Volume 10. Nomor 2. April- September 24 ISSN: 2442-501x | E-ISSN: 2541-2892 KOMBINASI TERAPI PIJAT EFFLEURAGE DAN AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP PENURUNAN NYERI IBU POST PARTUM Eni Folendra Rosa1. Lisdahayati2. Rita Kamalia2. Lusiana4. Ernika Damai Yanti5 1 Dosen Poltekkes Kemenkes Palembang *Koresponden: Eni Folendra Rosa. Alamat: Palembang. Email: eni. folendra@poltekkespalembang. Received: 15 juli | Revised: 13 agustus | Accepted: 29 Agustus Abstrak Latar Belakang: Masa post partum adalah periode penting bagi ibu setelah melahirkan, di mana banyak ketidaknyamanan dapat terjadi, termasuk nyeri perut akibat involusi uterus. Intervensi non-farmakologi seperti pijat effleurage dan aromaterapi lavender telah terbukti efektif dalam mengurangi nyeri post partum. Tujuan: Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengevaluasi efek kombinasi terapi pijat effleurage dan aromaterapi lavender terhadap penurunan nyeri ibu post partum. Metodologi Penelitian: : Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan. Subjek penelitian adalah dua ibu post partum yang mengalami ketidaknyamanan saat proses involusi uterus di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Tanjung Agung, dan merupakan bagian dari penelitian utama yang telah dilakukan sebelumnya tahun 2022 dan tahun 2023 yang berfokus pada edukasi holistik menyusui. Intervensi yang diberikan meliputi pijat effleurage dengan kombinasi aromaterapi lavender selama tujuh hari. Data dikumpulkan melalui wawancara, pengamatan, dan pengukuran skala nyeri. Hasil: Setelah dilakukan intervensi, kedua subjek penelitian menunjukkan penurunan signifikan pada skala nyeri. Klien pertama mengalami penurunan nyeri dari skala 5 . menjadi skala 1 . , sedangkan klien kedua mengalami penurunan nyeri dari skala 6 . menjadi skala 1 . Pijat effleurage membantu meningkatkan sirkulasi darah dan relaksasi otot, sementara aromaterapi lavender memberikan efek menenangkan dan mengurangi stres. Kesimpulan: Kombinasi pijat effleurage dan aromaterapi lavender efektif dalam mengurangi nyeri post partum. Intervensi ini dapat dijadikan alternatif non-farmakologi untuk manajemen nyeri pada ibu post partum Kata Kunci: Pijat effleurage, aromaterapi lavender, nyeri post partum Latar Belakang kontraksi dan keluarnya lokhea. Serviks juga mengalami Masa post partum adalah masa setelah melahirkan perubahan, seperti pengecilan ukuran dan pemulihan saat tubuh pulih (Siregar, et al, 2. Pentingnya kekuatan serta elastisitasnya (Vijayanti, et al, 2. Vulva memberikan pelayanan yang baik pada masa ini karena dan vagina mungkin mengalami tekanan dan peregangan, banyak kematian ibu yang terjadi dalam waktu 24 jam yang menyebabkan nyeri perineum (Rosa, 2023. Ugwu,et al, setelah melahirkan (Sharma & Dhakal, 2. Selama Pembengkakan payudara bisa terjadi karena berbagai periode ini, rahim kembali ke kondisi sebelum hamil melalui sebab, seperti keluarnya ASI yang tidak merata atau produksi Volume 10. Nomor 2. April- September 24 ISSN: 2442-501x | E-ISSN: 2541-2892 ASI yang meningkat (Rosa. Rohana, & Ulfa, 2. Ketidaknyamanan Pijat effleurage adalah teknik yang meningkatkan aliran darah dan kehangatan di otot perut, sehingga mengacu pada ketidaknyamanan yang dialami wanita menghasilkan relaksasi fisik dan mental (Sanjaya, et al, setelah melahirkan. Ketidaknyamanan ini disebabkan oleh Tujuan utama dari pijatan ini adalah untuk mencegah rasa sakit akibat menyusutnya rahim dan ditandai dengan transmisi sensasi nyeri ke sistem saraf pusat dengan gejala seperti erangan dan kontraksi. Rasa tidak nyaman menggunakan teori gate control dengan menstimulasi pada masa post partum merupakan hal yang lumrah bagi serabut kontak kulit perut (Suryani, et al, 2. Pijat para ibu (PPNI, 2. Nyeri pasca persalinan merupakan nyeri yang melemaskan otot perut sehingga mengurangi kejang otot terjadi setelah bayi dilahirkan (Solehati, et al, 2. Rasanya perut (Sari & Farida, 2. seperti nyeri yang dialami saat menstruasi saat perut Selain diremas, rasa sakitnya berbeda untuk setiap orang (Tanjung meringankan ketidaknyamanan pasca melahirkan, pasien & Antoni, 2. Beberapa ibu bahkan tetap merasakan sakit juga dapat menggunakan aromaterapi sebagai suatu bentuk meskipun semuanya berjalan baik selama proses persalinan pengobatan alternatif yang melibatkan penggunaan sari (Rukmawati, 2. Setelah seorang ibu melahirkan, ibu bisa tumbuhan dan minyak esensial untuk meningkatkan merasakan sakit di perutnya. Hal ini bisa terjadi meski bayi kesejahteraan seseorang secara keseluruhan (Putri & lahir tanpa masalah (Mardiani & Resna, 2. Rasa sakit ini Henniati, 2023. Rosa. Pome, & Rustiati, 2. Hal ini dapat berdampak pada emosi, jiwa, dan kesehatan fisik seseorang berkontraksi, atau karena rahimnya yang mengendur. (Sari & Sanjaya, 2. Aromaterapi sering digunakan pada Beberapa ibu mungkin juga merasakan sakit maag setelah masa nifas untuk mengurangi kelelahan dan mencegah melahirkan, yang bisa berlangsung selama beberapa hari depresi pasca persalinan. Biasanya dikombinasikan dengan (Rodiyah, 2. terapi pijat (Rambe, 2. Minyak lavender dan lemon otot-otot Secara global, hampir seperempat kematian ibu umumnya direkomendasikan untuk ibu pasca melahirkan berhubungan dengan perdarahan postpartum, dan di karena dapat meningkatkan relaksasi, kenyamanan, dan sebagian besar negara berpendapatan rendah dengan meningkatkan pencernaan (Andini, et al, 2. penyebab utama kematian ibu (Smith, et al, 2. Cakupan Penelitian Sitorus and Harianja . melaporkan ibu post partum yang mendapat pelayanan kesehatan selama tentang pengaruh teknik pijat Effleurage terhadap nyeri dua tahun terakhir sebesar 98,2% dari 24. 637 ibu post pasca melahirkan multipara membuktikan bahwa terdapat partum yang ada, sedangkan di Tahun 2020 cakupan ibu post perbedaan signifikan pada tingkatan nyeri pada ibu yang partum yang mendapat pelayanan kesehatan sebesar 86,0% diberikan massage effleurage, dimana pada saat sebelum (Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, 2. dilakukan rata-rata nyeri skala 5 dan sesudah dilakukan Cakupan pelayanan post partum selama tiga tahun rata-rata nyeri skala 2 . value=0,. Sejalan dengan studi terakhir adalah tahun 2018 sebesar 85,1%, tahun 2019 Zanah and Armalini . tentang kombinasi pijat sebesar 84,1% dan tahun 2020 sebesar 87,5% serta belum effleurage dan aromaterapi lavender efektif menurunkan mencapai target Kabupaten sebesar 90%. Dari persentase nyeri persalinan. Uji wilcoxon didapatkan P. value= 0,000. cakupan pelayanan post partum tersebut, diperkirakan Tujuan Penelitian masih ada 12,5% ibu bersalin yang tidak mendapatkan Penelitian ini bertujuan untuk melakukan manajemen nyeri pelayanan post partum sesuai standar. Menurut data UPTD pada ibu yang mengalami ketidaknyamanan pasca partum Tanjung Agung ada 80,83% yang mendapatkan perawatan dengan masalah involusi uterus dengan implementasi terapi post partum (Dinas Kesehatan Kabupaten OKU, 2. pijat effleurage dan dikombinasi pemberian aromaterapi Volume 10. Nomor 2. April- September 24 ISSN: 2442-501x | E-ISSN: 2541-2892 dengan informed consent, sedangkan yang menjadi kriteria inklusi adalah Ibu dengan post partum blues dan Ibu dengan Metode Penelitian kanker sistem reproduksi. Desain Penelitian Pengumpulan data atau instrumen yang digunakan Desain penelitian ini menggunakan studi kasus keperawatan yang meliputi pengkajian keperawatan, untuk Pendekatan penelitian deskriptif adalah sejenis penelitian mengetahui kesehatan Ibu dan didapatkan diagnosa yang tujuan utamanya adalah untuk menggambarkan atau mengkarakterisasi suatu kondisi secara objektif yang keperawatan yang akan dilakukan yaitu dengan pemberian pijat effleurage dilakukan satu kali sehari dalam satu minggu implementasi, dan evaluasi. Pelaksanaan studi kasus ini sedangkan pemberian aromaterapi lavender berbentuk lilin berfokus pada implementasi yaitu manajemen nyeri dengan satu kali penulisan studi kasus ini yaitu format pengkajian asuhan dalam satu minggu dan ketidaknyamanan pasca partum di Wilayah Kerja UPTD Instrumen Pengumpulan Data Puskesmas Tanjung Agung. Kecamatan Baturaja Barat Tahun Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan Penelitian dilaksanakan atas setalah ethicha clearance data ini yaitu standar operasional prosedur (SOP) pijat dari komite etik Poltekkes Palembang No: 0393/KEPK/Adm effleurage, form pengukuran nyeri, booklet pijat effleurage, 2/i/2024 dan informed consent dari responden. Penelitian video pijat effleurage dan lembar observasi. Analisa dalam studi kasus ini merupakan bagian dari penelitian utama yang telah dilakukan sebelumnya pada tahun 2022 dan tahun pemaparan hasil asuhan keperawatan dan hasil ukur 2023 yang berfokus pada edukasi holistik menyusui, dimana hubungan kemampuan mengurangi nyeri involusi dengan materi edukasi telah dilakukan uji materi dan uji media. Materi edukasi adalah berbagai massage pada ibu menyusui aromaterapi lavender. dan atau ibu post partum dengan dikombinasi aroma therapi Pengumpulan Data yang bertujuan memberikan relaksasi dan telah diterapkan terhadap 80 orang ibu menyusui. Penelitian utama ini kasus ini meliputi analisis deskriptif dengan Pengumpulan data dilakukan pada bulan Maret menjadi dasar dalam mengembangkan kajian lebih lanjut dalam metode studi kasus ini, dimana intervensi serupa Pertimbangan Etik dengan klien yang berbeda yaitu dalam lingkup ibu yang Peneliti mempertimbangkan keterlibatan responden dalam mengalami ketidaknyamanan post partum. penelitian apakah repsonden bebas dari kerugian dan Populasi dan Sampel Subjek pada studi kasus ini adalah dua pasien dengan kasus yang sama yaitu ibu post partum yang mengalami ketidaknyamanan pasca partum di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Tanjung Agung sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Kriteria inklusi penelitian ini meliputi ibu post partum yang berusia 20-35 tahun, mengalami masalah tidak nyaman, seperti involusi uterus dengan nyeri sedang dari skala 4-6 dan Ibu bersedia menjadi responden Peneliti telah memberikan keyakinan pada resposden bahwa penelitian ini tidak akan merugikan Selain itu juga peneliti menjaga privasi responden dengan tidak mencantumkan identitas responden. Hasil Penelitian Pengkajian Keperawatan Pengkajian klien pertama dilakukan pada tanggal 26 Maret 2024 pada jam 13. 33 WIB. Pada kunjungan hari Volume 10. Nomor 2. April- September 24 ISSN: 2442-501x | E-ISSN: 2541-2892 Diagnosis Keperawatan wawancara langsung dengan klien meliputi identitas diri. Dari analisis data bahwa masalah yang ditemui oleh klien I Klien bernama AuNy. YAy berusia 30 tahun, tinggal di Desa Pusar, dan klien II adalah ketidaknyamanan pasca partum. Hal ini pendidikan terakhir klien SMA, beragama Islam dan sesuai dengan standar diagnosis keperawatan indonesia pekerjaan sehari-hari sebagai ibu rumah tangga. HPHT . , yang menyatakan bahwa ketidaknyamanan pasca tanggal 09 Juni 2023, tanggal taksiran persalinan adalah 16 partum adalah mengacu pada ketidaknyamanan yang Maret 2024. G2P1AO, dan masalah yang dialami klien yaitu dialami pasca persalinan. Ketidaknyamanan ini dapat nyeri pada perut bagian bawah dikarenakan involusi uterus disebabkan oleh nyeri involusi rahim yang ditandai dengan gejala seperti erangan dan kontraksi rahim akibatnya, didapatkan data fokus masalah keperawatan. Data Subjektif: sebagian ibu mungkin merasa tidak nyaman selama masa klien mengeluh tidak nyaman, klien mengatakan nyeri pada perut bagian bawah dikarenakan setelah melahirkan, dan Intervensi Keperawatan klien mengatakan terasa pegal pada bagian pinggang, nyeri Intervensi keperawatan utama ditegakkan pada klien I dan terasa ditusuk-tusuk, dirasakan pada perut bagian bawah, klien II manajemen nyeri (I. serta intervensi skala nyeri 5, nyeri dirasakan sejak setelah melahirkan, dan pendukung yaitu Aromaterapi (I. diharapkan status nyeri dirasakan hilang timbul. Data objektif: klien tampak kenyamanan postpartum (L. keluhan tidak nyaman meringis, dan klien tampak memegang perut bagian bawah. menurun, meringis menurun, kontraksi uterus menurun. Tanda-tanda vital pada klien yaitu tekanan darah 110/70 Pijat effleurage bermanfaat untuk meningkatkan sirkulasi mmHg, suhu tubuh 36,5EE, nadi 82 x/m. RR 24x/m. darah dan menghangatkan otot perut, serta meningkatkan Setelah Pengkajian klien kedua dilakukan pada tanggal 30 Maret relaksasi fisik dan mental. Fungsi utama pijat effleurage 2024 pada jam 13. 38 WIB. Pada kunjungan hari pertama, adalah penerapan teori gate control, yang dapat mencegah peneliti mengumpulkan data dengan cara wawancara lewatnya rangsangan nyeri ke pusat sistem saraf pusat yang langsung dengan klien meliputi identitas diri. Klien bernama lebih tinggi. Pijat effleurage mengurangi nyeri dengan AuNy. EAy berusia 26 tahun, tinggal di pusar, beragama Islam, menstimulasi serabut taktil di kulit pada abdomen yang Pendidikan terakhir klien SMA, pekerjaan klien sebagai memberikan efek relaksasi pada otot abdomen sehingga wiraswasta. HPHT tanggal 12 juni 2024, tanggal taksiran spasme otot abdomen berkurang. persalinan klien 19 Maret 2024. G1P0A0, dan masalah yang Intervensi juga dikombinasi dengan lilin aromaterapi dialami klien yaitu nyeri pada perut bagian bawah dan terasa lavender yang melalui dua komponen utama yang terdapat sakit pada bagian pinggang. Setelah dilakukan pengkajian dalam bunga lavender yang mempunyai efek menenangkan, didapatkan masalah keperawatan. Data subjektif: klien sedangkan aroma yang terbentuk dan harum dapat mengeluh tidak nyaman, klien mengatakan nyeri pada perut merangsang reseptor membran siliaris saraf penciuman, bagian bawah dan terasa sakit pada bagian pinggang, dan aromanya diproduksi dan diangkut ke otak, lalu turun klien mengatakan nyeri dikarenakan setelah melahirkan, melalui hipotalamus ke nukleus raphe. nyeri seperti tertusuk-tusuk, skala nyeri 6, nyeri dirasakan sejak setelah melahirkan, dan nyeri dirasakan hilang timbul. Implementasi Keperawatan Data objektif: klien tampak meringis, dan klien tampak Hasil implementasi keperawatan manajemen nyeri dan memegang perut bagian bawah. Tanda-tanda vital pada klien dikombinasi dengan aromaterapi lavender pada ibu post yaitu tekanan darah 110/90 mmHg, suhu tubuh 36,8EE, nadi partum, dilakukan sebanyak satu kali sehari selama tujuh 85 x/m. RR 20 x/m. hari berturut-turut dengan durasi A15 menit. Implementasi yang pertama dilakukan pada klien I dan klien II masih Volume 10. Nomor 2. April- September 24 ISSN: 2442-501x | E-ISSN: 2541-2892 mengalami keluhan tidak nyaman dan nyeri pada perut dengan aromaterapi lavender, terjadi perubahan hasil bagian bawah sejak setelah melahirkan, diharapkan setelah evaluasi mengatakan setelah dilakukan pijat effleurage dan dikombinasi dengan aromaterapi lavender selama tujuh hari aromaterapi klien I dan klien II memahami manfaat dan cara berturut-turut pada klien I mengatakan nyeri pada perut mengurangi keluhan tidak nyaman dan nyeri pada perut bagian bawah dan terasa pegal pada bagian pinggang berkurang dari skala nyeri 5 . menjadi skala 1 dilanjutkan melakukan pengkajian nyeri (PQRST) dan . Pada klien II setelah dilakukan tindakan pijat menentukan dampak dari pengalaman nyeri yang dirasakan effleurage dikombinasi dengan aromaterapi lavender terjadi dan dilakukan pada klien I dan pada klien II selama tujuh hari penurunan skala nyeri dari skala nyeri 6 . turun berturut-turut dan hasil pengukuran menunjukan perbaikan menjadi skala nyeri 1 . Hal ini karena pijat effleurage nyeri (PQRST) klien I dan klien II pada skala nyeri. dapat mengurangi nyeri dengan menstimulasi serabut taktil tentang pijat effleurage Setelah itu di kulit pada abdomen yang memberikan efek relaksasi pada Evaluasi Keperawatan otot abdomen sehingga spasme otot abdomen berkurang. Penelitian studi kasus ini didapatkan hasil bahwa terjadi sedangkan diberikan lilin aromaterapi lavender karena perubahan terhadap klien setelah dilakukan manajemen kandungan utama bunga lavender adalah linaly asetat dan nyeri dan pijat effleurage dan dikombinasi dengan linalool sehingga memiliki efek menenangkan, ringan dan keperawatan selama tujuh hari berturut-turut dengan menggunakan tindakan pijat effleurage dan dikombinasi Hasil Evaluasi keperawatan klien I Kriteria Hasil Keluhan tidak Meringis Keluhan tidak Meringis Hari ke-1 Meningkat . Hari ke-2 Meningkat . Meningkat . Meningkat . Hari ke-1 Meningkat . Hari ke-2 Meningkat . Meningkat . Meningkat . Kasus I Sebelum Tindakan Hari ke-3 Hari ke-4 Hari ke-5 Cukup Sedang Cukup . Cukup Sedang Cukup . Setelah Tindakan Hari ke-3 Hari ke-4 Hari ke-5 Cukup Sedang Cukup . Cukup Sedang Cukup . Hari ke-6 Menurun . Hari ke-7 Menurun . Menurun . Menurun . Hari ke-6 Menurun . Hari ke-7 Menurun . Menurun . Menurun . Volume 10. Nomor 2. April- September 24 ISSN: 2442-501x | E-ISSN: 2541-2892 Kriteria Hasil Keluhan Meringis Keluhan Meringis Hari ke-1 Hari ke-2 Meningkat . Meningkat . Meningkat . Meningkat . Hari ke-1 Hari ke-2 Meningkat . Meningkat . Meningkat . Meningkat . Kasus II Sebelum Tindakan Hari ke-3 Hari ke-4 Hari ke5 Cukup Sedang Cukup . Cukup Sedang Cukup . Setelah Tindakan Hari ke-3 Hari ke-4 Hari ke5 Cukup Sedang Cukup . Cukup Sedang Cukup . Hari ke-6 Hari ke-7 Menurun . Menurun . Menurun . Menurun . Hari ke-6 Hari ke-7 Menurun . Menurun . Menurun . Menurun . Studi Rambe . menunjukkan penurunan PEMBAHASAN signifikan dalam intensitas nyeri pada kelompok intervensi Studi kasus ini menguraikan tentang manajemen dibandingkan kelompok kontrol. Aromaterapi lavender nyeri pada Ibu dengan Ketidaknyamanan pasca partum diketahui memiliki efek relaksasi dan analgesik yang berhubungan dengan involusi uterus dilakukan kepada dua membantu mengurangi persepsi nyeri. Selanjutnya, studi subjek dengan penerapan pijat effleurage dan dikombinasi Sari and Sanjaya . bahwa ibu yang menerima dengan aromaterapi lavender untuk mengurangi nyeri pada aromaterapi lavender melaporkan penurunan nyeri yang ibu post partum yang dilakukan pada klien I dan pada klien lebih besar dibandingkan dengan kelompok yang tidak II. menerima intervensi. Studi ini menyimpulkan bahwa Hal ini sejalan dengan studi Rosa. Arianti, and Akbar komponen aktif dalam lavender, seperti linalool dan linalyl . menunjukkan pijat effleurage secara signifikan acetate, memiliki sifat antiinflamasi dan analgesik yang efektif dalam mengurangi nyeri post partum (Andini, et al. kelompok kontrol yang tidak menerima pijat. Penelitian ini Pijat effleurage dan aromaterapi lavender bekerja meningkatkan sirkulasi darah dan relaksasi otot, yang melalui mekanisme fisiologis yang berbeda namun saling Didukung studi Puspitasari . yang menunjukkan (Puspitasari, 2. Pijat effleurage, yang merupakan teknik pijat dengan gerakan halus dan melingkar pada permukaan melaporkan penurunan signifikan dalam skala nyeri kulit, membantu meningkatkan sirkulasi darah dan limfatik dibandingkan kelompok kontrol. Pijat effleurage diyakini (Purwandari, et al, 2. Peningkatan sirkulasi ini mempercepat pengiriman oksigen dan nutrisi ke jaringan merupakan analgesik alami tubuh (Fitriana & Vidayanti, otot serta membantu mengeluarkan produk metabolik seperti asam laktat yang dapat menyebabkan nyeri dan Volume 10. Nomor 2. April- September 24 ISSN: 2442-501x | E-ISSN: 2541-2892 ketegangan otot (Wati, et al, 2. Gerakan pijat effleurage lavender untuk mengurangi nyeri saat involusi uterus pada juga merangsang pelepasan endorfin, yaitu hormon yang ibu post partum. berfungsi sebagai analgesik alami tubuh, sehingga dapat mengurangi persepsi nyeri dan memberikan efek relaksasi DAFTAR PUSTAKA