JURNAL BUANA SAINS Volume 25. Number 2 (Agustus 2. : Hal. ISSN: 1412-1638 . 2527-5720 . Terakreditasi Peringkat 4 Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan No 148/E/KPT/2020 Tersedia online https://jurnal. id/index. php/buanasains STUDI EVALUASI TAMAN LINGKUNGAN DI KOTA MALANG Debora Budiyono. Hendra Kurniawan Program Studi Arsitektur Lanskap. Fakultas Pertanian. Universitas Tribhuwana Tunggadewi Korespondensi: debora. budiyono@unitri. Abstract Article history: Received 1 Mei 2025 Accepted 28 Mei 2025 Published 01 Agustus 2025 An Environmental Park is an urban green open space that plays a crucial ecological, social, and aesthetic role. However, several established environmental parks in Malang City, namely Merjosari. Slamet. Merbabu Family, and Trunojoyo Parks, are experiencing a decline in visitors. This decline is attributed to a lack of functional optimization and aesthetic appeal, compounded by competition from newer parks. This research aims to evaluate the functional performance of these specific parks. The study employs the Key Performance Index (KPI) methodology to assess key aspects, including physical conditions, park quality, spatial design, park elements, and visitor activities. The results indicate that only Merjosari Park meets the standard criteria. Otherwise. Slamet Park. Merbabu Family Park, and Trunojoyo Park were categorized as below These findings highlight the urgent need for the Malang City Environmental Agency, as the managing authority, to implement comprehensive improvements. Recommendations focus on enhancing the parks' physical components, quality, spatial layout, and amenities to revitalize their function and better serve the community. Keywords: environmental park. Key Performance Index (KPI). Malang City. park evaluation. park management Pendahuluan Kota Malang tidak hanya dikenal sebagai kota pendidikan namun juga memiliki cukup banyak taman lingkungan yang dikelola oleh pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Taman Lingkungan memiliki ukuran minimal 1. 250 m2 sehingga dengan luasan tersebut diperuntukkan melayani kegiatan sosial masyarakat skala rukun tetangga (RT) dan rukun kelurahan (RW). Taman Lingkungan adalah bentuk ruang terbuka hijau (RTH) yang pada umumnya berada di area perkotaan yang memiliki peran sangat penting dari aspek ekologi, aspek sosial, dan aspek estetika (Dewi et al. RTH sangat penting perannya namun di area Kota Malang belum mencapai standar RTH 30% dari luas Kota Malang, oleh karena itu peran Taman Lingkungan ini sangat penting keberadaannya untuk dapat dikelola dengan baik oleh pemerintah daerah. Taman Lingkungan merupakan salah satu bentuk RTH yang memiliki banyak manfaat. Menurut Hakim . bahwa garden atau taman memiliki fungsi biofisik, ekologis, arsitektural, dan keindahan. To cite this article: Budiyono. dan H. Kurniawan. Studi Evaluasi Taman Lingkungan Di Kota Malang. Jurnal Buana Sains 25. : 1-10 D. Budiyono dan H. Kurniawan / Buana Sains Vol 25 No 2 : 1-10 Taman bersenang-senang yang terbatas dan digunakan individu atau sekelompok orang (Budiyono et al. , 2. Budiyono et al. Taman Lingkungan masyarakat tingkat lingkungan memberikan ruang rekreasi, edukasi, interaksi sosial, dan kegiatan lain. Selain itu Prayoga et al. , . menambahkan juga bahwa Taman Lingkungan memiliki banyak fungsi dan keindahan yang berada di daerah terendah sebuah sistem pertamanan kota. Taman Lingkungan adalah bagian sistem pertamanan kota ini didukung oleh kebijakan tentang penataan ruang terkait ruang terbuka hijau (RTH) yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 26 Tahun Kota Malang sangat mendukung dan berkomitmen untuk memperluas RTH dengan mengambil langkah strategis dalam upaya implementasi yang dirilis oleh walikota Malang RTH sebagaimana tertuang dalam ketentuan Peraturan Walikota Nomor 18 Tahun 2024 Tentang Rencana Detail Tata Ruang Kota Malang Tahun 2024-2044. Saat ini Kota Malang memiliki 17,73% dari ketentuan 20% RTH publik. Selama Tahun 2023. DLH Kota Malang sudah menambah RTH 0,220825 Ha atau 0,002% yang semula seluas 1. 966,06 Ha atau 17,73% dari luas 114 Km2 Kota Malang. Kota Malang menargetkan setiap tahun RTH sebanyak 2% dan DLH Kota Malang menargetkan penambahan luas RTH sampai dengan 730,04 Ha pada 2027 mendatang. Namun tidak semua RTH dikelola oleh DLH Kota Malang. DLH hanya mengelola 1,60% dari seluruh RTH atau 1. 780 m2 atau setara dengan 11. 426 Ha. RTH bentuk Taman Lingkungan yang dikelola oleh DLH yaitu Taman Lingkungan Merjosari. Taman Lingkungan Slamet. Taman Lingkungan Merbabu Family Park, dan Taman Lingkungan Trunojoyo. Taman Lingkungan memiliki dua skala yaitu skala rukun kelurahan (RW) dan skala rukun tetangga (RT). Menurut Wali Kota Malang . mendefinisikan bahwa taman RW untuk melayani penduduk satu RW seperti aktivitas olahraga dan lainnya baik secara individu atau kelompok serta memfasilitasi para remaja kawasan tersebut. Sedangkan taman RT ditujukan untuk melayani masyarakat dalam lingkup tetangga yang bertujuan memfasilitasi masyarakat di kawasan tersebut. Menurut Budiyono et al. , . bahwa seiring waktu Taman Lingkungan Merjosari. Taman Lingkungan Slamet. Taman Lingkungan Merbabu Family Park, dan Taman Lingkungan Trunojoyo kurang diminati oleh pengunjung taman akibat optimalisasi fungsi dan keindahan yang berkurang serta banyak taman baru yang bermunculan di Kota Malang, selain itu perlu peningkatan penataan atau redesain Taman Lingkungan dan pemeliharaan Taman Lingkungan. Potensi memperdayakan fungsi Taman Lingkungan yang berada di Kota Malang salah satunya dengan melakukan evaluasi sehingga dapat diketahui seberapa besar fungsi Taman Lingkungan yang berada di Kota Malang dalam memberikan ruang rekreasi, edukasi, interaksi sosial, dan kegiatan lain bagi masyarakat Kota Malang. Studi penelitian secara umum bertujuan untuk mengevaluasi fungsi Taman Lingkungan yang berada di Kota Malang. Sedangkan tujuan khusus studi penelitian ini adalah mendiskripsikan dan menganalisis Taman Lingkungan. Selanjutnya mengevaluasi fungsi Taman Lingkungan dengan menilai kondisi aktual Taman Lingkungan, persepsi para responden, dan memverifikasi perilaku para pengunjung yang berada di Taman Lingkungan. Sedangkan manfaat dari penelitian ini adalah untuk memperdayakan fungsi taman lingkungan, menciptakan kualitas lingkungan yang lebih baik, dan menjadi bahan pertimbangan bagi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) selaku pengelola dalam mengoptimalisasikan fungsi Taman Lingkungan yang telah ada. To cite this article : Budiyono. dan H. Kurniawan. Studi Evaluasi Taman Lingkungan Di Kota Malang. Jurnal Buana Sains 25. : 1-10 D. Budiyono dan H. Kurniawan / Buana Sains Vol 25 No 2 : 1-10 Metode Penelitian Studi evaluasi Taman Lingkungan ini dilakukan di Taman Merjosari. Taman Slamet. Taman Merbabu Family Park, dan Taman Trunojoyo yang berlokasi di Kota Malang. Penelitian ini dimulai dengan kegiatan persipan, pengumpulan data, analisis data, dan evaluasi. Peralatan yang digunakan dalam proses penelitian adalah adalah kamera digital, alat ukur meteran, alat tulis, alat gambar, dan perangkat komputer yang dilengkapi dengan program AutoCAD 2023. Adobe Photoshop CS3. Google Sketch-Up 2019, sedangkan bahan yang digunakan adalah denah taman dari DLH dan citra satelit (Googlemap. Tahapan Studi Persiapan, tahapan kegiatan yang dilakukan berupa penyiapan data yang dibutuhkan baik data primer maupun data sekunder yang berkaitan dengan Taman Lingkungan, menentukan kriteria fungsi Taman Lingkungan, menentukan metode analisis yang digunakan dalam mengevaluasi fungsi Taman Lingkungan, dan pengenalan Taman Lingkungan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang untuk pengambilan data lapangan. Inventarisasi, tahapan ini peneliti terjun ke lapangan untuk pengumpulan data primer baik aspek biofisik, sosial, dan estetika atau keindahan melalui observasi lapangan, wawancara pekerja taman di lapangan, dan kuisioner kepada 30 para pengunjung taman secara random sampling untuk mengetahui persepsi keberadaan Taman Lingkungan. Analisis, tahapan ini peneliti melakukan kegiatan analisis kriteria fungsi Taman Lingkungan di Kota Malang melalui metode Key Performance Index (KPI). Penilaian kriteria adalah kondisi eksisting fisik, kualitas taman, ruang taman, elemen taman, dan aktivitas pengunjung pada Taman Lingkungan Kota Malang. Evaluasi, melakukan evaluasi terhadap standar prinsip dan unsur desain sebuah fungsi Taman Lingkungan melalui metode Key Performance Index (KPI). Dasar dari evaluasi berdasarkan teori menurut Marcus . McDowell dan McDowell . , dan Stigsdotter dan Grahn . Menurut Aziizah dan Budiarti . bahwa KPI dapat membantu untuk memberi nilai pada setiap kriteria sebuah Penilaian dilakukan terhadap unsur fisik taman, unsur kualitas taman, unsur ruang taman, unsur elemen taman, dan unsur pengguna dan aktivitasnya. Unsur fisik taman antara lain menilai indikator aksesibilitas, sirkulasi, area, dan luasan. Unsur kualitas taman yaitu menilai indikator keamanan, dan kenyamanan. Unsur ruang taman yaitu menilai indikator desain, jenis, luasan, dan sirkulasi. Unsur elemen taman yaitu menilai indikator soft material, hard material, dan elemen air. Unsur pengunjung taman yaitu menilai indikator karakteristik pengunjung dan jenis aktivitas pengunjung. Key Performance Index (KPI) merupakan hasil perhitungan yang diperoleh dari nilai aktual dibagi dengan jumlah nilai standar indikator Nilai rendah setiap unsur bernilai 1 dan nilai tinggi bernilai 3 yang mana nilai KPI terendah yaitu 0. 33 dan nilai tertinggi bernilai 1 pada setiap indikator dari setiap unsur Taman Lingkungan. Hasil nilai KPI ini Taman Lingkungan Kota Malang. Sintesis, tahapan ini peneliti melakukan sintesis berkaitan fungsi Taman Lingkungan melalui konfirmasi dan verifikasi prilaku pengunjung taman. Kemudian simpulan didapatkan sesuai dengan kriteria prinsip dan unsur desain fungsi Taman Lingkungan yang memiliki KPI = 1 artinya pengelolaan yang dilakukan DLH dapat dipertahankan namun apabila nilai KPI < 1 artinya kualitas Taman Lingkungan tidak sesuai dengan fungsi Taman Lingkungan. To cite this article : Budiyono. dan H. Kurniawan. Studi Evaluasi Taman Lingkungan Di Kota Malang. Jurnal Buana Sains 25. : 1-10 D. Budiyono dan H. Kurniawan / Buana Sains Vol 25 No 2 : 1-10 Hasil dan Pembahasan Taman Merjosari Menurut Wali Kota . Taman Merjosari yang dibangun sejak Tahun 2012 berada di Kelurahan Merjosari. Kecamatan Lowokwaru. Kota Malang adalah Taman Lingkungan yang luas dan memiliki luasan 057,95 m2 yang dapat dilihat dari kondisi (Gambar . dan site plan Taman Merjosari (Gambar . Tujuan dari pembangunan Taman Merjosari adalah memberikan ruang gerak pengunjung taman yang berada di sekitar taman seperti olahraga, berdiskusi, berteduh, bersantai, berinteraksi, mengenal tanaman lanskap sehingga dapat meningkatkan pemahaman pengunjung terhadap fungsi taman. Taman Merjosari ini dikategorikan Taman Lingkungan yang luas dan dilengkapi fasilitas olahraga outdoor dan fasilitas bermain. Taman Merjosari memiliki nilai KPI sesuai standar dari aspek fisik taman, kualitas taman, ruang taman, elemen taman, dan pengunjung taman. Hal ini menunjukkan bahwa Taman Merjosari memenuhi standar sebagai ruang rekreasi, edukasi, interaksi sosial, dan kegiatan lain sehingga dapat dipertahankan. Nilai masingmasing kriteria KPI pada Taman Merjosari dapat dilihat pada Gambar 3. Gambar 1. Kondisi Eksisting Taman Merjosari Gambar 2. Site Plan Taman Merjosari To cite this article : Budiyono. dan H. Kurniawan. Studi Evaluasi Taman Lingkungan Di Kota Malang. Jurnal Buana Sains 25. : 1-10 Gambar 3. Nilai KPI Taman Merjosar Taman Slamet Kecamatan Klojen berada di pusat Kota Malang yang padat penduduk namun cukup banyak memiliki taman seperti Taman Lingkungan Slamet yang mana taman ini memiliki luas sekitar 5. 282,35 m2 (Wali Kota Malang, 2. Taman ini terletak di dalam perumahan Ijen sehingga mendapat julukan AuHidden ParadiseAy. Taman yang dibangun sekitar Tahun 2016 ini bertujuan rekreasi bagi pengunjung setiap hari atau hari libur baik individu atau berkelompok dengan kegiatan seperti berkumpul untuk olahraga, berdiskusi, dan lainnya. Kondisi eksisting dan site plan Taman Slamet dapat dilihat pada Gambar 4 dan Gambar 5. Berdasarkan hasil evaluasi bahwa nilai KPI kurang sesuai standar untuk kualitas taman, kualitas taman, ruang taman, elemen taman, dan pengunjung taman kecuali fisik taman sesuai standar. Hal ini menunjukkan bahwa Taman Slamet belum sesuai standar sebagai ruang rekreasi, edukasi, interaksi sosial, dan kegiatan lain. Nilai masing-masing kriteria KPI pada Taman Slamet dapat dilihat pada Gambar 6. Gambar 4. Kondisi Eksisting Taman Slamet To cite this article : Budiyono. dan H. Kurniawan. Studi Evaluasi Taman Lingkungan Di Kota Malang. Jurnal Buana Sains 25. : 1-10 D. Budiyono dan H. Kurniawan / Buana Sains Vol 25 No 2 : 1-10 Gambar 5. Site Plan Taman Slamet Gambar 6. Nilai KPI Taman Slamet To cite this article : Budiyono. dan H. Kurniawan. Studi Evaluasi Taman Lingkungan Di Kota Malang. Jurnal Buana Sains 25. : 1-10 D. Budiyono dan H. Kurniawan / Buana Sains Vol 25 No 2 : 1-10 Taman Merbabu Family Park Salah satu Taman Lingkungan yang berada di Kecamatan Klojen. Kota Malang adalah Taman Merbabu Family Park yang berdiri sejak 2014 dengan luas 4293,58 m2 (Wali Kota Malang, 2. Taman ini cukup populer di kalangan masyarakat pengunjung yang berfungsi sebagai sarana rekreasi, area olahraga, tempat bermain anak-anak, tempat berkumpul untuk berdiskusi dan karyawan yang sekedar makan siang di area taman secara berkelompok (Gambar 7 dan Gambar Namun fasilitas taman ini dalam kondisi rusak sehingga tidak dapat digunakan oleh pengunjung taman. Berdasarkan hasil penilaian KPI bahwa Taman Merbabu Family Park memiliki nilai KPI kurang sesuai standar untuk fisik taman, kualitas taman, kualitas taman, ruang taman, elemen taman. Hal menunjukkan bahwa Taman Merbabu Family Park belum sesuai standar sebagai ruang rekreasi, edukasi, interaksi sosial, dan Nilai masing-masing komponen KPI pada Taman Merbabu Family Park dapat dilihat pada Gambar 9. Gambar 7. Kondisi Eksisting Taman Merbabu Family Park Gambar 8. Site Plan Taman Merbabu Family Park To cite this article : Budiyono. dan H. Kurniawan. Studi Evaluasi Taman Lingkungan Di Kota Malang. Jurnal Buana Sains 25. : 1-10 D. Budiyono dan H. Kurniawan / Buana Sains Vol 25 No 2 : 1-10 Gambar 9. Nilai KPI Taman Merbabu Family Park Taman Trunojoyo Salah satu Taman Lingkungan yang memiliki nilai sejarah di Kota Malang adalah Taman Trunojoyo yang mana taman ini berada di depan stasiun Kota Baru Malang yang lokasinya berdekatan dengan kawasan Tugu Malang sehingga cukup ramai. Taman yang berada di Kecamatan Klojen ini di redesain Tahun 2014 memiliki luasan 421,61 m2 (Wali Kota Malang, 2. Taman yang memiliki pohon rindang dan asri berusia lebih dari 50 tahun merupakan taman yang cukup ramai dikunjungi oleh masyarakat sekitar setiap hari untuk melakukan aktivitas bermain, berdiskusi, kuliner, dan sekedar menjadi tempat transit atau persinggahan oleh para siswa yang berada di area sekolah (Gambar 10 dan Gambar . Namun taman ini cukup bising karena berada di area pinggir jalan pusat kota sehingga kurang nyaman. Taman Trunojoyo memiliki nilai KPI kurang sesuai standar untuk fisik taman, kualitas taman, ruang taman, dan pengunjung taman kecuali kualitas taman dan elemen taman sesuai standar yang patut dipertahankan. Hal ini menunjukkan bahwa Taman Trunojoyo belum sepenuhnya sesuai standar sebagai ruang rekreasi, edukasi, interaksi sosial, dan kegiatan lain. Nilai masing-masing unsur KPI pada Taman Trunojoyo dapat dilihat pada Gambar 12. Gambar 10. Kondisi Eksisting Taman Trunojoyo To cite this article : Budiyono. dan H. Kurniawan. Studi Evaluasi Taman Lingkungan Di Kota Malang. Jurnal Buana Sains 25. : 1-10 D. Budiyono dan H. Kurniawan / Buana Sains Vol 25 No 2 : 1-10 Gambar 11. Site Plan Taman Trunojoyo Gambar 12. Nilai KPI Taman Trunojoyo Kesimpulan Studi Taman Lingkungan dengan metode Key Performance Index (KPI) menunjukkan bahwa sebagian besar belum sesuai standar, yang sesuai standar hanya pada Taman Merjosari sedangkan Taman Slamet. Taman Merbabu Family Park, dan Taman Trunojoyo kurang sesuai standar. Hal ini menunjukkan perlu peningkatan pengelolaan secara menyeluruh oleh Dinas Lingkungan Hidup (LDH) selaku pengelola Taman Lingkungan di Kota Malang baik dari unsur fisik taman, kualitas taman, ruang taman, elemen taman, dan pengunjung taman. Harapannya Taman Lingkungan yang berada di Kota Malang ini dapat memberikan fungsi ruang rekreasi, edukasi, interaksi sosial, dan kegiatan lain mendapatkan manfaat yang lebih luas. To cite this article : Budiyono. dan H. Kurniawan. Studi Evaluasi Taman Lingkungan Di Kota Malang. Jurnal Buana Sains 25. : 1-10 D. Budiyono dan H. Kurniawan / Buana Sains Vol 25 No 2 : 1-10 Ucapan Terima Kasih Peneliti penelitian ini karena atas dukungan universitas dan juga dapat memberikan kesempatan untuk para dosen menggali dan meningkatkan keilmuan terkait Taman Lingkungan di Kota Malang Daftar Pustaka