Cendekia Medika: Jurnal STIKes Al-MaAoarif Baturaja Volume 10 Number 2: September 2025 Original Article ANALYSIS OF HEALTH SERVICE SATISFACTION IN OUTPATIENTS AT THE COMMUNITY LUNG HEALTH CENTER IN PRABUMULIH CITY Analisis Kepuasan Pelayanan Kesehatan Pada Pasien Rawat Jalan Di Balai Kesehatan Paru Masyarakat Kota Prabumulih Merry Iriani1. Akhmad Dwi Priyatno2. Chairil Zaman3. Nurul Fitriyah4. Lisa Fitri5 1,2,3,4, 5 Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Husada. Palembang *Corresponding Author: Merry Iriani Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Husada. Palembang Email: drmerryiriani82@gmail. Keyword: Satisfaction. Service. Empathy Kata Kunci: Kepuasan. Pelayanan. Empati AThe Author. 2025 Abstract Patient satisfaction is the result of good healthcare. One of the goals of improving the quality of health services is to increase patient satisfaction. The purpose of this study was to determine patient satisfaction with outpatient health services at BKPM Prabumulih City The research method used is quantitative with a cross-sectional approach which is the population, namely all patients or customers who receive services at BKPM in March sampling technique with a total population of 40 respondents. The results of the study obtained the pvalue of the age variable pValue = 0. 031 OR 4. 19, gender pValue = 822, education level pValue = 0. 009 OR 0. Reliability pValue = 0. 001 OR 11. responsiveness pValue = 0. Assurance pValue = 0. Empathy pValue = 0. Tangible pValue = 0. Empathy is a significant predictor of outpatient satisfaction with an OR of 15. The conclusion in this study is that there is a significant relationship between age, education level, reliability, and empathy on patient satisfaction and the most dominant variable is empathy. There is no significant relationship between gender, responsiveness, assurance, and tangible to patient satisfaction. Abstrak Article Info: Received : June 9, 2025 Revised : August 25, 2025 Accepted : September 1, 2025 Cendekia Medika: Jurnal STIKes AlMaAoarif Baturaja e-ISSN : 2620-5424 p-ISSN : 2503-1392 This is an Open Access article distributed under the terms of the Creative Commons AttributionNonCommercial 4. 0 International License. Kepuasan pasien adalah hasil dari layanan kesehatan yang baik. Salah satu tujuan peningkatan kualitas layanan kesehatan adalah untuk meningkatkan kepuasan pasien. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan rawat jalan di BKPM Kota Prabumulih tahun 2025. Metode Penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan crosectional yang menjadi populasi yaitu semua pasien atau pelanggan yang menerima pelayanan di BKPM pada bulan maret 2025. tehnik pengambilan sampel dengan total populasi yang berjumlah 40 responden. Hasil penelitian didapatkan nilai pvalue variabel umur pvalue = 0,031 OR 4,19, jenis kelamin pvalue = 0,822, tingkat pendidikan pvalue = 0,009 OR 0,163, reliability pvalue = 0,001 OR 11,900, responsiveness pvalue = 0,45, assurance pvalue = 0,381, empathy pvalue = 0,000, tangible pvalue = 0,476. Empathy yang menjadi prediktor signifikan terhadap kepuasan pasien rawat jalan dengan OR 15,750. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu ada hubungan yang signifikan antara umur, tingkat pendidikan, reliability, dan empathy terhdap kepuasan pasiendan variabel yang paling dominan adalah empathy. Tidak adanya hubungan signifikan antaramjenis kelamin, responsiveness. Assurance, dan Tangible terhadap kepuasan pasien. PENDAHULUAN Menurut WHO . Tingkat kepuasan pasien merupakan indikator penting untuk menilai kualitas pelayanan kesehatan secara menyeluruh. Data dari WHO 2021 mencakup lebih dari 6 juta respons pasien dari 25 negara, ada perbedaan signifikan dalam persepsi pasien terhadap layanan yang mereka terima. Negara-negara di kawasan Skandinavia, termasuk Swedia . ,37%). Finlandia . ,92%), dan Norwegia . ,75%), menempati posisi teratas dalam kepuasan pasien. Sementara itu. United States . 33%) dan Denmark . 29%) juga mencatatkan angka yang Namun, di sisi lain, negara-negara seperti Kenya . ,4%) dan India . ,4%) menghadapi tantangan yang lebih signifikan dalam memenuhi ekspektasi pasien. Di Asia Tenggara, sekitar 35% pengguna layanan kesehatan melaporkan kepuasan terhadap pelayanan yang diterima. https://jurnal. id/index. php/cendekia_medika / Cendekia Medika: Jurnal STIKes Al-MaAoarif Baturaja Volume 10 Number 2: September 2025 Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia . , mensyaratkan standar kepuasan pasien di fasilitas kesehatan harus melampaui 95% dimana capaian di bawah angka tersebut mengindikasikan kualitas pelayanan belum memenuhi standar. Data di Kemenkes RI tahun 2022 menyebutkan fasilitas kesehatan rujukan berhasil mencapai tingkat kepuasan pasien sebesar 93,5%, melebihi target awal 60% dengan tingkat kinerja sebesar 155,8%. Meskipun demikian, angka ini masih ada di bawah ambang batas yang ditetapkan Kemenkes RI. Survei yang dilakukan oleh Ditjen P2P Kemenkes RI pada tahun yang sama menunjukkan indeks kepuasan masyarakat sebesar 84,58 yang tergolong dalam klasifikasi baik. Tingkat kepuasan pasien menentukan kemampuan rumah sakit untuk memenuhi kebutuhan pasien. Pasien yang tidak puas biasanya akan mengajukan keluhan kepada rumah sakit. Pasien akan menjadi kurang puas dengan pelayanan kesehatan rumah sakit jika komplain tidak ditangani dengan Konsep kepuasan pelanggan telah menjadi topik utama dalam diskusi manajemen dan bisnis . Sekitar 30% Rumah Sakit di Indonesia belum memenuhi standar pelayanan. Dr. Farid W Husain. SpB KBD. Dirjen Bina Pelayanan Medik, menyatakan bahwa dari 000 lebih rumah sakit, sekitar 20% hingga 30% masih belum menerapkan standar minimal pelayanan. Kebanyakannya adalah rumah sakit kabupaten dan daerah. Standar masyarakat dan ketersediaan sarana dan Ini mencakup bangunan dan peralatan yang dimiliki . Hasil penelitian terkait kepuasan pelayanan kesehatan yaitu dari Mutiara,N et al . menyimpulkan dari hasil penelitiannya bahwa faktor dominan kepuasan pasien terhadap kualitas pelayanan kesehatan adalah empathy . = 0,001. OR=1,. penelitian ini masih belum melihat kepuasan pasien dari kualitas pelayanan kesehatan dengan meningkatkan peran petugas dan monitoring evaluasi secara berkala. Hasil penelitian lainnya tentang kepuasan pelayanan kesehatan di fasyankes Purnawan,T . menyimpulkan dari hasil penelitiannya bahwa faktor yang paling dominan mempengaruhi kepuasan pasien terhadap pelayanan Kesehatan adalah tangibles sangat berpengaruh untuk kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan di tempat Untuk itu, fasyankes harus dapat meningkatkan mutu layanan kesehatan yang terdiri dari penyediaan sarana prasarana dan alat Kesehatan yang sesuai standar yang berlaku. Selama tiga tahun terakhir, jumlah kunjungan pasien ke BKPM mengalami peningkatan yang signifikan, yakni 150 pasien pada tahun 2021, 270 pasien di tahun 2022, dan 470 pasien pada tahun Meskipun ada kenaikan jumlah kunjungan rawat jalan ke BKPM seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan luas wilayah kerja, namun berdasarkan informasi yang ada, hal ini menunjukkan bahwa pasien masih mengungkapkan keluhan terkait kualitas layanan kesehatan yang diterima di BKPM. Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan, penelitian ini perlu dilakukan untuk menilai tingkat kepuasan pasien rawat jalan terhadap kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan di UPTD. BKPM Kota Prabumulih. Diharapkan hasil dari penelitian ini bisa menjadi dasar untuk merumuskan kebijakan yang dapat meningkatkan pelayanan kesehatan rawat jalan di BKPM, yang pada gilirannya akan Kota Prabumulih yang mungkin merasa tidak puas dengan pelayanan tersebut. Seperti yang ditunjukkan dalam penjabaran di atas, pelayanan kesehatan pasien rawat jalan di BKPM masih belum optimal. Juga belum ada hasil penelitian tentang kepuasan pelayanan kesehatan pasien rawat jalan di BKPM. Oleh karena itu, https://jurnal. id/index. php/cendekia_medika / Cendekia Medika: Jurnal STIKes Al-MaAoarif Baturaja Volume 10 Number 2: September 2025 penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya faktor-faktor kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan rawat jalan di BKPM Kota Prabumulih tahun 2025 METODE Penelitian ini dilakukan secara kuantitatif dan memakai data numerik untuk memahami fenomena. Tujuannya adalah untuk mengukur variabel secara objektif, memeriksa hipotesis, terakhir untuk mengetahui keterkaitan variabel yang dipakai dalam populasi tertentu. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional hubungan antara variabel independent . mur, jenis kelamin, pendidikan, tangible, emphat. dan variabel terikat . epuasan pasie. dengan cara mengamati atau mengumpulkan data pada waktu yang bersamaan . oint time approac. Artinya, setiap subjek penelitian hanya diamati sekali dan pengukuran dilakukan terhadap status karakter atau variabel subjek pada saat pengamatan dilakukan. merupakan teknik total sampling. Pengumpulan memberikan penjelasan tentang tujuan kuesioner secara sistematis, responden yang bersedia diminta untuk mengisi form kesedian menjadi responden. pengsian kuesioner, peneliti bersiap untuk melakukan bantuan jika ada responden yang bingung dalam pengisian kuesioner. Analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa univariat, bivariat, dan Dalam analisis bivariat, uji statistik yang dilakukan adalah uji chi square yaitu uji komparatif non parametrik yang dilakukan pada 2 variabel berbeda untuk mengetahui pvalue, dimana pValue = 0,05 berarti ada hubungan antara 2 variabel yang diuji, sendangkan pValue > 0,05 berarti tidak ada hubungan antara 2 variabel yang Dalam analisis bivariat, terdapat nilai Odd Ratio (OR) untuk melihat resiko variable independent yang diuji dan dibahas apabila hasil uji bivariate terdapat hubungan antara variable independen dengan variable dependen. Kemudian analisa multivariate yaitu untuk melihat faktor yang paling dominan terhadap suatu Dalam riset ini analisis multivariate menggunakan uji regresi Populasi pada penelitian ini adalah semua pasien atau pelanggan yang menerima pelayanan di BKPM pada bulan maret 2025 berjumlah 40 orang. Untuk memastikan bahwa karakteristik sampel sesuai dengan populasi yang diinginkan oleh peneliti. HASIL DAN PEMBAHASAN penting untuk menetapkan kriteria sebelum proses pengambilan sampel. Kriteria ini Analisa Univariat menjadi syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk sampel yang akan diteliti, yang Dalam penelitian ini, analisis univariat mencakup yaitu pasien yang berobat jalan dilakukan dengan menganalisis satu di BKPM pada pertengahan april sd pertengahan mei 2025, pasien baru menghubungkannya dengan variabel lain maupun pasien lama dan pasien dengan yang bisa dilihat pada tabel 1 dibawah ini: usia di bawah umur 10 tahun yang mengisi kuesioner diminta orang tua/wali. Teknik Tabel 1. Distribusi Frekuensi Responden Variabel Umur Muda Jumlah . Presentasi (%) https://jurnal. id/index. php/cendekia_medika / Cendekia Medika: Jurnal STIKes Al-MaAoarif Baturaja Volume 10 Number 2: September 2025 Tua Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Tingkat Pendidikan Rendah Tinggi Reliability Kurang Baik Responsiveness Kurang Baik Assurance Kurang Baik Empathy Kurang Baik Tangibles Kurang Baik Kepuasan Pasien Kurang Puas Puas Berdasarkan tabel 1 menunjukkan bahwa dari 40 orang responden, 23 orang . ,5%) responden berumur tua lebih banyak dibandingkan yang berumur muda yaitu 17 orang responden . ,5%). Jenis kelamin perempuan 23 responden . ,5%), lebih banyak dari jenis kelamin laki Ae laki yaitu 17 orang responden . ,5%). Responden dengan tingkat pendidikan tinggi 22 orang responden . ,0 %), lebih banyak dari tingkat pendidikan rendah yaitu 18 orang responden . ,0%). Faktor reability baik sebanyak 21 orang responden . ,5%), lebih banyak dari faktor reability kurang yaitu 19 orang responden . ,5%). responsiveness baik sebanyak 39 orang responden . ,5%), lebih banyak dari faktor responsiveness kurang yaitu 1 orang responden . ,5%). Faktor assurance baik sebanyak 34 orang responden . ,0%), lebih banyak dari faktor assurance kurang yaitu 6 orang responden . ,0%). Faktor emphaty baik sebanyak 22 orang responden . ,0%), lebih banyak dari faktor emphaty kurang yaitu 18 orang responden . ,0%). Faktor tangible baik sebanyak 31 orang responden . ,5%), lebih banyak dari faktor tangible kurang yaitu 9 orang responden . ,5%). Responden merasa puas sebanyak 22 orang responden . ,0%), lebih banyak dari pasien yang merasa kurang puas yaitu 18 orang responden . ,0%). Analisa Bivariat Tabel 2. Analisa Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Kesehatan Rawat Jalan Di BKPM Kota Prabumulih Tahun 2025 Variabel Kejadian weight faltering Tidak Jumlah P value 0,031 4,19 Umur Muda https://jurnal. id/index. php/cendekia_medika / Cendekia Medika: Jurnal STIKes Al-MaAoarif Baturaja Volume 10 Number 2: September 2025 Tua Jenis Kelamin Laki Ae laki Perempuan Pendidikan Rendah Tinggi Reliability Kurang Baik Responsiveness Kurang Baik Assurance Kurang Baik Empathy Kurang Baik Tangible Kurang Baik 0,822 0,0009 0,163 0,001 11,900 0,045 0,381 0,000 0,476 Dari tabel 2. dari hasil uji statistik diperoleh nilai pvalue = 0,031 berarti ada hubungan antara umur dengan kepuasan responden atau pasien yang mendapatkan pelayanan Begitupun tingkat pendidikan dengan kepuasan responden atau pasien dengan nilai pvalue = 0,009. Dari hasil analisa juga diperoleh nilai Odds Ratio (OR) = 0,163 yang artinya responden yang kemungkinan . 0,163 kali untuk merasa tidak puas pada pelayanan kesehatan di BKPM dibandingkan dengan reponden yang berpendidikan tinggi. Variabel reability dengan kepuasan pasien juga berarti ada hubungan dengan nilai pvalue = 0,001. Dari hasil analisa juga diperoleh nilai Odds Ratio (OR) = 11,900 yang artinya responden yang menilai kemungkinan . 11,900 kali untuk merasa kurang puas pada pelayanan kesehatan di BKPM dibandingkan dengan reponden yang menilai reability baik. Empathy dengan kepuasan pasien juga mempunyai nilai pvalue = 0,000 yang berarti ada hubungan yang signifikan dan didapatkan nilai Odds Ratio (OR) = 15,750 yang artinya responden yang menilai kemungkinan . 15,700 kali untuk merasa kurang puas pada pelayanan kesehatan di BKPM dibandingkan dengan reponden yang menilai emphaty baik. Lain halnya dengan variabel jenis kelamin dengan kepuasan responden diperoleh nilai pvalue = 0,822 maka dapat disimpulkan tidak ada hubungan antara yang mendapatkan pelayanan kesehatan di BKPM. Begitupun responsiveness dengan kepuasan pasien diperoleh nilai pvalue = 0,45. Assurance dengan kepuasan pasien diperoleh nilai pvalue = 0,381. Begitupun antara tangible dengan kepuasan pasien diperoleh nilai pvalue = 0,476. Analisa Mutivariat Dari ke enam variabel independen di uji regresi logistik sederhana tahap seleksi Seleksi bivariat menghasilkan pValue < 0,25 maka variabel tersebut langsung masuk ke analisis multivariat tahap permodelan, sedangkan untuk pValue > 0,25 tidak diikut sertakan ke multivariat. Tabel 3 Regresi Logistik Variabel Umur Tingkat pendidikan p Value 0,031 0,009 https://jurnal. id/index. php/cendekia_medika / 0,615 0,367 Cendekia Medika: Jurnal STIKes Al-MaAoarif Baturaja Volume 10 Number 2: September 2025 Reability Emphaty Assurance Responsiveness Umur 0,001 0,000 0,247 0,016 0,031 0,675 0,615 Model Hasil Akhir Multivariat Tabel 4. Hasil Analisis Multivariat Terhadap Semua Variabel Independen pValue Emphaty Step 1a 95,0% C. for EXP(B) Lower Upper Emphaty 0,000 15,750 12,122 Constant 0,001 0,018 1,261 10,103 Dari hasil akhir analisis multivariat ternyata variabel yang paling dominan terhadap kepuasan pelayanan kesehatan pada pasien rawat jalan di BKPM tahun 2025 adalah Hasil analisis multivariat adalah saat variabel independen di uji secara bersamaan dan hasil akhirnya adalah bahwa variabel empathy adalah faktor paling dominan berhubungan dengan kepuasan pelayanan kesehatan pada pasien rawat jalan di BKPM tahun 2025. Tabel 5 Hasil Analisis Regresi Logistik Ganda Variabel p value Empathy Konstanta -4,010 0,000 15,750 Cox & Snell R Square = 0,315 Nagelkerke R Square = 0,421 Dari hasil analisis regresi logistik multivariat . etode Backward Stepwis. menunjukkan bahwa hanya dimensi empathy yang menjadi prediktor signifikan terhadap kepuasan pasien rawat jalan di BKPM Kota Prabumulih dalam model ini dengan Odds Ratio (OR) sebesar 15,750. Untuk melihat probabilitas, maka dilakukan model regresi logistik : Z= -4,010 2,757 x 1 ( Pua. Z= -4,010 2,757 x 0 ( Kurang Pua. Kota Prabumulih kemungkinannya 22,2%. PEMBAHASAN = 0,222 = Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesehatan pada pasien rawat jalan di BPKM Prabumulih, hal ini dilihat dari sebagian pasien menyatakan puas yaitu sebanyak 22 responden . %) dan empathy menjasi variabel yang dominan Odds Ratio (OR) sebesar 15,750. 1 e Ae(Z) Hasil analisis di atas menunjukkan bahwa responden dengan empathy yang kurang puas pada pelayanan kesehatan di BKPM Hubungan umur dengan kepuasan pelayanan kesehatan pada pasien rawat jalan di BKPM Kota Prabumulih Tahun Probabilitas Empathy = 22,2% https://jurnal. id/index. php/cendekia_medika / Cendekia Medika: Jurnal STIKes Al-MaAoarif Baturaja Volume 10 Number 2: September 2025 Hasil analisis univariat faktor umur menunjukkan ada hubungan antara umur dengan tingkat kepuasan pelayanan kesehatan di BKPM. dii dominasi oleh responden usia tua yang lebih banyak menyatakan puas. Hasil Penelitian ini sejalan dengan penelitian Purnawan, et al . bahwa pasien dengan umur tua atau di atas 40 lebih banyak merasa puas terhadap pelayanan kesehatan di RSUD Lubai Ulu. Sehingga dapat disimpulkan bahwa faktor umur terutama umur lebih tua merasakan lebih puas dari pada umur muda mungkin karena responden yang berumur lebih muda membandingkan BKPM dengan fasyankes atau RS lain. Hubungan jenis kelamin dengan kepuasan pelayanan kesehatan pada pasien rawat jalan di BKPM Kota Prabumulih Tahun 2025. Hasil analisis univariat faktor jenis kelamin menunjukkan tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan tingkat kepuasan pelayanan kesehatan di BKPM. Hal ini tidak sejalan dengan Penelitian Susanti . Faktor-faktor mempengaruhi kepuasan pasien di puskesmas Tiban Baru kota Batam menujukkan bahwa responden 78% berjenis kelamin Perempuan . Sehinggan pemeliti berasumsi bahwa faktor jenis kelamin tidak berpengaruh besar dalan peningkratan kepuasan pelayanan kesehatan di BKPM. Hubungan pendidikan dengan kepuasan pelayanan kesehatan pada pasien rawat jalan di BKPM Kota Prabumulih Tahun Hasil analisis univariat faktor tingkat pendidikan menunjukkan ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan tingkat kepuasan pelayanan kesehatan di BKPM. Yaitu dari 40 responden tingkat pendidikan tinggi 22 orang responden . ,0 %), lebih banyak dari tingkat pendidikan rendah yaitu 18 orang responden . ,0%). Hal ini tidak sejalan dengan Penelitian Aulia . yang menunjukkan bahwa sebagian besar responden di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Banten berjenis kelamin perempuan dan berpendidikan SMP dan SMA. erempuan dan 83% berpendidikan SMP dan SMA . Sehinggan peneliti mengambil kesimpulan bahwa faktor tinggat pendidikan bisa mempengaruhi persepsi pasien tentang kualitas pelayanan kesehatan di BKPM dimana pasien dengan tingkat pendidikan tinggi bisa merespon lebih baik kepuasan pelayanan di BKPM. Hubungan kepuasan pelayanan kesehatan pada pasien rawat jalan di BKPM Kota Prabumulih Tahun 2025. Pada penelitian ini menunjukkan tidak ada hubungan antara responsiveness dengan kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan di BKPM Tahun 2025. Hal ini tidak sejalan dengan penelitian terdahulu pelayanan ketanggapan . dengan kepuasan pasien rawat jalan. Berdasarkan . berhubungan dengan kepuasan pasien adalah tenaga medis menerima dan melayani dengan baik. Sedangkan ketanggapan . tidak berhubungan dengan kepuasan pasien menginginkan untuk berkonsultasi lebih lama tentang keluhannya. Hasil penelitian ini sejalan dengan Hariyani . menyatakan ada hubungan variabel ketanggapan terhadap Tingkat Kepuasan Pasien Berdasarkan 5 Dimensi Kualitas Pelayanan radiologi RSUD di Palembang . Penelitian ini juga sejalan dengan penelitian Muhtadi et al. , . yang menyatakan bahwa terdapat hubungan signifikan antara daya tanggap kualitas pelayanan radiologi terhadap tingkat kepuasan pasien, terdapat juga hubungan signifikan antara jaminan https://jurnal. id/index. php/cendekia_medika / Cendekia Medika: Jurnal STIKes Al-MaAoarif Baturaja Volume 10 Number 2: September 2025 kepuasan pasien, dan terdapat hubungan signifikan antara empati kualitas pelayanan radiologi terhadap tingkat kepuasan pasien. daya tanggap adalah Berhubungan dengan kesediaan dan kemampuan karyawan untuk membantu para konsumen dan merespon menginformasikan kapan jasa akan diberikan dan kemudian memberikan jasa secara cepat. Ketanggapan . bentuk kesiap siagaan petugas dalam memberikan pelayanan kepada pasien dengan cepat dan tanggap. Ketanggapan . yaitu suatu kemampuan untuk membantu dan memberikan pelayanan yang tepat pada pasien, dengan menyampaikan informasi yang jelas, jangan membiarkan pasien menunggu tanpa adanya suatu alasan yang menyebabkan persepsi yang negatif dalam kualitas pelayanan . Berdasarkan perbandingan hasil penelitian diatas maka peneliti berasumsi ada hubungan antara Ketanggapan dengn kepuasan pasien dimana kesiap siagaan petugas dalam memberikan pelayanan kepada pasien dengan cepat dan tanggap ditandai kemampuan karyawan untuk membantu para konsumen dan merespon menginformasikan kapan jasa akan diberikan dan kemudian memberikan jasa secara cepat. Hubungan empathy dengan kepuasan pelayanan kesehatan pada pasien rawat jalan di BKPM Kota Prabumulih Tahun Pada penelitian ini menunjukkan ada kepuasan pasien terhadap pelayanan di BKPM Kota Prabumulih Tahun 2025. Berdasarkan analisis empati . berhubungan dengan kepuasan pasien disebabkan oleh Perawat dalam melayani bersikap sopan dan ramah. Sedangkan empati . tidak berhubungan dengan kepuasan pasien disebabkan oleh dokter memberikan waktu pelayanan yang singkat pada pasien. Empati oleh pasien dikatakan baik dan puas dengan kualitas pelayanan yang dirasakan tersebut karena persepsi pasien yang merasa bahwa empati yang dimiliki petugas kesehatan di Rumah Sakit sudah baik. Hal ini sejalan dengan penelitian Effendi & Junita, . dengan hasil perhitungan yang diperoleh dari tingkat kepuasan pada aspek empati . memberikan nilai rerata 184 . ,52%) dan menunjukkan bahwa responden penelitian merasa puas terhadap pelayanan yang diperoleh . Dalam penelitian Putra, . menyatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kualitas pelayanan dalam dimensi empati . terhadap kepuasan pasien radiologi di RSU Cut Mutia Aceh Utara dengan nilai p= 0,001<0,05 yang membahas tentang dokter yang memberikan perhatian sewaktu pasien mengutarakan keluhan tentang penyakit, dokter melakukan pengobatan dengan penuh keramahan, perawat dalam memberikan pelayanan kepada pasien penuh dengan keramahan dan cekatan dalam melaksanakan tugas dalam mendiagnosis penyakit, perawat yang selalu bersikap ramah dalam memberikan pelayanan, dan perawat dalam melaksanakan tugas tidak membedakan status sosial pasien. Empati . merupakan persepsi pasien yang dinilai berdasarkan kesopanan dan keramahan pemberian layanan secara individu dengan penuh perhatian dan memahami kebutuhan pasien sebagai pelanggan dan bertindak demi kepentingan pasien dan senantiasa membantu pasien walau tidak diminta . Empati berkenaan dengan kemapuan perusahaan untuk memahami masalah pelanggan dan bertindak ramah demi pelanggan. Rumah sakit dikatakan memiliki dimensi empati apabila peduli terhadap keluhan pasien, kepedulian terhadap kebutuhan dan keinginan pasien, tidak pilih-pilih dalam memberikan pelayanan kepada semua https://jurnal. id/index. php/cendekia_medika / Cendekia Medika: Jurnal STIKes Al-MaAoarif Baturaja Volume 10 Number 2: September 2025 pasien dan kesimpatikan petugas terhadap pasien . dokter dan Berdasarkan Hasil Analisis perbandingan diatas maka peneliti berasumsi bahwa ada hubungan kepuasan pasien terhadap empathy dimana berkenaan dengan kemapuan perusahaan untuk memahami masalah pelanggan dan bertindak ramah demi pelanggan dan penuh perhatian dan memahami kebutuhan pasien sebagai pelanggan dan bertindak demi kepentingan Hubungan Reliability dengan Kepuasan Pelayanan kesehatan pada pasien rawat jalan di BKPM Kota Prabumulih Tahun Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan antara reliability dengan kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan di BKPM Tahun 2025. Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian (Rismayanti. Gunawan Bata Ilyas, kehandalan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pasien. Hal ini dapat diartikan bahwa semakin handal petugas kesehatan memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien maka kepuasan pasien akan semakin meningkat. Berdasarkan . berhubungan dengan kepuasan pasien adalah perawat memberitahu jenis penyakit secara lengkap, memberitahu cara perawatan dan cara minum obat. Sedangkan kehandalan . tidak berhubungan dengan kepuasan pasien disebabkan oleh tenaga medis tidak menerangkan tindakan yang akan dilakukan karena adanya antrian penggunaan ruang poli oleh dokter spesialis yang lain. Menurut Supranto (Malahayati, 2. Kehandalan yaitu kemampuan untuk melaksanakan jasa yang dijanjikan dengan tepat dan terpercaya. Hubungan kehandalan dengan kepuasan pasien adalah kehandalan mempunyai pengaruh positif terhadap kepuasan pasien. Semakin baik persepsi konsumen terhadap kehandalan perusahaan maka kepuasan pasien juga akan semakin tinggi dan jika persepsi konsumen terhadap kehandalan buruk maka kepuasan pasien juga akan semakin rendah. Berdasarkan perbandingan hasil penelitian diatas maka peneliti berasumsi bahwa sebenarnya ada hubungan reability dengan kepuasan pasien semakin handal petugas kesehatan kepada pasien maka kepuasan pasien akan semakin meningkat walo tidak tergambar secara statistik tapi perlu untuk kehandalan petugas meningkat yang berdampak meningkatnya kepuasan pasien dan bertambahnya angka kunjungan pasien. Berdasarkan . berhubungan dengan kepuasan pasien adalah dokter dan perawat memberitahu jenis penyakit secara lengkap, memberitahu cara dan hasil pemeriksaan Hubungan assurance dengan kepuasan pelayaman kesehatan pada pasien rawat jalan di BKPM tahun 2025. Pada penelitian ini menunjukkan tidak ada hubungan antara assurance dengan kepuasan di BKPM Tahun 2025. Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian Rismayanti. Gunawan Bata Ilyas . bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pasien. Penelitian lain yang dilakukan oleh Alim et , . di RSUD Kota Makassar menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan terhadap kepuasan pasien . Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara jaminan dengan kepuasan pada pasien rawat jalan. Jaminan (Assuranc. oleh pasien dikatakan baik dan puas dengan kualitas pelayanan yang dirasakan tersebut karena pasien merasa bahwa fasyankes mampu memberikan kepercayaan/jaminan selama melakukan pelayanan kesehatan, https://jurnal. id/index. php/cendekia_medika / Cendekia Medika: Jurnal STIKes Al-MaAoarif Baturaja Volume 10 Number 2: September 2025 karena sebagian responden menyatakan baik terhadap kemampuan petugas kesehatan dalam menetapkan diagnosa penyakit, sehingga pasien merasa bahwa petugas kesehatan . mampu menjawab pertanyaan pasien secara meyakinkan dan puas terhadap petugas kesehatan yang memberi penjelasan sebelum melakukan tindakan. Maka dapat diartikan bahwa sebagian besar pasien merasa kurang yakin dan percaya kepada kemampuan petugas dalam melayani pasien dengan baik. Maka peneliti berasumsi bahwa sebenarnya kepuasan pasien berhubungan dengan jaminan atau assurance dimana jaminan . yang mencakup pengetahuan, kesopanan, dan sifat dapat dipercaya yang dimiliki petugas kesehatan, bebas dari bahaya, resiko atau keragu-raguan. Dari assurance tersebut sebagai salah satu kegiatan menjaga kepastian atau menjamin keadaan dari apa yang dijamin atau suatu Hubungan tangibles dengan kepuasan pelayanan kesehatan pada pasien raewat jalan di BKPM Kota Prabumulih Tahun Hasil penelitian ini menunjukkan tidak ada hubungan antara tangibel dengan kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan di BKPM Tahun 2025. Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan hasil penelitian Ramadhani . bahwa bukti fisik/nyata dengan kepuasan pasien memiliki hubungan yang Berdasarkan analisis bukti fisik/nyata . berhubungan dengan kepuasan pasien adalah tenaga medis dan karyawan berpenampilan rapi dan bersih. Sedangkan bukti fisik/nyata . tidak berhubungan dengan kepuasan pasien disebabkan oleh Rumah Sakit tidak memiliki papan petunjuk yang jelas karena kurangnya ruangan poliklinik yang menyebabkan terjadinya penggunaan satu ruangan oleh beberapa dokter spesialis yang berbeda profesi sehingga pasien sering salah arah menuju lokasi poli klinik . Hasil penelitian ini juga tidak sejalan dengan penelitian Putra . yang menyatakan pengaruh kualitas pelayanan dalam dimensi penampilan . berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan pasien dengan nilai p = 0,004 < 0,05 yang membahas tentang ketersediaan alat-alat yang canggih, suasana yang aman di lingkungan di rumah sakit, penampilan dokter dan perawat sewaktu bertemu dengan pasien yang sedang dirawat, penyediaan makanan yang sesuai dengan kebutuhan, dan tempat parkir yang Beberapa point penting dari dimensi tangibles yaitu: peralatan dan fasilitas terlihat menarik, pekerja berpenampilan rapi dan profesional, unsur pendukung pelayanan terlihat baik . Berdasarkan analisis diatas maka peneliti hubungan antara kepuasan pasien dengan tangible dimana dilihat secara langsung dari penyedia pelayanan sehingga sesuai dengan konsep model Service Quality dan ketersediaan alat-alat yang canggih, jarak fasyankes dari rumah pasien, suasana yang aman di lingkungan, penampilan dokter dan perawat sewaktu bertemu dengan pasien, penyediaan makanan yang sesuai dengan kebutuhan, dan tempat parkir yang memadai tapi tidak terakomodir dengan data penelitian yang kurang sehingga tidak bisa memberikan hasil langsung secara statistik benar ada hubungan yang KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dari penelitian ini maka dapat disimpulkan ada hubungan antara umur, tingkat pendidikan pasien, emphaty, reliability dengan kepuasan pasien berbeda dengan hasil pada variabel jenis kelamin, tangible, responsiveness, assurance didapatkan tidak ada hubungan antara dengan kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan. Variabel yang paling https://jurnal. id/index. php/cendekia_medika / Cendekia Medika: Jurnal STIKes Al-MaAoarif Baturaja Volume 10 Number 2: September 2025 dominan empathy adalah yang mempengaruhi kepuasan pelayanan kesehatan pada pasien rawat jalan di BKPM Kota Prabumulih tahun SARAN Diharapkan dari segi faktor empathy . dokter dan perawat serta pegawai BKPM memberikan pelayanan kesehatan di BKPM dengan cara mengadakan pelatihan empati yang terstruktur dan kontinu secara berkala, dan mendorong komunikasi yang terbuka dan jujur sebagai pondasi empati. Peneliti selanjutnya sebaiknya untuk meneliti tingkat kepuasan pasien dengan responden, variabel dan metode penelitian yang berbeda DAFTAR PUSTAKA