GENTA MULIA: Jurnal Ilmiah Pendidikan eissn: 25806416 pISSN: 23016671 PENERAPAN PENDIDIKAN KARAKTER PADA SISWA MELALUI LITERASI DIGITAL DIKELAS IV SD NEGERI PANTAI MURATARA Suci Septriyanti1. Heryanto2 dan Sunedi3 1 2 3 Universitas PGRI Palembang. Indonesia Coresponding Email: suciseptriyanti22@gmail. com email. s1kesenian@gmail. Sunedisudarman@gmail. Abstract Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan cara penerapan pendidikan karakter pada siswa melalui literasi digital dikelas IV SD Negeri Pantai Muratara. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian ini yaitu siswa kelas IV SD Negeri Pantai Muratara. Sampel penelitian yaitu sebanyak 20 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, angket serta Dari hasil analisis yang dilakukan penulis, bahwa penerapan Pendidikan karakter pada siswa melalui literasi digital, meliputi : disiplin, jujur, religious, tanggung jawab, dan tekun. Selanjutnya penulis melakukan penyebaran angket siswa dengan hasil akhir nilai rata-rata 81, dengan kriteria baik. Dimana dalam penyebaran angket siswa didapat 2 siswa memiliki kriteria cukup baik dengan persentase 10%, 12 siswa memiliki kriteria baik dengan persentase 60 %, dan 6 siswa memiliki kriteria sangat baik dengan persentase 30%. Kata-kata kunci : Pendidikan Karakter. Literasi. Digital Pendahuluan Pendidikan nasional mempunyai misi mulia . ission sacr. mencerdaskan kehidupan bangsa. Bertolak dari hal tersebut, maka pendidikan nilai/moral memang sangat diperlukan atas dasar argumen. Adanya kebutuhan nyata dan mendesak, proses transmisi nilai sebagai proses peradaban, peranan sekolah sebagai pendidik moral yang vital pada saat melemahnya pendidikan nilai dalam masyarakat, tetapi adanya kode etik dalam masyarakat yang sarat konflik nilai, kebutuhan demokrasi akan pendidikan moral, kenyataan yang sesungguhnya bahwa tidak ada eissn: 25806416 pISSN: 23016671 GENTA MULIA- JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN Penerapan Pendidikan Karakter Pada Siswa Melalui Literasi Digital Suci Septriyanti pendidikan yang bebas nilai, persoalan moral sebagai salah satu persoalan dalam kehidupan, dan adanya alasan yang kuat dan dukungan luas terhadap pendidikan moral di sekolah. Semua argumen tersebut tampaknya relevan untuk menjadi cerminan kebutuhan akan pendidikan nilai/moral di Indonesia pada saat ini (Kurniawati. G, 2. Pembentukan moral ini tentunya dapat dimulai dari SD. Pembentukan moral pada anak SD bisa dibentuk dengan cara menanamkan Pendidikan karakter secara konsisten baik dari lingkungan keluarga, lingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat sekitar (Sujatmiko et , 2. Di lingkungan sekolah guru sebagai suri tauladan yang baik bagi peserta didik, guru wajib memiliki sikap kepribadian yang unggul dalam melakukan hal-hal yang baik (Salsabilah et al, 2. Guru juga memiliki peran serta tanggungjawab dalam mengoptimalkan pendidikan karakter Guru sebagai fiItur utama dalam membimbing siswa sebagai manusia yang cerdas dan mempunyai karakter yang baik. Karakter diartikan sebagai perangai, tabiat, dan sifat yang membedakan satu orang dengan orang lain. Kata karakter berasal dari bahasa Yunani, yaitu charassein . Membentuk karakter diibaratkan mengukir di atas permukaan besi yang keras. Sedangkan dalam bahasa Inggris karakter diterjemahkan sebagai character yang memiliki arti, tabiat, watak dan budi pekerti. Secara harfiyah, karakter dimaknai sebagai kualitas mental, kekuatan moral dan reputasi. Adapun secara istilah, karakter dapat diartikan sebagai sifat manusia pada umumnya yang bergantung pada faktor kehidupannya sendiri (Nisa. Selanjutnya pendidikan karakter berasal dari dua kata pendidikan dan karakter, menurut beberapa ahli, kata pendidikan mempunyai definisi yang berbedabeda tergantung pada sudut pandang, paradigma, metodologi dan disiplin keilmuan yang digunakan. Ki Hadjar Dewantara menyatakan bahwa pendidikan adalah daya upaya untuk memajukan budi pekerti, pikiran dan jasmani anak agar selaras dengan alam serta masyarakatnya (Musyadad, et Pendidikan karakter bertujuan untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan dan hasil pendidikan yang mengarah pada pencapaian pembentukan karakter atau akhlak mulia peserta didik secara utuh, terpadu, dan seimbang, sesuai standar kompetensi lulusan. Melalui pendidikan karakter diharapkan peserta didik mampu secara mandiri meningkatkan dan menggunakan pengetahuannya, mengkaji dan menginternalisasi serta mempersonalisasi nilai-nilai karakter dan akhlak mulia sehingga terwujud dalam perilaku sehari-hari. Pendidikan karakter bertujuan membentuk dan membangun pola pikir, sikap, dan perilaku peserta didik agar menjadi pribadi yang positif, berakhlak karimah, berjiwa . GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan Penerapan Pendidikan Karakter Pada Siswa Melalui Literasi Digital Suci Septriyanti luhur dan bertanggung jawab (Abidin, 2. Sejalan dengan hal ini, konsep pendidikan karakter bertujuan agar bagaimana seluruh elemen sosial memiliki peranan kuat pada proses pembentukan karakter seseorang baik itu pada kelompok umur, kelompok profesi dan sebagainya. Selain itu tujuan pendidikan karakter juga untuk membangun bangsa yang tangguh dimana masyarakatnya berakhlak mulia, bermoral bertoleransi, dan bergotong-royong (Hikmasari et al. , 2. Dalam pengembangan karakter dan nilai yang merupakan sebuah target atau capaian dalam proses pendidikan di Thomas Lickona . menumbuhkan rasa hormat dan sikap bertanggung jawab merupakan dasar yang harus di ajarkan terhadap peserta didik sebagai upaya menanamkan nilai dan karakter. Pendidikan karakter menjadi bagian terpenting untuk mewujudkan terbentuknya generasi dengan kualitas yang unggul, dan menjadi kunci untuk menjadikan anak Indonesia yang memiliki kualitasbaik sehingga dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari (Sholekhah, 2. Melalui pendidikan karakter ini siswa tidak hanya akanbelajar membedakan perilaku mana yang benar atau salah, perilakuyang baik atau buruk, akan tetapi akan membiasakan siswa untuk berperilaku sesuai dengan nilai-nilai karakter yang ada sehingga tertanam dalam dirinya untuk selalu melakukan kebiasaan baikyang sesuai dengan nilainilai karakter. Apabila nilai-nilai karakter telah tertanam sejak dini, maka siswa akan dapat membentengi diri terhadap hal-hal yang tidak baik. (Sofiasyari et al. , 2. Pendidikan karakter penting diajarkan kepada siswa di Sekolah Dasar, karena melalui pendidikan karakter siswa dapat membentuk identitasnya dan menjadikan sarana untuk bersosialisasi bagi siswa, apabila pendidikan karakter diterapkan sejak dini di Sekolah Dasar, maka nilai-nilai karakter akan tertanam dalam diri masing-masing siswa dan dapat membentuk identitas siswa. Dengan kemajuan perkembangan teknologi digital dalam dunia pendidikan saat ini bisa meningkatkan kemampuan belajar dan akses belajar siswa, tetapi apabila penggunaan teknologi yang tidak diimbangi dengan penguatan pendidikan karakter maka dapat menimbulkan terjadinya krisis nilai karakter peserta didik. Penguatan pendidikan karakter perlu ditanamkan kepada siswa di era pesatnya teknologi yang membawa pengaruh positif dan negatif, dimana perkembangannya ini juga harus diimbangi dengan penanaman pendidikan karakter sejak dini untuk menghindarkan siswa dari krisisnya nilai karakter, antara lain dapat dilakukan melalui literasi digital (Sherli Pentianasar et al. , 2. Literasi digital merupakan suatu bentuk kemampuan untuk GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan . Penerapan Pendidikan Karakter Pada Siswa Melalui Literasi Digital Suci Septriyanti mendapatkan, memahami dan menggunakan informasi yang berasal dari berbagai sumber dalam bentuk digital. Literasi ini sendiri dalam konteks pendidikan berperan dalam mengembangkan pengetahuan seseorang pada materi pelajaran tertentu serta mendorong rasa ingin tahu dan mengembangkan kreativitas yang dimiliki (Naufal, 2. Literasi digital menurut (Safitri et al. , 2. adalah kemahiran seseorang dalam memahami konten-konten digital. Menurut (Hidayat & Khotimah, 2. bahwa literasi digital ialah pengetahuan serta kecakapan untuk mengaplikasikan media digital, alat komunikasi atau jaringan dalam menemukan, mengevaluasi, menggunakan, membuat informasi, dan memanfaatkannya secara sehat, bijak, cerdas, cermat, tepat, dan patuh hukum dalam rangka membina komunikasi dan hubungan pada kehidupan sehari-hari. Menurut (Novitasari & Fauziddin, 2. literasi digital akan mampu membawa manusia semakin cakap dalam berteknologi. Literasi digital adalah sebuah turunan dari defenisi literasi dan digital. Literasi ini dapat diartikan sebagai sebuah kemampuan membaca serta menulis, sedangkan digital merupakan format bacaan dan tulisan yang berada dalam komputer atau alat teknologi lainnya. Secara lengkap literasi digital ialah sebuah kemampuan membaca dan menulis yang dapat dilakukan dengan mengoperasikan sebuah alat teknologi dengan format digital (Irhandayaningsih, 2. Literasi digital dapat digunakan sebagai sumber pembelajaran yang aktual yang dapat dijadikan acuan. Gerakan literasi digital identik dengan pola pikir kritis dan kreatif. Warga sekolah peka terhadap informasi yang berkembang, tidak mudah termakan isu-isu yang tidak sehat, mampu memilih dan memilah informasi yang berkualitas, serta menjadi pribadi yang bijak dalam menggunakan media digital. Membangun budaya literasi digital sangat memerlukan keterlibatan semua pihak. Sehingga keberhasilan capaian indikator bidang pendidikan dan kebudayaan. Dalam membangun karakter peserta didik perlunya dilakukan kegiatan literasi digital, dengan cara memanfaatkan platform digital seperti youtube untuk menonton konten-kontenyang telah di siapkan oleh pendidik yang nantinya akan ditonton oleh parapeserta didik, selanjutnya dalam kegiatan literasi digital ini tidak hanya kegiatan menonton saja tetapi terdapat kegiatan interaksi yang mengajak siswa untuk berpikir kritis dalam memecahkan suatu masalah (Safitri et al. , 2. Pendidikan karakter peserta didik menggunakan literasi digital mempunyai peran sebagaimana penelitian yang sebelumnya telah dilakukan (Dewi et al. , 2. bahwa pemanfaatan literasi digital harus ditanamkan pada siswa dan perlu pengawasan dari orang tua dan guru GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan Penerapan Pendidikan Karakter Pada Siswa Melalui Literasi Digital Suci Septriyanti dalam pembatasan etika digital supaya siswa memiliki tanggung jawab dan terhindar dari dampak negatif bagi masyarakat dan online. Pihak sekolah dengan menyarankan situs belajar kepada siswa dengan menggunakan media pembelajaran yang tersedia dan mengenalkan materi pembelajaran digital berbasis gambar, audio, dan visual. Penelitian ini bertujuan menghubungkan penerapan pendidikan karakter pada siswa sekolah dasar melalui literasi digital. Salah satunya dengan pemanfaatan literasi digital melalui pembelajaran tematik sebagai upaya untuk menumbuhkan dan menguatkan antara pendidikan karakter siswa sekolah dasar dengan pembelajaran berbasis literasi digital. Metode Jenis penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini ialah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Menurut Creswell . mendefiniskannya sebagai suatu pendekatan atau pencarian untuk mengeksplorasi dan memahami suatu fenomena sentral. Untuk memahami fenomena sentral, peneliti mewawancarai partisipan atau partisipan penelitian dengan mengajukan pertanyaan umum dan luas. Informasi yang disampaikan oleh peserta kemudian dikumpulkan, informasi tersebut biasanya berupa kata-kata atau teks. Penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif menggambarkan subjek atau objek penelitian yang berupa suatu lembaga, masyarakat atau orang berdasarkan fakta-fakta sehingga lebih mudah untuk dianalisis menggunakan pendekatan studi kasus dalam penelitian ini. Peneliti menggunakan penelitian kualitatif ialah untuk mengkaji Penerapan Pendidikan Karakter Melalui Literasi Digital pada siswa kelas IV di SD Negeri pantai musirawas utara. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif sebagai gambaran tentang subjek atau objek penelitian berdasarkan fakta dan data yang diperoleh peneliti. Data yang digunakan dalam penelitian ini ialah data analisis hasil penerapan pendidikan karakter melalui literasi digital pada kelas IV. Teknik pengumpulan data observasi, wawancara, angket dan dokumentasi. Selanjutnya data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil Dan Pembahasan Penelitian ini membahas tentang penerapan pendidikan karakter pada siswa melalui literasi digital dikelas IV SD Negeri Pantai. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Pantai, yang berlokasi di JL. Bingin teluk. Desa Pantai. Rupit Muratara. Kegiatan penelitian ini dilaksanakan selama 3 minggu yaitu pada tanggal 06 sampai 18 april 2023 dan dilanjutkan kembali pada tanggal 02 sampai 05 mei 2023. Data pada penelitian ini diperoleh GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan . Penerapan Pendidikan Karakter Pada Siswa Melalui Literasi Digital Suci Septriyanti berdasarkan hasil dari observasi, wawancara, penyebaran angket serta Dalam proses belajar mengajar, peneliti menggunakan literasi digital, dimana peneliti menyiapkan tayangan ditampilkan disaat proses pembelajaran, peneliti menayangkan video mengenai karakter, literasi digital ini digunakan peneliti dalam proses pembelajaran supaya peserta didik tidak merasa jenuh dan menumbuhkan keaktifan siswa pada saat Dalam penelitian ini, observasi dilakukan untuk memperoleh informasi kegiatan serta upaya apa saja yang dilakukan guru untuk menerapkan Pendidikan karakter. Observasi dilakukan untuk memperoleh data mengenai Pendidikan karakter siswa diluar dan didalam kelas. Penelitian ini didasari dengan indikator yaitu, disiplin, jujur, religious, tanggung jawab, tekun. Berikut uraian dari indikator Pendidikan karakter. Pada observasi indikator disipin, peneliti mengamati siswa diluar dan didalam kelas, dimana pada indikator disiplin meliputi, siswa mengikuti upacara dengan khidmat, siswa datang kesekolah tepat waktu, siswa menaati peraturan yang ada. Hasil observasi indikator disiplin disekolah dapat dilihat dari salah satu karakter siswa yaitu dalam mengikuti upacara setiap hari senin (Gambar . Dimana peserta didik beserta para guru datang kesekolah tepat waktu dengan memakai seragam yang rapi mengikuti upacara yang dilakukan setiap hari senin dengan khidmat. Pada observasi indikator jujur peneliti mengamati sikap siswa diluar dan didalam kelas, siswa, bersikap adil, tidak menjelek-jelekkan orang, selalu berbuat benar, mengerjakan tugas sendiri (Gambar . Indikator jujur dapat dilihat Peneliti menkondisikan kelas supaya siswa tidak menyontek kepada temannya, jika siswa kurang paham mengenai tugas yang berikan siswa bertanya kepada guru bukan kepada temannya. Pada observasi indikator religious, peneliti mengamati siswa didalam dan luar kelas, membaca doa sebelum dan sesudah belajar, membaca surat yasin setiap hari jumat, memiliki sikap saling menghargai (Gambar . Indikator religious dapat dilihat diluar kelas, dimana penerapan sikap religious telah dilakukan oleh sekolah dimana pada setiap hari jumat siswa beserta para guru melakukan pembacaan surat yasin bersama. Pada observasi indikator tanggung-jawab, peneliti mengamati siswa didalam dan diluar kelas. Contohya Siswa merawat dan menjaga kebersihan lingkungan sekolah, mengerjakan tugas yang diberikan guru, melaksanakan piket, membuang sampah pada tempanya (Gambar . Indikator tanggung jawab yang dilakukan siswa diluar kelas. peserta didik beserta para guru selesai melaksanakan kegiatan senam, mereka melakukan kegiatan gotong-royong membersihkan lingkungan . GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan Penerapan Pendidikan Karakter Pada Siswa Melalui Literasi Digital Suci Septriyanti Hal ini merupakan sikap tanggung jawab yang diterapkan kepada peserta didik untuk menjaga dan merawat kebersihan sekolah. Pada observasi indikator tekun, peneliti mengamati siswa didalam contohnya mengerjakan tugas yang diberikan guru dengan sungguhsungguh atau tidak main-main dalam proses belajar. Mendengar penjelasan guru dengan baik (Gambar . Indikator tekun dapat dilihat Pendidikan karakter siswa dalam proses belajar didalam kelas dimana peserta didik selama proses pembelajaran memperhatikan penjelasan guru dengan khidmat dan tidak main-main. Gambar 1 Siswa mengikuti upacara dengan khidmat. Gambar 2 Siswa tidak menyontek Gambar 3 Siswa membaca surat yasin pada hari jumat. Gambar 4 Siswa merawat dan menjaga kebersihan linngkungan sekolah GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan . Penerapan Pendidikan Karakter Pada Siswa Melalui Literasi Digital Suci Septriyanti Gambar 5 Siswa melakukan proses belajar dengan sungguh-sungguh Selanjutnya wawancara, dari hasil wawancara kepada kepala sekolah, wali kelas, serta siswa IV SD Negeri Pantai Muratara, didapatkan kesimpulan bahwa guru menanamkan karakter dengan memberikan contoh sikap yang baik dan menerapkan pembiasaan yang baik kepada peserta didik baik didalam proses pembelajaran maupun saat berada diluar proses pembelajaran. Bukan hanya guru, sekolah pun sudah menerapkan kegiatan pembiasaan untuk membentuk karakter peserta didik di SD Negeri Pantai. Di SD Negeri Pantai sudah ada beberapa alat peraga yang mendukung literasi digital sesuai dengan kebutuhan siswa apalagi para guru sangat antusias dalam mendukung litrerasi digital agar pengetahuan dan wawasan siswa mudah dikembangkan banyak strategi yang bisa dilakukan untuk mencapai kompetensi literasi digital salah satunya memperkenalkan teknologi dan juga internet kepada siswa dalam pembelajaran serta sebisa mungkin guru harus memanfaatkan literasi digital dalam proses belajar-mengajar. Hasil wawancara peneliti kepada siswa, tidak semua siswa memiliki karakter yang baik ada sebagian siswa yang memiliki karakter kurang baik seperti datang terlambat, menyontek tugas temannya. Terakhir, hasil angket Pendidikan karakter siswa dapat nilai rata-rata 81 dengan kriteria Baik, dapat disimpulkan bahwa Penerapan Pendidikan karakter siswa melalui literasi digital dikelas IV SD Negeri Pantai Muratara masuk dalam kriteria Baik. Berikut ini persentase penyebaran angket siswa. Tabel 1. Persentase Hasil Penyebaran Angket Keterangan Persentase Cukup Baik Baik Sangat Baik Berdasarkan dari tabel persentase hasil penyebaran angket siswa dapat disimpulkan, karakter 2 siswa memiliki kriteria cukup baik dengan . GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan Penerapan Pendidikan Karakter Pada Siswa Melalui Literasi Digital Suci Septriyanti persentase 10%, 12 siswa memiliki kriteria baik dengan persentase 60 %, dan 6 siswa memiliki kriteria sangat baik dengan persentase 30%. Pendidikan karakter ialah suatu usaha manusia secara sadar dan terencana untuk mendidik dan memberdayakan potensi peserta didik guna membangun karakter pribadinya sehingga dapat menjadi individu yang bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungannya. Menurut John W. Santrock . Pendidikan karakter ialah pendidikan yang dilakukan dengan pendekatan langsung kepada peserta didik untuk menanamkan nilai moral dan memberikan pelajaran kepada peserta didik mengenai pengetahuan moral dalam upaya mencegah perilaku yang dilarang. Penerapan Pendidikan karakter pada siswa melalui literasi digital dikelas IV SD Negeri Pantai Muratara, penerapan pendidikan karakter jujur, disiplin, religious, tanggung jawab, dan tekun merupakan hal yang sangat penting diterapkan sejak dini. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dimulai dari melakukan observasi, wawancara, penyebaran angket sampai dengan dokumentasi ditemukannya berbagai masalah. Pada proses observasi, peneliti melakukan observasi kepada guru dan siswa kelas IV SD Negeri Pantai, dimana pada proses observasi guru kelas IV didapat guru menerapkan pendidikan karakter sesuai indikatornya selama masa observasi peneliti menemukan perubahan yang terjadi pada siswa ketika dapat arahan dari guru bahwa pentingnya menerapkan karakter yang baik dilingkungan sekolah maupun luar sekolah, peneliti juga melakukan observasi siswa kelas IV, dimana selama berlangsungnya penelitian peneliti melihat siswa kelas IV merespon dengan positif arahan dari peneliti dan guru sehingga mulai terlihat pemahaman siswa mengenai pentingnya menerapkan pendidikan karakter, guru mengarahkan siswa agar berprilaku baik, baik dalam lingkungan sekolah maupun luar sekolah. Hasil wawancara kepada kepala sekoah dan guru terlihat bahwa SD Negeri Pamtai sudah mampu menerapkan pendidikan karakter pada siswa melalui literasi digital sudah diterapkan oleh sekolah akan tetapi tidak semua guru sudah paham menggunakan literasi digital, sesuai dengan indicator-indikatornya serta penerapan teknologi informasi dan komunikasi meskipun belum sangat baik akan tetapi pemahaman guru SD Negeri Pantai terbilang cukup baik, guru kelas IV menyadari pentingnya penerapan pendidikan karakter serta sudah mampu menerapkan pendidikan karakter melalui literasi digital pada siswa. Berdasarkan hasil wawancara kepada siswa. Siswa sudah menerapkan pendidikan karakter yang baik dilingkungan sekolah hal ini atas arahan para guru dan peraturan yang ada disekolah. Hasil angket siswa mendapat respon siswa yang baik dengan hasil akhir nilai angket rata-rata 81, dengan kriteria Baik. Dari hasil penyebaran angket didapat persentase GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan . Penerapan Pendidikan Karakter Pada Siswa Melalui Literasi Digital Suci Septriyanti karakter siswa, dimana 2 siswa memiliki kriteria cukup baik dengan persentase 10%, 12 siswa memiliki kriteria baik dengan persentase 60 %, dan 6 siswa memiliki kriteria sangat baik dengan persentase 30%. Kesimpulan Berdasarkan dari hasil penelitian dan pembahasan yang diperoleh dengan judul penerapan Pendidikan karakter pada siswa melalui literasi digital dikelas IV SD Negeri Pantai Muratara, dari hasil pengamatan observasi, wawancara, angket dan dokumentasi, maka peneliti dapat menyimpulkan upaya guru dalam menerapkan Pendidikan karakter dimulai dengan memberi contoh kepada peserta didik serta membiasakan peserta didik untuk berprilaku baik. Penerapan Pendidikan karakter sudah diterapkan dengan baik, dilihat dari sikap peserta didik seperti melakukan doa sebelum dan sesudah pelajaran, mentaati peraturan yang ada, siswa tidak menyontek, melakukan proses belajar dengan sungguh-sungguh, serta dapat dilihat dari hasil penyebaran angket siswa dimana pada penyebaran angket siswa diperoleh nilai rata-rata 81 dengan kriteria Baik. Dari hasil penyebaran angket didapat persentase karakter siswa, dimana 2 siswa memiliki kriteria cukup baik dengan persentase 10%, 12 siswa memiliki kriteria baik dengan persentase 60 %, dan 6 siswa memiliki kriteria sangat baik dengan persentase 30%. Ucapan Terimakasih