https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 Pengaruh Jam Kerja Dan Upah Terhadap Kinerja Pada Proyek Konstruksi Di Pt. Taiyo Sinar Raya Teknik Irwan R Osman. Monica Octavania Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YAI Email : irwanramliosman@gmail. com, monicaoctavania98@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji seberapa besar pengaruh jam kerja terhadap kinerja dan upah kerja terhadap kinerja pada suatu proyek konstruksi. Penelitian ini didasari oleh beberapa teori yag mendukung penelitian ini, yang berhubungan dengan jam kerja, upah kerja dan Penelitian ini menggunakan data primer dan Sekunder. Sampel pada penelitian ini di dapatkan dari kuisioner yang di sebar di proyek konstruksi PT. Taiyo Sinar Raya Teknik. Setelah pengumpulan data selesai, maka langsung dilakukan pengolahan data penelitian dengan melakukan pengujian SmartPLS. Dari hasi penelitian ini di peroleh bahwa Jam Kerja berpengaruh positif terhadap Kinerja Hal ini disebabkan karena hasil pengujian hipotesis satu yang menunjukkan bahwa Jam Kerja dengan Kinerja menunjukkan nilai koefisien jalur sebesar 0,584 dan t-statistik 5,773 yang mana nilai ini lebih besar dari 1,96, dengan implikasi diperkuat hasil penelitian terdahulu yang dilakukan Riska Nurmajidah . yang mengungkapkan bahwa jam kerja merupakan variable independen berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Hal ini berarti bahwa Jam Kerja berpengaruh posistif terhadap Kinerja. Dan juga diperoleh bahwa Upah Kerja berpengaruh positif terhadap Kinerja Hal ini disebabkan karena hasil pengujian hipotesis dua yang menunjukkan bahwa Upah Kerja dengan Kinerja menunjukkan nilai koefisien jalur sebesar 0,340 dan t-statistik 3,640 yang mana nilai ini lebih besar dari 1,96, dengan implikasi diperkuat hasil penelitian terdahulu yang dilakukan Riska Nurmajidah . yang mengungkapkan bahwa upah kerja merupakan variable independen berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Hal ini berarti bahwa Upah Kerja berpengaruh positif terhadap Kinerja. Penelitian ini juga diperoleh hasil R-Square yaitu 0,644 yang menunjukan bahwa Variabel Kinerja di pengaruhi oleh jam kerja dan upah kerja sebesar 64,4%. Dengan ini data ini juga menunjukan bahwa jam kerja memiliki pengaruh yang paling besar terhadap kinerja Kata Kunci : Jam Kerja. Upah, dan Kinerja ABSTRACT This study aims to examine how much influence working hours have on performance and pay for work on performance in a construction project. This research is based on several theories that support this research, which relate to working hours, wages and performance. This study uses primary and secondary data. The sample in this study was obtained from questionnaires distributed in the construction project of PT. Taiyo Sinar Raya Teknik. After the data collection is complete, the research data processing is immediately carried out by conducting the SmartPLS test. From the results of this study it was found that working hours had a positive effect on performance. This is due to the results of testing the first hypothesis which shows that Working Hours with Performance show a path coefficient value of 0. 584 and a t-statistic of 5. 773 which is greater than 1. 96, with the implications of strengthening the results of previous research conducted by Riska Nurmajidah . which revealed that working hours are an independent variable that has a positive and significant effect on performance. This means that working hours have a positive effect on performance. And it is also found that wages have a positive effect on proven performance. This is due to the results of testing the second hypothesis which shows that Wage for Work shows a path coefficient value of 0. 340 and a t-statistic of 3. 640 which is greater than 1. 96, with implications strengthened by the results of previous research conducted by Riska Nurmajidah . which revealed that wages are an independent variable that has a positive and significant effect on performance. This means that wages have a positive effect on performance. This study also obtained the results of R-Square which is 0. 644 which indicates that the Performance Variable is influenced by working hours and wages of 64. With this data also shows that working hours have the greatest influence on performance. Keywords: Working Hours. Wages, and Performance Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. PENDAHULUAN Latar Belakang Sumber daya manusia merupakan bagian yang cukup penting dalam pencapaian tujuan organisasi baik itu perusahaan besar maupun kecil, suatu perusahaan memiliki peralatan yang modern dengan teknologi tinggi. Sumber daya manusia merupakan salah satu motor penggerak utama bagi setiap operasi perusahaan, sehingga upaya dalam pengembangan SDM tersebut merupakan strategi yang utama untuk menegakkan kompetisi global (Lee, 2004: . Konstruksi merupakan sektor ekonomi Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan infrastruktur di Indonesia sangat pesat. Di kala pandemi covid 19 proyek konstruksi tetap berlanjut. Dimana sumber daya manusia (SDM) merupakan aset perusahaan konstruksi. Jam kerja yang di batasi dengan alasan Kesehatan menjadi perhatian serius. Kemajuan sebuah proyek konstruksi tentunya sejalan dengan jumlah pekerja dan jumlah jam kerja masing-masing pekerja. Besarnya upah pekerja konstruksi di bayarkan berdasarkan jumlah jam kerja. Akan tetapi banyaknya jam kerja dapat mempengaruhi kinerja seorang pekerja. Pembangunan konstruksi di Indonesia terus mengalami perkembangan seiring dengan pembangunan yang terusmenerus dilakukan oleh pemerintah. Salah satu hal yang menandai perkembangan bidang konstruksi ini adalah semakin bertingkat yang tak hanya dapat dilihat di Jakarta saja sebagai ibukota, melainkan juga di berbagai daerah di seluruh Indonesia. Sumber daya merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam suatu pekerjaan, seperti modal, tenaga kerja, peralatan, metode, material, dan juga informasi. Sumber daya manusia adalah faktor utama dalam menentukan Meskipun proyek konstruksi didukung oleh modal yang cukup dan peralatan yang baik namun jika dikelola oleh tenaga kerja yang mempunyai kemampuan seadanya tentu tidak akan maksimal karena kinerja yang diharapkan tentu tidak akan tercapai secara optimal. Oleh karena itu tenaga kerja yang ada harus dapat bekerja efektif menurut jumlah jam kerja yang telah ditentukan serta dapat menghasilkan suatu pekerjaan yang Ada beberapa aspek yang perlu dimiliki oleh para pekerja dan juga harus dipelihara sehingga dapat membantu tercapainya suatu tujuan. Aspek sumber daya manusia yang dimaksud yaitu aspek kompetensi kerja, motivasi kerja, loyalitas kerja serta disiplin kerja. Apabila aspekaspek sumber daya manusia itu tercapai, maka dapat diharapkan kinerja pekerja dapat lebih baik. (Yohanes Welly, 2. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya, maka dapat di identifikasikan permasalahan yang ada sebagai berikut : Terjadinya masalah kesehatan pada pekerja dikarenakan harus bekerja lebih dari 8 jam. Adanya perbedaan jam kerja normal yaitu 8 jam dengan jam kerja saat lembur yaitu sekitar 4 jam. Terjadinya dikarenakan tidak sesuai dengan Adanya batasan jam lembur yang diatur oleh pemerintah sehingga pekerja hanya bisa dapat upah maksimal sesuai Terjadinya penurunan kinerja seorang pekerja saat bekerja lembur. Keterlambatan waktu penyelesaian sehingga menjadi ketidaksesuaian dengan schedule pekerjaan. Menurunnya tingkat kepercayaan owner kepada PT. Taiyo Sinar Raya Teknik saat harus revisi schedule karna terjadi Batasan Masalah Karna melakukan penelitian dan agar bisa mendapatkan hasil dari tujuan yang dibuat, maka perlu adanya batasan. Sasaran penelitian ini adalah untuk pekerja proyek konstruksi pada proyek perusahaan PT Taiyo Sinar Raya Teknik di Cibitung Bekasi. Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah yang terdapat pada uraian sebelumnya, maka tujuan penelitian ini adalah. Mengetahui apakah banyaknya upah mempengaruhi kinerja? Mengetahui apakah dengan banyaknya jam kerja yang pastinya menambah upah kerja mempengaruhi kinerja pekerja? LANDASAN TEORI Kinerja Kinerja adalah dasar dan kekuatan pendorong yang berada dibelakang semua keputusan organisasi, usaha kerja, dan alokasi sumber daya. (Drs. Daryanto Bambang Suryanto, 20222:. Kinerja didefinisikan oleh Prof. Dr. Lijan Poltak Sinambela Kinerja adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi, sesuai dengan wewenang dan taggung jawab masingAemasing, dalam rangka melanggar hukum dan sesuai dengan moral dan etika. (Prof. Dr. Lijan Poltak Sinambela. MM. Pd, 2020:. Adapun indikator kinerja karyawan menurut (Bambang Suryanto, 2022:. adalah sebagai berikut : Ketetapan waktu (Pomptnee. Inisiatif (Initiativ. Komunikasi (Communicatio. Kualitas. Upah Kerja Upah adalah hak pekerja/buruh yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk uang sebagai imbalan dari pengusaha atau pemberi kerja kepada pekerja/buruh yang ditetapkan dan dibayarkan menurut suatu perjanjian kerja, kesepakatan, atau perundang-undangan, termasuk tunjangan bagi pekerja/buruh dan keluarganya atas suatu pekerjaan dan/atau jasa yang telah atau akan (Achmad S. Ruky, 2020:. Adapun indikator upah kerja menurut (Achmad S. Ruky, 2020:. adalah sebagai berikut : Sistem pengupahan Kondisi perusahaan Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 Keterampilan tenaga kerja Jam Kerja Jam Kerja adalah waktu untuk melakukan pekerjaan, dapat dilaksanakan siang hari dan/atau malam Merencanakan pekerjaan-pekerjaan yang akan datang merupakan langkahlangkah memperbaiki pengurusan waktu. Apabila perencanaan pekerjaan belum dibuat dengan teliti, tidak ada yang dapat dijadikan panduan untuk menentukan bahwa usaha yang dijalankan adalah selaras dengan sasaran yang ingin Dengan adanya pengurusan kegiatan-kegiatan yang hendak dibuat, sesorang itu dapat menghemat waktu dan kerjanya. Jam kerja sering dijadikan penentu besaran upah yang dibayarkan oleh perusahaan misalnya per hari, per jam, per minggu, atau per bulan. Namun terdapat terdapat aturan tentang batasan waktu kerja maksimal, dan pemberian waktu istirahat, serta kompensasi pelampauan dari ketentuan tersebut. (Suud, 2. Adapun indikator jam kerja menurut (Drs. Mohammad Suud, 2. adalah sebagai berikut: Pengurusan waktu kerja yang efektif Penggunaan waktu kerja yang efektif METODE PENILITIAN Menurut Sugiyono . 3 : . Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Metode penelitian menjelaskan tentang metode apa yang akan digunakan dalam Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh infomasi tentang apakah terdapat pengaruh Jam Kerja. Upah Pekerja terhadap Kinerja Pegawai pada Proyek Konstruksi PT. Taiyo Sinar Raya Teknik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Jenis Data Penelitian dan Sumber Data Penelitian, sehingga dalam penelitian ini ukuran sampel minimal adalah 97 . ngka dibulatkan keata. pekerja proyek Didalam penelitian ini seluruh populasi dijadikan sampel sebanyak 97 pegawai konstruksi di PT. Taiyo Sinar Raya Teknik, maka metode yang digunakan dalam penarikan sampel adalah metode P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. sampling jenuh atau sensus. Metode sampling jenuh atau sensus adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Pada analisis ini akan mendeksripsikan data-data yang diperoleh dari responden. Data deskriptif yang menggambarkan keadaan dari responden yang berguna sebagai informasi tambahan untuk memahami hasil penelitian. HASIL PENELITIAN Uji Validitas Konvergen (Convergent Validit. Tahap pertama dalam melakukan evaluasi terhadap outer model dapat dimulai dengan melihat hasil dari uji validitas konvergen (Convergent Validit. melalui loading faktornya. Ukuran refleksif individual dengan konstruk yang diukur dapat dikatakan tinggi jika berkorelasi lebih dari 0,70. Menurut Chin, 1998 . alam Ghozali, 2. Apabila terdapat indikator memiliki nilai korelasi kurang dari 0,70 maka penulis menghapus dari model. Dalam penelitian ini analisis outer loadingnya di jelaskan dalam bentuk gambar dan tabel. Hasil Outer Loading sebagai berikut Gambar 1 Hasil Perhitungan Ulang Uji Validitas Tabel 1 Path Coefficients Setelah Diuji Ulang KIN KIN Setelah indikator yang memiliki nilai korelasi di bawah 0,70 di hapus penulis melakukan pengujian ulang hanya dengan menggunakan indikator yang memiliki nilai korelasinya diatas 0,70 dan susudah dapat dikatakan valid. Tabel 2 Uji Validitas Konvergen (Convergent Validit. KIN JK1 JK2 JK3 JK4 KIN1 KIN2 KIN3 KIN5 KIN6 KIN7 KIN8 UK1 UK2 UK3 UK4 UK6 Dari tabel diatas dapat dilihat hasil indikator dari variabel Jam Kerja (X. > 0,7 sehingga konstruk dari 4 indikator diatas sudah tidak ada yang tereliminasi karena lebih dari standart yang sudah ditetapkan, maka semua indikator pada variabel X1 dapat diterima. Selanjutnya, dari variabel Upah Kerja (X. yang juga dengan standart hitung > 0,7 dengan konstruk 5 indikator, keseluruhan nilai outer loadingnya melebihi batas standart. Maka indikator tersebut dapat diterima. Selanjutnya yang terakhir dari variabel Kinerja (Y) dengan standart yang sama dan konstruk dari 7 indikator dapat dilihat pada tabel 4. 3 nilai outer loading seluruhnya > 0,7. Maka semua indikator dapat diterima. AVE (Average variance extracte. Convergent Validity juga dinilai AVE (Average Hair . menegemukakan bahwa jika suatu model mempunyai nilai Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. AVE diatas 0,5 maka model tersebut konvergen (Convergent Validit. yang Setelah eliminiasi dari loading faktor yang dibawah 0,7 maka model tersebut mempunyai nilai AVE sebagai Tabel 2 Construct Reliability and Validity Dari tabel 4. 3 dapat diketahui Kinerja (Y) memiliki nilai 0,679. Jam Kerja (X. memiliki nilai 0,617, dan Upah Kerja (X. memiliki nilai 0,600. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ketiga variable tersebut memiliki validitas yang baik karne memiliki nilai AVE lebih besar dari 0,5. Uji Validitas Diskriman (Discriminant Validit. Tabel 4 Uji Validitas Diskriman (Discriminant Validit. KIN KIN Uji Validitas Diskriminan (Discriminant Validit. merupakan tahap yang dilakukan untuk mengetahui apakah variabel-variabel atau indikator dalam penelitian yang kita lakukan memiliki nilai yang unik dan hanya terkait dengan variabel atau indiktornya sendiri dan bukannya dari variabel atau indikatorindikator di luar yang diharapkan atau Untuk melihat apakah model penelitian memiliki Validitas Diskriminan (Discriminant Validit. yang baik, maka ada 2 . tahap yang harus dilakukan yaitu hasil cross loading dan hasil fornell larcker criterian. Tahap pertama, yaitu Cross Loadings. Tabel 3 Cross Loadings KIN JK1 JK2 JK3 JK4 KIN1 KIN2 Cronb Comp Comp Avera (AVE) KIN3 KIN5 KIN6 KIN7 KIN8 UK1 UK2 UK3 UK4 UK6 Dari tabel di atas menunjukkan bahwa nilai cross loading dari masingmasing item terhadap konstruk nya lebih besar dari pada nilai loading dengan konstruk yang lain. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat permasalahan pada discriminant validity. Semua indikator mempunyai koefisien korelasi yang lebih besar dengan masingmasing konstruknya dibandingkan dengan nilai koefisien korelasi indikikator pada blok konstruk pada kolom lainnya. Metode yang kedua adalah dengan mengukur hasil fornell larcker criterian. Adapun hasil uji fornell larcker criterian dalam penelitian ini adalah sebagai berikut Tabel 4 Uji fornell larcker criterian KIN KIN Berdasarkan Tabel 6 menunjukkan uji dinyatakan valid. Suatu variabel dikatakan reliabel jika jawaban terhadap Cara Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. mengevaluasinya yaitu berdasarkan dari korelasi antar variabel dengan nilai tidak boleh lebih kecil dari bawah dan samping kirinya . enurut Chin dalam Ghozali dan Latan, 2015:. Composite Realibilty Nilai Composite Realibilty secara spesifik yang dapat diterima pada penelitian eksploratori adalah berkisar antara 0,60 hingga 0,70 (Hair, 2. Konstruk dikatakan memiliki realibilitas yang tinggi jika nilainya 0,70. Adapun tabel nilai Composite Realibility adalah sebagai Tabel 5 Cronbach Alpha dan Composite Realibility Cronb Comp Comp Avera reliabil reliabil varia ho_a . ho_c extra (AVE) KI 0. U 0. Berdasarkan disimpulkan bahwa semua konstruk reliabel, baik composite reliability maupun cronbachAos alpha mempunyai nilai di atas 0,70. Dengan demikian, semua variabel pada model penelitian ini memiliki internal consistency reliability. Berdasarkan sebelumnya, maka dapat disimpulkan convergent validity yang baik, dicrimanant validity yang baik, dan internal consistensy realibility yang baik. Pengujian Model Struktural (Inner Mode. Inner Model Atau Pengukuran Bagian Dalam disebut juga sebagai model Model struktural adalah model yang menghubungkan antar variabel laten yang terdiri dari sebagai berikut : R-Square Dalam proses penilaian mode penelitian dengan PLS, dimulai dengan melihat R-square untuk setiap variabel laten dependen. Berikut tabel yang merupakan hasil estimasi R-square dengan menggunakan SmartPLS. Tabel 6 R-Square RR-square square adjusted KIN Tabel di atas menunjukkan nilai RSquare untuk variabel kinerja diperoleh nilai sebesar 0. Hasil ini menunjukkan bahwa 64,4% variabel kinerja dapat dipengaruhi oleh variabel jam kerja dan upah kerja, sedangkan 35,6% dipengaruhi oleh variabel lain diluar yang diteliti. Effect size . -squar. F-Square . Pengujian F-Square dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh relatif dari variabel laten independen terhadap variabel laten Untuk mengukur pentingnya konstruksi endogen dari F-SQUARE. Maka hasil pada tabel sebagai berikut : Tabel 7 F-Square KIN KIN Apakah predictor variable laten mempunyai pengaruh yang lemah, medium atau besar pada tingkat structural. Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. 0,02 . 0,15 . 0,35 . Variable laten eksogen memiliki pengaruh kecil, moderat dan besar pada level Pengujian Hipotesa Berdasarkan olah data yang telah dilakukan, hasilnya dapat digunakan untuk menjawab hipotesis pada penelitian ini. Uji hipotesis pada penelitian ini di lakukan dengan melihat nilai T-statistic dan nilai Pvalue. Hipotesis pada penelitian dapat dinyatakan di terima apabila P-values <0,05. Berikut ini adalah hasil uji hipotesis yang diperoleh dalam penelitian ini: Tabel 8 Nilai T-statistic dan nilai P-value Orig Sa Stan T inal mpl dard statisti val devia cs mea tion (|O/ST (O) (STD DEV|) (M) EV) J 0. K 4 U 0. K 0 Dalam PLS, pengujian secara menggunakan simulasi. Dalam hal ini akan dilakukan hitung dengan bootstrap terhadap sampel. Pengujian dengan meminimalkan masalah ketidaknormalan data penelitian, adapun hasil pengujian dengan bootstrapping dari analisis PLS adalah sebagai berikut Pengujian Hipotesis H1 (Jam Kerja berpengaruh positif terhadap Kinerj. Hipotesis satu yang menyatakan bahwa Jam Kerja berpengaruh positif terhadap Kinerja terbukti. Hal ini disebabkan karena hasil pengujian hipotesis satu yang menunjukkan bahwa Jam Kerja dengan Kinerja menunjukkan nilai koefisien jalur sebesar 0,584 dan tstatistik 5,773 yang mana nilai ini lebih besar dari 1,96. Hal ini berarti bahwa Jam Kerja berpengaruh posistif terhadap Kinerja. Dengan demikian hipotesis satu Pengujian Hipotesis H2 (Upah Kerja Berpengaruh Positif terhadap Kinerj. Hipotesis dua yang menyatakan bahwa Upah Kerja berpengaruh positif terhadap Kinerja terbukti. Hal ini disebabkan karena hasil pengujian hipotesis dua yang menunjukkan bahwa Upah Kerja dengan Kinerja menunjukkan nilai koefisien jalur sebesar 0,340 dan tstatistik 3,640 yang mana nilai ini lebih besar dari 1,96. Hal ini berarti bahwa Upah Kerja berpengaruh positif terhadap Kinerja. Dengan demikian hipotesis dua diterima. KESIMPULAN Pengujian Hipotesis H1 (Jam Kerja berpengaruh positif terhadap Kinerj. Hipotesis satu yang menyatakan bahwa Jam Kerja berpengaruh positif terhadap Kinerja terbukti. Hal ini disebabkan karena hasil pengujian hipotesis satu yang menunjukkan bahwa Jam Kerja dengan Kinerja menunjukkan nilai koefisien jalur sebesar 0,584 dan tstatistik 5,773 yang mana nilai ini lebih besar dari 1,96. Hal ini berarti bahwa Jam Kerja berpengaruh posistif terhadap Kinerja. Dengan demikian hipotesis satu Pengujian Hipotesis H2 (Upah Kerja Berpengaruh Positif terhadap Kinerj. Hipotesis dua yang menyatakan bahwa Upah Kerja berpengaruh positif terhadap Kinerja terbukti. Hal ini disebabkan karena hasil pengujian hipotesis dua yang menunjukkan bahwa Upah Kerja dengan Kinerja menunjukkan nilai koefisien jalur sebesar 0,340 dan tstatistik 3,640 yang mana nilai ini lebih besar dari 1,96. Hal ini berarti bahwa Upah Kerja berpengaruh positif terhadap Kinerja. Dengan demikian hipotesis dua diterima. Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. DAFTAR PUSTAKA