Pengaruh Continuing Professional Development (CPD) Terhadap Pengembangan Jenjang Karir Perawat: Literature Review Metilda*1. Salsabila Dea Indri Nurul Aeni1. Sinta Destianti1. Siti Vivih Lutfiah1. Sulis Oveliya1. Syapta Nanda Erika Zaelani1. Titania Salsabilla1 1Program Studi S1 Ilmu Keperawatan. Fakultas Keperawatan. Institut Kesehatan Rajawali. Indonesia 2Prodi Ilmu Kehutanan. Fakultas Pertanian. Universitas Sam Ratulangi Email: metildarajawali@gmail. ABSTRACT The career ladder program for nurses in Indonesia began in 2006 and is regulated by the Minister of Health Regulation Number 47 of 2017, with standards based on those of the Indonesian National Nurses Association (PPNI). This research aims to explain the role of continuous professional development in supporting the career development of nurses and to identify the main issues that arise during its Through a literature review approach, the author analyzed various relevant scientific articles to gain a comprehensive overview of methods, strategies, and trends related to improving nurses' competencies through professional development programs. The analysis results show that continuous professional development can improve clinical skills, strengthen professional identity, and expand career opportunities by systematically fulfilling competencies. The findings also indicate that the success of the program is influenced by organizational support, access to training, individual motivation, and a competency evaluation system. Based on the interpretation of these results, continuous professional development holds a strategic position in improving service quality and advancing nurses' careers. This study concludes that well-planned institutional policies are needed for the program to be implemented consistently and have an optimal impact on improving the quality of nursing practice. Keywords: Continuing Professional Development (CPD), career path ABSTRAK Program jenjang karir perawat di Indonesia dimulai pada tahun 2006 dan diatur oleh Permenkes Nomor 47 Tahun 2017, dengan standar yang mengikuti PPNI. Continuing Professional Development (CPD) adalah proses di mana perawat terlibat secara aktif dalam pembelajaran yang berkelanjutan. Ini juga berarti komitmen untuk mempertahankan serta meningkatkan tingkat profesionalisme dan keberhasilan dalam Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh CPD terhadap pengembangan jenjang karir perawat melalui pendekatan literature review, penulis menganalisis berbagai artikel ilmiah yang relevan untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai metode, strategi, dan kecenderungan yang berkaitan dengan peningkatan kompetensi perawat melalui program pengembangan profesional. Hasil analisis memperlihatkan bahwa pengembangan profesional berkelanjutan mampu meningkatkan keterampilan klinis, memperkuat identitas profesional, dan memperluas peluang karir melalui pemenuhan kompetensi yang tersusun secara sistematis. Temuan tersebut juga menunjukkan bahwa keberhasilan program dipengaruhi oleh dukungan organisasi, akses terhadap pelatihan, motivasi individu, serta sistem evaluasi kompetensi. Berdasarkan interpretasi hasil tersebut, pengembangan profesional berkelanjutan memiliki posisi strategis dalam peningkatan mutu layanan dan kemajuan karir perawat. Hubungan CPD dengan jenjang karir perawat diperlukan kebijakan institusional yang terencana dengan baik agar program dapat dilaksanakan secara konsisten dan memberikan dampak optimal bagi peningkatan kualitas praktik keperawatan. Kata Kunci: Continuing Professional Development (CPD). Jenjang karir ISSN 2746-4644 Vol. 7 No. Januari - Juni 2026 Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Halaman 10 PENDAHULUAN Program jenjang karir perawat di Indonesia dimulai pada tahun 2006 dan diatur oleh Permenkes Nomor 47 Tahun 2017, dengan standar yang mengikuti PPNI. Tujuan dari sistem ini adalah untuk meningkatkan kinerja dan profesionalisme perawat melalui penguatan keterampilan, serta mengubah teori Benner menjadi lima tingkat Perawat Klinik (PK IAeV) dan beberapa jalur karir tambahan seperti manajer, pendidik, dan peneliti. Program ini terbukti mendukung pengembangan profesional perawat, seperti yang ditunjukkan oleh berbagai penelitian yang menyatakan bahwa peningkatan keterampilan klinis berkontribusi pada peningkatan kualitas layanan keperawatan (Saputri et al. , 2. Continuing Professional Development (CPD) adalah proses di mana perawat terlibat secara aktif dalam pembelajaran yang berkelanjutan. Ini juga berarti komitmen untuk mempertahankan serta meningkatkan tingkat profesionalisme dan keberhasilan dalam karier. CPD sangat penting terkait dengan tingkat kepuasan perawat dan perkembangan karier mereka. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Permenke. No. 40 Tahun 2017 mengenai jalur karier bagi perawat. CPD bertujuan untuk memperbaharui standar tinggi dalam pelayanan kesehatan melalui praktik profesional dan meningkatkan perawatan bagi pasien (Amir et al. , 2. Perawat yang mengembangkan diri secara profesional dapat meningkatkan kualitas praktik keperawatan dan juga memperkuat kemampuan serta keterampilan mereka dalam jangka panjang, di mana peluang yang diberikan oleh pengembangan profesional memungkinkan perawat untuk meningkatkan mutu asuhan, keselamatan pasien, kepuasan kerja serta efisiensi biaya dalam perawatan (Hidayat & Tahlil. Ada dua strategi utama, yaitu pengembangan profesional untuk perawat dan perencanaan karir, yang dapat memperkaya pengetahuan dan keterampilan perawat, serta membantu meningkatkan rasa percaya diri dan memungkinkan pertukaran ide antar berbagai disiplin. Beberapa faktor yang mempengaruhi pengembangan profesional perawat meliputi karakteristik pribadi perawat, dukungan dari organisasi, kebutuhan pasien, pola penyakit, kemajuan teknologi, serta dukungan dari keluarga dan rekan sejawat (Hidayat & Tahlil, 2. METODE Penelitian ini menggunakan literature review dengan metode yang digunakan dalam penelusuran sumber data pada Literature Review ini yaitu dengan penelusuran database terdiri dari Garuda. PubMed, dan Google Scholar. Jurnal dari database tersebut diseleksi berdasarkan kriteria inklusi. Penelusuran jurnal ini dilakukan pada tahun 2015-2025. Dalam melakukan penulusuran jurnal, kata kunci yang digunakan yaitu AuJenjang Karir Perawat Dan Continuing Professional Development (CPD)Ay. Nama Peneliti Tahun Nama Jurnal Judul Penelitian Nur Miladiyah Rahmah. Rr. Tutik Sri Hariyati, dkk KONTAKT/ Journal of Nursing Social Sciences Related to Health and Illness Continuous development of nurses and its missed nursing care in hospitals in Indonesia: A mixed-method ISSN 2746-4644 Vol. 7 No. Januari - Juni 2026 Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Ringkasan Hasil Penelitian CPD tetapi masih ada isu Missed Nursing Care (MNC) selama pandemi COVID19. Beberapa faktor yang menyebabkan masalah ini meliputi kekurangan staf, komunikasi yang proses handover yang tidak berjalan dengan Tugas-tugas yang mencakup pemindahan pasien, pencatatan, dan Halaman 11 Rr. Tutik Sri Hariyati & Satina Safril Clinical Nursing The relationship between nursesAo job satisfaction and continuing Mahmul Siregar. Afriani, dkk Rivai Tuti Indonesian Journal of Global Health Research Development of Guidelines and Continuing Professional Development (CPD) Program for Nursing Nur Miladiyah Rahmah. Junaiti Sahar. Rr. Tutik Sri Hariyati Journal of Public Health Research Nurses' efforts competence: A ISSN 2746-4644 Vol. 7 No. Januari - Juni 2026 Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat pengawasan pemberian Selain itu. CPD juga memiliki peranan meningkatkan kesadaran perawat terkait dengan kualitas pelayanan (Rahmah et al. , 2. Terdapat hubungan yang baik antara CPD dan kepuasan perawat dalam sistem karir (R=0. p=0. Ketika CPD berjalan dengan baik, kepuasan perawat juga Penemuan ini memberikan saran untuk meningkatkan CPD di rumah sakit yang ada di Indonesia (Tutik et al. , 2. Studi ini memproduksi CPD terorganisir di rumah sakit, termasuk kriteria untuk pegawai, fasilitas, pengendalian kualitas, dan penilaian. Masalah utama yang ditemukan CPD pelaksanaan yang tidak Evaluasi awal mengungkapkan bahwa 91% pihak yang terlibat mendukung program ini (Siregar et al. , 2. Para perawat menjaga melalui CPD, sistem Masih terdapat perawatan yang tenaga kerja dan beban Perawat dari atasan dalam hal Halaman 12 Rr. Tutik Sri Hariyati. Kumiko Igarashi, dkk International Journal of Caring Sciences Correlation between Career Ladder. Continuing Professional Development Nurse Satisfaction: A Case Study in Indonesia Wahyuni. Dian. Nurwijayanti. Indonesian Journal of Global Health Research The Influence of Continuing Professional Development (CPD) on NursesAo Knowledge and Skills Providing Nursing Care Kim Manley. Anne Martin. Carolyn Jackson. Toni Wright Nurse Today Realist Synthesis Effective Continuing Professional Development (CPD): A Case Study Healthcare PractitionersAo CPD ISSN 2746-4644 Vol. 7 No. Januari - Juni 2026 Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Education peningkatan kemampuan (Rahmah et al. , 2. Terdapat hubungan yang baik antara CPD dan kepuasan para perawat, tetapi hubungan yang tentang jalur karir dan Melaksanakan CPD bisa membantu motivasi kerja, namun (Tutik et al. , 2. CPD peningkatan yang besar pada pemahaman dan Grup yang mendapatkan intervensi menunjukkan kemajuan yang berarti grup kontrol mengenai bidang keperawatan ( nurlely tri Wahyuni et , 2. Studi ini menggunakan sintesis realistis untuk menyelidiki faktor-faktor CPD Hasil penelitian menunjukkan ada empat pribadi, pengembangan perubahan budaya kerja. CPD dianggap berhasil organisasi yang memiliki penerapan pengetahuan dalam layanan (Manley et al. , 2. Halaman 13 Amir. Hariyati. Novieastari. Pakasi. Asia Pacific Journal of Health Management Continuing Professional Development (CPD) Impact for Clinical Nursing Practice: Systematic Literature Review Sari. Prihatiningsih. Lusmilasari. Meliala. Bali Journal Medical Online Continuing Professional Development (CPD) Clinical Nurse in the Developing Countries: Literature Review Nilasari Saraswasta Wayang Gede. Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Upaya Pengembangan Sumber Daya Keperawatan melalui CPD Yuliana Bernadetta. Rr. Tutik Sri Hariyati. Hening Pujasari Jurnal Keperawatan Silampari Continuing Professional Development (CPD) Webinar Kompetensi Perawat ISSN 2746-4644 Vol. 7 No. Januari - Juni 2026 Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat CPD memiliki dampak kemampuan, daya tahan pasien, dan kualitas Sebanyak sembilan artikel telah . engan campuran, baik kualitatif maupun kuantitatif (Amir et al. , 2. CPD online telah terbukti menyediakan kebebasan Namun, ada beberapa hambatan yang dihadapi, teknologi, waktu, biaya, dan kurangnya dukungan dari lembaga (Sari et al. CPD bertujuan untuk pekerjaan dan kepuasan kemungkinan terjadinya burnout dan turnover. Manajer memainkan peran yang sangat penting dalam mendukung penerapan CPD (Nilasari et al. , 2. Terdapat hubungan yang signifikan antara CPD yang diadakan melalui webinar dan kemampuan perawat . = 0. Hanya pendidikan yang partisipasi dengan CPD, sedangkan faktor lain tidak memiliki dampak. CPD beserta karakteristik perawat hanya dapat Halaman 14 Muhadi & Wahyuni Titin Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Optimalisasi Program Continuing Professional Development (CPD) Mendukung Peningkatan Kompetensi dan Karir Perawat RSI Surabaya Neny RifAoah. Sandra Dewi. Rina Anindita Jurnal Sains Health Theory Planned Behaviour untuk Menganalisis Perilaku Perawat Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (CPD) Ria Desita Natalia. Regina Vidya Trias Novita Indonesian Journal of Global Health Research The Role Of Continuous Professional Development (CPD) Improving Nurse Competence In The Digital Era: Literature Review ISSN 2746-4644 Vol. 7 No. Januari - Juni 2026 Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat menjelaskan 46,4% dari itu, sisanya dipengaruhi oleh faktor lain (Bernadetta et al. , 2. Tingkat partisipasi CPD perawat di RSI Surabaya kategori: sedang . 2%), rendah . 3%), dan tinggi . 5%). Berbagai faktor yang mendukung ini meliputi kebijakan, umpan balik, umpan balik pribadi, dan kondisi tempat kerja. Salah satu tantangan utama yang Rencana menekankan kemajuan karir dan pemenuhan praktik perawatan (T. Wahyuni, 2. (T. Wahyuni, 2. Keyakinan lingkungan kerja, dan positif terhadap cara perawat melaksanakan CPD, dengan dorongan Lingkungan kerja yang mendukung secara partisipasi dalam CPD. Penelitian (RifAoah et al. , 2. CPD memiliki potensi keterampilan dan mutu namun pelaksanaannya sering terhalang oleh masalah biaya, waktu. Inovasi elearning dan e-CPD, telah terbukti efektif dalam mengatasi kendala ini dengan memberikan Halaman 15 Arlina Dhian Sulistyowati. Retno Yuli Hastuti. Ambar Winarti. Pratiwi Andarini. Fransisca Romaningsih Jurnal Penelitian Perawat Profesional Faktor Penentu CPD: Peran Umur. Jenis Kelamin. Pendidikan. Status Kepegawaian. Lama Bekerja Nur Asniar. Tahlil Hidayat. Teuku Faletehan Health Journal Pengembangan Profesional Perawat Rumah Sakit Umum Daerah Fauziah. Jenny Marlindawani Journal Telenursing (JOTING) Faktor Motivasi Implementasi ISSN 2746-4644 Vol. 7 No. Januari - Juni 2026 Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat fleksibilitas dalam proses Faktor penting bagi keberhasilan CPD di era digital ini meliputi adanya kebijakan yang dalam teknologi (Natalia et al. , 2. Hasil dari uji chi-square pendidikan, masa kerja, dan status kepegawaian tidak berkaitan dengan penerapan CPD . >. Mayoritas perawat Diploma dan sebagian besar tidak memenuhi syarat untuk CPD . (Silistyowati et al. , 2. Sebuah cross-sectional terhadap tingkat pengembangan masih tergolong rendah, yaitu 53,6%. Ditemukan antara manajemen karir individu . =0. dan manajemen karir di level organisasi . =0. dengan pengembangan Faktor individu dengan nilai OR Untuk profesional, diperlukan pendidikan dan pelatihan yang lebih baik. (Hidayat & Tahlil, 2. Sebuah cross-sectional Halaman 16 Purba. Roxsana Devi Tumanggor Sistem Jenjang Karir Perawat Pelaksana Halimatul Nurhikmah. Rr. Tutik Sri Hariyati. Andi Amalia Wildani. Nurhayati Journal Telenursing (JOTING) Biljana KurtoviN. Petra GuliN. Snjeana Uukljek. Biserka SadiN. Martina Smrekar. Sanja Ledinski FiNko Healthcare ISSN 2746-4644 Vol. 7 No. Januari - Juni 2026 Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Optimalisasi Fungsi Manajemen Keperawatan Implementasi Jenjang Karir Kredensialing Staf Keperawatan The Commitment to Excellence: Understanding NursesAo Perspectives on Continuous Professional Development melibatkan 126 perawat Ners hubungan yang signifikan antara motivasi perawat dan penerapan sistem karir . =0. Motivasi yang rendah berkaitan Selain itu, tingkat pendidikan dan lama memengaruhi kesiapan sistem karir (Fauziah et , 2. Laporan dengan baik. Hal ini terlihat dari lambatnya tentang kredensial, dan pengawasan yang lemah Inovasi program penyusunan SOP, alat pembelajaran terbukti merencanakan jenjang karir (Nurhikmah et al. Penelitian potong lintang Kroasia. Tingkat partisipasi dalam CPD mencatat hasil yang cukup baik . ata-rata = 4. Perawat yang tidak Halaman 17 Meaza Wehabe. Tigistu Gebreyohannis. Ketema Bizuwork SAGE Nursing Xiaoyan Yu. Huang. Yu Liu BMC Nursing NursesAo Perceptions of Continuing Professional Development: A Qualitative Study Giuseppe Aleo. Nicola Pagnucci. Niamh Walsh, dkk. Nurse Today The Effectiveness of Continuing Professional ISSN 2746-4644 Vol. 7 No. Januari - Juni 2026 Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Open Education NursesAo Engagement on Continuing Professional Development Programs and Its Barriers in Addis Ababa. Ethiopia tingkat partisipasi yang mereka yang menjadi Perawat yang bekerja penuh waktu memiliki pandangan yang lebih positif terhadap CPD. Terdapat yang signifikan antara berbagai unit kerja. CPD dianggap sebagai faktor kompetensi profesional dan kualitas layanan. (Sedi, 2. Tingkat partisipasi CPD masih rendah . 4%). Faktor yang menjadi keterbatasan dana (AOR . , akses informasi yang minim, tanggung jawab keluarga (AOR 3. , serta kurangnya CPD. Temuan menguatkan hasil bahwa sistemik yang signifikan. (Ababa et al. , 2. Empat topik utama yang . dalam bidang khusus, . berbagai tahap dalam . pribadi, . masalah antara pekerjaan dan keluarga yang menjadi Para perawat melihat CPD dengan sudut pandang yang baik, namun mereka perlu dukungan dari organisasi. (Yu et al. , 2. Kajian mengenai 155 studi. CPD berhasil meningkatkan: %), Halaman 18 Development for the Residential Long-Term Care Workforce: Systematic Review Jamie Smith. Susanne Kean. Anneli Vauhkonen. Nurse Today Education An Integrative Review of the Continuing Professional Development Needs for Nurse Educators Lysette Hakvoort. Jeroen Dikken. Jessica CramerKruit. Kristen Molendijk-van Nieuwenhuyzen. Marieke van der Schaaf. Marieke Schuurmans Nurse Education in Practice Factors over a nursing scoping review ISSN 2746-4644 Vol. 7 No. Januari - Juni 2026 Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat keterampilan . %), hasil pasien/residen . %), dan kesejahteraan . %). Faktor manajemen, lingkungan belajar yang kondusif, dan struktur organisasi yang baik. Tantangan yang dihadapi meliputi: sedikitnya kesempatan karier, dan masalah dalam struktur organisasi (Aleo et al. , 2. Tinjauan komprehensif mengenai 13 studi. Ada empat kebutuhan CPD untuk pengajar perawat: . kompetensi profesional . engajaran, penelitia. , . kolaborasi, . otif dan kemandiria. Kebutuhan CPD berbedabeda dan tergantung (Smith et al. , 2. Mengidentifikasi faktor CPD tingkat karier perawat: sudah berpengalaman, dan mereka yang ingin mengambil posisi yang lebih tinggi. Tantangan meliputi: waktu yang dukungan dari pihak manajemen, akses yang terbatas, dan budaya Faktor-faktor termasuk: bantuan dari organisasi, suasana yang pembelajaran, dorongan Halaman 19 Maggie Nyelisani. Lufuno Makhado. Takalani Luhalima SAGE Open (SGO) Professional NursesAo Experiences Regarding Continuing Professional Development (CPD) Opportunities at Public Hospitals Limpopo Province. South Africa Mandlenkosi Mlambo. Charlotte Silyn. Cormac McGrath BMC Nursing Lifelong learning nursesAo development: a metasynthesis of the literature Dalal Saeed Mutairi dkk. Journal International Crisis and Risk Communication Research The Role Continuous Professional Development (CPD) Enhancing Nursing Competence and Patient Care Al- ISSN 2746-4644 Vol. 7 No. Januari - Juni 2026 Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat pribadi, contoh yang baik, serta ketersediaan (Hakvoort et al. , 2. Penelitian Tantangan besar CPD beban kerja, kurangnya dukungan dari pihak pelatihan, dan akses Para CPD dan meminta adanya kebijakan yang jelas serta dukungan dari Lembaga (Nyelisani et , 2. CPD memainkan peran peningkatan profesional dan kualitas layanan. Ada beberapa faktor yaitu motivasi, budaya organisasi yang positif, dan kepemimpinan yang Namun, ada juga tidak cukupnya waktu, kurangnya fasilitas, dan dukungan yang minim. Penting untuk memiliki pendekatan yang holistik agar CPD dapat dilakukan terus-menerus (Mlambo et al. , 2. CPD bidang klinis, adaptasi. Beberapa utama yang dihadapi termasuk keterbatasan waktu, biaya yang besar, kurangnya motivasi, dan dukungan organisasi yang Halaman 20 Heba Al-Omary. Nicola Moran. Miriam McMullan. BMC Medical Education Implementing (CPD) activities: a scoping review Sheri Price & Carol Reichert Administrative Sciences The Importance Continuing Professional Development to Career Satisfaction and Patient Care ISSN 2746-4644 Vol. 7 No. Januari - Juni 2026 Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Untuk pelatihan yang relevan, akses CPD yang lebih mudah, dukungan dari pihak manajemen, serta digital (Al-mutairi et al. Tantangan hasil CPD: waktu yang tidak cukup, kurangnya jumlah staf, fasilitas yang terbatas, minimnya dukungan yang kurang dari para pemimpin. Faktor materi yang relevan, budaya organisasi yang Pengoperasian CPD sangat dipengaruhi (Omary et al. , 2. Penelitian menunjukkan bahwa CPD berperan penting dalam kepuasan karier perawat, dari masa kuliah hingga tahap tengah dan akhir karier. Agar bisa menyesuaikan diri di tempat kerja, perawat membutuhkan pelatihan yang terusmenerus Kurangnya dukungan dari organisasi, termasuk waktu, dana, halangan utama. CPD terbukti efektif dalam keterampilan klinis, dan Halaman 21 Lisa Merry. Sonia Angela Castiglione. Geneviyve Rouleau. Dimitri Lytourneau. Caroline Larue. Marie-France Deschynes. Dolly Maria Gonsalves. Lubana Ahmed BMC Medical Education Continuing (CPD) evaluation and for healthcare professionals in low- and lowermiddle-income pasien (Price & Reichert. CPD di negara LLMIC sangat dipengaruhi oleh dari pemerintah, dan adanya peraturan yang Beberapa hal CPD tentang CPD, sistem komunikasi, dan proses CPD keterampilan, kualitas Kesehatan (Merry et al. , 2. Tabel 1. Literature review HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Tinjauan 30 artikel menunjukkan bahwa Pengembangan Profesional Berkelanjutan (CPD) memiliki pengaruh yang kuat dan konsisten terhadap peningkatan kemampuan, kinerja, dan kemajuan karir CPD terbukti memperkuat pengetahuan, keterampilan klinis, kemampuan berpikir kritis, dan profesionalisme perawat, yang merupakan unsur penting dalam syarat jenjang karir. Beberapa studi menegaskan adanya korelasi positif antara pelaksanaan CPD dan kepuasan kerja perawat, sehingga meningkatkan motivasi untuk mengembangkan karir melalui jalur karir tersebut (Tutik et al. , 2017, Penelitian baik di tingkat global maupun lokal mengindikasikan bahwa CPD berkontribusi pada peningkatan kualitas praktik keperawatan, mengurangi risiko perawatan yang terlewat, serta menjamin peningkatan kualitas pelayanan (Amir et al. , 2024. Rahmah et al. , 2. Beberapa studi lain juga menyoroti bahwa CPD tidak hanya berperan dalam peningkatan kompetensi individu tetapi juga membantu perawat beradaptasi dengan tuntutan pekerjaan di setiap tahap perkembangan profesional, termasuk sebagai spesialis, manajer, atau pengajar (Smith et al. , 2023. Yu et al. , 2. Selain itu. CPD juga membantu meningkatkan kesiapan perawat dalam mendapatkan credential, mempertahankan kompetensi, dan memenuhi standar profesional yang mendukung percepatan jenjang karir (Nurhikmah et al. , 2023. Rahmah et al. , 2. Dalam konteks digital. CPD yang dilakukan secara daring atau e-CPD terbukti meningkatkan aksesibilitas, fleksibilitas, dan efektivitas pembelajaran, sehingga mempermudah perawat untuk memenuhi syarat jenjang karir dengan lebih efisien (Natalia et al. , 2025. Sari et al. , 2. Namun, penelitian juga menunjukkan bahwa dampak CPD pada perkembangan karir sangat bergantung pada dukungan dari lembaga. Beberapa tantangan yang biasa ditemukan adalah waktu yang kurang, biaya yang tinggi, akses pelatihan yang terbatas, beban kerja yang berat, serta adanya kekurangan kebijakan dan regulasi yang jelas (Ababa et al. , 2024. Hakvoort et al. , 2022. Nyelisani et al. Selain itu, kekurangan staf, pengawasan yang lemah, dan budaya organisasi yang tidak mendukung juga menghalangi penerapan CPD secara optimal (Al-mutairi et al. , 2024. Rahmah et al. , 2. Penelitian lainnya menekankan bahwa kepemimpinan yang baik, dukungan dari institusi, sistem CPD yang ISSN 2746-4644 Vol. 7 No. Januari - Juni 2026 Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Halaman 22 terorganisir, serta lingkungan kerja yang positif menjadi faktor penting keberhasilan CPD dalam meningkatkan jenjang karir (Aleo et al. , 2024. Merry et al. , 2. Secara keseluruhan, sintesis dari literatur menunjukkan bahwa CPD memberikan dampak positif dan signifikan bagi pengembangan karir perawat melalui peningkatan kompetensi, motivasi, kepuasan kerja, dan kualitas pelayanan. Dampak ini akan semakin maksimal jika didukung oleh kebijakan organisasi yang kuat, sistem CPD yang terstruktur, dan fasilitas belajar yang memadai. Oleh karena itu. CPD menjadi komponen penting dalam strategi pengembangan karir perawat di berbagai tingkat layanan kesehatan (Manley et al. , 2018. Price & Reichert, 2. 2 Pembahasan Hasil dari kajian literatur menunjukkan bahwa Pengembangan Profesional Berkelanjutan (CPD) memiliki pengaruh yang signifikan bagi kemajuan karir perawat. Beberapa penelitian mengindikasikan bahwa CPD mampu meningkatkan kompetensi klinis, pengetahuan, keterampilan, serta profesionalisme perawat, yang merupakan komponen penting untuk kenaikan jenjang karir. Peningkatan pada kompetensi ini terbukti berkontribusi terhadap kinerja klinis yang lebih baik, keputusan yang lebih baik, serta mempersiapkan perawat untuk mengambil posisi yang lebih tinggi dalam karir mereka (Tutik et al. 2017, 2. Selanjutnya. CPD juga memiliki dampak positif terhadap motivasi dan kepuasan di tempat kerja, yang merupakan faktor kunci untuk keberlanjutan karir dan retensi perawat. Penelitian lain menunjukkan bahwa perawat yang aktif mengikuti CPD memiliki kesiapan karir yang lebih baik serta peluang yang lebih besar untuk memenuhi syarat dalam kenaikan jenjang karir, ini disebabkan oleh peningkatan kemampuan berpikir kritis, keterampilan komunikasi, dan mutu dalam pelayanan keperawatan (Amir et al. , 2024. Rahmah et al. , 2. Di beberapa fasilitas kesehatan. CPD bahkan membantu mengurangi risiko missed nursing care, yang mana dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan mempercepat perkembangan karir perawat (Rahmah et al. , 2. Namun, keberhasilan CPD sangat bergantung pada dukungan dari organisasi. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa hambatan dalam pelaksanaan CPD, seperti terbatasnya waktu, beban kerja yang berat, fasilitas pelatihan yang tidak memadai, kurangnya dukungan dari manajemen, serta tidak adanya pedoman CPD yang terstruktur dengan baik (Ababa et al. , 2024. Nyelisani et al. Hambatan-hambatan ini dapat menghambat pelaksanaan CPD, sehingga perawat kesulitan memenuhi indikator kompetensi dan persyaratan sertifikasi untuk promosi dalam karir. Lingkungan kerja yang tidak mendukung juga dapat menurunkan motivasi perawat untuk mengikuti CPD, yang berakibat pada rendahnya kualitas layanan (Al-mutairi et al. , 2024. Hakvoort et al. , 2. Literatur juga menggarisbawahi pentingnya sistem CPD yang terencana, memiliki standar, dan Institusi yang memiliki kebijakan CPD yang jelas dan menyediakan sarana pembelajaran cenderung lebih sukses dalam meningkatkan partisipasi perawat serta mendorong perkembangan karir yang lebih cepat (Aleo et al. , 2024. Merry et al. , 2. Dengan demikian. CPD tidak hanya berfungsi sebagai program pembelajaran semata, tetapi juga sebagai strategi organisasi untuk meningkatkan kualitas layanan, mendorong profesionalisme, serta memperkuat struktur jenjang karir perawat (Manley et al. , 2018. Price & Reichert, 2. KESIMPULAN Continuing Professional Development (CPD) terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap pengembangan jenjang karir perawat. CPD mampu meningkatkan kompetensi klinis, pengetahuan, keterampilan, profesionalisme, motivasi kerja, serta kualitas pelayanan yang menjadi syarat utama dalam sistem jenjang karir. Perawat yang aktif mengikuti CPD lebih siap menghadapi tuntutan karir dan memiliki peluang lebih besar untuk naik jenjang. Namun, efektivitas CPD sangat dipengaruhi oleh dukungan organisasi, ketersediaan fasilitas pembelajaran, beban kerja, serta kebijakan institusional. Hambatan seperti keterbatasan waktu, biaya, dan minimnya regulasi terstruktur dapat mengurangi dampak positif CPD dalam pengembangan karir. SARAN Disarankan agar institusi kesehatan menyusun kebijakan CPD yang lebih terstruktur dan menyediakan fasilitas pembelajaran yang memadai agar perawat dapat mengikuti CPD secara optimal tanpa terkendala waktu maupun beban kerja. Manajemen keperawatan perlu membangun budaya kerja yang mendukung ISSN 2746-4644 Vol. 7 No. Januari - Juni 2026 Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Halaman 23 pembelajaran berkelanjutan melalui supervisi yang efektif, pemberian motivasi, serta integrasi hasil CPD ke dalam sistem penilaian kinerja dan jenjang karir perawat. Perawat juga diharapkan meningkatkan partisipasi dalam kegiatan CPD, baik melalui pelatihan tatap muka maupun e-CPD, untuk memperkuat kompetensi dan kesiapan dalam pengembangan karir. Selain itu, penelitian selanjutnya perlu mengkaji efektivitas model CPD tertentu dan dampaknya terhadap capaian karir jangka panjang guna memperkaya dasar ilmiah dalam pengembangan kebijakan CPD yang lebih komprehensif. DAFTAR PUSTAKA