunyai ratio tertinggi dan RS. B3. untuk ahli gizi, kemudian dikuti RS. Tabel. Ratio Jumlah Tenaga Kerja dengan Jumlah Konsumen pada Berbagai Asrama Asrama Jumlah Konsumen As. As. As. As. Ratio Jumlah Tenaga Kerja dengan Jumlah Konsumen Ahli Pengolah Pramusaji 1 : 30 1 : 21 1 : 55 1 : 16 1 : 20 Tabel 3 menunjukkan asrama As1 Malang, mempunyai ratio tenaga pengolah Tabel. Ratio Jumlah Tenaga Kerja dengan Jumlah Konsumen pada Catering Catering Oc Konsumen Ratio Oc Tenaga Kerja dengan Oc Konsumen 42 | https://doi. org/10. 31965/infokes. Vol17. Iss1. Ahli Gizi Untuk ratio tenaga kerja dengan Tenaga Pengolah 1 : 50 Tenaga Pramusaji 1 : 18 1 : 100 1 : 50 1 : 65 1 : 171 1 : 50 1 : 22 1 : 300 1 : 240 1 : 100 1 : 14 catering, diketahui bahwa ratio tenaga terendah adalah RM2. Sedangkan untuk pengolah dan pramusaji tertinggi pada tenaga pramusaji ratio tertinggi terdapat catering C5 . pada RM5 dan RM6. jumlah konsumen yang dilayani pada Selanjutnya diketahui bahwa RM4 mempunyai ratio Tabel 5. Ratio Jumlah Tenaga Kerja dengan Jumlah konsumen pada berbagai Rumah Makan. Restoran dan Warung Catering Oc Konsumen RM1 RM2 RM3 RM4 RM5 RM6 Ratio Oc Tenaga Kerja dengan Oc Konsumen Ahli Gizi Pengolah Pramusaji 1 : 14 1 : 27 1 : 13 1 : 19 1 : 20 1 : 15 1 : 75 1 : 18 1 : 25 1 : 33 1 : 50 1 : 33 Selanjutnya untuk ratio tenaga tertinggi terdapat pada AS3 dan AS4. kerja dan jumlah konsumen pada panti Sedangkan AS2 adalah mempunyai ratio sosial rata-rata sekitar 1:25, dengan ratio Tidak ada ahli gizi dan tenaga PS6 1:100. Selengkapnya dapat dilihat pada tabel 6. Untuk ratio jumlah tenaga kerja penyelenggaraan makanan anak sekolah rata-rata mencapai 1:90, dengan ratio makanan anak sekolah ini, karena belum dilakukan oleh guru dan orang tua murid. Secara rinci dapat dilihat pada tabel 7. Rahman. , & Bakri. Kualifikasi Tenaga Kerja Pada Berbagai Klasifikasi Penyelenggaraan Makanan Massal. JURNAL INFO KESEHATAN, 17. , 35-49. https://doi. org/10. 31965/infokes. Vol17. Iss1. | 43 Tabel 6. Ratio Jumlah Tenaga Kerja dengan Jumlah Konsumen pada Berbagai Panti Sosial Panti Sosial Jmlh Konsumen PS1 PS2 PS3 PS4 PS5 PS6 PS7 Ratio Oc Tenaga Kerja Dengan Oc Konsumen Ahli Gizi Pengolah Pramusaji 1 : 20 1 : 27 1 : 25 1 : 25 1 : 23 1 : 100 1 : 43 Tabel 7. Ratio Jumlah Tenaga Kerja dengan jumlah konsumen pada berbagai Penyelenggaraan Makanan Anak Sekolah Sekolah Oc Konsumen AS1 AS2 AS3 AS4 AS5 Ratio Oc Tenaga Kerja dengan Oc Konsumen Ahli Tenaga Pramusaji Gizi Pengolah 1 : 90 1 : 68 1 : 98 1 : 98 1 : 81 PEMBAHASAN pasiennya yang dilayani relatif sama Berdasarkan hasil analisis data dengan rumah sakit lain dengan kelas diperoleh bahwa semakin banyak pasien yang sama . elas B). Ini disebabkan yang dilayani di rumah sakit maka karena rumah sakit Bangil masih dalam semakin banyak tahap pengembangan sarana prasarana fisik, sehingga belum dapat melakukan makanan bagi pasien tersebut. Sesuai pengembangan untuk ketenagaan. Agar dengan kelas rumah sakit maka jumlah pasien di rumah sakit kelas A paling pelayanan makanan kepada pasien, maka banyak, sehingga tenaga kerjanya juga pihak pengelola di instalasi gizi berupaya untuk mengatur jadual kerja yang baik tenaga kerja Salah satu rumah sakit dengan jumlah tenaga kerja sangat sedikit adalah rumah sakit Bangil, walaupun jumlah bagi tenaga kerjanya. Kualifikasi tenaga kerja yang 44 | https://doi. org/10. 31965/infokes. Vol17. Iss1. makanan di berbagai kelas rumah sakit jumlah konsumen yang dilayani relatif adalah tenaga gizi . aik D3. D4, dan S1 lebih sedikit. Bahkan tenaga pramusaji bidang giz. Hanya rumah sakit A1 juga kualifikasi S2. Sesuai dengan Permenkes karena tergantung pada jumlah ruangan No. 78 tahun 2013 tentang Pedoman perawatan pada rumah sakit tersebut. Pelayanan Gizi Rumah Sakit, tenaga gizi seperti halnya pada rumah sakit B2. RS B3 dan RS B5. Registered Dietetion (RD) yaitu lulusan D4 atau S1 Selain itu menurut pedoman PGRS gizi yang telah lulus uji kompetensi. , menyatakan bahwa untuk Technical Registered Dietetion (TRD) koordinator penyelenggaraan makanan yaitu lulusan D3 gizi yang telah lulus uji di rumah sakit kelas A dan B harus Belum semua ahli gizi di memenuhi kriteria rumah sakit ini yang memperoleh RD Gizi/kesehatan atau S1-Gizi/kesehatan maupun TRD, karena masih dalam proses dengan pendidikan dasar D3-gizi. Semua pengurusan pada organisasi profesi gizi. rumah sakit sudah memenuhi kriteria Kualifikasi yaitu lulusan S2- Ratio penyelenggaraan makanan rumah sakit adalah lulusan SMA/SMK boga, yang jumlah konsumen yang dilayani di semua sebagian besar bertugas sebagai tenaga rumah sakit berkisar antara 1:57 sampai pengolah makanan. Hal ini juga sesuai 1:403. penyelenggaraan makanan RS. A1 karena pelayanan gizi rumah sakit juga melayani makanan untuk karyawan (PGRS, 2. Ratio yang bertugas jaga. Ratio ini tidak sesuai Sedangkan tenaga lulusan SD dan dengan ketentuan dari Direktorat Rumah SMP adalah sebagai pramusaji atau sakit Depatemen Kesehatan th. ratio ahli gizi pengolahan makanan. Perbedaan jumlah jumlah tempat tidur di rumah sakit dan kualifikasi tenaga yang dibutuhkan adalah 1:100, hanya rumah sakit B1 dan pada berbagai kelas rumah sakit, juga RS. B2 yang sudah memiliki ratio yang disebabkan oleh karena perbedaan dari sesuai, yaitu 1:57 dan 1:83. status atau kedudukan dari tenaga Ratio tenaga pengolah makanan Apabila dengan jumlah konsumen di rumah sakit tenaga pramusaji merupakan staf dari berkisar antara 1:14 sampai 1:42. Ratio instalasi gizi, maka jumlah tenaga kerja terendah ada pada RS. A2. RS. B1 dan RS. di penyelenggaraan makanan rumah C1, dan yang tertinggi pada RS. B4 Ratio sakit tersebut menjadi banyak, walaupun ini juga tidak sesuai dengan Nursiah Rahman. , & Bakri. Kualifikasi Tenaga Kerja Pada Berbagai Klasifikasi Penyelenggaraan Makanan Massal. JURNAL INFO KESEHATAN, 17. , 35-49. https://doi. org/10. 31965/infokes. Vol17. Iss1. | 45 , seharusnya ratio jumlah tenaga tenaga kerja dapat bekerja dengan baik pengolah dengan jumlah konsumennya adalah 1:10. Namun tidak pernah terjadi terjamin dengan baik. Jumlah makanan pada pasien, karena menu yang bervariasi, tergantung pada kebijakan kemampuan dan kecepatan tenaga kerja dari masing-masing pemilik katering. dalam mengolahnya. Pada Kualifikasi pelayanan/penyaji bahkan dibutuhkan dibutuhkan pada asrama sebagian besar lebih banyak. Hal ini disebabkan oleh adalah lulusan SMA/SMK, walaupun karena catering tersebut menggunakan salah satu asrama (As. mempekerjakan catering lainnya menggunakan tenaga penyaji yang merangkap sebagai tenaga SMP Pada Seperti makanan di asrama As4, tenaga kerja pada penyelenggaraan makanan adalah catering juga umumnya menggunakan tenaga dengan kualifikasi SMA atau SMK Namun kualitas makanan boga sebagai tenaga pengolah. Tenaga yang disajikan cukup baik, karena para lulusan SMP umumnya ditugasi sebagai anggota TNI tersebut juga mendapatkan tenaga penyaji. Hal ini karena kualitas . asa dan penampila. dan kecepatan Tenaga pelayanan adalah merupakan aspek yang penyelenggaraan asrama ini umumnya sangat penting bagi catering. Ratio TNI bersama-sama, tanpa adanya pembagian mempunyai variasi yang sangat tinggi tugas yang khusus. Hal ini menyebabkan diantara seluruh catering , yaitu antara tenaga kerja tersebut menjadi sangat 1:22 sampai 1:171. Untuk ratio tenaga lelah karena banyaknya tugas yang harus penyaji juga variasinya cukup tinggi yaitu antara 1:18 sampai 1:300. Namun pada pengolah dengan jumlah konsumen yang beberapa catering tenaga dibutuhkan dilayani di asrama rata-rata 1:15-30 lebih sedikit . engan ratio lebih tingg. , orang . Keadaan ini tidak sesuai karena katering ini hanya melayani dengan Nursiah . , seharusnya ratio konsumen untuk pesan antar. Ratio tenaga kerja pengolah adalah 1:10, agar 46 | https://doi. org/10. 31965/infokes. Vol17. Iss1. Pada penyelenggaraan makanan tenaga pembantu pada penyelenggaraan komersial seperti restoran, rumah makan Ratio tenaga pengolah dengan dan warung, selain tenaga pengolah juga jumlah konsumen yang dilayani di panti sosial yaitu antara 1:20 sampai 1:100, pelayan/penyaji dan kasir. Kualifikasi dan ratio tertinggi ada pada PS7. Keadaan tenaga kerja yang digunakan umumnya ini akan berpengaruh terhadap kualitas juga lulusan SMA menu yang dihasilkan. dan SMK. Seperti halnya pada catering, tenaga pelayan Tenaga kerja yang dibutuhkan pada beberapa restoran atau rumah pada penyelenggaraan makanan anak makan juga dibutuhkan lebih banyak daripada pemasak. Hal ini disebabkan pemasak, karena sebagai tenaga penyaji karena banyaknya jenis menu yang sekolah memanfaatkan tenaga guru atau disediakan di rumah makan tersebut. orangtua murid. Kualifikasi tenaga yang Tidak ada ratio yang pasti untuk tenaga tersebut adalah lulusan SD. SMP, dan jumlah konsumen, karena setiap rumah SMA, bahkan ada yang mempekerjakan makan menyajikan menu yang berbeda, lulusan D3 gizi sebagai konsultan. Ratio dan luas ruang makan bagi pengunjung tenaga pengolah yang digunakan dengan yang juga berbeda. Semakin banyak jenis jumlah konsumen sangat besar . :68 sampai 1:. , karena pemberian makan dibutuhkan juga banyak, demikian juga hanya 1 . kali sehari, dan menu yang untuk tenaga pemasak. Ratio tenaga diberikan sederhana dengan pola yang pengolah dengan jumlah konsumen di tidak selalu lengkap/seimbang. restoran dan rumah makan yang diteliti berkisar antara 1:13 sampai 1:75. Berdasarkan jenis menu yang Kondisi ini masih belum sesuai dengan makanan di semua rumah sakit adalah Nursiah . , bahwa ratio yang menu siklus. Walaupun jenis menu yang dianjurkan adalah 1:10. Sedangkan ratio digunakan sama, namun tenaga kerja tenaga pramusaji berkisar antara 1:15 yang dibutuhkan berbeda antar kelas sampai 1:33. Ratio terkecil dimiliki oleh rumah sakit. Jadi jumlah konsumen yang rumah makan dengan ruang makan dilayani lebih menentukan kebutuhan pengunjung cukup luas, yaitu RM3 dan RM4. makanan rumah sakit. Pada penyelenggaraan makanan Panti Demikian penyelenggaraan makanan di asrama, menggunakan tenaga kerja yang khusus. Sebagian penyelenggaraan makanan anak sekolah, mempekerjakan penghuninya sebagai seluruhnya menggunakan menu siklus. Rahman. , & Bakri. Kualifikasi Tenaga Kerja Pada Berbagai Klasifikasi Penyelenggaraan Makanan Massal. JURNAL INFO KESEHATAN, 17. , 35-49. https://doi. org/10. 31965/infokes. Vol17. Iss1. | 47 Sehingga kebutuhan tenaga kerja sangat ditentukan oleh jumlah konsumennya. Tenaga kerja lulusan SMA/SMK Untuk penyelenggaraan makanan lebih banyak dibutuhkan, tanpa pernah komersial . umah makan, restoran dan warun. , semuanya menggunakan menu lainnya dibidang makanan secara non pilihan . elected men. Tenaga kerja dibandingkan institusi non komersial lainnya, dan jenis tenaga kerja juga lebih PENUTUP Menu pilihan artinya institusi Berdasarkan tersebut menyediakan banyak macam disimpulkan bahwa makanan untuk dipilih oleh konsumen yang dilayani pada penyelenggaraan makanan rumah sakit sesuai dengan Apapun masing-masing. jumlah konsumen kelas dan kapasitas tempat tidur rumah penyelenggaraan makanan di institusi sakit, yaitu < 200 untuk rumah sakit kelas komersial, ternyata kualifikasi tenaga C, 200-400 kelas B dan > 400 kelas A. kerja yang dibutuhkan relatif sama. Pada umumnya penyelenggaraan Jumlah tenaga yang dibutuhkan di tidak dapat distandarisasi, karena selain dipengaruhi oleh jumlah jenis hidangan Penyelenggaraan makanan anak sekolah cukup banyak, yaitu antara 200 sampai tergantung pada luas tidaknya kapasitas 975 konsumen, yang hanya menyediakan gedung atau fasilitas fisik dari rumah makanan untuk 1 . kali makan yaitu makan/restoran tersebut. makan siang saja. Secara Jumlah dan kualifikasi tenaga perbedaan kualifikasi tenaga kerja yang kerja yang dibutuhkan pada berbagai klasifikasi penyelenggaraan makanan, makanan rumah sakit dan selain rumah terbanyak adalah lulusan SMA atau SMK. Di rumah sakit banyak dibutuhkan dengan jumlah terbanyak adalah sebagai tenaga pengolahan makanan. Khusus untuk penyelenggaraan makanan rumah diberikan pada pasien. Namun pada sakit dibutuhkan ahli gizi dengan ratio penyelenggaraan makanan selain rumah terendah 1:57 dan tertinggi 1:400 sakit, tidak ada perbedaan kualifikasi Jenis/tipe menu yang disajikan pada tenaga yang dibutuhkan antar semua penyelenggaraan makanan rumah sakit, 48 | https://doi. org/10. 31965/infokes. Vol17. Iss1. asrama, catering, panti sosial dan anak sekolah adalah menu siklus. Hal ini maka menunya harus dibuat siklus agar Sedangkan menggunakan menu pilihan . elected Kualifikasi dibutuhkan pada asrama, catering, panti sosial dan penyelenggaraan makanan anak sekolah yang menggunakan jenis menu yang sama yaitu menu siklus, adalah relatif sama yaitu terbanyak adalah lulusan SMA/SMK. Jumlah dibutuhkan pada berbagai klasifikasi penyelenggaraan makanan selain rumah sakit, ditentukan oleh jumlah konsumen yang dilayani. Selain itu juga tergantung penyelenggaraan makanan tersebut. Mengingat jumlah dan kualifikasi kebutuhan tenaga kerja setiap institusi penyelenggaraan makanan belum dapat dijadikan standar, maka perlu pengkajian perhitungan berdasarkan analisis beban masing-masing tenaga kerja tersebut. DAFTAR PUSTAKA