Matrik : Jurnal Manajemen & Teknik Industri Ae Produksi Volume XXVI. No. Maret 2026. Halaman 177 - 186 p-ISSN: 1693-5128, e-ISSN : 2621-8933 doi: 10. 350587/Matrik v26i2. MATRIK Jurnal Manajemen dan Teknik Industri-Produksi Journal homepage: http://w. id/index. php/matriks Pengembangan Sistem Kolaboratif Bank Sampah Kota Madiun dengan Soft Systems Methodology Vivin Afriyania1*. Yudha Adi Kusuma2. Doni Susanto3 Teknik Industri. Fakultas Teknik. Universitas PGRI Madiun Jalan AURI No 14-16. Kota Madiun. Jawa Timur Email : vivin_2105103019@mhs. *Corresponding Author INFO ARTIKEL doi: 10. 350587/Matrik Jejak Artikel : Upload artikel 26 Januari 2026 Revisi oleh reviewer 27 Februari 2026 Publish 31 Maret 2026 Kata Kunci : Bank Sampah Metodologi Soft Systems Keterlibatan Masyarakat Pengelolaan Sampah Keberlanjutan ABSTRAK Jumlah sampah yang harus dikelola setiap hari meningkat sebagai akibat dari pertumbuhan populasi Kota Madiun. Kondisi ini membutuhkan sistem pengelolaan yang lebih konsisten, terarah, dan efektif. Pengembangan bank sampah berbasis prinsip 3R (Reduksi. Penggunaan, dan Pengelolaan Sampa. adalah salah satu inisiatif yang dinilai berhasil. Namun demikian, berbagai hambatan masih menghalangi pelaksanaannya, termasuk koordinasi yang buruk, kurangnya kesadaran masyarakat, dan kurangnya sistem yang terintegrasi. Metodologi Soft Systems (SSM) digunakan dalam penelitian ini untuk menciptakan model pengelolaan bank sampah yang berkelanjutan. Tahapan identifikasi masalah, analisis aktor, dan perancangan model konseptual merupakan langkah-langkah dalam metodologi SSM. Penelitian dilakukan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen pada beberapa bank sampah yang terletak di tiga kecamatan di Kota Madiun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat yang aktif, dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup, dan kerja sama dengan pengepul dan industri daur ulang sangat memengaruhi keberhasilan sistem bank sampah. Agar sistem pengelolaan berjalan dengan baik dan konsisten, diperlukan strategi penguatan melalui pelatihan berkelanjutan, digitalisasi pencatatan, pembuatan prosedur operasi standar (SOP) pemilahan, dan evaluasi rutin. ABSTRACT The increasing amount of waste generated daily in Madiun City is a direct consequence of population growth. This condition demands a more consistent, structured, and effective waste management system. One initiative considered successful in addressing this issue is the development of community-based waste banks applying the 3R principles (Reduce. Reuse. Recycl. However, various challenges continue to hinder their implementation, including weak coordination, low public awareness, and the absence of an integrated management system. This study employs the Soft Systems Methodology (SSM) to develop a sustainable waste bank management model. The SSM stages include problem identification, actor analysis, and conceptual model design. Data were collected through interviews, observations, and document analysis at several waste banks located across three districts in Madiun City. The findings indicate that active community participation, support from the Environmental Agency, and collaboration with recyclers and recycling industries significantly influence the success of waste bank To ensure effective and consistent management, strengthening strategies are required through continuous training, digitalization of record keeping, the establishment of standard operating procedures (SOP) for waste sorting, and regular evaluations. Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Program Studi Teknik Industri. Universitas Muhammadiyah Gresik. Jawa Timur. Indonesia Afriyania, et all /Matrik. Vol. XXVI. No. 2 Maret 2026, 177 - 186 Keberadaan bank sampah sendiri lahir dari kolaborasi antara masyarakat, badan usaha, dan pemerintah daerah yang memiliki keberlanjutan lingkungan . Potensi yang dimiliki bank sampah dalam menciptakan pengelolaan sampah berkelanjutan ternyata belum sepenuhnya dapat diwujudkan. Program bank sampah di berbagai daerah, termasuk di Kota Madiun, masih sering menghadapi kendala sehingga tidak berjalan konsisten dalam jangka panjang. Beberapa di antaranya berhenti di tengah jalan, kurang efektif dalam pelaksanaan, serta belum terintegrasi dengan sistem pengelolaan sampah kota secara menyeluruh. Hambatan utama yang manajemen, keterbatasan sumber pembiayaan, serta partisipasi masyarakat yang belum stabil. Pendekatan Soft Systems Methodology (SSM) relevan digunakan karena mampu memetakan sistem pengelolaan sampah yang kompleks serta melibatkan banyak aktor dengan kepentingan berbeda . Melalui SSM, permasalahan, kepentingan, dan dinamika sosial dalam pengelolaan bank sampah dapat dipahami secara lebih komprehensif. Hasilnya diharapkan dapat dirumuskan suatu model pengelolaan bank sampah yang tidak hanya bagi Kota Madiun. Dengan menggunakan pendekatan SSM, penelitian ini bertujuan untuk memetakan permasalahan dan kepentingan para aktor yang terlibat serta merumuskan model pengelolaan bank sampah yang tidak hanya efektif secara teknis, tetapi juga berorientasi pada keberlanjutan lingkungan dan sosial. Penelitian tentang manajemen bank sampah menggunakan SSM sudah banyak Kebanyakan peelitian masih terfokus pada penentuan masalah dan pemetaan pihak terkait tanpa menciptakan rencana sistem operasional yang terorganisir. Studi ini menawarkan sudut pandang yang berbeda dengan penelitian sebelumnya. Adanya pengembangkan model sistem kolaboratif bank Pendahuluan Pertumbuhan jumlah penduduk di Kota Madiun meningkatnya volume sampah yang harus ditangani setiap hari. Saat ini, sampah yang dihasilkan di kota tersebut diperkirakan mencapai sekitar 120 ton per hari, bahkan dapat meningkat hingga 130 ton pada periode tertentu, misalnya pada musim libur Lebaran Lonjakan ini berkaitan erat dengan padatnya aktivitas masyarakat serta tingginya arus kunjungan wisatawan . Situasi tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan sampah di Kota Madiun tidak hanya menghadapi persoalan kuantitas, tetapi juga kompleksitas, sehingga diperlukan strategi yang lebih terarah dan berkelanjutan. Sampah yang tidak terkelola dengan baik dapat menimbulkan berbagai persoalan lingkungan, mulai dari pencemaran air, udara, hingga tanah. Permasalahan ini sebagian besar disebabkan oleh akumulasi sampah plastik, limbah rumah tangga, limbah industri, serta bahan kimia berbahaya yang dilepaskan ke Misalnya sampah plastik yang membutuhkan waktu sangat lama untuk terurai sehingga berpotensi merusak ekosistem perairan maupun daratan. Dampaknya tidak hanya dirasakan pada kerusakan ekosistem, tetapi juga memengaruhi kualitas hidup masyarakat yang tinggal di sekitarnya . Melihat tersebut, diperlukan sebuah pendekatan yang mampu melibatkan peran aktif masyarakat sekaligus mengurangi beban pemerintah daerah dalam pengelolaan sampah. Salah satu instrumen yang berkembang dan terbukti cukup efektif adalah bank sampah. Bank sampah didefinisikan sebagai fasilitas pengelolaan sampah dengan prinsip 3R (Reduce. Reuse. Recycl. yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengumpulan dan pemilahan, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan pembentuk perilaku baru dalam masyarakat . Melalui mekanisme ini, sampah dapat bernilai ekonomi sekaligus mendukung terciptanya sistem ekonomi Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Program Studi Teknik Industri. Universitas Muhammadiyah Gresik. Jawa Timur. Indonesia Matrik : Jurnal Manajemen & Teknik Industri Ae Produksi Volume XXVI. No. Maret 2026. Halaman 177 - 186 p-ISSN: 1693-5128, e-ISSN : 2621-8933 doi: 10. 350587/Matrik v26i2. sampah berlandaskan integrasi sosial dan digital . yang menjadi pembeda pada penelitian ini. Inovasi dalam penelitian ini terletak pada tiga poin utama. Pertama, perancangan struktur kolaborasi multi pihak yang menghubungkan masyarakat, pengelola bank sampah. Dinas Lingkungan Hidup, dan mitra daur ulang dalam satu proses pengelolaan yang terpadu . Kedua, transformasi sistem (Transformation dalam CATWOE) dari pengelolaan manual ke dalam sistem yang berbasis pencatatan digital dan pemantauan yang berkelanjutan. Ketiga, penyusunan indikator keberhasilan sistem yang dapat diukur melalui efisiensi pengurangan limbah, peningkatan keterlibatan masyarakat, dan stabilitas nilai ekonomi hasil pengelolaan sampah . hasilnya dibagikan melalui sistem tabungan . Masyarakat dapat terbantu mengurangi timbunan sampah sehingga potensi pencemaran dan penyakit lingkungan mengalami penurunan . Oleh karena itu, keberadaan bank sampah Proses Permasalah bank sampah yang sering muncul terkait keterbatasan kapasitas manajerial dan keberlanjutan program . Bentuk partisipasi aktif masyarakat mempengaruhi keberlanjutan menunjang pasokan pengumpulan sampah . Kuantitas jumlah sampah yang terkumpul perlu ditunjang efisiensi pencatatan dan transparansi sehingga mendukung kepercayaan masyarakat yang terlibat . Dengan demikian, diperlukan pengelolaan terpadu agar bank sampah dapat beroperasi secara berkelanjutan. Tinjauan Pustaka Pengelolaan bank sampah memiliki peran penting untuk mengurangi dampak sampah pada lingkungan serta mendorong terciptanya ekonomi sirkuler. Potensi ekonomi sirkuler dari samapah dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan. Bentuk kesadaran masyarakat dibutuhkan interaksi antar pemangku kepentingan untuk mencegah timbulnya permasalahan sosial. Perlu adanya pendekatan holistik dan partisipatif dalam menciptakan sistem sosial yang kompleks. Penerapan SSM membatu dalam pengelolaan bank sampah secara kolaboratif dan adaptif. Selanjutnya adalah penulisan konseptual daripada penelitian yang dilakukan, waktu penelitian, tempat penelitian disertai target atau sasaran penelitian. Subjek penelitian, prosedur, serta teknik analisa dikemas secara informatif disertai data pengamatan. 2 SSM Metode SSM membantu dalam perumusan masalah yang bersifat sosial dan kultural. Metode SSM menekankan pemahaman antar pemangku kepentingan untuk menyusun model konseptual . Penyusunan model konseptual dikombinasikan dengan teknik kuantitatif untuk memperkuat proses pengambilan keputusan . Hasil rekomendasi yang dipilih teruji secara partisipatif sebagai implementasi kebijakan . Oleh karena itu. SSM sangat sesuai untuk merancang perubahan operasional yang terjadi pada pengelolaan bank sampah. Tantangan operasional bank sampah meliputi lemahnya kelembagaan, kurangnya partisipasi masyarakat dan keterbatasan kapasitas teknis. Pendekatan pastisipatif diperlukan untuk memahami penyebab terjadinya masalah di lapangan . Permasalahan penyelesaian melalui pemetaan pihak yang Kegiatan pemetaan untuk mengidentifikasi hambatan nonteknis seperti insentif ekonomi dan persepsi masyarakat . Hasil 1 Pengelolaan Bank Sampah Bank sampah memiliki mekanisme pengelolaan sampah berbasis komunitas. Keberadaan sampah diubah menjadi nilai ekonomi yang menghasilkan pendapatan . Perolehan pendapatan mayarakat dari sampah melalui penjualan bahan daur ulang dan Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Program Studi Teknik Industri. Universitas Muhammadiyah Gresik. Jawa Timur. Indonesia Afriyania, et all /Matrik. Vol. XXVI. No. 2 Maret 2026, 177 - 186 rekomendasi bersifat praktis seperti perubahan operasional, adanya pelatihan dan pembaruan insentif . Oleh karena itu. SSM menjadi pendekatan efektif untuk merumuskan solusi yang kontekstual dan berkelanjutan dalam pengelolaan bank sampah. gambaran yang lebih lengkap yang akan digunakan untuk membuat saran pengelolaan bank sampah yang berkelanjutan yang sesuai dengan sistem kota . Metode Penelitian Penelitian ini dilakukan di Kota Madiun dengan fokus utama pada pengembangan sistem kolaboratif Bank Sampah. Wilayah penelitian mencakup tiga kecamatan di kota madiun yaitu kecamatan manguharjo, kecamatan kartoharjo, kecamatan taman. Ketiga kecamatan tersebut dipilih karena memiliki jumlah bank sampah yang relatif banyak dan tingkat partisipasi masyarakat yang cukup aktif dalam kegiatan daur ulang dan pengelolaan sampah. Penelitian ini dilakukan di beberapa bank sampah di masing masing kecamatan yaitu Kec. Manguharjo terdapat AuBank Sampah Unit SehatiAy. Kec. Karoharjo terdapat AuBank Sampah BersinarAy dan Kec. Taman terdapat AuBank Sampah Nurul DarussalamAy. Visualisasi denah bank sampah dikota madiun dapat dilihat pada Gambar 1. Penelitian ini mengumpulkan data melalui berbagai metode untuk menggambarkan kondisi lapangan. Data sekunder berasal dari dokumen pemerintah, laporan resmi, dan literatur tentang pengelolaan sampah dan masalah lingkungan. Data primer diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dengan pejabat lingkungan dan pengelola bank sampah, serta observasi langsung aktivitas sehari-hari di bank sampah. Kombinasi kedua sumber data ini memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang pengelolaan bank sampah Kota Madiun dari perspektif teknis dan sosial . Data lapangan yang diolah sesuai dengan sifatnya masing masing, untuk mengetahui pola, makna, dan peran antaraktor dalam pengelolaan bank sampah, wawancara dan observasi dianalisis dengan pendekatan tematik. Sementara itu, hasil survei masyarakat diproses dengan analisis statistik deskriptif. Selanjutnya, hasil-hasil ini digabungkan untuk menghasilkan Gambar 1. Lokasi bank sampah Data yang diperoleh dari wawancara dianalisis menggunakan Micrisoft Exel untuk menemukan pola interaksi antaraktor dan sumber masalah utama . Analisis data pada penelitian ini menggunakan metode SSM. Tahapan SSM terbagi menjadi Identifikasi masalah, penyusunan rich picture, root definition menggunakan analisis CATWOE, pengembangan model konsep aktivitas, perbandingan antara model konsep dan keadaan nyata, penentuan perubahan sistemik yang diperlukan, serta penyusunan saran untuk pelaksanaan . Hasil analisis SSM diharapkan dapat memberikan dasar bagi lahirnya model pengelolaan bank sampah yang lebih realistis dan berkelanjutan di Kota Madiun . Hasil dan Pembahasan Soft System Metodologi (SSM) digunakan untuk menganalisis data dalam penelitian ini. Metode ini dipilih karena dianggap paling sesuai untuk mempelajari masalah pengelolaan bank sampah di Kota Madiun, yang rumit dan melibatkan banyak aspek. SSM melakukan analisis secara bertahap, memberikan gambaran yang lebih lengkap. Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Program Studi Teknik Industri. Universitas Muhammadiyah Gresik. Jawa Timur. Indonesia Matrik : Jurnal Manajemen & Teknik Industri Ae Produksi Volume XXVI. No. Maret 2026. Halaman 177 - 186 p-ISSN: 1693-5128, e-ISSN : 2621-8933 doi: 10. 350587/Matrik v26i2. 1 Identifikasi Masalah Pengelolaan bank sampah di Kota Madiun mengalami beberapa masalah seperti struktur sistem yang kurang baik, komunikasi yang tidak lancar, dan rendahnya kemampuan serta pengetahuan dari masyarakat dan pengelola. Permasalahan ini dapat dilihat pada Gambar 2. yang terjadi karena kebiasaan rumah tangga tidak memilah sampah, sistem pengelolaan yang tidak teratur, kurangnya pelatihan dan kerja sama antar pihak terkait, serta kurangnya perhatian terhadap isu lingkungan. Kondisi tersebut menyebabkan partisipasi masyarakat dalam bank sampah rendah , sehingga program Peningkatan pengetahuan dan edukasi lingkungan di Kota Madiun berdasarkan temuan penelitian adalah faktor utama yang mampu meningkatkan minat terhadap bank masyarakat sampah. 2 Rich Picture Langkah selanjutnya yaitu Rich Picture dilihat pada Gambar 3. Dapat dilihar bahwa Sistem pengelolaan sampah di Kota Madiun melibatkan beberapa pihak seperti Dinas Lingkungan Hidup, pengepul, industri daur ulang, bank sampah, dan masyarakat. Semua pihak tersebut saling bekerja sama, tetapi masih ada beberapa masalah. Misalnya, koordinasi antar pihak kurang baik, kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengelola sampah masih rendah, teknologi daur ulang terbatas, dan pengelolaan sampah belum optimal sehingga berdampak negatif terhadap lingkungan. Gambar 3. Interaksi antar pemangku kepentingan Dinas Lingkungan Hidup bertugas mengatur dan mengawasi, tetapi komunikasi dan koordinasi antar pihak masih kurang efektif, sehingga partisipasi masyarakat dalam memilah sampah tidak optimal. Pengepul dan industri daur ulang juga memiliki kapasitas yang terbatas, sehingga nilai ekonomi dari pengelolaan sampah belum maksimal. Akibatnya, kegiatan bank sampah tidak berjalan lancar dan menyebabkan dampak lingkungan yang buruk. Untuk itu, diperlukan peningkatan kerja sama antar pihak, komunikasi yang lebih baik, dan penggunaan teknologi yang lebih canggih agar sistem pengelolaan sampah di Madiun bisa lebih efektif dan berkelanjutan . Gambar 2. Situasi bank sampah Faktor sosial, motivasi dan manfaat ekonomi yang dirasakan dapat meningkatkan kapasitas masyarakat melalui edukasi dan pelatihan serta memperkuat koordinasi antar Solusi tersebut penting dalam menyelesaikan masalah pengelolaan bank sampah agar dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan . Situasi ini menunjukkan masalah yang kompleks dan tidak terstruktur, seperti yang ditunjukkan dalam gambar berikut, yang menunjukkan hubungan antara faktorfaktor utama yang berkontribusi pada pengelolaan bank sampah di Kota Madiun. 3 Root Definition Analisis CATWOE, rumus PQR, dan ukuran kinerja (Measure Of Performanc. dalam penelitian ini digunakan untuk menyusun definisi dasar. Formula PQR berfungsi sebagai Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Program Studi Teknik Industri. Universitas Muhammadiyah Gresik. Jawa Timur. Indonesia Afriyania, et all /Matrik. Vol. XXVI. No. 2 Maret 2026, 177 - 186 kerangka untuk merancang aktivitas utama yang merupakan bagian dari proses P dalam kerangka ini memberikan penjelasan tentang apa yang harus dilakukan. Q menjelaskan bagaimana tugas tersebut dilakukan, dan R menunjukkan alasan atau tujuan yang ingin dicapai dengan melakukan tugas tersebut. Hasil root definision dapat dijelaskan pada Tabel 1 Tabel 1. Analisis CATWOE Root Definition Partisipasi aktif masyarakat (P) adalah dasar dari sistem pengelolaan bank sampah. Hal ini dilakukan melalui koordinasi antara pengelola, dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup, dan kerja sama dengan pengepul dan industri daur ulang (Q). Tujuan akhirnya adalah untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan, meningkatkan efisiensi pengelolaan, memperluas keterlibatan warga, dan mengurangi jumlah sampah yang masuk ke TPA (R). Analisis CATWOE Penjelasan Customer (C) Actor (A) Transformation (T) Worldview (W) Owner (O) Environmental Constraint (E) Measure Performance Warga, pengepul, dan pengurus bank sampah sebagai penerima manfaat langsung dari keberhasilan sistem Pengurus bank sampah. Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta pengurus RT/RW yang berperan menjalankan program. Mengubah sistem pengelolaan sampah yang tidak terstruktur menjadi sistem yang terkoordinasi, berbasis pemilahan sumber, menggunakan pencatatan digital, dan fokus pada mengurangi jumlah sisa sampah yang dihasilkan di tempat pembuangan akhir. Sistem bank sampah yang dapat disesuaikan dan terintegrasi akan meningkatkan kesadaran masyarakat, meningkatkan nilai ekonomi sampah, dan mendukung lingkungan kota. Pemerintah daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup Anggaran yang terbatas untuk operasional, keterbatasan teknologi, perubahan harga jual sampah, dan kebiasaan masyarakat yang belum dikembangkan untuk memilah sampah dari Efisiensi: kemampuan sistem untuk mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke TPA sambil meningkatkan partisipasi masyarakat. Efektivitas: Pengelola. Dinas Lingkungan Hidup, masyarakat, dan pengepul Kehidupan bekerja sama dengan baik. Efektivitas: Mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya manusia dan teknologi untuk memaksimalkan nilai ekonomi dan manfaat lingkungan. 4 Model Konseptual Langkah berikutnya adalah merancang proses pengelolaan bank sampah yang melibatkan partisipasi masyarakat. Proses ini dapat dilihat pada Gambar 4. Proses dimulai dengan sosialisasi dan edukasi agar warga lebih sadar dan aktif dalam mengumpulkan sampah. Jumlah sampah yang dikumpulkan dicatat menggunakan sistem digital agar lebih mudah dilihat dan diakses secara berkala . Penjualan sampah melalui industri daur ulang dimana semua hasil penjualan perlu dievaluasi untuk perbaikan sistem pengeloaan. Tahapan akhir berkaitan dengan pemilahan lanjutan dan pengeloaan untuk memastikan keberlanjutan siklus pengelolaan bank sampah . Gambar 4. Model konseptual Model konseptual yang diusulkan dapat diimplementasikan secara terukur maka diperlukan indikator kinerja. Penggunaan indikator sebagai ukuran untuk menilai efektivitas transisi sistem dari kondisi awal ke Penggunaan indikator juga digunakan sebagai acuan evaluasi keberhasilan Keberhasilan dari model sistem Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Program Studi Teknik Industri. Universitas Muhammadiyah Gresik. Jawa Timur. Indonesia Matrik : Jurnal Manajemen & Teknik Industri Ae Produksi Volume XXVI. No. Maret 2026. Halaman 177 - 186 p-ISSN: 1693-5128, e-ISSN : 2621-8933 doi: 10. 350587/Matrik v26i2. kerjasama yang diajukan dinilai berdasarkan beberapa indikator utama, yaitu: Berkurangnya volume sampah. Meningkatnya keterlibatan masyarakat sebagai anggota bank sampah. Kesesuaian jadwal pengumpulan dan Transparansi pencatatan berbasis digital. Keberlanjutan pendapatan dari penjualan limbah daur ulang. Rutin dilakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala. Penggunaan teknologi dan pelatihan yang tepat, partisipasi masyarakat bisa meningkat, serta transparansi dalam pengelolaan sampah diharapkan bisa lebih terjamin. Hasilnya, pengelolaan sampah bisa lebih mudah, efektif, dan berkelanjutan. Jika terdapat dukungan dari standar operasional yang baik, sistem pemantauan yang terstruktur, serta penggunaan informasi yang tepat, maka bank sampah dapat berjalan lebih optimal dan memberikan manfaat ekonomi serta lingkungan yang nyata . Berdasarkan hasil perbandingan antara model konseptual dan kondisi nyata, dilakukan analisis interpretatif untuk mengidentifikasi faktor sistemik yang memengaruhi perbedaan kinerja pengelolaan bank sampah di Kota Madiun. Hasil kajian mengindikasikan bahwa performa pengelolaan bank sampah di Kota Madiun masih belum maksimal jika dibandingkan dengan cara pengelolaan yang telah berjalan dengan baik di beberapa daerah Perbedaan ini bukan hanya disebabkan oleh seberapa besar partisipasi masyarakat, melainkan juga dipengaruhi oleh aspek . Perbedaan yang terjadi terklasifikasi menjadi empat hal. 5 Perbandingan Konseptual Dunia Nyata Tahapan selanjutnya yaitu perbandingan konseptual dan dunia nyata. Hasilnya bisa dilihat dalam Tabel 2. Aktivitas pengelolaan bank sampah seperti sosialisasi , pengumpulan, dan pencatatan belum berjalan dengan baik karena keterbatasan dalam sumber daya dan Masyarakat memahami pentingnya memilah sampah, dan sistem digital yang bisa membantu pengelolaan sampah juga belum diterapkan. Aktivitas Sosialisasi dan edukasi Pengumpulan Pencatatan Pemilahan Penjualan ke Pengelolaan sisa sampah Monitoring dan evaluasi Tabel 2. Perbandingan konseptual dan dunia nyata Kondisi Ideal Realita saat ini Dilakukan Masih terbatas pada kegiatan tertentu dukungan materi Jadwal sering berubah Jadwal tetap dengan armada dan tenaga kerja yang memadai Menggunakan aplikasi untuk Penulisan masih manual efisiensi dan transparansi Mengikuti standar operasional Belum yang jelas dengan fasilitas Terjadwal dengan kontrak atau Belum memiliki kontrak kesepakatan tetap Dikelola melalui pengolahan Sampah sisa langsung lanjutan atau kerja sama dibuang ke TPA dengan pihak terkait Dilakukan dengan Evaluasi laporan terstruktur berdasarkan laporan Pertama, kurangnya sistem pencatatan digital yang terintegrasi mengakibatkan rendahnya transparansi dalam pengelolaan dan menyulitkan pengawasan kinerja. Kedua, kerjasama antara pihak-pihak yang terlibat masih belum formal, sehingga keberlangsungan Refleksi Inensitas rendah kesadaran terbentuk optimal Ketidak Perlu Standar belum konsisten Pendapatan tidak stabil Minimnya pengolahan dan pengurangan sampah Belum program sangat tergantung pada orang-orang yang menjalankannya. Ketiga, kegiatan operasional masih bergantung pada sukarela tanpa adanya standar kerja yang tetap. Keempat, hubungan dengan pengepul belum terjalin dalam bentuk kemitraan yang berjangka Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Program Studi Teknik Industri. Universitas Muhammadiyah Gresik. Jawa Timur. Indonesia Afriyania, et all /Matrik. Vol. XXVI. No. 2 Maret 2026, 177 - 186 panjang, sehingga nilai ekonomi dari sampah cenderung tidak stabil . Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa keberhasilan bank sampah lebih ditentukan oleh kestabilan sistem pengelolaan daripada sekadar tingkat kesadaran Penguatan kelembagaan serta integrasi informasi menjadi elemen penting dalam meningkatkan keberlanjutan . 6 Rencana Perubahan Beberapa kendala dalam pengelolaan bank sampah yang masih terlihat memerlukan rencana perbahan. Langkah perubahan yang dibutuhkan dirangkum pada Tabel 3. Permasalahan seperti tidak terpenuhinya Kesenjangan / Gap Sosialisasi ke warga masih jarang Jadwal pengumpulan belum Pencatatan setoran masih manual Pemilahan sampah belum seragam Hasil belum stabil Sampah sisa belum Monitoring informasi, pencatatan yang masih dilakukan secara manual, serta pengawasan yang tidak teratur dapat diatasi dengan melaksanakan pelatihan secara langsung, menggunakan sistem digital yang modern, dan menetapkan aturan kerja yang jelas. Cara pembagian tugas yang cepat dan jadwal kerja yang terencana membuat pengelolaan bank sampah berjalan lebih lancar. Pengelolaan bank sampah membutuhkan peran Masyarakat yang aktif dalam penerapan teknologi digital dan pengelolaan bank sampah akan memberi manfaat bagi ekonomi serta lingkungan sekitar . Tabel 3. Rencana perubahan Perubahan Langkah Implementasi Sosialisasi dilakukan Membuat jadwal kegiatan minimal tahunan dan menyiapkan sebulan sekali materi penyuluhan Jadwal pengumpulan Bekerja sama dengan konsisten dinas atau pihak ketiga dengan armada yang untuk tambahan armada Menggunakan Memberikan aplikasi agar lebih penggunaan aplikasi pada cepat dan transparan pengurus/ operator Ada SOP pemilahan Menyediakan dan sederhana dan pelatihan Terjalin kontrak tetap Melakukan resmi dan perjanjian kerja pengepul/mitra Ada unit pengolahan Menyediakan alat . eperti sederhana di bank komposte. dan pelatihan Evaluasi dilakukan Membuat format laporan rutin tiap bulan dan menjalankan evaluasi Tempat Pengurus Bank Sampah. DLH Jadwal 1 bulan Pengurus Bank Sampah. DLH 3 bulan Pengurus Bank Sampah 1 bulan Pengurus Bank Sampah 2 bulan Pengurus Bank Sampah 4 bulan Pengurus Bank Sampah. DLH 6 bulan Pengurus Bank Sampah 1 bulan konseptual untuk pengelolaan bank sampah yang lebih efisien dan berkelanjutan dengan menggunakan pendekatan SSM. Pembentukan model kedepan lebih masyarakat, dukungan berkelanjutan dari Dinas Lingkungan Hidup, dan kolaborasi strategis dengan pengepul dan industri daur ulang sangat Penelitian kedepan disarankan untuk Kesimpulan dan Saran Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan bank sampah Kota Madiun masih menghadapi beberapa masalah penting. Ini pemangku kepentingan, kurangnya kesadaran masyarakat tentang cara memilah sampah, dan kekurangan dukungan teknologi dan sistem manajemen yang terintegrasi. Penelitian ini dapat mengidentifikasi masalah secara Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Program Studi Teknik Industri. Universitas Muhammadiyah Gresik. Jawa Timur. Indonesia Matrik : Jurnal Manajemen & Teknik Industri Ae Produksi Volume XXVI. No. Maret 2026. Halaman 177 - 186 p-ISSN: 1693-5128, e-ISSN : 2621-8933 doi: 10. 350587/Matrik v26i2. sosialisasi, menerapkan sistem pencatatan pemilahan, dan mendirikan fasilitas pengolahan sampah residu lokal. 163Ae171, 2023. Utari. Yanti. Amelia, and M. Humairoh. AuAnalisis dampak Bank Sampah Wangun di Desa Batukuwung. Kecamatan Padarincang lingkungan,Ay J. Pengelolaan Lingkung. Berkelanjutan, vol. 7, no. 1, pp. 19Ae27, . Fitrianto. Nawangsari. Agustin, and S. Arista. AuPengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat: Revitalisasi Bank Sampah Syariah UIN Sunan Ampel Surabaya untuk Masa Depan yang Lebih Hijau,Ay Riau J. Empower. , vol. 7, no. 1, pp. 16Ae30, 2024. Fitriani. Prasetyo, and A. Astuti. AuKajian Potensi Ekonomi Daur Ulang Limbah Sachet,Ay J. Tek. Ind. Has. Penelit. dan Karya Ilm. dalam Bid. Tek. Ind. , vol. 9, no. 1, pp. 204Ae10, 2023. Br Ginting. Zuska, and I. Simatupang. AuPengelolaan Bank Sampah Induk Berseri di Kecamatan Lubuk Pakam,Ay Perspektif, vol. 11, no. 4, pp. 1369Ae1381, 2022. Atin et al. AuPerancangan Sistem Informasi Bank Sampah Berbasis Website,Ay IJIS Indones. Inf. Syst. , vol. 1, pp. 59Ae70, 2022. Safitri. Myrna, and S. Ismanto. AuPartisipasi Masyarakat Pengelolaan Bank Sampah di Kecamatan Jatiasih Kota Bekasi,Ay JANE - J. Adm. Negara, vol. 14, no. 1, pp. 304Ae314, 2022. Oktavian. Harjono, and R. Fitriati. AuSoft System Methodology (SSM) dalam Menganalisa Strategi dan Inovasi Perusahaan Real Estat Developer untuk Menghadapi Perubahan Tren pada Pusat Perbelanjaan,Ay COSTINGJournal Econ. Bus. Account. , vol. 7, no. 4, pp. 11194Ae 11206, 2024. Krisnanik. Rahayu, and K. Tambun. AuPendekatan Soft System Methodology (SSM) untuk membangun SIMOKAUD Holistik Integratif,Ay J. Teknol. Inf. Ilmu Komput. , vol. 9, no. 5, pp. 969Ae976, . Saputri and I. Sriwana. AuAnalisis Kebutuhan Sistem Monitoring untuk Perbaikan Proses Bisnis dengan Soft System Methodology (SSM) pada UMKM Ibunmanis Coklat,Ay J. Technol. Syst. Inf. Daftar Pustaka