Early Child Research and Practice - ECRP, 2023: 4. , 1-4 JalanMeranti Raya Nomor 32 SawahLebar. Kota Bengkulu e-ISSN 2723-5718 Stimulasi Kemampuan Mempraktikan Pengalaman Keagamaan Anak Usia Dini Di Satuan Pendidikan Paud Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Way Kanan Ramanabela STKIP Al Islam Tunas Bangsa Bandar Lampung inkaramanabela@stkipalitb. Abstract Early childhood development is very important. because it affects the future of the child. Therefore, it is very important to stimulate and encourage children's growth and development from an early age, which includes aspects of morality, religious values, physical, motor, cognitive, language, social, and emotional development. Given the high level of juvenile delinquency in today's society, religious moral education is very important to teach and practice because children are still small. Therefore, early childhood plays an important role in anticipating and contributing to realizing a nation that is moral and dignified. Therefore, efforts are made to encourage children to actively participate in worship according to their religion and beliefs, to know and imitate God's characteristics, and to practice the religious experiences of early childhood. Children who are sincere, respectful, kind and grateful show a responsive attitude towards others and recognize and respect differences in religion and belief. The purpose of this study was to trigger the ability to practice religious experience in early childhood at the Way Kanan Learning Activity Center (SKB). Educators try to stimulate the ability to practice religious experience in early childhood through habituation, teaching, and Reading books about religion or beliefs and telling stories are some of the methods used Abstrak Perkembangan anak usia dini sangat penting. karena mempengaruhi masa depan anak. Oleh karena itu, sangat penting untuk menstimulasi dan mendorong tumbuh kembang anak sejak dini, yang meliputi aspek moralitas, nilai-nilai agama, perkembangan fisik, motorik, kognitif, bahasa, sosial, dan Mengingat tingginya tingkat kenakalan remaja di masyarakat saat ini, maka pendidikan moral agama sangat penting untuk diajarkan dan dipraktikkan karena anak masih kecil. Oleh karena itu, anak usia dini berperan penting dalam mengantisipasi dan berkontribusi dalam mewujudkan bangsa yang bermoral dan bermartabat. Oleh karena itu, dilakukan upaya untuk mendorong anak berpartisipasi aktif dalam ibadah sesuai agama dan kepercayaannya, mengenal dan meneladani sifat-sifat Tuhan, serta mengamalkan pengalaman keagamaan anak usia dini. Anak yang ikhlas, hormat, berbuat baik, dan bersyukur menunjukkan sikap tanggap terhadap orang lain serta mengakui dan menghargai perbedaan agama dan kepercayaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk merangsang kemampuan mempraktekkan pengalaman keagamaan pada anak usia dini di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Way Kanan. Pendidik berusaha untuk merangsang kemampuan mengamalkan pengalaman keagamaan pada anak usia dini melalui pembiasaan, pengajaran, dan keteladanan. Membaca buku-buku tentang agama atau kepercayaan dan bercerita adalah beberapa metode yang Keyword: Perkembangan anak. Stimulasi Mempraktikan. Pengalaman Keagaaman Pendahuluan Anak adalah generasi penerus bangsa dan keluarga. Setiap anak sebagai generasi penerus perlu mendapatkan pendidikan yang baik agar dapat berkembang dengan cepat, menjadi pribadi yang tangguh dengan kepribadian yang kuat, serta memiliki berbagai keterampilan dan e-ISSN 2723-5718 kemampuan yang bermanfaat. Oleh karena itu, untuk menciptakan generasi penerus bangsa yang tangguh, orang tua dan lembaga pendidikan perlu ikut bertanggung jawab dalam memberikan berbagai bentuk stimulasi. (Ananda,2017:20-. Kegiatan yang dirancang untuk mendorong pertumbuhan dan perkembangan optimal pada anak-anak antara usia 0 dan 6 tahun dikenal sebagai stimulasi. Stimulasi rutin harus dimulai sesegera mungkin dan dilanjutkan setiap saat untuk setiap anak. Kebutuhan ASAH meliputi komunikasi dini, stimulasi sosial-emosional, dan stimulasi kognitif kelima indera . endengaran, penglihatan, sentuhan, penciuman, dan ras. Stimulasi memiliki dampak yang signifikan terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. (Kemenkes 2. Tingkat pencapaian nilai moral agama anak usia 5-6 tahun yang mampu mengenal agama yang dianut, megerjakan ibadah, mengenal perilaku baik . ujur, tolong menolon. menjaga kebersihan diri dan lingkungan, mengetahui hari besar agama, serta menghormati . agama orang lain. (Permendikbud No 137 2014 Tentang Standar Nasional Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak, 2. Perkembangan anak usia dini sangat penting. karena mempengaruhi masa depan anak. Oleh karena itu, sangat penting untuk menstimulasi dan mendorong tumbuh kembang anak sejak dini, yang meliputi aspek moralitas, nilai-nilai agama, perkembangan fisik, motorik, kognitif, bahasa, sosial, dan emosional. Mengingat tingginya tingkat kenakalan remaja di masyarakat saat ini, maka pendidikan moral agama sangat penting untuk diajarkan dan dipraktikkan karena anak masih kecil. Oleh karena itu, anak usia dini berperan penting dalam mengantisipasi dan berkontribusi dalam mewujudkan bangsa yang bermoral dan bermartabat. Untuk itu perlu dilakukan upaya untuk mendorong anak berpartisipasi aktif dalam ibadah sesuai agama dan kepercayaannya, mengenal dan meneladani sifat-sifat Tuhan, serta mengamalkan pengalaman keagamaan anak usia dini. Anak yang ikhlas, hormat, berbuat baik, dan bersyukur menunjukkan sikap tanggap terhadap orang lain serta mengakui dan menghargai perbedaan agama dan kepercayaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk merangsang kemampuan mempraktekkan pengalaman keagamaan pada anak usia dini di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Way Kanan. Pendidik berusaha untuk merangsang kemampuan mengamalkan pengalaman keagamaan pada anak usia dini melalui pembiasaan, pengajaran, dan keteladanan. Membaca buku-buku tentang agama atau kepercayaan dan bercerita adalah beberapa metode yang digunakan. Metode Penelitian Penelitian ini berjenis kualitatif dimana konsep penelitiannya adalah upaya memotret peristiwa dan kejadian yang menjadi pusat perhatian untuk dideskripsikan atau dideskripsikan sebagaimana adanya, menjadi fokus utama penelitian ini. Dipaparkan kondisi lapangan yang menjadi fokus penelitian cermat penelitian ini. Penelitian ini dilaksanakan dari tanggal 6-23 Desember 2022 bertempat di Jalan Jendral Sudirman No. 131 Blambangan Umpu. Satuan Pendidikan Paud Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Way Kanan. Peneitian ini melibatkan Pendidik, kepala sekolah, peserta didik serta orang tua/wali murid sebagai informan. Hasil Penelitian Stimulasi kemampuan mempraktikan pengalaman keagaaman anak penting bagi perkembangan anak karena semakin dini anak menerima stimulasi, semakin baik Pengetahuan anak akan berkembang dengan adanya stimulasi tambahan sehingga menghasilkan perkembangan yang optimal. Karena pemahaman stimulasi kemampuan mengamalkan pengalaman keagamaan merupakan modal untuk membentuk sikap, karakter, dan keterampilan hubungan sosial, maka Early Child Research and Practice - ECRP, 2023: 4. , 1-4 JalanMeranti Raya Nomor 32 SawahLebar. Kota Bengkulu e-ISSN 2723-5718 sangat penting untuk mengajarkan stimulasi kemampuan mengamalkan pengalaman keagamaan kepada anak mulai dari taman kanak-kanak. Ketika seorang anak memahami kosa kata untuk nama planet dan benda langit, bahasa mereka berkembang. Ketika anak-anak memahami semua ciptaan Tuhan dan bagaimana bersyukur, termasuk berpikir "Subhanallah", aspek nilai agama dan moral mereka tumbuh. Alhasil, anak-anak mampu memahami proses-proses menakjubkan yang terjadi di alam semesta, baik siang maupun malam, serta ciptaan Tuhan dan bagaimana mengungkapkan rasa syukur kepada-Nya. Hasil penelitian menunjukan kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru menggunakan Permendikbud No. 137 Tahun 2014 sebagai acuan dalam stimulasi kemampuan mempraktikan pengalaman keagaaman anak usia dini di satuan Pendidikan Paud Sanggar Kegiatan Belajara (SKB) Way Kanan yang di sesuaikan dengan kurikulum yang dibuat sekolah. Pembahasan Berdasarkan hasil wawancara dan observasi di lapangan kegiatan pembelajaran guru menggunakan Permendikbud No. 137 Tahun 2014 sebagai acuan dalam stimulasi kemampuan mempraktikan pengalaman keagaaman anak usia dini di satuan Pendidikan Paud Sanggar Kegiatan Belajara (SKB) Way Kanan yang di sesuaikan dengan kurikulum yang dibuat Hal ini dibuktikan dengan keberhasilan peserta didik dalam terpenuhnya kelima indikator yang tertuang pada Permendikbud 137 Tahun 2014 tentang standar nasional anak usia dini tingkat pencapaian nilai moral agama anak usia 5-6 tahun yaitu: Anak mampu mengenal agama dan kepercayaan yang dianut Mengerjakan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan nya Mengenal perilaku baik . ujur, tolong menolon. Menjaga kebersihan diri & lingkungan sekitar Mengenal dan megetahui hari besar agama (Toleransi atau menghormat. Dari 20 peserta didik 10 peserta didik berhasil memenuhi 5 indikator yang ada yaitu: Anak mampu mengenal agama dan kepercayaan yang dianut, mengerjakan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan nya, mengenal perilaku baik . ujur, tolong menolon. , menjaga kebersihan diri & lingkungan sekitar, mengenal dan megetahui hari besar agama (Toleransi atau menghormat. Dan dapat dikatakan Berkembang Sangat Baik (BSB). 6 peserta didik berhasil memenuhi 4 indikator yang ada yaitu: Anak mampu mengenal agama dan kepercayaan yang dianut, mengerjakan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan nya, mengenal perilaku baik . ujur, tolong menolon. , menjaga kebersihan diri & lingkungan sekitar. Dan dapat dikatakan Berkembang Sesuai Harapan (BSH). 2 pesrta didik berhasil memenuhi 3 indikator yang ada yaitu: Anak mampu mengenal agama dan kepercayaan yang dianut, mengerjakan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan nya, mengenal perilaku baik . ujur, tolong menolon. Dan dapat dikatakan Mulai Berkembang (MB). Terakhir 2 peserta didik belum berhasil karena hanya memenuhi 1 indikator yang ada yaitu: Anak mampu mengenal agama dan kepercayaan yang dianut. Dan dapat dikatakan Belum Berkembang (BB). Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dapat peneliti simpulkan bahwa dalam kegiatan pembelajaran pendidik menggunakan Permendikbud No. 137 Tahun 2014 sebagai acuan dalam stimulasi kemampuan mempraktikan pengalaman keagaaman anak usia dini di satuan Pendidikan Paud e-ISSN 2723-5718 Sanggar Kegiatan Belajara (SKB) Way Kanan yang di sesuaikan dengan kurikulum yang dibuat sekolah. Maka dapat di simpulkan bahwa Pendidik di Paud Sanngar Kegiatan Beljaar (SKB) Way Kanan sudah melakukan kegiatan stimulasi kemampuan mempraktikan pengalam keaagamaan anak usia dini sudah sesuai dengan baik. Dengan melakukan stimulasi dengan pembiasaan, ketelandanan, dan pengajaran. Hal ini dibuktikan dengan keberhasilan peserta didik dalam terpenuhnya kelima indikator yang sesuai dengan Permendikbud 137 Tahun 2014 tentang standar nasional anak usia dini tingkat pencapaian nilai moral agama anak usia 5-6 tahun yaitu: Anak mampu mengenal agama dan kepercayaan yang dianut Mengerjakan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan nya Mengenal perilaku baik . ujur, tolong menolon. Menjaga kebersihan diri & lingkungan sekitar Mengenal dan megetahui hari besar agama (Toleransi atau menghormat. Daftar Pustaka