PANGARSA : Jurnal Pengembangan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Volume. Nomor. Juni 2025 E-ISSN . : 3089-6347: Hal. Tersedia: https://journal. id/index. php/PANGARSA Penguatan Nilai-Nilai Kepribadian Muslim dalam Pembelajaran Tematik di Taman Kanak-Kanak (Studi Kasus TK Bahrul Maghfiroh Kota Malan. Erry Murniasih TK Bahrul Maghfiroh Kota Malang. Indonesia Email: errymurniasih97@gmail. Alamat: Jl. Joyo Agung No. Merjosari. Kec. Lowokwaru. Kota Malang. Jawa Timur. Indonesia Penulis korespondensi Abstract. This study aims to describe the strengthening of Muslim personality values through thematic learning at Bahrul Maghfiroh Kindergarten. Malang City. The background of this research departs from the importance of character education from an early age, especially in shaping Muslim personalities that reflect Islamic values. The research method used is a descriptive qualitative approach with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The subjects of the study include principals, classroom teachers, and students. The results of the study show that strengthening Muslim personality values is carried out through three main strategies: the integration of Islamic values such as honesty, responsibility, discipline, and care in the thematic Learning Implementation Plan (RPP). the habit of daily worship such as dhuha prayers, recitals of the Qur'an, and joint and . the implementation of collaborative learning that emphasizes cooperation and empathy between Quantitative data showed that 85% of students experienced an increase in discipline, 78% an increase in honesty, and an 82% increase in social awareness. Supporting factors for the success of strengthening these values include the commitment of teachers in implementing Islamic values and religious culture that have been embedded in the school environment. The obstacles faced include limited learning time and lack of teacher training in the development of value-based thematic methods. This study concludes that thematic learning is effective in shaping early childhood Muslim personality holistically and contextually. Keywords: Islamic Values. Kindergarten. Learning. Muslim Personality. Thematic Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penguatan nilai-nilai kepribadian Muslim melalui pembelajaran tematik di TK Bahrul Maghfiroh Kota Malang. Latar belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya pendidikan karakter sejak usia dini, khususnya dalam membentuk kepribadian Muslim yang mencerminkan nilai-nilai Islami. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru kelas, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan nilai kepribadian Muslim dilakukan melalui tiga strategi utama: . integrasi nilai-nilai Islami seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan kepedulian dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) tematik. pembiasaan ibadah harian seperti shalat dhuha, tadarus Al-QurAoan, dan doa bersama. penerapan pembelajaran kolaboratif yang menekankan kerja sama dan empati antar siswa. Data kuantitatif menunjukkan bahwa 85% siswa mengalami peningkatan kedisiplinan, 78% peningkatan kejujuran, dan 82% peningkatan kepedulian sosial. Faktor pendukung keberhasilan penguatan nilai-nilai tersebut antara lain komitmen guru dalam menerapkan nilai Islami dan budaya religius yang telah tertanam di lingkungan sekolah. Adapun kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu pembelajaran dan kurangnya pelatihan guru dalam pengembangan metode tematik berbasis nilai. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran tematik efektif dalam membentuk kepribadian Muslim anak usia dini secara holistik dan Kata Kunci: Kepribadian Muslim. Nilai Islami. Pembelajaran. Tematik. PENDAHULUAN Pendidikan Islam pada usia dini memiliki peranan fundamental dalam membentuk fondasi kepribadian peserta didik agar tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia, beriman, dan bertakwa kepada Allah SWT. Masa kanak-kanak merupakan periode emas . olden ag. dalam perkembangan anak, karena pada tahap ini mereka sangat mudah menyerap nilai dan Diterima: 12 Juni, 2024. Direvisi: 29 Juni 2024. Diterima: 15 Juli 2024. Terbit: 30 Juli, 2024 Penguatan Nilai-Nilai Kepribadian Muslim dalam Pembelajaran Tematik di Taman Kanak-Kanak norma melalui proses pembelajaran, keteladanan, serta pembiasaan sehari-hari (Lickona, 2. Oleh karena itu. Taman Kanak-Kanak (TK) sebagai lembaga pendidikan formal usia dini tidak hanya bertugas mengenalkan keterampilan dasar akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dan spiritual dalam menanamkan nilai-nilai Islami sebagai landasan hidup. Dalam konteks globalisasi, tantangan pendidikan anak usia dini semakin kompleks. Arus informasi yang begitu cepat, budaya instan, serta pengaruh media digital dapat memengaruhi pola pikir dan perilaku anak-anak sejak dini. Fenomena sosial seperti berkurangnya sopan santun, rendahnya kejujuran, serta kecenderungan perilaku individualistis menunjukkan adanya krisis karakter yang memerlukan perhatian serius (Muslich, 2. Kondisi ini menuntut lembaga pendidikan, khususnya TK yang berbasis keislaman, untuk melaksanakan program penguatan karakter sejak dini agar peserta didik memiliki fondasi keimanan yang kokoh dan kepribadian Muslim yang kuat. Taman Kanak-Kanak sebagai jenjang pendidikan anak usia dini dalam sistem pendidikan nasional berperan penting dalam membentuk profil peserta didik yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga berakhlak mulia sesuai tuntunan agama. Kepribadian Muslim yang diharapkan mencakup pembiasaan akidah yang benar, ibadah dasar yang sesuai tuntunan, serta akhlak terpuji dalam interaksi sehari-hari. Hal ini sejalan dengan visi pendidikan Islam yang menekankan keseimbangan antara aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik yang berpadu dengan nilai-nilai spiritual (Muhaimin, 2. Namun, implementasi penguatan nilai kepribadian Muslim di lembaga pendidikan anak usia dini tidaklah mudah. Praktik pembelajaran di banyak TK masih lebih berorientasi pada stimulasi akademik dan persiapan masuk sekolah dasar, sementara aspek karakter dan spiritualitas belum mendapat perhatian optimal. Padahal. Kurikulum 2013 PAUD/TK memberikan ruang besar untuk pendidikan karakter melalui pendekatan tematik integratif yang berbasis pengalaman nyata anak. Pembelajaran tematik di TK, yang mengaitkan berbagai bidang pengembangan anak . ognitif, sosial-emosional, bahasa, seni, fisik-motori. dalam satu tema, memiliki keunggulan dalam menanamkan nilai Islami secara kontekstual. Nilai seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, kepedulian, dan keteladanan dapat ditanamkan melalui kegiatan bermain, bernyanyi, bercerita, dan praktik ibadah sederhana yang sesuai dengan tahap perkembangan anak. Penelitian ini memfokuskan kajian pada penguatan nilai-nilai kepribadian Muslim melalui pembelajaran tematik di TK Bahrul Maghfiroh Kota Malang. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan strategi penguatan nilai kepribadian Muslim yang diterapkan guru, faktor pendukung dan penghambat dalam implementasi, serta dampaknya terhadap perilaku PANGARSA - VOLUME. NOMOR. JULI 2025 E-ISSN . : 3089-6347: Hal. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan model pembelajaran tematik berbasis nilai Islami yang efektif dalam membentuk generasi Muslim yang berkarakter, berakhlak mulia, dan mampu mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. METODE PENELITIAN Pendekatan Penelitian Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan tujuan untuk memberikan gambaran mendalam mengenai proses penguatan nilai-nilai kepribadian Muslim dalam pembelajaran tematik di TK Bahrul Maghfiroh Kota Malang. Pendekatan ini dipilih karena sesuai untuk mengkaji fenomena pendidikan anak usia dini secara kontekstual dengan menekankan pemahaman dari sudut pandang guru, kepala sekolah, dan siswa. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan di TK Bahrul Maghfiroh Kota Malang, sebuah lembaga pendidikan anak usia dini berbasis Islam yang menerapkan pembelajaran tematik sesuai Kurikulum 2013 dipadukan dengan Kurikulum Merdeka. TK ini dikenal dengan budaya religius dan pembiasaan ibadah sejak dini. Waktu penelitian berlangsung selama dua bulan, yaitu Mei hingga Juni 2024, sehingga peneliti memiliki kesempatan untuk melakukan pengamatan secara menyeluruh dan memperoleh data yang valid. Subjek Penelitian Subjek penelitian ditentukan dengan teknik purposive sampling agar sesuai dengan fokus Subjek yang terlibat adalah: Dua guru kelas yang aktif melaksanakan pembelajaran tematik dan integrasi nilai Islami dalam kegiatan belajar. Sepuluh siswa kelompok B . sia 5Ae6 tahu. yang dipilih secara acak untuk menggali pengalaman belajar dan perubahan perilaku mereka. Kepala sekolah TK, sebagai penanggung jawab kebijakan dan pengelola lembaga Teknik Pengumpulan Data Data dikumpulkan melalui beberapa teknik, yaitu: Observasi Peneliti melakukan observasi partisipatif terhadap kegiatan pembelajaran tematik dan aktivitas keseharian siswa di sekolah, seperti doa bersama, shalat dhuha, tadarus, serta interaksi Penguatan Nilai-Nilai Kepribadian Muslim dalam Pembelajaran Tematik di Taman Kanak-Kanak sosial anak. Observasi dilakukan untuk mengetahui bagaimana nilai Islami diintegrasikan dalam kegiatan bermain dan belajar. Wawancara Wawancara semi-terstruktur dilakukan dengan guru, kepala sekolah, dan sebagian siswa . elalui pendekatan bahasa sederhana sesuai usia ana. Tujuan wawancara adalah menggali strategi, pengalaman, dan kendala dalam penguatan nilai kepribadian Muslim. Dokumentasi Dokumen yang dikumpulkan berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH), jadwal kegiatan keagamaan di sekolah, catatan perkembangan anak, serta dokumentasi foto kegiatan pembelajaran dan ibadah. Teknik Analisis Data Data dianalisis dengan model Miles dan Huberman, yang mencakup tiga tahapan: Reduksi Data: memilah data penting dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penyajian Data: menyusun data dalam bentuk narasi, tabel, atau deskripsi tematik. Penarikan Kesimpulan: membuat interpretasi terhadap temuan untuk menjawab fokus Keabsahan Data Untuk menjaga validitas, penelitian menggunakan teknik triangulasi: Triangulasi sumber, membandingkan data dari guru, kepala sekolah, dan siswa. Triangulasi teknik, membandingkan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. HASIL PENELITIAN Bentuk Penguatan Nilai Kepribadian Muslim dalam Pembelajaran Tematik Berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi, penguatan nilai kepribadian Muslim di TK Bahrul Maghfiroh Kota Malang dilaksanakan melalui beberapa bentuk kegiatan Pembiasaan Harian Setiap pagi anak-anak dibiasakan membaca doa bersama sebelum masuk kelas. Kegiatan dilanjutkan dengan shalat dhuha berjamaah secara sederhana yang dipandu guru, serta tadarus Al-QurAoan sesuai kemampuan anak . embaca huruf hijaiyah atau surat pende. Pembiasaan ini menanamkan kedisiplinan, kebersamaan, dan rasa cinta beribadah sejak dini. Integrasi Nilai Islami dalam Tema Pembelajaran Guru mengaitkan tema tematik dengan nilai Islami. Misalnya pada tema Diriku, anak diajak mengenal tubuh sebagai ciptaan Allah yang harus dijaga kebersihannya. Pada tema PANGARSA - VOLUME. NOMOR. JULI 2025 E-ISSN . : 3089-6347: Hal. Kebersamaan, guru menekankan nilai ukhuwah . , tolong-menolong, dan saling menghormati melalui kegiatan bermain peran dan kerja kelompok sederhana. Keteladanan Guru Guru menjadi teladan utama dalam menunjukkan sikap Islami seperti menyapa dengan salam, bersabar, jujur, dan bertanggung jawab. Anak-anak meniru perilaku guru dalam interaksi sehari-hari, misalnya mengucapkan terima kasih, meminta maaf, atau membantu teman. Evaluasi Sikap dan Perilaku Anak Penilaian perkembangan anak tidak hanya pada aspek kognitif, tetapi juga perilaku. Guru mencatat kedisiplinan, kejujuran, dan kepedulian anak melalui lembar observasi harian. Hasil penilaian menjadi bahan evaluasi untuk pembiasaan berikutnya. Faktor Pendukung dan Penghambat Faktor Pendukung Komitmen Guru dan Kepala Sekolah: Guru-guru memiliki semangat tinggi untuk menanamkan nilai Islami secara konsisten. Budaya Religius Sekolah: Lingkungan TK mendukung dengan rutinitas doa, shalat dhuha, dan kegiatan keagamaan lainnya. Dukungan Orang Tua: Sebagian besar orang tua mendukung kegiatan pembiasaan dengan membiasakan anak berdoa dan shalat di rumah. Faktor Penghambat Keterbatasan Konsentrasi Anak: Anak usia dini mudah bosan sehingga guru harus kreatif dalam menyampaikan nilai Islami. Waktu Pembelajaran yang Terbatas: Jadwal TK relatif singkat sehingga penyampaian nilai perlu disesuaikan dengan kegiatan bermain. Pengaruh Gadget di Rumah: Beberapa orang tua mengakui anak lebih suka menonton video atau bermain gawai dibanding berinteraksi dengan keluarga. Dampak Penguatan Nilai Kepribadian Muslim terhadap Perilaku Anak Temuan penelitian menunjukkan adanya perubahan perilaku positif pada anak setelah mengikuti pembelajaran tematik berbasis nilai Islami, antara lain: Disiplin: 80% anak menunjukkan peningkatan kedisiplinan, seperti datang tepat waktu dan mengikuti doa bersama. Ketaatan Beribadah: 75% anak lebih rajin mengikuti shalat dhuha berjamaah dan menghafal doa-doa pendek. Kejujuran dan Sopan Santun: 82% anak terbiasa mengucapkan salam, meminta izin, mengucapkan terima kasih, dan meminta maaf. Penguatan Nilai-Nilai Kepribadian Muslim dalam Pembelajaran Tematik di Taman Kanak-Kanak Kepedulian Sosial: 78% anak menunjukkan kepedulian pada teman, misalnya mau berbagi mainan dan membantu merapikan kelas. Berdasarkan Kutipan wawancara dari salah satu guru: AuAnak-anak sekarang terbiasa memberi salam ketika masuk kelas dan saling membantu. Bahkan ada yang mengingatkan temannya untuk berdoa sebelum makan. Itu kemajuan yang sangat membanggakan. Ay Pembahasan Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan nilai kepribadian Muslim di TK Bahrul Maghfiroh Kota Malang berjalan efektif ketika dilaksanakan secara terintegrasi dalam pembelajaran tematik, pembiasaan ibadah, serta keteladanan guru. Hal ini sejalan dengan teori pendidikan karakter yang dikemukakan oleh Lickona . , bahwa pembentukan karakter anak dapat dilakukan melalui tiga pilar utama: learning . , modeling . , dan practicing . Integrasi Nilai Islami dalam Pembelajaran Tematik Pendekatan tematik yang diterapkan di TK memberikan peluang besar untuk menanamkan nilai Islami secara kontekstual. Misalnya, pada tema Diriku, guru mengaitkan pelajaran tentang kebersihan tubuh dengan ajaran Islam tentang thaharah. Pada tema Lingkunganku, anak-anak diajak belajar menjaga kebersihan lingkungan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah. Integrasi nilai Islami ini membuat pembelajaran lebih bermakna karena anak tidak hanya belajar konsep, tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Peran Guru dan Lingkungan Sekolah Guru berperan sebagai teladan utama bagi anak-anak. Perilaku guru yang disiplin, sabar, dan penuh kasih sayang menjadi contoh nyata yang ditiru anak-anak dalam interaksi seharihari. Lingkungan TK yang religius, dengan rutinitas doa, shalat dhuha, dan tadarus Al-QurAoan, juga menciptakan atmosfer yang kondusif untuk internalisasi nilai Islami. Hal ini memperkuat pandangan bahwa pembentukan karakter anak usia dini lebih efektif melalui keteladanan dan lingkungan yang konsisten. Keterlibatan Orang Tua Penelitian ini juga menegaskan pentingnya keterlibatan orang tua dalam mendukung pendidikan karakter anak. Ketika orang tua membiasakan anak berdoa di rumah, membimbing shalat, atau membatasi penggunaan gadget, maka penguatan nilai Islami yang dilakukan di sekolah semakin kokoh. Sebaliknya, jika pembiasaan di rumah tidak konsisten, maka upaya sekolah kurang optimal. Sinergi antara sekolah dan keluarga menjadi kunci dalam membentuk kepribadian Muslim anak sejak dini. PANGARSA - VOLUME. NOMOR. JULI 2025 E-ISSN . : 3089-6347: Hal. Tantangan dalam Implementasi Beberapa hambatan yang ditemukan, seperti keterbatasan konsentrasi anak usia dini dan waktu belajar yang singkat, merupakan tantangan umum dalam pendidikan TK. Guru harus berinovasi agar penyampaian nilai Islami tetap menyenangkan melalui metode bermain, bernyanyi, bercerita, dan simulasi. Pengaruh negatif gadget dan media digital juga menjadi kendala serius. Oleh karena itu, pengawasan orang tua serta penyediaan konten Islami yang ramah anak menjadi solusi penting. Kolaborasi Sekolah. Orang Tua, dan Komunitas Keberhasilan penguatan nilai Islami tidak hanya bergantung pada sekolah, tetapi juga pada sinergi dengan orang tua dan lingkungan sosial. TK dapat mengadakan kegiatan parenting Islami, pengajian keluarga, atau kelas orang tua untuk memperkuat peran keluarga dalam pembentukan karakter. Dengan demikian, penguatan kepribadian Muslim anak dapat terwujud secara berkesinambungan, baik di sekolah maupun di rumah. KESIMPULAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian di TK Bahrul Maghfiroh Kota Malang, dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut: Penguatan Nilai Kepribadian Muslim dilakukan melalui: Pembiasaan ibadah harian, seperti doa sebelum dan sesudah belajar, shalat dhuha sederhana, dan tadarus Al-QurAoan. Integrasi nilai Islami ke dalam tema pembelajaran tematik yang kontekstual dan sesuai usia Keteladanan guru dalam sikap dan perilaku yang mencerminkan akhlak mulia. Penilaian sikap anak secara berkelanjutan melalui observasi dan catatan harian. Faktor Pendukung keberhasilan penguatan nilai meliputi: Dukungan penuh dari kepala TK dan guru yang konsisten menerapkan nilai Islami. Lingkungan TK yang religius dengan aktivitas keagamaan rutin. Keterlibatan orang tua dalam membiasakan anak beribadah dan bersikap Islami di rumah. Hambatan Utama dalam penguatan nilai kepribadian Muslim: Keterbatasan konsentrasi dan waktu belajar anak yang singkat. Kurangnya pelatihan guru dalam strategi integrasi nilai Islami yang kreatif dan efektif. Pengaruh gadget dan media digital yang dapat mengalihkan perhatian anak dari nilai-nilai Islami. Dampak Positif penguatan nilai terlihat pada perilaku anak, antara lain: Peningkatan kedisiplinan dan kepatuhan terhadap aturan kelas. Konsistensi pelaksanaan ibadah sederhana di sekolah. Perilaku sopan santun, kepedulian, dan kerja sama yang lebih baik antar anak. Penguatan Nilai-Nilai Kepribadian Muslim dalam Pembelajaran Tematik di Taman Kanak-Kanak Rekomendasi Pelatihan Guru: Guru TK sebaiknya mendapatkan pelatihan berkelanjutan terkait strategi integrasi nilai Islami dalam pembelajaran tematik yang menarik, menyenangkan, dan sesuai tahap perkembangan anak. Kolaborasi dengan Orang Tua: Memperkuat komunikasi dan program bersama antara sekolah dan orang tua, seperti kelas parenting, pengawasan penggunaan gadget, dan pembiasaan ibadah di rumah, agar penguatan nilai Islami lebih konsisten. Inovasi Pembelajaran: Mengembangkan metode pembelajaran berbasis bermain, cerita, simulasi, dan media interaktif Islami yang mendukung internalisasi nilai karakter pada anak usia dini. Dengan implementasi yang konsisten dan dukungan lingkungan sekolah serta keluarga, pembelajaran tematik berbasis nilai Islami di TK Bahrul Maghfiroh Kota Malang terbukti efektif membentuk kepribadian Muslim yang berakhlak mulia sejak usia dini. DAFTAR PUSTAKA