Journal of Business and Economics (JBE) UPI YPTK https://jb e-upiyp tk. org/o j s Vol. No. Hal: 266-278 ISSN: 2502-6275 Analisis Tambahan Penghasilan Pegawai. Lingkungan Kerja dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Pegawai dengan Kepuasan Kerja sebagai Pemediasi Musfir Yones IndraA. Zefri Yenni. Lusiana Lusiana yonesindra10@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa tambahan penghasilan pegawai, lingkungan kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai negeri sipil dengan kepuasan kerja sebagai variabel intervening pada Rumah Sakit Umum Daerah Aro Suka Kabupaten Solok. Jenis penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Equation Modeling (SEM). Teknik pengumpulan data dengan kuesioner. Responden penelitian ini adalah 98 orang Pegawai Negeri Sipil pada Rumah Sakit Umum Daerah Aro Suka Kabupaten Solok. Metode penarikan sampel mengunakan metode purpose sampling. Pengujian hipotesis dihitung dengan program SmartPLS ver 3. Hasil Penelitian ini adalah tambahan penghasilan pegawai tidak berpengaruh terhadap kepuasan kerja, lingkungan kerja tidak berpengaruh terhadap kepuasan kerja, motivasi kerja berpengaruh terhadap kepuasan kerja, kepuasan kerja tidak berpengaruh terhadap kinerja, tambahan penghasilan pegawai tidak berpengaruh terhadap kinerja, lingkungan kerja berpengaruh terhadap kinerja, motivasi kerja tidak berpengaruh terhadap kinerja, tambahan penghasilan pegawai melalui kepuasan kerja sebagai intervening tidak berpengaruh terhadap kinerja, lingkungan kerja melalui kepuasan kerja sebagai intervening tidak berpengaruh terhadap kinerja, motivasi kerja melalui kepuasan kerja sebagai intervening tidak berpengaruh terhadap kinerja Pegawai Negeri Sipil pada Rumah Sakit Umum Daerah Aro Suka Kabupaten Solok. Kata kunci: Tambahan Penghasilan Pegawai. Lingkungan Kerja. Motivasi Kerja. Kepuasan Kerja. Kinerja Journal of Business and Economics is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. Pendahuluan Organisasi pada dasarnya ditentukan oleh keberadaan orang dan semua sumber dayanya, adalah orang-orang yang dapat menggerakkan sebuah organisasi dengan menggabungkan energi, pemikiran, bakat, kreativitas dan pengejaran untuk bertahan hidup dalam kehidupan Keberhasilan suatu organisasi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, karena sumber daya manusia adalah aktor di semua tingkatan, mulai dari perencanaan hingga evaluasi, dimana organisasi atau sumber daya organisasi lainnya dapat digunakan. Untuk alasan ini, sangat penting bagi sebuah organisasi untuk memiliki sumber daya agar perusahaan tetap kompetitif dan mengikuti perkembangan zaman. Tabel berikut merupakan tabel capaian kinerja organisasi yang merupakan gambaran dari laporan program/kegiatan yang dilaksanakan pada Rumah Sakit Umum Daerah Aro Suka Kabupaten Solok pada tahun 2019 sampai dengan 2021 yaitu: Tabel 1 Target dan Realisasi Kinerja Program/Kegiatan Meningkatnya Penyediaan rumah sakit. Peningkatan kuantitas dan prasarana rumah sakit. Pelaksanaan Akreditasi rumah sakit. Jumlah Rata-Rata Target (%) Realisasi (%) Sumber: Data Sekunder. Lakip RSUD Aro Suka Kab. Solok, 2021. Diterima: 01-09-2022 | Revisi: 15-09-2022 | Diterbitkan: 30-09-2022 | doi: 10. 35134/ jbeupiyptk. Musfir Yones Indra. Zefri Yenni. Lusiana Lusiana Dari tabel 1 di atas dapat dilihat bahwasanya pencapaian target dari program kerja Rumah Sakit Umum Daerah Aro Suka Kabupaten Solok selama 3 . tahun terakhir masih jauh dari target yang diharapkan dan juga mengalami kenaikan dan penurunan . idak stabi. dari tahun ke tahun. Hal ini dilihat dari beberapa program atau kegiatan seperti: . Meningkatnya kualitas layanan kesehatan perorangan dari 100 persen yang ditargetkan, hanya bisa direalisasikan pada tahun 2019 sebesar 75 persen, tahun 2020 turun menjadi 70 persen dan naik sedikit pada tahun 2021 sebesar 73 persen. Penyediaan pendukung peningkatan pelayanan rumah sakit dari 100 persen ditargetkan hanya bisa direalisasikan pada tahun 2019 sebesar 80 persen, pada tahun 2020 naik menjadi 83 persen dan menurun pada tahun 2021 menjadi 75 persen. Peningkatan kuantitas dan kualitas sarana & prasarana rumah sakit dari 100% ditargetkan hanya bisa direalisasikan pada tahun 2019 sebesar 75 persen, pada tahun 2020 naik menjadi 77 persen dan menurun pada tahun 2021 sebesar 75 persen dan . Pelaksanaan proses bimbingan persiapan Akreditasi rumah sakit dari 100 persen ditargetkan hanya bisa direalisasikan pada tahun 2019 sebesar 60 persen, pada tahun 2020 tetap 60 persen dan naik tahun 2020 sebesar 65 persen. Metodologi Penelitian Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Aro Suka Kabupaten Solok yang beralamatkan di Jalan Lintas Sumatera Aro Suka Solok. Kabupaten Solok. Sumatera Barat dan penelitian ini dilaksanakan dari bulan Januari sampai dengan Agustus 2022. Berdasarkan evaluasi hasil kinerja di atas, kinerja Rumah Sakit Umum Daerah Aro Suka Kabupaten Solok belum maksimal dan masih terdapat beberapa permasalahan di lembaga yang perlu ditingkatkan dan semuanya belum dapat diselesaikan secara individu. sebuah rumah sakit tentulah akan sangat berhubungan dengan Sumber Daya Manusia untuk terkait pada saat pengembangan suatu kompetensi tersebut. Kompetensi yang pada umumnya mudah dipahami sebagai suatu kombinasi yang berada diantara pengetahuan . , keterampilan . , dan sikap . seseorang yang diberikan tanggung jawab tersebut . maka dapat mampu melaksanakan pekerjaan itu. Dalam hal ini dilakukan pemberian tambahan penghasilan pegawai sebagai upaya dalam meningkatkan kinerja pegawai terutama Pegawai Negeri Sipil di Rumah Sakit Umum Daerah Aro Suka Kabupaten Solok. Hal ini berdasarkan Peraturan Bupati Tentang Perubahan Atas Peraturan Bupati Nomor 4 Tahun 2021 Tentang Pemberian Tambahan Penghasilan Pegawai Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Solok, bahwa dalam rangka meningkatkan disiplin, motivasi kinerja dan kesejahteraan Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Solok, maka perlu adanya pemberian tambahan penghasilan sebagai salah satu bentuk penghargaan kepada pegawai Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Solok. Sampel merupakan bagian dari populasi. Sebelum ditentukan teknik penarikan sampel, terlebih dahulu ditetapkan jumlah sampel penelitian . ize of sample. Namun dikarenakan sampel yang digunakan adalah keseluruhan dari populasi, maka sampel dalam penelitian ini adalah sama dengan populasi yaitu seluruh Pegawai Negeri Sipil Rumah Sakit Umum Daerah Aro Suka Kabupaten Solok yang berjumlah 91 . embilan puluh sat. Populasi adalah keseluruhan dari objek kajian yang memberikan gambaran yang tepat terhadapa penelitian. Menurut (Darmadi, 2. , populasi adalah jumlah keseluruhan dari objek atau subjek yang dijadikan sebagai sumber data dalam suatu penelitian yang memiliki sifat atau karaktersitiknya sama. Dengan demikian, populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Pegawai Negeri Sipil Rumah Sakit Umum Daerah Aro Suka Kabupaten Solok yang berjumlah 91 . embilan puluh sat. Sampel penelitan adalah jumlah yang terbatas dan bagian dari populasi, sebagian dari populasi yang terpilih dan mewakili dari populasi tersebut (Muri. Sedangkan menurut (Sugiyono, 2. , sampel adalah bagian dari jumlah dan karaktersitik yang dimiliki oleh populasi tersebut dan apa yang dipelajari dari sampel tersebut, kesimpulannya akan dapat diberlakukan untuk populasi. Tabel 2 Sampel Penelitian Jabatan Jumlah Jumlah Sumber: Data Sekunder. RSUD Aro Suka Kab. Solok, diolah Penulis, 2022. Laki-laki Perempuan Hasil dan Pembahasan Hasil Berdasarkan hasil penelitian dengan menyebarkan kuesioner kepada 91 orang responden, diperoleh data hasil jawaban, lalu diolah dan ditabulasikan yang menunjukan distribusi frekuensi-frekusensi dan persentasi jawaban Pegawai Negeri Sipil Rumah Sakit Umum Daerah Aro Suka Kabupaten Solok. Dalam deskripsi ini penarikan kesimpulan dilakukan berdasarkan TCR (Tingkat Capaian Responde. Journal of Business and Economics (JBE) UPI YPTK Oe Vol. No. Musfir Yones Indra. Zefri Yenni. Lusiana Lusiana Hasil analisis variabel kinerja pada Pegawai Negeri Sipil Rumah Sakit Umum Daerah Aro Suka Kabupaten Solok disajikan dalam Tabel 3 di bawah ini. Tabel 3 Distribusi Frekuensi Variabel Kinerja Item Z10 Rata-Rata TCR 84,84 80,88 86,15 74,95 85,27 Kategori Baik Baik Cukup Item TCR Kategori X2. 87,91 54,95 Sangat Rendah X2. X2. Cukup Baik 63,08 Sangat Rendah X2. Rendah Baik X2. Rendah Cukup X2. X2. Rendah Baik X2. Sangat Baik X2. X2. Rata-Rata Rendah Rendah Cukup 90,55 87,69 79,63 Hasil analisis deskriptif data variable Tambahan Penghasilan Pegawai pada Rumah Sakit Umum Daerah Aro Suka Kabupaten Solok disajikan dalam Tabel 4 berikut: Tabel 4 Distribusi Frekuensi Variabel TPP X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. Rata-Rata Tabel 5 Distribusi Frekuensi Variabel Lingkungan Kerja Baik Sangat Baik Dari Tabel 3 diperoleh informasi bahwa tingkat pencapaian jawaban responden pada variabel kinerja adalah sebesar 79,63 persen. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja Pegawai Negeri Sipil Rumah Sakit Umum Daerah Aro Suka Kabupaten Solok masuk dalam kategori cukup baik. Item X1. Hasil analisis deskriptif data variabel lingkungan kerja pada Rumah Sakit Umum Daerah Aro Suka Kabupaten Solok disajikan dalam Tabel 5 berikut: Baik Sumber: Hasil Pengolahan Data Primer 2022 Daerah Aro Suka Kabupaten Solok masuk dalam Rendah, artinya bahwa Tambahan Penghasilan Pegawai ini masih sangat perlu TCR 59,56 61,98 49,01 56,04 64,84 64,62 65,05 56,48 56,92 58,02 59,25 Kategori Rendah Rendah Sangat Rendah Baik Cukup Sumber: Hasil Pengolahan Data Primer 2022 Dari Tabel 5 diperoleh informasi bahwa tingkat pencapaian jawaban responden terhadap variabel lingkungan kerja adalah sebesar 73,58 persen. Hal ini menunjukkan bahwa lingkungan kerja di Rumah Sakit Umum Daerah Aro Suka Kabupaten Solok memiliki lingkungan kerja yang cukup dan membutuh perhatian khusus untuk lebih ditingkatkan lagi. Hasil analisis deskriptif data variabel motivasi kerja pegawai negeri sipil pada Rumah Sakit Umum Daerah Aro Suka Kabupaten Solok disajikan dalam Tabel 6 Tabel 6 Distribusi Frekuensi Variabel Motivasi Kerja Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah Sumber: Hasil Pengolahan Data Primer 2022 Dari Tabel 4 diperoleh informasi bahwa tingkat pencapaian jawaban responden pada variabel Tambahan Penghasilan Pegawai adalah sebesar 59,25 Hal ini menunjukkan bahwa Tambahan Penghasilan Pegawai Negeri Sipil Rumah Sakit Umum Item X3. TCR X3. X3. X3. X3. X3. X3. X3. X3. X3. Rata-Rata Kategori Rendah Rendah Rendah Rendah Tinggi Cukup Rendah Cukup Cukup Cukup Cukup Sumber: Hasil Pengolahan Data Primer 2022 Journal of Business and Economics (JBE) UPI YPTK Oe Vol. No. Musfir Yones Indra. Zefri Yenni. Lusiana Lusiana Dari Tabel 6 diperoleh informasi bahwa tingkat pencapaian jawaban responden terhadap variabel motivasi kerja adalah sebesar 69,23 persen. Hal ini menunjukkan bahwa Pegawai Negeri Sipil Rumah Sakit Umum Daerah Aro Suka Kabupaten Solok memiliki motivasi kerja yang cukup, sehingga butuh lebih ditingkatkan lagi. Hasil analisis deskriptif data variabel kepuasan kerja pegawai negeri sipil pada Rumah Sakit Umum Daerah Aro Suka Kabupaten Solok disajikan dalam Tabel 7 Tabel 7 Distribusi Frekuensi Variabel Kepuasan Kerja Item TCR Kategori Rendah Cukup Rendah Cukup Cukup Cukup Rendah Y1. Cukup Cukup Cukup Rata-Rata Cukup Sumber: Hasil Pengolahan Data Primer 2022 Dari Tabel 7 diperoleh informasi bahwa tingkat pencapaian jawaban responden terhadap variabel kepuasan kerja adalah sebesar 68,22 persen. Hal ini menunjukkan bahwa Pegawai Negeri Sipil Rumah Sakit Umum Daerah Aro Suka Kabupaten Solok memiliki kepuasan kerja yang cukup, sehingga butuh lebih ditingkatkan lagi. Uji model structural dilakukan dengan memasukkan semua indikator yang dinyatakan lolos dalam uji validitas dan reliabilitas. Uji model structural menunjukkan hubungan variabel laten dengan variabel laten lainnya. Evaluasi model structural dilakukan dengan proses bootstrapping yang akan menghasilkan koefisien determinasi (R. dan Prediktive relevance (Q. Hasil pengolahan data untuk uji model structural terdapat pada gambar 1 dibawah ini: Gambar 1. Hasil Analisis SEM PLS R-Square digunakan untuk menilai pengaruh variabel laten independen tertentu terhadap variabel laten dependen apakah mempunyai pengaruh yang Secara umum nilai R2 adalah 0. 75, 0. 25 yang diinterpretasikan sebagai kuat, moderat, dan lemah (Hair, 2. Hasil koefisien determinasi R2 dari model dapat dilihat pada tabel 4. 7 berikut: Tabel 8 Hasil Uji Koefisien Determinasi R2 Variabel R Square Adjusted Kinerja Pegawai 0,255 0,220 Kepuasan Kerja 0,568 0,553 Sumber: Hasil olahan data primer, 2022 Koefisien determinasi R2 untuk Kepuasan Kerja pada tabel di atas sebesar 0,568 menunjukkan bahwa kepuasan kerja memiliki pengaruh dengan kategori Journal of Business and Economics (JBE) UPI YPTK Oe Vol. No. Musfir Yones Indra. Zefri Yenni. Lusiana Lusiana kuat, artinya kepuasan kerja dapat dijelaskan oleh tambahan penghasilan pegawai, lingkungan kerja kerja, motivasi kerja sebesar 56,8 persen sisanya 43,2 persen dijelas oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Sedangkan Koefisien determinasi R2 untuk Kinerja Pegawai pada tabel di atas sebesar 0,255 menunjukkan bahwa kinerja pegawai memiliki pengaruh dengan kategori lemah, artinya kinerja dapat dijelaskan oleh tambahan penghasilan pegawai, lingkungan kerja kerja, motivasi kerja dan kepuasan kerja sebesar 25,5 persen sisanya 74,5 persen dijelas oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian Variabel independen pada tingkat signifiansi 5 persen dengan uji dua sisi dinyatkaan signifikan pada variabel dependennya apbaila hasil tstatistic lebih besar dari ttabel yaitu 1,98525 . Signifikansi variabel juga dapat dilihat dari Pvalue yang lebih kecil dari alpha (=0,. Hasil uji pengaruh langsung masing-masing variabel dapat dilihat pada Gambar 2 dibawah ini Sumber: Olahan Data Primer, 2022 Gambar 2 Pengaruh Langsung Variabel Laten Ukuran signifikasi keterdukungan hipotesis dapat digunakan perbandingan ttable dan tstatistic. Menguji hipotesis dapat dilihat dari nilai tstatistic dan nilai Untuk pengujian hipotesis menggunakan nilai statistik maka untuk alpha (=5 perse. , dengan nilai ttabel = 1,96 (Ghozali, 2. Sehingga kriteria penerimaan/penolakan Hipotesa adalah Ha diterima dan Ho di tolak ketika tstatistic > 1,96. Untuk menolak/menerima Hipotesis probabilitas maka Ha signifikan jika nilai p < 0,05, maka hipotesis penelitian terbukti. Pengaruh Tambahan Penghasilan Pegawai terhadap Kepuasan Kerja Hipotesis pertama (H. menyatakan bahwa Tambahan Penghasilan Pegawai berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tambahan Penghasilan Pegawai memiliki nilai koefisien sebesar 0,157, nilai tstatistic sebesar 1,342 < 1,96 dan pvalue 0,180 > 0,05 . idak signifika. yang berarti menolak hipotesis pertama (H. Pengaruh Lingkungan Kerja terhadap Kepuasan Kerja Hipotesis kedua (H. menyatakan bahwa lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja memiliki nilai koefisien sebesar 0,042 nilai tstatistic sebesar 0,433 > 1,96 dan pvalue 0,665 > 0,05 . idak signifika. , yang berarti menolak hipotesis kedua (H. Pengaruh Motivasi Kerja terhadap Kinerja Pegawai Hipotesis ketiga (H. menyatakan bahwa motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan kerja memiliki nilai koefisien sebesar 0,017 nilai tstatistic sebesar 4,605 < 1,96 dan pvalue 0,000 < 0,05 . , yang berarti meerima hipotesis ketiga (H. Pengaruh Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Pegawai Hipotesis keempat (H. menyatakan bahwa motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan kerja memiliki nilai koefisien sebesar -0,183 nilai tstatistic sebesar 1,112 < 1,96 dan pvalue 0,267 > 0,05 . idak signifika. , yang berarti menolak hipotesis keempat (H. Pengaruh Tambahan Penghasilan Pegawai terhadap Kinerja Pegawai Hipotesis kelima (H. menyatakan bahwa Tambahan Penghasilan Pegawai berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tambahan Penghasilan Pegawai memiliki nilai koefisien sebesar 0,062, nilai tstatistic sebesar 0,524 < 1,96 dan pvalue 0,600 > 0,05 . idak signifika. yang berarti menolak hipotesis kelima (H. Journal of Business and Economics (JBE) UPI YPTK Oe Vol. No. Musfir Yones Indra. Zefri Yenni. Lusiana Lusiana Pengaruh Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Pegawai Hipotesis keenam (H. menyatakan bahwa lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja memiliki nilai koefisien sebesar 0,527 nilai tstatistic sebesar 4,886 > 1,96 dan pvalue 0,000 < 0,05 . , yang berarti menerima hipotesis keenam (H. Pengaruh Motivasi Kerja terhadap Kinerja Pegawai Hipotesis ketujuh (H. menyatakan bahwa motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja memiliki nilai koefisien sebesar 0,017 nilai tstatistic sebesar 0,110 < 1,96 dan pvalue 0,912 > 0,05 . idak signifika. , yang berarti menolak hipotesis ketujuh (H. Uji Pengaruh tidak langsung Uji ini dilakukan untuk menganalisis kekuatan pengaruh antar konstruk baik pengaruh yang langsung, tidak langsung, dan pengaruh totalnya. Efek langsung . irect effec. tidak lain adalah koefisien dari semua garis koefisien dengan anak panah satu ujung. Efek tidak langsung . ndirect effec. adalah efek yang muncul melalui sebuah variabel antara. Efek total . otal effec. adalah efek dari berbagai hubungan (Ferdinand, 2. Diperoleh pengaruh antar variabel dalam diagram jalur sebagai berikut: Sumber: Olahan Data Primer, 2022 Gambar 3 Nilai Specific Indirect Effects Berdasarkan gambar 2 untuk pengaruh langsung dan gambar 2 untuk Nilai Specific Indirect Effect Hipotesis, maka hasil untuk Pengaruh tidak langsung pada penelitian ini dapa dijelaskan pada tabel 9 Tabel 9 Pengujian Pengaruh Variabel Mediasi Original Sample (O) Pengaruh Langsung (PL) 0,062 Pengaruh Tidak Langsung (PtL) -0,029 Kesimpulan PL > PtL H8 Ditolak Sumber: Data Primer. Hasil Olah Data. Penulis 2022. Berdasarkan tabel 9 di atas, maka dapat diperoleh hasil mediasi sebagai berikut: Hubungan langsung X1 -> Z memiliki nilai Original Sample (O) sebesar 0,062, dan untuk hubungan tidak langsung X1 -> Y -> Z memiliki nilai Original Sample (O) sebesar -0,029. Dari hasil ini dapat dilihat bahwa nilai Original Sample (O) dari pengaruh langsung lebih besar dari Original Sample (O) pengaruh tidak langsung . ,062 > 0,. Maka tidak diperlukan Mediasi. Hubungan langsung X2 -> Z memiliki nilai Original Sample (O) sebesar 0,527, sedangkan hubungan tidak langsung (X2 -> Y -> Z) memiliki nilai Original Sample (O) sebesar -0,008. Dari hasil ini dapat dilihat bahwa nilai Original Sample (O) Original Sample (O) 0,527 PL > PtL H9 Ditolak Original Sample (O) 0,017 -0,116 PL>PtL H10 Ditolak dari pengaruh langsung lebih besar dari Original Sample (O) pengaruh tidak langsung . ,527 > 0,. Maka tidak diperlukan Mediasi. Hubungan langsung X3 -> Z memiliki nilai Original Sample (O) sebesar 0,017, sedangkan hubungan tidak langsung (X3 -> Y -> Z) memiliki nilai Original Sample (O) sebesar -0,008. Dari hasil ini dapat dilihat bahwa nilai Original Sample (O) dari pengaruh langsung lebih besar dari Original Sample (O) pengaruh tidak langsung . ,527 > 0,. Maka tidak diperlukan Mediasi. Berdasarkan Langkah Uji Mediasi, diperoleh hasil pengujian atas variabel mediasi, yaitu: Journal of Business and Economics (JBE) UPI YPTK Oe Vol. No. Musfir Yones Indra. Zefri Yenni. Lusiana Lusiana Tambahan Penghasilan Pegawai terhadap kinerja dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi. Hipotesis delapan (H. , menyatakan bahwa Tambahan Penghasilan Pegawai berpengaruh signifikan terhadap kinerja dengan kepusan kerja sebagai variabel mediasi. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan hubungan langsung X1 -> Z memiliki nilai Original Sample (O) sebesar 0,062, dan untuk hubungan tidak langsung X1 -> Y -> Z memiliki nilai Original Sample (O) sebesar 0,029. Dari hasil ini dapat dilihat bahwa nilai Original Sample (O) dari pengaruh langsung lebih besar dari Original Sample (O) pengaruh tidak langsung . ,062 > -0,. Maka tidak diperlukan Mediasi, yang berarti menolak hipotesis delapan (H. sehingga dapat ditarik simpulan bahwa Tambahan Penghasilan Pegawai melalui kepuasan kerja tidak akan mempengaruhi dalam meningkatkan kinerja Pegawai Negeri Sipil Rumah Sakit Umum Daerah Aro Suka Kabupaten Solok, jika kepuasan kerja pegawai terhadap instansi semakin meningkat. Hasil pengujian hipotesis ini menyatakan bahwa H8 ditolak. Lingkungan Kerja terhadap kinerja pegawai dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi. Hipotesis kesembilan (H. , menyatakan bahwa lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja dengan kepuasan kerja sebagai variabel Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan peneliti, hubungan langsung X2 -> Z memiliki nilai Original Sample (O) sebesar 0,527, sedangkan hubungan tidak langsung (X2 -> Y -> Z) memiliki nilai Original Sample (O) sebesar -0,008. Dari hasil ini dapat dilihat bahwa nilai Original Sample (O) dari pengaruh langsung lebih besar dari Original Sample (O) pengaruh tidak langsung . ,527 > -0,. Maka tidak diperlukan Mediasi, yang berarti menolak hipotesis kesembilan (H. sehingga dapat ditarik simpulan semakin baik lingkungan kerja maka secara tidak langsung tidak akan meningkatkan kinerja Pegawai Negeri Sipil Rumah Sakit Umum Daerah Aro Suka Kabupaten Solok, jika kepuasan kerja pegawai terhadap instansi semakin meningkat. Hasil pengujian hipotesis ini menyatakan bahwa Hipotesa kesembilan (H. Motivasi Kerja terhadap kinerja pegawai dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi Hipotesis kesepuluh (H. , menyatakan bahwa motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan peneliti, hubungan langsung X3 -> Z memiliki nilai Original Sample (O) sebesar 0,017, sedangkan hubungan tidak langsung (X3 -> Y -> Z) memiliki nilai Original Sample (O) sebesar -0,008. Dari hasil ini dapat dilihat bahwa nilai Original Sample (O) dari pengaruh langsung lebih besar dari Original Sample (O) pengaruh tidak langsung . ,527 > -0,. Maka tidak diperlukan Mediasi, yang berarti menolak hipotesis kesepuluh (H. sehingga dapat ditarik simpulan semakin baik motivasi kerja maka secara tidak langsung tidak akan meningkatkan kinerja Pegawai Negeri Sipil Rumah Sakit Umum Daerah Aro Suka Kabupaten Solok, walaupun itu dimediasi dengan kepuasan kerja pegawai terhadap instansi semakin Hasil pengujian hipotesis ini menyatakan bahwa Hipotesa kesesepuluh (H. Pembahasan Pengaruh Tambahan Penghasilan Pegawai terhadap Kepuasan Kerja Berdasarkan analisis yang dilakukan pada hipotesis pertama, bahwa Tambahan Penghasilan Pegawai tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja Pegawai Negeri Sipil Rumah Sakit Umum Daerah Aro Suka Kabupaten Solok. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Tambahan Penghasilan Pegawai memiliki nilai koefisien sebesar 0,157, nilai t-statistik sebesar 1,342 < 1,96 dan p-value 0,180 > 0,05 . idak signifika. yang berarti menolak hipotesis pertama (H. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin baik Tambahan Penghasilan Pegawai pada Rumah Sakit Umum Daerah Aro Suka Kabupaten Solok tidak akan mempengaruhi kepuasan kerja pegawainya. Penelitian ini tidak sejalan dengan hasil penelitian dari (Nuraini, 2. , ditemukan bahwa tambahan penghasilan pegawai mempunyai korelasi dan daya penentu yang signifikan terhadap kinerja pegawai di Kantor Kecamatan Dumoga Utara Kabupaten Bolang Mongondow. Pada penelitian yang dilakukan oleh (Nanuru et al. , 2. ditemukan bahwa tambahan penghasilan pegawai berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Pada penelitian yang dilakukan oleh (Umbeang et al. , 2. ditemukan bahwa tambahan penghasilan pegawai berpengaruh terhadap kinerja pegawai Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Kepulauan Talaud. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa Tambahan Penghasilan Pegawai tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja Pegawai Negeri Sipil Rumah Sakit Umum Daerah Aro Suka Kabupaten Solok. Pengaruh Lingkungan Kerja terhadap Kepuasan Kerja Berdasarkan analisis yang dilakukan pada hipotesis kedua, bahwa lingkungan kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja Pegawai Negeri Sipil Rumah Sakit Umum Daerah Aro Suka Kabupaten Solok. Dengan demikian semakin baik atau rendahnya kondisi lingkungan kerja tidak akan mempengaruhi kepuasan kerja Pegawai Negeri Sipil Rumah Sakit Umum Daerah Aro Suka Kabupaten Solok. Journal of Business and Economics (JBE) UPI YPTK Oe Vol. No. Musfir Yones Indra. Zefri Yenni. Lusiana Lusiana Hasil analisis ini dibuktikan dengan ditemukan dari menyatakan bahwa lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja memiliki nilai koefisien sebesar 0,042 nilai t-statistic sebesar 0,433 > 1,96 dan p-value 0,665 > 0,05 . idak signifika. , yang berarti menolak hipotesis kedua (H. Hal ini tidak sejalan dengan bertentangan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh (Kusumastuti et al. , ditemukan bahwa lingkungan kerja secara positif dan signifikan mempengaruhi kinerja karyawan dan lingkungan secara positif dan signifikan mempengaruhi kinerja karyawan yang dimediasi oleh kepuasan kerja karyawan. Pada penelitian yang dilakukan oleh (Purwaningsih et al. , 2. ditemukan bahwa lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan PT. Timbul Jaya Motor Boyolali. Pada penelitian yang dilakukan oleh (Santika & Antari, 2. ditemukan bahwa lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja di LPD Desa Adat Kerobokan. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka dapat disimpulkan lingkungan kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja Pegawai Negeri Sipil Rumah Sakit Umum Daerah Aro Suka Kabupaten Solok. Pengaruh Motivasi Kerja terhadap Kepuasan Kerja Tujuan dari penelitian ini salah satunya adalah untuk mengetahui pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja Berdasarkan analisis yang dilakukan pada hipotesis ketiga, bahwa motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja Pegawai Negeri Sipil Rumah Sakit Umum Daerah Aro Suka Kabupaten Solok. Hasil analisis ini dibuktikan dengan ditemukan dari Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan kerja memiliki nilai koefisien sebesar 0,017 nilai t-statistic sebesar 4,605 < 1,96 dan p-value 0,000 < 0,05 . , yang berarti menerima hipotesis ketiga (H. Berdasarkan analisis yang dilakukan pada hipotesis ketiga, bahwa motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja Pegawai Negeri Sipil Rumah Sakit Umum Daerah Aro Suka Kabupaten Solok. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin baik atau tingginya motivasi kerja dalam suatu organisasi maka akan mempengaruhi kepuasan kerja Pegawai Negeri Sipil Rumah Sakit Umum Daerah Aro Suka Kabupaten Solok. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Lantara, 2. ditemukan bahwa motivasi kerja berpengaruh terhadap kepuasan kerja di PT. Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC). Pada penelitian yang dilakukan oleh (Santika & Antari, 2. ditemukan bahwa motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja di LPD Desa Adat Kerobokan. Pada penelitian yang dilakukan oleh (Hanafi & Yohana, 2. ditemukan bahwa motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan Pada PT. BNI Lifeinsurance. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja Pegawai Negeri Sipil Rumah Sakit Umum Daerah Aro Suka Kabupaten Solok. Pengaruh Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Berdasarkan analisis yang dilakukan pada hipotesis keempat, bahwa kepuasan kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja Pegawai Negeri Sipil Rumah Sakit Umum Daerah Aro Suka Kabupaten Solok. Hal ini mengandung arti bahwa setiap peningkatan kepuasan kerja yang ada pada Pegawai Negeri Sipil Rumah Sakit Umum Daerah Aro Suka Kabupaten Solok, maka hal ini tidak akan membawa pengaruh yang signifikan atau pengaruhnya sangat kecil terhadap kinerja pegawai. Hasil analisis ini dibuktikan dengan ditemukan dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan kerja memiliki nilai koefisien sebesar -0,183 nilai t-statistic sebesar 1,112 < 1,96 dan p-value 0,267 > 0,05 . idak signifika. , yang berarti menolak hipotesis keempat (H. Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan (Lantara, 2. ditemukan bahwa kepuasan kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan PT. Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC). Pada penelitian yang dilakukan oleh (Purwaningsih et al. , 2. ditemukan bahwa kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pada karyawan pada PT. Timbul Jaya Motor Boyolali. Pada penelitian yang dilakukan oleh (Santika & Antari, 2. ditemukan bahwa kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan di LPD Desa Adat Kerobokan. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa kepuasan kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja Pegawai Negeri Sipil Rumah Sakit Umum Daerah Aro Suka Kabupaten Solok. Pengaruh Tambahan Penghasilan Pegawai terhadap Kinerja Pegawai Berdasarkan analisis yang dilakukan pada hipotesis kelima, bahwa Tambahan Penghasilan Pegawai tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja Pegawai Journal of Business and Economics (JBE) UPI YPTK Oe Vol. No. Musfir Yones Indra. Zefri Yenni. Lusiana Lusiana Negeri Sipil Rumah Sakit Umum Daerah Aro Suka Kabupaten Solok. Hal ini mengandung arti bahwa Tambahan Penghasilan Pegawai yang ada di Rumah Sakit Umum Daerah Aro Suka Kabupaten Solok semakin diterapkan, maka hal ini tidak akan membawa pengaruh yang terlalu signifikan atau pengaruhnya sangat kecil terhadap kinerja pegawai. Hasil analisis ini dibuktikan dengan ditemukan dari hasil penelitian menunjukkan bahwa Tambahan Penghasilan Pegawai memiliki nilai koefisien sebesar 0,062, nilai tstatistic sebesar 0,524 < 1,96 dan pvalue 0,600 > 0,05 . idak signifika. yang berarti menolak hipotesis keelima (H. Hal ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Nuraini, 2. , ditemukan bahwa tambahan penghasilan pegawai mempunyai korelasi dan daya penentu yang signifikan terhadap kinerja pegawai di Kantor Kecamatan Dumoga Utara Kabupaten Bolang Mongondow. Pada penelitian yang dilakukan oleh (Nanuru et al. , 2. ditemukan bahwa tambahan penghasilan pegawai berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Pada penelitian yang dilakukan oleh (Umbeang et al. , 2. ditemukan bahwa tambahan penghasilan pegawai berpengaruh terhadap kinerja pegawai Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Kepulauan Talaud. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa Tambahan Penghasilan Pegawai tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja Pegawai Negeri Sipil Rumah Sakit Umum Daerah Aro Suka Kabupaten Solok. Pengaruh Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Tujuan dari penelitian ini salah satunya adalah untuk mengetahui Pengaruh Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Pegawai. Berdasarkan analisis yang dilakukan pada hipotesis keenam, bahwa lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja Pegawai Negeri Sipil Rumah Sakit Umum Daerah Aro Suka Kabupaten Solok. Hasil ini mengindikasikan bahwa kinerja pegawai akan naik jika lingkungan kerja yang baik atau ditingkatkan. Hasil analisis ini dibuktikan dengan hasil yang ditemukan dari penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja memiliki nilai koefisien sebesar 0,527 nilai tstatistic sebesar 4,886 > 1,96 dan pvalue 0,000 < 0,05 . , yang berarti menerima hipotesis keenam (H. Penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh (Rahmawaty, 2. ditemukan bahwa lingkungan kerja berpengaruh terhadap kinerja perangkat Nagari di Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam. Pada penelitian yang dilakukan oleh (Purwaningsih et al. , 2. ditemukan bahwa lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pada karyawan pada PT. Timbul Jaya Motor Boyolali. Pada penelitian yang dilakukan oleh (Harahap & Hidayat, 2. ditemukan bahwa lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai PT. Taspen (Perser. Kantor Cabang Utama Semarang. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja Pegawai Negeri Sipil Rumah Sakit Umum Daerah Aro Suka Kabupaten Solok. Pengaruh Motivasi Kerja terhadap Kinerja Tujuan dari penelitian ini salah satunya adalah untuk mengetahui pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja Berdasarkan analisis yang dilakukan pada hipotesis ketujuh, ditemukan bahwa motivasi kerja tidak berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Ini menunjukan bahwa kinerja pegawai tidak dapat ditingkatkan dengan cara meningkatkan motivasi kerja. Hasil analisis ini dibuktikan dengan ditemukan dari hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja memiliki nilai koefisien sebesar 0,017 nilai tstatistic sebesar 0,110 < 1,96 dan pvalue 0,912 > 0,05 . idak signifika. , yang berarti menolak hipotesis ketujuh (H. Hal ini tidak bertolak belakang dengan penelitian yang dilakukan oleh (Santika & Antari, 2. ditemukan bahwa motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai di LPD Desa Adat Kerobokan. Pada penelitian yang dilakukan oleh (Harahap & Hidayat, 2. ditemukan bahwa motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kinejra pada Kantor Taspen (Perser. Kantor Cabang Utama Semarang. Pada penelitian yang dilakukan oleh (Hanafi & Yohana, 2. ditemukan bahwa motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. BNI Lifeinsurance. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa motivasi kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja Pegawai Negeri Sipil Rumah Sakit Umum Daerah Aro Suka Kabupaten Solok. Pengaruh Tambahan Penghasilan Pegawai terhadap kinerja dengan kepuasan kerja sebagai variabel Mediasi Tujuan dari penelitian ini salah satunya adalah untuk mengetahui pengaruh Tambahan Penghasilan Pegawai terhadap kinerja dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi. Berdasarkan analisis yang dilakukan pada hipotesis kedelapan, bahwa Tambahan Penghasilan Pegawai tidak berpengaruh terhadap kinerja dengan kepuasan kerja sebagai variabel Hasil ini mengindikasikan bahwa kinerja Journal of Business and Economics (JBE) UPI YPTK Oe Vol. No. Musfir Yones Indra. Zefri Yenni. Lusiana Lusiana pegawai tidak akan naik jika Tambahan Penghasilan Pegawai yang baik dengan disertakan oleh kepuasan kerja juga naik. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan hubungan langsung X1 -> Z memiliki nilai Original Sample (O) sebesar 0,062, dan untuk hubungan tidak langsung X1 -> Y -> Z memiliki nilai Original Sample (O) sebesar 0,029. Dari hasil ini dapat dilihat bahwa nilai Original Sample (O) dari pengaruh langsung lebih besar dari Original Sample (O) pengaruh tidak langsung . ,062 > -0,. Maka tidak diperlukan Mediasi, yang berarti menolak hipotesis delapan (H. sehingga dapat ditarik simpulan bahwa Tambahan Penghasilan Pegawai melalui kepuasan kerja tidak akan mempengaruhi dalam meningkatkan kinerja Pegawai Negeri Sipil Rumah Sakit Umum Daerah Aro Suka Kabupaten Solok, jika kepuasan kerja pegawai terhadap instansi semakin meningkat. Hasil pengujian hipotesis ini menyatakan bahwa H8 ditolak, yang berarti menolak hipotesis kedelapan (H. Sehingga dapat ditarik simpulan bahwa Tambahan Penghasilan Pegawai secara tidak langsung melalui kepuasan kerja tidak akan meningkatkan kinerja Pegawai Negeri Sipil Rumah Sakit Umum Daerah Aro Suka Kabupaten Solok, jika kepuasan kerja pegawai terhadap instansi semakin meningkat. Hasil pengujian hipotesis ini menyatakan bahwa Hipotesa delapan (H. Penelitian ini tidak sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh (Nanuru et al. , 2. ditemukan bahwa tambahan penghasilan pegawai berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Pada penelitian yang dilakukan oleh (Purwaningsih et al. ditemukan bahwa kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Hal ini berarti semakin tinggi kepuasan kerja karyawan, maka kinerja karyawan akan semakin tinggi. Kepuasan kerja memediasi pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja karyawan pada PT. Timbul Jaya Motor Boyolali. Pada penelitian yang dilakukan oleh (Santika & Antari, 2. ditemukan bahwa kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan di LPD Desa Adat Kerobokan. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa Tambahan Penghasilan Pegawai tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja Pegawai Negeri Sipil Rumah Sakit Umum Daerah Aro Suka Kabupaten Solok dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi. Pengaruh Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Pegawai dengan Kepuasan Kerja sebagai Variabel Mediasi Tujuan dari penelitian ini salah satunya adalah untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja dengan kepuasan kerja sebagai variabel Berdasarkan analisis yang dilakukan pada hipotesis kesembilan, bahwa lingkungan kerja tidak berpengaruh terhadap kinerja dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi. Hasil ini mengindikasikan bahwa kinerja pegawai tidak akan naik jika lingkungan kerja yang baik dengan disertakan oleh kepuasan kerja juga naik. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan hasil pengujian yang dilakukan peneliti, hubungan langsung X2 -> Z memiliki nilai Original Sample (O) sebesar 0,527, sedangkan hubungan tidak langsung (X2 -> Y -> Z) memiliki nilai Original Sample (O) sebesar -0,008. Dari hasil ini dapat dilihat bahwa nilai Original Sample (O) dari pengaruh langsung lebih besar dari Original Sample (O) pengaruh tidak langsung . ,527 > -0,. Maka tidak diperlukan Mediasi, yang berarti menolak hipotesis kesembilan (H. sehingga dapat ditarik simpulan semakin baik lingkungan kerja maka secara tidak langsung tidak akan meningkatkan kinerja Pegawai Negeri Sipil Rumah Sakit Umum Daerah Aro Suka Kabupaten Solok, jika kepuasan kerja pegawai terhadap instansi semakin meningkat. Hasil pengujian hipotesis ini menyatakan bahwa Hipotesa kesembilan (H. Penelitian ini tidak sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh (Kusumastuti et al. , 2. ditemukan bahwa lingkungan kerja secara positif dan signifikan mempengaruhi kinerja karyawan dan mempengaruhi kinerja karyawan yang dimediasi oleh kepuasan kerja karyawan. Pada penelitian yang dilakukan oleh (Santika & Antari, 2. ditemukan bahwa kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan di LPD Desa Adat Kerobokan. Hasil penelitian dari (Anggita Trisia Nauli & Loeky Rono Pradopo, 2. , bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan RSPAD Gatot Soebroto di Jakarta. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka dapat berpengaruh signifikan terhadap kinerja Pegawai Negeri Sipil Rumah Sakit Umum Daerah Aro Suka Kabupaten Solok dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi. Pengaruh Motivasi Kerja terhadap Kinerja Pegawai dengan Kepuasan Kerja sebagai Variabel Mediasi Tujuan dari penelitian ini salah satunya adalah untuk mengetahui pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi. Berdasarkan analisis yang dilakukan pada hipotesis kesepuluh, bahwa motivasi kerja tidak berpengaruh terhadap kinerja dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi. Hasil ini mengindikasikan bahwa kinerja pegawai tidak akan naik jika ditingkatkannya Journal of Business and Economics (JBE) UPI YPTK Oe Vol. No. Musfir Yones Indra. Zefri Yenni. Lusiana Lusiana motivasi kerja yang disertakan oleh kepuasan kerja yang ditingkatkan. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa hasil pengujian yang dilakukan peneliti, hubungan langsung X3 -> Z memiliki nilai Original Sample (O) sebesar 0,017, sedangkan hubungan tidak langsung (X3 -> Y > Z) memiliki nilai Original Sample (O) sebesar 0,008. Dari hasil ini dapat dilihat bahwa nilai Original Sample (O) dari pengaruh langsung lebih besar dari Original Sample (O) pengaruh tidak langsung . ,527 > -0,. Maka tidak diperlukan Mediasi, yang berarti menolak hipotesis kesepuluh (H. sehingga dapat ditarik simpulan semakin baik motivasi kerja maka secara tidak langsung tidak akan meningkatkan kinerja Pegawai Negeri Sipil Rumah Sakit Umum Daerah Aro Suka Kabupaten Solok, walaupun itu dimediasi dengan kepuasan kerja pegawai terhadap instansi semakin Hasil pengujian hipotesis ini menyatakan bahwa Hipotesa kesesepuluh (H. Penelitian ini tidak sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh (Purwaningsih et al. , 2. ditemukan bahwa kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pada karyawan pada PT. Timbul Jaya Motor Boyolali. Pada penelitian yang dilakukan oleh (Hanafi & Yohana, 2. ditemukan bahwa motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. BNI Life Berdasarkan hasil penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa motivasi kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja Pegawai Negeri Sipil Rumah Sakit Umum Daerah Aro Suka Kabupaten Solok dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi. Kesimpulan Berdasarkan hasil pengujian dan pembahasan hipotesis yang telah dijelaskan pada bab-bab sebelumnya, dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut: Tambahan penghasilan pegawai tidak berpengaruh terhadap kepuasan kerja Pegawai Negeri Sipil pada Rumah Sakit Umum Daerah Aro Suka Kabupaten Solok Lingkungan kerja tidak berpengaruh terhadap kepuasan kerja Pegawai Negeri Sipil pada Rumah Sakit Umum Daerah Aro Suka Kabupaten Solok Motivasi kerja berpengaruh terhadap kepuasan kerja Pegawai Negeri Sipil pada Rumah Sakit Umum Daerah Aro Suka Kabupaten Solok Kepuasan kerja tidak berpengaruh terhadap kinerja Pegawai Negeri Sipil pada Rumah Sakit Umum Daerah Aro Suka Kabupaten Solok Tambahan penghasilan pegawai tidak berpengaruh terhadap kinerja Pegawai Negeri Sipil pada Rumah Sakit Umum Daerah Aro Suka Kabupaten Solok Lingkungan kerja berpengaruh terhadap kinerja Pegawai Negeri Sipil pada Rumah Sakit Umum Daerah Aro Suka Kabupaten Solok Motivasi kerja tidak berpengaruh terhadap kinerja Pegawai Negeri Sipil pada Rumah Sakit Umum Daerah Aro Suka Kabupaten Solok Tambahan penghasilan pegawai melalui kepuasan kerja sebagai intervening tidak berpengaruh terhadap kinerja Pegawai Negeri Sipil pada Rumah Sakit Umum Daerah Aro Suka Kabupaten Solok Lingkungan kerja melalui kepuasan kerja sebagai intervening tidak berpengaruh terhadap kinerja Pegawai Negeri Sipil pada Rumah Sakit Umum Daerah Aro Suka Kabupaten Solok Motivasi kerja melalui kepuasan kerja sebagai intervening tidak berpengaruh terhadap kinerja Pegawai Negeri Sipil pada Rumah Sakit Umum Daerah Aro Suka Kabupaten Solok. Saran