P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Published by LP3MKIL YLIP . ayasan Linggau Inda Pen. South Sumatera. Indonesia Vol. 2 No. Mei 2022 Page: 35 - 49 Linggau Jurnal Language education and literature Penerapan Metode SAS (Struktural Analitik Sinteti. dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas II SD Negeri Anyar Utami Ningsi1. Eka Lokaria2. Abu Bakar3. Universitas PGRI Silampari Lubuklinggau. Indonesia1,2,3 Email: 21utaminingsih@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar Bahas Indonesia siswa kelas II SD Negeri Anyar setelah diterapkan metode SAS (StrukturalAnalitik Sinteti. secara signifikan Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen dengan desain eksperimen Pre-test dan Pos-test. Pengambilan sampel diambil dari jumlah populasi mengingat populasi hanya ada satu kelas maka populasi merupakan sampel dalam peneltian ini yaitu siswa kelas II yang berjumlah 24 siswa. Instrumen yang digunakan peneliti berbentuk soal essay yang berjumlah 8 soal. Pengumpulan data diambil dengan teknik tes. Data dianalisis dengan menggunakan rumus uji AuZAo. Berdasarkan hasil uji hipotesis kemudian ycsEaycnycycycuyci dikonsultasikan dengan ycsycycaycayceyco pada daftar distribusi AuZAy dengan taraf signifikan = 0,05 sehingga diperoleh ycsEaycnycycycuyci = 11,83 dan nilai ycsycycaycayceyco = 1,64, maka ycsEaycnycycycuyci = 11,83 > ycsycycaycayceyco = 1,64 dengan hal ini maka yaycu ditolak dan yayca diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Metode SAS (Struktural Analitik Sinteti. dapat menuntaskan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas II SD negeri Anyar. Kata Kunci : Metode SAS. Hasil Belajar Bahasa Indonesia ABSTRACT This study aims to determine the learning outcomes of second grade Indonesian students at SD Negeri Anyar after the application of the SAS (Structural Analytic Syntheti. method was significantly completed. This research method uses experimental research methods with pre-test and post-test experimental designs. Sampling was taken from the total population considering that there is only one class population, so the population is the sample in this study, namely the second grade students, totaling 24 students. The instrument used by the researcher was in the form of essay questions, totaling 8 questions. Data collection was taken by using a test The data were analyzed using the "Z" test formula. Based on the results of hypothesis testing, then Z_count is consulted with Z_table on the distribution list "Z" with a significant level = 0. 05 so that Z_count = 11. 83 and Z_table = 1. 64, then Z_count = 11. 83 > Z_table = 64 with this. H_o is rejected and H_a is accepted. So it can be concluded that the SAS (Synthetic Structural Analytica. Method can complete the Indonesian language learning outcomes for the second graders of SD Negeri Anyar. Keywords: SAS Method. Indonesian Language Learning Outcomes PENDAHULUAN Pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan seseorang untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Pendidikan merupakan proses perubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran, latihan, perbuatan, dan cara mendidik. Sebagaimana menurutUU RI No 22 Tahun 2003 . alam Muthmainah, 2018:. pendidikan adalah usaha sadar atau terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi yang ada pada dirinya untuk mempunyai kekuatan spiritual keagamaan, kepribadian, pengendalian diri, kecerdasan, akhlak yang mulia, sopan santun yang baik, dan keterampilan yang digunakan dalam dirinya sendiri, masyarakat, bangsa dan negara. Berdasarkan undang-undang No 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermatabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang baik dan beriman bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat jasmani maupun rohani, berilmu, cakap, kreatif, terampil, mandiri, dan menjadi warga yang demokratis serta tanggung jawab Trianto (Purwanto, 2011:. Pendidikan pada hakikatnya berlangsung dalam suatu sebuah proses. Proses itu yakni berupa transformasi pengetahuan, teknologi, dan keterampilan. Penerimaan proses adalah siswa yang sedang tumbuh dan berkembang menuju kearah kematangan kepribadian dan penguasaan pengetahuan. Selain itu juga, pendidikan adalah proses budaya untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia yang diperoleh melalui proses yang panjang serta berlangsung sepanjang hayat. Pembelajaran bahasa Indonesia merupakan salah satu bentuk komunikasi yang sangat berguna bagi seluruh bangsa dalam setiap masyarakat Indonesia untuk digunakan dalam behasa sehari-harinya. Pembelajarann bahasa Indonesia pada hakikatnya adalah suatu keterampilan berbahasa yang meruapakan dari suatu bahan interaksi itu Bahasa Indonesia itu sendiri memiliki peranan yang sangat penting untuk suatu perkembangan bahasa siswa, karena menggunakan bahasa Indonesia juga dapat terbentuknya kepribadian dan emosional siswa. Dari itulah keterampilan membaca siswa khususnya dalam pembelajaran bahasa Indonesia, perlu ditingkatkan lagi sejak siswa dikelas rendah. Menurut Kemendikbud (Hidayah, 2016:. menyebutkan bahwa SAS (Struktural Analitik Sinteti. adalah salah satu metode yang dapat digunakan dalam pembelajaran membaca dan menulis permulaan. SAS merupakan salah satu metode untuk mengatasi kesulitan membaca pada kelas rendah. Dalam proses pengaplikasiannya metode SAS memiliki langkah-langkah berlandaskan dengan urutan, struktural menampilkan keseluruhan, analitik melakukan proses penguraian, dan sintetik melakukan penggabungan kembali kepada bentuk struktural semula. Metode SAS (Struktural Analitik Sinteti. adalah salah satu jenis metode yang biasa digunakan untuk proses pembelajaran membaca bagi pemula. Pembelajaran membaca dengan metode ini mengawali pembelajaran dengan dua tahap yaitu menampilkan dan memperkenalkan sebuah kalimat utuh Puspita, dkk . alam Aida, 2018:. Sedangkan menurut Dzusak, . alam Hidayah, 2016:. metode SAS (Struktural Analitik Sinteti. merupakan suatu pembelajaran menulis permulaan yang didasarkan atas pendekatan cerita yakni cara memulai mengajar menulis dengan menampilkan cerita yang diambil dari dialog siswa dan guru atau siswa dengan siswa. Teknik pelaksanaan metode SAS yaitu keterampilan menulis kartu huruf, kartu suku kata, kartu kata, dan kartu kalimat. Sementara sebagian siswa mencari huruf, suku kata dan kata, guru dan sebagian siswa menempel kata-kata yang tersusun sehingga menjadi kalimat yang berarti. Berdasarkan hasil observasi pada Tanggal 26 April 2021 yang didapat terhadap ibu Hesti septa rina. Pd. SD selaku wali kelas II SD Negeri Anyar, dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia terdapat kendala dan masalah yang dihadapi siswa pada pembelajaran bahasa Indonesia yaitu terdapat siswa yang membaca dengan terbata-bata, intonasi yang kurang, serta kenyaringan suara yang kurang dan masih ada siswa yang belum mencapai nilai ketuntasan. Hal ini disebabkan oleh guru yang pembelajaran bahasa Indonesia saat proses belajar membaca masih menggunakan metode lama, yaitu berupa metode bunyi dan metode abjad. Dimana dalam proses pembelajaran berlangsung guru hanya mengenalkan huruf vokal yaitu a, i, u, e, dan o. Selanjutnya metode ejaan yang sering digunakan guru yaitu dengan memperkenalkan huruf atau abjad A sampai Z. Selanjutnya guru belum menggunakan metode yang bervariasi, sehingga siswa mendapat pemahaman dalam membaca yang masih abstrak. Serta guru mengalami kesulitan bagaimana cara menerapkan metode apa yang tentunya cocok untuk siswa agar mudah belajar membaca. METODE Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini oleh peneliti yaitu penelitian eksperimen semu. Menurut Arikunto . penelitian eksperimen semu pada dasarnya sama dengan eksperimen murni, bedanya adalah dalam pengontrolan Pengontrolannya hanya dilakukan terhadap satu variabel saja, variabel yang dipandang paling dominan. Penelitian ini mengambarkan desain penelitian eksperimen one group pretestposttestdesign untuk menentukan hasil belajar siswa. Rancangan ini hanya meliputi satu kelompok yang diberikan pra dan pasca uji, suatu metode mengajar dengan terlebih dahulu melakukan pre-test terhadap sampel penelitian sebelum diberi perlakuan kemudian baru diadakan post-test setelah dilakukan perlakuan, dapat digambarkan dalam bentuk tabel sebagai berikut (Arikunto, 2013:. Tabel 3. Desain Eksperimen One Group Pre-Test-Post-Test Design Kelompok Pre-test Perlakuan Eksperimen Keterangan: = Pembelajaran AnalitikSinteti. T1 =Pre-test T2 =Post-test Post-test SAS (Struktural Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data merupakan langkah penting dalam suatu penelitian untuk memperoleh data yang diperlukan. Menurut Sugiyono . teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Data yang diperoleh harus data yang akurat dan dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah. Oleh karenanya, diperlukan suatu teknik dan alat pengumpulan data yang tepat dan akurat. Teknik pengumpulan data berupa tes dengan soal essay. Definisi Konseptual Metode SAS (Struktural Analitik Sinteti. yaitu khususnya disediakan untuk belajar membaca permulaan dikelas permulaan SD. Lebih luas lagi metode SAS dapat dipergunakan dalam berbagai bidang pengajaran, dalam proses operasionalnya metode SAS memiliki langkah-langkah berdasarkan dengan urutannya yakni Struktural menampilkan keseluruhan. Analitik menampilkan proses penguraian, sedangkan Sintetik melakukan penggabungan kembali kepada bentuk Struktural semula. Hasil belajar merupakan hasil akhir dari kegiatan pembelajaran dengan menggunakan angka atau skor yang dapat menimbulkan perubahan perilaku, seperti keaktifan, keterampilan proses, motivasi dan prestasi belajar siswa. Bahasa Indonesia merupakan pembelajaran yang diarah untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam berkomunukasi dengan baik, baik secara lisan maupun tulisan, disamping itu pembelajaran bahasa Indonesia di SD juga diharapkan dapat menumbuhkan apresiasi siswa terhadap hasil karya kesastraan manusia Indonesia. Jenis Instrumen Penelitian Instrumen penelitian merupakan ata atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik, dalam arti lebih cermat, lengkap, dan sistematis sehingga lebih mudah di olah. Arikunto . Jenis instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan Tes adalah prosedur yang terstruktur untuk mengobservasi dan memberikan suatu gambaran sejumlah atau lebih dari seseorang dengan bantuan suatu sistem Sebagaimana menurut Arikunto . menyatakan tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan inteligensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok. Tes dilakukan sebanyak dua kali, yang dilaksanakan sebelum pembelajaran . re-tes. dan sesudah kegiatan pembelajaran . ost-tes. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan jenis instrumen berbentuk tes berupa . re-test dan posttes. Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian Uji Validitas Arikunto . validitas adalah suatu ukuran yang menunjukan tingkattingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen. Tes tersebut dikatakan valid jika mampu mengevaluasi dengan tepat apa yang harus dievaluasi. Instrumen yang mempunyai validitas eksternal bila kriteria didalam instrumen disusun berdasarkan fakta-fakta empiris yang telah ada. Berdasarkan analisis perhitungan validitas didapatkan 8 soal yang valid dengan nomor soal 1, 2, 3, 4, 5, 6, 9 dan 10 dengan 7 valid cukup dan 1 valid tinggi. Sedangkan untuk soal yang tidak valid terdapat 2 soal dengan nomor soal 7 dan 8 dengan keterangan sangat rendah. Uji Reliabilitas Menurut Jakni . reliabilitas soal adalah ukuran yang menyatakan tingkat keajegan atau kekonsistenan suatu soal tes. Berdasarkan analisis uji instrumen menggunakan rumus alpha maka dapat diperoleh koefisien korelasi reliabilitas sebesar 0,61. Dengan demikian maka dapat menunjukkan soal tersebut mempunyai reliabilitas cukup, sehingga dapat dipercaya sebagai alat ukur. Daya Pembeda Menurut Arikunto . daya pembeda soal adalah kemampuan suatu soal untuk membedakan antara siswa yang pandai . emampuan tingg. dan siswa yang kurang pandai. Berdasarkan analisis hasil perhitung daya pembeda butir soal yang berjumlah 10 soal uji coba maka didapatkan 5 soal dalam kategori cukup sedangkan 5 soalnya lagi dalam kategori jelek. Tingkat Kesukaran Arikunto . tingkat kesukaran adalah soal yangbaik yaitu soal yang tidak terlalu mudah dan tidak terlalu sukar. Teknik Analisis Data Apabila data sudah terkumpul, maka selanjutnya adalah melakukan analisis Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan eksperimen semu. Uji normalitas data digunakan untuk mengetahui kenormalan data. Menurut Arikunto, . rumus yang digunakan adalah uji chi-kuadratN2 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian dilaksanakan dari tanggal 4 Agustus 2021 penelitian menggunakan satu kelas sebagai sampel dalam penelitian, yaitu siswa kelas II SD Negeri Anyar tahun ajaran 2021/2022. Pada saat pelaksanaan penelitian, dalam hal ini peneliti bertindak sebagai pengajar atau guru. Sebelum melakukan penelitian, peneliti terlebih dahulu melakukan uji coba instrumen yang dilakukan untuk melihat kualitas dari setiap butir soal yang akan digunakan oleh peneliti saat melakukan penelitian. Uji coba instrumen dilakukan peneliti dengan 10 soal dengan berbentuk soal essay yang di laksanakan pada tanggal 5 Agustus 2021 di kelas i SD Negeri Anyar dengan jumlah siswa sebanyak 20 Selanjutnya hasil uji coba instrumen dianalisis oleh peneliti guna mengetahui tingkat validitas, reliabilitas, daya pembeda dan tingkat kesukaran dari setiap butir soal. Berdasarkan uji coba didapatkan 8 soal yang valid, 2 soal yang tidak valid, sedangkan untuk tingkat reliabilitas 0,61 dengan keterangan reliabilitas cukup, berdasarkan perhitungan daya pembeda didapatkan 5 soal dalam kategori cukup dan 5 soal dalam kategori jelek, adapun untuk perhitungan indeks kesukaran didapatkan 10 soal dalam ketegori sukar. Penelitian dengan judul AuPenerapan Metode SAS (Struktural Analitik Sinteti. dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas II SD Negeri Anyar. Jumlah siswa yang ada di kelas II SD Negeri Anyar berjumlah 24 siswa yang terdiri atas 1 kelas. Dalam penelitian ini sampel diambil dari populasi, mengingat populasi hanya ada 1 kelas jadi teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh karena populasi juga merupakan sampel dalam penelitian ini. Sebagai sampel penelitian yang berjumlah 24 siswa. Langkah selanjutnya kelas yang telah terpilih kemudian akan diberikan penerapan dengan menggunakan Metode SAS (Struktural Analitik Sinteti. Penelitian ini dilakukan sesuai dengan jam pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah. Selanjutnya hasil penelitian dapat diperoleh dari data tes dengan bentuk soal essay sebanyak 8 . butir soal. Tes yang dilakukan adalah tes awal . re-tes. atau tes yang dilaksanakan sebelum siswa diberikan perlakuan dengan menggunakan metode SAS (Struktural Analitik Sinteti. Selanjutnya dilakukan perlakuan dengan menggunakan metode SAS (Struktural Analitik Sinteti. sebanyak dua kali pertemuan. selanjutnya dilakukan tes akhir . ost-tes. yang dilaksanakan setelah sampel mendapat perlakuan menggunakan Metode SAS (Struktural Analitik Sinteti. dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Deskripsi Kemampuan Awal (Pre-tes. Pre-test dilakukan oleh peneliti pada pertemuan pertama pada tanggal 9 Agustus 2021 dengan jumlah siswa sebanyak 24 siswa. Kemudian soal pre-test diberikan sebanyak 8 soal yang berbentuk essay yang harus di kerjakan oleh siswa kelas II SD Negeri Anyar. Adapun distribusi frekuensi hasil data pre-test siswa dapat dilihat pada 1 di bawah ini: Tabel 4. Distribusi Frekuensi Hasil Data Pre-test Rentang Nilai (RN) Predikat Ou 65 < 65 Tuntas TidakTuntas Jumlah Rata-rata Kelas Eksperimen Frekuensi Persentase Berdasarkan hasil perhitungan data pre-test yang dilakukan oleh peneliti, maka dapat dilihat bahwa pada kegiatan pre-test yang berjumlah 24 siswa yang mendapatkan hasil persentase nilai melebihi Ou 65 (Tunta. sebanyak 0 siswa atau dengan persentase . %) dan nilai < 65 (Tidak tunta. sebanyak 24 siswa atau dengan persentase . %). Sehingga dapat dikatakan bahwa pada kemampuan awal . re-tes. siswa masih tergolong gagal atau dapat juga dikatakan siswa belum ada yang mencapai nilai KKM Hal ini disebabkan siswa belum diberikan perlakuan dengan menggunakan metode SAS (Struktural Analitik Sinteti. pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Sebelumnya pada kegiatan pembelajaran Bahasa Indonesia banyak sekali siswa yang membaca dengan terbata-bata, dengan intonasi suara yang kurang tepat serta kenyaringan suara yang kurang dan masih ada siswa yang belum mampu membaca. Deskripsi Kemampuan Akhir (Pos-tes. Pos-test dilakukan oleh peneliti pada pertemuan keempat pada tanggal 16 Agustus 2021 dengan jumlah siswa sebanyak 24 siswa. Kemudian soal Pos-test diberikan sebanyak 8 soal yang berbentuk essay yang harus di kerjakan oleh siswa kelas II SD Negeri Anyar. Adapun distribusi frekuensi hasil data pre-test siswa dapat dilihat pada 2 di bawah ini: Tabel 4. Distribusi Frekuensi Nilai Pos-test Rentang Nilai (RN) Predikat Ou 65 < 65 Tuntas TidakTuntas Jumlah Rata-rata Kelas Eksperimen Frekuensi Persentase 80,54 Berdasarkan hasil perhitungan data pos-test yang dilakukan oleh peneliti, maka dapat dilihat bahwa pada kegiatan pos-test yang berjumlah 24 siswa yang mendapatkan hasil persentase nilai melebihi Ou 65 (Tunta. sebanyak 24 siswa atau dengan persentase . %) dan nilai < 65 (Tidak tunta. sebanyak 0 siswa atau dengan persentase . %). Sehingga dapat dikatakan bahwa pada kemampuan akhir siswa setelah diterapkan metode pembelajaran SAS (Struktural Analitik Sinteti. termasuk dalam kategori tuntas. Berdasarkan hasil yang dihitung dari kemampuan awal . re-tes. dan kemampuan akhir . os-tes. mendapatkan peningkatan rata-rata kemampuan awal sebesar 28 sedangkan kemampuan akhir rata-rata nilai sebesar 80,54. Sehingga dapat dikatakan bahwa hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas II SD Negeri Anyar setelah diterapkan metode pembelajaran SAS (Struktural Analitik Sinteti. secara signifikan Pengujian Prasyarat Analisis Menentukan Nilai Rata-rata dan Simpangan Baku Dalam penelitian untuk dapat mengetahui ketuntasan secara signifikan hasil belajar siswa melalui penerapan metode pembelajaran SAS (Struktural Analitik Sinteti. pada pembelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas II SD Negeri Anyar. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan menggunakan rumus rata-rata dan rumus simpangan baku pada kelas eksperimen pada kegiatan pre-test dan kegian pos-test dapat dilihat pada 3 berikut ini: Tabel 4. Hasil Perhitungan Rata-rata dan Simpangan Baku Variabel Pre-test Pos-test Rata-rata 80,54 Simpangan Baku 6,14 5,18 Berdasarkan hasil perhitungan rata-rata dan simpangan baku didapatkan pada tes awal . re-tes. rata-rata nilai siswa sebesar 28 dengan simpangan baku 6,14. Sedangkan pada tes akhir . os-tes. didapatkan nilai rata-rata siswa 80,54 dengan simpangan baku 5,18. Uji Normalitas Data Uji normalitas data digunakan untuk mengetahui kenormalan data dalam sebuah Adapun rumus yang digunakan peneliti untuk menghitung uji normalitas data adalah uji kecocokan yue2 . hi kuadra. Adapun hasil analisis uji normalitas data tes awal . re-tes. dan tes akhir . os-tes. maka dapat dilihat pada tabel 4. 4 di bawah ini: Tabel 4. Hasil Analisis Uji Normalitas Data Tes Kesimpulan yue2hitung Pos-test 1,3173 11,01 Normal Berdasarkan perhitungan hasil analisis uji normalitas data tes yue2hitung dibandingkan dengan yue2tabel dengan derajat kebebasan . = 6 - 1, dimana n adalah banyaknya kelas interval data dengan taraf signifikansinya 5%. Berdasarkan analisis perhitungan uji normalitas data tes pada tes awal yue2hitung 0,9739 dengan yue2tabel = 11,01 dengan ketentuan jika N2Eaycnycycycuyci < N2ycycaycayceyco maka dapat dinyatakan bahwa data berdistribusi normal, apabila N2Eaycnycycycuyci Ou yue2tabel maka dapat dinyatakan bahwa data tidak berdistribusi normal. Dalam hal ini data pre-test dinyatakan berdistribusi normal. Begitupun dengan data tes akhir N2Eaycnycycycuyci = 1,3173 > yue2tabel = 11,01 maka dapat dinyatakan bahwa data pos-test berdistribusi normal. Uji Hipotesis Uji hipotesis yang telah dilakukan maka dapat dikatakan bahwa dapat pre-test dan pos-test berdistribusi normal. Karena data dinyatakan berdistrubusi normal dan simpangan baku telah diketahui. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh ycsEaycnycycycuyci= 11,83 dengan ycsycycaycayceyco = 1,64 dengan demikian ycsEaycnycycycuyci . > ycsycycaycayceyco . , sehingga dalam hal ini yaycu ditolak dan yayca diterima. Maka dari itu hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini dapat diterima kebenarannya, seingga dapat disimpulkan pembelajaran SAS (Struktural Analitik Sinteti. dapat menuntaskan hasil belajar siswa pembelajaran Bahasa Indonesia kelas II SD Negeri Anyar. Pembahasan Pada kegiatan awal peneliti melakukan uji coba instrumen terlebih dahulu untuk melihat kualitas dari setiap butir soal. Uji coba instrumen dilakukan dikelas i SD Negeri Anyar menggunakan soal tes. Tes dilakukan menggunakan 10 soal dengan tingkat kognitif yang berbeda-beda, dari C1 sampai dengan C3. Setelah dilakukan uji coba instrumen menggunakan 10 soal berdasarkan hasil analisis didapatkan 8 soal dalam kategori valid dan 2 soal dalam kategori tidak valid. Soal yang valid ada pada nomor 1, 2, 3, 4, 5, 6, 9 dan 10 berdasarkan perhitungan 7 soal valid dalam kategori cukup dan 1 soal dalam kategoti valid tinggi. Selanjutnya setelah didapatkan hasil perhitungan uji coba instrumen peneliti mulai melakukan pre-test atau tes awal pada siswa kelas II SD Negeri Anyar yang merupakan sampel dalam penelitian yang berjumlah 24 siswa. Berdasarkan hasil analisis perhitungan hasil data pre-test didapatkan nilai rata-rata siswa 28 dengan simpangan baku 6,14. Setelah melakukan tes awal atau pre-test peneliti memberikan perlakuan proses pembelajaran menggunakan metode pembelajaran SAS (Struktural Analitik Sinteti. pada tahapan awal peneliti mengkondisikan kelas terlebih dahulu, selanjutnya kelas dimulai dengan salam selanjutnya peneliti menanyakan kabar dan mengecek kehadiran Setelah selesai peneliti meminta salah satu teman dikelas untuk dapat memimpin doa sebelum belajar. Selanjutnya untuk menanamkan sikap disiplin peneliti mengingatkan kembali pada siswa untuk selalu mengutamakan sikap disiplin setiap saat dan manfaatnya bagi tercapainya cita-cita. Untuk dapat meningkatkan nasionalisme siswa secara bersama-sama siswa dan peneliti menyanyikan lagu nasional negara Republik Indonesia. Kegiatan awal pembelajaran peneliti menuliskan kalimat sederhana di papan tulis kemudian siswa membaca kalimat yang dituliskan oleh peneliti, selanjutnya berdasarkan kalimat yang dituliskan peneliti menjelaskan terlebih dahulu huruf-huruf yang dirangkai agar dapat menjadi suku kata, secara mandiri siswa menyusun suku kata menjadi satu kesatuan. Setelah semua siswa selesai menyusun kata sehingga terbentuk sebuah kalimat utuh, selanjunya siswa diarahkan untuk membaca teks yang ada dibuku siswa menggunakan lafal dan intonasi yang tepat, kemudian siswa yang lain mendengarkan teks yang dibacakan temannya dengan cara menyimak. Setelah selesai membaca selanjutnya siswa mengerjakan soal yang terdapat dibuku siswa. Setelah siswa selesai menjawab pertanyaan yang ada didalam soal kemudian siswa menukarkan jawabanya pada teman sebangku dan bersama guru memeriksa jawaban yang telah di Setelah proses pembelajaran selesai secara bergantian siswa maju kedepan untuk memberitakan tanggapan mengenai pembelajaran yang telah dilakukan pada hari itu, kemudian peneliti memberikan penguatan terhadap jawaban yang diberikan oleh Selanjunya siswa diberikan kesempatan berbicara ataupun bertanya dan memberikan informasi dari siswa lainnya. Untuk mengakhiri kegiatan siswa bersama peneliti menyanyikan satu buah lagu daerah untuk tetap menumbuhkan nasionalisme dalam diri siwa. Kemudian terakhir kelas ditutup dengan salam dan doAoa penutup yang dipimpin oleh salah seorang siswa dikelas. Setelah diberikan perlakuan adapun kendala-kendala yang ditemukan penelitian selama penerapan metode SAS (Struktural Analitik Sinteti. pada proses pembelajaran anak-anak banyak mengalami kebingungan, yang pertama hal ini dikarenakan metode ini baru pertama kali diterapkan jadi siswa merasa terkejut, kedua saat proses pembelajaran masih ada anak yang ribut dikelas dikarenakan proses penguraian materi pembelajaran yang cukup panjang dari membuat kalimat kemudian baru diuraikan menjadi suku kata sehingga ada beberapa anak yang merasa bosan kemudian interaksi antar peneliti dengan anak yang cukup sulit saat anak diminta maju kedepan masih banyak yang belum mau sehingga peneliti harus membujuk terlebih dahulu, sehingga mereka maju buka karena keinginan mereka sendiri. Setelah diberikan perlakuan menggunakan metode SAS (Struktural Analitik Sinteti. langkah selanjunya peneliti melakukan tes akhir atau postest untuk melihat kemampuan akhir siswa setelah diberikan perlakuan menggunakan metode pembelajaran SAS (Struktural Analitik Sinteti. Pre-test dilakukan peneliti menggunakan 8 soal berdasarkan hasil analisis didapatkan rata-rata nilai siswa 80,54 dengan simpangan baku 5,18. Dengan nilai tertinggi siswa 90 dan nilai terendah siswa Siswa yang tuntas untuk tes akhir sebanyak 24 siswa dengan persentasi 100% dan siswa yang tidak tuntas sebanyak 0 siswa dengan persentasi 0%. Berdasarkan analisis pengujian hipotesis diperoleh bahwa ycsEaycnycycycuyci= 11,83 dengan ycsycycaycayceyco = 1,64 dengan = 0,05 sehingga diperoleh ycsEaycnycycycuyci= 11,83 > ycsycycaycayceyco = 1,64 dalam hal ini artinya yaycu ditolak dan yayca diterima. Artinya hipotest yang diajukan oleh peneliti dapat diterima kebenarannya, sehingga dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran SAS (Struktural Analitik Sinteti. terhadap hasil belajar siswa kelas II SD Negeri Anyar secara signifikan tuntas. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Noeranie Misyriana Hadhiyanti . dengan judul AuPeningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Melalui Metode SAS (Struktural Analitik Sinteti. bagi anak berkesulitan membaca di SDN Bangunrejo 2 Yogyakarta. Hasil penelitian dan pembahasan bahwa kemampuan membaca permulaan pada anak berkesulitan membaca dapat meningkat dengan diterapkannya metode SAS (Struktural Analitik Sinteti. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan pada hasil tes membaca pra tindakan, pasca tindakan I, dan pasca tindakan siklus II. Skor yang diperoleh pada pra tindakan yaitu 34 dengan nilai 56,7, pasca tindakan I skor yang diperoleh yaitu 38 dengan nilai 63,3. Nilai tersebut mengalami peningkatan sebesar 63,3. Nilai tersebut mengalami peningkatan sebesar 6,6%. Adanya peningkatan hasil tes pada siklus I, namun belum mencapai KKM yang telah ditetapkan Hasil tes membaca permulaan pada siklus II, skor pasca tindakan II yaitu 46 dengan nilai 76,67. Peningkatan dari pra tindakan hingga pasca tindakan II sebesar 19,97%. Hasil dari pasca tindakan II sudah melebihi KKM yang telah ditentukan yaitu Sejalan pendapat di atas penelitian yang dilakukan oleh Nurul Hidayah dan Novita . yang berjudul AuPeningkatan Kemampuan Membaca Permulaan Dengan Menggunakan Metode SAS (Struktural Analitik Sinteti. Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Pada Peserta Didik Kelas II C Di MIN 6 Bandar LampungAu. Hasil penelitian pada siklus I ketuntasan belajar klasikal mencapai 56,25% atau 18 peserta didik yang tuntas dari 32 peserta didik dan nilai rata-rata 68, dan siklus II ketuntasan belajar klasikal mencapai 84,37% atau 27 peserta didik yang tuntas dari 32 peserta didik, dan nilai rata-rata 78. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Muhsin . dengan judul AuUpaya Meningkatkan Kemampuan Menulis Permulaan Siswa Melalui Metode SAS (Struktural Analitik Sinteti. Siswa Kelas I SDN Tondo Kecamatan Bungku Barat Kabupaten Morowali. Hasil penelitian yang dilakukan diperoleh pada siklus I daya serap klasikal 50,00% dana ketuntasan belakar klasikal 33,33%. Pada siklus II terjadi peningkatan dengan pemerolehan daya serap klasikal 78,88% sedangkan ketuntasan belajar klasikal 100%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan metode SAS dapat meningkatkan kemampuan menulis permulaan sisa di kelas I SDN Tondo. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan juga pembahasan dapat disimpulkan bahwa AuHasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas II SD Negeri Anyer Kabupaten Musi Rawas setelah diterapkan metode pembelajaran SAS (Struktural Analitik Sinteti. secara signifikan tuntasAy. Dalam hal ini berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan analisis uji hipotesis data akhir siswa maka didapatkan harga ycsEaycnycycycuyci = 11,83. Berdasarkan hasil uji nilai pos-test dengan taraf signifikan = 0,05, di peroleh ycsycycaycayceyco = 1,64 maka ycsEaycnycycycuyci 11,83 > ycsycycaycayceyco 1,64, dengan hal ini maka yaycu ditolak dan yayca Sehingga dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran SAS (Struktural Analitik Sinteti. dapat menuntaskan hasil belajar secara signifikan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas II SD Negeri Anyar Kabupaten Musi Rawas. DAFTAR PUSTAKA