Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Oktober 2025, 107 - 111 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt Implementasi Konseling Kelompok Adlerian Integratif Islam dalam Penangganan Kasus Bullying di SMPN 1 Tilatang Kamang. Kabupaten Agam Sri Maizurrahmi Hexa Putri1 . Darimis2 Abstrak Bullying merupakan sebuah fenomena kekerasan dan intimidasi yang dilakukan baik secara fisik ataupun verbal. Sekolah yang seharusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk berinteraksi dan belajar tidak luput dari tindakan tersebut. Berbagai upaya telah dilakukan, namun belum menunjukkan perubahan yang Pendekatan dengan hati yang menyentuh makna hidup dan nilai-nilai spiritual, penting dilakukan dengan menggunakan intervensi psikososial dan spiritual secara holistik. Artikel ini mengkaji tentang konsep pendekatan konseling Adlerian yang dicetus oleh Alfred Adler, serta bagaimana integrasinya dengan nilai-nilai Islam dalam menangani kasus bullying di sekolah. Metode penelitian adalah penelitian kualitatif deskriptif melalui observasi dan wawancara dengan guru bimbingan dan konseling dan siswa yang terlibat dalam konseling kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa social interest dan perubahan gaya hidup dapat dilakukan melalui integrasi nilai-nilai Islam, seperti empati, tanggung jawab social dan introspeksi diri. Melalui pelayanan konseling kelompok, membantu siswa untuk memahami dampak perilakunya, membangun kesadaran spiritual, dan memperbaiki interaksi social di Penelitian ini dilakukan dengan mengintegrasikan pendidikan psikologis Barat dengan nilai-nilai keislaman. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam upaya mengatasi perilaku bullying melalui pelayanan konseling kelompok. Kata Kunci: Adlerian. Bullying. Integratif Islam. Konseling Kelompok Abstract Bullying is a phenomenon of violence and intimidation carried out either physically or verbally. Schools, which are supposed to be safe and comfortable places for interaction and learning, are not immune to such actions. Various efforts have been made, but they haven't shown significant changes yet. An approach with a heartfelt touch that resonates with the meaning of life and spiritual values is important to implement using holistic psychosocial and spiritual This article examines the concept of the Adlerian counselling approach, pioneered by Alfred Adler, and how it can be Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar, srimaizurrahmihexaputri@gmail. Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Email Penulis Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Oktober 2025 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Oktober 2025, 107 - 111 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt integrated with Islamic values in addressing bullying cases in schools. The research method is descriptive qualitative research thru observation and interviews with guidance and counselling teachers and students involved in group counselling. The research results indicate that social interest and lifestyle changes can be achieved thru the integration of Islamic values, such as empathy, social responsibility, and self-reflection. Thru group counselling services, we help students understand the impact of their behavior, build spiritual awareness, and improve social interactions at school. This research was conducted by integrating Western psychological education with Islamic values. This research is expected to serve as a reference in efforts to address bullying behavior thru group counselling services. Keywords: Adlerian. Bullying. Integrative Islam. Group Counselling PENDAHULUAN Bullying merupakan sebuah fenomena yang tiada habisnya terjadi di lingkungan pendidikan. Bullying menimbulkan dampak serius, tidak hanya bagi korban akan tetapi juga bagi pelaku dan lingkungan sekolah (Andriyani et al. Dampak yang ditimbulkan dapat berupa gangguan psikologis, sosial dan Beberapa faktor penyebab dari perilaku bullying antara lain minimnya rasa empati, merasa diri superior ataupun inferior, pola hubungan persahabatan yang tidak sehat, lingkungan sekolah yang kurang mendukung, minimnya peran dan perhatian dari orang tua dan keluarga, adanya dinamika sosial dan budaya, serta faktor religiusitas ataupun spiritualitas dalam kehidupan bersosial (Lusiana & Arifin, 2. Pendekatan konseling Adlerian menekankan bahwa manusia adalah makhluk sosial yang berupaya mencapai superioritas melalui keunikan gaya hidup . ife styl. serta memiliki minat sosial . osial interes. yang menjadi indikator dari kesehatan mental seseorang (Risydah Fadilah et al. , 2. Di sisi lain, menekankan bahwa fitrah manusia sebagai makhluk religius, tanggung jawab sosial . mar ma'rf nahy mungka. , akhlak mulia, dan pengembangan karakter . aqwA) adalah hal-hal yang penting untuk mencegah dan menangani pelecehan (Sholikhah & Makinuddin, 2. Oleh karena itu, salah satu upaya yang dilakukan dengan melalui layanan konseling kelompok. Pelaksanaan layanan konseling kelompok dalam mengatasi kasus bullying dirasa tepat untuk memperkuat aspek spiritual, moral dan sosial siswa (Azhari, 2. KAJIAN TEORI Konseling Adlerian Pendekatan konseling Adlerian memiliki beberapa konsep utama, yakninya. Setiap individu memiliki perasaan inferioritas . eeling of inferiorit. yang kemudian menumbuhkan motivasi bagi individu tersebut berjuang mencapai superioritas (Muhammad, 2. Gaya hidup . ife styl. merupakan cara unik seorang individu yang terbentuk dari masa kanak-kanak, yang kemudian mempengaruhi cara individu tersebut bertindak dalam menghadapi dunia (Aprilyaningtiyas et al. , 2. Minat sosial . ocial interes. , menjelaskan bahwa rasa kepedulian dan tanggung-jawab dari satu individu ke individu lain merupakan salah satu indikator Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Oktober 2025 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Oktober 2025, 107 - 111 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt dari kesehatan mental (Bakhrudin All Habsy et al. , 2. Persepsi subjektif terhadap realitas, bermakna akan pentingnya individu untuk memaknai dan menginterpretasi pengalaman masa lalu, serta bagaimana hal tersebut mempengaruhi gaya dan tujuan hidup (Bakhrudin All Habsy et al. , 2. Urutan kelahiran dan hubungan saudara . irth order & sibling relationshi. merupakan salah satu faktor yang membentuk gaya hidup (Bakhrudin All Habsy et al. , 2. Dalam pelaksanaan layanan, konseling Adlerian dilakukan melalui beberapa tahapan, yakninya. tahap menjalin hubungan kerja sama antara konselor dan konseli, mengeksplorasi gaya hidup yang dimiliki konseli, melakukan identifikasi keyakinan atau kesalahan dasar . asic mistake. , meningkatkan minat sosial konseli, serta menetapkan rencana tindakan yang adaptif (Aprilyaningtiyas et al. Dengan demikian, pendekatan "konseling Adlerian integratif Islam" merupakan pendekatan dalam pelayanan konseling yang menggunakan kerangka psikologi individual Adlerian sebagai dasar teori, yang diperkaya dengan nilai-nilai spiritual dan karakter Islami. Pendekatan ini dapat diterapkan dengan baik di lingkungan sekolah, terutama pendidikan dengan siswa Muslim, terutama dalam hal penanganan permasalahan bullying di sekolah. Bullying dan Faktor Penyebab Bullying dapat didefinisikan sebagai agresi fisik, verbal, psikologis, ataupun sosial, yang dilakukan oleh siswa terhadap siswa lainnya. Karakteristik dari pelaku bullying antara lain memiliki rasa percaya diri yang tinggi atau rasa inferioritas yang tidak terselesaikan. latar belakang keluarga atau sekolah yang tidak mendukung. pengaruh teman sebaya. dan lingkungan sosial yang tidak kondusif (Anggraeni & Yoenanto, 2. Dari sudut pandang Adlerian, pelaku bullying dapat dilihat sebagai siswa yang mengalami perasaan inferioritas dan kemudian berusaha mencapai superioritas, atau keunggulan, dengan cara yang tidak sesuai, seperti menindas orang lain untuk memperoleh pengakuan atau kekuasaan sosial (Aprilyaningtiyas et al. Integrasi Nilai-Nilai Islam Fokus pada gaya hidup . ife styl. : Antara pelaku dan korban bullying perlu untuk mempertimbangkan gaya hidup atau psikologis yang mereka miliki. Bagi si pelaku, motif dalam melakukan tindakan bullying bias saja karena merasa dirinya superior. Sementara bagi si korban, memilih gaya hidup dengan menarik diri atau menilai diri inferior. Pola-pola seperti ini dapat diidentifikasi dan diubah melalui konseling Adlerian (Aprilyaningtiyas et al. , 2. Meningkatkan minat sosial: Perilaku bullying menunjukkan kurangnya tanggung jawab sosial dan empati terhadap sesama. Konseling Adlerian dapat membantu membangun kembali minat sosial, yang dalam Islam dikaitkan dengan ukhuwah, tolong-menolong, akhlak mulia, dan larangan merendahkan orang lain. Dimensi spiritual: Islam memberikan makna moral dan spiritual terhadap menindas orang lain bukan hanya kesalahan sosial tetapi juga tanggung jawab moral dan agama. Hal ini meningkatkan motivasi untuk mengubah perilaku. Menjadikan sekolah sebagai komunitas sosial: Sekolah adalah lingkungan mikro yang ideal untuk konseling yang menekankan kepentingan sosial, tanggung jawab komunitas, dan penerapan karakter Islami. Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Oktober 2025 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Oktober 2025, 107 - 111 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt Konseling Kelompok di Sekolah Konseling kelompok merupakan salah satu pelayanan dalam bimbingan dan konseling yang dilakukan secara berkelompok, untuk membantu adalah layanan yang diberikan oleh seorang profesional atau konselor kepada kelompok orang, biasanya antara dua belas dan lima belas orang, untuk membantu anggota kelompok mampu mengatasi permasalahan ataupun mengatasi kesulitan yang mereka alami, dengan memanfaatkan dinamika kelompok (Azhari, 2. lingkungan sekolah, konseling kelompok efektif dilakukan untuk mengatasi permasalahan bullying, agar terciptanya lingkungan reflektif dan kolaboratif. METODE PENELITIAN Penelitian ini dibuat dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Adapun subjek penelitian ini terdiri atas satu orang guru BK dan 9 orang siswa SMP Negeri 1 Tilatang Kamang. Kabupaten Agam, yang notabene kesemua siswa tersebut memiliki andil dalam kasus bullying. Observasi, wawancara serta dokumentasi catatan konseling merupakan teknik pengumpulan data yang penulis lakukan. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan Konseling Kelompok Pelayanan konseling kelompok penulis lakukan dalam lima tahapan, yakninya tahap pembentukan kelompok berupa pembentukan hubungan dasar ataupun kesepakatan kelompok. tahap orientasi kegiatan berupa upaya membangun dinamika kelompok. , tahap inti dimulai dengan berdoa bersama dilanjutkan dengan diskusi. tahap evaluasi diri berupa refleksi proses dan refleksi hasil. tahap penutupan berupa komitmen dan doa bersama. Perubahan Perilaku dan Sikap Siswa Hasil observasi dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pelaku bullying menunjukkan sikap menyesal dan berjanji akan memperbaiki kesalahannya dan berkomitmen tidak akan mengulanginya lagi. Melalui pendekatan yang telah dilakukan, terjadi peningkatan rasa empati, tanggung jawab social serta rasa percaya diri pada diri korban bullying. Hal tersebut merupakan hasil positif dari Teknik Adlerian yang berintegrasikan nilai Islam. Integrasi Teori Adlerian dan Nilai Islam Kunci perubahan perilaku dalam konseling Adlerian menekankan kepada social interest, yang dalam konsep Islam bermakna ukhuwah Islamiyah atau tanggung jawab social. Tahap pemahaman diri dalam pendekatan Adlerian dilakukan melalui praktik muhasabah, sebagai introspeksi diri dari kesalahan berperilaku. KESIMPULAN Konseling kelompok Adlerian integratif Islam terbukti efektif dalam membantu siswa untuk memahami dan memperbaiki perilaku, sehingga tindakan bullying di sekolah dapat terminimalisir. Nilai social Islami seperti empati, ukhuwah, dan muhasabah penting dikembangkan dalam upaya meningkatkan moralitas sosial dan karakter siswa serta mencegah bullying. SARAN Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal perlu mengembangkan budaya ramah anak dan bebas bullying. Untuk itu, perlu dilakukan penekanan Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Oktober 2025 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Oktober 2025, 107 - 111 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt pada pembinaan karakter dan pembelajaran sosial-emosional. Menyikapi hal tersebut, guru bimbingan dan konseling perlu menanamkan nilai social interest sebagai bentuk aktualisasi dari konsep ukhuwah dan kasih sayang dalam Islam pada diri siswa. Konseling kelompok Adlerian Integratif Islam adalah salah satu pendekatan yang perlu dikembangkan dalam praktik nyata di sekolah. DAFTAR PUSTAKA