Ilmu Al-QurAoan (IQ) Jurnal Pendidikan Islam Volume 7 No. ISSN: 2338-4131 (Prin. 2715-4793 (Onlin. DOI: https://doi. org/10. 37542/fx718569 Pengaruh Program Homeschooling Terhadap Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Di Pesantren Nurul Syarofa Bogor Abdul Muhit,1 Rizky akmal Wardani,2 Universitas PTIQ Jakarta1 abdulmuhit@ptiq. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Motivasi Belajar siswa homeschooling. Penelitian ini yaitu menggunakan pendekatan kuantitatif dengan penelitian observasional analitik dengan menggunakan pendekatan cross-sectional, sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi dan kuesioner. Untuk analisis data peneliti gunakan adalah analisis koralasional. Subjek penelitian diambil kriteria yang telah ditentukan oleh peneliti, yaitu subjek merupakan siswa yang bersekolah program homeschooling di Pesantren Nurul Syarofa Bogor dan bersedia menjadi subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa sesuai dengan UU Sisdiknas No. 20/2003 AuPendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negaraAy. Hasil penelitian menunjukan bahwa 30 sampel siswa atau 100. 0% dari mereka tidak termotivasi belajar PAI dalam program homeschooling. Terdapat hubungan yang signifikan antara dua variabel yang berdampak pada motivasi siswa sesuai dengan hasil uji statistik dimana nilai probability 0,015 Kata Kunci: Program Homeschooling. Motivasi Belajar. Pendidikan Agama Islam. Abstract: This study aims to determine the Learning Motivation of homeschooled students. This study uses a quantitative approach with analytical observational research using a cross-sectional Abdul Muhit. Rizky akmal Wardani approach, while the data collection techniques used are observation, documentation and For data analysis, the researcher uses correlational analysis. The research subjects were taken from the criteria determined by the researcher, namely the subjects were students who attended the homeschooling program at the Nurul Syarofa Islamic Boarding School in Bogor and were willing to be research subjects. The results of the study showed that in accordance with Law No. 20/2003 on the National Education System "Education is a conscious and planned effort to create a learning atmosphere and learning process so that students actively develop their potential to have spiritual religious strength, self-control, personality, intelligence, noble character, and skills needed by themselves, society, nation and The results of the study showed that 30 student samples or 100. 0% of them were not motivated to learn Islamic Religious Education in the homeschooling program. There is a significant relationship between two variables that have an impact on student motivation according to the results of statistical tests where the probability value is 0. Pendahuluan Peningkatan dan pembaharuan di dalam bidang pendidikan harus terus dilakukan agar tujuan utama dari pendidikan nasional Indonesia dapat tercapai. Peningkatan tersebut dapat dilakukan dalam bidang pembaharuan model pembelajaran maupun pembaharuan dalam bidang teknologi media pembelajaran yang digunakan nasional Indonesia dapat tercapai. Peningkatan tersebut dapat dilakukan dalam bidang pembaharuan model pembelajaran maupun pembaharuan dalam bidang teknologi media pembelajaran yang digunakan. Pendidikan merupakan salah satu sasaran dalam mewujudkan tujuan pembangunan di Indonesia. Ketidakpuasan orang tua terhadap jalur pendidikan formal saat ini, mengakibatkan orang tua harus berfikir aktif dalam megembangkan potensi pada diri anak. Pengembangan potensi anak pada sekolah formal cenderung sudah lelah dengan kurikulum yang ada sehingga potensi pada diri anak cenderung tidak dapat disalurkan. Sehingga bagi mereka yang menyadari akan potensi anak-anaknya dan mau terlibat langsung terhadap pendidikan dan perkembangan anaknya, mereka lebih memilih mencari jalur pendidikan alternatif yang sesuai dibandingkan dengan sekolah formal. Berdasarkan berbagai masalah di atas, maka hadirlah berbagai alternatif pendidikan sebagai solusi untuk mencari format pendidikan yang baik untuk anak-anak. Salah satu yang sedang marak adalah Homeschooling. Jika ditelusuri biografi para tokoh yang berpengaruh di 194 | IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 7 No. Pengaruh Program Homeschooling Terhadap Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Di Pesantren Nurul Syarofa Bogor masa lalu, sesungguhnya mereka pun melakukan pembelajaran dengan pendidikan Audi rumahAy, meskipun formatnya berbeda dengan yang sekarang, seperti Ki Hajar Dewantara dan Buya Hamka. Model pendidikan homeschooling ini tanggung jawabnya secara penuh berada di tangan orang tua, tidak diserahkan kepada pihak lain sebagaimana sekolah formal. Maka dengan ini penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh program homeschooling terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan agama Islam, di Pesanten Nurul Syarofa Bogor. Ini merupakan salah satu tempat sebagai penyelenggaran pendidikan homeschooling yang merupakan lembaga baru. Dengan ini peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tindak lanjut mengenai pengaruh program homeschooling terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan agama Islam di Pesanten Nurul Syarofa Bogor yang dengan pelaksanaan pembelajaran peserta didik dilakukan disatu tempat yaitu pesantren. Motivasi Belajar Metode Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian observasional analitik dengan menggunakan pendekatan cross-sectional guna mengidentifikasi pengaruh antara program homeschooling dan motivasi belajar siswa terhadap pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Pesantren Nurul Syarofa Bogor. Jenis penelitian observasional analitik yaitu penelitian yang diarahkan untuk menjelaskan keadaan atau situasi dimana peneliti mancari pengaruh variabel program homeschooling terhadap motivasi belajar untuk menentukan ada atau tidaknya pengaruh antardua variabel tersebut. Menurut Suharsimi Arikunto menjelaskan dalam bukunya bahwa apabila populasi penelitian berjumlah kurang dari 100 maka sampel yang diambil adalah semuannya. 2 Oleh karena itu peneliti mengambil sampel sebanyak populasi yang ada yaitu berjumlah 30 siswa. Agar memperoleh gambaran yang jelas dan terperinci, sesuai dengan pembatasan masalah yang telah dikemukakan sebelumnya maka dapat dijelaskan populasi dalam penelitian ini adalah santri di Pesantren Nurul Syarofa Bogor. Pengumpul. an data dilakukan dengan melakukan penyeberan angket, wawancara dan dokumentasi. 3 Dalam penelitian ini, peneliti melakukan observasi terkait berbagai hal, seperti observasi proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam Ansori. Model pengembangan kewirausahaan santri melalui pondok pesantren berbasis budaya agribisnis tanaman palawija. Jurnal Ilmiah STIKIP Siliwangi (Bandung. Vol 8 No1: 2. Suharsimi Arikunto. Prosedur Penelitian suatau Pendekatan Praktis, (Jakarta:PT. Rineka Cipta, 2. , h. Syofian Siregar. Statistik Parametrik untuk Penelitian Kuantitatif, (Jakarta: Bumi Aksara, 2. , h. IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 7 No. Abdul Muhit. Rizky akmal Wardani yang sudah berjalan di pesantren dan observasi terkait keadaan lingkungan pesantren serta sarana dan prasarana pesantren. Sementara itu dokumentasi bertujuan untuk mendapatkan data-data sekolah, seperti data peserta didik, tokoh pendiri dan segala sesuatu yang berkaitan dengan masalah yang diteliti oleh penulis. Sedangkan angket digunakan sebagai instrumen pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pernyataan atau pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawab. 4 Pada penelitian ini, peneliti menggunakan jenis angket tertutup, yaitu angket yang sudah disediakan jawaban sehingga responden tinggal memilih jawaban yang ada sesuai dengan diri responden. Angket ini berisi pertanyaan seputar motivasi belajar. Sehingga melalui pengisian angket ini, peneliti akan mendapatkan data terkait motivasi belajar peserta didik dalam mengikuti pembelajaran Pendidikan Agama Islam Hasil Penelitian dan Pembahasan Homeschooling Istilah homeschooling berasal dari bahasa Inggis yang terdiri dari kata home dan Dalam bahasa Indonesia, terjemahan yang biasa digunakan untuk homeschooling adalah Ausekolah rumahAy. Dalam kamus bahasa Inggris homeschooling merupakan bentuk kata kerja, homeschooling is to instruct . puli, for exampl. in aneducational program outside of established schools, especially in the home. Menurut Arief Rachman Hakim, mengemukakan tentang homeschooling, yaitu: AuSecara Etimologis adalah sekolah yang diadakan di rumah namun secara hakiki ia adalah sebuah sekolah alternatif yang ini disebut metode kuantitatif karena data menempatkan anak sebagai subjek dengan pendekatan pendidikan secara at home. Ay 5 Homescooling saat ini telah menjadi salah satu bentuk pendidikan alternatif yang fenomenal dengan penekanan untuk mengakomodasi potensi kecerdasan anak secara maksimal. Selain itu juga dipandang sebagai alternatif untuk menghindari pengaruh lingkungan negatif yang akan dihadapi oleh anak-anak sekolah umum ketika menimba ilmu. Homeschooling . ekolah ruma. di atur dalam system Pendidikan Nasional di bawah devisi pendidikan nonformal. Undang-undang No. 2003 (Depdiknas, 2. pasal 27 ayat 1 menyebutkan bahwa kegiatan belajar secara Pemerintah tidak mengatur standar isi dan proses pelayanan informal kecuali standar penilaian apabila akan disertakan dengan pendidikan jalur formal dan nonformal sebagaimana dinyatakan dalam pasal 27 ayat 2. Pada perkembangan selanjutnya Menteri Sugiyono. Metode PenelitianA, h. Arief Rachman Hakim. Home-Shcooling. Rumah Kelasku Dunia sekolahku, (Jakarta: Penerbit Buku Kompas, 2. , h. 196 | IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 7 No. Pengaruh Program Homeschooling Terhadap Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Di Pesantren Nurul Syarofa Bogor Pendidikan dan Kebudayaan No. 129 Tahun 2014 memberikan penegasan tentang eksistensi sekolah rumah . , sebagai dialektika Negara dan masyarakat yang menunjukan wujud keterlibatan negara dalam pelaksanaan serta proses yang tidak terelakkan untuk memberikan keterlibatan pemerintah dalam proses pelaksanaan homeschooling sebagai salah satu pendidikan alternatif. Pendidikan alternatif dapat berfungsi sebagai substitute, suplemen dan komplemen terhadap pendidikan sekolah. Sebagai substitute, artinya dapat menggantikan pendidikan jalur sekolah yang karena beberapa hal masyarakat tidak dapat mengikuti pendidikan di jalur persekolahan . , sebagaimana sudah terlaksana selama ini adalah Kejar Paket A. B, dan C. Sebagai Suplemen diartikan bahwa pendidikan alternatif dilaksanakan untuk menambah pengetahuan, keterampilan yang kurang didapatkan dari pendidikan sekolah seperti les privat dan training. Sedangkan sebagai komplemen bahwa pendidikan alternatif dilaksanakan. Homeschooling mengalami perkembangan pesat karena didukung oleh banyak faktor diantaranya adalah perkembangan teknologi informasi yang luar biasa. Mulai dari eksplorasi materi pembelajaran berkualitas seperti literatur, jurnal, buku, membangun forum-forum diskusi ilmiah, sampai konsultasi atau diskusi dengan para pakar dunia, dapat dilakukan dengan mudah tanpa mengalami sekatsekat karena setiap individu dapat melakukan sendiri. Dampak luas tersebut telah memberikan warna atau wajah baru dalam system pendidikan dunia, yang dikenal dengan berbagai istilah seperti e-learning, distance learning, online learning, webbased learning, computerbased learning, dan virtual classroom, dimana semua terminologi tersebut mengacu pada pengertian yang sama yakni pendidikan berbasis teknologi Pada homeschooling, orang tua bertanggung jawab secara aktif atas proses pendidikan anaknya. Homeschooling kini layak menjadi salah satu pilihan orang tua dalam mendidik anak-anaknya. Pilihan terutama disebabkan oleh adanya pandangan atau penilaian orang tua tentang kesesuaian bagi anak-anaknya. Bisa juga karena orang tua lebih siap untuk menyelenggarakan pendidikan bagi anak-anaknya di rumah. Ini banyak dilakukan di kota-kota besar, terutama oleh mereka yang pernah melakukannya ketika berada diluar negeri. Secara sederhana homeschooling bisa dijadikan sebagai Ausebuah Zul Afiat. Homeschooling. Pendidikan Alternatif Di Indonesia Universiti Sultan Zainal Abidin. Terengganu Malaysia dan Kemendikbud 2014 Jurnal Visipena Volume 10. Nomor 1. Juni IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 7 No. Abdul Muhit. Rizky akmal Wardani model pendidikan berbasis homeschooling rumah, dengan orang tua sebagai penganggung jawab aktif serta fokus pada kepentingan dan kebutuhan anak-anaknya. Sejak tanggal 14 Mei 2006, di Jakarta didirikan ASAH PENA (Persatuan Homeschooling dan Pendidikan Alternati. oleh beberapa tokoh dan pengamal pendidikan dan kebudayaan. Pelindungnya atau penerangnya adalah Dr. Ace Suryadi (Ketua Pengarah Pendidikan Luar Sekola. dengan para penasihat antara lain Prof. Dr. Mansur Ramli (Kepala Balitbang depdikna. dan Dr. Ella Yuliawati (Pengarah Depdikna. Penghargaan dari Depdiknas terhadap lahirnya Asah Pena tentu mengukuhkan keyakinan bahwa homeschooling mampu menjadi salah satu alternatif pendidikan pada masa depan. Karakteristik Homeschooling Menurut pendapat Muhtadi yang menjelaskan bahwa karakteristik model pendidikan homeschooling di antaranya adalah orang tua memegang peran utama sebagai guru, motivator, fasilitator, dinamisator, teman diskusi, dan teman dialog dalam menentukan kegiatan belajar dan dalam proses kegiatan belajar. Sementara keberadaan guru . lebih berfungsi sebagai pembimbing dan pengarah minat anak dalam pelajaran yang disukainya. Menurut Afiat terdapat beberapa ciri-ciri dalam homeschooling secara umum diantaranya adalah:10 Pendidikan yang utama lebih menekankan pada pembentukan karakter pribadi, pengembangan bakat dan minat. Kegiatan belajar dilaksanakan secara mandiri, baik bersama orang tua, tutor maupun komunitas yang menyelenggarakan homeschooling. Orang tua harus dapat memainkan peran sebagai motivator, guru dan fasilitator dalam melaksanakan kegiatan belajarnya. Keberadaan tutor sebagai pembimbing dalam pelaksanaan homeschooling dan Indah Hanaco. I Love Homeschooling. Segala sesuatu yang harus diketahui tentang Homescholing, (Jakarta:Gramedia Pustaka Utama, 2. , h. Maulia D,Kembara. Panduan lengkap homeschooling, (Bandung:Progressio:2. Hidayati AuPeran orang tua di homeschooling primagama PalembangAy urnal Empirika Vol. 3 No. Aisiah Dewi Amini AuImplementasi model pendidikan alternatif dalam pembelajaran dengan HomeschoolingAy Jurnal Pendidikan Vol. 2 No. 198 | IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 7 No. Pengaruh Program Homeschooling Terhadap Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Di Pesantren Nurul Syarofa Bogor mengembangkan minat siswa mengenai materi yang disukai. Dalam pelaksanaan kegiatan belajar dilaksanakan secara fleksibel, artinya dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja. Fleksibelitas dalam penentuan jumlah setiap pertemuan, misalnya 50 menit dan Pendekatan pembelajaran lebih personal dan manusiawi. Memberikan kesempatan pada siswa mengenai minat, kebutuhan durasi kepemilikan materi dan kecerdasan mereka. Ujian nasional dapat dilaksanakan ketika siswa sudah siap untuk menghadapi. Motivasi Belajar Motivasi sangat berperan penting pada pendidikan karekter siswa untuk cenderung ke hal positif. Pendidikan karakter sendiri yaitu pendidikan nilai, pendidikan budi pekerti, pendidikan moral, pendidikan watak yang bertujuan mengembangkan kemampuan siswa untuk memberikan keputusan baik atau buruk, memelihara kebaikan dan mewujudkan kebaikan selama kehidupan sehari-hari dengan sepenuh hati. Motivasi ditandai dengan reaksi-reaksi mencapai tujuan. Pribadi yang bermotivasi mengadakan respon-respon yang berfungsi mengurangi ketegangan yang disebabkan oleh perubahan energi dalam dirinya. Setiap respon merupakan langkah ke arah mencapai tujuan. Ada dua jenis motivasi yaitu motivasi instrinsik dan motivasi ekstrinsik. Motivasi instrinsik merupakan motivasi yang timbul dari dalam diri siswa sendiri, misalnya keinginan untuk mendapat keterampilan tertentu dan untuk mengembangkan sikap untuk berhasil, dan berpikir supaya dapat beradaptasi dengan orang lain. Motivasi ekstrinsik merupakan motivasi yang disebabkan oleh faktor-faktor dari situasi belajar, seperti nilai ijazah, hadiah, hukuman dan persaingan ataupun perlombaan untuk mencapai dan mendapatkan hal yang ingin dicapai. 13 Dengan demikian peneliti dapat menyimpulkan motivasi instrinsik merupakan keinginan seseorang untuk melakukan sesuatu yang disebabkan oleh faktor yang berasal dari dalam diri sendiri tanpa dipengaruhi orang lain. Sedangkan motivasi ekstrinsik merupakan keinginan seseorang untuk melakukan sesuatu yang disebabkan oleh faktor dorongan dari luar untuk mencapai suatu tujuan. Yulia Siska. Pembelajaran IPS Di SD/MI, (Yogyakarta: Garudhawaca, 2. , h. Kompri. Motivasi Pembelajaran, (Bandung: Remaja Rosdalkarya, 2. , h. Oemar Hamalik. Proses Belajar Mengajar, (Jakarta: Bumi Aksara, 2. , h. IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 7 No. Abdul Muhit. Rizky akmal Wardani Guru perlu memahami latar belakang yang mempengaruhi belajar siswa sehingga guru dapat memberi motivasi yang tepat kepadanya. Apabila motivasi dapat ditimbulkan dalam proses belajar mengajar maka hasil belajarnya akan optimal. Menurut peneliti bahwa setiap individu yang melakukan suatu hal sebenarnya dia memiliki motivasi, dengan motivasi inilah yang memberi dorongan bagi mereka untuk melakukan suatu hal. Begitu juga dengan belajar sangat diperlukan adanya motivasi. Hasil belajar akan menjadi optimal jika ada motivasi, sehingga semakin tepat motivasi yang diberikan maka akan semakin mantap pula pelajaran yang akan didapatkan. Pengaruh ketekunan dalam belajar terhadap motivasi belajar pada program Homeschooling. Data pada penelitian ini diambil dari siswa kelas VII. Vi dan kelas X dengan sampel sebanyak 30 orang. Berikut karakteristik responden dan ada tidaknya motivasi belajar yang rasakan selama pembelajarn homeschooling berlangsung di pesantren Nurul Syarofa Bogor. Tabel 1 Karakteristik Responden Umur Kelas Suku Bangsa Jumlah Pesentase 50,0% 30,0% 16,7% VII 50,0% 30,0% 16,7% Betawi 46,7% Sunda 3,4% Jawa 46,7% Batak 3,4% Pada tabel 4. 4 data yang telah peneliti kumpulkan menunjukan bahwa responden terdiri dari siswa laki-laki sebanyak 30 siswa. Usia 13 tahun berjumlah berjumlah Sardiman. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, (Jakarta: Rajawali Perss, 2. , h. 200 | IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 7 No. Pengaruh Program Homeschooling Terhadap Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Di Pesantren Nurul Syarofa Bogor paling banyak yaitu 15 siswa atau setengah . %) dari persentasi responden keseluruhan dan mereka yang berusia 14 tahun berjumlah 10 siswa atau . %) dan siswa yangberusia 16 tahun berjumlah paling sedikit yaitu 5 siswa atau . %). Para responden sendiri berasal dari jenjang pendidikan menengah pertama yaitu kelas VII dan kelas Vi dengan jumlah kelas secara keseluruhan jenjang yaitu 25 siswa. Adapun responden dikategorikan menjadi empat suku bangsa yaitu suku betawi dan jawa berjumlah paling banyak yaitu 14 siswa atau 46,7% Tabel 2. Ketekunan dalam belajar Valid Sangat Tekun Tekun Tidak Tekun Total Frequency Percent Cumulati Percent Valid Percent Pada tabel 4. 5 menunjukan bahwa siswa yang sangat tekun sebanyak 3. siswa yang tekun 10. 0% dan siswa yang tidak tekun 86. Maka dapat disimpulkan bahwa siswa yang tidak tekun dalam belajar menunjukan hasil terbanyak yaitu Tabel. 3 Ulet menghadapi masalah Valid Sangat ulet Ulet Tidak ulet Total Frequenc Percent Cumulati Valid Percent Percent Pada tabel 4. 6 menunjukan bahwa siswa yang sangat ulet sebanyak 3. siswa yang ulet 60. 0% dan siswa yang tidak ulat 36. Maka dapat disimpulkan bahwa siswa yang ulet dalam menghadapi kesulitan menunjukan hasil terbanyak yaitu IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 7 No. Abdul Muhit. Rizky akmal Wardani Tabel. Minat dan ketajaman perhatian Frequency Percent Valid Minat sangat kuat Berminat Tidak Total Valid Percent Cumulative Percent Pada tabel 5 menunjukan bahwa siswa yang minat sangat kuat sebanyak 3%, siswa yang berminat 6. 7% dan siswa yang tidak berminat 90. Maka dapat disimpulkan bahwa siswa yang tidak minat dan ketajaman perhatian menunjukan hasil terbanyak yaitu 90. Tabel 6. Prestasi dalam belajar Frequency Percent Valid Amat Berprestasi Berprestasi Total Valid Percent Cumulative Percent Pada tabel 4. 8 menunjukan bahwa siswa yang amat berprestasi sebanyak 3. 3%, siswa yang tekun 10. 0% dan siswa yang tidak berprestasi 86. Maka dapat disimpulkan bahwa siswa yang tidak berprestasi dalam belajar menunjukan hasil terbanyak yaitu 86. Tabel 7. Mandiri dalam belajar Valid Mandiri Tidak Total Frequency Percent Valid Cumulative Percent Percent 202 | IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 7 No. Pengaruh Program Homeschooling Terhadap Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Di Pesantren Nurul Syarofa Bogor Pada tabel 4. 9 menunjukan bahwa siswa yang mandiri sebanyak 16. siswa yang tidak mandiri sebanyak 83. Maka dapat disimpulkan bahwa siswa yang tidak mandiri dalam belajar menunjukan hasil terbanyak yaitu 83. Kesimpulan Dari hasil penelitian yang telah peneliti lakukan di Pesantren Nurul Syarofa Bogor ditemukan bahwa program homeschooling tidak memberikan motivasi dalam belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) di Pesantren Nurul Syarofa Bogor. Maka homeschooling terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di Pesantren Nurul Syarofa Bogor ditolak dan hipotesis nol yang menyatakan bahwa Tidak terdapat pengaruh program homeschooling terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di Pesantren Nurul Syarofa Bogor diterima. Saran Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka peneliti menyarankan. Untuk peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian dan penulisan lebih sempurna. Para pendidik khususnya di Pesantren Nurul Syarofa Bogor agar senantitiasa lebih memotivasi belajar siswa dengan berbagai kondisi sehingga selalu siap dan semangat untuk belajar. Orang tua agar kiranya dapat menjadi AuguruAy bagi anak-anaknya saat berada dalam lingkungan keluarga sehingga siswa lebih termotivasi dan semangat belajar. Bagi para peserta didik agar tidak tertutup dan senantiasa meminta saran dan pendapat dari guru maupun orang tua. Kemudian untuk peneliti selanjutnya agar memperhatikan keterbatasan-keterbatasan Daftar Pustaka