Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik. Volume XI Nomor 2 September 2025 E-ISSN : 2541-0881. P-ISSN : 2301-4032. Hal 01-21 DOI: https://doi. org/ 10. 58374/sepakat. Available online at: https://ejurnal. id/index. php/Sepakat PENANAMAN NILAI BATANG GARING DALAM PEMBELAJARAN PAK PENGARUHNYA PADA PAHAM KEBANGSAAN Anggi1*. Agnes Angi Dian Winei2 STIPAS Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya. Indonesia STIPAS Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya. Indonesia *2020003@stipas. Alamat: Jl. Tjilik Riwut Km. 1 No. 5 Ae Kota Palangka Raya Korespondensi penulis: 2020003@stipas. Abstract. The purpose of this study was to determine the effect of understanding nationalism and Batang Garing values on learning Catholic Religious Education (PAK). This study uses quantitative methods. The research tool used the nationality questionnaire and the Batang Garing score, and the Cronbach alpha nationalism calculated a reliability coefficient of 0. 78 for 36 valid items and a Batang Garing score of 753 for 22 valid items. The results of this study showed that understanding of nationality had a value of z=-3. 111, p=0. <0. , and Batanggarin had a value of z=-3. 361, p=0. <0. classification to increase significantly. Learning arguably affects students' understanding of the Batang Garing ethnicity and values. Ultimately, this suggests that there is a knowledge difference among students who have a better grasp of higher knowledge than before engaging in PAK studies. The results of the Paham Nasional and Batang Garing practice scores showed a significant difference between before and before learning, as evidenced by the results of the final evaluation of the Nationalism understanding test and the Batang Garing score z=-3,127 with t=0. <0. Keywords: PAK Learning. National Understanding. Batang Garing. Students Abstrak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemahaman paham kebangsaan dan nilai Batang Garing pada pembelajaran Pendidikan Agama Katolik (PAK). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Teknik PearsonAos product moment correlation yang digunakan IBM Statistical Package Social Science (SPSS) Statistics Versi 25. 0 for Windows dengan sampel Populasi. Penelitian dilakukan di SMAN 4 Palangka Raya, melibatkan 13 siswa kelas XII yang berAgama Katolik. Instrumen Penelitian menggunakan angket paham kebangsaan dan nilai Batang Garing dengan koefisien reliabilitas dihitung menggunakan Alpha Cronbach paham kebangsaan sebesar 0,78 dengan 36 item valid dan nilai Batang Garing dari sebesar 0,753 dengan 22 item valid. Hasil penelitiah ini menunjukan paham kebagsaan mendapatkan nilai z=-3. 111 dengan p=0,002. <0,. dan pada nilai Batang Garing mendapatkan nilai z=3. 361 dengan p=0,002. <0,. tergolong memiliki peningkatan yang signifikan maka dapat disimpulkan pembelajaran memiliki pengaruh pemahaman siswa terhadap Paham Kebangsaan dan Nilai Batang Garing. Pada akhir ini menunjuk adanya perbedaan pada pengetahuan siswa mengalami peningkatan pemahaman pengetahuan lebih tinggi dibandingkan sebelum mengikuti pembelajaran PAK. Hasil evaluasi pelatihan Paham Kebangsaan dan nilai Batang Garing menunjukkan ada perbedaan peningkatan yang signifikan antara sebelum dan sesudah pembelajaran dibuktikan dengan hasil akhir evaluasi tes pengetahuan Paham kebangsaan dan nilai Batang garing nilai z=-3. 127 dengan t=0,002. < 0,. Kata kunci: Pembelajaran PAK. Paham Kebangsaan. Batang Garing. Siswa Received: September 3, 2025. Revised: September 20, 2025. Accepted: September 27, 2025. Online Available: September 30, 2025. : September 30, 2025. *Corresponding author, 2020003@stipas. PENANAMAN NILAI BATANG GARING DALAM PEMBELAJARAN PAK PENGARUHNYA PADA PAHAM KEBANGSAAN LATAR BELAKANG Indonesia merupakan negara kepulauan di Asia Tenggara yang dilintasi garis khatulistiwa dan memiliki 17. 504 pulau yang dihuni berbagai suku/etnis/ras, bahasa, kepercayaan/agama yang mempunyai keanekaragaman dan keistimewaan tinggi (Antara & Vairagya, 2. Indonesia sebagai bangsa yang besar dan memiliki budaya yang unik dan eksotis patut kita jaga dan lestarikan serta dikembangkan demi anak cucu bangsa sebagai pewaris generasi selanjutnya. Dalam hal tersebut tentunya memerlukan suatu nilai-nilai yang dapat mengarahkan masyarakat untuk mengubah pola pikir yang berdampak pada sikap nasionalisme. Tata nilai ini diwujudkan dalam nilai-nilai Pancasila yang berperan penting sebagai ideologi negara dan sebagai standar hidup dasar untuk melestarikan budaya daerah Indonesia. Selain itu. Pancasila mengandung nilai-nilai luhur yang diterapkan dan dijadikan pedoman bagi seluruh warga negara Indonesia untuk hidup dan hidup bermasyarakat, bernegara dan berbangsa. Oleh karena itu, nilai Pancasila merupakan ciri khas bangsa Indonesia, dan sebagai jati diri dan jati diri bangsa Indonesia, sudah sepatutnya dijadikan pedoman hidup sehari-hari yang tertuang dalam Lima Sila Pancasila (Paramita, 2. Dapat disimpulkan bahwa Pancasila secara keseluruhan dijadikan landasan setiap kegiatan dalam segala bidang, yang diantaranya dapat diekspresikan pada perilaku dan perbuatan/tindakan serta dalam sikap seluruh warga negara Indonesia (Winataputra, 2. Namun perlu diperhatikan untuk mencapai keluhuran nilai tersebut tentunya akan ada hambatan, ancaman dan gangguan yang akan selalu dihadapi dalam penguatan budaya nilai-nilai Pancasila pada semua lapisan masyarakat sebagai pedoman utama bagi menghadapi bangsa yang bersumber dari sosial budaya di zaman sekarang ini yang semakin pesat. Akhir-akhir Indonesia kecemasan/kekecewaan, kekhawatiran, dan krisis keteladanan yang dialami oleh pemerintah, para pendidik, orang tua, dan generasi saat ini. Pancasila sebagai ideologi bangsa seharusnya memiliki nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat Indonesia, namun masih terasa kurang efektif dan tidak jelas dari apa yang diharapkan. Dalam hal ini dapat dibuktikan dan ditunjukan adanya Krisis Nasional yang menggambarkan lemahnya pertahanan Negara Republik Indonesia, dengan munculnya berbagai macam perilaku masyarakat dan pejabat negara yang melakukan Tindakan korupsi, konspirasi yang Jurnal Sepakat VOLUME XI. NO. SEPTEMBER 2025 e-ISSN: x-x. p-ISSN: x-x. Hal 01-21 dianggap perilaku normal dan perkelahian/tawuran remaja, narkoba, kejahatan seks, berbagai tindak pidana lainnya yang menimpa generasi muda bangsa saat ini. Semua hal itu tidak mencerminkan sikap perilaku nilai-nilai luhur Pancasila (Winataputra, 2. Permasalahan dan perpecahan di atas tentunya memberikan dampak negatif bagi pertahanan akan paham kebangsaan bagi generasi muda di Indonesia melalui nilai luhur Pancasila. Dalam hal ini penulis, menekankan bahwa untuk terciptanya pertahanan bangsa perlunya pemahaman, penghayatan, dan pengalaman nilai-nilai Pancasila yang dapat mengarahkan warga masyarakat Indonesia memiliki cara pandang sendiri. Tatanan nilai-nilai tersebut terdapat dalam nilai budaya kearifan lokal yang sering dipakai masyarakat dan banyak memuat nilai-nilai luhur kehidupan masyarakat. Salah satu contohnya budaya yang terdapat di Kalimantan Tengah yang mempunyai makna dan nilai tinggi adalah Logo/lambang atau maskot AuBatang GaringAy. Lambang atau Maskot AuBatang GaringAy banyak memuat nilai-nilai diantaranya, sumber segala kehidupan (Tuha. , menghargai sesama, kesatuan, keharmonisan, dan tetap terjaga kelestariannya. (Ernawam, 2. Usop L. S and Usop T. B . mengemukakan bahwa Suku Dayak Ngaju melihat Batang Garing sebagai simbol/tanda tingkatan alam, yang terdiri dari tiga bagian besar, yaitu Audunia atasAy (Langi. , pantai danum kalunen . , dan Aualam bawahAy . Alam atas sebagai tempat tinggal Ranying Hatalla Langit, bumi sebagai tempat tinggal manusia, dan alam bawah sebagai tempat tinggal jata atau lilin atau Raden Tamanggung Sali Padadusan Dalam atau Tiung Layang Raja Memegang Jalan Harusan Bulau. Ije Punan Raja Jagan Pukung Sahewan. Nilai Batang Garing menggambarkan Nilai kehidupan masyarakat Suku Dayak Ngaju yang memiliki keunikan dalam memelihara dan melestarikan alam semesta dengan simbol/lambang atau ilustrasi tersendiri yang tetap diyakini hingga saat ini, salah satu menjadi maskot dan sering digunakan, yaituAyBatang GaringAy (Sarma & unyi, 2. Simbol Batang Garing adalah berbentuk pohon yang sering disebut sebagai Pohon Suku Dayak Ngaju memaknai kehidupan melalui pengertian terhadap Pohon Batang Garing atau pohon kehidupan. Simbol Batang Garing dapat ditemukan dimana saja, baik di rumah ibadah, rumah sakit, perkantoran. Gedung sekolah taman kota, motif batik, dan masih banyak lagi. PENANAMAN NILAI BATANG GARING DALAM PEMBELAJARAN PAK PENGARUHNYA PADA PAHAM KEBANGSAAN Adapun fungsi dan makna menurut Mirim . , yang mencerminkan nilai-nilai kehidupan yang terdapat pada simbol Batang Garing dirumuskan sebagai berikut. Batang Garing sebagai sumber segala kehidupan yang disimbolkan dalam bentuk mata tombak dan mengarah ke atas langit yang dipercaya melambangkan Ranying Hatala Langit atau sebutan Tuhan-nya Suku Dayak Ngaju. Batang Garing mengandung nilai menghargai antara sesama yang disimbolkan dengan bentuk dua Buah yang mengarah keatas dan kebawah diartikan sebagai pengingat bagi manusia untuk selalu menghargai sesama. Batang Garing sebagai gambaran satu kesatuan yang saling berhubungan yang disimbolkan pada bagian bawah Pohon Batang Garing yang dilambang Keseluruhan Batang dalam bentuk Garing guci (Kalata. berisi air suci. secara keseimbangan/keharmonisan, hubungan antara sesama manusia, alam, dan Tuhan. Bantang Garing mengandung makna melestarikan dan memelihara. Makna gambaran fungsi Batang Garing, dan simbol bahwa masyarakat Dayak Ngaju mampu melihat dan mengingat darimana mereka dilahirkan dan diciptakan. Hal ini dapat dibuktikan dengan tetap terjaga kelestarian dan pemeliharaan simbol Batang Garing sampai sekarang. Dari uraian di atas. Penulis melihat bahwa nilai dari AuBatang GaringAy perlu untuk dilestarikan dan dikembangkan dengan menerapkan kepada generasi muda pada saat ini, melalui peran Pendidikan. Pendidikan Agama Katolik merupakan salah pelajaran Agama yang terencana dan dilaksanakan dalam pendidikan iman secara formal dalam konteks sekolah. Bangsa Indonesia menyadari bahwa agama adalah modal dasar yang menjadi kehidupan berbangsa dalam kemajemukan yang begitu beraneka ragam. Dalam hal ini. Pendidikan Agama Katolik (PAK) dan Budi Pekerti mata pelajaran di sekolah khususnya buku ajar kelas XII yang membahas tentang materi AuMemperjuangkan Nilai-Nilai Kehidupan Manusia dalam MasyarakatAy. Nilainilai kehidupan masyarakat yang harus dan perlu diperjuangkan adalah keadilan, kejujuran, kebenaran, kedamaian, serta keutuhan ciptaan. Poin-poin tersebut perlu dipertegaskan lagi, meskipun pada hakikat setiap insan manusia memiliki hal itu Tujuannya mengimplementasikan nilai kehidupan manusia dalam masyarakat di tengah keberagaman dalam kemajemukan Bangsa Indonesia. Berdasarkan perihal di atas. Jurnal Sepakat VOLUME XI. NO. SEPTEMBER 2025 e-ISSN: x-x. p-ISSN: x-x. Hal 01-21 Penulis tertarik untuk menulis mengenai Implementasi Penanaman Nilai Batang Garing dalam Pembelajaran PAK untuk Meningkatkan Paham Kebangsaan Siswa Kelas XII di SMAN 4 Palangka Raya. KAJIAN TEORITIS Pengertian Batang Garing Batang Garing secara etimologis dapat diartikan sebagai pohon kehidupan. Dalam keyakinan suku Dayak Ngaju bahwa dipercayai bahwa alam Batang Garing atau pohon Batang Garing dipercaya dianugerahkan oleh Tuhan Yang Maha Esa satu-satunya Tuhan. Ranying Hatalla Langi, bagi Suku Dayak Ngaju. Dalam tetek-tatum . atap tangis sejat. diceritakan bahwa Ranying Hatalla Langit menciptakan dua buah pohon yang diberi nama Batang Garing Tingang dan Bungking Sangalang. Pohon Batang Garing yang berbentuk tombak dan berdiri tegak ke atas melambangkan Ranying Mahatala Langit. Pada bagian bawah pohon terdapat guci yang berisikan air suci dan akar tunggang yang melambangkan Audunia bawahAy (Jat. , juga dedaunannya melambangkan tiga helai bulu ekor Burung Enggang. Masing-masing dahan atau ranting memiliki buah yang berjumlah tiga, menghadap ke atas dan ke bawah, melambangkan tiga kelompok besar manusia sebagai keturunan Maharaja Sangiang. Maharaja Sangen, dan Maharaja bunu atau buno (Usop L. S & Usop T. Menurut Mirim . Nilai Batang Garing menggambarkan Nilai kehidupan masyarakat Suku Dayak Ngaju yang memiliki keunikan dalam memandang alam semesta dengan simbol/lambang atau ilustrasi tersendiri yang tetap diyakini hingga saat ini, salah satu menjadi maskot dan sering digunakan, yaitu AyBatang GaringAy. Bentuk simbol Batang Garing adalah pohon yang diartikan sebagai Pohon Kehidupan. Suku Dayak Ngaju memahami dunianya melalui Pohon Batang Garing atau bisa diartikan sebagai pohon kehidupan. Maskot Batang Garing dapat ditemukan dimana saja, baik dari rumah ibadah, rumah sakit, perkantoran. Gedung sekolah, taman kota, motif batik, dan masih banyak lagi. Ada berbagai makna dan nilai yang terkandung dalam simbol Batang Garing yang di buat yang dimodifikasi dari pemahaman sendiri. Batang Garing sebagai sebuah simbol yang memiliki fungsi dan makna yang mencerminkan nilai kehidupan, dimana masyarakat Dayak Ngaju, mampu menjadikan Batang Garing sebagai tempat hidup (Sarma & unyi, 2. PENANAMAN NILAI BATANG GARING DALAM PEMBELAJARAN PAK PENGARUHNYA PADA PAHAM KEBANGSAAN Menurut Sarma & unyi . , mengatakan bahwa Batang Garing atau AuPohon KehidupanAy bukan hanya sekedar simbol atau simbol/lambang atau maskot untuk hiasan tempelan atau gambar semata, ada banyak makna dan nilai tertentu yang dimodifikasi dengan pemahaman sendiri. Simbol Batang Garing merupakan salah satu budaya dari suku Dayak Kalimantan tengah yang memiliki segudang nilai yang positif yang mampu menjadi patokan masyarakat Dayak untuk selalu mengembangkan nilai-nilai kehidupan sehingga tercipta keharmonisan hubungan antara sesama dan mengajak untuk saling menghargai, menghormati, peduli terhadap lingkungan hidup dan juga memberikan kesadaran terhadap manusia bahwa hidup di dunia ini tidak sendiri, terutama bagi penduduk yang tinggal di Kalimantan Tengah. Pengertian Pendidikan Agama Katolik (PAK) Pendidikan Agama Katolik (PAK) adalah upaya yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan untuk melatih siswa untuk meningkatkan iman dan ketakwaan mereka terhadap Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan ajaran agama Katolik, sambil mempertahankan penghormatan terhadap agama lain dalam hubungan kerukunan antar umat beragama dalam masyarakat untuk mewujudkan persatuan nasional (KWI, 2. Sejalan dengan hal tersebut, dalam dokumen Konsili Vatikan II Gravissimum Educationis 2 dikatakan bahwa: AuPendidikan itu tidak hanya bertujuan untuk pendewasaan pribadi manusia, melainkan terutama hendak mencapai, supaya mereka yang telah dibaptis langkah demi langkah makin mendalami misteri keselamatan, menyadari kurnia iman yang telah mereka terima sehingga mereka menyadari panggilan dan melatih diri memberi kesaksian serta mendukung perubahan dunia menurut tata nilai KristenAy Pengertian Paham Kebangsaan Paham kebangsaan merupakan suatu paham yang tidak terpisah dalam keanekaragaman suku bangsa maupun keturunan bangsa asing yang ada tinggal di Negara Indonesia. Dari pengertian tersebut menyimpulkan bahwa tujuan utama dari paham kebangsaan adalah kesatuan dan Persatuan warga negara indonesi atas dasar Pancasila. Oleh sebab itu. Pancasila sebagai salah satu dari paham kebangsaan yakni sebagai ideologi bangsa dan landasan dasar hidup berbangsa yang luhur (Juniarthi, 2. Jurnal Sepakat VOLUME XI. NO. SEPTEMBER 2025 e-ISSN: x-x. p-ISSN: x-x. Hal 01-21 Pengertian Paham Kebangsaan Secara harafiah, implementasi berarti pelaksaan atau penerapan. Implementasi adalah pelaksanaan dari rencana yang telah di susun secara sistematis. Jadi, implementasi dilaksanakan apabila sudah ada perencanaan yang tersusun sebelumnya agar mendapatkan hasil yang baik. Implementasi merupakan saran untuk melaksanakan sesuatu yang mengakibatkan dampak pada kegiatan yang telah direncanakan asalkan dilaksanakan dengan serius dan sesuai dengan peratuaran atau norma-norma yang ada (Rofifah, 2. Hal ini sesuai dengan menurut Anggraeni & Irviani . , bahwa implementasi itu bukan sekedar aktivitas begitu saja, tetapi kegiatan yang harus dilaksanakan dengan sepenuh hati dengan didasarkan atas perencaanan yang cermat. Oleh sebab itu, dalam kegiatan pembalajaran harus didasarkan dengan perencaanan yang baik agar terciptanya pencapaian yang diinginkan. Hal ini bisa diterakan dalam pembelajaran Implementasi penanaman nilai Batang Garing dalam pembelajaran PAK untuk meningkatkan Paham kebangsaan siswa di SMA 4 Palangka Raya, secara tidak langsung telah diterapkan, misalnya saling menghargai sesama agar tercipta hubungan yang harmonis pada siswa dan guru atau seluruh individu yang ada di lingkungan Sekolah tersebut. Sekolah menempatkan sikap saling menghargai dan terbuka terhadap semua orang agar terciptanya sikap saling toleransi meskipun di sekolah tersebut memiliki jumlah siswa 1. 265 jiwa, dan 115 jiwa tenaga pengajar sekaligus dengan sekolah yang diungkapkan oleh YB Guru Agama Katolik SMAN 4 Palangka Raya. Beliau juga mengatakan SMAN 4 Palangka Raya selalu mengingatkan para siswa untuk selalu mendorong sikap menghargai sesama dan menerapkannya dari mulai hal kecil, misalnya tidak melakukan kerusuhan atau keributan ketika salah satu kelompok siswa menjalani kegiatan agamanya di sekolah Hipotesis: Ada pengaruh Penanaman Nilai Batang Garing pada Pembelajaran PAK terhadap meningkatkan Paham Kebangsaan Siswa. METODE PENELITIAN Rancangan Penelitian ini menggunakan metode penelitian Kuantitatif dan dilaksanakan pada tanggal 5 Agustus sampai 2 September 2022 dan dilaksanakan DI SMAN 4 Palangka Raya. Pengambilan subjek ini menggunakan studi populasi dengan menggunakan semua anggota populasi sebagai sampel (Sugiyono, 2. PENANAMAN NILAI BATANG GARING DALAM PEMBELAJARAN PAK PENGARUHNYA PADA PAHAM KEBANGSAAN Subyek dalam penelitian ini adalah seluruh Siswa yang beragama katolik kelas XII, berjumlah 13 orang di SMAN 4 Palangka Raya. Dalam mengumpulkan data peneliti menggunakan Angket. Penelitian ini menggunakan Skala Paham Kebangsaan. Skala Nilai Batang Garing, dan tes pengetahuan Paham Kebangsaan dan Nilai Batang Garing. skala ini digunakan untuk mengukur pemahaman makna Batang Garing dan paham kebangsaan yang disebarkan atau diberikan langsung kepada siswa dalam bentuk Angket. Skala Kebangsaan terdiri dari 36 item 0,371 sampai dengan 0,784 disusun berdasarkan materi Aupenanaman nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hariAy menurut Sianturi & Dewi . , yaitu nilai Ketuhanan (Religiusita. Kemanusiaan (Moralita. Persatuan Indonesia (Kebangsaa. Permusyawaratan dan Perwakilan, dan Keadilan Sosial. Skala Batang Garing terdiri dari 22 item valid dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,394 sampai dengan 0,753 disusun berdasarkan materi AuBATANG GARINGAy (Sebuah Kajian Mitolog. Fungsi dan Makn. menurut Sarma & unyi . , yaitu Batang Garing sebagai sumber segala kehidupan. Batang Garing mengandung nilai menghargai antara sesama. Batang Garing sebagai gambaran satu kesatuan yang saling berhubungan. Biting Garing mengandung nilai keseimbangan atau keharmonisan, dan Bantang Garing mengandung makna untuk melestarikan dan memelihara dari mana suku Dayak Ngaju dilahirkan atau tanah kelahiran. Teknik analisis data pada penelitian ini adalah Wilcoxon Signed Ranks Test dengan menggunakan IBM Statistical Package Social Science (SPSS) Statistics Versi 25. 0 for Windows, untuk melihat hubungan secara signifikan antara Nilai Filosofi Batang Garing dan Kebangsaan melalui nilai-nilai Pancasila dalam Pembelajaran PAK. HASIL DAN PEMBAHASAN Evaluasi dilakukan sebelum pelatihan dan setelah pembelajaran. Berdasarkan hasil analisa pengujian hipotesis dengan menggunakan teknik uji beda Wilcoxon Signed Ranks Test diperoleh hasil nilai z=-3. 111 dengan p=0,002. <0,. Hasil analisa menunjukan pengaruh pembelajaran Paham Kebangsaan pada pembelajaran PAK Kelas XII. SMAN 4 Palangka Raya terhadap Paham Kebangsaan, dimana setelah mengikuti pembelajaran paham kebangsaan semakin meningkat dibandingkan sebelum pembelajaran. Dapat dilihat pada Grafik 1 . Jurnal Sepakat VOLUME XI. NO. SEPTEMBER 2025 e-ISSN: x-x. p-ISSN: x-x. Hal 01-21 Grafik 1. Hasil Pretest-Posttest Evaluasi Paham Kebangsaan Hasil evaluasi nilai Batang Garing dengan uji beda Wilcoxon Signed Ranks Test diperoleh nilai z=- 3. 361 dengan p=0,002 . <0,. Hasil menunjukkan peningkatan secara signifikan pada nilai Batang Garing yang di miliki setelah mengikuti pembelajaran dibandingkan sebelum mengikuti pembelajaran. Dapat dilihat NILAI BATANG GARING pada Grafik 2. Pre PRE TEST- POST TEST BATANG GARING 105 105 109 104 106 105 104 108 s10 s11 s12 s13 Post 105 108 106 110 104 108 110 108 105 105 109 110 110 Grafik 2. Hasil Evaluasi Nilai Batang Garing Hasil evalusi tes pengetahuan diukur dengan tes pengetahuan PAK dan Paham Kebangsaan yang diberikan sebelum dan sesudah pembelajaran berlangsung. Setelah itu, hasil tes dianalisis menggunakan uji beda Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil tes menunjukan nilai z=-3. 127 dengan t=0,002. < 0,. Berdasarkan hasil menunjukan adanya perbedaan pengetahuan siswa yang signifikan antara sebelum dan sesudah pembelajaran PAK. Pengetahuan pada siswa setelah mengikuti PAK mengalami peningkatan Dapat dilihat mengenai perbandingan pengetahuan pada Siswa antara sebelum dan sesudah Pembelajaran PAK pada Grafik 3. PENANAMAN NILAI BATANG GARING DALAM PEMBELAJARAN PAK PENGARUHNYA PADA PAHAM KEBANGSAAN Grafik 3. Hasil Evaluasi Tes Pengetahuan Implementasi Penanaman nilai Batang Garing dalam pembelajaran Pendidikan Agama Katolik untuk meningkatkan paham kebangsaan (PAK) di SMAN-4 Palangkaraya Implementasi penanaman nilai Batang Garing dalam pembelajaran PAK untuk meningkatkan Paham kebangsaan siswa di SMA 4 Palangka Raya, secara tidak langsung telah diterapkan, misalnya saling menghargai sesama agar tercipta hubungan yang harmonis antara hubungan siswa dengan sesama siswa, siswa guru, ataupun guru sesama guru. Sekolah menempatkan sikap saling menghargai dan terbuka terhadap semua orang agar terciptanya sikap saling toleransi meskipun di sekolah tersebut memiliki jumlah siswa 1. 265 jiwa, dan 115 jiwa tenaga pengajar sekaligus dengan staf sekolah yang diungkapkan oleh YB Guru Agama katolik SMAN 4 Palangka Raya. Beliau juga mengatakan SMAN 4 Palangka Raya selalu mengingatkan para siswa untuk selalu mendorong sikap menghargai sesama dan menerapkannya dari mulai hal kecil, misalnya tidak melakukan kerusuhan atau keributan ketika salah satu kelompok siswa menjalani kegiatan agamanya di sekolah . awancara dengan BK) Dalam pembelajaran PAK kelas XII materi tentang AuMemperjuangkan Nilai-Nilai Kehidupan Manusia dalam MasyarakatAy, salah satu nilai Kehidupan dalam masyarakat adalah Keadilan, dan saling menghargai sesama. Karena pada hakikatnya Tuhan adalah sumber kehidupan satu-satunya dari segala sumber kehidupan, baik yang di langit, bumi dan segala isinya. Maka dari itu. Allah menghendaki supaya setiap orang mampu saling menghargai tanpa memandang status sosial, agama, budaya, suku dan ras. Agar Jurnal Sepakat VOLUME XI. NO. SEPTEMBER 2025 e-ISSN: x-x. p-ISSN: x-x. Hal 01-21 tercipta keseimbangan/keharmonisan hubungan antara sesama manusia, alam, dan Tuhan, seperti yang tercantum dalam nilai Batang Garing. Masyarakat Suku Dayak sangat mencintai kesalahpahaman antar sesama, yang berujung pada sebuah konflik. Oleh sebab itu, sikap saling menghargai harus dikembangkan secara lebih dalam kepada generasi muda, khususnya kepada siswa katolik kelas XII SMAN 4 Palangka Raya agar siswa katolik mampu bersikap rendah hati dalam menghargai sesama guna terciptanya nilai-nilai kehidupan dalam masyarakat yang jujur, adil, dan tentram. Nilai Batang Garing tidak lepas dari kebiasaan atau cara hidup orang Dayak didalam masyarakat sehari-hari, yakni nilai saling mempertahankan hubungan sebagai satu kesatuan di tengah berbagai macam perbedaan yang ada. Berdasarkan pengamatan peneliti selama meneliti dan mengikuti kegiatan mengajar PAK kelas XII SMAN 4 Palangka Raya. Para siswa selalu mengingatkan bahwa setiap siswa selalu berupaya memelihara dan menjaga hubungan kesatuan terhadap sesama tanpa pandang bulu. Pada para siswa SMAN 4 Palangka Raya, sikap menjaga persatuan ditengah perbedaan yang beranekaragam sangat diperlukan untuk menumbuhkan kehidupan yang harmonis dalam masyarakat. Diharapkan para siswa untuk dapat saling memiliki dan menjaga rasa persatuan tanpa memperlihat perbedaan suku, agama, status sosial, diantara sesama mereka. Sebab, sering terjadi konflik yang diawali dari kurang rasa ketidakpedulian dan menjatuhkan satu dengan yang lain, dikarenakan tidak saling memelihara dan kurang melestarikan keberagaman budaya sendiri. Jika hal demikian terjadi, maka sangat menyusahkan para siswa dalam menerapkan nilai-nilai kehidupan dalam masyarakat, sehingga para siswa perlu mempelajari dengan serius supaya hal-hal seperti itu tidak terjadi dan mampu untuk diatasi secara bijaksana, yakni percaya Tuhan sebagai sumber kehidupan dan menerapkan nilai saling menghargai, persatuan, keharmonisan, memelihara dan melestarikan tanah kelahiran atau budaya sendiri seperti yang tertuang dalam makna nilai Batang Garing dalam pembelajaran PAK di sekolah. Pendidikan Agama Katolik (PAK) dan Budi Pekerti kelas XII di SMAN 4 Palangka Raya diberikan setiap hari Jumat, pukul 10:30-12:30 WIB. Selama pembelajaran para siswa harus mampu menghargai dan menjalankan ajaran agama PENANAMAN NILAI BATANG GARING DALAM PEMBELAJARAN PAK PENGARUHNYA PADA PAHAM KEBANGSAAN yang dianutnya serta menunjukkan sikap peduli, adil, taat, menghargai perbedaan dan bijaksana dalam menjalin hubungan dengan guru, teman, keluarga dan masyarakat sehingga terciptanya semangat persatuan dan kesatuan dalam hidup berbangsa dan bernegara. Dalam pembelajaran PAK para siswa diharapkan untuk mampu berlaku menghargai perbedaan, sikap cinta tanah air, toleransi, dalam menunjukan sikap peduli, adil, jujur, taat, menghargai perbedaan dan bijaksana di tengah Oleh karena itu, penulis melihat perlunya kombinasi dan cara baru dalam pembelajaran PAK khususnya di SMAN 4 Palangka Raya dengan mengimplementasi penanaman nilai Batang Garing dibeberapa materi pembelajaran PAK kelas XII yang dapat menumbuhkan semangat kebangsaan di tengah keanekaragaman kehidupan Materi Nilai-Nilai Kehidupan Penting Masyarakat Keanekaragaman dan nilai budaya yang begitu tinggi di Indonesia menjadi sebuah keistimewaan sekaligus tantangan tersendiri bagi warga negara Indonesia. Perlunya nilai-nilai luhur untuk mempertahankan dan menjaga keanekaragaman budaya agar tetap terpelihara untuk setiap warga masyarakat Indonesia. Untuk memahami nilai-nilai tersebut tidak cukup hanya sekedar pengetahuan tentunya setiap individu mampu untuk menghayati serta menjadikan dia sebagai gerakan dalam hidupnya. Adapun nilai-nilai hidup kristiani dan nilai-nilai kehidupan manusia yang harus ditegakan hidup/keutuhan ciptaan. Keadilan adalah tindakan yang memberi kesempatan kepada setiap orang untuk mendapatkan haknya apa yang menjadi haknya. Dalam kehidupan masyarakat sekarang ini banyak ditemukan kasus ketidakadilan, di bidang politik, hukum, ekonomi, sosial, dan budaya. Sikap ini menunjukan bahwa masyarakat Indonesia, secara tidak langsung seringkali mengabaikan hak milik orang lain (Supriyanto, 2. Dalam sepuluh perintah Allah terdapat perintah ketujuh dan kesepuluh untuk selalu melindungi hak milik, bersikap adil, tenggang rasa dan memberikan kepada semua orang yang menjadi Jurnal Sepakat VOLUME XI. NO. SEPTEMBER 2025 e-ISSN: x-x. p-ISSN: x-x. Hal 01-21 Nilai keadilan dan nilai kebenaran memiliki keterkaitan satu dengan yang lain. Kebenaran merupakan suatu kondisi terhadap hal yang nyata dan sesuai dengan hal yang Oleh sebab itu, kebenaran sangat berkaitan dengan kejujuran, pada hakikatnya esensi orang jujur akan selalu bertindak atas dasar kebenaran. Di Indonesia sering muncul kasus di lapangan dengan memutarbalikan fakta tentang lawan politik, baik itu suku/etnis/ras, agama, atau bahkan masalah keluarga ((Rahayu, 2. Ada tertulis dalam Kitab Suci, bahwa kebenaran bukan hanya tentang tidak bersikap adil, melainkan berpartisipasi atau terlibat dalam kehidupan seperti Allah. Sebab. Allah sebagai sumber dari segala kebenaran, karena Allah selalu sesuai menepati janji-janji-Nya kepada manusia, maka Allah berfirman: AuJangan bersaksi dusta!Ay (Keluaran 20:. Nilai dasar selanjutnya adalah kejujuran yang terkesan mahal dan langka ditemukan dalam kehidupan berbangsa. Kasus korupsi di Indonesia masih sangat banyak, yang menimbulkan kerugian bagi berbagai pihak, digunakan untuk memperkaya diri sendiri(Widhiyaastuti & Ariawan, 2. Kitab Suci dalam Perjanjian baru, mengatakan bahwa Yesus secara tegas juga menuntut agar selalu bersikap jujur, tidak munafik seperti kaum farisi . Matius 23:1-. Nilai hidup yang akan dijalani dan ditingkatkan adalah perdamaian. Dewasa ini, di berbagai negara banyak konflik yang terjadi seperti perang dan perselisihan, baik antar negara, contohnya Perang antar negara tetangga adalah Israel dengan Palestina yang mengakibat dampak yang merugikan bagi berbagai pihak (Mohammad, 2. Sementara itu, di Indonesia terkadang kehidupan rakyat yang damai menjadi tidak tenteram karena isu politik sentimental antara suku dan agama. Untuk mencapai perdamaian tentunya setiap individu perlu memiliki kesadaran mewujudkan perdamaian tentunya perlu kesadaran diri dan penghormatan terhadap nilai kemanusiaan. Yesus sendiri turun ke dunia datang membawa pengajaran tentang cinta kasih, sehingga terciptanya persaudaraan sejati karena setiap manusia adalah ciptaan Allah yang paling Nilai fundamental yang tidak bisa dilewatkan begitu saja adalah menjaga lingkungan alam atau keutuhan ciptaan. Dalam Kitab suci menceritakan secara simbolik tentang Allah yang menciptakan Bumi dan segala isinya secara satu per satu dengan dengan fungsinya. Kitab suci mengatakan : AuAllah melihat bahwa semuanya itu baik. Ay Maka sepatutnya mengagumi dan bersyukur PENANAMAN NILAI BATANG GARING DALAM PEMBELAJARAN PAK PENGARUHNYA PADA PAHAM KEBANGSAAN lingkungan alam, karena Allah adalah sumber kehidupan. Pokok dari nilai-nilai kehidupan manusia yang telah diuraikan tersebut berkaitan dengan erat dengan nilai Batang Garing yakni, yakni Batang Garing yang mengandung makna bahwa sumber segala kehidupan adalah Tuhan Yang Maha Esa (Sarma & unyi, 2. Dalam Pancasila juga terdapat nilai-nilai luhur dalam kelima silanya dan memiliki keterkaitan erat dengan nilai-nilai kehidupan masyarakat, yaitu nilai Ketuhanan, kemanusiaan. Persatuan. Permusyawaratan dan Perwakilan, dan Keadilan (Sianturi & Dewi, 2. Sosial Pancasila juga sebagai pedoman hidup warga negara Indonesia dalam berbangsa dan bernegara, maka sangat penting untuk selalu dipelajari dan dipahami serta dihayati dalam setiap kehidupan berbangsa ditengah kemajemukan bangsa Indonesia. Dalam upaya menumbuhkan nilai-nilai kehidupan manusia dalam diri para siswa melalui Pendidikan Agama Katolik (PAK), guru membentuk kelompok dan diskusi dengan tema AuNilai Batang GaringAy dan paham kebangsaan melalui Nilai Pancasila, membahas mengenai nilai-nilai kehidupan masyarakat yang memiliki keragaman suku bangsa di Indonesia dan perbuatan yang mencerminkan sikap nilai Batang Garing. Siswa diajak untuk mendengarkan dan mencermati materi yang berkaitan dengan nilai-nilai kehidupan masyarakat dalam keanekaragaman melalui Nilai Batang Garing. Dokumentasi kegiatan dapat di lihat pada gambar 1. Gambar 1. Pemaparan Materi AuNilai-nilai Kehidupan MasyarakatAy Sumber : Dokumentasi Peneliti . Dalam upaya menumbuhkan nilai-nila kehidupan masyarakat ini juga, guru mewujudkan nilai kehidupan masyarakat melalui simbol Batang garing tindakan saling mendengar pendapat atau tanggapan siswa dalam sesi diskusi dan sesudah pemaparan materi disusul dengan mengisi teka-teki silang dan menjawab kuis tentang nilai Batang Garing dan paham kebangsaan secara berkelompok atau diskusi. Dokumentasi kegiatan dapat dilihat pada gambar 2 dan gambar 3. Jurnal Sepakat VOLUME XI. NO. SEPTEMBER 2025 e-ISSN: x-x. p-ISSN: x-x. Hal 01-21 Gambar 2. Mengisi Teka-Teki Silang Gambar 3. Menjawab kuis Sumber : Dokumentasi Peneliti Materi Nilai Batang Garing Batang Garing atau pohon batang garing Tuhan Yang Maha Esa satu-satunya Tuhan, dianugerahkan oleh Ranying Hatalla Langi, bagi Suku Dayak Ngaju. Dalam tetek-tatum . atap tangis sejat. diceritakan bahwa Ranying Hatalla Langit menciptakan dua buah pohon yang diberi nama Batang Garing Tingang dan Bungking Sangalang. Pohon Batang Garing yang berbentuk tombak dan berdiri tegak ke atas melambangkan Ranying Mahatala Langit. Pada bagian bawah pohon terdapat guci yang berisikan air suci dan akar tunggang yang melambangkan Audunia bawahAy (Jat. , juga dedaunannya melambangkan tiga helai bulu ekor Burung Enggang. Masing-masing dahan atau ranting memiliki buah yang berjumlah tiga, menghadap ke atas dan ke bawah, melambangkan tiga kelompok besar manusia sebagai keturunan Maharaja Sangiang. Maharaja Sangen, dan Maharaja bunu atau buno (Usop L. S & Usop T. B 2. Menurut Mirim . Nilai Batang Garing menggambarkan Nilai kehidupan masyarakat Suku Dayak Ngaju yang memiliki keunikan dalam memandang alam semesta dengan simbol/lambang atau ilustrasi tersendiri yang tetap diyakini hingga saat ini, salah satu menjadi maskot dan sering digunakan, yaitu AyBatang GaringAy. Bentuk simbol Batang Garing adalah pohon yang diartikan sebagai Pohon Kehidupan. Suku Dayak Ngaju memahami dunianya melalui Pohon Batang Garing atau bisa diartikan sebagai pohon kehidupan. Maskot Batang Garing dapat ditemukan dimana saja, baik dari rumah ibadah, rumah sakit, perkantoran. Gedung sekolah, taman kota, motif batik, dan masih banyak lagi. Ada berbagai makna dan nilai yang terkandung dalam simbol Batang Garing yang di buat yang dimodifikasi dari pemahaman sendiri. Batang Garing sebagai sebuah simbol yang memiliki fungsi dan makna yang PENANAMAN NILAI BATANG GARING DALAM PEMBELAJARAN PAK PENGARUHNYA PADA PAHAM KEBANGSAAN mencerminkan nilai kehidupan, dimana masyarakat Dayak Ngaju, mampu menjadikan Batang Garing sebagai tempat hidup (Sarma & unyi, 2. Menurut Sarma dan unyi . , mengatakan bahwa Batang Garing atau AuPohon KehidupanAy bukan hanya sekedar simbol atau simbol/lambang atau maskot untuk hiasan tempelan atau gambar semata, ada banyak makna dan nilai tertentu yang dimodifikasi dengan pemahaman sendiri. Simbol Batang Garing merupakan salah satu budaya dari suku Dayak Kalimantan tengah yang memiliki segudang nilai yang positif yang mampu menjadi patokan masyarakat Dayak untuk selalu mengembangkan nilai-nilai kehidupan sehingga tercipta keharmonisan hubungan antara sesama dan mengajak untuk saling menghargai, menghormati, peduli terhadap lingkungan hidup dan juga memberikan kesadaran terhadap manusia bahwa hidup di dunia ini tidak sendiri, terutama bagi penduduk yang tinggal di Kalimantan Tengah. Dalam upaya menumbuhkan nilai-nilai kehidupan masyarakat melalui Pendidikan Agama Katolik (PAK) yang menumbuhkan perilaku siswa yang baik sesuai dengan tatanan nilai Batang Garing. Maka, guru melakukan kegiatan kepada siswa untuk menggambar simbol/lambang atau maskot Batang Garing dan mempresentasikan hasil gambar di depan kelas secara berkelompok atau diskusi. Dokumentasi kegiatan dapat dilihat pada gambar 4 dan gambar 5 Gambar 4. Mengambar Batang Garing Gambar 5. Mempresentasikan hasil gambar Sumber : Dokumentasi Peneliti . Dampak Implementasi Penanaman Nilai Batang Garing Dalam Pembelajaran PAK untuk meningkatkan Paham Kebangsaan Siswa Kelas XII di SMAN 4 Palangka Raya Berdasarkan hasil analisa pengujian hipotesis dengan menggunakan teknik uji beda Wilcoxon Signed Ranks Test diperoleh hasil nilai z=-3. 111 dengan p=0,002 . <0,. Hasil menunjukkan bahwa Hipotesis pembelajaran nilai Batang Garing pada pembelajaran PAK Kelas XII. SMAN 4 Jurnal Sepakat VOLUME XI. NO. SEPTEMBER 2025 e-ISSN: x-x. p-ISSN: x-x. Hal 01-21 Palangka Raya terhadap Paham Kebangsaan, di mana setelah mengikuti pembelajaran paham kebangsaan semakin meningkat dibandingkan sebelum pembelajaran. Hal tersebut didukung oleh penelitian (Marwiyati, 2. , menjelaskan pengembangan nilai melalui kegiatan pembelajaran yang memberikan pembelajaran dan pendidikan sejak usia dini, pihak sekolah mendorong rasa hormat siswa kepada guru sebagai pengganti orang tua di rumah. Cara ini merupakan salah satu upaya sekolah untuk membentuk sikap, perilaku dan karakter anak yang berakhlak mulia dan berbudi Hal ini berkaitan dengan peran guru dalam menanamkan nilai-nilai wawasan Hal ini didukung oleh pendapat Thomas Lickona . , mengatakan bahwa proses perkembangan moral melibatkan pengetahuan, perasaan, dan tindakan yang merupakan pedoman dasar untuk membangun yang integral dan Memiliki pemahaman kebangsaan yang baik dapat mendorong munculnya rasa kebangsaan pada dalam bentuk Tindakan kebangsaan yang berbasis pada nilai-nilai dalam keluarga, masyarakat, dan negara. Keberhasilan pendidikan pada wawasan kebangsaan dalam membentuk perilaku dan karakter siswa yang bertanggung jawab atas segala perbuatan dan tindakannya mampu menjadikan pribadi siswa yang memiliki semangat kebangsaan (Licona, 2. Penyebab lain yang mempengaruhi meningkatnya pemahaman paham kebangsaan setelah mengikuti pembelajaran PAK dengan melihat peningkatan hasil evaluasi dalam pembelajaran PAK. Hasil evaluasi didapatkan yang baik bisa dilihat dari hasil evaluasi nilai Batang Garing dengan uji beda Wilcoxon Signed Ranks Test z=-3. 61 dengan p=0,002 . <0,. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada nilai batang garing yang di miliki setelah mengikuti pembelajaran dibandingkan sebelum mengikuti pembelajaran. Materi Pembelajaran Nilai Batang Garing pada pembelajaran PAK mampu memberikan pemahaman siswa terhadap Nilai Batang Garing dalam pembelajaran PAK dapat meningkatkan pemahaman Pembelajaran PAK secara signifikan melalui Nilai Batang Garing. Nilai Batang Garing mampu memberikan pemahaman kepada siswa dalam pembelajaran PAK sehingga siswa dapat dengan mudah mengimplementasikan nilai-nilai batang garing dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Hal ini sejalan dengan pendapat Munte . , pengaruh efektifitas Pembelajaran PAK melalui pemebelajar Guru PAK melalui perencanaan pembelajaran, pelaksanaan PENANAMAN NILAI BATANG GARING DALAM PEMBELAJARAN PAK PENGARUHNYA PADA PAHAM KEBANGSAAN pembelajaran, dan hasil evaluasi pembelajaran mempunyai pengaruh positif pada siswa. Hal ini terlihat dari perhitungan hasil evaluasi sebelum dan sesudah melakukan pembelajaran PAK melalui Paham kebangsaan. Nilai Batang Garing, dan tes pengetahuan Paham kebangsaan dan Nilai Batang Garing. Pada Hasil evaluasi tes pengetahuan diukur dengan tes pengetahuan PAK dan Paham Kebangsaan yang diberikan sebelum dan sesudah pembelajaran berlangsung. Setelah itu, hasil tes dianalisis menggunakan uji beda Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil tes menunjukan nilai z=-3. 127 dengan t=0,002. <0,. Terdapat hasil yang menunjukan peningkatan secara signifikan terhadap pengaruh Paham Kebangsaan pada pembelajaran PAK setalah mengikuti Hasil evaluasi ini menekankan seberapa jauh pemahaman siswa terhadap Paham kebangsaan pada pembelajaran PAK melalui Nilai Batang Garing. Berdasarkan keadaan dilapangan dari pengamatan peneliti selama melakukan penelitian SMAN 4 Palangka Raya, bahwa pembelajaran Nilai Batang Garing dan Paham kebangsaan pada pembelajaran PAK Kelas XII. SMAN 4 Palangka Raya tidak pernah dipelajari sebelumnya, sehingga terbukti dengan adanya pembelajaran Batang Garing bahwa pada pembelajaran PAK dapat memberikan peningkatan pemahaman yang baik kepada siswa secara keseluruhan. Sebenarnya para siswa sudah melakukan pembelajaran secara tak langsung dari Paham Kebangsaan dan Nilai Batang Garing dalam kehidupan di lingkungan sekolah, salah satunya saling menghormati dan menghargai perbedaan baik dari antar suku, agama dan budaya. Namun, para siswa hanya kurang mengetahui bahwa tindakan tersebut tercermin dalam paham kebangsaan dan Nilai Batang Garing. Sehingga diberikan Pembelajaran PAK melalui paham kebangsaan dan Nilai Batang Garing yang mampu memberikan pemahaman kepada siswa dan dapat dengan mudah diimplementasikan nilai-nilai budaya berdasarkan kearifan lokal di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil evaluasi pelatihan pada nilai Paham kebangsaan, nilai Batang Garing, dan tes pengetahuan Paham kebangsaan dan nilai Batang garing pada pembelajaran PAK untuk meningkatkan paham kebangsaan siswa kelas XII Di SMAN 4 Palangka Raya, maka ditarik kesimpulan sebagai berikut. menunjuk adanya perbedaan pada pengetahuan siswa mengalami peningkatan pemahaman pengetahuan lebih tinggi dibandingkan sebelum mengikuti pembelajaran PAK. Hasil evaluasi Jurnal Sepakat VOLUME XI. NO. SEPTEMBER 2025 e-ISSN: x-x. p-ISSN: x-x. Hal 01-21 pelatihan Paham Kebangsaan dan nilai Batang Garing menunjukkan ada perbedaan peningkatan yang signifikan antara sebelum dan sesudah pembelajaran dibuktikan dengan hasil akhir evaluasi tes pengetahuan Paham kebangsaan dan nilai garing nilai z=-3. Batang dengan t=0,002. < 0,. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dapat disampaikan beberapa saran . Kepala Sekolah selaku pengambil kebijakan, dapat menganjurkan kepada para guru untuk mengkombinasikan metode pembelajaran dengan memanfaatkan nilai-nilai budaya yang ada salah satunya nilai Batang Garing dalam metode . Para siswa disarankan untuk terus mengembangkan nilai-nilai kehidupan masyarakat agar terciptanya generasi penerus yang memiliki sikap yang adil, bijaksana dan toleransi. Penulis menyarankan bagi penulis selanjutnya untuk melaksanakan penelitian terusan di tempat yang berbeda supaya penelitian disampaikan dengan lebih sempurna. DAFTAR REFERENSI Antara. , & Yogantari. KERAGAMAN BUDAYA INDONESIA SUMBER INSPIRASI INOVASI INDUSTRI KREATIF. SENADA (Seminar Nasional Manajemen. Desain Dan Aplikasi Bisnis Teknolog. , 1, 292Ae301. Retrieved from https://eprosiding. id/index. php/senada/article/view/68 Dokumen Konsili Vatikan II. Terjemahan R. Hardawiryana. Jakarta: Obor. Ernawam. Pengaruh Globalisasi terhadap Eksistensi Kebudayaan Daerah di Indonesia. Jurnal Kajian Lemhannas RI, 32. , 1Ae54. Jurnal. Agustus 2022. https://ejournal. stp-aviasi. id/index. php/JIK/article/view/5/pdf Komisi Kateketik KWI. Menjadi Murid Yesus Pendidikan Agama Katolik Untuk Sekolah Dasar. Yogyakarta: Kanisius. Licona. PENDIDIKAN UNTUK PENGEMBANGAN KARAKTER (Telaah terhadap Gagasan Thomas Lickona dalam Educating for Characte. Al-Ulum: Jurnal Studi Islam, 14. , 269Ae288. Agustus https://w. net/publication/290920065_PENDIDIKAN_UNTUK_P ENGEMBANGAN_KARAKTER_Telaah_terhadap_Gagasan_Thomas_Lickona_ dalam_Educating_for_Character/link/569c9c5408ae6169e5630e35/download PENANAMAN NILAI BATANG GARING DALAM PEMBELAJARAN PAK PENGARUHNYA PADA PAHAM KEBANGSAAN Marwiyati. Penanaman Pendidikan Karakter Melalui Pembiasaan. ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal, 8. , https://doi. org/10. 21043/thufula. Mohammad. Konflik Israel-Palestina ditinjau dari Kajian History. Jurnal Keamanan, 05. ,1Ae16. Agustus http://digilib. id/id/eprint/9529/ Munte. Pengaruh Efektifitas Pembelajaran Guru Pak Terhadap Peningkatan Nilai Afektif Siswa Kasus: Smp Negeri 1 Pematangsiantar. Jurnal Dinamika Pendidikan, 10. , 274. https://doi. org/10. 33541/jdp. 633 30 September 2022. Paramita. Representasi Nilai Pancasila Dalam Kebudayaan Bali. VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia, 2. , 142Ae154. https://doi. org/10. 32795/vw. 395 23 September 2022. Rahayu. Manajemen Diri. An-Nuha, 17. , 79Ae90. 21 September 2022. Rofifah. AoImplementasi Media Pembelajaran Permainan Ular Tangga IqroAo. Paper Knowledge . Toward a Media History of Documents, pp. 12Ae26. Sarma. , & unyi. Jurnal Widya Katambung. Upacara Manyanggar Pada Masyarakat Hindu Kaharingan Di Desa Timpah Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas, 9, 1Ae12. 23 September 2022. Sianturi. , & Dewi. Penerapan Nilai Nilai Pancasila Dalam Kehidupan Sehari Hari Dan Sebagai Pendidikan Karakter. Jurnal Kewarganegaraan, 5. , 222Ae231. https://doi. org/10. 31316/jk. September 2022. Supriyanto. Law Enforcement Regarding Human Rights According to Positive Law in Indonesia. Al-Azhar Indonesia Seri Pranata Sosial, 2. , 151Ae168. 20 September 2022. Usop. , & Usop. Peran Kearifan Lokal Masyarakat Dayak dalam Mengembangkan Batik Benang Bintik di Kalimantan Tengah. Mudra Jurnal Seni Budaya, 36. , 405Ae413. https://doi. org/10. 31091/mudra. 1502 21 September Widhiyaastuti. , & Ariawan. Meningkatkan Kesadaran Generasi Muda Untuk Berperilaku Anti Korupsi. Jurnal Ilmiah Prodi Magister Jurnal Sepakat VOLUME XI. NO. SEPTEMBER 2025 e-ISSN: x-x. p-ISSN: x-x. Hal 01-21 Kenotariatan, 1. 17Ae25. https://ojs. id/index. php/ActaComitas/article/view/39325 Winataputra. Pembudayaan Nilai - Nilai Pancasila Bagi Masyarkat Sebagai Modal Dasar Pertahanan Sosial. Jurnal Moral Kemasyarakatan, 1. , 37Ae50. September 2022.