Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 BENTUK PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PROGRAM PENYEDIAAN AIR MINUM DAN SANITASI BERBASIS MASYARAKAT (PAMSIMAS) DI DESA JUAI KECAMATAN TANJUNG KABUPATEN TABALONG Akhmad Rifki *. Jamaludin rifkiakhmad362@gmail. jamaltjg7777@gmail. Program Studi Administrasi Negara Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong Komplek Stadion Olah Raga Saraba Kawa Pembataan Tanjung Ae Tabalong Telp/Fax . 2022484 Kode Pos 7012 Email: info@stiatabalong. ABSTRAK Program PAMSIMAS adalah salah satu bentuk aksi nyata dari pemerintah Indonesia baik pusat maupun daerah dalam upaya pembangunan desa dan peningkatan penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat, dan meningkatkan kesehatan masyarakat dan lingkungan di desa, serta berupaya menurukan angka penyakit diare dan penyakit lainnya yang ditularkan melalui air dan lingkungan yang tidak bersih. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Bentuk Partisipasi Masyarakat Dalam Program Penyediaan Air Minum Dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) Di Desa Juai Kecamatan Tanjung Kabupaten Tabalong. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis deskriptif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam langsung kepada Informan dan data sekunder diperoleh dari Pemerintahan Desa Juai Kecamatan Tanjung. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini untuk memperoleh data yang benar dan akurat guna menjawab pertanyaan penelitian adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan model interaktif untuk menganalisis data hasil penelitian yaitu menggunakan data reduction, display dan conculusion drowing atau veryfication. Hasil penelitian dan temuan-temuan di lapangan mengenai Bentuk Partisispasi Masyarakat Dalam Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) di Desa Juai Kecamatan Tanjung Kabupaten Tabalong berupa: Sumbangan pemikiran. Tenaga. Sumbangan dana dan Memelihara hasil-hasil Kata Kunci: Partisipasi. Partisipasi Masyarakat. Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) FORMS OF COMMUNITY PARTICIPATION IN THE COMMUNITY-BASED DRINKING WATER AND SANITATION PROGRAM (PAMSIMAS) IN JUAI VILLAGE. TANJUNG DISTRICT. TABALONG REGENCY ABSTRACT The PAMSIMAS program is one of the tangible actions by the Indonesian government, both at the central and regional levels, aimed at rural development and improving community-based drinking water and sanitation provision. It also seeks to enhance public health and environmental conditions in villages, and to reduce the incidence of diarrhea and other waterborne diseases associated with poor sanitation. The purpose of this study is to identify the forms of community participation in the Community-Based Drinking Water and Sanitation Program (PAMSIMAS) in Juai Village. Tanjung District. Tabalong Regency. This research employs a qualitative method with descriptive analysis. The data sources used in this study include both primary and secondary data. Primary data were obtained through in-depth interviews with informants, while secondary data were collected from the Juai Village government in Tanjung District. The data collection techniques used in this research to obtain accurate and reliable data include interviews, observations, and documentation. The data analysis technique applied in this research follows an interactive model, involving data reduction, data display, and conclusion drawing or verification. The findings from the research indicate that community JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 participation in the PAMSIMAS program in Juai Village. Tanjung District. Tabalong Regency takes the form of: intellectual contributions, labor, financial contributions, and maintaining the results of the development. Keywords: Participation. Community Participation. Community-Based Drinking Water and Sanitation (PAMSIMAS) PENDAHULUAN Air dan sanitasi adalah dua hal yang tidak dapat Setiap ada air minum atau air bersih maka pasti akan ada air limbah. Tidak kurang dari 85% air bersih berubah menjadi air limbah. Sebagai menggunakan 100 liter air perhari untuk minum, mandi, cuci, kakus, maka air yang dibuang menjadi air limbah sekitar 85 liter per hari (Elysia, 2018, p. Oleh karenanya, pengelolaan air bersih akan berkaitan pula dengan pengelolaan sanitasi. Fasilitas sanitasi yang layak yang memenuhi standar kesehatan yang disertai perilaku hidup bersih dan sehat merupakan elemen yang sangat penting dalam meningkatkan derajat kesehatan Tidak dapat dipungkiri bahwa manusia sangat bergantung pada air. Tapi bukan hanya manusia yang bergantung pada air. Tumbuhan dan alam juga membutuhkan air. Akses terhadap air minum sepanjang tahun masih menjadi masalah di banyak tempat, termasuk Indonesia. Masih banyak orang yang menyalahgunakan air di bumi. Selain itu, masalah air domestik muncul karena buruknya kualitas air tanah dan air sungai. Ada juga faktor meteorologi, topografi wilayah dan kurangnya infrastruktur yang membuat sulitnya mendapatkan air minum. Ini adalah sesuatu yang perlu diperbaiki untuk memecahkan masalah air domestik. Indonesia, hampir 119 juta orang tidak memiliki akses air minum. Hanya sekitar 20% yang memiliki akses air bersih yang aman dan itupun hanya di Sementara itu, hampir 80% terpaksa mengkonsumsi air yang tidak bersih. Jika air najis ini terus dikonsumsi oleh manusia, maka secara tidak langsung tubuh akan berperan sebagai penyaring untuk membuang racun dan polutan yang dikonsumsi tubuh. Dalam jangka pendek, minum air yang tidak sehat akan menyebabkan penyakit ringan seperti diare. Namun dalam jangka panjang, penggunaan air kotor yang terus menerus JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 berdampak lebih serius yaitu meningkatnya Penggunaan air yang utama dan sangat vital bagi kehidupan adalah sebagai air minum. Hal ini terutama untuk mencukupi kebutuhan air di dalam tubuh manusia itu sendiri. Peraturan Bupati Tabalong Nomor 49 Tahun 2017 tentang Rencana Aksi Daerah Penyediaan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan, dan Permenkes RI No. 416/MENKES/PER/IX/1990 tentang syarat-syarat pengawasan kualitas air, air minum adalah air yang kualitasnya memenuhi syarat dan dapat diminum Air bersih adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat diminum apabila telah dimasak. Sedangkan air minum adalah air yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum. Keperluan manusia akan air bervariasi sesuai dengan tempat orang tersebut WHO memperhitungkan bahwa kebutuhan air masyarakat di negara berkembang . termasuk Indonesia antara 30-60 liter/orang/hari, sedangkan di negara-negara maju atau di perkotaan memerlukan 60-120 liter/orang/hari (Hariyanto. World Water Forum adalah forum internasional sektor air yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dunia. Event ini diadakan oleh World Water Council (WWC) atau Dewan Air Dunia. Dengan kata lain. World Water Forum menjadi pertemuan internasional terbesar yang membahas tentang isu-isu air secara global. Khususnya membahas sekaligus merumuskan kebijakan tata kelola air dan sanitasi dunia. World Water Forum pertama kali digelar pada 1997. Saat itu Kota Marrakesh. Maroko, terpilih menjadi tuan rumah . ost countr. untuk pertama kalinya. Setelah itu. World Water Forum terus berlangsung rutin setiap tiga tahun sekali, dan beberapa negara terpilih menjadi tuan rumah secara bergantian. Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 Beberapa di antaranya: Kota Den Haag Belanda . Jepang . Meksiko . Istanbul . Marseille Prancis . Korea Selatan . Brazil . Senegal . , dan kini Bali terpilih menjadi tuan rumah World Water Forum ke-10 . Hebatnya. Indonesia menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang dipercaya menjadi tuan rumah World Water Forum. Terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah forum air internasional terbesar di dunia menjadi awalan yang sangat membanggakan. Hal ini didasari dengan kesempatan Indonesia untuk bisa menjadi role model bagi negara lain. Terlebih lagi. World Water Forum 2024 akan fokus pada isu-isu konservasi air, air bersih dan sanitasi, ketahanan pangan dan energi, serta mitigasi bencana alam. Berlangsungnya World Water Forum 2024 di Bali diharapkan menjadi momentum untuk memastikan seluruh dunia bergerak bersama dalam menjaga keberlangsungan sumber daya air bagi kehidupan manusia. Akan tetapi, jika ditelaah lebih dalam, terpilihnya Bali sebagai tuan rumah turut memiliki peran penting bagi sektor pariwisata Indonesia. Salah satu tujuan World Water Forum 2024 di Indonesia adalah menjadi tonggak percepatan target Sustainable Development Goals (SGD. , yaitu akses air bersih dan sanitasi layak. Dengan begitu, besar harapan event internasional ini dapat mendorong pelaku kepentingan untuk saling berkolaborasi dalam mencari solusi atas permasalahan air dunia. Dalam upaya mendapatkan Aujalan keluarAy terbaik. Indonesia membawa tiga misi khusus untuk disepakati dalam pertemuan World Water Forum 2024 di Bali. Misi tersebut antara lain: Center of Excellence on Water and Climate Resilience, pengelolaan air terpadu di pulau-pulau kecil, dan penetapan World Lake Days atau Hari Danau Sedunia. Hal ini didasari atas peran danau yang menjadi salah satu sumber bahan baku, energi, hingga pengendali banjir. Tidak hanya itu, terpilihnya Bali sebagai tuan rumah World Water Forum 2024 juga diharapkan dapat mendorong lebih banyak inovasi. Terutama JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 inovasi dalam teknologi pengelolaan air Mengingat. Bali sendiri merupakan percontohan pengelolaan air, yakni sistem Subak sebagai salah satu kekayaan warisan dunia yang telah diakui UNESCO. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air, penelitian PAMSIMAS. PAMSIMAS merupakan Program Pemerintah untuk memenuhi kebutuhan air minum di wilayah perdesaan dan pinggiran kota . eri-urba. yang tidak terjangkau dan terlayani oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Program ini hampir sama dengan program pemberdayaan masyarakat yang lainnya yaitu hanya bersifat stimulan. Program PAMSIMAS ada sejak tahun 2008 yang disebut dengan PAMSIMAS I, pada tahun 2012 menjadi PAMSIMAS II dan pada tahun 2016 hingga sekarang menjadi PAMSIMAS i. Pada setiap fase PAMSIMAS ini, program menerapkan regulasi yang berbeda pada setiap pelaksanaannya. Pada PAMSIMAS I dan II syarat penerima program harus menyanggupi dan menunaikan swadaya masyarakat berupa swadaya uang tunai . dan swadaya tenaga dan atau material . Pada PAMSIMAS i ini syarat Desa calon penerima program selain memenuhi dua jenis swadaya tersebut juga harus menyediakan dana cost-sharing . ana pendampin. yang dianggarkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDe. Keberadaan program PAMSIMAS pada awalnya sangat bermanfaat bagi masyarakat dalam mendapatkan air bersih. Tetapi seiring berjalannya waktu tidak semua masyarakat Di Desa Juai Kecamatan Tanjung terpenuhi kebutuhan air Persoalan air bukanlah sekedar persoalan kualitas saja, tetapi persoalan kontinuitas dan kinerja pelayanan lainnya sehingga program pembangunan PAMSIMAS Di Desa Juai Kecamatan Tanjung sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih dan mencapai Program berbasis masyarakat yang dibangun pemerintah untuk memenuhi kebutuhan air bersih dinilai belum berhasil, karena dalam pelayanannya masih memiliki permasalahan Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 terkait sistem atau teknis seperti kualitas air yang semakin menurun dan kurangnya kontinuitas air di musim kemarau. Pada rangka meningkatkan derajat kesehatan, produktifitas dan kualitas hidup masyarakat miskin dibutuhkan suatu program dan aksi nyata dari 3 pemerintah pusat dan daerah dan merupakan sesuatu yang harus di prioritaskan oleh pemerintah, mengingat permasalahan yang dihadapi adalah tingginya angka diare yang disebabkan oleh rendahnya akses penggunaan air bersih. Upaya yang dilakukan pemerintah untuk meminimalkan penyakit diare dan penyakit lain yang disebabkan atau ditularkan melalui air dan lingkungan yang tidak sehat adalah dilakukannya suatu usaha yang dikenal dengan program PAMSIMAS (Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyaraka. Program ini merupakan pemberdayaan pemberdayaan masyarakat dan pengembangan kelembagaan lokal, peningkatan kesehatan, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan layanan sanitasi (RKM BUKU I PAMSIMAS Program PAMSIMAS I dilaksanakan pada tahun 2007 sampai tahun 2012 di 110 Kabupaten/Kota dari 15 Provinsi. PAMSIMAS I berhasil diterapkan pada 6. nam ribu delapan ratus empat puluh lim. desa, terdiri dari 6. nam ribu dua ratus enam puluh du. desa reguler dan sekitar 593 . ima ratus sembilan puluh tig. desa replikasi. Program PAMSIMAS II dilaksanakan pada tahun 2013 sampai dengan Program Pamsimas II dilaksanakan di sekitar 5000 desa di 32 provinsi di 220 Kab/Kota. rogram nasional pada 20 Oktober 2. Pada pelaksanaan program PAMSIMAS di Desa Juai peneliti menemukan beberapa fenomena PAMSIMAS tersebut, yaitu : Masih belum terpenuhinya sarana prasarana yang memadai, masih banyak mesin air pada tower pom pamsimas yang mengalami kerusakan yang sampai sekarang masih belum ada perbaikan sehingga menghambat distribusi air kerumah warga yang menggunakan akses JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 air tersebut. Pada Desa Juai terdapat 3 tower, tetapi yang masih bisa digunakan hanya mesin tower di dusun 2 saja, sementara dusun 1 dan 2 masih mengalami kerusakan baik dari ketersediaan air dan juga mesin pompanya. Administrasi pembayaran yang belum tercapai seperti yang direncanakan, karena masih ada sebagian masyarakat yang enggan untuk membayar tagihan perbulannya. Pada tagihan pembayarannya penerima pamsimas wajib 000 perbulannya dan di bayar di awal bulan yang sedang berjalan. Berdasarkan wawancara dengan pak Junaidi selaku pemungut tagihan pembayaran rt 04, beliau mengatakan bahwa masih ada masyarakat menunggak membayar iurannya. Sehingga dapat menghambat jalannya program ini. Masalah partisipasi masyarakat dalam Program Pengelolaan Air Bersih dapat melibatkan kurangnya pemahaman mengenai pentingnya air bersih, kurangnya keterlibatan pemerintah dalam penyuluhan, atau mungkin hambatan ekonomi yang membuat sulit bagi beberapa individu untuk berpartisipasi dalam program tersebut. Solusi mungkin melibatkan peningkatan pendidikan masyarakat, kampanye penyuluhan yang efektif, dan penyediaan insentif untuk mendorong partisipasi aktif. Penelitian tentang PAMSIMAS (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyaraka. memiliki urgensi yang tinggi karena melibatkan upaya penyediaan air minum dan sanitasi yang berfokus pada partisipasi masyarakat. Penelitian ini dapat membantu dalam: Peningkatan Kualitas Hidup: PAMSIMAS berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kesehatan dan kualitas hidup masyarakat dengan menyediakan akses air bersih dan fasilitas sanitasi yang layak. Pemberdayaan Masyarakat: Penelitian dapat membantu memahami bagaimana melibatkan masyarakat dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pemeliharaan sistem Pamsimas, sehingga mereka dapat lebih berdaya dalam mengelola sumber daya air dan sanitasi mereka sendiri. Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 Efisiensi Sumber Daya: Penelitian dapat mengidentifikasi metode dan teknologi terbaik untuk memastikan penggunaan sumber daya yang efisien dalam implementasi proyek Pamsimas. Ketahanan terhadap Perubahan Iklim: Melalui penelitian, dapat diidentifikasi solusi yang dapat meningkatkan ketahanan sistem Pamsimas terhadap perubahan iklim, seperti ketidakpastian dalam pasokan air. Inovasi Teknologi: Penelitian dapat mendorong pengembangan teknologi baru dan inovatif keberlanjutan sistem Pamsimas. Evaluasi Kebijakan: Penelitian membantu dalam mengevaluasi kebijakan terkait Pamsimas, sehingga dapat diidentifikasi potensi perbaikan dan pengembangan kebijakan yang lebih efektif. Pengelolaan Risiko Bencana: Pamsimas yang baik dapat berperan dalam mengelola risiko bencana terkait air, seperti banjir atau kekeringan, sehingga penelitian dapat membantu mengidentifikasi strategi mitigasi yang efektif. Pentingnya penelitian Pamsimas tidak hanya berkaitan dengan pemberian akses air minum dan sanitasi, tetapi juga dengan aspek-aspek pengembangan berkelanjutan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan. Berdasarkan Observasi sementara di Desa Juai Kecamatan Tanjung Kabupaten Tabalong sebagain masyarakat yang menyatakan bahwa dalam penyediaan program Penyedian Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS), pada awalnya masyarakat merasa sangat terbantu karena memperoleh sarana air bersih, akan tetapi terdapat masalah-masalah di dalam pelaksanaan dan pemeliharaannya, ini terlihat seperti tidak diberikan bantuan kepada semua masyarakat di Desa Juai untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Masalah lain yang ada di Desa Juai, dimana sarana air bersih yang baru dibangun kurang lebih dua tahun yang lalu mengalami kendala atau dapat JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 dikatakan kurang lancar. Hal ini disampaikan langsung oleh masyarakat di Desa Juai mengatakan bahwa pada awalnya air mengalir di desa dengan sangat baik juga deras, namun seiring berjalannya waktu terjadi kemacetan pada aliran air sehingga air tidak lancar seperti sediakala pada saat penghujan sekalipun. Permasalahan lainnya adalah dimana air tidak tersuplai secara merata kerumahrumah masyarakat karena peralatan Pipa belum tersambung dengan baik serta bayak pipa yang bocor dan kebersihan air belum maksimal. Maka berdasarkan permasalahan di atas penulis tertarik untuk mengangkat judul AuBENTUK PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PROGRAM PENYEDIAAN AIR MINUM DAN SANITASI BERBASIS MASYARAKAT (PAMSIMAS) DI DESA JUAI KECAMATAN TANJUNG KABUPATEN TABALONGAy. Fokus Penelitian Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) di Indonesia adalah inisiatif pemerintah untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap air bersih dan sanitasi yang layak. Fokus utama dari penelitian terkait PAMSIMAS pada pembangunan mencakup beberapa aspek kunci: Sumbangan Pemikiran: Tenaga: sumbangan dana: Memelihara hasil-hasil pembangunan Rumusan Masalah Bagaimanakah Bentuk Partisipasi Masyarakat Dalam Pelaksanaan Pembangunan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Masyarakat (PAMSIMAS) di Desa Juai Kecamatan Tanjung Kabupaten Tabalong ? Tujuan Penelitian Untuk Partisipasi Masyarakat Dalam Pelaksanaan Pembangunan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Masyarakat (PAMSIMAS) di Desa Juai Kecamatan Tanjung Kabupaten Tabalong. Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 Dengan demikian, penelitian ini bertujuan mengidentifikasi solusi yang dapat diterapkan guna meningkatkan pengelolaan air bersih. TINJAUAN PUSTAKA Penelitian Terdahulu . Penelitian oleh (Ibal & Abu bakar, 2. berjudul "Partisipasi Masyarakat dalam Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) Tahun 2022 di Desa Batu Putih Kabupaten Konawe Selatan" menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pemeliharaan sarana air bersih penting untuk mengatasi masalah ketersediaan air di Indonesia. Bentuk partisipasi masyarakat dalam program PAMSIMAS di Desa Batu Putih meliputi sumbangan pikiran dalam tahap perencanaan, gotong royong saat pembersihan lahan untuk pembuatan bak penampung air dalam tahap pelaksanaan, menjaga agar infrastruktur PAMSIMAS berfungsi dengan pemeliharaan, serta mengikuti pelatihan pembukuan dan perbaikan peralatan dalam tahap penguatan keberlanjutan. Penelitian oleh (Purba, 2. berjudul "Partisipasi Masyarakat Dalam Program Penyedian Air Minum Dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) Di Desa Jandiraya Kecamatan Dolog Masagal Kabupaten Simalungun" menggunakan metode kualitatif Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dalam program PAMSIMAS di Desa Jandiraya cukup baik sehingga pembangunan berhasil diselesaikan. Namun, tingkat partisipasi masyarakat masih tergolong rendah, yang disebabkan oleh faktor pekerjaan yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sehingga pelaksanaan program tidak maksimal. Penelitian oleh (Sufriadi & Zakaria, 2. berjudul "Partisipasi Masyarakat dalam Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) di JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 Kabupaten Aceh Jaya" menggunakan metode kualitatif deskriptif dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat di Desa Lhok Geulumpang berupa sumbangan pikiran, usulan, saran, kritik, kontribusi uang, dan gotong royong. Peran tokoh masyarakat. Pemda, dan Tim Fasilitator Masyarakat (TFM) sangat mempengaruhi partisipasi ini. Manfaat lingkungan dari program PAMSIMAS termasuk keberlanjutan sarana air minum dan sanitasi serta perubahan perilaku hidup bersih dan sehat. Rekomendasi penelitian ini menekankan pentingnya peran stakeholder dalam mengajak masyarakat pemberdayaan masyarakat untuk program serupa di lokasi lain, dan dukungan Pemerintah Daerah untuk memastikan keberlanjutan prasarana yang telah dibangun. Penelitian oleh (Asminar, 2. (Susilawati, 2. berjudul "Partisipasi dan Swadaya Masyarakat Dalam Rangka Menyukseskan Pamsimas i di Kabupaten Bungo Provinsi Jambi" menggunakan metode kualitatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat partisipasi dan kemandirian masyarakat dalam meningkatkan akses air bersih. Data sekunder dianalisis secara deskriptif dan dengan analisis korelasi sederhana serta regresi linier berganda untuk melihat keterkaitan antara program PAMSIMAS i dengan akses air bersih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat sangat tinggi di setiap tahapan program. Penelitian oleh (Susilawati, 2. berjudul "Analisis Partisipasi Masyarakat dalam Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat" dilakukan di Desa Bunga. Kecamatan Luwuk Utara. Kabupaten Banggai. Sulawesi Tengah. Menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif, data dikumpulkan melalui survei lapangan dan kuesioner, lalu dianalisis dengan SPSS versi Hasil menunjukkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat dalam penyediaan air minum dan sanitasi cukup tinggi dengan skor 1190, meliputi kontribusi tenaga, uang, material, pikiran, dan keterlibatan. Faktor Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 internal yang mempengaruhi partisipasi adalah jenis kelamin, jenis pekerjaan, dan tingkat pendidikan, sedangkan faktor eksternal termasuk pemerintah daerah, pengurus desa, konsultan, dan tokoh masyarakat. Program PAMSIMAS memberikan dampak positif dan diharapkan dapat direplikasi di desa lain di Kabupaten Banggai. Teori Partisipasi Partisipasi berarti peran serta seseorang atau kelompok masyarakat dalam proses pembangunan baik dalam bentuk pernyataan maupun dalam bentuk kegiatan dengan memberi masukan pikiran, tenaga, waktu, keahlian, modal dan atau materi, serta ikut memanfaatkan dan menikmati hasil -hasil pembangunan (Sumaryadi, 2. manfaat dari pengembangan yang dilakukan supaya ada kesetaraan diperoleh. Partisipasi Masyarakat Partisipasi pembelajaran yang dapat membawa perubahan kekuatan sosial melalui organisasi masyarakat (Rustiadi. Saefullhakim, & Panuju, 2. (Hamim & Sufian, 2003, p. yang menyatakan bahwa ada empat tahapan partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan untuk mengukurnya. Pelibatan masyarakat lebih lanjut dalam penelitian ini dapat dilakukan dilihat melalui empat indikator tersebut, yaitu: Sumbangan Pemikiran Masyarakat Dalam Pengambilan Keputusan. Teori partisipasi dapat pula diartikan sebagai sebuah hubungan antara masyarakat dengan sistem kekuasaan dalam proses pembangunan yang berkorelasi setara. Kondisi yang menguntungkan kedua belah pihak yang saling berinteraksi bisa juga terhubung dengan partisipasi. Semakin banyak manfaat yang diperoleh dari proses interaksi tersebut, maka akan semakin kuat relasi diantaranya (Khairuddin, 2. Kontribusi pemikiran masyarakat dalam pengambilan keputusan Artinya masyarakat terlibat aktif dalam memberikan ide atau pemikiran selama perencanaan pembangunan, pembangunan pedesaan di desa Juai, hingga melibatkan masyarakat dalam pengambilan keputusan pembangunan yang akan dilakukan. (Kariangga, 2. partisipasi masyarakat merupakan proses dimana seluruh pihak masyarakat dapat membentuk dan terlibat dalam seluruh inisiatif pembangunan. Dalam partisipasi masyarakat, pelaksanaan program diperlukan kesadaran masyarakat akan minat dan kepentingan yang sama. Untuk berhasilnya program tersebut, warga masyarakat ditutut untuk terlibat tidak hanya dalam aspek kognitif dan praktis tetapi juga Berdasarkan pandangannya partisipasi dapat dilihat dari dua hal yaitu: partisipasi dalam perencanaan dan partisipasi dalam pelaksanaan. Aktif memberikan saran berupa nomor telepon atau WhatsApp (Suryana, 2. partisipasi masyarakat merupakan suatu keterlibatan masyarakat disemua tahapan proses perkembangan yang ada di dalam suatu kelompok masyarakat, mulai dari menganalisa situasi, membuat perencanaan, melaksanakan dan mengelola, memonitor dan mengevaluasi, sampai menentukan pendistribusian JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 . Pola hidup bersih dan sehat (PHBS) . Memberikan saran pergantian pipa yang lebih besar agar airnya cepat sampai ke . Saran pemilihan lahan yang tepat untuk membangun PAMSIMAS Tenaga Sumbangan energi masyarakat untuk gotong royong artinya masyarakat dan pengelola pembangunan ikut serta dalam pelaksanaan pembangunan berupa sumbangan energi masyarakat kepada getong royong untuk mencapai pembangunan yang diinginkan Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 . Ikut PAMSIMAS . Aktif ikut PAMSIMAS gotong royong dalam hasil-hasil pembangunan Sumbangan Dana Kontribusi masyarakat dan pengelola pembangunan dapat berpartisipasi dalam pelaksanaan pembangunan dalam bentuk penyediaan dana swadaya masyarakat untuk mencapai pembangunan yang maksimal seperti yang diharapkan masyarakat. Aktif dalam iuran bulanan . Donasi PAMSIMAS Memelihara Hasil-Hasil Pembangunan. Adanya kenyataan bahwa masyarakat dan mempertahankan hasil pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah, sehingga keinginan masyarakat untuk memelihara dan memelihara pembangunan yang telah dilakukan untuk meningkatkan kebahagiaan masyarakat. Aktif membersihkan PAMSIMAS . Membersihkan filter air dan penampungan air secara berkala . Mempercepat perawatan pipa bocor Partisipasi masyarakat merupakan keterlibatan anggota masyarakat dalam pembangunan dan pelaksanaan . program atau proyek pembangunan yang dilakukan dalam masyarakat Partisipasi masyarakat memiliki ciri-ciri bersifat proaktif dan bahkan reaktif . rtinya masyarakat ikut menalar baru bertinda. , ada kesepakatan yang dilakukan oleh semua yang terlibat, ada tindakan yang mengisi kesepakatan tersebut, ada pembagian kewenangan dan tanggung jawab dalam kedudukan yang setara. Program PAMSIMAS Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 (PAMSIMAS) merupakan salah satu solusi dan program aksi Pemerintah . usat dan daera. Bank Dunia, meningkatkan penyediaan air minum, sanitasi dan peningkatan kesehatan masyarakat, khususnya dalam mengurangi penyakit diare dan penyakit yang ditularkan melalui air dan lingkungan Langkah proses ini mengajak masyarakat untuk mengidentifikasi berbagai permasalahan terkait air minum dan sanitasi, kemudian dibimbing untuk mengimplementasikan berbagai solusi dan upaya preventif, termasuk pembangunan sarana, sarana penting seperti sarana air minum dan sanitasi serta kesadaran dan kemampuan untuk hidup bersih dan sehat. Hal ini akan meningkatkan kesehatan masyarakat, terutama dengan mengurangi jumlah penyakit diare dan penyakit lain yang ditularkan melalui air dan lingkungan. Kegiatan program PAMSIMAS meliputi kegiatan pemberdayaan masyarakat dan pengembangan kelembagaan lokal. gaya hidup bersih dan sehat. penyediaan air rumah tangga dan pekerjaan sanitasi umum. peningkatan kapasitas anggota PAMSIMAS melalui pelatihan dan pendampingan teknis. Selanjutnya. Soemirat mengungkapkan bahwa sanitasi adalah usaha kesehatan masyarakat yang menitikberatkan pada pengawasan terhadap berbagai faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor: 965/MENKES/SK/XI/1992, pengertian sanitasi adalah segala upaya yang dilakukan untuk menjamin terwujudnya kondisi yang memenuhi persyaratan kesehatan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sanitasi yaitu usaha untuk membina dan menciptakan suatu keadaan yang baik dibidang kesehatan, terutama kesehatan Sehingga sanitasi berarti menyehatkan lingkungan hidup terutama lingkungan fisik, yaitu tanah, air, dan udara. Prinsip-prinsip Partisipasi Adapun prinsip-prinsip partisipasi tersebut, sebagaimana tertuang dalam Panduan Pelaksanaan Pendekatan Partisipatif yang disusun oleh Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 Department for International Development (DFID) (Summampouw & Monique, 2. Cakupan. Kesetaraan dan kemitraan (Equal Partnershi. Transparansi. Kesetaraan kewenangan (Sharing Power/Equal Powershi. Kesetaraan Tanggung Responsibilit. Jawab (Sharing Kesempatan untuk berpartisipasi. Keadaan lingkungan serta proses dan struktur sosial, sistem nilai dan norma-norma yang memungkinkan dan mendorong terjadinya partisipasi sosial. Kebebasan untuk berprakarsa dan berkreasi. Lingkungan di dalam keluarga, masyarakat atau lingkungan politik, sosial, budaya yang memungkinkan dan mendorong timbul dan perseorangan atau kelompok. Pemberdayaan (Empowermen. Macam-Macam Partisipasi dalam Masyarakat Kerjasama. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam suatu program. Angell (Firmansyah, 2. menyatakanbahwa partisipasi yang tumbuh dalam masyarakat dipengaruhi oleh banyak faktor. Faktor-faktor yang mempengaruhi kecenderungan seseorang dalam berpartisipasi, yaitu: Cohen dan Uphoff dalam (Astuti, 2009, pp. membedakan partisipasi menjadi empat jenis, yaitu pertama, partisipasi dalam pengambilan Kedua, partisipasi dalam pelaksanaan. Ketiga. Dan keempat, partisipasi dalam Keempat jenis partisipasi tersebut bila dilakukan bersama-sama akan memunculkan aktivitas pembangunan yang terintegrasi secara Usia Bentuk dan Tipe Partisipasi Jenis kelamin Basrowi (Astuti, 2009, p. partisipasi masyarakat dilihat dari bentuknya dapat dibedakan menjadi dua, yaitu Aupartisipasi non fisik dan partisipasi fisikAy. Partisipasi fisik adalah partisipasi . rang usaha-usaha seperti mendirikan dan menyelenggarakan usahausaha membangun gedung-gedung untuk masyarakat, dan menyelenggarakan usaha-usaha perpustakaan berupa buku atau bentuk bantuan lainnya. Sedangkan partisipasi non fisik adalah partisipasi keikutsertaan masyarakat dalam menentukan arah dan pendidikan nasional dan meratanya animo masyarakat untuk menuntut ilmu pengetahuan melalui pendidikan, sehingga pemerintah tidak ada kesulitan mengarahkan rakyat untuk bersekolah. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Partisipasi Pekerjaan dan penghasilan Lamanya tinggal Faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam suatu program juga dapat berasal dari unsur luar/lingkungan. Menurut (Soelaiman & Holil, 1. ada 4 poin yang dapat mempengaruhi partisipasi masyarakat yang berasal dari luar/lingkungan, yaitu: Komunikasi yang intensif antara sesama warga masyarakat, antara warga masyarakat dengan pimpinannya serta antara sistem sosial di dalam masyarakat dengan sistem di luarnya. Iklim sosial, ekonomi, politik dan budaya, baik dalam kehidupan keluarga, pergaulan, permainan, sekolah maupun masyarakat dan berkembangnya partisipasi masyarakat. JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 Pada dasarnya, tidak ada jaminan bahwa suatu program akan berkelanjutan melalui partisipasi Keberhasilannya tergantung pada tipe macam apa partisipasi masyarakat dalam proses Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 penerapannya Artinya, sampai sejauh mana pemahaman masyarakat terhadap suatu program sehingga ia turut berpartisipasi. Kerangka Konseptual Gambar 1 Kerangka Konseptual suatu kasus secara mendalam, mengumpulkan informasi secara lengkap dengan menggunakan berbagai prosedur pengumpulan data berdasarkan waktu yang telah ditentukan. Kasus ini dapat berupa suatu peristiwa, aktivitas, proses, dan Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus ini dipilih karena sesuai dengan tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana dampak peristiwa Partisipasi Masyarakat Dalam Program Pengelolaan Air Minum Dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) Di Desa Juai Kecamatan Tanjung Kabupaten Tabalong. Lokasi Penelitian METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di Desa Juai Kecamatan Tanjung Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan sebagai lokasi penelitian, alasan penulis memilih lokasi penelitian ini karena ada masalah dalam Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) yang belum maksimal bermanfaat bagi masyarakat Desa Juai, selanjutnya melihat dampak program pamsimas terhadap masyarakat di Desa Juai bagi Kelangsungan hidup terhadap air Pendekatan Sumber Data Penelitian ini menggunakan metode pendekatan menggambarkan fenomena yang diteliti secara apa adanya di lapangan. Menurut (Moh, 1. , penelitian deskriptif kualitatif adalah metode untuk meneliti kelompok manusia, objek, kondisi, sistem pemikiran, atau peristiwa masa kini, dengan tujuan membuat deskripsi yang sistematis, faktual, dan akurat tentang fakta dan hubungan antar fenomena. (Sugiyono, 2. menjelaskan bahwa data kualitatif dinyatakan dalam bentuk kata, kalimat, sketsa, atau gambar. Jadi, penelitian deskriptif kualitatif menggambarkan dan mencari informasi sebanyak mungkin tentang objek penelitian. Sumber data yang peneliti gunakan adalah subyek dari mana dari mana data tersebut Sumber data dalam penelitian ini sangat penting dan dibutuhkan untuk kelancaran penelitian, sehingga diperlukan data yang bersifat objektif dan relevan. Sumber: Data diolah peneliti 2024 Jenis Penelitian Jenis penelitian kualitatif dalam penelitian ini adalah studi kasus. Studi kasus adalah suatu rancangan penelitian yang dapat dilakukan dalam berbagai bidang dimana peneliti menganalisis JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 Jenis data yang dipakai dalam penelitian ini adalah: Data Primer Lofland sumber data utama dalam penelitian kualitatif adalah kata-kata dan tindakan, selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dll. Kata-kata dantindakan merupakan sumber data yang diperoleh dari lapangan dengan mengamati dan mewawancarai (Moloeng, 2. Dari uraian diatas, untuk mendapatkan informasi langsung tentang Bentuk Partisipasi Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 Masyarakat Dalam Program Penyediaan Air Minum Dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsima. Di Desa Juai Kecamatan Tanjung Kabupaten Tabalong. Maka untuk pengumpulan data dalam penelitian ini diolah sendiri yakni data yang digunakan untuk analisis maupun untuk pembahasan hasil penelitian tentang Bentuk Partisipasi Masyarakat Dalam Program Penyediaan Air Minum Dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsima. Data Sekunder Data sekunder adalah data yang didapatkan dari sumber bacaan dan berbagai macam sumber lainnya yang terdiri dari surat Ae surat pribadi, buku-buku, sejarah singkat, notulen rapat perkumpulan, struktur organisasi, visi dan misi, laporan data dokumen resmi lainnya dari berbagai instansi pemerintahan, peneliti menggunakan data skunder ini untuk memperkuat temuan dan melengkapi informasi yang telah dikumpulkan melalui wawancara langsung dengan informan. Informan Untuk sumber informasi terdiri dari 5 orang informan yaitu. Kepala Desa Juai. Petugas Pengelola PAMSISMAS, dan 3 (Tig. orang masyarakat Desa Juai. Teknik Pengumpulan Data Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini untuk memperoleh data yang benar dan akurat guna menjawab pertanyaan penelitian adalah sebagai berikut: Wawancara Wawancara adalah percakapan antara dua orang atau lebih dimana penulis mengajukan pertanyaan kepada subjek atau sekelompok subjek penelitian untuk dijawab (Damin & Sudarwan, 2. Wawancara digunakan sebagai proses pencarian data dari sumber yang telah diidentifikasi dan dilakukan secara umum, tetapi bila dipandang perlu secara mendalam. Untuk penelitian ini dilakukan wawancara JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 dengan, kepala desa Juai. PAMSIMAS, dan masyarakat. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik wawancara tidak terstruktur dimana pewawancara tidak mengajukan pertanyaan yang telah disusun secara sistematis. Peneliti akan memberikan pertaanyaan-pertanyaan yang sesuai dengan pokok permasalahan dalam penelitian ini. Observasi Salah satu teknik pengumpulan data yang paling umum dalam penelitian kualitatif adalah observasi (Satori, 2. Proses observasi diartikan sebagai penggalian informasi dengan melihat fenomena atau gejala dilapangan. Untuk mengumpulkan data penelitian, penulis akan secara langsung melihat, mendengar, merasakan, dan mengetahui keberadaan objek, situasi, konteks, dan maknanya dalam penelitian ini. Peneliti melibatkan diri secara langsung dalam kegiatan dengan mengamati aspek-aspek PAMSIMAS. PAMSIMAS dalam aspek pemberdayaan masyarakat sebagai bentuk pengembangan organisasi kepengurusan program PAMSIMAS, partisipasi masyarakat, saran dan prasarana program PAMSIMAS di Desa Juai Kecamatan Tanjung Kabupaten Tabalong mengunjungi kantor atau terjun ke masyarakat sekitar lokasi program tersebut. Jenis observasi yang akan diterapkan dalam penelitian ini adalah partisipasi pasif dimana peneliti hanya melakukan pengamatan tanpa ikut terjun dalam kegiatan narasumber. Observasi digunakan untuk mengamati Bentuk Partisipasi Masyarakat Dalam Program Penyediaan Air Minum Dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) Di Desa Juai Kecamatan Tanjung Kabupaten Tabalong. Dokumentasi Dokumentasi menganalisis dan membaca fenomena pada dokumen yang dapat membantu menjelaskan masalah penelitian. Metode ini digunakan untuk Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 menjelaskan data yang diperoleh melalui wawancara atau observasi. (Sugiyono, 2. dokumentasi merupakan suatu cara yang digunakan untuk memperoleh data dan informasi dalam bentuk arsip, buku, dokumen, tulisan, angka dan gambar yang berwujud laporan serta keterangan yang dapat mendukung penelitian. Lebih lanjut menurut (Mardawani, 2020, p. dokumentasi merupakan metode pengumpulan data dengan cara mencermati dan menganalisis dokumen yang dibuat oleh subyek sendiri atau orang lain untuk penelitian. Dalam penelitian ini dokumentasi akan dibuat dalam bentuk foto peneliti dengan narasumber sebagai bukti telah melakukan wawancara yang bertujuan untuk mendukung penelitian. Teknik Analisis Data Menurut Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian adalah teknik analisa data model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi data Ae data reduction, display, dan conclusion drowing atau veryfication (Sugiyono, 2. Data penelitian ini diperoleh dari hasil wawancara, observasi dan Sesuai dengan jenis penelitian di atas, maka peneliti menggunakan model interaktif dari (Huberman. Miles, & Saldana, 2. untuk menganalisis data hasil penelitian. Aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus-menerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh. Adapun model interaktif yang dimaksud sebagai berikut: Gambar 2 Komponen Komponen Analisis Data: Model Interaktif Sumber: Miles & Huberman dan Saldana . 4 :. Pengumpulan Data JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 Dalam penelitian kualitatif pengumpulan data dengan observasi, wawancara mendalam Pengumpulan data dilakukan berhari-hari, mungkin berbulan-bulan sehingga data yang diperoleh akan banyak. Pada tahap awal peneliti melakukan penjelajahan secara umum terhadap objek yang diteliti, semua yang dilihat dan didengar direkam semua. Dengan demikian peneliti akan memperoleh data yang sangat banyak dan bervariasi Reduksi Data Reduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dan mencari tema beserta Dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas, mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya dan mencari bila diperlukan Penyajian Data Penyajian data merupakan langkah utama yang kuat dalam menganalisa data secara kualitatif, ini dimaksud untuk menampilkan sekumpulan informasi yang telah tersusun sehingga dapat memberikan pemahaman tentang apa yanh terjadi dan fenomena yang Dengan penyajian data yang diharapkan mampu memberikan adanya kemungkinan penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan selanjutnya. Penarikan Kesimpulan Kegiatan analisis ketiga ini begitu penting untuk menarik kesimplan, dari awal pengmpulan data, seorang penganalisa kualitatif mulai mencari arti benda-benda, menctat keteraturan penjelasan, konfigurasikonfigurasi yang mungkin alur sebab akibat dan proposisi, kesimpulan-kesimpulan AufinalAy mungkin tidak muncul sampai pengumpulan data terakhir, tergantung kepada besarnya kesimpulan-kesimpulan penyimpanan dan metode pencarian uang yang Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 di gunakan, kecakapan peneiti dan tuntunantuntunan pemberi. HASIL DAN PEMBAHASAN Temuan Penelitian Sumbangan Pemikiran Pada Indikator pertama, sumbangan pemikiran bertujuan untuk keberhasilan bentuk partisipasi masyarakat dalam kebijakan mensyaratkan agar partisipan mengetahui apa yang harus dilakukan, dimana yang menjadi tujuan dan sasaran kebijakan harus ditransmisikan kepada kelompok sasaran . arget grou. , sehingga akan mengurangi distorsi partisipasi maka Indikator partisipasi Program PAMSIMAS di Desa Juai Kecamatan Tanjung Kabupaten Tabalong pada pembahasan ini maksudnya adalah mengetahui sejauh mana komunikasi dibangun baik dari partisipan maupun kelompok sasaran program . Berdasarkan hasil wawancara dengan berbagai informan terkait program PAMSIMAS di Desa Juai, dapat disimpulkan bahwa partisipasi masyarakat dalam program ini mencakup berbagai aspek, termasuk sumbangan pemikiran. Komunikasi yang baik antara pengelola program, kepala desa, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam sosialisasi kondisi sanitasi, kebutuhan infrastruktur air bersih, pemilihan program PAMSIMAS, serta rencana pembangunan. Masyarakat Desa Juai aktif dalam memperjuangkan kebutuhan bersama melalui musyawarah, yang merupakan wujud demokrasi dalam pengambilan keputusan lokal. Hal ini mengindikasikan bahwa partisipasi masyarakat dalam program PAMSIMAS di Desa Juai telah mengarah pada pengelolaan yang lebih efektif dan berkelanjutan terhadap sarana air minum dan sanitasi, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya kebersihan dan kesehatan masyarakat. Tenaga JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 Pada Indikator kedua, tenaga yang dimaksud apabila partisipan kekurangan tenaga untuk melaksanakan, maka partisipasi tidak akan berjalan efektif. Tenaga tersebut dapat berwujud sumber daya manusia. Berdasarkan hasil wawancara terhadap semua informan tersebut dapat disimpulkan bahwa, dalam indikator tenaga terkait partisipasi Program PAMSIMAS di Desa Juai Kecamatan Tanjung Kabupaten Tabalong sudah cukup berpartisipasi, ini dibuktikan dengan aspek terkait perilaku hidup bersih dan sehat di masyarakat, infrastruktur air minum dan sanitasi, usulan masyarakat dengan respon di semua pihak informan telah terakomodir dan dilakukan sesuai dengan semestinya terhadap jalannya proses Program PAMSIMAS walau ada beberapa kendala terkait tidak samanya kualitas air di salah satu tandon penampung air dikarenakan belum ditambahnya alat filter air, yang dimana telah dijelaskan oleh (Hamim & Sufian, 2003, p. terkait tenaga yang harus sesuai. Sumbangan Dana Pada Indikator ketiga, sumbangan dana merupakan watak dan karakteristik yang dimiliki oleh partisipan, seperti komitmen, kejujuran, sifat demokratis. Apabila partisipan memiliki sumbangan dana yang baik, maka partisipan tersebut dapat menjalankan kebijakan dengan baik seperti apa yang diinginkan oleh pembuat Ketika partisipan memiliki sikap atau perspektif yang berbeda dengan pembuat kebijakan, maka proses partisipasi kebijakan juga menjadi tidak efektif. Berdasarkan hasil wawancara terhadap semua informan tersebut dapat disimpulkan bahwa, dalam indikator sumbangan dana terkait partisipasi Program PAMSIMAS di Desa Juai Kecamatan Tanjung Kabupaten Tabalong dibuktikan dengan beberapa pemenuhan Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 aspek yang di wawancarakan terhadap semua pihak informan dengan terpenuhinya keinginan masyarakat dalam adanya pembangunan PAMSIMAS sebaga sarana sanitasi dan air minum juga partisipasi PAMSIMAS di Desa Juai serta pihak Aparat Desa dan Pengelola sebagai mengakomodir keinginan dan ajakan demokratis, sebagaimanna dijelaskan oleh (Hamim & Sufian, 2003, p. terkait indikator sumbangan dana dengan watak dan karakteristik yang dimiliki oleh partisipan, seperti komitmen, kejujuran, sifat demokratis. Apabila partisipan memiliki sumbangan dana yang baik, maka partisipan tersebut dapat menjalankan kebijakan dengan baik seperti apa yang diinginkan oleh pembuat kebijakan. Memelihara Hasil Pembangunan Hasil dari wawancara Peneliti kepada Informan dengan menggunakan Indikator memelihara hasil-hasil pembangunan terhadap partisipasi Program PAMSIMAS di Desa Juai terkait keinginan masyarakat PAMSIMAS, untuk mengetahui hal ini wawancara dengan Informan. Berdasarkan hasil wawancara terhadap semua informan tersebut dapat disimpulkan bahwa, dalam indikator memelihara hasilhasil pembangunan terkait partisipasi Program PAMSIMAS di Desa Juai Kecamatan Tanjung Kabupaten Tabalong sudah berpartisipasi, ini dibuktikan dengan beberapa pemenuhan aspek yang di wawancarakan terhadap semua pihak informan dengan bukti kewenangan Pemerintah Desa Juai yang sudah sesuai prosedur terdiri dari rencana kerja, pembangunan sesuai hasil musyawarah hingga pemanfaatan dana desa untuk pembelian alat cadangan sebagai alternatif rencana kedepan, sebagaimana dijelaskan oleh (Hamim & Sufian, 2003, p. Pembahasan JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 Berdasarkan semua hasil dari wawancara ke 5 . informan dengan menggunakan 4 . Indikator Keberhasilan atau Kegagalan Partisipasi Kebijakan Program dari (Hamim & Sufian, 2003, . yang terdiri dari Sumbangan pemikiran. Tenaga. Sumbangan dana dan Memelihara hasilhasil pembangunan dapat terwujud Bentuk Partisipasi Masyarakat Dalam Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) di Desa Juai Kecamatan Tanjung Kabupaten Tabalong sudah berpartisipasi, yang di buktikan sebagai berikut: Pertama, yang dimaksud oleh (Hamim & Sufian, 2003, p. tentang masyarakat terlibat aktif dalam memberikan ide atau pemikiran selama perencanaan pembangunan, seperti dalam proses perencanaan pembangunan pedesaan di desa Juai, hingga melibatkan masyarakat dalam pengambilan keputusan pembangunan yang akan dilakukan. Tujuan dan sasaran kebijakan harus ditransmisikan kepada kelompok sasaran . arget grou. , melalui hal itu respon pihak informan yaitu Kepala Desa Juai dan Pengelola PAMSIMAS Desa Juai terkait komunikasi sudah memfasilitasi dan melaksanakan sosialisasi program melalui forum musyawarah desa serta mampu menghasilkan solusi terkait seberapa penting di bangunnya PAMSIMAS di wilayah Desa Juai serta respon masyarakat Desa Juai yang hadir dan mengerti titik masalah mengapa Program PAMSIMAS itu terpilih untuk di bangun, maka dengan media forum musyawarah sebagai bentuk komunikasi menyeluruh. Kedua yang dimaksud oleh (Hamim & Sufian, 2003, p. tentang partisipasi berupa tenaga, dalam penelitian yang dilakukan sudah terpenuhi dengan baik, ini berdasarkan hasil wawancara terhadap semua informan dilihat melalui aspek terkait perilaku hidup bersih dan sehat di masyarakat, kebutuhan masyarakat terhadap infrastruktur air minum dan sanitasi, usulan masyarakat terhadap infrastruktur, pembangunan direncanakan bersama masyarakat dengan respon di semua pihak informan telah terakomodir dan dilakukan sesuai dengan semestinya terhadap jalannya proses Program PAMSIMAS walau ada beberapa kendala terkait tidak samanya kualitas air Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 di salah satu tandon penampung air dikarenakan belum ditambahnya alat filter air. Sehingga berdasarkan hal tersebut Peneliti mendukung jurnal dari penelitian terdahulu oleh (Ibal & Abu bakar, 2. melakukan penelitian yang berjudul AoAoPartisipasi Masyarakat dalam Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) Tahun 2022 di Desa Batu Putih Kabupaten Konawe SelatanAoAo. Pelaksannaan Program PAMSIMAS di Desa cukup Batu Putih Kabupaten Konawe Selatan berhasil baik ditinjau dari pemanfaatan sumberdaya. Komunikasi yang ada dalam pelaksanaan pamsimas cukup baik baik dilihat dari saluran komunikasi yang ada, dan kecenderunganindividu bersikap positif dan partisipatif dalam mendukung pelaksanaan program Pamsimas. Halhal yang mendukung adalah komunikasi yang berjalan baik, tanggapan masyarakat yang baik dan partisipatif, pemberdayaan sumber daya yang optimal baik SDM, kewenangan maupun informasi yang ada. Ketiga, yang dimaksud oleh (Hamim & Sufian, 2003, p. tentang terkait indikator sumbangan dana yang merupakan gambaran watak dan karakteristik yang dimiliki oleh partisipan, seperti komitmen, kejujuran, sifat demokratis, dilihat melalui beberapa pemenuhan aspek yang di wawancarakan terhadap semua pihak informan dengan terpenuhinya keinginan masyarakat dalam adanya pembangunan PAMSIMAS sebaga sarana sanitasi dan air minum juga partisipasi masyarakat dalam pembangunan PAMSIMAS di Desa Juai serta pihak Aparat Desa dan Pengelola sebagai mengakomodir keinginan dan ajakan partisipasi pembangunan secara demokratis. Dalam hal ini peneliti kurang sependapat dengan jurnal penelitian terdahulu oleh (Sufriadi & Zakaria, 2. melakukan penelitian dengan judul AoAoPartisipasi Masyarakat dalam Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) di Kabupaten Aceh JayaAoAo. Hasil penelitian ini dinilai dari indikator yang terdiri dari . standar dan sasaran kebijakan sudah memiliki standar yang jelas namun proses JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 partisipasinya belum tepat. sumber daya manusia dan sumber daya keuangan belum tersedia sesuai kebutuhan. Karakteristik organisasi pelaksana sesuai dengan karakteristik telah mengetahui tanggung jawab dan tugas masingmasing. Belum optimalnya sikap pelaksana karena badan pengelola PAMSIMAS belum menjalankan tugasnya dengan baik, seperti pemeriksaan prasarana dan pembayaran iuran kepada masyarakat. kondisi ekonomi, sosial & politik. Belum maksimal karena masih kurang dan sosialisasi belum merata, berbeda dengan hasil yang diperoleh peneliti dalam Program PAMSIMAS di Desa Juai Kecamatan Tanjung antara partisipan dan Kelompok Sasaran Target saling bersinegri sehingga membentuk ssuatu komunikasi kesepakatan tujuan. Keempat. Indikator memelihara hasil-hasil pembangunan terhadap partisipasi Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (PAMSIMAS) di Desa Juai Kecamatan Tanjung Kabupaten Tabalong dikategorikan berpartisipasi yang dilihat melalui beberapa pemenuhan aspek yang di wawancarakan terhadap semua pihak informan dengan bukti kewenangan Pemerintah Desa Juai yang sudah sesuai prosedur terdiri dari rencana kerja, pembangunan sesuai hasil musyawarah hingga pemanfaatan dana desa untuk pembelian alat cadangan sebagai alternatif rencana kedepan. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan temuantemuan di lapangan mengenai Bentuk Partisispasi Masyarakat Dalam Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) di Desa Juai Kecamatan Tanjung Kabupaten Tabalong berupa: Sumbangan pemikiran Tenaga Sumbangan dana Memelihara hasil-hasil pembangunan SARAN Berdasarkan hasil kesimpulan diatas, maka untuk Bentuk Partisipasi Masyarakat Dalam Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 Program Penyediaan Air Minum Dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) Di Desa Juai Kecamatan Tanjung Kabupaten Tabalong dapat terus berjalan denga baik dan berkelanjutan, maka kiranya peneliti menyampaikan beberapa saran terkait hal tersebut, diantaranya: Sumbangan Pemikiran : Aktif memberikan saran berupa nomor telepon atau WhatsApp Memberikan saran kualitas pipa dan pipa kurang besar Memberikan saran air kurang deras agar Tenaga: Ikut serta dalam pembangunan PAMSIMAS Aktif ikut gotong royong dalam memelihara hasil-hasil pembangunan PAMSIMAS Sumbangan Dana: Aktif dalam iuran bulanan Donasi sukarela untuk kemajuan PAMSIMAS Memelihara hasil-hasil pembangunan: aktif membersihkan lokasi dan jalan menuju PAMSIMAS membersihkan filter air dan kolam penampungan air secara berkala Mempercepat perawatan pipa bocor DAFTAR PUSTAKA