ISSN :1411 Ae 6782 (Ceta. 2620-6935 (Elektroni. Jurnal AGRI PEAT. Vol. 26 No. Maret 2026: 7 - 15 PENGARUH PUPUK ORGANIK TERHADAP HASIL DAN KUALITAS HASIL SELADA MERAH (Lactuca sativa L) PADA MEDIA GAMBUT (The Effect Of Organic Fertilizer On The Yield And Quality Of Red Lettuce (Lactuca sativa L) On Peat Medi. Siti Zubaidah. Rahmawati Budi Mulyani. Grisly Pituati. Anggie Yuniartha Lubis. Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya Kontak person: sitizubaidah@agr. Diterima: 19/03/2026 Disetujui: 31/03/2026 ABSTRACT The purposes of this research are the following: . To determine the chemical properties of deep peat Red lettuce (Lactuca sativa L. ) is a type of vegetable plant whose leaves are consumed, increasingly in demand and favored by the community, because it has nutritional content such as macronutrients, minerals, bioactive compounds or antioxidants, and phenolic compounds. The need is increasing so it needs to be developed, one of which is in peat soil. The constraints faced in peat soil are poor nutrients, to overcome this include the provision of organic fertilizers, namely vermicompost and rice washing The purpose of this study was to obtain the best results and quality of red lettuce results in the provision of organic vermicompost and rice washing water. The design used was a Factorial Completely Randomized Design consisting of two factors, namely Vermicompost Fertilizer consisting of 4 levels, namely K0 = Control . ithout vermicompos. K1 = Vermicompost 20 t ha-1. K2 = Vermicompost 30 t ha-1. K3 = Vermicompost 40 t ha-1. Rice washing water consists of 3 levels, namely B0 = Control . ithout rice washing wate. B1 = Rice washing water without fermentation . ml/polyba. B2 = Rice washing water fermented overnight . ml polybag-1. The variables observed were plant wet weight, plant dry weight, root crown ratio, antioxidant content, leaf chlorophyll content observed at harvest time. Data analysis used was analysis of variance (F Tes. at 5% and 1% levels, then further tested with the DMRT test at 5% level. The results showed that there was no interaction between vermicompost fertilizer and rice washing water on all variables. Vermicompost fertilizer dose of 40 t ha-1 gave the best results on plant wet weight, plant dry weight and root crown ratio. The antioxidant content at various doses of vermicompost fertilizer was "strong" with a range of IC 50 values = 50 Ae 100 and the chlorophyll content of lettuce leaves in the treatment of vermicompost fertilizer dose of 30 t ha-1 and unfermented rice washing water was 34. 31 mg/100 g. Keyword: Organic Fertilizer. Peat. Red Lettuce. ABSTRAK Selada merah (Lactuca sativa L. merupakan salah satu jenis tanaman sayuran yang dikonsumsi daunnya, semakin diminati dan digemari di kalangan masyarakat, karena memiliki kandungan gizi seperti makronutrien, mineral, senyawa bioaktif atau antioksidan, dan senyawa fenolik. Kebutuhan semakin meningkat sehingga perlu dikembangkan salah satunya di tanah gambut. Kendala yang dihadapi pada tanah gambut adalah miskinnya hara, untuk mengatasinya antara lain dengan pemberian pupuk organic yaitu pupuk kascing dan air cucian beras. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan hasil dan kualitas hasil yang terbaik selada merah pada pemberian pupuk organic kascing dan air cucian beras. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap terdiri dari dua factor yaitu pupuk kascing terdiri dari 4 taraf yaitu K0 = Kontrol . anpa kascin. K1 = Pupuk kascing 20 t ha-1. K2 = Pupuk kascing 30 t ha-1. K3 = Pupuk kascing 40 t ha-1. Air cucian beras terdiri dari 3 taraf yaitu B0 = Kontrol . anpa air cucian bera. B1 = Air cucian beras tanpa fermentasi . ml polybag-. B2 = Air cucian beras di fermentasi 1 malam . ml polybag-1. Variabel yang diamati adalah berat Pengaruh Pupuk Organik Terhadap Hasil Dan Kualitas AA. Zubaidah dkk basah tanaman, berat kering tanaman, rasio tajuk akar, kandungan klorofil daun yang diamati pada saat Analisis data yang digunakan adalah analisis ragam (Uji F) pada taraf 5% dan 1%, selanjutnya diuji lanjut dengan uji DMRT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada interaksi antara pupuk kascing dengan air cucian beras pada semua variable. Pupuk kascing dosis 40 t ha-1 memberikan hasil terbaik pada berat basah tanaman, berat kering tanaman dan rasio tajuk akar. Kandungan antioksidan pada berbagai dosis pupuk kascing termasuk AukuatAy dengan nilai IC berada kisaran 50-100. Kandungan klorofil daun selada perlakuan pupuk kascing dosis 30 t ha-1dan air cucian beras tidak difermentasi sebesar 34,31 mg/100 g. Kata kunci: Gambut. Pupuk Organik. Selada Merah. PENDAHULUAN Selada merah (Lactuca sativa L. merupakan salah satu jenis tanaman sayuran yang dikonsumsi daunnya, semakin diminati dan digemari di kalangan masyarakat, karena memiliki kandungan gizi seperti makronutrien . ir, karbohidrat, protein, dan sera. , vitamin . itamin K, vitamin A, vitamin C, dan vitamin B), mineral . alium, kalsium, dan fospo. , senyawa bioaktif atau antioksidan . ntosianin, beta-karoten, dan senyawa fenoli. Kombinasi nutrisi ini menjadikan selada merah sayuran yang sangat bermanfaat untuk diet sehat, mendukung hidrasi tubuh, menjaga kesehatan tulang dan jantung, serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh (Sari et al. , 2. Selada merah memiliki peluang pasar nasional maupun internasional yang cukup besar sehingga permintaan pasar akan meningkat seiring dengan kebutuhan manusia akan makanan sehat. Salah satu pengembangan tanaman selada antara lain penggunaan tanah gambut sebagai media tanam (Pangaribuan & Haryanti, 2. Tanah gambut adalah jenis tanah yang memiliki kelemahan antara lain kemasaman tinggi dan ketersediaan hara makro serta mikro yang rendah. Oleh karena itu perlu ada perbaikan media tanam melalui pemberian pupuk organik. Penggunaan pupuk organik dalam jangka panjang dapat meningkatkan produktivitas lahan dan dapat mencegah degradasi lahan. Pupuk organik tidak hanya menyediakan nutrisi esensial bagi tanaman, tetapi juga berperan dalam memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. (Rosyid & Sastranegara, 2. Salah satu pupuk organik padat adalah pupuk kascing dan salah satu pupuk organic cair mudah didapat dari limbah dapur adalah air cucian Pupuk kascing merupakan pupuk organik hasil dekomposisi bahan organik oleh cacing tanah yang kaya akan unsur hara makro dan mikro, enzim, serta hormon pertumbuhan Kascing merupakan produk samping dari budidaya cacing tanah berupa pupuk organik yang sangat cocok untuk pertumbuhan tanaman karena dapat meningkatkan kesuburan tanah (Amin et al. , 2. Kascing mengandung berbagai bahan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman yaitu suatu hormon seperti giberellin, sitokinin, dan auxin, mengandung unsur hara (N. Mg dan C. serta Azotobacter sp yang merupakan bakteri penambat N non-simbiotik yang akan membantu memperkaya unsur N yang dibutuhkan oleh tanaman (Subagyo et al. , 2. Pemberian pupuk kascing dan bioaktivator memberikan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah tanaman, dan berat kering tanaman dibandingkan dengan tanpa pemberian kascing dan bioaktivator (Wahyudin. Pemberian kascing dengan dosis 350 g yang ditambahkan air biasa, kascing 400 g dengan air biasa, air cucian beras pertama dan kedua dapat meningkatkan pertumbuhan Pemberian pupuk kascing 200 g, 350 g, dan 400 g yang ditambahkan air cucian beras pertama, kedua dan air biasa dapat meningkatkan hasil tanaman selada yang dipanen dalam bentuk berat segar tanaman (Ramadhan et al, 2. Hasil penelitian Manalu dan Yogi . menunjukkan bahwa pemberian pupuk kascing pada dosis 10 t ha-1 telah mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy pada berbagai perlakuan jarak tanam. Limbah air cucian adalah limbah rumah tangga yang sering kali terbuang dengan Air cucian beras mengandung ISSN :1411 Ae 6782 (Ceta. 2620-6935 (Elektroni. Jurnal AGRI PEAT. Vol. 26 No. Maret 2026: 7 - 15 karbohidrat, vitamin B1, dan beberapa mineral seperti nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) dalam konsentrasi rendah yang dapat dimanfaatkan oleh tanaman. Kandungan tersebut berfungsi untuk membantu pertumbuhan tanaman (Agustin & Handayani, 2. Karbohidrat yang terkandung dalam air beras menghasilkan perantara hormon auksi dan Kedua hormon tersebut digunakan sebagai perangsang zat tumbuh buatan (Puspitasari & Lestari, 2. Berdasarkan penelitian Citra et al. menunjukkan bahwa konsentrasi air cucian beras dan air kelapa berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun dan diameter batang pada tanaman tomat, namun tidak berpengaruh nyata pada jumlah cabang. Hasil penelitian Muslimah et al. menunjukkan bahwa air cucian beras memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan berat basah Pertumbuhan tanaman sawi hijau terbaik pada dosis 300 ml/tanaman pada tinggi tanaman, jumlah daun dan berat basah tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah:. Mengetahui interaksi antara antara pupuk kascing dan air cucian beras terhadap hasil dan kualitas hasil selada merah pada media tanah . Mengetahui pengaruh pemberian pupuk kascing terhadap hasil dan kualitas hasil selada merah pada media tanah gambut. Mengetahui pengaruh pemberian air cucian beras terhadap hasil dan kualitas hasil selada merah pada media tanah gambut. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial, yang terdiri dari 2 Faktor. Faktor pertama dosis Pupuk Kascing, terdiri dari 4 taraf yaitu: K0 = Kontrol . anpa kascin. K1 = Pupuk kascing 20 t ha-1. K2 = Pupuk kascing 30 t ha-1. K3 = Pupuk kascing 40 t ha-1. Faktor kedua air cucian beras, terdiri dari 3 taraf yaitu: B0 = Kontrol . anpa air cucian bera. B1 = Air cucian beras tanpa fermentasi . ml polibag-. B2 = Air cucian beras di fermentasi 1 malam . ml polibag-. , sehingga diperoleh 12 kombinasi perlakuan, masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 36 satuan percobaan. Pelaksanaan Penelitian Tanah gambut yang diambil di daerah sekitar jalan B. Koetin pada kedalaman 0 - 20 cm, kemudian dikering anginkan sampai tanah bisa diayak. Tanah gambut yang digunakan seberat 1,5 kg dan polibag berukuran 30 cm x 30 cm selanjutnya dicampur kapur dolomit dengan dosis 5 t ha-1 . g polibag-. dan pupuk kascing sesuai dosis perlakuan . g, 112 g, dan 150 g polibag-. dan diinkubasi selama 1 minggu. Benih tanaman selada merah disemai menggunakan pot tray semai dengan media tanam campuran tanah gambut dan pupuk kandang ayam, dengan perbandingan 1:1. Bibit tumbuh di persemaian hingga umur 14 hari . aun sejumlah 2 - 4 hela. Selanjutnya dipindahkan ke media tanam 1 tanaman 1 Pembuatan air cucian beras dilakukan dengan metode perendaman sederhana. Beras sebanyak 1 kg ditambahkan 2 liter air bersih dengan perbandingan volume 1:2 . eras: ai. Campuran diaduk atau diremas secara perlahan menggunakan tangan selama A 5 menit hingga air berubah warna menjadi putih keruh. Perlakuan air cucian beras ini terbagi menjadi 2 taraf yaitu air cucian beras tanpa fermentasi (B. dan air cucian beras di fermentasi 1 malam (B. Aplikasi air cucian beras dilakukan dengan interval waktu 1 minggu sekali, dengan cara disiramkan pada tanah dengan volume 100 ml polybag-1 pada umur 7 hst, 14 hst, 21 hst, dan 28 Pemeliharaan dilakukan 2 kali sehari yaitu pada pagi dan sore hari dengan volume air penyiraman sebanyak 200 ml polybag-1. Penyulaman dilakukan pada BAHAN DAN METODE Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus sampai September 2025. Bertempat di lahan Peat Techno Park (PTP). Fakultas Pertanian. Universitas Palangka Raya. Kota Palangka Raya. Kalimantan Tengah. Bahan yang digunakan adalah benih selada merah (Lactuca sativa L. ) varietas Lollo Rossa, tanah gambut pedalaman dengan tipe matang . ambut sapri. , air cucian beras putih . arietas IR. , pupuk kascing, pupuk dolomit, pupuk NPK 16:16:16, pupuk kandang ayam, dan polybag ukuran 30 cm x 30 cm. Sedangkan alat yang dipakai adalah cangkul, alat tulis, ember, plastik klip, sprayer, kertas label, staples, timbangan analitik, gelas ukur, pot tray semai, penggaris, dan handphone. Pengaruh Pupuk Organik Terhadap Hasil Dan Kualitas AA. Zubaidah dkk tanaman yang mati dengan tanaman cadangan yang sudah disiapkan. Waktu penyulaman ini dilakukan pada rentang umur 7 Ae 14 hst. Pengendalian gulma dilakukan dengan melihat kondisi lahan, jika terdapat gulma maka dilakukan pencabutan. Pengendalian hama dan penyakit tidak dilakukan karena tidak ada hama dan penyakit yang menyerang tanaman. Pemupukan dilakukan dengan menggunakan pupuk majemuk NPK 16:16:16 dengan dosis 400 kg ha-1 . ,5 g polybag-. , di aplikasikan pada umur 14 hst dan 21 hst, dengan dosis yang diaplikasikan sebanyak A bagian. Pemanenan dilakukan pada tanaman yang sudah sesuai dengan kriteria panen, yaitu berumur 35 HST. Pemanenan dilakukan ketika daun-daun sudah berkembang penuh, segar, dan memiliki warna merah yang intens sesuai karakteristik varietas. Kadar Klorofil Daun Kandungan klorofil diukur dengan spektrofotometer UV-Vis pada 649 dan 665 Kadar klorofil total dihitung dengan rumus Wintermans dan De Mots: - Klorofil a . g/L) = . ,7 x OD . Ae . ,76 x OD . atuan konsisten (,) atau (. - Klorofil b . g/L) = . ,8 x OD . Ae . ,7 x OD . atuan konsiste. - Klorofil Total . g/L) = 20 (OD . 6,1 (OD . Keterangan : OD . ptical densit. atau nilai absorbansi klorofil Analisis Data Data hasil penelitian berat basah, berat kering, rasio tajuk akar dianalisis menggunakan analisis ragam . ji F) pada taraf = 5% dan = Jika terdapat pengaruh nyata pada perlakuan, maka dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf = 5%. Variabel Pengamatan Berat Segar Tanaman . Penimbangan berat segar tanaman dilakukan setelah tanaman dipanen dengan cara dicabut, kemudian dibersihkan dari sisa tanah dengan air mengalir, dikering anginkan dan ditimbang menggunakan timbangan analitik. Selanjutnya ditimbang terpisah antara tajuk dan HASIL DAN PEMBAHASAN Berat Basah Tanaman Selada Hasil analisis ragam menunjukan bahwa tidak terdapat interaksi antara perlakuan pupuk kascing dengan air cucian beras terhadap berat basah tanaman selada, sedangkan perlakuan tunggal pupuk kascing berpengaruh nyata dan perlakuan tunggal air cucian beras tidak berpengaruh nyata. Rata-rata berat basah tanaman selada disajikan pada Tabel 1. Berat Kering Tanaman . Penimbangan berat kering tanaman dilakukan setelah penimbangan berat segar tanaman, untuk mendapatkan berat kering maka tanaman di keringkan dengan cara dioven selama 2 x 24 jam dengan suhu 80 UC, selanjutnya ditimbang dengan menggunakan timbangan analitik, setelah itu bagian tajuk dan akar di potong dan ditimbang kembali. Tabel 1. Rata-rata Berat Basah Tanaman Selada . Akibat Pemberian Pupuk Kascing dan Air Cucian Beras pada Media Tanah Gambut Indeks Panen Pengukuran dilakukan setelah tanaman dipanen dengan cara menimbah berat basah tajuk dan akar menggunakan timbangan analitik. Kandungan Antioksidan Pengukuran dilakukan di Laboratorium Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) dengan metode DPPH melalui simplisia daun selada merah. Sampel yang digunakan diambil secara komposit dari 3 Sampel hanya diambil pada perlakuan pupuk kascing . mpat perlakua. Perlakuan Rata-rata 3,41 3,44 3,74 3,53 a 6,27 7,23 8,05 6,53 7,48 8,63 6,91 7,74 14,42 6,57 b 7,48 bc 10,37 c Rata-rata 6,24 6,52 8,20 Keterangan: Angka yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata menurut Uji DMRT 5% Berdasarkan Tabel 1 menunjukkan bahwa pemberian pupuk kascing dosis 20, 30 dan 40 t ha-1 mampu meningkatkan berat basah tanaman Pemberian pupuk kascing dosis 40 t ha1memberikan berat basah tertinggi dan berbeda ISSN :1411 Ae 6782 (Ceta. 2620-6935 (Elektroni. Jurnal AGRI PEAT. Vol. 26 No. Maret 2026: 7 - 15 nyata dengan kontrol dan dosis dosis 20 t ha-1 (K. namun tidak berbeda nyata dengan dosis 30 t ha-1. berpengaruh nyata. Rata-rata berat kering tanaman selada disajikan pada Tabel 2. Berdasarkan Tabel 2 menunjukkan bahwa pemberian pupuk kascing dosis 40 t ha-1 memberikan berat kering tertinggi dan berbeda nyata dengan K0 . tetapi tidak berbeda nyata dengan K2 . osis 30 t ha-. Secara umum tanaman yang tidak diberi pupuk kascing memberikan hasil berat kering lebih rendah dibandingkan berat kering tanaman selada yang diberi pupuk kascing. Hal ini juga terlihat pada faktor tunggal pupuk kascing bahwa K1. K2 dan K3 bebeda nyata dengan K0. Tidak terdapat interaksi antara pemberian pupuk kascing dan air cucian beras pada berat kering tanaman selada. Hal ini menunjukkan bahwa perlakuan pupuk kascing tidak mampu bersinergi dengan air cucian beras dalam meningkatkan berat kering tanaman. Masingmasing perlakuan memberikan pengaruh secara tunggal langsung pada berat kerung tanaman. Pemberian pupuk kascing mampu meningkatkan berat basah tanaman selada hal ini karena pupuk kascing mengandung unsur hara makro dan mikro yang mencukupi kebutuhan tanaman selada. Kascing kaya akan unsur hara makro (N. Ca dan M. menjadi mudah diserap tanaman. Kandungan N total pada kascing berkisar 0,5 - 2,0%. P2O5 0,2 - 1,5%, dan K2O 0,5 - 1,5% (Fitriani et al. , 2. Unsur hara mikro seperti Fe. Mn. Zn. Cu. Mo dalam bentuk yang lebih mudah diserap oleh tanaman Kandungan Kalsium (C. sekitar 0,23 - 30,52% dimana angka ini menunjukkan variasi yang besar tergantung bahan pakan. Magnesium (M. sekitar 0,26%. Besi (F. sekitar 0,79%. Tembaga (C. sekitar 17,58%. Seng (Z. sekitar 0,007%. Mangan (M. sekitar 0,003%. Boron (B) sekitar 0,21%. Molibdenum (M. sekitar 14,48%. Adanya unsur hara makro dan mikro tersebut meningkatkan aktifitas fotosintesis tanaman yang berakibat pertumbuhan vegetatif tanaman selada meningkat dan berat segar dan berat kering tanaman meningkat. Fungsi unsur hara N yaitu untuk memperbaiki pertumbuhan vegetatif tanaman melalui pembentukan klorofil daun, membantu pembentukan protein sehingga tanaman yang cukup N berwarna lebih hijau (Syam, et al. Unsur P (Fosfo. berperan penting dalam proses fotosintesis, respirasi, penyimpanan energi dan pembesaran dan pembelahan sel (Ronafani et al. , 2. Unsur K berperan sebagai kofaktor bagi banyak enzim yang terlibat dalam fotosintesis dan sintesis karbohidrat (Rosawanti, 2. Peran dari ketiga unsur hara makro yang terkandung dalam pupuk kascing tersebut menyebabkan pertumbuhan tanaman lebih baik sehingga berat basah dan berat kering tanaman meningkat. Tabel 2. Rata-rata Berat Kering Tanaman Selada . Akibat Pemberian Pupuk Organik pada Media Tanah Gambut Perlakuan Ratarata 0,160 0,163 0,203 0,18 a 0,283 0,383 0,390 0,35 b 0,407 0,433 0,447 0,43 bc 0,457 0,467 0,680 0,53 c Rata-rata 0,33 0,36 0,43 Keterangan: Angka yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata menurut Uji DMRT 5% Berat kering adalah hasil penimbunan bersih dari karbon dioksida (CO. yang diubah melalui fotosintesis. Tanaman mengumpulkan senyawa organik seperti protein, karbohidrat, dan lemak, yang merupakan hasil dari proses ini. Berat kering mencerminkan keseimbangan antara fotosintesis . engambilan (CO. dan respirasi . engeluaran (CO. Jika fotosintesis lebih besar dari respirasi, berat kering akan Semakin tinggi berat kering, semakin baik pertumbuhan tanaman karena menunjukkan akumulasi materi organik yang lebih besar. Pati dan protein yang terkandung dalam air cucian beras dapat diurai oleh mikroorganisme menjadi bentuk yang lebih Berat Kering Tanaman Selada Hasil analisis ragam menunjukan bahwa tidak terdapat interaksi antara perlakuan pupuk kascing dengan air cucian beras terhadap berat kering tanaman selada, sedangkan perlakuan tunggal pupuk kascing berpengaruh nyata dan perlakuan tunggal air cucian beras tidak Pengaruh Pupuk Organik Terhadap Hasil Dan Kualitas AA. Zubaidah dkk sederhana dan mudah diserap oleh akar tanaman, seperti asam amino, gula, dan unsur hara (N. Ca. Pemberian air cucian beras secara berkala dapat memberikan suplai nutrisi tambahan bagi tanaman (Murtini et al. , 2. Air cucian beras yang telah dilakukan fermentasi akan meningkatkan mikroorganisme di dalam tanah sehingga memperbaiki sifat biologi tanah Setiawan & Sari . mengemukakan bahwa air cucian beras yang difermentasi seringkali mengandung mikroorganisme pelarut fosfat atau penambat nitrogen yang dapat membantu meningkatkan ketersediaan unsur hara yang terikat dalam tanah. pemberian kascing (K. Indeks panen pemberian pupuk kascing K2 dan K3 lebih tinggi dibandingkan tanpa pupuk kascing (K. Pada media tanah gambut pemberian bahan organic seperti pupuk kascing mampu memberikan tambahan hara yang tersedia bagi tanaman selada terutama hara N. P dan K untuk pertumbuhan vegetatifnya. Kandungan N total pada kascing berkisar 0,5 - 2,0%. P2O5 0,2 1,5%, dan K2O 0,5 - 1,5% (Fitriani et al. , 2. Hal ini juga menunjukkan bahwa alokasi hasil fotosintesis tanaman selada yang diberikan pupuk kascing dosis 30 t ha-1 dan 40 t ha-1 lebih banyak digunakan untuk pembentukan tajuk Semakin tinggi dosis pupuk kascing semakin meningkatkan pertumbuhan tajuk tanaman selada. Pemberian air cucian beras tidak berbeda nyata pada semua perlakuan terhadap indeks Hal ini disebabkan karena kandungan hara yang ada pada air cucian beras relative kecil kontribusinya untuk pertumbuhan tajuk. Hal ini berbanding lurus dengan berat segar tanaman dan berat kering tanaman dimana pada perlakuan air cucian beras tidak berbeda nyata pada semua perlakuan baik yang difermentasi maupun tidak Kandungan unsur hara pada air cucian beras adalah 80% vitamin B1, 70% vitamin B3, 90% vitamin B6, 50% mangan (M. , 50% fosfor (P), 60% zat besi (F. , 100% serat, dan asam lemak esensial (Ikhwadi, 2005 dalam Yulianingsih, 2. Perlakuan air cucian beras tidak berbeda nyata antar perlakuan diduga volume pemberiannya terlalu sedikit . ml per Hasil penelitian Yulianingsih . menunjukkan bahwa air cucian beras tidak berpengaruh nyata pada pertumbuhan tanaman, namun berpengaruh nyata dalam meningkatkan berat buah terong ungu dengan hasil tertinggi pada volume pemberian 1. 000 ml per tanaman. Indeks Panen Hasil analisis ragam menunjukan bahwa tidak terdapat interaksi antara perlakuan pupuk kascing dengan air cucian beras terhadap indeks panen, sedangkan perlakuan tunggal pupuk kascing berpengaruh nyata dan air cucian beras tidak berpengaruh nyata terhadap indeks panen. Rata-rata indeks panen tanaman selada disajikan pada Tabel 3. Tabel 3. Rata-rata Indeks Panen Akibat Pemberian Pupuk Organik pada Media Tanah Gambut Perlakuan B0 Ratarata 3,17 3,20 3,51 3,29 a 5,72 5,99 6,44 6,05 ab 6,56 6,82 7,04 6,81 bc 7,33 7,91 13,41 9,55 c Rata-rata 5,70 5,98 7,60 Keterangan: Angka yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata menurut Uji DMRT 5% Indeks Panen adalah perbandingan antara bobot kering tajuk . agian atas tanama. dan bobot kering akar . agian bawah tanama. Rasio ini digunakan untuk mengukur seberapa banyak energi hasil fotosintesis dialokasikan untuk pertumbuhan tajuk dibandingkan akar, dan bisa menjadi indikator perkembangan tanaman dalam kondisi media tanam yang Hal ini juga menunjukkan bagaimana energi dari fotosintesis didistribusikan untuk pertumbuhan vegetatif dan sistem perakaran. Berdasarkan Tabel 3 menunjukkan bahwa pemberian pupuk kascing dosis K2 . t ha-. dan K3 . t ha-. berbeda nyata dengan tanpa Kandungan Antioksidan Daun selada mengandung berbagai antioksidan seperti antosianin, betakaroten, vitamin C, dan senyawa fenolik. Selain itu, selada juga kaya akan senyawa pelindung mata seperti zeaxanthin dan lutein. Pada analisis ini dilakukan antioksidan secara umum. Hasil analisis perhitungan kandungan antioksidan disajikan pada Tabel 4. Berdasarkan Tabel 4 pemberian pupuk kascing dosis K0. K1. K2, dan ISSN :1411 Ae 6782 (Ceta. 2620-6935 (Elektroni. Jurnal AGRI PEAT. Vol. 26 No. Maret 2026: 7 - 15 dan 40 t ha-1 juga mempengaruhi kandungan antioksidan pada tanaman selada, dimana pH tanah gambut termasuk masam. K3 kandungan antioksidan berada pada kisaran 50 Ae 100. Interpretasi hasil IC50 termasuk kuat. Menurut Molynexs . secara spesifik suatu senyawa dikatakan sebagai antioksidan sangat kuat jika nilai IC50 kurang dari 50 ppm, kuat untuk IC50 bernilai 50-100 ppm, cukup jika bernilai 100-150 ppm, dan lemah jika nilai bernilai 151-200 ppm. Semakin kecil nilai IC50 maka semakin kuat pula aktivitas antioksidan senyawa tersebut. Hasil dari penelitian ini lebih rendah dibandingkan dengan hasil penelitian Taswin dan Meilin . dimana Ekstrak Daun Selada Merah (Lactuca sativa var. Crisp. mempunyai aktivitas antioksidan lebih besar dari Ekstrak Etanol Daun Selada Hijau (Lactuca sativa L. ) dengan IC50 masing-masing sebesar 24,18 ppm dan 20 ppm. Perbedaan nilai IC50 ini karena varietas yang digunakan dalam penelitian ini adalah Varietas Lolo Rossa dimana warna merah pada daun selada hanya terdapat pada bagian pinggir daun. Lingkungan greenhouse menunjukkan suhu rata-rata pada pagi hari 28,68 0C, siang hari 33,28 0C dan sore hari 29,40 0C dengan kelembaban pagi hari 82,63%, siang hari 65% dan sore hari 80% serta intensitas sinar pagi hari 4777,18 Lux, siang hari 7603 Lux dan sore hari 1220,272 Lux. Diduga media tanah gambut serta pemberian pupuk kascing dengan dosis 20, 30 Kandungan Klorofil Kandungan klorofil pada selada dapat bervariasi tergantung pada varietas, usia tanaman, dan kondisi pertumbuhan. Selain klorofil, selada merah kaya akan antioksidan seperti antosianin, beta karoten, asam folat, vitamin C, dan vitamin K. Hasil analisis perhitungan kandungan klorofil disajikan pada Tabel 5. Berdasarkan Tabel 5 menunjuk-kan bahwa pemberian pupuk kascing dan air cucian beras memberikan efek pada kandungan klorofil total pada tanaman selada. Pemberian pupuk kascing dosis 40 t ha-1 yang dikombinasikan dengan air cucian beras baik fermentasi atau tidak (K3B1 dan K3B. menunjukkan jumlah total klorofil lebih banyak . ,67 dan 34,31/100 . dibandingkan yang lain. Air cucian beras yang difermentasi mengandung lebih banyak mikroorganisme pelarut fosfat atau penambat nitrogen yang dapat membantu meningkatkan ketersediaan unsur hara terutama nitrogen yang terikat dalam tanah (Setiawan & Sari,2. sehingga mampu diserap tanaman lebih baik dan meningkatkan kandungan klorofil daun. Tabel 4. Rata-rata Kandungan Antioksidan . Perlakuan 89,882 95,961 96,736 96,777 Konsentrasi 85,108 95,471 95,267 95,675 87,882 96,124 96,246 96,328 81,885 94,451 94,247 94,859 IC50 56,49 59,23 59,30 59,39 Tabel 5. Rata-rata Kandungan Klorofil Akibat Pemberian Pupuk Organik pada Media Tanah Gambut Perlakuan KOBO KOB1 KOB2 K1BO K1B1 K1B2 K2BO K2B1 K2B2 K3BO K3B1 K3B2 Klorofil a . g/100. 20,48 19,20 18,40 19,39 17,22 19,13 15,68 18,48 19,08 20,30 20,35 22,21 Klorofil b g/100 . 6,70 8,26 6,80 5,56 5,49 6,75 4,08 6,12 4,14 3,04 13,97 8,47 Klorofil Total g/100 . 27,17 27,45 25,20 24,95 22,70 25,88 19,76 24,59 23,21 23,33 34,31 30,67 Pengaruh Pupuk Organik Terhadap Hasil Dan Kualitas AA. Zubaidah dkk KESIMPULAN Kandungan dipengaruhi oleh faktor genetik, cahaya, umur tanaman, dan ketersediaan unsur hara seperti nitrogen (N), magnesium (M. , dan besi (F. Cahaya matahari, terutama intensitasnya, sangat penting karena klorofil membutuhkan cahaya untuk fotosintesis, dan ketersediaan unsur hara tertentu berperan langsung dalam pembentukan Pupuk mengandung N total berkisar 0,5 Ae 2,0%. Magnesium (M. sekitar 0,26% dan besi (F. sekitar 0,79% tergantung bahan pakan (Fitriani et al. , 2. Nitrogen (N) merupakan komponen utama dalam pembentukan klorofil, sehingga peningkatan nitrogen dapat meningkatkan kadar klorofil dan laju fotosintesis. Magnesium (M. dan Besi (F. : Keduanya berperan sebagai pembentuk dan katalis dalam sintesis klorofil. Dari Tabel 5 terlihat bahwa semakin tinggi dosis pupuk kascing semakin banyak kandungan klorofil a maupun klorofil b karena semakin banyak unsur N dan Mg di dalam daun selada. Rumus kimia klorofil a adalah C55H72O5N4Mg sedangkan klorofil b adalah C55H70O6N4Mg. Menurut Dharmadewi . ketebalan daun akan mempengaruhi kandungan klorofil. Daun selada memiliki morfologi daun yang tipis dan mudah layu ketika dipetik sehingga klorofilnya mudah terdegradasi. Tidak terdapat interaksi antara perlakuan pupuk kascing dengan air cucian beras pada semua variable pengamatan hasil tanaman selada Pupuk kascing dosis 40 t ha-1 (K. memberikan hasil berat basah, berat kering dan Indeks Panen paling tinggi meskipun tidak berbeda nyata dengan dosis 30 t ha-1 (K. Air cucian beras tidak berpengaruh nyata pada semua variable pengamatan hasil tanaman Pemberian pupuk kascing menghasilkan kandungan antioksidan dengan skore C = 50-100 menunjukkan AukuatAy. Pemberian pupuk kascing dan air cucian beras mampu meningkatkan kandungan klorofil dengan dosis tertinggi pada perlakuan K3B1(Pupuk kascing 40 kg ha-1 air cucian beras tidak difermentas. UCAPAN TERIMA KASIH