Vol. 5 No. 2 Juni 2022 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Perbandingan Studi Uji Kuat Tekan Batako Manual Dengan Bahan Tambahan Limbah Kerak Pengolahan Minyak Tanah Umayya Ulfah1. Liadira Kusuma Widya2. Nunuk Candra Stiyanta3 Fakultas Teknik. Universitas Sunan Bonang1,2,3 email: umayyaulfah5@gmail. com1, liadirakw@gmail. com2, liadirakw@gmail. DOI: http://dx. org/10. 31869/rtj. Abstract : Bahan bangunan batako semakin hari semakin mahal harganya maka perlu dilakukan satu langkah inovatif yang bisa menekan harga pembuatan bahan bangunan tersebut. Dengan pemanfaatan bahan bangunan yang lebih murah harganya, salah satunya yang dapat digunakan adalah kerak yaitu limbah dari pengolahan minyak tanah sebagai bahan tambahan pembuatan Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui perbandingan uji kuat tekan batako manual dengan bahan tambah kerak limbah pengolahan minyak tanah. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental. Pada penelitian ini digunakan rancangan pebandingan campuran 1 pc : 6 ps . ebagai bahan kontro. , 1 Pc : 5,5 Ps : 0,5 Kr, 1 Pc : 5 Ps : 1 Kr, 1 Pc : 4,5 Ps : 1,5 Kr, 1 Pc : 4 Ps : 2 Kr dengan volume pasir lebih sedikit . elompok eksperime. Pemeriksaan benda uji terhadap kuat tekan dilakukan pada umur 7, 14, 21, dan 28 hari. Dimensi benda uji untuk pengujian kuat tekan 30 cm x 10 cm x 15 cm. Hasil kuat tekan yang terjadi pada masing-masing variasi masih memenuhi stndar yang ditetapkan oleh tabel mutu bata SNI-03-0348-1989, batako tipe konvensional atau batako tanpa penambahan kerak pada umur 7, 14, 21, dan 28 hari menunjukan nilai rata-rata 38,2 kg/cm2 Ae 47,5 kg/cm2, batako tipe konvensional ini termasuk pada tingkat mutu i. Batako tipe A dengan penambahan kerak 0,5 takaran mendapatkan hasil rata-rata 69,9 kg/cm2 - 89,2 kg/cm2, batako tipe C 64,5 kg/cm2 - 86,5 kg/cm2 , batako tipe D 60,8 kg/cm2 Ae 79,1 kg/cm2 , dengan rata-rata tersebut batako tipe A, tipe C,dan tipe D termasuk batako dengan tingkat mutu II. Sedangkan batako dengan tingkat mutu I terlihat pada batako tipe B dengan rata-rata 100,0 kg/cm2 -140,9 kg/cm2. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan sebelumnya, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut. Kuat tekan batako dengan penambahan kerak lebih kuat dari pada batako Batako dengan penambahan kerak lebih kuat dengan komposisi perbandingan 1 portland cement : 5 pasir : 1 kerak. Kata Kunci : Batako. Kerak minyak tanah, dan Kuat tekan PENDAHULUAN Seiring berkembangnya zaman semakin pesat pula antusiasme masyarakat terhadap kebutuhan primer manusia yaitu rumah. Selain rumah tidak sedikit pula yang memiliki proyek-proyek kontruksi bangunan besar untuk mendirikan tempat usaha, fasilitasfasilitas umum, dan perumahan. Proyek konstruksi merupakan proyek yang unik karena tidak ada satu pun proyek konstruksi yang sama. Pemilik setiap proyek pun pasti berbeda-beda. Ada pemilik yang memprioritaskan biaya yang murah, ada yang memprioritaskan waktu, dan ada yang memprioritaskan kualitas material. Teknisi harus bisa melaksanakan pekerjaan konstruksi sesuai dengan keinginan dan kebutuhan pemilik tersebut. Dengan demikian, pada proyek terdapat 3 . hal, yaitu, meliputi: target waktu . , biaya . , dan mutu . yang menjadi sasaran proyek. ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Bahan bangunan seperti batako dan lainlain semakin hari semakin mahal harganya. Karena bahan susun yang dipakai meningkat harganya demikian juga dengan tenaga kerja juga meningkat upahnya. Maka perlu dilakukan satu langkah inovatif yang bisa menekan harga pembuatan bahan bangunan Dengan bangunan yang lebih murah harganya, salah satunya yang dapat digunakan adalah kerak yaitu limbah dari pengolahan minyak tanah sebagai bahan tambahan pembuatan batako. Demikian juga dengan pemberdayaan sumber daya lokal dapat berupa pemanfaatan Pemanfaatan limbah disamping dapat mengurangi pencemaran lingkungan juga dapat digunakan sebagai alternatif pengganti bahan bangunan yang sudah ada. Salah satu limbah yang dapat dimanfaatkan dengan baik adalah kerak sisa dari hasil pengolahan minyak tanah. Fakultas Teknik UMSB Vol. 5 No. 2 Juni 2022 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Pemanfaatan limbah kerak sebagai campuran bahan pembuatan batako juga dapat menghemat bahan baku pembuatan batako, seperti pasir dan juga semen. Melihat potensi limbah sludge oil . yang belum maksimal, maka perlu adanya penelitian tentang pemanfaatan limbah dari hasil pengolahan minyak tanah, sebagai bahan tambahan dalam pembuatan batako dengan judul AuPerbandingan Studi Uji Kuat Tekan Batako Manual dengan Bahan Tambahan Limbah Kerak Pengolahan Minyak TanahAy. METODE PENELITIAN Tempat Dan Waktu penelitian Observasi di lakukan di Desa Medalem Kecamatan Senori Kabupaten Tuban. Sedangkan uji lab benda uji di Laboratorium Dinas PUPR Kabupaten Tuban. Observasi dilakukan pada bulan April 2021 Pelaksanaan mulai dari pengadaan bahan dasar dan bahan penunjang hingga pembuatan laporan akhir memerlukan waktu 16 minggu yaitu mulai dari tanggal 01 April 2021 sampai tanggal 30 Juli 2021 dengan jadwal sebagai berikut : Pembuatan sample benda uji dilakukan desa Medalem Kecamatan Senori Kabupaten Tuban pada tanggal 01 Juli 2021. Untuk pengujian kuat tekan sample benda uji dilakukan di Laboratorium Dinas PUPR Kabupaten Tuban pada tanggal 08 Juli sampai dengan 29 Juli 2021. Jenis Penelitian Jenis merupakan salah satu jenis-jenis metode penelitian yang merupakan memungkinkan peneliti memanipulasi variabel dan dan meneliti akibat-akibatnya. Pada metode ini variabel-variabel dikontrol sedemikian rupa, sehingga variabel luar yang mungkin mempengaruhi dapat dihilangkan. Dengan demikian metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode eksperimental, karena bertujuan untuk mencari memanipulasikan satu atau lebih variabel, pada satu atau lebih kelompok eksperimental dan membandingkan kelompok kontrol yang tidak mengalami Manipulasi adalah mengubah secara sistematis sifat-sifat atau nilai-nilai variabel bebas. Kontrol merupakan kunci metode eksperimental, sebab tanpa kontrol ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 manipulasi dan observasi akan menghasilkan data yang meragukan. Vareabel Penelitian Variabel adalah obyek penelitian atau apa yang menjadi titik perhatian suatu Variabel dalam penelitian ini ada tiga macam yaitu variabel bebas, variabel terika dan variabel kontrol. Variabel Bebas Variabel bebas adalah variabel yang menjadi sebuah perubahan nyata atau {Sugiono,. } . Variabel bebas dalam penelitian ini adalah variasi persentase penambahan kerak dan pengurangan pasir. Variabel Terikat Variabel terikat merupakan yang dipengaruhi atau menjadi akibat, (Sugiono,1. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah jenis pengujian yang dilakukan terhadap kuat tekan batako dengan bahan tambah kerak. Variabel Kontrol Variabel kontrol adalah variabel yang dikendalikan dan dilihat konstan sehingga peniliti dapat melakukan penelitian bersifat membandingkan (Sugiono,1. Variabel kontrol yang digunakan dalam penelitian ini adalah bahan-bahan pembuat batako, nilai fas, alat-alat yang digunakan dalam pengujian batako dan bahan serta (Laboratoriu. Bahan Dan Alat Penelitian Bahan Ae bahan yang diperlukan antara lain : Semen Semen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu semen merk Gresik dengan kemasan 40 kg. Pasir Pasir yang digunakan adalah pasir hitam Bojonegoro yang lolos saringan No. 8 atau lolos lubang ayakan 2,38 mm. Oil sludge . Oil sludge . adalah limbah dari hasil pengolahan minyak tanah, berbentuk padat dan ringan yang sudah di hancurkan dan lolos lubang ayakan 5 mm. Fakultas Teknik UMSB Vol. 5 No. 2 Juni 2022 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Air Air yang digunakan dalam penelitian ini yaitu air bersih yang terdapat di tempat pembuatan sampel dan pengujian sampel. Alat Ae alat yang dipelukan antara lain : Peralatan yang digunakan dalam penelitian ini baik meliputi pembuatan sampel dan pengujian sampel adalah sebagai beikut : Ayakan Pasir dan Mesin Penggetar Ayakan digunakan untuk menghasilkan agregat halus dengan lolos ukuran saringan No. 8 atau lolos lubang ayakan 2,38 mm. Timbangan Timbangan menentukan/menimbang bahan penyusun dari batako. Gelas Ukur Gelas ukur digunakan untuk mengukur banyaknya air yang digunakan pada pembuatan batako. Wadah dan Pengaduk Wadah digunakan untuk membuat campuran batako agar lebih mudah dan diaduk dengan pengaduk agar dapat tercampur dengan rata. Cetakan Batako Cetakan menuang adonan batako yang telah dicampur agar terbentuk batako sesuai dengan ukuran yang diinginkan. Bak Air Bak air digunakan untuk merendam benda uji agar batako menghasilkan kuat tekan lebih tinggi. Sendok Semen Sendok mengaduk campuran bahan batako. Rol Meter Rol meter digunakan untuk mengukur secara detail dan lengkap dimensi batako. Soiltest-CT 629 Soiltest-CT 629 digunakan untuk melakukan pengujian pada kuat tekan Populasi Dan Sampel Penelitian Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian ini adalah perbandingan kuat tekan batako dengan bahan tambahan kerak, dalam pebandingan campuran 1 pc : 6 ps . ebagai bahan kontro. , 1 Pc : 5,5 Ps : 0,5 Kr, 1 Pc : 5 ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Ps : 1 Kr, 1 Pc : 4,5 Ps : 1,5 Kr, 1 Pc : 4 Ps : 2 Kr dengan volume pasir lebih sedikit . elompok eksperime. Sampel dalam penelitian ini adalah berupa bahan penyusun batako untuk uji bahan dan sampel benda uji dengan ukuran 30 x 10 x 15 cm, sesuai dengan Standart Industri Indonesia, dimana semen yang digunakan adalah semen tipe I dengan merk Semen Gresik. Pasir Bojonegoro yang dijual dipasaran,serta air bersih. Sedangkan kerak yang digunakan dalam penelitian ini adalah limbah dari hasil penyulingan minyak tanah dari Desa Medalem Kecamatan Senori Kabupaten Tuban. Untuk sampel yang berupa benda uji terdiri dari batako manual yang menggunakan tambahan kerak . elompok eksperime. , sedangkan batako manual tanpa tambahan kerak . elompk kontro. Dari 5 macam masing-masing komposisi dibuat 3 buah benda uji dengan ukuran 30 x 10 x 15 cm. Adapun sampel yang digunakan dan dimanipulasi dalam penelitian ini dengan perincian sebagai berikut : 3 buah sampel batako manual tanpa bahan tambahan sebagai bahan kontrol untuk uji kuat tekan. 3 buah sampel batako dengan tambahan kerak sebagai kelompok eksperimen untuk uji kuat tekan dengan komposisi 1 Pc : 5,5 Ps : 0,5 Kr. 3 buah sampel batako dengan tambahan kerak sebagai kelompok eksperimen untuk uji kuat tekan dengan komposisi 1 Pc : 5 Ps : 1 Kr. 3 buah sampel batako dengan tambahan kerak sebagai kelompok eksperimen untuk uji kuat tekan dengan komposisi 1 Pc : 4,5 Ps : 1,5 Kr. 3 buah sampel batako dengan tambahan kerak sebagai kelompok eksperimen untuk uji kuat tekan dengan komposisi 1 Pc : 4 Ps : 2 Kr. Membuat bahan uji sebanyak 60 buah, dengan masing-masing komposisi 3 buah sampel, dengan rincian untuk tes uji pada hari ke 7, pada hari ke 14, pada hari ke 21, dan terakhir pada hari ke 28. Fakultas Teknik UMSB Vol. 5 No. 2 Juni 2022 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Tabel 1 Sampel Benda Uji Pengu Volume Material Kod Sam Perbandingan Seme Takaran (K. 1 Pc : 6 Ps Pasi (Kg Kera 1 Pc : 5,5 Ps : 0,5 Kr 1 Pc : 5 Ps : 1 1 Pc : 4,5 Ps : 1,5 Kr 1 Pc : 4 Ps : 2 (K. Kuat Tekan Untuk mendapatkan perbandingan kuat tekan batako pengujian dibagi menjadi empat tahapan sesuai umur batako pada umur 7, 14, 21 dan 28 hari dengan ukuran sampel batako yang digunakan adalah 30 x 10 x 15 cm. Tabel 2 Jenis dan Banyaknya Pengujian Pengujian kuat tekan Kode Sampel Umur 7 hari Umur Umur Umur Jumlah Total Benda Uji Jumlah Proses Pembuatan Sampel Proses pembuatan keseluruhan dilakukan ditempat teduh,terlindung dari sinar matahari langsung dengan beberapa tahapan sebagai Bahan baku,utamanya paasir,air dan kerak dibebaskan dari kotoran serta benda Ae benda organis lainya. Kehalusan pasir sebaiknya antara 2 Ae 4 mm. Semen, pasir, kerak dicampur dengan air sampai tercapai campuran setengah basah yang merata secara sederhana. ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 keadaan ini dapat diketahui dengan cara campuran yang telah merata dikepal dengan telapak tangan kemudian dijatuhkan dari ketinggian 1,2 meter kepermukaan tanah keras. Bila campuran sudah baik, 2/3 bagian tetap mengumpul dan lainya tersebar. Campuran yang sudah jadi dimasukan kedalam cetakan sedikit demi sedikit Pembukaan cetakan dilakukan dengan hati-hati dan perlahan-lahan untuk menghindari kerusakan-kerusakan dan ketidaksempurnaan bentuk maupun sudut-sudutnya. Perendaman benda uji pada air dengan waktu kurang lebih 3 hari untuk menmbah kuat tekan benda uji. Pengeringan dilakukan dengan angin secara alamiah, cara ini murah dan mudah dilakukan serta memberikn hasil yang baik, hanya saja membutuhkan waktu yang cukup lama, antara 3-4 Pengeringan dengan terik matahari akan menyebabkan retak-retak yang dapat mengurangi kekuatan. Uji Batako NI 03-28Cara pengujian batako ini berdasarkan SNI 03-2847-2002. Berdasarkan S47-2002 pengujian menggunakan langkahlangkah sebagai berikut : Pengukuran Benda Uji Untuk mengetahui ukuran benda rata Ae rata batako, dipakai 2 buah benda uji yang utuh. Sebagai alat pengukur dipakai meteran untuk mengukur setiap panjang, lebar, dan tebal dinding batako, dilakukan paling sedikit dua kali pada tempat berbeda Ae beda kemudian dihitung harga rata Ae rata dari pengukuran tersebut. Pengujian Kuat Tekan Kuat Tekan . ompressive strengt. adalah suatu bahan yang merupakan perbandingan besarnya beban maksimum yang dapat ditahan dengan luas penampang bahan yang mengalami gaya tersebut (Mariq R dalam Dony Hermanto. Kuat tekan batako mengidentifikasi mutu dari sebuah struktur, semakin tinggi tingkat kekuatan struktur yang dikehendaki, semakin tinggi pula mutu batako yang dihasilkan. Batako harus dirancang proporsi campuranya agar Fakultas Teknik UMSB Vol. 5 No. 2 Juni 2022 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL menghasilkan suatu kuat tekan rerata yang disyaratkan pada tahap pelaksanaan konstruksi, batako yang telah dirancang campuranya harus diproduksi sedemikian rupa sehingga memperkecil frekuensi terjadinya batako dengan kuat tekan yang lebih rendah dan seperti yang telah Untuk menghitung besarnya kuat tekan digunakan persamaan [I]. fc Dengan : fc= Kuat tekan beton (MP. P = Beban maksimum (N) A = Luas permukaan benda uji . mA) HASIL DAN PEMBAHASAN Proses pembuatan batako memerlukan bahan-bahan seperti semen, pasir, air dan ditambah sludge oil yang telah dihaluskan. Bahan tersebut ditakar sesuai kebutuhan kemudian diaduk menjadi satu sehingga menjadi adonan yang dapat dibentuk menggunakan cetakan batako berukuran 30 cm x 10 cm x 15 cm. Setelah melalui proses pencetakan, batako dikeringkan dan disela proses pengeringan batako perlu untuk dilakukan perendaman selama kurang lebih 3 hari untuk dapat menambah kuat tekan batako. Batako dikeringkan selama 7, 14, 21, dan 28 hari, batako yang telah selesai waktu pengeringannya dapat diuji kuat tekannya. Berikut adalah hasil kuat tekan batako yang telah diuji : Hasil Pengujian kuat tekan batako penambahan kerak Tes kuat tekan batako umur 7 hari Tabel 3 Hasil kuat tekan batako umur 7 hari ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 No Perbandingan Slump Berat Diameter Tinggi Luas Penampang Berat Isi Umur Beban Kekuatan Kekuatan Benda Campuran Maksimum Tekan Tekan 7 Hari Uji ( cm ) ( Kg ) ( cm ) ( cm ) ( cmA) (Kg / c. ( hari ) ( Kn ) (Kg / cmA ) (Kg / cmA ) 1a6 - 8. 15 x 30 4,815 7 1a6 - 8. 15 x 30 4,821 7 1a6 - 8. 15 x 30 4,810 7 4 1 a 5,5 a 0,5 - 7. 15 x 30 4,685 7 5 1 a 5,5 a 0,5 - 7. 15 x 30 4,696 7 6 1 a 5,5 a 0,5 - 7. 15 x 30 4,714 7 7 1a5a1 - 7. 15 x 30 4,637 7 8 1a5a1 - 7. 15 x 30 4,661 7 9 1a5a1 - 7. 15 x 30 4,685 7 10 1 a 4,5 a 1,5 - 7. 15 x 30 4,494 7 11 1 a 4,5 a 1,5 - 7. 15 x 30 4,476 7 12 1 a 4,5 a 1,5 - 7. 15 x 30 4,440 7 13 1 a 4 a 2 - 7. 15 x 30 4,310 7 14 1 a 4 a 2 - 7. 15 x 30 4,339 7 15 1 a 4 a 2 - 7. 15 x 30 4,250 7 Tes kuat tekan batako umur 14 hari Tabel 4 Hasil kuat tekan batako umur 14 No Perbandingan Slump Berat Diameter Tinggi Luas Penampang Berat Isi Umur Beban Kekuatan Kekuatan Benda Campuran Maksimum Tekan Tekan 14 Hari Uji ( cm ) ( Kg ) ( cm ) ( cm ) ( cmA) (Kg / c. ( hari ) ( Kn ) (Kg / cmA ) (Kg / cmA ) 1a6 - 8. 080 - 10 15 x 30 4,810 14 110 1a6 - 8. 090 - 10 15 x 30 4,815 14 120 1a6 - 8. 070 - 10 15 x 30 4,804 14 130 19 1 a 5,5 a 0,5 - 7. 850 - 10 15 x 30 4,673 14 210 20 1 a 5,5 a 0,5 - 7. 880 - 10 15 x 30 4,690 14 220 21 1 a 5,5 a 0,5 - 7. 910 - 10 15 x 30 4,708 14 240 22 1 a 5 a 1 - 7. 770 - 10 15 x 30 4,625 14 260 23 1 a 5 a 1 - 7. 820 - 10 15 x 30 4,655 14 370 24 1 a 5 a 1 - 7. 860 - 10 15 x 30 4,679 14 380 25 1 a 4,5 a 1,5 - 7. 540 - 10 15 x 30 4,488 14 220 26 1 a 4,5 a 1,5 - 7. 510 - 10 15 x 30 4,470 14 210 27 1 a 4,5 a 1,5 - 7. 450 - 10 15 x 30 4,435 14 200 28 1 a 4 a 2 - 7. 230 - 10 15 x 30 4,304 14 190 29 1 a 4 a 2 - 7. 280 - 10 15 x 30 4,333 14 210 30 1 a 4 a 2 - 7. 130 - 10 15 x 30 4,244 14 190 Tes kuat tekan batako umur 21 hari Tabel 5 Hasil kuat tekan batako umur 21 Fakultas Teknik UMSB Vol. 5 No. 2 Juni 2022 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL No Perbandingan Slump Berat Diameter Tinggi Luas Penampang Berat Isi Umur Beban Kekuatan Kekuatan Benda Campuran Maksimum Tekan Tekan 21 Hari Uji ( cm ) ( Kg ) ( cm ) ( cm ) ( cmA) (Kg / c. ( hari ) ( Kn ) (Kg / cmA ) (Kg / cmA ) 1a6 - 8. 070 - 10 15 x 30 4,804 21 130 1a6 - 8. 080 - 10 15 x 30 4,810 21 130 1a6 - 8. 050 - 10 15 x 30 4,792 21 140 34 1 a 5,5 a 0,5 - 7. 840 - 10 15 x 30 4,667 21 220 35 1 a 5,5 a 0,5 - 7. 870 - 10 15 x 30 4,685 21 230 36 1 a 5,5 a 0,5 - 7. 890 - 10 15 x 30 4,696 21 260 37 1 a 5 a 1 - 7. 760 - 10 15 x 30 4,619 21 270 38 1 a 5 a 1 - 7. 820 - 10 15 x 30 4,655 21 380 39 1 a 5 a 1 - 7. 850 - 10 15 x 30 4,673 21 390 40 1 a 4,5 a 1,5 - 7. 530 - 10 15 x 30 4,482 21 230 41 1 a 4,5 a 1,5 - 7. 500 - 10 15 x 30 4,464 21 220 42 1 a 4,5 a 1,5 - 7. 440 - 10 15 x 30 4,429 21 210 43 1 a 4 a 2 - 7. 220 - 10 15 x 30 4,298 21 200 44 1 a 4 a 2 - 7. 270 - 10 15 x 30 4,327 21 220 45 1 a 4 a 2 - 7. 120 - 10 15 x 30 4,238 21 200 Jenis Batako Konvensional RATA Ae RATA Tipe A RATA Ae RATA Tipe B Tes kuat tekan batako umur 28 hari Tabel 6 Hasil kuat tekan batako umur 28 No Perbandingan Slump Berat Diameter Tinggi Luas Penampang Berat Isi Umur Beban Kekuatan Kekuatan Benda Campuran Maksimum Tekan Tekan 28 Hari Uji ( cm ) ( Kg ) ( cm ) ( cm ) ( cmA) (Kg / c. ( hari ) ( Kn ) (Kg / cmA ) (Kg / cmA ) 1a6 - 8. 050 - 10 15 x 30 4,792 28 140 1a6 - 8. 070 - 10 15 x 30 4,804 28 140 1a6 - 8. 040 - 10 15 x 30 4,786 28 150 49 1 a 5,5 a 0,5 - 7. 830 - 10 15 x 30 4,661 28 230 50 1 a 5,5 a 0,5 - 7. 850 - 10 15 x 30 4,673 28 250 51 1 a 5,5 a 0,5 - 7. 880 - 10 15 x 30 4,690 28 270 52 1 a 5 a 1 - 7. 750 - 10 15 x 30 4,613 28 280 53 1 a 5 a 1 - 7. 810 - 10 15 x 30 4,649 28 390 54 1 a 5 a 1 - 7. 840 - 10 15 x 30 4,667 28 400 55 1 a 4,5 a 1,5 - 7. 510 - 10 15 x 30 4,470 28 240 56 1 a 4,5 a 1,5 - 7. 490 - 10 15 x 30 4,458 28 230 57 1 a 4,5 a 1,5 - 7. 420 - 10 15 x 30 4,417 28 220 58 1 a 4 a 2 - 7. 210 - 10 15 x 30 4,292 28 210 59 1 a 4 a 2 - 7. 250 - 10 15 x 30 4,315 28 230 60 1 a 4 a 2 - 7. 110 - 10 15 x 30 4,232 28 210 Tabel 6 Rata-rata Hasil Pengujian Kuat Tekan Batako Umur 7, 14, 21, dan 28 hari Keterangan : Konvensional = 1 : 6 Tipe A = 1 : 5,5 : 0,5 Tipe B =1:5:1 Tipe C = 1 : 4,5 : 1,5 Tipe D =1:4:2 Jika dilihat dari hasil pengujian kuat tekan batako umur 7 hari pada batako konvensional, tipe A, tipe B, tipe C dan tipe D, yang menunjukkan nilai rata- rata kuat tekan lebih tinggi adalah pada batako tipe B dengan perbandingan 1 : 5: 1 takaran dengan nilai 140,9 kg/cm2. Sedangkan nilai kuat tekan terendah pada umur 7 hari terdapat pada batako tipe konvensional tanpa penambahan kerak dengan perbandingan 1 : 6 takaran yang menunjukan nilai rata-rata 47,5 kg/cm2 . ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 RATA Ae RATA Tipe C RATA Ae RATA Tipe D Kuat Tekan (Kg/cmA) 7 Hari Hari Hari Hari RATA Ae RATA sedangkan batako tipe A menunjukan nilai rata Ae rata 94,9 kg/cm2, batako tipe C 86,3 kg/cm2, dan batako tipe D menunjukan nilai rata Ae rata 79,1 kg/cm2. Pada hasil pengujian kuat tekan batako umur 14 hari, pada batako konvensional atau tanpa penambahan kerak menunjukan nilai rata Ae rata 38,2 kg/cm2, batako tipe B masih menunjukan nilai rata Ae rata lebih tinggi 107,3 kg/cm2, sedangkan batako tipe A 71,2 kg/cm2, batako tipe C 66,9 kg/cm2, dan batako tipe D menunjukan nilai rata Ae rata 62,7 kg/cm2. Batako dengan waktu pengeringan 21 hari pada tipe B tetap memiliki uji kuat tekan tertinggi dibanding tipe A, tipe C, tipe D dan tipe konvensional atau tanpa penambahan kerak yang masing-masing menunjukkan nilai rata-rata dari yang tertinggi 102,3 kg/cm2, 69,9 kg/cm2 , 64,9 kg/cm2 , 61,0 kg/cm2 dan 39,4 kg/cm2 . Pengujian terakhir pada umur 28 hari, uji kuat tekan batako masing-masing sampel memiliki nilai lebih rendah dibanding umur 7, 14, dan 21 hari yaitu pada tipe konvensional atau tanpa penambahan kerak bernilai 40,2 Fakultas Teknik UMSB Vol. 5 No. 2 Juni 2022 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL kg/cm2 , tipe A 70. 1 kg/cm2 , tipe B 100,0 kg/cm2 , tipe C 64,5 kg/cm2 , sedangkan pada tipe D menujukkan nilai rata-rata 60,8 kg/cm2 Dari hasil tabel pengujian kuat tekan batako umur 7, 14, 21, dan 28 hari dapat diketahui bahwa semakin lama penambahan waktu pengeringan tidak menunjukkan adanya kenaikan angka kuat tekan pada masingmasing sampel batako. Sedangkan nilai kuat tekan dengan bahan tambah kerak yang semakin besar tidak berpengaruh pada penambahan nilai uji kuat tekan batako yang Apabila dilihat pada tabel mutu bata SNI-03-0348-1989 batako tipe konvensional atau batako tanpa penambahan kerak pada umur 7, 14, 21, dan 28 hari menunjukan nilai rata-rata 38,2 kg/cm2 Ae 47,5 kg/cm2 batako tipe konvensional ini termasuk pada tingkat mutu i. Batako tipe A dengan penambahan kerak 0,5 takaran mendapatkan hasil rata-rata 69,9 kg/cm2 - 89,2 kg/cm2 , batako tipe C 64,5 kg/cm2 - 86,5 kg/cm2 , batako tipe D 60,8 kg/cm2 Ae 79,1 kg/cm2 , dengan rata-rata tersebut batako tipe A, tipe C,dan tipe D termasuk batako dengan tingkat mutu II. Sedangkan batako dengan tingkat mutu I terlihat pada batako tipe B dengan rata-rata 100,0 kg/cm2 -140,9 kg/cm2 . Dari tabel dan uraian kuat tekan batako diatas, maka dapat dibuat grafik yang menunjukan hubungan antara kuat tekan batako terhadap penambahan kerak pada umur 7, 14, 21, dan 28 hari. Gambar 1 Hubungan antara kuat tekan batako terhadap penambahan kerak Berdasarkan grafik di atas bahwa nilai rata-rata kuat tekan batako tetinggi terdapat pada umur 7 hari dan nilai rata-rata terendah pada umur 28 hari, dalam penelitian tersebut ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 dikarenakan perawatan proses pengeringan batako yang kurang sempurna sehingga menyebabkan batako mengalami retak-retak dan kualitas batako mengalami penurunan pada saat uji tes kuat tekan. Bobot Isi Batako Tabel 7 Pemeriksaan Bobot Isi Batako Jenis Batako Penambahan Kerak (K. Konvensional Rata - Rata Tipe A Rata - Rata Tipe B Rata - Rata Tipe C Rata - Rata Tipe D Rata - Rata 7 hari Bobot Isi (Kg/Batak. 14 hari 21 hari 28 hari Dari data tabel di atas, dapat kita ketahui bahwa bobot isi batako mengalami penurunan seiring bertambahnya waktu pengeringan dan mengalami penurunan bobot isi saat dilakukan penambahan kerak dengan komposisi yang Hal ini menunjukan bahwa batako dengan penambahan kerak merupakan batako ringan dapat menurunkankan konstruksi di Terlihat bahwa bobot isi dari batako penambahan kerak dengan komposisi 0,5 takaran atau Tipe A, yang dikeringan secara alami . , 14, 21, dan 28 har. memiliki bobot isi sebesar 4,7 kg/batako. Untuk batako Tipe B dengan komposisi 1 takaran penambahan kerak memiliki bobot isi berkisar antara 4,7 kg/batako dan mengalami penyusutan sekitar 0,1 kg/batako, setelah 21 dan 28 hari. Batako Tipe C dengan penambahan kerak 1,5 takaran memiliki rata-rata bobot 4,5 kg/batako dan menyusut setalah umur 28 hari sebesar 0. kg/batako. Sedangkan batako tipe D dengan penambahan kerak 2 takaran memiliki bobot lebih rendah dari batako tipe lainnya yaitu berkisar 4,3 kg/batako. Fakultas Teknik UMSB Vol. 5 No. 2 Juni 2022 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL PENUTUP Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan sebelumnya, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut. Kuat tekan batako dengan penambahan sludge oil . lebih kuat dari pada batako Kuat tekan batako dengan penambahan kerak dengan rata-rata nilai tertinggi pada umur 7 hari, karena semakin lama proses pengeringan kualitas batako menjadi menurun atau retak-retak sebab kurangnya perawatan terhadap batako, maka nilai rata-rata kuat tekan batako pada umur 28 hari menjadi rendah atau menurun. Batako dengan penambahan kerak lebih kuat dengan komposisi perbandingan 1 portland cement : 5 pasir : 1 kerak. Saran Untuk penelitian selanjutya sebaiknya perawatan benda uji tidak dilakukan dengan perendaman karena akan menyebabkan benda uji retak dan hancur, melainkan dilakukan dengan menyelimuti dengan karung goni basah. Sebaiknya proses pendiaman batako dilakukan secara bevariasi misalnya 7 hari, 14 hari, 21 hari dan 28 hari, agar dapat diketahui apakah faktor waktu dapat mempengaruhi nilai kuat tekan batako. Untuk penelitian selanjutnya sebaiknya dalam penelitian ini lebih diperhatikan lagi Untuk penelitian selanjutnya dalam pencampuran dan pengadukan bahan menggunakan mesin molen agar lebih merata pencampuaranya. Untuk penelitian selanjutnya sebaiknya dicoba menggunakan mesin press agar dapat diketahui perbandingan pengaruhnya terhadap batako yang dihasilkan dari cetakan manual. DAFTAR PUSTAKA