Jurnal Ayurveda Medistra ISSN. 2656-3142 | Volume 5 Nomor 2 Agustus 2024 | pages: 1 - 6 Avalaible online at http://ojs. stikesmedistra-indonesia. HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT TERHADAP TINGKAT KECEMASANPASIEN PENGOBATAN TUBERCULOSIS DI POLI PARU RUMAH SAKITCIBITUNG MEDIKA TAHUN 2023 Pusdiana 1, lisna Nuryanti2. Lisna Agustina3 1Program Studi Ilmu Keperawatan (S. STIKes Medistra Indonesia 2Program Studi Ilmu Keperawatan (S. STIKes Medistra Indonesia 3Program Studi Ilmu Keperawatan (S. STIKes Medistra Indonesia ABSTRAK Global Tuberculosis Report 2020, di Indonesia pada tahun 2019 terdapat 842. 000 kasus Tuberkulosis baru . 000 pendudu. dan kematian karena Tuberkulosis sebesar 116. dengan angka notifikasi kasus . ase notification rate/CNR) dari semua kasus dilaporkan sebanyak 171 per 100. 000 penduduk. Di Indonesia. Jawa Barat merupakan penyumbang pertama kasus tuberkulosis terbanyak. Pada Januari Ae Agustus 2022, terdapat 75. 296 kasus yang terlaporkan atau 59% dari target sampai dengan Agustus 60% dan target per tahun 90%. Tujuan :Menganalisis Hubungan Komunikasi Teraupetik Perawat Terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Pengobatan Tubeerculosis Di Ruang Poli Paru Rs Cibitung Medika Tahun 2023. Metode :Metode non probability sampling dengan teknik Accidental Sampling. Accidental Samplin. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 42 responden. Hasil Penelitian :Hasil cross tabulasi antara variabel komunikasi terapeutik dengan tingkat kecemasan pada pasien pengobtan TB menunjukan hasil uji statistik chi-Square hitung sebesar 22,947 dengan diperoleh nilai P-value 0,000 . < 0,. , yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak, artinya ada pengaruh yang signifikan antara komunikasi terapeutik perawat terhadap tingkat kecemasan pada pasien pengobtan TB di Ruang Poli Paru RS Cibitung Medika Tahun 2023. Kata Kunci : Komunikasi Terapeutik Perawat. Tingkat Kecemasan Pasien TB ABSTRACT Global Tuberculosis Report 2020, in Indonesia in 2019 there were 842,000 new cases of Tuberculosis . per 100,000 populatio. and deaths due to Tuberculosis were 116,400 . per 100,000 populatio. with a case notification rate (CNR) of all reported cases of 171 per 100,000 population. In Indonesia. West Java is the first contributor to the largest number of tuberculosis cases. In January - August 2022, there were 75,296 cases reported or 59% of the target up to August of 60% and the annual target of 90%. Research:Analyzing the Relationship between Nurses' Therapeutic Communication and the Anxiety Level of Tubeerculosis Treatment Patients in the Lung Poly Room at Cibitung Medika Hospital in 2023. Method :Non-probability sampling method with Accidental Sampling technique. Accidental Sample. The population in this study was 42 respondents. Result :The cross tabulation results between the therapeutic communication variable and the level of anxiety in TB treatment patients showed a chi-square statistical test result of 22. 947 with a Pvalue of 0. < 0. , which means Ha was accepted and Ho was rejected, meaning there is an influence significant relationship between nurses' therapeutic communication on the level of anxiety in TB treatment patients in the Lung Poly Room at Cibitung Medika Hospital in 2023 Key Words : Nurse Therapeutic Communication. Anxiety Levels of TB Patients. LATAR BELAKANG Global Tuberculosis Report 2020, di Indonesia pada tahun 2019 terdapat 842. kasus Tuberkulosis baru . dan kematian karena Tuberkulosis 400 . 000 pendudu. dengan angka notifikasi kasus . ase notification rate/CNR) dari semua kasus dilaporkan sebanyak 171 per 100. Secara nasional diperkirakan insidens Tuberkulosis sebesar 36. 000 kasus . 000 pendudu. Jumlah kasus Tuberkulosis-RO 000 kasus . iantara pasien TB paru yang ternotifikas. yang berasal dari 2. 4% . kasus baru dan 13% kasus pengobatan ulang (Kementrian Kesehatan RI, 2. Di Indonesia. Jawa Barat penyumbang pertama kasus tuberkulosis Pada Januari Ae Agustus 2022, 296 kasus yang terlaporkan atau 59% dari target sampai dengan Agustus 60% dan target per tahun 90%. Kegagalan pasien Tuberkulosis paru dalam Tuberkulosis diakibatkan oleh banyak faktor, seperti obat, penyakit, dan penderitanya sendiri, panduan obat yang tidak adekuat, dosis obat yang tidak cukup, tidak teratur minum obat, jangka waktu pengobatan yang kurang dari semestinya, dan terjadinya resistensi obat, seperti kurangnya pengetahuan mengenai Tuberkulosis paru, kekurangan biaya, malas berobat, dan merasa sudah sembuh. Kejadian pengobatan gagal TBC akan menyebabkan keadaan yang dinamakan TB Resistant. Secara global tahun 2018 terdapat 484. 000 kasus dimana penderita TBC mengalami TB Resistance pada Rifampicin yang merupakan obat pilihan pertama untuk pengobatan TBC, dari kasus tersebur terdapat 78 % yang masuk dalam kategori Multidrug Resistant TB (MDRTB). Komunikasi yang efektif dan bermakna merupakan elemen terpenting ketika dalam perawatan kesehatan yang bertujuan untuk memberikan kualitas perawatan yang bermutu dan mampu meningkatkan kepuasan pasien dan menurunkan tingkat kecemasan yang dirasakan oleh pasien(Oben, 2. Komunikasi merupakan hal yang sangat penting dalam setiap proses asuhan Kehangatan suatu hubungan akan mendorong pengungkapan beban perasaan dan fikiran yang dirasakan oleh pasien yang dapat menjadi jembatan dalam menurunkan tingkatan kecemasan yang terjadi sehingga perawat dapat secara efektif pengambilan keputusan mengenai kesehatan Jika perawat kurang memberikan informasi dan kurang menerapkan komunikasi terapetik mengenai penyakit TB akan menyebabkan terjadinya cemas. Salah satu faktor yang dapat menurunkan tingkat kecemasan pasien yaitu dengan memberikan komunikasi terapeutik kepada pasien (Tamsuri Adapun kecemasan pada pasien TB Paru disebabkan karena kondisi atau gejala yang timbul dari penyakit TB Paru tersebut seperti keringat berlebihan pada malam hari, batuk dan demam. Pada saat pasien mulai merasakan gejala tersebut hal ini akan membuat pasien merasa tidak nyaman sehingga mengalami susah tidur dan dapat menyebabkan kecemasan yang beransuransur bagi pasien TB Paru. Karena pada proses pengobatan TB ada efek samping dari pengobatan seperti mual, muntah, diare, gatalgatal, lemas, urin berwarna merah sehingga mengakibatkan pasien cemas, berpikir negatif, putus asa, dan rasa tidak berdaya sehingga banyak pasien men. (Basra et al. , 2. Kondisi seperti ini seharusnya tidak terjadi kalau komunikasi perawat pada pasien dilakukan secara terapeutik. Kompetensi tersebut perlu dimiliki perawat agar klien mempunyai keyakinan sehingga kecemasan yang terjadi oleh klien dapat dicegah atau Keberhasilan pelayanan kesehatan dalam asuhan keperawatan diantaranya dapat diukur dari cepatnya kesembuhan pasien, pelayanan kesehatan pasien yang sedang sakit memerlukan sugesti dan penyemangat dari dokter dan perawat yang menanganinya Adanya komunikasi terapeutik akan mampu mempengaruhi kesembuhan pasien, karena diharapkan dapat memperbaiki perilaku pasien terhadap pengobatan TB karena dalam hal ini ditanamkan kesadaran individu untuk mentaati prinsip pengobatan yang didasari adanya keinginan dari diri sendiri untuk sembuh (Nurul, 2. Rumah Sakit Cibitung Medika merupakan salah satu Rumah Sakit Swasta yang ada di Kabupaten Bekasi. Dimana peralatan medisnya cukup lengkap sehingga menjadi salah satu rumah sakit rujukan dari berbagai Puskesmas atau BPM. Jumlah seluruh pasien TB dan pengobatan pasien TB Rumah Sakit Cibitung Medika setiap tahunnya Hasil pendahuluan yang dilakuakn oleh peneliti pada bulan juni terhadap 10 pasien baru di poli RS Cibitung Medika yang akan mengalami pengobatan TB paru dengan menggunakan instrumen kecemasan dari HARS (Hammilton Anxietas Ratting Scal. , didapatkan 7 dari 10 pasien mengalami kecemasan karna konter melaksanakan komunikasi terapeutik. Atas dasar data tersebut maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang Hubungan Komunikasi Teraupetik Perawat Terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Pengobatan Tuberculosis Di Ruang Poli Paru Rs Cibitung Medika Tahun 2023. Penelitian yang dilakukan oleh Dermawanti mengenai hubungan komunikasi terapeutik petugas kesehatan terhadap kepatuhan pasien menjalani pengobatan TB Paru di Puskesmas Sunggal Medan Tahun 2014 menyatakan bahwa variabel keterbukaan, empati, sikap mendukung dan kesetaraan dokter memiliki peran terhadap kepatuhan berobat pasien TB Paru di Puskesmas Sunggal Medan. Hal tersebut sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Patriani . bahwa terdapat hubungan antara komunikasi efektif dengan sikap konkordansi pasien, dimana semakin efektif pola komunikasi yang terjadi antara dokter-pasien maka akan semakin tinggi pula tingkat konkordansi/ kepatuhan pasien TB paru, hipertensi, dan asma untuk berobat METODE PENELITIAN Desain penelitian adalah suatu rencana atau struktur dan strategi yang dipilih oleh peneliti dalam upaya menjawab masalah penelitian. Desain penelitian yang dipilih harus dapat menjawab tujuan penelitian, meminimalkan kesalahan dengan memaksimalkan reliabilitas dan validitas hasil penelitian (Subidyo, 2. Rancangan pnelitian dalam penelitian ini adalah rancangan penelitian korelasional. Adapun jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional. Jenis penelitian cross sectional Pada jenis ini variable independent dan dependen dinilai secara simultan pada suatu saat dan tidak ada tindak lanjut (Nursalam, 2. TEKNIK PENGUMPULAN DATA Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien pengobatan Tubeerculosis di Poli RS Cibitung Medika. Pada bulan OktoberNovember Pengambilan sampel pada penelitian ini sampling dengan teknik Accidental Sampling. Accidental Sampling adalah pengambilan sampel yang ada dan tersedia disuatu tempat sesuai dengan konteks penelitian. Untuk mendapatkan data menggunakan kuesioner . Kuesioner komunikasi terapeutik sekala pengukuran dengan menggunakan sekala Guttmant untuk pernyarnyataan tentang komunikasi terapeutik terdapat 12 pertanyaan, pada masing-masing pertanyaan diberi 2 jawaban yaitu YA atau Tidak. Nilai 1 jika jawaban YA niali 0 dengan jawaban TIDAK. Kuesioner kecemasan yang digunakan peneliti adalah instrument kecemasan Zung (ZSAS) untuk mengukur skala kecemasan secara kuantitatif sehingga kecemasan seseorang dapat dinilai secara langsung. HASIL DAN PEMBAHASAN Distribusi frekuensi Komunikasi Terapeutik Perawat Tabel 1. 1 Distribusi Frekuensi Komunikasi Terapeutik Perawat Pada Pasien TB Di Ruang Poli Paru RS Cibitung Medika Tahun 2023. (N=. Komunikasi terapeutik Frekuensi Persentase (%) Baik Kurang Baik Total Distribusi frekuensi Tingkat Kecemasan Pasien TB Tabel 1. 2 Distribusi Frekuensi Tingkat Kecemasan Pasien TB Di Ruang Poli Paru RS Cibitung Medika Tahun 2023. (N=. Tingkat Cemas Frekuensi Persentase (%) Tidak Cemas Cemas Ringan Cemas Sedang Cemas Berat Total Analisa Hubungan Komunikasi Terapeutik Perawat Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Pasien Pengobatan TB Tabel 1. 3 Analisa Hubungan Komunikasi Terapeutik Perawat Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Pasien Pengobatan TB Di Ruang Poli Paru RS Cibitung Medika Tahun 2023 Komunikasi Tingkat Kecemasan Total PTerapeutik Value Tidak Cemas Cemas Cemas Berat Cemas Ringan Sedang Baik Kurang baik Berdasarkan tabel 1. 1 diatas tentang distribusi frekuensi komunikasi terapeutik perawat pada pasien TB didapatkan data dari 42 responden yang mengalami komunikasi baik sebanyak 25 responden . ,6%). Berdasarkan tabel 1. 2 diatas tentang distribusi frekuensi tingkat kecemasan pasien TB didapatkan data dari 42 responden yang mengalami cemas sedang yaitu sebanyak 15 responden . ,7%), dan yang mengalami cemas berat 0 responden. Berdasarkan tabel 3 diatas tentang distribusi frekuensi hubungan komunikasi terapeutik terhadap tingkat kecemasan pada pasien pengobatan TB didapatkan data bahwa dari 42 responden yang mengalami komunikasi baik memiliki proporsi terbanyak yaitu 25 responden dengan tingkat kecemasan tidak cemas yaitu serbanyak 13 responden . ,0%) sedangkan yang mengalami komunikasi kurang baik yaitu 17 responden dengan tingkat kecemasan cemas sedang sebanyak 13 responden . Hasil cross tabulasi antara variabel komunikasi terapeutik dengan tingkat kecemasan pada pasien pengobtan TB menunjukan hasil uji statistik chi-Square hitung sebesar 22,947 dengan diperoleh nilai P-value 0,000 . < 0,. , yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak, artinya ada pengaruh yang signifikan antara komunikasi terapeutik perawat terhadap tingkat kecemasan pada pasien pengobtan TB di Ruang Poli Paru RS Cibitung Medika Tahun PEMABAHASAN Penelitian komunikasi yang dilakukan oleh perawat dinilai baik oleh responden dengan data mayoritas responden yang mengalami komunikasi baik lebih banyak dari responden yang mengalami komunikasi kurang karena responden sangat membutuhkan informasi yang tepat dan benar saat akan dilakukannya pengobatan untuk pengendalian diri pada klien salah satunya pemberian informasi dan penjelasan. Jika perawat kurang memberikan informasi dan kurang menerapkan komunikasi terapetik mengenai penyakit TB akan menyebabkan terjadinya cemas. Salah satu faktor yang dapat menurunkan tingkat kecemasan pasien yaitu dengan memberikan komunikasi terapeutik 22,947 0,000 kepada pasien. Komunikasi merupakan hal yang sangat penting dalam setiap proses asuhan keperawatan. Jika komunikasi terapeutik terjalin baik akan menimbulkan kepercayaan sehingga terjadi hubungan yang lebih hangat dan mendalam. Komunikasi yang efektif dan bermakna merupakan elemen terpenting ketika dalam perawatan kesehatan yang bertujuan untuk memberikan kualitas perawatan yang bermutu dan mampu dirasakan oleh pasien(Oben, 2. Penelitian ini menunjukan bahwa jumlah pasien yang mengalami tidak cemas lebih rendah dibandingkan dengan pasien yang mengalami cemas ringan-sedang. Menurut peneliti hal ini disebabkan karena responden penelitian merupakan pasien pengobatan TB yang sudah terdignosa TB Paru lebih dari 1 bulan dan sedang melakukan pengobatan, serta pasien dengan pengobatan TB ulang karna putus obat dan melanjutkan pengobatan dan hal ini yang berpengaruh pada saat ditemukannya responden yang mengalami cemas berat. Menurut teori Blackburn & Davidson (Dalam Safaria & Saputra, 2. yang menyebutkan bahwa akses informasi merupakan factor ekstrinsik penyebab Akses informasi merupakan pemberitahuan tentang sesuatu agar orang membentuk pendapat berdasarkan sesuatu yang diketahuinya. Informasi yang akan didapatkan pasien sebelum pelaksanaan tindakan terdiri dari tujuan, proses, resiko dan komplikasi serta alternatif tindakan yang tersedia, serta proses administrasi. Adanya kontribusi komunikasi terapeutik dengan terjadinya kecemasan pada pasien, karna semakin tinggi komunikasi yang dilakukan oleh perawat, semakin rendah tingkat kecemasan Hasil penelitian ini dapat diartikan pula bahwa ada perbedaan antara komunikasi baik dan komunikasi kurang baik dengan tingkat kecemasan pada pasien. Yang artinya semakin baik perawat memberikan komunikasi terapeutik maka tingkat kecemasan pasien mengalami tidak cemas atau cemas ringan. Dengan demikian pasien yang mengalami komunikasi baik lebih banyak dari pasien yang mengalami komunikasi kurang. Menurut Brunner & Suddart, ada pengaruh secara psikologis yang dirasakan pasien jika diberikan informasi yang jelas tentang tindakan medis, kondisi kesehatan, tujuan dan manfaat tindakan, dampak yang ditimbulkan dari tindakan, serta pemberian kesempatan kepada pasien untuk bertanya tentang sakit. Semakin banyak informasi yang didapatkan maka kekhawatiran yang dalami akan berkurang, yang akhirnya akan menurunkan kecemasan pada pasien (Mardiatun et al. Komunikasi yang dilakukan oleh perawat dinilai baik oleh responden karena saat bertemu dengan pasien perawat menyapa dan tersenyum pada pasien serta perawat memperkenalkan diri dengan menjelaskan tujuan dari suatu tindakan yang akan dilakukan pada pasien dengan jelas. Penelitian ini sejalan dengan penelitian penelitian Ervan Nur Cholis. Rumpiati Rumpiati dan Ike Sureni . yang dilakukan di RSUD Dr Harjono Ponorogo dengan judul hubungan komunikasi terapeutik perawat dengan tingkat kecemasan pasien hemodialisa membuktikan bahwa H1 diterima yang artinya ada hubungan antara komunikasi terapeutik perawat dengan tingkat kecemasan pasien hemodialisa. Semakin tinggi komunikasi terapeutik oleh perawat, semakin rendah tingkat kecemasan pasien yang menjalani terapi hemodialisa. Penelitian ini sejalan dengan penelitian Nurul Huda di RS Paru Jember dengan judul hubungan komunikasi terapeutik perawat dengan motivasi sembuh pada pasien TB. Hasil dari penelitian ini hampir setengah dari responden menyatakan perawat berkomunikasi terapeutik sedang, yaitu sebanyak 16 responden . ,5%) Bahwa hampir setengah darinresponden memiliki motivasi sembuh sedang yaitu sebanyak 15 responden . ,5%). Ada hubungan yang signifikan antara komunikasi terapeutik perawat dengan motivasi sembuh pada pasien TBC Asumsi penelitian dan teori menunjukkan komunikasi yang dilakukan oleh perawat dinilai baik oleh pasien karena Untuk membantu meningkatkan perasaan pengendalian diri pada klien salah satunya pemberian informasi dan penjelasan. Hasil data penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah pasien yang mengalami tidak cemas lebih banyak dibandingkan dengan pasien yang mengalami kecemasan ringan dan sedang dibuktikan dengan data komunikasi terapeutik perawat yang baik lebih banyak dibandingkan komunikasi terapeutik perawat yang kurang. Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa komunikasi terapeutik perawat mempengaruhi tingkat kecemasan pada pasien TB di poli paru RS Cibitung Medika pada bulan Oktober-November 2023 KETERBATASAN PENELITIAN Penelitian ini dilakukan bukan tanpa kekurangan didalamnya, kelemahan atau keterbatasan yang terdapat dalam penelitian ini dapat dijadikan pertimbangan bagi penelitian selanjutnya. Keterbatasan dan hambatan dalam penelitian ini akan dijelaskan dijelaskan sebagai berikut : Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini menggunakan data primer yaitu dikumpulkan langsung dari Responden, oleh karena itu bisa saja terjadi kesalahan saat pengisian. Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional yang artinya data yang dikumpulkan penelitian ini responden dalam satu periode tertentu. Sehingga peneliti tidak dapat menilai konsistensi responden dalam kurun waktu KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisa dan pembahasan yang telah diuraikan sebelumnya, maka hasil penelitian tentang AuHubungan Komunikasi Teraupetik Perawat Terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Pengobatan Tubeerculosis Di Ruang Poli Paru Rs Cibitung Medika Tahun 2023Ay dapat disimpulkan Dari hasil analisis komunikasi terapeutik perawat didapatkan data dari 42 responden yang mengalami komunikasi baik sebanyak 25 responden. Dari hasil tingkat kecemasan pasein pengobatan TB didapatkan data dari 42 responden yang mengalami cemas sedang yaitu sebanyak 15, yang mengalami cemas ringan sebanyak 14 responden dan yang terendah yaitu yang tidak mengalami cemas sebanyak 13 Ada komunikasi terapeutik perawat terhadap pengobatan TB di Ruang Poli Paru RS Cibitung Medika Tahun 2023 . =0,. SARAN Bagi Peneliti Hasil penelitian ini direkomendaasikan untuk penelitian lebih lanjut tentang hubungan komunikasi terapeutik perawat terhadap tingkat kecemasan pada pasien pengobatan TB dengan jumlah responden yang lebih banyak, kriteria yang lebih spesifik dan waktu terapi serta frekuensi yang lebih panjang. Bagi institusi pendidikan Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan ajar khususnya dan dapat digunakan sebagai data untuk penelitian selanjutnya dalam topik komunikasi terapeutik perawat ataupun kecemasan pasien TB. Bagi Tempat Penelitian Diharapkan kepada petugas kesehatan RS cibitung Medika untuk memberikan konseling kepada pasien-pasien yang akan melakukan melakukan pengobtan TB agar pasien tidak merasa cemas dan melakukan evaluasi secara berkala mengenai komunikasi terapeutik perawat yang diberikan kepada pasien/pelanggan. DAFTAR PUSTAKA Berril kholif arrohman, . : hubungan komunikasi terapeutik perawatdengan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi katarak di rumah sakit tingkat i baladhika husada jember. Universitas jember Budiyanti, 2021. Penyuluhan Pencegahan TBC di Era New Normal. Program Studi Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi. Fakultas Kedokteran. Universitas Syiah Kuala. Banda Aceh. Bhatia. V, et al. Ending TB in Southeast Asia : Current Resources Are Not Enough. BMJ Global Health, 5. Centers for Disease Control and Prevention, 2021. Tuberculosis. Basic TB Facts. Fusfitasari. komunikasi terapeutik . herapeutic communicatio. pada anak. PM Publisheer. Global Report World Health Organization (WHO), 2019. Riset Kesehatan Dasar Tuberculosis . RISKESDAS. Jakarta : Kemenkes RI. Junaedi. , & Sukmono. Komunikasi Kesehatan : Sebuah Pengantar Komprehensif . Jakarta : Prenada Media Grup Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, . : Jadikan Penerus Bangsa bebas TBC. Dimulai dari Diri Sendiri dan Keluarga. Kementrian Kesehatan RI, 2019. Profil kesehatan Provinsi DKI Jakarta Tahun Nurul Huda, . : Hubungan Komunikasi Terapiutik Perawat Dengan Motivasi Sembuh Pada Pasien Tbc Rawat Inap Di Ruang Mawar Rs Paru. Notoatmodjo. Metodologi Penelitian Kesehatan (Cetakan . Rineka Cipta. Nursalam. Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. PenerbiT Salemba Medika. Puspasari. Asuhan Keperawatan Pada Pasien Dengan Gangguan Sistem PernafasanYogyakarta: PT. Pustaka Baru