The Studies of Social Science Volume 08. Issue 01. April 2026 39 Ae 44 DOI: https://doi. org/10. 35801/ts. p-ISSN : 2686-3111 e-ISSN : 2686-3103 Pemberdayaan Kelompok UMKM Perempuan PKK melalui Pelatihan Produksi Teh Celup Bunga Krisan sebagai Minuman Antioksidan di Malendeng. Manado Fatimawali*. Billy J. Kepel dan Fona D. Budiarso Program Studi Pendidikan Dokter Fakulats Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Jalan Kampus Unsrat Kleak Manado, 95115 *Email: fatimawali@unsrat. Abstrak Bunga krisan (Chrysanthemum indicu. dikenal sebagai tanaman herbal dengan kandungan antioksidan tinggi, namun pemanfaatannya dalam bentuk teh celup oleh pelaku usaha mikro masih terbatas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kelompok UMKM perempuan PKK di Lingkungan VII Malendeng. Manado, dalam mengolah bunga krisan menjadi produk minuman fungsional. Metode pelaksanaan mencakup penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung menggunakan pendekatan Hasil penyuluhan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman . %) dan keterampilan teknis peserta dalam produksi teh celup. Produk hasil pelatihan menunjukkan kualitas sensorik yang baik dan mendorong minat peserta untuk memproduksi dan memasarkan secara mandiri. Program ini berkontribusi pada pemberdayaan ekonomi lokal dan membuka peluang usaha berbasis tanaman herbal. Kata kunci: Krisan. teh celup. UMKM. pemberdayaan perempuan Abstract Chrysanthemum (Chrysanthemum indicu. is known as a herbal plant with a high antioxidant content, but its use in the form of tea bags by micro business actors is still limited. This service activity aims to increase the capacity of PKK women's MSME groups in Ward VII Malendeng. Manado, in processing chrysanthemums into functional beverage products. Implementation methods include counseling, demonstrations, and hands-on practice using a participatory approach. The results of the counseling showed a significant improvement in participants' understanding . %) and technical skills in tea bag The products of the training show good sensory quality and encourage the interest of participants to produce and market independently. This program contributes to the empowerment of the local economy and opens up opportunities for herbal plant-based businesses. Keywords: Chrysanthemum. tea bags. MSMEs. women's empowerment PENDAHULUAN Bunga krisan (Chrysanthemum indicu. merupakan tanaman hias yang secara tradisional digunakan sebagai minuman herbal, terutama di negara-negara Asia Timur, karena mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, fenolik, apigenin, luteolin, dan Senyawa ini berfungsi sebagai antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas penyebab penyakit degeneratif (Maryani et al. , 2019. Ho et al. , 2. Meski memiliki potensi besar, pemanfaatan krisan sebagai bahan baku produk herbal siap saji seperti teh celup masih minim dikembangkan di tingkat komunitas di Indonesia (Arisandi et al. Prabawa et al. , 2. Kebutuhan masyarakat akan pangan fungsional alami yang mudah dikonsumsi membuka peluang inovasi produk minuman berbasis herbal. Teh celup bunga krisan menawarkan keunggulan praktis, daya simpan tinggi, dan nilai ekonomis (Prestyaning Wanita, 2. Namun, kurangnya pengetahuan teknis menjadi kendala utama di tingkat UMKM, khususnya di komunitas perempuan PKK yang memiliki potensi kewirausahaan The Studies of Social Science Volume 08. Issue 01. April 2026 39 Ae 44 Fatimawali et al. | Pemberdayaan KelompokA. Lingkungan VII Malendeng. Manado, merupakan wilayah dengan populasi perempuan aktif dalam kegiatan PKK dan UMKM, namun belum mengembangkan produk berbasis tanaman obat keluarga (TOGA). Berdasarkan survei awal, 85% anggota PKK tidak mengetahui bunga krisan dapat dijadikan teh herbal. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan informasi dan keterampilan yang perlu dijembatani melalui program Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam mengolah bunga krisan menjadi teh celup yang higienis dan bernilai jual. Kegiatan ini mengadopsi pendekatan partisipatif untuk menciptakan keterlibatan aktif peserta dan memberdayakan mereka secara ekonomi. METODE PELAKSANAAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan metode partisipatif dan edukatif, yang mengutamakan keterlibatan aktif peserta dalam seluruh tahapan pelatihan. Metode utama yang digunakan adalah pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA), yaitu pendekatan yang memberikan ruang kepada masyarakat untuk mengidentifikasi kebutuhan, merancang solusi, serta terlibat langsung dalam proses pelatihan. Pemilihan metode ini didasarkan pada karakteristik peserta yang sebagian besar adalah ibu rumah tangga pelaku UMKM yang telah terbiasa dengan model pembelajaran berbasis praktik dan gotong royong (Gunawan et al. , 2. Tahapan kegiatan dimulai dengan identifikasi kebutuhan melalui observasi lapangan dan wawancara dengan pengurus PKK Lingkungan VII Malendeng. Tahap ini penting untuk menggali sejauh mana pemahaman awal peserta terhadap tanaman krisan, serta potensi pengembangannya sebagai produk unggulan lokal. Selanjutnya dilakukan penyuluhan dalam bentuk ceramah interaktif mengenai manfaat bunga krisan, kandungan senyawa bioaktif, serta nilai fungsional teh celup sebagai minuman antioksidan. Penyuluhan ini diperkaya dengan materi visual dan diskusi kelompok agar peserta lebih mudah memahami materi (Hidayati et al. , 2. Setelah penyuluhan, dilakukan sesi pelatihan teknis berupa demonstrasi pembuatan teh celup krisan. Proses ini mencakup pemilihan dan pencucian bunga, pengeringan . enggunakan oven suhu renda. , penepungan . ila diperluka. , pengemasan ke dalam kantung celup, dan pelabelan. Seluruh peserta diberi kesempatan praktik langsung dengan pendampingan fasilitator. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pemahaman, serta observasi selama praktik untuk menilai keterampilan teknis yang diperoleh peserta. Output kegiatan ini tidak hanya berupa peningkatan kapasitas individu, tetapi juga prototipe produk teh celup krisan hasil olahan peserta. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan diikuti oleh 20 peserta pada tahap penyuluhan (Gambar . Para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi selama proses pelatihan. Sebagian besar peserta belum memiliki pengalaman dalam mengolah bunga krisan menjadi teh celup, namun mereka menunjukkan ketertarikan dan kesiapan untuk belajar. Sebelum dilakukan penyuluhan, dilakukan pre-test. Hasil pre-test menunjukkan hanya 15% peserta yang mengetahui manfaat bunga krisan secara spesifik sedangkan 85% lainnya baru pertama kali mendengar bahwa bunga tersebut dapat diolah menjadi produk minuman herbal. The Studies of Social Science Volume 08. Issue 01. April 2026 39 Ae 44 Fatimawali et al. | Pemberdayaan KelompokA. Post-test menunjukkan peningkatan pemahaman menjadi 85% setelah penyuluhan (Poswal et al. , 2. Gambar 1. Kegiatan Penyuluhan Kegunaan Bunga Krisan sebagai Minuman Antioksidan Gambar 2. Kegiatan Pelatihan Pembuatan Teh Celup Bunga Krisan Pada tahap pelatihan, 80% peserta mampu menyelesaikan seluruh proses produksi teh celup secara mandiri, ditunjukkan pada Gambar 2. Produk teh celup yang dihasilkan memiliki aroma khas bunga krisan, warna hijau-kuning cerah, dan rasa yang ringan The Studies of Social Science Volume 08. Issue 01. April 2026 39 Ae 44 Fatimawali et al. | Pemberdayaan KelompokA. (Gambar . Kemasan dibuat sederhana namun menarik dengan label yang mencantumkan informasi produk (Diansari, 2. Gambar 3. Minuman Antioksidan Bunga Krisan Pada Gambar 4, terlihat peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan beberapa mengutarakan niat untuk menjadikan produk ini sebagai usaha rumahan (Nisa, 2. Gambar 4. Desain Kemasan Teh Celup Bunga Krisan Kegiatan ini tidak hanya menghasilkan produk inovatif, tetapi juga membangun motivasi kewirausahaan (Maryani et al. , 2. Peserta menyusun rencana produksi lanjutan dalam skala kecil dan pemasaran melalui media sosial serta kegiatan bazar lokal (Aliyah et al. , 2. Pendekatan partisipatif terbukti efektif dalam meningkatkan keterlibatan dan keberdayaan perempuan di tingkat komunitas (Baidhowi, 2. Produk teh celup krisan yang dihasilkan memiliki nilai tambah karena berbasis bahan lokal dan ramah lingkungan (Prestyaning Wanita, 2. Beberapa peserta mengusulkan perluasan bahan baku dengan menanam krisan secara mandiri di pekarangan rumah, sebagai bagian dari program TOGA komunitas (Susanti et al. , 2. Komunitas PKK melihat potensi pengembangan usaha kecil berbasis teh herbal sebagai peluang ekonomi baru pascapandemi COVID-19. The Studies of Social Science Volume 08. Issue 01. April 2026 39 Ae 44 Fatimawali et al. | Pemberdayaan KelompokA. KESIMPULAN Pelatihan teh celup bunga krisan berhasil meningkatkan kapasitas teknis dan kewirausahaan perempuan UMKM di Lingkungan VII Malendeng. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif efektif dalam membangun pengetahuan dan keterampilan berbasis potensi lokal. Keberlanjutan program diharapkan melalui pembentukan kelompok produksi dan dukungan lintas sektor untuk pengembangan usaha herbal komunitas. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada LPPM Universitas Sam Ratulangi Manado atas pendanaan kegiatan ini, serta kepada seluruh anggota PKK Lingkungan VII Malendeng yang telah berpartisipasi aktif. DAFTAR PUSTAKA