At-Tarbiyah Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 1 Oktober . p-ISSN : x-x e-ISSN : x-x Hal : 10-21 PENGARUH PROGRAM INDONESIA PINTAR (PIP) TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SMP NEGERI 1 DOLOK MERAWAN KECAMATAN DOLOK MERAWAN KABUPATEN SERDANG BEDAGAI TAHUN AJARAN 2021/2022 Fitria Geasani Perangin-angin1. Chairuddin Siregar2. Abdul Rosip Siregar3 Sekolah Tinggi Agama Islam Tebingtinggi Deli1,2,3 geasani@gmail. com1, chairuddinsiregar@staittd. id2 , abdulrosip@staittd. Abstract The purpose of this study was to determine the Learning Motivation of Students who received the Smart Indonesia Program (PIP) at SMP Negeri 1 Dolok Merawan and the Effect of the Smart Indonesia Program (PIP) on Student Motivation at SMP Negeri 1 Dolok Merawan. This research uses quantitative The results of this study, the learning motivation of students at SMP Negeri 1 Dolok Merawan is quite high, the relationship obtained through the Product Moment correlation test between the influence of the Smart Indonesia Program (PIP) and the learning motivation of students at SMP Negeri 1 Dolok Merawan has a positive correlation or a positive correlation. walk in the same direction. Through the Product Moment table r value can be interpreted at a significant level of 0. comparing the magnitude of rcount with rtable, it can be seen that the value of rcount > rtable is 0. > 0. Thus the hypothesis taken is Ha, which means that there is a significant influence between the learning motivation of students who receive assistance from the Smart Indonesia Program (PIP) at SMP Negeri 1 Dolok Merawan Academic Year 2021/2022. Based on the calculation of the Determinant Coefficient, it can be seen that the influence value of the Smart Indonesia Program (PIP) on student learning motivation at Dolok Merawan 1 Public Middle School is 21%, this means that the variation in student learning motivation at Dolok Merawan 1 Public Middle School is due to the Smart Indonesia Program (PIP) ), while the remaining 79% is caused by other variables not included in this study. Keywords: Influence. Motivation. Learning PENDAHULUAN Pemerintah berupaya meningkatkan akses dan mutu pendidikan kepada masyarakat sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang dapat membangun dan memajukan Bangsa dan Negara agar tercapai masyarakat berilmu, cerdas, berakhlak mulia, berkarakter, sehat, cakap, kreatif, mandiri, bertaqwa, dan berbudi pekerti luhur. Upaya peningkatan akses dan mutu pendidikan maka Pemerintah mengeluarkan Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaa Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2020 tentang Program Indonesia Pintar. Peraturan Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan kebudayaan Nomor 3 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Program Indonesia Pintar Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah dan Perubahan atas Peraturan Sekretaris Jenderal Kementerian pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 7 Tahun 2021 yang memberikan layanan kepada siswa siswi yang sebagian besar dari masyarakat kurang mampu, kurang beruntung serta berada di daerah terpencil dan perbatasan. AT-TARBIYAH 10 Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam At-Tarbiyah Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 1 Oktober . p-ISSN : x-x e-ISSN : x-x Hal : 10-21 Hak dasar warga Negara adalah mendapatkan layanan pendidikan yang terjangkau dan Diharapkan dengan bekal akses pendidikan yang bermutu, peserta didik dapat tumbuh dan berkembang menjadi generasi yang unggul, hebat, dan bermartabat. Bagi siswa yang berasal dari latar belakang ekonomi yang kurang beruntung, akses pendidikan yang baik juga diharapkan dapat menjadi instrument pemutus mata rantai kemiskinan. Dalam konteks ini. Pemerintah menetapkan kebijakan afirmatif akses pendidikan khususnya bagi siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu secara ekonomi. Hal ini sebagaimana Pemerintah mengeluarkan Instruksi Presidan Nomor 7 Tahun 2014 yang menginstruksikan kepada menteri. Kepala Lembaga Negara, dan kepala Pemerintah Daerah untuk melaksanakan Program Keluarga Produktif melalui Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS). Program Indonesia Sehat (PIS) dan Program Indonesia Pintar (PIP). Pemerintah dalam bidang pendidikan mengeluarkan Program Indonesia Pintar (PIP) yang merupakan bantuan berupa uang dari pemerintah yang diberikan kepada peserta didik yang orang tuanya tidak dan/atau kurang mampu membiayai pendidikannya, sebagai kelanjutan dan perluasan sasaran dari program Bantuan Siswa Miskin (BSM). Siswa yang mendapatkan Program Indonesia Pintar (PIP) dengan beberapa syarat yang salah satunya mempunyai Kartu Indonesia Pintar (KIP) bertujuan agar siswa mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak, semangat dalam belajar dan terus melanjutkan sekolah. Dengan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) diharapkan siswa di Indonesia dapat memutuskan mata rantai kemiskinan dan meningkatkan derajat keluarga hingga derajat Indonesia dimata Negara Pemerintah juga ingin menurunkan angka buta aksara di Indonesia dengan bantuan dalam bidang pendidikan. Dalam Islam juga mewajibkan setiap muslim dan muslimah untuk menuntut ilmu dan terus belajar dan membaca, sesuai dengan firman Allah Surah Al- Alaq ayat 1 Ae 5 yang berbunyi: e e e ae a a a e a caa e ca aa e a e e aa a a a a e ca a a e a e ca aoA E aO EI aECE aIA aoA aC OE EEIA aoA EC E aII aII ECA aoAaC a aI aE E aO ECA a e a e a a a e e a caa u eA EI E aI aI I EI OEIA Bacalah dengan . nama Tuhanmu yang Menciptakan . Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah . Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah . Yang mengajar . dengan perantaran kalam (Maksudnya: Allah mengajar manusia dengan perantaraan tulis bac. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya . (Q. Al-Alaq . : 1-. Surat Al-Alaq ayat 1-5, menerangkan bahwa Allah SWT menciptakan manusia dari benda yang hina dan memuliakannya dengan mengajar membaca, menulis dan memberinya Dengan kata lain, bahwa manusia mulia di hadapan Allah SWT apabila memiliki pengetahuan, dan pengetahuan bisa dimiliki dengan jalan belajar. Allah SWT menyuruh manusia untuk belajar dan berfikir. Iqra yang berarti bacalah adalah sebagai simbol pentingnya pendidikan bagi umat Islam karena pendidikan merupakan masalah hidup yang mewarnai kehidupan manusia dan mengharuskan untuk mencarinya yang tidak terbatas pada usia, tempat, jarak, waktu dan keadaan. AT-TARBIYAH 11 Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam At-Tarbiyah Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 1 Oktober . p-ISSN : x-x e-ISSN : x-x Hal : 10-21 Lembaga Pendidikan didalamnya terdapat proses belajar dan mengajar, dalam hal belajar ada faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya motivasi, salah satunya adalah kemiskinan yang menyebabkan ketidaklengkapan fasilitas dalam menunjang kegiatan belajar. Fakta tersebut memperlihatkan bahwa berjalannya program Pemerintah yaitu Program Indonesia Pintar (PIP) dalam menunjang kegiatan belajar siswa kurang mampu. Data lapangan yang didapat penulis dalam observasi dan wawancara dengan Wakil Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Dolok Merawan dan siswa yang mendapatkan dana bantuan Program Indonesia Pintar bahwa siswa yang mendapat dana Program Indonesia Pintar (PIP) di Kecamatan Dolok Merawan, ada siswa yang mendapatkan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) tidak menggunakan dana tersebut sesuai dengan tujuan pendidikan seperti menghabiskannya untuk kepentingan pribadi, membeli kuota internet untuk bermain game online maupun media sosial, belanja beras, belanja sandal, pergi ketempat wisata, dan tidak menggunakan dana PIP untuk meningkatkan pengetahuan dalam konteks pendidikan. Terdapat juga siswa yang tidak menunjukkan semangat dan motivasi dalam belajar walaupun mereka mendapatkan dana Program Indonesia Pintar (PIP) tersebut. Peneliti tertarik untuk mengungkapkan fenomena dana Program Indonesia Pintar terhadap Motivasi belajar Siswa terkhususnya di SMP Negeri 1 Dolok Merawan kedalam sebuah bentuk penelitian. Peneliti tertarik meneliti fenomena ini pada siswa SMP Negeri 1 Dolok Merawan karena adanya bantuan dana Program Indonesia Pintar yang sasarannya pada siswa SMP negeri 1 Dolok Merawan. Sehingga perlu dilakukan suatu penelitian ilmiah bagaimana pengaruh Program Indonesia Pintar (PIP) yang mereka terima, apakah dapat meningkatkan motivasi belajar mereka. Maka penulis merasa terdorong untuk mengkaji dan meneliti dengan judul: Pengaruh Program Indonesia Pintar (PIP) Terhadap Motivasi Belajar Siswa di SMP Negeri 1 Dolok Merawan. METODE PENELITIAN Peneliti menggunakan jenis penelitian Kuantitatif dengan metode survey. Penelitian ini menggunakan statistika dan data - data variabel yang penjumlahannya dapat diukur hasilnya. Seperti yang dikatakan AuSugiyono bahwa data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka. Dengan demikian, penelitian ini memungkinkan digunakan teknik analisa statistic untuk mengolah data. Penelitian ini juga termasuk jenis penelitian ex post facto. Menurut Sukardi penelitian ex post facto merupakan penelitian dimana variabel-variabel bebas telah terjadi ketika peneliti mulai dengan pengamatan variabel terikat dalam suatu penelitian. Penelitian dilakukan dengan penelusuran kembali kebelakang untuk mengetahui faktorfaktor yang menimbulkan kejadian itu tanpa memberikan perlakuan atau memanipulasi variabel yang diteliti. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui informasi mengenai pengaruh Program Indonesia Pintar (PIP) dengan motivasi belajar siswa di SMP Negeri 1 Dolok Merawan. Jika dilihat dari tujuannya, penelitian ini bermaksud menemukan adanya pengaruh Program Indonesia Pintar terhadap Semangat dan Motivasi siswa dalam belajar di SMP Negeri 1 Dolok Merawan. Dengan demikian penelitian ini merupakan penelitian korelasi. Teknik Pengumpulan Data berupa Angket. Metode Dokumentasi dan Analisis Data Penelitian menggunakan Analisa Korelasi yaitu Menganalisis kedua variabel menggunakan Teknik Analisa Korelasi Bivariat dengan rumus Product Moment dari karl Pearson. Analisis Korelasi yang merupakan istilah biasa digunakan untuk menggambarkan ada atau tidaknya AT-TARBIYAH 12 Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam At-Tarbiyah Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 1 Oktober . p-ISSN : x-x e-ISSN : x-x Hal : 10-21 hubungan suatu hal dengan hal lain. Analisis korelasi adalah suatu cara atau metode untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan linear antar variabel. Jika terdapat hubungan maka perubahan Ae perubahan yang terjadi pada salah satu (X) akan mengakibatkan terjadinya perubahan pada variabel lainnya (Y). Adapun korelasi variabelnya: Pengaruh Program Bantuan Siswa Miskin (BSM) (X) dalam motivasi belajar siswa (Y). N Oc XY Oe (Oc X)( Oc Y) ycycuyc = Oo{NOcX 2 Oe (Oc X)2 }{N Oc Y 2 Oe (Oc Y)2 } Keterangan: = koefisien korelasi antara X dan Y = jumlah respoden OcYX = Jumlah hasil perkalian antara skor X dan Y OcX = Jumlah seluruh skor X OcY = jumlah seluruh skor Y OcX2 = jumlah dari kuadrat nilai OcY2 = jumlah dari kuadrat nilai Analisis Product Moment dimaksudkan untuk mencari titik nilai korelasi antara variabel X dan Y serta untuk mengetahui kadar eratnya hubungan antara variabel X dan Y di SMP Negeri 1 Dolok Merawan. Uji Hipotesis Uji ini digunakan mengetahui apakah variabel independen (X) berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen (Y). signifikan berarti pengaruh yang terjadi dapat berlaku untuk populasi . apat digeneralisasika. Dapat ketentuan dalam uji hipotesis didalam penelitian ini yaitu: Jika nilai sig < 0,05, atau rhitung > rtabel maka terdapat pengaruh variabel X terhadap variabel Y. Jika nilai sig > 0,05, atau rhitung < rtabel maka tidak terdapat pengaruh variabel X terhadap variabel Y. Hasil uji hipotesis ditentukan dengan nilai akhir pada rumus Product Moment dengan membandingkan besaran signifikan 5 % maupun taraf signifikan 1 % pada nilai hasil akhir Product Moment maka peneliti mengacu pada table Product Moment . Koefisien Determinasi Koefisien Determinasi (KD) digunakan untuk menyatakan besar kecilnya sumbangan atau kontribusi variabel X (Pengaruh Program Indonesia Pintar (PIP)) terhadap variabel Y (Motivasi Belajar Sisw. Perhitungan Koefisien Determinan ini dimaksudkan untuk mengetahui besarnya pengaruh Program Indonesia PIntar (PIP) dengan motivasi belajar siswa. Koefisien Determinan dapat dinyatakan dengan rumus: KD = . 2 x 100% Keterangan: = Kontribusi variabel X terhadap Y = Koefisien korelasi antara variabel X dan Y AT-TARBIYAH 13 Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam At-Tarbiyah Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 1 Oktober . p-ISSN : x-x e-ISSN : x-x Hal : 10-21 Uji Instrumen Penelitian Uji Validitas Sebuah alat ukur dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan dan mengungkapkan data dari variabel yang akan diteliti secara tepat. Pengujian validitas dalam penelitian ini menggunakan alat bantu komputer SPSS Statistic versi 22 for windows. Variabel dinyatakan valid dapat diketahui dari signifikan dari hasil perhitungan korelasi lebih kecil dari 0,05. Variabel juga dapat dinyatakan valid jika rhitung positif, serta rhitung > rtabel. Tabel 1. Uji Validitas Item Pernyataan Keterangan Pernyataan 1 0,425 0,297 Valid Pernyataan 2 0,534 0,297 Valid Pernyataan 3 0,347 0,297 Valid Pernyataan 4 0,361 0,297 Valid Pernyataan 5 0,477 0,297 Valid Pernyataan 6 0,480 0,297 Valid Pernyataan 7 0,564 0,297 Valid Pernyataan 8 0,299 0,297 Valid Pernyataan 9 0,677 0,297 Valid Pernyataan 10 0,626 0,297 Valid Pernyataan 11 0,366 0,297 Valid Pernyataan 12 0,626 0,297 Valid Pernyataan 13 0,775 0,297 Valid Pernyataan 14 0,398 0,297 Valid Pernyataan 15 0,615 0,297 Valid Pernyataan 16 0,341 0,297 Valid Pernyataan 17 0,722 0,297 Valid Pernyataan 18 0,673 0,297 Valid Pernyataan 19 0,775 0,297 Valid Pernyataan 20 0,388 0,297 Valid Pernyataan 21 0,485 0,297 Valid Pernyataan 22 0,506 0,297 Valid Pernyataan 23 0,380 0,297 Valid Pernyataan 24 0,775 0,297 Valid AT-TARBIYAH 14 Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam At-Tarbiyah Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 1 Oktober . p-ISSN : x-x e-ISSN : x-x Hal : 10-21 Hasil uji coba validitas instrument dapat diketahui bahwa instrument dari variabel Penggunaan Program Indonesia Pintar (Variabel X) dan variabel Motivasi Belajar Siswa (Variabel Y) dapat dikatakan valid, karena hasil nilai rhitung > rtabel. Uji Reliabilitas Alat ukur yang baik tidak akan bersifat tendensius atau mengarahkan responden untuk memilih jawaban-jawaban tertentu. Alat ukur yang reliabel . apat dipercay. akan menghasilkan data yang juga dapat dipercaya. Pengujian reliabilitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah koefisien alfa atau cronbachAos alpha. AuItem pengukuran dikatakan reliabel jika memiliki koefisien alfa lebih besar dari 0,600. Ay Dalam pengujian reliabilitas instrument didalam penelitian ini peneliti menggunakan alat bantu komputer SPSS Statistic versi 22 for Adapun hasil uji coba reliabilitas instrument dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 2. Uji Reliabilitas Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items Keterangan tabel diatas dapat diketahui bahwa variabel X (Penggunaan Program Indonesia Pintar (PIP)) dan variabel Y (Motivasi Belajar Sisw. memiliki cronbachAos alpha 828 > 0. 600, dengan demikian alat instrument reliabel atau layak digunakan. HASIL DAN PEMBAHASAN Responden yang menjadi sampel didalam penelitian ini sebanyak 44 orang. Pada penelitian ini peneliti menyebarkan angket sebanyak 24 pernyataan. Adapun yang menjadi sampel pada penelitian ini yaitu siswa yang mendapatkan dana bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) di SMP Negeri 1 Dolok Merawan. Jumlah siswa yang mengisi angket ini sesuai sampel yaitu 44 Angket tersebut sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Pengujian Hipotesis Hasil Uji Analisis Korelasi Analisis korelasi ini digunakan untuk mencari hubungan dan membuktikan hipotesis hubungan dua variabel bila data kedua variabel berbentuk interval atau ratio, dan sumber data dari dua variabel atau lebih tersebut adalah sama. Dengan ketentuan sebagai berikut: Jika nilai koefisisen korelasi positif, maka hubungan antara variabel X dengan variabel Y adalah hubungan searah, dengan kata lain meningkat variabel X, maka meningkat pula variabel Y. Jika nilai koefisien korelasi negatif, maka hubungan antara variabel X dan variabel Y adalah hubungan berlawanan, dengan kata lain meningkatnya variabel X maka diikuti menurunnya variabel Y. Menganalisis hubungan kedua variabel digunakan Teknik Analisis Korelasi Bivariat dengan rumus Produt Moment dari Karl Pearson yaitu: ycycuyc = N Oc XY Oe (Oc X)( Oc Y) Oo{NOcX 2 Oe (Oc X)2 }{N Oc Y 2 Oe (Oc Y)2 } AT-TARBIYAH 15 Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam At-Tarbiyah Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 1 Oktober . p-ISSN : x-x e-ISSN : x-x Hal : 10-21 Selanjutnya dilakukan penghitungan korelasi Product Moment antara variabel X dengan variabel Y. untuk perhitungan korelasi Product Moment beberapa langkah yang dilakukan, . Membuat Tabel Kerja Silang Variabel X dan Variabel Y Tabel 4. Kerja Silang Variabel X dan Variabel Y No. Responden AT-TARBIYAH 16 Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam At-Tarbiyah Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 1 Oktober . p-ISSN : x-x e-ISSN : x-x Hal : 10-21 Total . Menghitung Korelasi Dengan Rumus ycycuyc = N Oc XY Oe (Oc X)( Oc Y) Oo{NOcX 2 Oe (Oc X)2 }{N Oc Y 2 Oe (Oc Y)2 } Diketahui: OcXY = 42. OcX = 1. OcY = 1. OcX2 = 45. OcY2 = 43. Maka, rxy = Oo{. 45100Oe. 2 {. 48101Oe. 2 1996456Oe1952700 Oo. 4400Oe1904. 6444Oe2002. 45374Oe. Oo. Oo9137520000 AT-TARBIYAH 17 Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam At-Tarbiyah Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 1 Oktober . p-ISSN : x-x e-ISSN : x-x Hal : 10-21 95590,38 rxy = 0,4577 Berdasarkan hasil perhitungan korelasi Product Moment dapat diketahui bahwa hubungan antara variabel Penggunaa Program Indonesia Pintar (PIP) (X) dengan Motivasi Belajar Siswa (Y) sebesar 0,4577 dalam arah positif. Maka selanjutnya menafsirkan nilai rhitung sesuai tabel penafsiran sebagi berikut: Tabel 5. Nilai r Product Moment Besarnya r Product Interpretasi Moment . Antara variabel X dan variabel Y memang terdapat korelasi, akan tetapi 0,0-0,20 korelasi tersebut sangat lemah atau sangat rendah sehingga korelasi itu diabaikan . ianggap tidak ada korelasi antara variabel X dan variabel Y). 0,20-0,40 0,40-0,60 0,60-0,80 0,80-1,00 Antara variabel X dan variabel Y terdapat korelasi yang lemah atau Antara variabel X dan variabel Y terdapat korelasi yang sedang atau Antara variabel X dan variabel Y terdapat korelasi yang kuat atau tinggi. Antara variabel X dan variabel Y terdapat korelasi yang sangat kuat atau sangat tinggi. Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa, koefisien korelasi antara Dana Program Indonesia Pintar (PIP) terhadap Motivasi Belajar Siswa di SMP Negeri 1 Dolok Merawan Kecamatan Dolok Merawan Kabupaten serdang Bedagai terdapat korelasi yang sedang atau cukup yaitu terletak pada interval 0,40-0,60. Sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan yang sedang atau cukup antara Dana Program Indonesia Pintar (PIP) terhadap Motivasi Belajar Siswa di SMP Negeri 1 Dolok Merawan Tahun ajaran 2021/2022. Hasil Uji Hipotesis Pengujian hipotesis penelitian ini digunakan untuk mengetahui apakah variabel independen (X) berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen (Y), dengan ketentuan dalam uji hipotesis didalam penelitian ini yaitu: Jika nilai sig < 0,05, atau rhitung > rtabel, maka terdapat pengaruh variabel X terhadap variabel Y. Jika nilai sig > 0,05 atau rhiturng < rtabel, maka tidak terdapat pengaruh variabel X terhadap variabel Y. Taraf kepercayaan 0,05 . %), maka dapat diperoleh harga rtabel sebesar 0,297. Dengan membandingkan rhitung dengan rtabel maka dapat diketahui bagwa nilai rhitung > rtabel, yaitu 0,4577 AT-TARBIYAH 18 Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam At-Tarbiyah Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 1 Oktober . p-ISSN : x-x e-ISSN : x-x Hal : 10-21 > 0,297. Dengan demikian hipotesis yang diajukan dalam penelitian yaitu adanya pengaruh yang signifikan antara Program Indonesia Pintar (PIP) terhadap motivasi belajar siswa di SMP Negeri 1 Dolok Meraawan Tahun Pelajaran 2021/2022. Koefisisen Determinan (R. Uji ketepatan perkiraan (R. menyatakan persentase total variasi dari variabel X yang dapat dijelaskan oleh variabel Y dalam model. Perhitungan koefisien determinasi ini dimaksudkan untuk mengetahui besarnya pengaruh Program Indonesia Pintar (PIP) terhadap motivasi belajar siswa di SMP Negeri 1 Dolok Merawan . berdasarkan hasil perhitungan korelasi Product Moment diketahui nilai rxy sebesar 0,1085. Dengan demikian koefisien determinan dalam penelitian ini yaitu sebagai berikut: KD = . 2 x 100% Keterangan. KD = Kontribusi variabel X terhadap Y rxy = koefisien korelasi antara variabel X dan Y KD = . ,4. 2 x 100% KD = 0,2095 x 100% KD = 20,95% KD = 21% Berdasarkan perhitungan koefisien determinan diatas maka dapat diketahui bahwa nilai pengaruh Program Indonesia Pintar (PIP) terhadap motivasi belajar siswa di SMP Negeri 1 Dolok Merawan sebesar 21%, hal ini berarti variasi motivasi belajar siswa di SMP Negeri 1 Dolok Merawan disebabkan faktor Program Indonesia Pintar, sedangkan sisanya 79% disebabkan oleh variabel Ae variabel lain yang tidak disertakan dalam penelitian ini. Pembahasan Hubungan yang diperoleh melalui uji korelasi Product Moment antara pengaruh Program Indonesia Pintar (PIP) dengan motivasi belajar siswa sebesar 0,4577 dalam arah Maka dapat diinterpretasikan secara sederhana bahwa hasil perhitungan korelasi antara pengaruh Program Indonesia Pintar (PIP) dengan motivasi belajar siswa tidak bertanda negatif, dengan kata lain variabel terdapat hubungan korelasi positif atau korelasi yang berjalan searah. Hasil perhitungan Product Moment rxy atau rhitung adalah 0,4577 yang merupakan nilai r pada Product Moment dalam rentang nilai 0,40 Ae 0,60 menunjukkan bahwa antara variabel Penggunaan Dana Program Indonesia Pintar (PIP) dengan variabel Motivasi Belajar Siswa di SMP Negeri 1 Dolok Merawan Tahun Ajaran 2021/2022 terdapat korelasi yang sedang atau Melalui nilai r tabel Product Moment dapat diinterpretasikan pada taraf signifikan sebesar 0,297. Dengan membandingkan besarnya rhitung dengan rtabel, maka dapat diketahui bahwa nilai rhitung > rtabel, yaitu 0,4577 > 0,297. Dengan demikian hipotesis yang diambil adalah Ha yang berarti adanya pengaruh yang signifikan antara motivasi belajar siswa yang mendapatkan dana bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) di SMP Negeri 1 Dolok Merawan Tahun Ajaran 2021/2022. Berdasarkan perhitungan Koefisien Determinan maka dapat diketahui bahwa nilai pengaruh Program Indonesia Pintar (PIP) terhadap motivasi belajar siswa di SMP Negeri 1 Dolok Merawan sebesar 21%, hal ini berarti variasi motivasi belajar siswa di SMP Negeri 1 AT-TARBIYAH 19 Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam At-Tarbiyah Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 1 Oktober . p-ISSN : x-x e-ISSN : x-x Hal : 10-21 Dolok Merawan disebabkan faktor Program Indonesia Pintar (PIP), sedangkan sisanya 79% disebabkan oleh variabel Ae variabel yang lain yang tidak disertakan dalam penelitian ini. SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah diuraikan, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: Motivasi belajar siswa penerima dana Program Indonesia Pintar (PIP) dengan menjumlahkan skor pada angket Motivasi Belajar Siswa yang disebar ke responden sebesar 1380, pada kriteria motivasi belajar siswa yaitu cukup tinggi berada pada rentang skor 1. 202 Ae Maka motivasi belajar siswa penerima Program Indonesia Pintar (PIP) yaitu cukup Hubungan yang diperoleh melalui uji korelasi Product Moment antara pengaruh Program Indonesia Pintar (PIP) dengan motivasi belajar siswa sebesar 0,4577 dalam arah Maka dapat diinterpretasikan secara sederhana bahwa hasil perhitungan korelasi antara pengaruh Program Indonesia Pintar (PIP) dengan motivasi belajar siswa tidak bertanda negatif, dengan kata lain variabel terdapat hubungan korelasi positif atau korelasi yang berjalan searah. Melalui nilai r tabel Product Moment dapat diinterpretasikan pada taraf signifikan sebesar 0,297. Dengan membandingkan besarnya rhitung dengan rtabel, maka dapat diketahui bahwa nilai rhitung > rtabel, yaitu 0,4577 > 0,297. Dengan demikian hipotesis yang diambil adalah Ha yang berarti adanya pengaruh yang signifikan antara motivasi belajar siswa yang mendapatkan dana bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) di SMP Negeri 1 Dolok Merawan Tahun Ajaran 2021/2022. Berdasarkan perhitungan Koefisien Determinan maka dapat diketahui bahwa nilai pengaruh Program Indonesia Pintar (PIP) terhadap motivasi belajar siswa di SMP Negeri 1 Dolok Merawan sebesar 21%, hal ini berarti variasi motivasi belajar siswa di SMP Negeri 1 Dolok Merawan disebabkan faktor Program Indonesia Pintar (PIP), sedangkan sisanya 79% disebabkan oleh variabel Ae variabel yang lain yang tidak disertakan dalam penelitian ini. REFERENSI