JURNAL DHARMA PENDIDIKAN STKIP PGRI NGANJUK ISSN: 1907 Ae 2813 Volume 15. Nomor 2. Oktober 2020 Halaman: 83 - 92 KEMANDIRIAN BELAJAR MAHASISWA PROGRAM STUDI PPKN STKIP PGRI NGANJUK MELALUI PEMBELAJARAN DARING DI MASA PANDEMI COVID-19 Achmad Tantowi Azis STKIP PGRI Nganjuk e-mail: ahmadtantowi@stkipnganjuk. Abstrak Masa Pademi covid-19 telah mengubah paradigma pembelajaran secara konvensional menjadi pembelajaran jarak jauh melalui pembelajaran daring. Pembelajaran secara daring adalah salah satu alternatif sebagai solusi mengatasi Pandemi Covid-19. Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh gambaran pelaksanaan pembelajaran daring pada program studi PPKn STKIP PGRI Nganjuk sebagai upaya menekan penyebaran covid-19 di Perguruan Tinggi. Subjek penelitian adalah mahasiswa program studi PPKn STKIP PGRI Nganjuk. Data dikumpulkan dengan wawancara melalui aplikasi zoom meeting. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis interaktif Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: . mahasiswa telah memiliki fasilitas-fasilitas dasar yang dibutuhkan untuk mengikuti pembelajaran daring. pembelajaran daring memiliki fleksibilitas dalam pelaksanaannya dan mampu mendorong munculnya kemandirian belajar dan motivasi untuk lebih aktif dalam belajar. pembelajaran jarak jauh mendorong munculnya perilaku social distancing dan meminimalisasi munculnya keramaian dan kerumunan mahasiswa sehingga dianggap dapat mengurangi potensi penyebaran Covid-19 di lingkungan perguruan tinggi. Tantangan dan beberapa kendala dalam pembelajaran daring adalah lemahnya pengawasan terhadap mahasiswa, kurang kuatnya sinyal di daerah pelosok, dan mahalnya biaya kuota. Sedangakn kelebihannya adalah meningkatkan kemandirian belajar, minat dan motivasi, keberanian mengemukakan gagasan dan pertanyaan. Kata Kunci: Kemandirian belajar. Pembelajaran daring, pandemi Covid-19 Pendahuluan Wabah corona virus disease 2019 (Covid-. yang telah melanda 215 negara di dunia, memberikan tantangan tersendiri bagi lembaga pendidikan, khususnya Perguruan Tinggi dalam pengimpelmentasian kehidupan kampus. Untuk melawan Covid-19 Pemerintah telah melarang untuk berkerumun, social distancing dan menjaga jarak fisik . hysical distancin. , memakai masker dan selalu cuci tangan. Melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Pemerintah telah melarang perguruan tinggi untuk melaksanakan perkuliahan tatap muka . dan memerintahkan untuk menyelenggarakan perkuliahan atau pembelajaran secara daring (Surat Edaran Kemendikbud Dikti No. 1 tahun 2. Perguruan tinggi dituntun untuk dapat menyelenggarakan pembelajaran secara daring atau on line (Firman. , & Rahayu. , 2. JURNAL DHARMA PENDIDIKAN STKIP PGRI NGANJUK ISSN: 1907 Ae 2813 Volume 15. Nomor 2. Oktober 2020 Halaman: 83 - 92 Tidak sedikit universitas dengan cepat merespon intruksi pemerintah. Ada sekitar 65 perguruan tinggi di Indonesia yang telah melaksanakan pembelajaran daring dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19 (CNNIndonesia, 2. Jamaluddin. Ratnasih. Gunawan. , & Paujiah. menyatakan bahwa pembelajaran daring memiliki kekuatan, tantangan dan hambatan Untuk mencegah penyebaran Covid-19. WHO memberikan himbauan untuk menghentikan acara-acara yang dapat menyebabkan massa berkerumun. Maka dari itu, pembelajaran tatap muka yang mengumpulkan banyak mahasiswa di dalam kelas ditinjau ulang pelaksanaanya. Perkuliahan harus diselenggarakan dengan skenario yang mampu mencegah berhubungan secara fisik antara mahasiswa dengan dosen maupun mahassiswa dengan mahasiswa (Firman. , & Rahayu. , 2. Menurut Milman . penggunaan teknologi digital dapat memungkinkan mahasiswa dan dosen melaksanakan proses pembelajaran walaupun mereka ditempat yang berbeda. Bentuk perkuliahan yang dapat dijadikan solusi dalam masa pandemi covid-19 adalah pembelajaran daring. Menurut Moore. Dickson-Deane, & Galyen . Pembelajaran daring merupakan pembelajaran yang menggunakan jaringan internet dengan aksesibilitas, konektivitas, fleksibilitas, dan kemampuan untuk memunculkan berbagai jenis interaksi pembelajaran. Penelitian yang dikakukan oleh Zhang et al. , . menunjukkan bahwa penggunaan internet dan teknologi multimedia mampu merombak cara penyampaian pengetahuan dan dapat menjadi alternatif pembelajaran yang dilaksanakan dalam kelas tradisional. Pembelajaran daring adalah pembelajaran yang mampu mempertemukan mahasiswa dan dosen untuk melaksanakan interaksi pembelajaran dengan bantuan internet (Kuntarto. Pada tataran pelaksanaanya pembelajaran daring memerlukan dukungan perangkat- perangkat mobile seperti smarphone atau telepon adroid, laptop, komputer, tablet, dan iphone yang dapat dipergunakan untuk mengakses informasi kapan saja dan dimana saja (Gikas & Grant, 2. Perguruan tinggi pada masa WFH perlu melaksanakan penguatan pembelajaran secara daring (Darmalaksana. Pembelajaran secara daring telah menjadi tuntutan dunia pendidikan sejak JURNAL DHARMA PENDIDIKAN STKIP PGRI NGANJUK ISSN: 1907 Ae 2813 Volume 15. Nomor 2. Oktober 2020 Halaman: 83 - 92 beberapa tahun terakhir (He. Xu, & Kruck, 2. Pembelajaran daring dibutuhkan dalam pembelajaran di era revolusi industri 4. 0 (Pangondian. Santosa. , & Nugroho. , 2. Penggunaan teknologi mobile mempunyai sumbangan besar dalam lembaga pendidikan, termasuk di dalamnya adalah pencapaian tujuan pembelajaran jarak jauh (Korucu & Alkan, 2. Berbagai media juga dapat digunakan untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran secara daring. Misalnya kelas-kelas virtual menggunakan layanan Google Classroom. Edmodo, dan Schoology (Enriquez. Sicat, 2015. Iftakhar, 2. , dan applikasi pesan instan seperti WhatsApp (So, 2. Pembelajaran secara daring bahkan dapat dilakukan melalui media social seperti Facebook dan Instagram (Kumar & Nanda, 2. Pembelajaran daring menghubungkan peserta didik dengan sumber belajarnya . atabase, pakar/instruktur, perpustakaa. yang secara fisik terpisah atau bahkan berjauhan namun dapat saling berkomunikasi, berinteraksi atau berkolaborasi . ecara langsung/synchronous dan secara tidak langsung/asynchronou. Pembelajaran daring adalah bentuk pembelajaran jarak jauh yang memanfaatkan teknologi telekomunikasi dan informasi, misalnya internet. CD-ROOM (Molinda, 2. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran pembelajaran daring di Program studi pendidikan biologi FKIP Universitas Jambi semasa pandemi covid-19. Metode Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan pembelajaran daring yang diselenggarakan pada Program Studi PPKn STKIP PGRI Nganjuk sebagai upaya dalam menekan mata rantai penyebaran Covid-19 di lingkungan perguruan tinggi. Pembelajaran daring yang dimaksud dalam penelitian ini adalah pembelajaran yang menggunakan media- media pembelajaran yang dapat diakeses menggunakan layanan internet. Penelitian dilakukan dengan terlebih dahulu mengadakan survey kepada mahasiswa mengenai penerapan pembelajaran daring. Survey disebarkan menggunakan google form yang diberikan kepada mahasiswa melalui pesan WhatsApp. Ada 86 orang subyek yang telah memberikan respon terhadap survei yang disebarkan. Hasil survey kemudian dikelompokkan kedalam tiga kategori JURNAL DHARMA PENDIDIKAN STKIP PGRI NGANJUK ISSN: 1907 Ae 2813 Volume 15. Nomor 2. Oktober 2020 Halaman: 83 - 92 respon mahasiswa: . Setuju dengan penerapan pembelajaran daring. Tidak setuju dengan penerapan pembelajaran daring. Ragu dengan pelaksanaan pembelajaran daring. Subjek penelitian adalah mahasiswa Program Studi PPKn STKIP PGRI Nganjuk berdasarkan respon subjek penelitian. Di dapatkan 12 orang subjek penelitian, 4 orang mahasiswa angkatan 2017, 4 orang mahasiswa angkatan 2018, dan 4 orang mahasiswa angkatan 2019, 8 orang mahasiswa berjenis kelamin laki-laki dan 4 orang mahasiswa berjenis kelamin perempuan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara via telpon dan atau zoom cloud meeting. Aspek-aspek yang ditanyakan dalam wawancara adalah: . sarana dan prasarana yang dimiliki mahasiswa untuk melaksanakan pembelajaran daring. Respon mahasiswa mengenai efektivitas pembelajaran daring. Pelaksanaan pembelajaran daring dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di lingkungan perguruan tinggi. Analisis data penelitian dilakukan menggunakan model analisis Miles & Huberman . yang terdiri dari tiga tahapan, yaitu reduksi data, display data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Gambar 1: Tahap analisis data penelitian Analisis data penelitian tahap reduksi data merupakan tahap mengumpulkan seluruh informasi yang dibutuhkan dari hasil wawancara lalu di kelompokkan Tahap display data merupakan pemaparan data yang diperlukan dalam penelitian dan yang tidak perlu dibuang. Tahap penarikan dan verifikasi kesimpulan adalah tahap interpretasi data penelitian untuk ditarik kesimpulan berdasarkan fenomena yang didapatkan (Miles. , & Huberman. ,1. JURNAL DHARMA PENDIDIKAN STKIP PGRI NGANJUK ISSN: 1907 Ae 2813 Volume 15. Nomor 2. Oktober 2020 Halaman: 83 - 92 Hasil Penelitian dan Pembahasan Mahasiswa pembelajaran daring Peningkatan dalam penggunaan internet di Indoensia dipengaruhi oleh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (Rahadian. ,2. Pada tahun 2018 ada 62,41% orang penduduk Indonesia telah memiliki telepon seluler dan 20,05 % rumah tangga telah memiliki komputer dirumahnya (BPS. Data ini relevan dengan hasil riset yang memaparkan bahwa walaupun ada mahasiswa yang belum memiliki laptop, akan tetapi hampir seluruh mahasiswa telah mempunyai smartphone. Survey yang telah dilakukan melaporkan bahwa 54 orang mempunyai smartphone dan laptop dan 42 orang mempunyai smartphone saja. Penggunaan smartphone dan laptop dalam pembelajaran daring dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik (Anggrawan. , 2. Pangondian, . Santosa. , & Nugroho. menyatakan banyak kelebihan penggunaan teknologi dan komunikasi pembelajaran daring diantaranya adalah tidak terikat ruang dan waktu. Penelitian telah banyak dilakukan yang meneliti tentang penggunaan gawai serpti smartphone dan laptop dalam pembelajaran. Kemampuan smartphone dan laptop dalam mengakses internet membantu mahasiswa untuk mengikuti pembelajaran daring (Kay & Lauricella, 2011. Gikas & Grant, 2013. Chan. Walker, & Gleaves, 2015. Gokfearslan. Mumcu. HaAlaman, & Aevik, 2. Penggunaan pembelajaran daring menggunakan zoom cloud meeting memiliki kelebihan dapat berinteraksi langsung antara mahasiswa dan dosen serta bahan ajar tetapi memiliki kelemahan boros kuata dan kurang efektif apabila lebih dari 20 peserta didik (Naserly. ,2. Lebih lanjut, tantangan pembelajaran daring adalah ketersediaan layanan Sebagian mahasiswa mengakses internet menggunakan layanan selular, dan sebagian kecil menggunakan layanan WiFi. Ketika kebijakan pembelajaran daring diterapkan di STKIP PGRI Nganjuk, mahasiswa pulang Mereka mengalami kesulitan sinyal selular ketika di daerah masingmasing, jikapun ada sinyal yang didapatkan sangat lemah. Hal ini menjadi ISSN: 1907 Ae 2813 Volume 15. Nomor 2. Oktober 2020 Halaman: 83 - 92 JURNAL DHARMA PENDIDIKAN STKIP PGRI NGANJUK tantangan tersendiri dalam penerapan pembelajaran daring di Universitas Jambi. Pembelajaran daring memiliki kelemahan ketika layanan internet lemah, dan intruksi dosen yang kurang dipahami oleh mahasiswa (Astuti. , & Febrian. ,2. Tantang lain yang dihadapi adalah kendala dalam pembiayaan pembelajaran daring. Mahasiswa mengungkapkan bahwa untuk mengikuti pembelajaran daring, mereka harus mengeluarkan biaya cukup mahal untuk membeli kuota data internet. Menurut mereka, pembelajaran dalam bentuk konferensi video telah menghabiskan banyak kuota data, sementara diskusi online melalui applikasi pesan instan tidak membutuhkan banyak kuota. Ratarata mahasiswa menghabiskan dana Rp. 000 sampai Rp. 000 per Penggunaan pembelajaran daring menggunakan konferensi video membutuhkan biaya yang cukup mahal (Naserly. , 2. Walaupun penggunaan gawai dapat mendukung pembelajaran daring, tetapi ada dampak negatif yang perlu mendapat perhatian dan diantisipasi yaitu penggunaan gawai yang berlebihan. Mereka mengakui bahwa selain untuk pembelajaran, mahasiswa juga menggunakan gawai untuk media sosial dan menonton youtube. Media sosial telah memasuki ranah kehidupan golongnan dewasa awal (Lau, 2. Mahasiswa mengakses media sosial dalam rangka ekspresi diri, membangun jejaring pertemanan dan opini (Kim. Wang, & Oh. Sangat disayangkan, banyak orang kecanduang gawai akibat menggunakannya secara berlebihan (Waslh. White & Young, 2. Perlu dikhawatirkan masuknya informasi yang menyesatkan dan tidak perhatian selama belajar akibat bermain media sosial (Siddiqui & Singh, 2. Selain itu, peserta didik yang kecanduan gawai memiliki masalah akademik dan sosial (Kwon et al. , 2. Peserta didik yang memiliki kecanduan gadget memiliki masalah emosional dan perilaku (Asif. , & Rahmadi. , 2. Efektivitas Pembelajaran daring Pembelajaran daring yang dilaksanakan pada Program Studi PPKn STKIP PRI Nganjuk dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 JURNAL DHARMA PENDIDIKAN STKIP PGRI NGANJUK ISSN: 1907 Ae 2813 Volume 15. Nomor 2. Oktober 2020 Halaman: 83 - 92 menggunakan aplikasi-aplikasi pembelajaran yang dapat diakses dengan jaringan internet. Secara keseluruhan, mahasiswa puas dengan pembelajaran yang fleksibel. Dengan pembelajaran daring, mahasiswa tidak terkendala waktu dan tempat dimana mereka dapat mengikuti perkuliahan dari rumah masing-masing maupun dari tempat dimana saja. Dengan pembelajaran daring, dosen memberikan perkuliahan melalui kelas-kelas virtual yang dapat diakses dimana pun dan kapan pun tidak terikat ruang dan waktu. Kondisi ini membuat mahasiswa dapat secara bebas memilih mata kuliah yang dikuti dan tugas mana yang harus dikerjakan lebih dahulu. Penelitian Sun et al. , . menginformasikan bahwa fleksibilitas waktu, metode pembelajaran, dan tempat dalam pembelajaran daring berpengaruh terhadap kepuasan mahasiswa terhadap pembelajaran. Ditemukan hasil penelitian yang unik dari penelitian ini yaitu mahasiswa merasa lebih nyaman dalam mengemukakan gagasan dan pertanyaan dalam pembelajaran daring. Mengikuti pembelajaran dari rumah membuat mereka tidak merasakan tekanan psikologis dari teman sebaya yang biasa mereka alami ketika mengikuti pembelajaran tatap muka. Ketidakhadiran dosen secara langsung atau fisik juga menyebabkan mahasiswa merasa tidak canggung dalam mengutarakan gagasan. Ketiadan penghambat fisik serta batasan ruang dan waktu menyebabkan peserta didik lebih nyaman dalam berkomunikasi (Sun et al. , 2. Lebih lanjut, pembelajaran secara daring menghilangkan rasa cangung yang pada akhirnya membuat mahasiswa menjadi berani berekpresi dalam bertanya dan mengutarakan ide secara bebas. Pembelajaran daring juga memiliki kelebihan mampu menumbuhkan kemandirian belajar . elf regulated learnin. Penggunaan aplikasi on line mampu meningkatkan kemandiri belajar (Oknisih. , & Suyoto. , 2. Kuo et al. , . menyatakan bahwa pembelajaran daring lebih bersifat berpusat pada siswa yang menyebabkan mereka mampu memunculkan tanggung jawab dan otonomi dalam belajar . earning autuonom. Belajar secara daring menuntut mahasiswa mempersiapkan sendiri pembelajarannya, mengevaluasi, mengatur dan secara simultan mempertahankan motiviasi dalam belajar (Sun, 2014. Aina. ,2. Sobron. , & Bayu. ISSN: 1907 Ae 2813 Volume 15. Nomor 2. Oktober 2020 Halaman: 83 - 92 JURNAL DHARMA PENDIDIKAN STKIP PGRI NGANJUK menyatakan bahwa pembelajaran daring dapat meningkatkan minat peserta Pembelajaran daring memiliki tantangan khusus, lokasi mahasiswa dan dosen yang terpisah saat melaksanakan menyebabkan dosen tidak dapat mengawasi secara langsung kegiatan mahasiswa selama proses pembelajaran. Tidak ada jaminan bahwa mahasiswa sunguh-sungguh dalam mendengarkan ulasan dari dosen. Szpunar. Moulton, & Schacter, . melaporkan dalam penelitiannya bahwa mahasiswa menghayal lebih sering pada perkuliahan daring dibandingkan ketika kuliah tatap muka. Oleh karena itu disarankan pembelajaran daring sebaiknya diselenggarakan dalam waktu tidak lama perkuliahan daring dilaksanakan lebih dari satu jam (Khan. ,2. Hasil penelitian juga melaporkan bahwa tidak sedikit mahasiwa yang kesulitan dalam memahami materi perkuliahan yang diberikan secara daring. Bahan ajar biasa disampaikan dalam bentuk bacaan yang tidak mudah dipahami secara menyeluruh oleh mahasiswa (Sadikin. , & Hakim. Mereka berasumsi bahwa materi dan tugas tidak cukup karena perlu penjelasan secara langsung oleh dosen. Garrison & Cleveland-Innes . dan Swan . melaporkan bahwa kelas yang dosennya sering masuk dan memberikan penjelasan memberikan pembelajaran lebih baik dibandingkan kelas yang dosennya jarang masuk kelas dan memberikan penjelasan Pembelajaran daring memutus mata rantai Penyebaran Covid-19 di Perguruan Tinggi Wabah Covid-19 adalah jenis wabah yang tingkat penyebarannya sangat tinggi dan cepat. Wabah ini menyerang sistem imun dan pernapasan manusia (Rothan & Byrareddy, 2. Pencegahan wabah ini dilakukan dengan menghindari interkasi langsung orang yang terinfeksi dengan orang-orang yang beresiko terpapar virus corona ini (Caley. Philp, & McCracken, 2. Mengatur jarak dan kontak fisik yang berpeluang menyebarkan virus disebut social distancing (Bell et al. , 2. JURNAL DHARMA PENDIDIKAN STKIP PGRI NGANJUK ISSN: 1907 Ae 2813 Volume 15. Nomor 2. Oktober 2020 Halaman: 83 - 92 Berbagai upaya untuk menekan mata rantai penyebaran Covid-19 di lingkungan kampus. Universitas Jambi menerapkan aturan pembelajaran Perkuliahan dilakukan menggunakan internet sehingga memudahkan dosen dan mahasiswa berinterkasi secara on line. Dosen dapat membuat bahan ajar yang dapat diakses oleh mahasiswa dimana saja dan kapan saja. Menurut Bell et al. , . pembelajaran daring memungkin adanya interaksi melalui web walaupun mereka berada ditempat yang jauh dan berbeda (Arzayeva, et , 2. Keberadaan dosen dan mahasiswa yang berada ditempat yang berbeda selama pembelajaran menghilangkan kontak fisik dan mampu mendorong muculnya perilaku social distancing. Menurut Stein . melakukan social distancing sebagai solusi yang baik untuk mencegah penyebaran Covid-19. Pelaksanaan pembelajaran daring memungkinan mahasiswa dan dosen melaksanakan perkuliahan dari rumah masing-masing. Mahasiswa dapat mengakses materi perkuliahan dan mengirim tugas yang diberikan dosen tanpa harus bertemu secara fisik di kampus. Tindakan ini bisa mengurangi timbulnya kerumunan massa di kampus seperti yang terjadi pada perkuliahan tatap muka. WHO . merekomendasi bahwa menjaga jarak dapat mencegah penularan Covid-19. Sangat disayangkan di daerah-daerah yang pelosok dan tidak mempunyai akses internet yang baik pelaksanaan pembelajaran daring menunjukkan kecenderungan yang berbeda. Dalam menyiasati kondisi ini, mahasiswa yang tinggal didaerah yang sinyal internet lemah akan mencari wilayah-wilayah tertentu seperti perbukitan dan wilayah kecamatan untuk dapat terjangkau oleh akses internet. Simpulan, dan Rekomendasi Sebagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona Covid-19 di lingkungan perguruan tinggi, maka Program Studi PPKn STKIP PGRI Nganjuk melaksanakan pembelajaran daring sebagai solusi pelaksanaan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan mahasiswa memiliki sarana dan prasarana untuk melaksanakan pembelajaran daring. Pembelajaran daring efektif untuk mengatasi pembelajaran yang memungkinan dosen dan mahasiswa berinteraksi dalam kelas JURNAL DHARMA PENDIDIKAN STKIP PGRI NGANJUK ISSN: 1907 Ae 2813 Volume 15. Nomor 2. Oktober 2020 Halaman: 83 - 92 virual yang dapat diakses dimana saja dan kapan saja. Pembelajaran daring dapat membuat mahasiswa belajar mandiri dan motivasinya meningkat. Namun, ada kelemahan pembelajaran daring mahasiswa tidak terawasi dengan baik selama proses pembelajaran daring. Lemah sinyal internet dan mahalnya biaya kuota internet menjadi tantangan tersendiri pembelajaran daring. Akan tetapi pembelajaran daring dapat menekan penyebaran Covid-19 di perguruan tinggi. Daftar Pustaka