Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual ISSN : 2746-4814 Vol 5. No 2. Juli 2024 PENGARUH ILUSTRASI DALAM PENYAMPAIAN DAN PENERIMAAN KHOTBAH DI JEMAAT GKI BETLEHEM ANJAREUW KLASIS BIAK SELATAN Sientje Latuputty STFT GKI I. Kijne Jayapura sienty2003@yahoo. Friska Saria Sihombing STFT GKI I. S Kijne Jayapura friskasarias@gmail. ABSTRAK Dalam gereja Protestan. Luther mengatakan khotbah menempati bagian yang termulia dan terutama dari tiap-tiap kebaktian. Di dalam gereja Evangelis (Injil. juga khotbah itu mempunyai tempat yang sentral, karena tugas gereja yang utama adalah mengabarkan firman Tuhan di dalam dunia. Selain itu bahasa khotbah yang mudah dimengerti dengan tambahan ilustrasi juga penting dalam sebuah khotbah, di mana bahasa yang sederhana dan ilustrasi dapat mencuri perhatian dan konsentrasi pendengar sehingga mendukung sampainya firman Tuhan bagi jemaat. Khotbah berilustrasi menuai banyak pro dan kontra. Begitu juga kenyataan yang terjadi di jemaat GKI Betlehem Anjareuw Klasis Biak Selatan. Ada jemaat yang senang dengan ilustrasi dan ada juga yang tidak senang. Mereka berpendapat jika ilustrasi yang disampaikan dapat menyenangkan hati atau dimengerti apabila sesuai dengan isi khotbahnya ada juga yang berpendapat bahwa ilustrasi tidak menyenangkan hati atau tidak dimengerti karena tidak sesuai dengan khotbah. Oleh sebab itu pertanyaan dari penelitian ini adalah apa itu ilustrasi khotbah dan apa pengaruh ilustrasi dalam penyampaian dan penerimaan khotbah. Metodologi yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. ilustrasi khotbah adalah penjelasan yang dapat berupa suatu gambaran, cerita-cerita pendek, contoh, perumpamaan, dan lelucon yang diambil dari kehidupan sehari-hari yang dinilai memiliki hubungan dengan firman Tuhan. Pengaruh ilustrasi khotbah dalam penyampaian khotbah adalah dapat menarik perhatian jemaat dan mempermudah memahami firman Tuhan. Kata kunci: Khotbah. Ilustrasi. GKI Betlehem Anjereuw. Pengaruh. Penyampaian ABSTRACT In the Protestant church. Luther said the sermon occupies the noblest and most important part of every In the Evangelical church, the sermon also has a central place, because the main task of the church is to preach the word of God in the world. In addition, easy-to-understand sermon language with additional illustrations is also important in a sermon, where simple language and illustrations can steal the attention and concentration of listeners so as to support the delivery of God's words to the congregation. Illustrated sermons have many pros and cons. Such is the reality in the congregation of GKI Betlehem Anjareuw Klasis South Biak. There are congregants who are happy with the illustrations and some are not happy. They argue if the illustrations delivered can be pleasing to the heart or understandable if in accordance with the content of the sermon there are also those who argue that the illustrations are not pleasing to the heart or not understandable because it is not in accordance with the sermon. Therefore, the question of this research is what are sermon illustrations and what is the influence of illustrations in the delivery and reception of The methodology used is descriptive qualitative research. sermon illustrations are explanations that can be in the form of a picture, short stories, examples, parables, and jokes taken from everyday life that are considered to have a relationship with the word of God. The effect of sermon illustrations in the delivery of sermons is that they can attract the attention of the congregation and make it easier to understand God's words. Keywords: Sermon. Illustration. GKI Betlehem Anjereuw. Influence. Delivery PENDAHULUAN Dalam gereja Protestan. Luther mengatakan khotbah menempati bagian yang termulia dan terutama dari tiap-tiap kebaktian. 1 Di dalam gereja Evangelis (Injil. juga khotbah itu mempunyai tempat yang sentral, karena tugas gereja yang utama adalah mengabarkan firman Tuhan di dalam dunia. Sesuai dengan tujuan khotbah yaitu supaya orang menjadi percaya . dan diselamatkan. Oleh sebab itu, setiap pengkhotbah bertanggung jawab atas khotbah yang disampaikannya baik di hadapan Tuhan maupun kepada gereja yang telah memanggilnya sebagai pemberita. Dalam menyampaikan khotbah terdapat banyak hal harus diperhatikan demi sampainya pesan firman Tuhan bagi jemaat seperti kondisi pendengar, teknik membaca khotbah, ekspresi, alat peraga, bahasa isyarat, komunikasi, dan menjadi diri sendiri selama berkhotbah. 3 Selain itu bahasa khotbah yang mudah dimengerti dengan tambahan ilustrasi juga penting dalam sebuah khotbah, di mana bahasa yang sederhana dan ilustrasi dapat mencuri perhatian dan konsentrasi pendengar sehingga mendukung sampainya firman Tuhan bagi Kenyataannya salah satu aspek pendukung dalam khotbah yaitu ilustrasi khotbah sering menjadi perbincangan setelah ibadah selesai. Khotbah berilustrasi menuai banyak pro dan kontra. Begitu juga kenyataan yang terjadi di jemaat GKI Betlehem Anjareuw Klasis Biak Selatan. Ada jemaat yang senang dengan ilustrasi dan ada juga yang tidak senang. Mereka berpendapat jika ilustrasi yang disampaikan dapat menyenangkan hati atau dimengerti apabila sesuai dengan isi khotbahnya ada juga yang berpendapat bahwa ilustrasi tidak menyenangkan hati atau tidak dimengerti karena tidak sesuai dengan khotbah. Karena tanggapan warga jemaat itu penulis merasa penting untuk menganalisis seberapa penting pengaruh ilustrasi dalam khotbah menurut pandangan pelayan firman serta jemaat. Fokus Penulisan Fokus penelitian dalam tulisan ini adalah menyelidiki apa pengaruh ilustrasi dalam penyampaian dan penerimaan khotbah. Rumusan Masalah . Apa itu ilustrasi khotbah? . Apa pengaruh ilustrasi dalam penyampaian dan penerimaan khotbah ? Tujuan Penulisan . Untuk mengetahui apa itu ilustrasi khotbah Untuk menganalisa pengaruh ilustrasi dalam penyampaian dan penerimaan khotbah METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini penulis akan memakai jenis penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif adalah salah satu pendekatan untuk menggali . dan memaknai data berasal dari individu atau kelompok sosial dengan menggunakan kata-kata. 5 Penelitian ini bersifat deskriftif dan menggunakan analisis secara Rothlisberger. Homiletika. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1978, cet. ke-3, hal. Ibid. , hal. 5, 20, 27. Thomas Eny Marsudi. Khotbah Itu Indah Khotbah Itu Mudah. Yogyakarta: Gloria Grafika, 2010, hal. Dori Wuwur Hendrikus. Berkhotbah: Suatu Petunjuk Praktis. Flores: Nusa Indah, 1989, hal. 73, 81. Husaini Usman. , et. Metodologi Penelitian Sosial. Jakarta: Bumi Aksara, 2017, hal. Penulis memilih jenis penelitian ini karena penulis hendak mendeskripsikan pengalaman pendengar . arga jemaa. ketika ilustrasi dipakai untuk menjelaskan bagian tertentu dalam khotbah. Lokasi Penelitian dan Waktu Penelitian Lokasi yang dipilih penulis untuk memperoleh data dilakukan di jemaat GKI Betlehem Anjareuw Klasis Biak Selatan. Waktu penelitian dilakukan mulai tanggal 3-21 Mei 2023. Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah pendeta, sekretaris jemaat, majelis urusan Pemberitaan Injil, majelis urusan Pembinaan Jemaat, dan anggota jemaat. Anggota jemaat yang dipilih sebanyak 10 orang per rayon. Karena GKI Betlehem Anjareuw memiliki 2 rayon maka total narasumber yang diwawancarai adalah 24 orang. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang dipakai penulis dalam melakukan penelitian ini ada dua yaitu observasi dan wawancara. Observasi adalah pengamatan dan pencatatan yang sistematis terhadap gejala yang diteliti. Penulis memakai jenis observasi pastisipatif yaitu observer yang terlibat langsung secara aktif dalam objek yang diteliti dengan ikut serta dalam ibadah-ibadah di jemaat GKI Betlehem Anjareuw dan mengamati respons jemaat pada saat ilustrasi disampaikan. Wawancara adalah tanya jawab lisan antara dua orang atau lebih secara langsung. Wawancara ini berguna untuk mendapatkan data dari warga jemaat terkait seberapa dalam ilustrasi mengantarkan mereka ke pengertian firman Tuhan bagi kehidupan sehari-hari. Dalam penelitian ini, penulis memakai jenis wawancara terpimpin. Analisis Data Yang dimaksud dengan analisis data adalah adalah kegiatan analisis mengkategorikan data untuk mendapatkan pola, hubungan, tema, menaksirkan apa yang bermakna, serta menyampaikan atau melaporkannya kepada orang lain yang berminat. 7 Ada beberapa langkah yang akan dipakai penulis dalam menganalisis data yaitu: Reduksi Data Setelah data dari lapangan diperoleh maka data langsung diketik dengan rapi, terinci, dan Kemudian data yang diperoleh akan direduksi . dengan memilih hal-hal pokok yang sesuai dengan fokus penelitian setelah itu temanya dicari. Dengan demikian data akan dikelompokkan sesuai dengan temanya dan memberikan gambaran bagi penulis. Simpulan dan Penyajian Data Setelah data direduksi dan dikelompokkan berdasarkan pola, tema, model, hubungan, persamaan, dan hal-hal yang sering muncul selanjutnya penulis menyajikan data berupa kesimpulan berdasarkan data yang didapat. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilaksanakan di GKI Betlehem Anjareuw Klasis Biak Selatan. Berikut ini sejarah terbentuk beserta gambaran umum dari jemaat GKI Betlehem Anjareuw. Setelah Perum Perumnas Sumberker membangun perumahan bagi masyarakat yang ada di Kota Biak setelah gempa bumi melanda kabupaten Biak Numfor pada tanggal 17 Februari 1996, masyarakat berbondong-bondong mendaftarkan diri untuk mendapatkan perumahan tersebut. Tidak ketinggalan warga GKI dari berbagai jemaat, seperti jemaat Silo Ambroben. Ruth Yenures. KBS Saramom. Ebenheiser Ridge dan lain-lain. Pada saat itu jumlah kepala keluarga sekitar 7 . kepala keluarga dengan jumlah jiwa kurang lebih 20 jiwa, sepakat untuk membentuk AuPersekutuan Doa. Ay Pada bulan Februari tahun 1997 Ibid. , hal. 90,93. Kalean. Metode Penelitain Kualitatif Interdisipliner. Yogyakarta: Paradigma, 2012, hal. 126,130. ibadah pertama Persekutuan Doa ini dimulai di rumah bapak Y. Rumpumbo di Blok C. Karena semakin membaiknya sarana prasarana dan kebutuhan lainnya, yang disiapkan Perum Perumnas, maka warga GKI yang berdomisili di Perumnas Sumberker semakin bertambah. Dari tahun 1998-2000 jumlah Kepala Keluarga (KK) meningkat mulai dari 7 KK menjadi 25 KK. Pada tanggal 12 Februari 2000 terbentuklah panitia pembangunan Gedung Gereja Perumnas Sumberker, yang diketuai oleh bapak Ir. Agustinus D. Tiblola pada ibadah di rumah bapak W. Nikijuluw di Blok C. Pada tahun 2000, wilayah pelayanan Perumnas Sumberker menjadi lingkungan 5 . jemaat Ottow Geisller Sumberker. Ditunjuklah Pnt. Agus Tiblola sebagai koordinator lingkungan 5 . Majelis jemaat pertama yang melayani pelayanan firman Tuhan di Perumnas Sumberker sebanyak 3 orang yaitu. Pnt A. Tiblola. Pnt L. Dumanauw, dan Pnt. Simanjuntak yang dilantik oleh Pdt. Sitaniapessy pada 15 Juni Setelah terbentuk panitia pembangunan gedung Gereja Perumnas pada tanggal 12 Februari 2000 dengan dana Rp. 000,- ditambah partisipasi warga GKI Perumnas, maka disepakati tanggal 27 Januari 2001 dilaksanakan peletakan batu pertama pembangunan Gereja Perumnas Sumberker. Dihadiri oleh Bupati Biak Numfor (Obet Albert Sroyer. BRE), kepala bagian keuangan Setda Biak Numfor (A. Kafiar. SE) selaku donator tetap pembangunan gereja Perumnas, ketua Klasis GKI Biak Selatan, ketua-ketua jemaat dan undangan lainnya. Saat itu secara spontan bupati Biak Numfor menyumbang dana sebesar Rp. 000,Pembangunan fisik gedung gereja Perumnas berukuran 20my12m . mA) dengan luas tanah A 500mA. Pembangunan gereja Perumnas mulai dikerjakan tanggal 5 Maret 2001 dengan kepala tukang saudara Panus dibantu oleh 5 orang pembantu tukang. Biaya diperoleh dari sumbangan donatur, sumbangan iuran warga jemaat, dan partisipasi dari beberapa instansi terkait. Selama pembangunan Gedung Gereja dilaksanakan, maka majelis lingkungan 5 . melihat bahwa sebagian besar warga tidak dapat mengikuti ibadah Minggu pagi dan ibadah-ibadah lainnya yang dibuat di Gereja Ottow Geisler Sumberker, hal ini disebabkan karena jarak antara Perumnas dan gereja yang cukup jauh . ,5 K. Pada tanggal 15 Juni 2000 kegiatan pelayanan ibadah Minggu pagi di Lingkungan 5 . Perumnas Sumberker dilaksanakan di salah satu ruangan Sekolah Dasar Negeri Perumnas. Sedangkan pelayanan firman dari majelis jemaat lingkungan 5 . (Pnt. Tiblol. dan majelis jemaat Ottow Geissler Sumberker, kemudian ditambah seorang hamba Tuhan yaitu Pnt. Wospakrik sehingga majelis yang ada berjumlah 4 . orang (Pnt. Dumanauw. Pnt. Simanjuntak, dan Pnt. Tiblol. Kegiatan pelayanan ibadah Minggu pagi tetap dilaksanakan di Sekolah Dasar Perumnas dan sekaligus juga pelayanan perdana Sakramen Perjamuan Kudus, yang dipimpin oleh Pdt. Alex Womsiwor. Th. Oleh karena penambahan siswa pada SD Negeri Perumnas, sehingga tidak memungkinkan digunakan ruang untuk kegiatan ibadah Minggu pagi, maka atas persetujuan warga jemaat dan majelis jemaat, maka pada tanggal 11 Agustus 2003 pelayanan ibadah Minggu pagi dan kegiatan lainnya dipindahkan ke Gedung gereja yang sementara dibangun dan ibadah pertama dipimpin oleh Pdt. Taidi. Th. Gedung gereja selesai dibangun dan diresmikan pada tanggal 27 Juni 2006. Pada tanggal itu juga ditetapkan sebagai hari ulang tahun gereja dalam sidang jemaat. Pada tahun 2006 pula bakal jemaat GKI Betlehem Anjareuw ditetapkan menjadi jemaat mandiri yakni pada tanggal 3 Desember 2006. Adapun suku-suku yang ada di jemaat GKI Betlehem Anjareuw yaitu suku Biak. Serui, suku-suku dari Jayapura. Toraja. Ambon. Batak. Dayak. Manado, dan Jawa. Sedangkan pekerjaan warga jemaat sudah bervariasi seperti ASN (Aparatur Sipil Negar. , wiraswasta, dan TNI/POLRI. Latar belakang pendidikan warga jemaat rata-rata tamat SMA. S-1. S-2. Karena lokasi GKI Betlehem Anjareuw ini berada di Perumnas Sumberker, maka lokasinya berada sedikit jauh kota. Lokasi Gereja ini sangat mudah diakses karena berada di pinggir jalan. Lampiran Materi Sidang Jemaat Ke-XVi Jemaat GKI Betlehem Anjareuw 2020 yang diperoleh dari sekretaris jemaat bapak Sym. Edi Yanto. Ibid. Ibid. Ibid. Ibid. Wawancara dengan sekretaris jemaat bapak Sym. Edi Yanto, tanggal 30 Mei 2023, melalui telepon seluler. DESKRIPSI HASIL PENELITIAN Wawancara dilakukan penulis untuk menggali informasi dengan mewawancarai narasumber yakni 1 . Pendeta, 3 (Tig. Majelis Jemaat, 5 . PKB (Persekutuan Kaum Bapa, 5 . PW (Persekutuan Wanita, 10 . PAM (Persekutuan Anggota Mud. Nama-nama narasumber yang diwawancarai oleh Penulis yaitu Pdt. Agustina Kubiari. Th (AK). Yefraim Hohary (YH). Albert Noch Siwi (ANS). Edi Yanto (EY). Erlin Pattiwael (EP). Berlin Palulun (BP). Laura (L). Yenni Rumapa (YR). Berta Tasin (BT). Corneles Andemora (CA). Hilman Simarmata (HS). Kitler Aruan (KA). Corneles Andemora (CA). Raycent Rajagukguk (RR). Edward Wospakrik (W). Ana Kele (AK). Guntur Womsiwor (GW). Junus Rijoli (JR). Brian (B). Oni D. Rumansara (OR). Justin Simanjuntak (JS). Gabrielia (G). Stevani Pricilia (SP), dan Kansaina (K). HASIL WAWANCARA Tanggapan warga jemaat terhadap khotbah yang menggunakan contoh atau gambaran untuk menjelaskan firman Tuhan. Dari hasil wawancara di atas menunjukkan bahwa narasumber pernah bahkan sering mendengar ilustrasi pada waktu mendengarkan khotbah, baik itu khotbah yang disampaikan oleh pendeta atau majelis jemaat. Ada satu narasumber yang menjawab bahwa dia tidak pernah mendengar ilustrasi dalam khotbah yang didengarnya. Tanggapan warga jemaat tentang khotbah berilustrasi Dari hasil wawancara dari dua puluh narasumber di atas menunjukkan bahwa lebih banyak narasumber yang menyukai khotbah berilustrasi. Dengan ilustrasi mereka menjadi lebih paham, tidak bosan, dan tidak mudah melupakan khotbah. Lain dengan tanggapan saudara OR, ia terkadang tidak menyukai ilustrasi karena ilustrasi khotbah dipakai untuk menyinggung kenakalannya. Saudari AK juga dengan jelas mengatakan bahwa ia tidak menyukai ilustrasi khotbah, ia beralasan bahwa ilustrasi yang digunakan pengkhotbah terlalu panjang dan ilustrasinya tidak sesuai dengan pembahasan. Menurutnya ilustrasi yang dipakai harus singkat dan jelas. Bapak RR juga hampir sama ia terkadang tidak menyukai ilustrasi karena lari dari pokok khotbah atau tidak sesuai. Tanggapan warga jemaat mengenai bantuan ilustrasi bagi pemahaman pokok-pokok Dari tanggapan narasumber di atas menunjukkan bahwa ilustrasi khotbah dapat membantu mereka untuk memahami pokok-pokok khotbah. Mereka berpendapat bahwa ilustrasi dapat menyentuh perasaan mereka, ilustrasi dapat mengantar mereka untuk masuk dalam perenungan, membantu untuk tetap fokus mendengar khotbah, dan membantu untuk mengerti . Tanggapan warga jemaat tentang ilustrasi sebagai pengingat bagi pokok-pokok Dari hasil wawancara dengan narasumber di atas terlihat bahwa ilustrasi khotbah dapat berfungsi untuk mengingat kembali khotbah meski pun khotbah telah lama didengar. Mereka berpendapat seperti demikian karena ilustrasi itu telah mereka rasakan di dalam kehidupan mereka setiap hari. Jadi dengan mengalami kejadian-kejadian yang telah dialami mereka, itu mengingatkan mereka kembali akan firman Tuhan. Tanggapan warga jemaat terkait daya tarik ilustrasi khotbah dalam penyampaian Dari hasil wawancara dengan narasumber di atas menunjukkan bahwa ilustrasi khotbah memiliki daya tarik tersendiri bagi mereka. Mereka pada umumnya berpendapat bahwa khotbah akan semakin menarik apabila ada ilustrasinya. Mereka paling banyak berpendapat bahwa ilustrasi dapat menghilangkan rasa bosan pada waktu mendengarkan khotbah yang Sedangkan narasumber bapak HS dan CA menyukai ilustrasi tetapi dengan syarat tertentu yang harus dipenuhi dalam menyampaikan ilustrasi khotbah. Syaratnya yaitu penekanan ilustrasi harus tetap kepada inti khotbah, jangan lari jauh dari khotbah, dan pengkhotbah harus mampu membawakan ilustrasi dengan baik supaya pendengar menjadi tertawa. Pendapat warga jemaat tentang ilustrasi yang berasal dari kehidupan sehari-hari. Semua narasumber berpendapat bahwa ilustrasi yang diangkat dari kehidupan sehari-hari itu Karena sesuai dengan kondisi kehidupan sehari-hari. Sedikit berbeda dengan anak-anak muda, mereka berpendapat ilustrasi yang diangkat dari kehidupan setiap hari memang baik, namun janganlah ilustrasi itu kemudian dijadikan untuk menyinggung dan mempermalukan mereka di dalam ibadah-ibadah yang ada. Tanggapan pendeta dan majelis mengenai pernah atau tidak mereka menggunakan ilustrasi dalam berkhotbah. Dari hasil wawancara dengan narasumber jemaat menunjukkan bahwa pendeta dan majelis jemaat pernah dan bahkan sering menggunakan ilustrasi dalam berkhotbah. Mereka menggunakan ilustrasi supaya warga jemaat lebih memahami apa yang disampaikan. Alasan pendeta/ majelis jemaat menggunakan ilustrasi dalam berkhotbah Berdasarkan wawancara yang dilakukan penulis, ditemukan bahwa alasan narasumber hampir sama yaitu ilustrasi dinilai adalah suatu cara dalam menyampaikan khotbah. Dengan ilustrasi khotbah jemaat dapat ditolong untuk memahami maksud firman Tuhan yang disampaikan. Kegunaan ilustrasi dalam khotbah menurut pendeta dan majelis jemaat Berdasarkan hasil wawancara di atas, kegunaan ilustrasi bagi narasumber sangat penting. Bagi semua narasumber ilustrasi berguna untuk menyederhanakan bahasa khotbah agar mudah dimengerti bagi semua kalangan warga jemaat. Penempatan ilustrasi dalam khotbah menurut kebiasaan pendeta dan majelis jemaat saat berkhotbah . i awal,di tengah, dan di akhir khotba. Dari hasil wawancara yang dilakukan, ditemukan bahwa narasumber tidak menempatkan ilustrasi hanya di salah satu bagian khotbah, melainkan ilustrasi dapat ditempatkan di mana saja seperti di awal, di tengah, dan di akhir khotbah. Ilustrasi dapat ditempatkan di mana saja jika ada kesesuaian dengan teks. Sumber ilustrasi yang digunakan oleh pendeta dan majelis jemaat dalam berkhotbah. Dari hasil wawancara, narasumber menemukan bahwa sumber ilustrasi khotbah mereka Ada yang dari buku ilustrasi, buku cerita, media massa, televisi, film, dan pengalaman hidup pribadi dan keluarga mereka. Tanggapan pendeta dan majelis jemaat mengenai ilustrasi yang berasal dari kehidupan pribadi dan keluarga. Dari hasil wawancara ditemukan bahwa narasumber sering mengambil ilustrasi dari kehidupan pribadi mereka, kendati pun demikian, mereka tidak berniat untuk menyombongkan diri. Ilustrasi yang mereka bagikan adalah pengalaman hidup bersama Tuhan, kegagalan, kesakitan, dan berkat-berkat dari Tuhan. Pengalaman-pengalaman itu mereka bagikan supaya jemaat memperoleh pengertian yang baik mengenai firman Tuhan. Pendapat pendeta dan majelis jemaat terkait ketertarikan jemaat ketika ilustrasi digunakan dalam berkhotbah. Mereka mengatakan bahwa jemaat memberikan respons yang baik terhadap ilustrasi yang mereka sampaikan. Dari pengalaman mereka ada jemaat yang mengucapkan terima kasih pada waktu ibadah berakhir. Jemaat menilai bahwa ilustrasi khotbah yang disampaikan sesuai dengan kondisi kehidupan yang dialami mereka. PEMBAHASAN Pemahaman tentang ilustrasi khotbah Berikut adalah pembahasan dari hasil wawancara yang dilakukan oleh penulis dengan pendeta, majelis jemaat, dan warga jemaat yang terlibat langsung dalam penyampaian dan penerimaan ilustrasi khotbah di jemaat GKI Betlehem Anjareuw sebagai narasumber Pembahasan berikut mengacu pada tujuan penelitian pada BAB 1. Pemahaman warga jemaat tentang ilustrasi khotbah Dari hasil wawancara yang dilakukan penulis dengan pendeta, majelis jemaat, dan warga jemaat sebagai narasumber diperoleh gambaran bahwa jemaat sudah mengetahui apa itu ilustrasi khotbah. Hal itu diketahui penulis melalui setiap pertanyaan yang diajukan dalam wawancara dengan para narasumber. Mereka memahami bahwa ilustrasi khotbah merupakan suatu bentuk cerita yang digunakan untuk mempermudah penyampaian khotbah supaya jemaat mengerti. Pemahaman tersebut sesuai dengan pendapat Wally dalam bukunya yang menyebutkan bahwa ilustrasi adalah kiasan-kiasan atau cerita-cerita singkat yang melengkapi penjelasan firman Tuhan. Dari hasil wawancara dengan narasumber, ditemukan bahwa alasan mereka memakai ilustrasi khotbah adalah supaya jemaat dapat ditolong untuk memahami maksud firman Tuhan yang Terkadang karena pembacan yang sulit narasumber menggunakan ilustrasi untuk menyederhanakan bahasa khotbah yang sulit. Hal itu sesuai dengan yang dikatakan Gintings dalam bukunya AuKhotbah dan PengkhotbahAy bahwa untuk menyederhanakan bahasa khotbah, pengkhotbah dapat memakai bahasa jemaat, seperti gambar, contoh, perumpamaan, ilustrasi yang terdapat di alam, lingkungan, pepatah, dan semboyan yang sudah dikenal masyarakat jika terdapat kecocokan. Dari hasil wawancara dengan narasumber ditemukan bahwa penempatan ilustrasi di dalam khotbah tidak menentu, ada yang di awal, di tengah, dan di akhir khotbah. Narasumber berpendapat bahwa ilustrasi di awal khotbah dapat berguna sebagai pembuka khotbah, untuk mengarahkan jemaat kepada isi khotbah. Hal itu sesuai dengan yang dikatakan Pouw dalam bukunya yang berjudul AuHomiletikaAy bahwa ilustrasi pengalaman hidup setiap hari dapat menjadi pendahuluan khotbah untuk menarik perhatian jemaat mendengarkan khotbah. Sedangkan penempatan ilustrasi di akhir khotbah narasumber berpendapat bahwa ilustrasi dapat menjelaskan apa maksud dari penjelasan yang sudah disampaikan pada tubuh khotbah. Hal itu selaras dengan apa yang disampaikan oleh Stevanus dalam bukunya AuMenyusun Khotbah yang Dinamis dan EfektifAy bahwa khotbah dapat disimpulkan dengan ilustrasi untuk menunjukkan bahwa ide-ide khotbah dapat diterapkan dalam kehidupan. Dari hasil wawancara dengan warga jemaat terbukti memang ilustrasi khotbah dapat menarik perhatian mereka untuk mendengarkan khotbah. Narasumber menyebutkan bahwa ketika pengkhotbah hendak menyampaikan ilustrasi ada rasa tertarik ingin mendengar cerita. Dari hasil penelitian kepada warga jemaat sebagai narasumber, mereka menanggapi bahwa ilustrasi yang diambil dari kehidupan sehari-hari itu baik dan mudah dimengerti. Bentuk ilustrasi yang disukai warga jemaat Dari hasil penelitian dengan warga jemaat sebagai narasumber ditemukan bahwa mereka menyukai ilustrasi yang diambil dari kehidupan sehari-hari. Ilustrasi yang diambil dari kehidupan sehari-hari dapat menyentuh perasaan narasumber karena sesuai dengan apa yang dialami setiap hari. Hal itu selaras dengan yang dikatakan Michael Shipman di dalam buku AuKhotbah Ekspositori yang berkualitasAy bahwa sebuah ilustrasi yang baik hendaknya diambil Hosea Wally. Dasar-dasar Penafsiran. Penataan dan Penyampaian Isi Alkitab dalam Khotbah dan Renungan. Jayapura: Sekolah Alkitab Malam GKI di Tanah Papua, 2003, hal. Gintings. Homiletika: Khotbah dan Pengkhotbah. Yogyakarta: ANDI, 2013, hal. Pouw. Uraian Singkat Homiletik. Bandung: Kalam Hidup, 2016, cet-17, hal. Kalis Stevanus. Menyusun Khotbah yang Dinamis dan Efektif. Yogyakarta: ANDI, 2021, hal. dari lingkungan dan kegiatan si pengkhotbah dan pendengar karena mereka sama-sama mengalami dan menyaksikan contoh itu secara pribadi serta mengenal situasinya. Menurut narasumber ilustrasi yang berasal dari pengalaman-pengalaman hidup orang lain, yang baik maupun buruknya dapat menjadi pelajaran yang gampang dimengerti. Dengan pengalaman hidup orang lain, narasumber mendapatkan contoh, gambaran, dan pandangan nyata yang dapat diterapkan. Selain itu pengalaman pribadi dari diri pengkhotbah juga dapat membuat narasumber tertarik. Sebagai contoh, di bawah ini adalah 3 . pembacaan Alkitab (Perjanjian Lama dan Perjanjian Bar. beserta ilustrasi khotbah cocok. Ilustrasi khotbah ditempatkan dalam 3 . bagian yaitu pada pembuka khotbah yang berfungsi untuk membuat jemaat fokus atau tertarik, untuk menjadi penguatan khotbah, dan ilustrasi untuk menjadi penutup khotbah. Berikut ini adalah pembacaan Alkitab beserta ilustrasi yang ditempatkan pada 3 . Contoh ilustrasi pada pembuka khotbah untuk menarik perhatian jemaat kepada tema Pembacaan Alkitab: Yohanes 4:7-16, dengan tema AuAllah itu KasihAy A Pendahuluan Dalam peribahasa Indonesia diungkapkan AuKasih Ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang Ay Arti peribahasa tersebut ialah kasih ibu tidak terhingga, tetapi kasih anak terbatas. Sungguh betapa tajam perbedaan kasih ibu dan kasih anak. Kita semua tentu bisa merasakan betapa indahnya kasih ibu itu. Jikalau kasih ibu itu indah, kasih Allah lebih indah lagi. Allah juga memiliki kasih yang tak terhingga bagi anak-anak-Nya. Contoh Ilustrasi sebagai penguatan khotbah Pembacaan Alkitab : Hosea 11:1-11 dengan tema AuKasih Allah Tak TerbatasAy Saudara-saudara, kita tentu pernah mendengar cerita rakyat Maling Kundang. Cerita tentang anak yang melupakan kebaikan ibu yang telah membesarkannya. Setelah kaya ia malu mengakui ibunya yang sudah tua dan miskin. Ibunya sudah berusaha untuk menyadarkannya, namun tetap saja Maling kundang menolak ibunya. Akhirnya kesabaran ibunya habis. Maling Kundang dikutuk jadi batu. Kesabaran ibunya sebagai manusia ada batasnya. Seperti itulah gambaran sakit hati Allah yang digambarkan Hosea pada pasal ini. Saudara-saudara khusus pada ayat 9. Hosea menggambarkan hati Allah yang penuh belas kasihan, walau kebaikan itu sering dilupakan umat-Nya. Mereka lupa Allahlah yang memanggil bangsa Israel dari Mesir, mengangkat mereka menjadi anak, memberikan mereka makan, dan menyatakan kasih-Nya. Namun, mereka membalasnya dengan mempersembahkan korban bagi Baal. Sungguh, bersyukur bahwa Tuhan bukanlah manusia. Dia tidak pernah habis kesabaran seperti ibu Maling Kundang. Seandainya Allah seperti manusia. Ia pasti akan mengutuk umat-Nya. Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, bukankah kita sering melupakan Tuhan? kita layak dihukum. Sebab, perbuatan-perbuatan baik-Nya kadang lenyap begitu saja dalam ingatan kita. Bersyukurlah sebab Allah itu tidak seperti Walaupun anak-Nya melupakan Dia. Allah tetap sabar menunggu anak-Nya . Ilustrasi sebagai penutup khotbah Pembacaan Alkitab: Markus 8:31-33 dengan tema AuRisiko Mengikut YesusAy A Penutup Khotbah Bapak/ ibu saudara/saudari yang dikasihi Tuhan. Ada sepasang kekasih waktu masih hidup susah dia sangat setia, walau tidak ada minyak goreng, makan rebus saja asal tetap bersama, tidak ada kasur untuk tidur tetapi ada koran jadi untuk alas tidur, asal selalu bersama, tidak ada makanan tidak apa-apa masih bisa ngutang ke tetangga, tidak ada rasa malu. Demi kesetiaan untuk selalu bersama. Tetapi, seiring berjalannya waktu kehidupan pun mulai berubah. Kehidupan yang dulunya berkekurangan Iswara Rintis Purwantara. Khotbah Ekpositori yang Berkualitas. Yogyakarta: ANDI, hal. menjadi berkecukupan, sudah tinggal di kota, sudah punya rumah, motor, bahkan semua yang diinginkan sudah ada. Namun dengan terpenuhinya keinginan dan cita-cita, kemudian muncul ambisi untuk memiliki barang mewah. Yang biasanya pulang sore jadi pulang malam bahkan larut malam, kemesraan yang dulunya ada pelan-pelan sirna karena ambisi duniawi. Kesetiaan yang selalu terjaga pelan-pelan menjadi tidak setia, dulunya berdua sekarang jadi sendiri-sendiri, dan kemudian akhirnya berujung pada perpisahan. Visi dan misi yang telah jadi komitmen pun sudah dilupakan. Bapa/ibu kesetiaan itu tidak gampang, kesetiaan itu membutuhkan tekat dan keseriusan. Orang yang tidak serius orang yang bermain-main dengan imannya atau keyakinannya pasti susah untuk setia kepada Tuhan, karena kesetiaan kita akan diuji bisa oleh kesakitan, kemiskinan tetapi juga berupa kekayaan dan kekuasaan dan sebagainya. Untuk itu setialah kepada Tuhan baik atau buruk keadaanmu. Amin . Sumber Ilustrasi yang digunakan dalam khotbah Dari hasil wawancara dengan narasumber, mereka mengatakan bahwa ilustrasi khotbah dapat diambil dari mana saja. Para narasumber mengatakan mereka memperoleh ilustrasi dari buku ilustrasi, buku cerita, media massa, televisi, film, dan pengalaman hidup. Namun dari hasil wawancara sumber ilustrasi yang paling sering dipakai adalah pengalaman pribadi dan keluarga mereka. Terbukti dari hasil wawancara, semua narasumber pernah menggunakan kehidupan pribadi dan keluarga sebagai ilustrasi. Hasil wawancara itu sesuai dengan salah satu jenis ilustrasi yang disebutkan oleh Sangster dalam bukunya AyThe craf of sermon ilustrationAy19 Narasumber berpendapat bahwa ilustrasi jenis pengalaman pribadi memang baik tetapi kehidupan pribadi dan keluarga haruslah benar di hadapan Tuhan, agar tidak menimbulkan protes dari jemaat. Menganalisa Pengaruh Ilustrasi dalam Penyampaian dan penerimaan Khotbah Dalam pelaksanaan wawancara dengan narasumber, penulis menemukan adanya fungsi, tujuan, dan pengaruh ilustrasi dalam penyampaian dan penerimaan khotbah dalam ibadah. Fungsi dan Tujuan Penggunaan Ilustrasi Dalam pelaksanaan wawancara dengan pendeta dan majelis jemaat sebagai pengkhotbah, ilustrasi dalam khotbah bertujuan untuk keberhasilan penyampaian khotbah. Inti pemberitaan khotbah dapat diterima oleh pendengar karena ilustrasi berguna untuk menyederhanakan bahasa khotbah agar mudah dimengerti bagi semua kalangan warga jemaat. Hal ini bermanfaat karena tingkat pendidikan yang berbeda. Ilustrasi juga dapat mengantarkan jemaat kepada jalan cerita khotbah. Selain itu, wawancara dengan warga jemaat sebagai penerima khotbah mengatakan bahwa ilustrasi merupakan daya tarik dalam mendengar kelanjutan isi khotbah dan menimbulkan semangat dalam pendengaran akan firman Tuhan. Hal tersebut di atas berkaitan dengan pendapat Vines dalam bukunya yang berjudul AuHomiletikaAy20 terdapat lima manfaat utama dari ilustrasi khotbah. Pertama, ilustrasi dapat membantu pendengar memahami hal yang dijelaskan. Kedua, ilustrasi dapat melekatkan kebenaran di dalam memori pendengar, kalau ilustrasinya sederhana dan tepat sasaran. Ketiga, ilustrasi dapat mendorong pendengar untuk menerapkan khotbah dalam Keempat, ilustrasi dapat menarik perhatian pendengar karena penuturan yang menyenangkan dan ilustrasi yang baik. Kelima, ilustrasi dapat memperlihatkan keabsahan dan kekeliruan sebuah pernyataan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ilustrasi bermanfaat dalam penyampaian dan penerimaan khotbah. William E. Sangster. The craft of sermon illustration. Inggris: Pickering and Inglis, 1978, hal. Jerry Vines, et. Homiletika. Malang: Gandum Mas, 2014, hal. Pengaruh ilustrasi dalam khotbah Dari hasil wawancara penulis dengan pendeta dan majelis sebagai penyampai khotbah, ilustrasi dinilai dapat membuat jemaat tertarik dengan berita yang disampaikan mereka. Menurut pengalaman narasumber ada macam-macam respons yang didapatkan yaitu berupa wajah yang fokus mendengar khotbah bahkan ucapan terima kasih dari jemaat setelah ibadah oleh karena ilustrasi yang menyentuh hati. Berdasarkan hasil wawancara dengan warga jemaat sebagai pendengar khotbah ditemukan bahwa ilustrasi memiliki pengaruh ketika disampaikan. Pengaruh ilustrasi khotbah yang pertama yaitu dapat membuat pendengar lebih paham inti khotbah. Ilustrasi dapat membuat pendengar lebih mengerti khotbah karena dilengkapi dengan contoh-contoh dari kehidupan nyata saat ini. Hal ini selaras dengan yang pendapat Hendrikus dalam bukunya yang berjudul AuBerkhotbah. Suatu Petunjuk PraktisAy bahwa ilustrasi dapat menghubungkan firman Tuhan di masa lampau dengan kondisi nyata saat ini. 21 Dari hasil penelitian, penulis menemukan sebuah contoh yang diberikan oleh narasumber tentang orang Samaria yang murah hati. Narasumber menuturkan bahwa ilustrasi yang cocok dengan pembacaan orang Samaria yang baik hati (Luk. 10:25-. di dalam kehidupan sehari-hari adalah AuPada waktu ke pasar saya menemukan orang yang terluka lalu saya bantu. Ay Satu ilustrasi yang sesuai dengan bacaan namun dalam kondisi saat ini. Kedua, pengaruh ilustrasi sesuai hasil wawancara menurut narasumber yang menerima khotbah ditemukan bahwa dengan ilustrasi mereka dapat mengingat kembali pokok-pokok khotbah dalam jangka yang lama. Hal itu dikarenakan ilustrasi itu adalah cerita mengenai kejadian yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Bahkan dengan ilustrasi khotbah pendengar dapat mengingat kembali ayat firman Tuhan yang dikhotbahkan. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Hendrikus dalam bukunya yang berjudul AuBerkhotbah. Suatu Petunjuk PraktisAy22 yaitu ilustrasi khotbah dapat membantu supaya isi khotbah dapat diingat. Kendati banyak jemaat yang hanya mengingat ilustrasi tetapi setidaknya dapat mengingatkan jemaat dengan khotbah yang mereka pernah dengar. Selain itu ilustrasi berpengaruh dalam penyampaian dan penerimaan khotbah yaitu menghindarkan rasa bosan dan menghilangkan mengantuk pada waktu mendengar khotbah. Dari hasil wawancara dengan narasumber dapat disimpulkan bahwa khotbah disampaikan dengan monoton, membaca, dan lama itu sangat membosankan namun khotbah yang ada ilustrasinya dapat menarik perhatian dalam mendengarkan kelanjutan khotbah. Hal itu sesuai dengan yang dikatakan Killinger dalam bukunya AuDasar-dasar khotbah,Ay23 bahwa ilustrasi memiliki pengaruh yaitu memberikan istirahat sejenak yang menyegarkan bagi jemaat. Dari hasil wawancara dengan warga jemaat sebagai nasumber, penulis menemukan bahwa semua narasumber menyukai supaya humor dalam menyampaikan khotbah. Menurut mereka ilustrasi humor . erita lucu, lelucon, dan jenak. berguna sebagai penghibur ketika datang ke gereja dengan banyak masalah, menghilangkan tegang, membuat semangat, mencairkan suasana, dan membuat tertawa. Setelah itu narasumber jadi tersenyum lalu kembali kepada apa yang disampaikan pengkhotbah di mimbar. Untuk itu jemaat yang humoris akan terbantu pada waktu mendengar khotbah. Dengan dengan adanya ilustrasi humor jemaat dapat menjadi bersemangat kembali untuk mendengar kelanjutan khotbah. Penyebab jemaat tidak menyukai ilustrasi khotbah Khotbah yang disertai ilustrasi akan membuat jemaat tertarik. Namun dari hasil penelitian ditemukan bahwa ilustrasi khotbah dapat juga membuat jemaat tidak lagi tertarik mendengar Sebab, pengkhotbah mengambil ilustrasi dari kehidupan sehari-hari jemaat sehingga membuat jemaat tersinggung. Dari hasil wawancara, ditemukan bahwa ada 2 . orang pemuda yang tidak menyukai ilustrasi khotbah. Salah satu pemuda mengatakan bahwa dirinya pernah disinggung menggunakan ilustrasi khotbah. Ilustrasi yang sengaja diambil dari perilaku narasumber yang kurang baik mengakibatkan narasumber malu dan tersinggung. Dori Wuwur Hendrikus. Berkhotbah. Suatu Petunjuk Praktis. Flores: Nusa Indah, hal. Ibid. , hal. Jhon Killinger. Dasar-dasar Khotbah. Jakarta: BPK Gunung Mulia. 2000, hal. Apa yang dialami narasumber menjadi pelajaran bagi setiap pengkhotbah. Pengkhotbah tidak boleh menggunakan ilustrasi khotbah untuk menyinggung orang lain. Sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Stevanus dalam bukunya yang berjudul AuMenyusun Khotbah yang Dinamis dan Efektif,Ay24 ilustrasi khotbah hendaknya tidak menggunakan cerita mengenai orang-orang yang ada dalam jemaat supaya jemaat tidak tersinggung. Sedangkan pemuda yang lain mengatakan bahwa dirinya tidak menyukai ilustrasi karena ilustrasi khotbah yang dipakai terlalu panjang serta tidak sesuai dengan pembahasan khotbah. Menurutnya ilustrasi yang dipakai haruslah singkat dan jelas. Ilustrasi jangan dipakai untuk memperpanjang khotbah. Hal itu selaras dengan yang dikatakan oleh Kasmanto dalam bukunya AyPanggilan BerkhotbahAy bahwa ilustrasi tidak boleh lebih panjang dan lebih ditonjolkan dalam khotbah, akhirnya terjadi pengurangan pesan pokok khotbah. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa ilustrasi khotbah adalah penjelasan yang dapat berupa suatu gambaran, cerita-cerita pendek, contoh, perumpamaan, dan lelucon yang diambil dari kehidupan sehari-hari yang dinilai memiliki hubungan dengan firman Tuhan, kemudian digunakan pengkhotbah untuk dapat membuat jemaat lebih tertarik dan mengerti pokok pemberitaan dari suatu khotbah. Pengaruh ilustrasi khotbah dalam penyampaian khotbah adalah dapat menarik perhatian jemaat dan mempermudah memahami firman Tuhan. Hal itu dikarenakan pengkhotbah memberikan ilustrasi berupa contoh sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan pengaruh ilustrasi khotbah dalam penerimaan khotbah adalah yaitu jemaat semakin tertarik untuk mendengar kelanjutan khotbah, jemaat lebih memahami pokok dari khotbah, mengingatkan jemaat kepada khotbah yang telah lama didengar, menghindarkan kebosanan pada waktu mendengar khotbah yang panjang, menghilangkan mengantuk, membuat jemaat rileks, dan menambah semangat. DAFTAR PUSTAKA