Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 PENDAMPINGAN DOSEN PEMULA MELALUI INTEGRASI ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM PROGRAM PKDP UNTUK PENINGKATAN KETERAMPILAN PENULISAN ILMIAH Muhammad Royhan Assaiq1*. Hanin Yumna2. Siti Muna Hayati3. Mohammad Cholil Alwi4. Lilik Agus Saputro5 1,2,3,4,5 Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga. Yogyakarta. Indonesia e-mail: royhanmuhammad2001@gmail. ABSTRACT Scientific publications are an essential pillar in the development of novice lecturers' careers and institutional reputation, but are often hampered by technical obstacles and limited mastery of academic rules. To address this challenge, the 2025 Beginner Lecturer Competency Improvement Programme (PKDP) introduces innovation by integrating Artificial Intelligence (AI) into the Article Writing module. This study aims to analyse the implementation and impact of AI integration, focusing on two aspects: the strategy of its use to improve writing efficiency and the application of ethical principles to maintain academic It uses a qualitative approach through module content analysis, literature study, and semi-structured interviews with participants and facilitators. The study found that AI served as a co-author assistant in literature search, outlining, and language The application of the Dialogical Iterative Technique (DIT) was shown to reduce participants' cognitive load, allowing them to focus more on analysing and formulating original ideas. Despite increasing efficiency and confidence, the utilisation of AI also poses ethical challenges such as the risk of plagiarism, data fabrication, and over-reliance. This research recommends three ethical principles in the use of AI: challenge of use, validation of results, and commitment to originality. Thus. AI can be optimised as a productivity-enhancing tool without compromising scientific Keywords: Artificial Intelligence. Scientific Papers. Beginner Lecturers. AI Strategy and Ethics Pendampingan Dosen Pemula melalui Integrasi Artificial Intelligence dalam Program PKDP untuk Peningkatan Keterampilan Penulisan Ilmiah Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 ABSTRAK Publikasi ilmiah menjadi pilar penting dalam pengembangan karier dosen pemula dan reputasi institusi, namun sering terhambat oleh kendala teknis serta keterbatasan penguasaan kaidah akademik. Untuk menjawab tantangan ini. Program Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) 2025 menghadirkan inovasi melalui integrasi Artificial Intelligence (AI) dalam modul Penulisan Artikel. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi dan dampak integrasi AI dengan fokus pada dua aspek: strategi pemanfaatannya untuk meningkatkan efisiensi penulisan serta penerapan prinsip etika guna menjaga integritas akademik. Menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis konten modul, studi literatur, dan wawancara semiterstruktur dengan peserta serta fasilitator. Penelitian ini menemukan bahwa AI berfungsi sebagai co-author assistant dalam pencarian literatur, penyusunan kerangka, dan penyempurnaan bahasa. Penerapan Dialogical Iterative Technique (DIT) terbukti mengurangi beban kognitif peserta, sehingga mereka dapat lebih fokus pada analisis dan perumusan gagasan orisinal. Meskipun meningkatkan efisiensi dan kepercayaan diri, pemanfaatan AI juga menimbulkan tantangan etis seperti risiko plagiarisme, fabrikasi data, dan ketergantungan Penelitian ini merekomendasikan tiga prinsip etis dalam penggunaan AI: tantangan penggunaan, validasi hasil, dan komitmen menjaga orisinalitas. Dengan demikian. AI dapat dioptimalkan sebagai alat peningkat produktivitas tanpa mengorbankan integritas ilmiah. Kata Kunci: Artificial Intelligence. Karya Ilmiah. Dosen Pemula. Strategi dan Etika Penggunaan AI Muhammad Royhan Assaiq. Hanin Yumna. Siti Muna Hayati. Mohammad Cholil Alwi. Lilik Agus Saputro Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 PENDAHULUAN Publikasi artikel ilmiah menjadi indikator utama kualitas seorang dosen sekaligus reputasi perguruan tinggi (Handayani & Hidayat, 2. Pada tingkat internasional, produktivitas publikasi telah menjadi instrumen strategis untuk memperkuat daya saing akademik dan membangun jejaring ilmiah lintas negara (Dhillon dkk. , 2. Artikel ilmiah tidak hanya berperan sebagai media diseminasi hasil penelitian, tetapi juga menjadi syarat mutlak untuk kenaikan jabatan fungsional, pengembangan karier, dan akreditasi institusi (Wahyudi. Dengan demikian, keterampilan menulis artikel yang sesuai dengan standar jurnal bereputasi merupakan kompetensi dasar yang wajib dikuasai oleh dosen di era kompetisi global sebagai salah satu bentuk pengabdian kepada institusinya (Uyun, 2. Dalam konteks Indonesia, urgensi publikasi ilmiah semakin ditekankan melalui berbagai regulasi, termasuk kewajiban publikasi hasil penelitian sebagai syarat pengakuan akademik dan penilaian akreditasi (Gunarto & Haddy, 2. Namun, kenyataannya dosen pemula masih menghadapi hambatan signifikan. Beberapa kendala yang kerap muncul antara lain keterbatasan penguasaan bahasa, rendahnya kompetensi dalam menulis sesuai kaidah akademik, serta kurangnya pemahaman mengenai etika publikasi ilmiah (Nurbayan dkk. , 2. Kondisi ini berimplikasi pada rendahnya kontribusi publikasi dosen pemula dalam jurnal bereputasi, baik di tingkat nasional maupun internasional (Sari dkk. , 2. Sebagai salah satu strategi peningkatan kapasitas dosen pemula. Kementerian Agama menyelenggarakan Program Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP). Program ini merupakan tahap penting dalam pengembangan karier akademik karena mencakup kegiatan orientasi, pembimbingan di tempat kerja, serta pengembangan keterampilan Tridharma Pendampingan Dosen Pemula melalui Integrasi Artificial Intelligence dalam Program PKDP untuk Peningkatan Keterampilan Penulisan Ilmiah Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 Perguruan Tinggi (Assaiq dkk. , 2. Di UIN Sunan Kalijaga. PKDP dirancang secara sistematis melalui kombinasi In Service Course (ISC) dan On The Job Course (OJC), yang membekali dosen pemula dengan keterampilan pedagogis, penulisan karya ilmiah, pemahaman karir dan jabatan, serta wawasan moderasi beragama (Devi Pramitha & Bunga Aprilia Firdausi, 2. Salah satu inovasi penting dalam PKDP 2025 adalah dimasukkannya integrasi Artificial Intelligence (AI) ke dalam modul AuPenulisan ArtikelAy, di mana AI diposisikan bukan hanya sebagai alat bantu teknis, tetapi juga sebagai instrumen strategis yang mempercepat proses literatur, menyempurnakan tata bahasa, serta memfasilitasi penyusunan kerangka tulisan secara lebih efisien. Pemanfaatan AI dalam dunia pendidikan telah banyak dikaji Pemanfaatan tersebut baik digunakan sebagai media maupun dalam proses pembelajaran di kelas. Sebagai contoh, kajian Sudrajat yang menyoroti penggunaan AI dalam pengembangan media pembelajaran (Sudrajat dkk. , 2. Sementara Rochmawati dan Diantama, menekankan peran AI dalam mendukung proses belajar-mengajar (Rochmawati dkk. , 2023. Suariqi Diantama, 2. Sehingga, keduanya selaras mengkaji pemanfaatan AI dalam ranah pendidikan untuk mendukung proses belajar-mengajar yang edukatif dan solutif. Dalam konteks penulisan akademik. Nugroho dan Ling Jen mengkaji dari persepsi sekaligus penggunaan pada mahasiswa terhadap AI (Ling Jen & Salam, 2024. Nugroho dkk. , 2. Penggunaan tersebut kemudian oleh Nazari digunakan untuk menguji efektivitas AI dalam penulisan ilmiah (Nazari , 2. Kemudian DjaAofar dan Hamidah membahas mengenai praktik pemanfaatan AI (Veri Hardinansyah DjaAofar & Fitria Nur Hamidah, 2. Meskipun pemanfaatan AI dalam pendidikan telah banyak dikaji, mayoritas studi tersebut berfokus pada konteks mahasiswa atau ranah pendidikan umum. Muhammad Royhan Assaiq. Hanin Yumna. Siti Muna Hayati. Mohammad Cholil Alwi. Lilik Agus Saputro Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 bukan pada kurikulum pengembangan kapasitas dosen pemula. Sementara itu, integrasi AI bagi dosen pemula menuntut pendekatan etis dan strategis yang berbeda, mengingat pentingnya menjaga integritas ilmiah untuk karir dan reputasi institusi (Balta, 2. Integrasi AI dalam kurikulum PKDP hingga kini masih relatif baru dan belum banyak ditelaah secara sistematis. Kebaruan dalam penelitian ini terletak pada analisis komprehensif terhadap model integrasi AI yang berimbang, yaitu: . Strategi pemanfaatan AI untuk efisiensi penulisan artikel ilmiah . engan temuan kunci Dialogical Iterative Technique/ DIT), dan . Perumusan kerangka etika praktis yang harus dipegang dosen pemula (Transparansi. Validasi. Orisinalita. Dengan menelaah dua dimensi ini, artikel ini berkontribusi pada literatur mengenai literasi AI kritis dalam pengembangan profesional dosen PELAKSANAAN DAN METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, analisis konten, dan wawancara semi-terstruktur. Pemilihan metode ini didasarkan pada tujuan penelitian, yaitu menelaah secara mendalam isi modul Penulisan Artikel pada PKDP 2025 sekaligus menggali pengalaman empiris peserta mengenai integrasi AI dalam kurikulum pelatihan. Sumber data utama penelitian adalah modul Penulisan Artikel PKDP yang digunakan pada kegiatan PKDP 2025 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Modul ini merupakan bahan ajar resmi yang memuat materi penulisan ilmiah, strategi publikasi, dan etika akademik. Data sekunder diperoleh dari berbagai literatur dan penelitian terdahulu yang relevan dengan pemanfaatan AI dalam penulisan artikel ilmiah. Untuk melengkapi analisis dokumen, penelitian juga melibatkan data empiris melalui wawancara semi-terstruktur dengan peserta dan fasilitator Pendampingan Dosen Pemula melalui Integrasi Artificial Intelligence dalam Program PKDP untuk Peningkatan Keterampilan Penulisan Ilmiah Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 PKDP. Sebanyak empat peserta dipilih dengan teknik purposive sampling agar mewakili latar belakang yang beragam, ditambah dua fasilitator yang terlibat langsung dalam kegiatan pelatihan. Melalui wawancara ini diperoleh pemahaman mengenai persepsi, pengalaman, serta praktik pemanfaatan AI dalam proses penulisan artikel ilmiah (Nasution, 2. Kegiatan PKDP 2025 sendiri diikuti oleh 224 peserta dari berbagai Perguruan Tinggi (PT) di bawah Kementerian Agama. Program ini dilaksanakan dalam tiga tahap, yakni In Service Course 1 (ISC . On the Job Course (OJC), dan In Service Course 2 (ISC . Modul Penulisan Artikel diposisikan sebagai salah satu materi inti yang wajib diikuti seluruh peserta, sehingga analisis terhadap modul ini representatif dalam menggambarkan strategi penguatan keterampilan publikasi ilmiah. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis isi yang berlangsung dalam tiga tahap. Pertama, tahap reduksi, informasi dari modul maupun hasil wawancara yang relevan dengan pemanfaatan AI diseleksi. Tahap berikutnya adalah kategorisasi, di mana data dikelompokkan ke dalam tema utama seperti strategi pemanfaatan AI, etika penggunaannya, serta implikasi terhadap penulisan Tahap terakhir adalah interpretasi, yaitu menafsirkan temuan untuk merumuskan panduan strategis dan prinsip etis yang dapat dijadikan pedoman bagi dosen pemula (Rijali, 2. Keabsahan data dijaga dengan menerapkan beberapa strategi validitas. Triangulasi metode dilakukan melalui kombinasi analisis dokumen dan membandingkan isi modul, pengalaman peserta, dan pandangan fasilitator. Selain itu, peer debriefing dilaksanakan melalui diskusi dengan rekan sejawat untuk memperkaya perspektif analisis, dan audit trail disusun dengan Muhammad Royhan Assaiq. Hanin Yumna. Siti Muna Hayati. Mohammad Cholil Alwi. Lilik Agus Saputro Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 mendokumentasikan seluruh proses penelitian secara sistematis dan transparan agar dapat ditelusuri kembali oleh peneliti lain. HASIL DAN PEMBAHASAN Integrasi Artificial Intelligence (AI) dalam Modul Penulisan Karya Ilmiah PKDP 2025 Modul Penulisan Artikel PKDP tahun 2025 menunjukkan adanya inovasi kurikulum melalui integrasi pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) sebagai teknik penunjang penulisan karya ilmiah. Inovasi ini lahir dari kebutuhan praktis dosen pemula yang sering kali menghadapi hambatan teknis, seperti kesulitan mencari referensi, menyusun kerangka tulisan, menjaga konsistensi gaya bahasa, maupun mengolah data penelitian. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, modul PKDP 2025 secara eksplisit memuat penggunaan AI dalam BAB IV berjudul AuTeknik Penunjang Penulisan Artikel IlmiahAy, yang menekankan bahwa AI tidak lagi sekedar tambahan opsional, melainkan bagian penting dari keterampilan penunjang yang harus dikuasai. Dengan demikian, integrasi AI dalam modul ini tidak hanya mempercepat proses penulisan, tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas karya ilmiah yang dihasilkan oleh dosen pemula(Tim LPM UIN Sunan Kalijaga, 2. Modul PKDP secara rinci memetakan fungsi AI dalam berbagai aktivitas akademik, sebagai berikut: Pencarian literatur dan referensi AI diperkenalkan melalui platform seperti elicit, consensus, dan researchrabbit yang mampu mempercepat identifikasi sumber ilmiah yang relevan. Penyusunan kerangka tulisan Pendampingan Dosen Pemula melalui Integrasi Artificial Intelligence dalam Program PKDP untuk Peningkatan Keterampilan Penulisan Ilmiah Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 Chatbot interaktif seperti ChatGPT dan Gemini, yang dapat dimanfaatkan untuk membantu menyusun ide, membangun argumentasi, dan merancang outline artikel secara logis. Peningkatan kualitas bahasa Aplikasi seperti Grammarly dapat digunakan untuk pengecekan tata bahasa dan gaya penulisan, sementara Quillbot juga turut mampu dimanfaatkan untuk parafrase agar terhindar dari plagiarisme. Analisis dan visualisasi data Modul AI sebagai pemvisualisasi data, baik kuantitatif maupun kualitatif untuk memperkuat penyajian data hasil penelitian. Berdasarkan hasil wawancara dengan peserta PKDP, fungsi yang paling sering dimanfaatkan bukanlah analisis data, melainkan dua aspek awal, yaitu pencarian literatur dan penyusunan kerangka tulisan, karena keduanya sangat membantu mengatasi kesulitan dalam memulai proses penulisan. Sebaliknya, fitur analisis dan visualisasi data masih jarang digunakan, sebab tahap interpretasi tetap membutuhkan penalaran manusia agar hasil penelitian tetap Dengan demikian, pemanfaatan AI pada fase awal ini lebih banyak difokuskan untuk memperkuat landasan literatur serta merapikan struktur logis Sementara dalam kurikulum, modul PKDP menempatkan AI sebagai co-author assistant yang berfungsi mempercepat tahapan teknis penulisan karya ilmiah. Penempatan ini berangkat dari pemahaman bahwa AI tidak dapat menggantikan kapasitas berpikir kritis dan orisinalitas penulis, sehingga teknologi tersebut hanya diarahkan untuk meningkatkan efisiensi tanpa mengurangi keaslian maupun integritas Untuk mendukung hal tersebut, modul memperkenalkan strategi Muhammad Royhan Assaiq. Hanin Yumna. Siti Muna Hayati. Mohammad Cholil Alwi. Lilik Agus Saputro Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 pemanfaatan AI yang efektif dan etis, termasuk mendorong peserta menyusun prompt dengan pendekatan humanis-dialogis agar interaksi lebih reflektif, serta mengenalkan Dialogical Iterative Technique (DIT) sebagai metode yang menekankan eksplorasi, kritik, revisi, dan validasi berulang terhadap keluaran AI. Melalui pendekatan ini. AI diposisikan bukan sebagai pengganti proses intelektual manusia, tetapi sebagai mitra berpikir yang mampu memantik kreativitas sekaligus mempertajam analisis penulis (Tim LPM UIN Sunan Kalijaga, 2. Pandangan strategis yang ditawarkan oleh modul PKDP 2025 sejalan dengan praktik pengajaran fasilitator serta pengalaman nyata para peserta. Hal ini dapat dipahami karena data empiris hasil wawancara menunjukkan bahwa sebagian besar peserta memiliki respon positif terhadap integrasi AI dalam modul, terutama sebagai solusi praktis untuk mengatasi hambatan penulisan, seperti kesulitan memulai tulisan, keterbatasan kosa kata akademik, pengecekan tata bahasa, penyusunan kerangka, hingga efisiensi dalam meninjau literatur (SMH, komunikasi pribadi, 6 September 2. Sejumlah pengalaman peserta memperkuat temuan ini. K menyatakan bahwa AI membantunya menyusun draft awal dan memperbaiki struktur kalimat sehingga ia dapat lebih fokus pada substansi penelitian (K, komunikasi pribadi, 6 September 2. Sementara. A menilai AI efektif dalam analisis metodologi, tetapi menolak praktik copy-paste penuh dari hasil AI karena berisiko menimbulkan ketergantungan (A, komunikasi pribadi, 6 September Dengan demikian, meskipun AI dipandang bermanfaat, penggunaannya tetap harus diposisikan sebagai alat bantu yang mendukung kreativitas, bukan sebagai pengganti orisinalitas dan kemampuan kritis penulis. Sudut pandang fasilitator dan peserta menunjukkan bahwa kehadiran AI tidak hanya mempermudah aspek teknis penulisan, tetapi juga meningkatkan Pendampingan Dosen Pemula melalui Integrasi Artificial Intelligence dalam Program PKDP untuk Peningkatan Keterampilan Penulisan Ilmiah Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 rasa percaya diri dosen pemula dalam proses menulis. Ini terjadi karena ketika hambatan teknis dapat diatasi, peserta memiliki lebih banyak ruang berpikir untuk mengembangkan ide, memperdalam analisis, dan memperkuat argumen Fakta tersebut mendapatkan verifikasi berdasarkan data hasil wawancara, dimana peserta menilai integrasi AI dalam kurikulum PKDP 2025 membantu membangun kebiasaan menulis yang lebih produktif sekaligus Karena itu, modul PKDP 2025 dapat dikatakan berhasil menempatkan AI secara seimbang sebagai pendukung strategis untuk meningkatkan kemampuan menulis tanpa mengurangi daya kritis dan orisinalitas akademik dosen pemula. Strategi dan Implementasi Pemanfaatan AI oleh Dosen Pemula Implementasi AI dalam praktik penulisan karya ilmiah oleh dosen pemula pada PKDP 2025 menunjukkan perubahan nyata dari sekadar pengetahuan teoritis menjadi praktik yang strategis dan multifungsi. Sebelum pelatihan, sebagian besar peserta hanya mengenal AI pada level umumAi misalnya sebatas sebagai alat untuk mencari informasi atau memperbaiki bahasaAitanpa memahami bagaimana mengoptimalkannya sebagai bagian dari proses berpikir ilmiah. Pelatihan PKDP kemudian memperluas perspektif tersebut dengan mengenalkan fungsi AI secara lebih terstruktur dan terarah terhadap kebutuhan akademik. Setelah mengikuti pelatihan, terjadi pergeseran signifikan dalam cara peserta memanfaatkan AI. Mereka mulai menerapkan teknik yang lebih Dialogical Iterative Technique (DIT), membimbing pengguna untuk mengeksplorasi, mengkritisi, merevisi, dan memvalidasi secara berulang keluaran AI. Dengan demikian, peserta tidak lagi menerima jawaban AI secara mentah, tetapi mengolahnya sebagai bagian dari proses reflektif dalam penulisan ilmiah. Melalui pendekatan ini, integrasi AI Muhammad Royhan Assaiq. Hanin Yumna. Siti Muna Hayati. Mohammad Cholil Alwi. Lilik Agus Saputro Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 dalam kurikulum PKDP 2025 berfungsi sebagai strategi yang mempercepat proses penulisan sekaligus membangun pola pikir kritis dalam berinteraksi dengan teknologi yang semakin maju (Tim LPM UIN Sunan Kalijaga, 2. Dalam praktiknya, pemanfaatan AI oleh dosen pemula dapat dilihat dari tiga fungsi utama yang menopang keterampilan menulis ilmiah (Han, 2. Tahap literatur review Aplikasi seperti Elicit dan ResearchRabbit digunakan bukan hanya untuk menelusuri referensi, tetapi juga memetakan lanskap riset dan mengidentifikasi celah penelitian. Tahap penyusunan argumen Chatbot interaktif seperti ChatGPT dan Gemini berfungsi sebagai teman diskusi untuk membantu mengatasi kesulitan memulai tulisan serta menyusun kerangka agar lebih runtut (Haman & kolnyk, 2024. Welsby & Cheung, 2. Tahap pemolesan naskah Aplikasi seperti Grammarly dan Quillbot membantu memastikan tata bahasa yang akurat serta gaya penulisan yang sesuai dengan standar jurnal bereputasi. Praktik ini menunjukkan bahwa meskipun AI efektif dalam meningkatkan produktivitas, tetap terdapat tantangan berupa kesenjangan literasi digital dan potensi ketergantungan berlebihan, sehingga penggunaannya perlu diarahkan secara selektif dan juga etis. Keberhasilan penggunaan AI dalam pelatihan PKDP 2025 sangat ditentukan oleh strategi pembelajaran yang dipilih, yaitu menekankan pembentukan literasi AI yang kritis, bukan sekedar penguasaan alat teknis. Strategi ini sangat penting karena tanpa literasi kritis, peserta berisiko hanya menjadi pengguna pasif yang menerima hasil AI tanpa pemahaman yang Pendampingan Dosen Pemula melalui Integrasi Artificial Intelligence dalam Program PKDP untuk Peningkatan Keterampilan Penulisan Ilmiah Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 Untuk itu, fasilitator mengimplementasikan pendekatan aktif melalui DIT yang membimbing peserta menjalani siklus eksplorasi dengan mengajukan pertanyaan, kritik terhadap asumsi AI, revisi dengan menyempurnakan prompt, serta validasi melalui pembandingan dengan sumber asli. Dengan cara ini. AI tidak diposisikan sebagai penulis pengganti, melainkan sebagai teman berpikir yang perlu diarahkan, diuji, dan dicek ulang agar orisinalitas serta integritas akademik penulis tetap terjaga (Polonsky & Rotman, 2. Gambar 1. Proses Pendampingan Peserta PKDP dalam Sesi Pemanfaatan AI Dalam gambar 1 terlihat fasilitator memberikan pendampingan langsung kepada peserta PKDP saat sesi praktik penggunaan AI. Aktivitas ini menunjukkan bagaimana peserta diarahkan untuk memanfaatkan berbagai aplikasi AI secara terstruktur, mulai dari penyusunan kerangka tulisan hingga penyempurnaan bahasa. Pendampingan tersebut menjadi bagian penting dari implementasi strategi pembelajaran kritis yang menekankan pemahaman konseptual sekaligus keterampilan teknis peserta. Dampak dari penerapan strategi ini cukup besar, terutama dari perspektif peserta yang merasakan efektivitasnya dalam membantu menemukan topik Muhammad Royhan Assaiq. Hanin Yumna. Siti Muna Hayati. Mohammad Cholil Alwi. Lilik Agus Saputro Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 penelitian serta menentukan relevansinya. Dalam konteks ini terjadi karena strategi tersebut memungkinkan AI digunakan sebagai alat untuk mempermudah penentuan arah penelitian, dengan catatan hasilnya tetap harus dikonfirmasi ulang agar sesuai dengan standar akademik. Peserta tidak hanya menghemat waktu, tetapi juga mengalami cognitive offloading, yakni ketika tugas-tugas teknis berulang seperti pencarian literatur awal atau pengecekan tata bahasa dapat dialihkan kepada AI, sehingga energi berpikir para dosen pemula lebih bisa difokuskan pada analisis mendalam, pengolahan ide-ide yang kompleks, dan perumusan argumen baru (MSA, komunikasi pribadi, 6 September 2. Oleh karena itu, integrasi AI yang diarahkan secara etis tidak melemahkan kemampuan berpikir kritis, tetapi justru memperkuatnya sekaligus meningkatkan rasa percaya diri dalam menulis (Muaddyl Akhyar , 2. Etika Akademik dan Implikasi Integrasi AI Salah satu tantangan paling signifikan dalam pemanfaatan AI untuk penulisan karya ilmiah adalah potensi pelanggaran etika akademik, khususnya risiko plagiarisme dan berkurangnya orisinalitas tulisan. Tantangan ini muncul karena AI terutama chatbot yang menghasilkan teks mencantumkan rujukan secara jelas. Dalam praktiknya. AI sering menampilkan paragraf yang struktur ataupun redaksinya sangat dekat dengan sumber asli, sehingga pengguna tidak menyadari bahwa teks tersebut sebenarnya mendekati duplikasi. Selain itu, gaya penulisan yang dihasilkan cenderung generik dan seragam, yang dapat menutupi kontribusi personal penulis dan membuat naskah tampak tidak lagi mencerminkan karakter akademik penulis itu sendiri. Kondisi ini menunjukkan bahwa penggunaan AI tanpa pengawasan kritis dapat mengaburkan batas antara Pendampingan Dosen Pemula melalui Integrasi Artificial Intelligence dalam Program PKDP untuk Peningkatan Keterampilan Penulisan Ilmiah Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 dukungan teknologi dan pelanggaran etika ilmiah (Tim LPM UIN Sunan Kalijaga, 2. Menyadari risiko plagiarisme, modul PKDP 2025 menempatkan integritas akademik sebagai prinsip utama dalam pemanfaatan AI. Kurikulum tidak hanya dirancang untuk meningkatkan kompetensi teknis peserta dalam menggunakan berbagai platform AI, tetapi juga untuk membangun kesadaran etis terhadap konsekuensi akademik yang mungkin Modul memberikan arahan yang tegas agar setiap keluaran AI tetap melalui proses verifikasi, refleksi kritis, dan penegasan kontribusi intelektual manusia pada setiap bagian tulisan. Pendekatan ini mendorong peserta untuk tetap menjaga keaslian gagasan, memvalidasi kebenaran data dan referensi, serta memastikan bahwa AI berperan sebagai alat bantu, bukan pengganti proses intelektual. Dengan demikian, integrasi AI dalam PKDP tidak hanya mempercepat proses penulisan, tetapi juga menegakkan standar etika yang memastikan karya ilmiah tetap kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan (Tim LPM UIN Sunan Kalijaga, 2. Kekhawatiran mengenai etika ini juga disuarakan oleh SMH, sebagai salah satu fasilitator PKDP 2025, yang menyatakan bahwa tantangan terbesar adalah memastikan dosen pemula tidak hanya copy-paste, tetap menggunakan AI sebagai partner berpikir. Pendapat ini didasarkan pada pemahaman bahwa karya ilmiah yang sepenuhnya dihasilkan oleh AI tanpa kontribusi pemikiran manusia dapat merusak integritas akademik (SMH, komunikasi pribadi, 6 September 2. Hal tersebut sejalan dengan pernyataan BIH, peserta PKDP, yang menekankan perlunya verifikasi ulang setiap kalimat yang dihasilkan AI guna menjamin keaslian gagasan. Dengan begitu, meskipun AI terbukti mempercepat proses penulisan, tanggung jawab akhir untuk menjaga orisinalitas dan menghindari plagiarisme tetap Muhammad Royhan Assaiq. Hanin Yumna. Siti Muna Hayati. Mohammad Cholil Alwi. Lilik Agus Saputro Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 berada ditangan penulis melalui proses verifikasi, parafrase, dan refleksi kritis yang cermat (BIH, komunikasi pribadi, 6 September 2. Selain plagiarisme, risiko penting lainnya dari pemanfaatan AI dalam penulisan karya ilmiah adalah kemungkinan munculnya data yang dibuatAi buat dan penyebaran informasi yang keliru. Hal ini disebabkan karena AI dirancang untuk menghasilkan jawaban yang terdengar logis dan meyakinkan, namun tidak memiliki kemampuan untuk memverifikasi kebenaran faktual dari informasi yang dihasilkannya. Akibatnya dapat berujung pada munculnya data, kutipan, atau bahkan referensi yang tidak akurat atau tidak pernah ada sama sekali. Modul PKDP 2025 secara tegas mengingatkan peserta akan potensi risiko ini dengan menekankan kewajiban mengecek DOI, judul artikel, dan keberadaan jurnal saat AI memberi referensi, sebagai bentuk praktik validasi. Pengalaman empiris dari HM menguatkan risiko ini. AuSaya pernah meminta AI mencarikan referensi, dan beberapa di antaranya ternyata tidak bisa ditemukan, ini pelajaran bahwa AI tidak bisa dipercaya begitu sajaAy (HM, komunikasi pribadi, 6 September 2. Oleh karena itu, sikap skeptis dan kewajiban untuk melakukan validasi manual terhadap setiap data atau sumber yang disajikan oleh AI adalah sebuah prinsip yang tidak dapat ditawar agar karya ilmiah yang dihasilkan tetap kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan. Penggunaan AI yang tidak bijaksana berisiko menimbulkan ketergantungan berlebih yang dapat melemahkan kemampuan analisis kritis dosen pemula. Ketika tugas-tugas yang membutuhkan pemikiran mendalam secara konsisten dialihkan kepada AI, terdapat kekhawatiran bahwa keterampilan analisis, argumentasi, dan sintesis ide milik penulis akan menurun karena kurang terlatih. Untuk mengantisipasi hal tersebut, kurikulum PKDP 2025 memperkenalkan DIT, sebuah metode yang secara Pendampingan Dosen Pemula melalui Integrasi Artificial Intelligence dalam Program PKDP untuk Peningkatan Keterampilan Penulisan Ilmiah Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 eksplisit mendorong peserta untuk tetap terlibat aktif dalam proses berpikir Melalui DIT, peserta tidak hanya diminta mengkritisi dan memvalidasi keluaran AI, tetapi juga menulis ulang bagian yang belum tepat, memperbaiki argumen, serta merefleksikan kembali struktur logika Dengan demikian. AI tidak menjadi sumber teks yang langsung digunakan, melainkan pemicu dialog yang mengharuskan peserta mempertahankan kontribusi intelektualnya. Siti Muna, sebagai fasilitator menyatakan bahwa tujuan utama penerapan DIT adalah memastikan peserta tidak bersikap pasif terhadap jawaban AI, tetapi terus mengajukan pertanyaan, memperbaiki formulasi kalimat, dan menyusun ulang argumen berdasarkan pemahaman mereka Penerapan teknik ini terbukti memfasilitasi cognitive offloading yang positif, di mana tugas-tugas teknis yang repetitif dapat dibantu oleh AI, sementara peserta tetap fokus pada substansi penelitian dan proses analtis yang lebih mendalam. Dengan kerangka kerja seperti ini. AI dapat memperkuat ketajaman berpikir penulis. Namun tanpa strategi kritis seperti DIT, penggunaan AI justru berpotensi menumbuhkan kepasifan intelektual dan mengikis keterampilan akademik yang esensial (SMH, komunikasi pribadi, 6 September 2. Implikasi akhir dari integrasi AI bersifat ganda, di satu sisi meningkatkan potensi produktivitas publikasi, namun di sisi lain menuntut penjagaan kualitas dan integritas akademik yang lebih ketat. AI mampu mengakselerasi berbagai tahapan teknis dalam penulisan, yang secara langsung dapat mempercepat laju publikasi. Akan tetapi, percepatan ini harus diimbangi dengan kesadaran etis yang tinggi untuk menghindari risiko-risiko yang telah disebutkan. Untuk menyeimbangkan kedua implikasi ini, modul dan proses pembimbingan PKDP 2025 merumuskan Muhammad Royhan Assaiq. Hanin Yumna. Siti Muna Hayati. Mohammad Cholil Alwi. Lilik Agus Saputro Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 prinsip-prinsip etika praktis yang harus dipegang oleh dosen pemula. Oleh karena itu, agar pemanfaatan AI dapat optimal tanpa mengorbankan integritas, dosen pemula perlu berpegang pada tiga pedoman etis utama:(Tim LPM UIN Sunan Kalijaga, 2. Transparansi Jujur mengakui penggunaan AI dalam proses penulisan, meskipun tidak semua jurnal telah memiliki kebijakan spesifik mengenai hal ini. Sebagai contoh, penulis dapat mencantumkan pernyataan singkat pada bagian ucapan terima kasih bahwa AI digunakan untuk membantu pengecekan tata bahasa atau penyusunan kerangka awal. Validasi Melakukan verifikasi silang terhadap semua data, informasi, dan referensi yang dihasilkan oleh AI dengan sumber-sumber yang Misalnya, ketika AI memberikan daftar referensi, penulis wajib mengecek kembali keberadaan DOI, judul artikel, dan kesesuaian isi sebelum menggunakannya. Orisinalitas Memposisikan AI sebagai asisten atau mitra berpikir, bukan sebagai penulis utama, untuk memastikan gagasan inti dan argumen tetap berasal dari pemikiran orisinal penulis. Dalam hal ini, penulis dapat menggunakan AI untuk memetakan ide awal, tetapi tetap menyusun argumen inti dan analisis secara mandiri. Dengan berpegang pada prinsip-prinsip ini, pemanfaatan AI dalam penulisan karya ilmiah dapat dioptimalkan untuk mendukung produktivitas tanpa mengorbankan nilai-nilai etika akademik yang menjadi fondasi dunia Pendampingan Dosen Pemula melalui Integrasi Artificial Intelligence dalam Program PKDP untuk Peningkatan Keterampilan Penulisan Ilmiah Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 KESIMPULAN Integrasi AI dalam kurikulum PKDP 2025 di PTP UIN Sunan Kalijaga menandai sebuah langkah inovatif yang strategis untuk menjawab tantangan produktivitas publikasi ilmiah. Temuan utama penelitian ini adalah bahwa AI diposisikan secara strategis sebagai co-author assistant atau mitra berpikir yang mengakselerasi proses penulisan dengan membantu tugas-tugas teknis seperti tinjauan literatur . elalui Elicit dan ResearchRabbi. , pengembangan kerangka argumentasi (ChatGPT dan Gemin. , dan pemolesan naskah (Grammarly dan Quillbo. Kontribusi orisinal studi ini terletak pada identifikasi strategi pembelajaran kritis DIT. DIT terbukti berhasil mencegah ketergantungan pasif dan justru mendorong cognitive offloading positif, yang mengalihkan beban teknis kepada AI sehingga peserta dapat lebih fokus pada analisis substansial dan perumusan gagasan orisinal. Dengan demikian, kualitas karya ilmiah yang dihasilkan menjadi lebih kuat. Meskipun menawarkan banyak manfaat, pemanfaatan AI juga mengandung risiko etis, seperti potensi plagiarisme, pembuatan data palsu, dan berkurangnya kemampuan berpikir kritis. Karena itu, integrasi AI tidak cukup hanya mengandalkan penguasaan teknis, tetapi juga harus ditopang oleh landasan etika yang kuat. Artikel ini menegaskan bahwa penggunaan AI secara bertanggung jawab memerlukan tiga prinsip utama: transparansi terhadap penggunaan AI, validasi terhadap semua hasil yang dihasilkan AI, dan komitmen menjaga orisinalitas gagasan. Dengan cara ini. AI dapat dimanfaatkan sebagai alat yang meningkatkan produktivitas tanpa mengorbankan integritas akademik yang menjadi fondasi dunia ilmu Muhammad Royhan Assaiq. Hanin Yumna. Siti Muna Hayati. Mohammad Cholil Alwi. Lilik Agus Saputro Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 Selain itu, temuan penelitian ini memperlihatkan bahwa PKDP bukan sekadar pelatihan teknis, tetapi juga bentuk nyata pendampingan dan pemberdayaan dosen pemula dalam meningkatkan kapasitas akademik Melalui integrasi AI yang terarah dan etis. PKDP memperkuat peran institusi dalam membangun ekosistem akademik yang suportif, sehingga dosen pemula dapat tumbuh sebagai peneliti yang mandiri, produktif, dan berdaya saing. Pendampingan Dosen Pemula melalui Integrasi Artificial Intelligence dalam Program PKDP untuk Peningkatan Keterampilan Penulisan Ilmiah Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 DAFTAR PUSTAKA