RaAoah Journal of Pasoral Counseling Available Online at Vol. No. 1 (Desembe. 22-51 http://ejournal. id/ojs/index. php/rah Efektivitas Teknik Brainstorming dalam Meningkatkan Kepercayaan Diri Mahasiswa Psikologi IAKN Kupang Aliati Ona Misa. Dominggo Hendrof Tak. Elsa Angelina Benu. Filda Febriana Siokain. Juandry Puay. Senly Adelia Nau Info Article Afiliasi Penulis IAKN Kupang *email elsabenu19@gmail. Submit: Januariy 29, 2025 Revised: November 1st, 2025 Published: Desember 3rd, 2025 This work is licensed under a Creative Commons AttributionNon Commercial Share Alike 4. International License Abstract: This study aims to examine the influence of brainstorming techniques in enhancing critical thinking skills among Christian Psychology students at Kupang State Christian Institute (IAKN Kupan. Critical thinking is essential for problem-solving and decision-making, especially in academic This research adopts a quasi-experimental design with a onegroup pretest-posttest model, involving 26 first-semester students as Data collection utilized questionnaires and observations before and after interventions. Results indicated a significant improvement in students' critical thinking skills, as evidenced by increased posttest scores compared to pretest scores. The findings highlight the potential of brainstorming techniques as a practical method for fostering critical thinking and encourage broader application in academic settings. Keywords: brainstorming. critical thinking. group guidance. IAKN Kupang Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh teknik brainstorming dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa Psikologi Kristen di Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang. Berpikir kritis sangat penting untuk pemecahan masalah dan pengambilan keputusan, khususnya dalam konteks akademik. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental one-group pretest-posttest, melibatkan 26 mahasiswa semester pertama sebagai partisipan. Pengumpulan data dilakukan melalui angket dan observasi sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan berpikir kritis mahasiswa, yang ditunjukkan oleh skor posttest yang lebih tinggi dibandingkan dengan skor pretest. Temuan ini menyoroti potensi teknik brainstorming sebagai metode praktis untuk meningkatkan berpikir kritis dan mendorong penerapan yang lebih luas di lingkungan akademik. Kata kunci: brainstorming. berpikir kritis. bimbingan kelompok. mahasiswa psikologi. IAKN Kupang Pendahuluan Self-confidence merupakan aspek penting dalam perkembangan individu, khususnya di kalangan remaja dan mahasiswa, karena memengaruhi kemampuan berkomunikasi, pengambilan keputusan, serta pencapaian potensi maksimal (Hasanah et al. Rendahnya kepercayaan diri seringkali menyebabkan hambatan dalam interaksi sosial dan akademik, sehingga pengembangannya menjadi fokus utama dalam layanan bimbingan dan konseling. Teknik brainstorming dalam bimbingan kelompok telah diteliti sebagai metode yang efektif untuk meningkatkan kepercayaan diri dan kreativitas berpikir mahasiswa. Teknik ini dirancang untuk menciptakan lingkungan yang bebas kritik, mendorong partisipasi aktif, dan memfasilitasi eksplorasi ide-ide baru (Rahmah . Rabani, 2. (Haidar & Maunah, 2. Brainstorming melibatkan proses curah pendapat secara spontan dalam kelompok, di mana setiap anggota bebas menyampaikan gagasannya tanpa takut akan penilaian. Proses ini tidak hanya membantu peserta kelompok menemukan solusi atas masalah yang dihadapi, tetapi juga meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan kognitif mereka ((Susilawati & Fitroh, 2. (Octavia & Anwar, 2. Dalam kegiatan ini, mahasiswa didorong untuk menggali informasi secara luas, menyampaikan gagasan secara sistematis, dan mengembangkan kemampuan kolaborasi. Keunggulan teknik brainstorming terletak pada kebebasannya yang menghilangkan rasa takut akan kritik, memungkinkan mahasiswa berpikir secara kreatif, serta membangun rasa percaya diri dalam interaksi kelompok. Proses ini mendorong keterlibatan aktif mahasiswa dalam pembelajaran, menciptakan suasana diskusi yang dinamis, dan menghasilkan ide-ide baru yang relevan (Widayati & Sitohang, 2. (Magdalena & Maria Pawe, 2. Selain itu, metode ini memberikan mahasiswa kesempatan untuk mengasah kemampuan berpikir kritis dan terbuka terhadap berbagai sudut pandang, sehingga solusi yang dihasilkan lebih komprehensif dan relevan dengan masalah yang dibahas (Inggriani et al. , 2. Dalam implementasinya, brainstorming juga melatih mahasiswa untuk menghadapi tantangan akademik secara kolaboratif dan mendukung perkembangan soft skills Dengan memberikan ruang bagi mahasiswa untuk bebas berekspresi, metode ini membantu meningkatkan rasa percaya diri sekaligus memupuk kemampuan berpikir kreatif dan produktif (Haidar & Maunah, 2. Penelitian menunjukkan bahwa teknik brainstorming efektif untuk menciptakan suasana pembelajaran partisipatif, meningkatkan hasil belajar, dan mendukung pengembangan potensi individu secara optimal (Octavia & Anwar, 2. Metode Penelitian ini dilaksanakan di kampus IAKN Kupang. Jln. Tajoin Tuan-Naimata. Nusa Tenggara Timur, dengan subjek mahasiswa Psikologi Kristen semester 1. Waktu penelitian berlangsung selama 2 bulan, dari November 2024 hingga Januari 2025. Tahapan meliputi penyusunan proposal, pengajuan izin, pelaksanaan pretest, pemberian treatment menggunakan teknik brainstorming, pengumpulan data posttest, analisis data, dan pelaporan hasil penelitian. Penelitian menggunakan desain eksperimen one-group pretest-posttest untuk menguji efektivitas teknik brainstorming dalam meningkatkan self-confidance. Satu kelompok mahasiswa diukur sebelum . dan sesudah . penerapan teknik brainstorming. Penelitian mencakup dua variabel: A Teknik Brainstorming dalam Bimbingan Kelompok (X): Metode diskusi untuk mengumpulkan ide tanpa kritik. Indikator: kemampuan menghasilkan ide, kreativitas, fleksibilitas, partisipasi aktif, identifikasi masalah, dan solusi kreatif. A Self-Confidance (Y): Keyakinan individu terhadap kemampuan diri. Indikator: keberanian berpendapat, bertindak mandiri, menyelesaikan tugas, optimisme, dan keberanian tampil. Kedua variabel diukur menggunakan skala Likert . = sangat tidak setuju hingga 5= sangat setuj. Populasi pada penelitian ini merupakan mahasiswa psikologi kristren IAKN Kupang. Sedangkan sampel dari penelitian ini merupakan mahasiswa kelas A semester 1 . , dipilih menggunakan teknik cluster sampling. Teknik pengumpulan data dan instrumen penelitian yang digunakan pada penelitian ini berupa angket (Mengukur variabel X dan Y melalui pernyataan berbasis indikato. dan abservasi (Mencatat partisipasi, keberanian, dan kemandirian mahasiswa selama sesi brainstormin. Sedangkan Data dianalisis secara deskriptif untuk melihat distribusi nilai rata-rata dan standar deviasi. Uji inferensial menggunakan Paired Sample t-test dilakukan untuk menguji perbedaan rata-rata kepercayaan diri sebelum dan sesudah perlakuan. Analisis ini menilai efektivitas teknik brainstorming dalam meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa. Hasil dan Pembahasan Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas teknik brainstorming dalam meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa Program Studi Psikologi Kristen, semester 1, di Kampus IAKN Kupang. Berdasarkan hasil analisis data, sebagian besar mahasiswa menunjukkan peningkatan skor kepercayaan diri pada posttest dibandingkan dengan pretest mereka, dengan peningkatan berkisar antara 1 hingga 16 poin. Teknik brainstorming efektif dalam mendorong mahasiswa untuk berbicara dan berpartisipasi lebih aktif dalam diskusi kelompok, terutama bagi mahasiswa yang sebelumnya berada dalam kategori kepercayaan diri rendah. Gambar 1 Proses Pelaksanaan Teknik Brainstroming Sebagian besar peserta yang sebelumnya berada dalam kategori "Sedang" tetap berada di kategori tersebut setelah intervensi, meskipun dengan skor yang lebih tinggi. Beberapa mahasiswa yang berada dalam kategori "Rendah" berhasil naik ke kategori "Sedang", menunjukkan perbaikan signifikan setelah mengikuti sesi brainstorming. Meskipun ada satu peserta yang tidak menunjukkan perubahan (Amabel Kalika S. mayoritas mahasiswa mengalami peningkatan yang signifikan dalam aspek kepercayaan diri mereka. Statistik Deskriptif Dari pemberian intervensi yang telah dilakukan pada saat bimbingan kelompok di peroleh hasil statistik deskriptif sebagai berikut: Tabel 1. Descriptive Statistics Minimu Maximu Pretest Postest Valid N . Mean Std. Deviation Penelitian ini melibatkan 26 partisipan (N=. Nilai pretest memiliki rata-rata 104,46 dengan standar deviasi 7,92. Setelah intervensi, nilai posttest meningkat dengan rata-rata 116,08 dan standar deviasi 5,66, menunjukkan peningkatan performa dan konsistensi yang lebih baik di antara partisipan setalah perlakuan. Uji Normalitas Berikutnya adalah hasil dari uji normalitas yang dilakukan menggunakan program SPSS: Tabel 2. One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Pretest Postest Normal Parametersa,b Mean Std. Deviation 7. Most Extreme Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Differences Uji normalitas menunjukkan nilai statistik pretest sebesar 0,101 dan posttest sebesar 0,149, dengan nilai signifikansi 0,200 untuk pretest dan 0,143 untuk posttest. Karena nilai signifikansi lebih besar dari 0,05, dapat disimpulkan bahwa distribusi data pretest dan posttest mengikuti distribusi normal, memenuhi asumsi untuk uji statistik Uji T Berdasarkan statistik deskriptif dan uji normalitas yang telah dilakukan maka, selanjutnya akan dilakukan uji T untuk melihat perbandingan antara hasil pre-tes dan post-tes yang telah dilakukan. Berikut adalah hasil ujinya: Tabel 3. Paired Samples Correlations Pair 1 Pretest & Postest Correlation Sig. Uji korelasi untuk sampel berpasangan menunjukkan hubungan positif yang cukup kuat antara nilai pretest dan posttest . oefisien korelasi 0,. Nilai signifikansi 0,004 yang lebih kecil dari 0,05 menunjukkan hubungan yang signifikan secara Hal ini menyimpulkan bahwa perbedaan nilai pretest dan posttest kemungkinan dipengaruhi oleh intervensi yang diberikan. Tabel 4. Paired Samples Test Paired Differences t Mean Std. Std Devi Confidence Err Interval of the Difference Lower Upper Sig. -taile. Pair Pretes Postes Hasil uji Paired Samples Test menunjukkan perbedaan signifikan antara nilai pretest dan posttest, dengan selisih rata-rata -11,62, yang berarti nilai posttest lebih tinggi. Standar deviasi perbedaan adalah 6,79, dan standar error mean 1,33, menunjukkan konsistensi hasil. Interval kepercayaan 95% untuk perbedaan berada antara -14,36 hingga -8,87, tidak mencakup nol. Nilai t sebesar -8,717 . dengan signifikansi 0,000 . < 0,. menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan, menyimpulkan bahwa intervensi berdampak signifikan pada peningkatan hasil posttest. Hasil Observasi Hasil observasi dari keseluruhan subjek terdapat 4 orang mahasiswa yang menonjol dengan hasil sebagai berikut: Subjek pertama: Charles, mahasiswa Psikologi Kristen, menunjukkan perkembangan signifikan dalam partisipasi dan keberanian berbicara. Awalnya kurang fokus, namun setelah beberapa sesi, ia semakin percaya diri dan aktif berkontribusi dalam diskusi kelompok. Meskipun semula ragu, ia mulai mengemukakan pendapat tanpa takut kritik, menunjukkan peningkatan signifikan dalam self-confidence dan kemandirian dalam pengambilan Subjek kedua: Grace, mahasiswi Psikologi Kristen, aktif dalam diskusi dengan kontribusi lebih dari dua kali per sesi. Ia menunjukkan peningkatan keberanian berbicara dengan percaya diri, meski pandangannya sering berbeda dengan A A Grace juga mandiri dalam mengambil keputusan dan mampu mengemukakan pilihan tanpa bergantung pada pendapat teman. Teknik brainstorming yang inklusif meningkatkan rasa percaya dirinya. Subjek ketiga: Betryani, mahasiswi Psikologi Kristen, awalnya pasif dan cemas, namun seiring waktu mulai berani mengemukakan pendapat meskipun dengan Partisipasinya meningkat, dan ia mulai lebih mandiri dalam mengambil keputusan, meskipun masih sering bergantung pada pendapat Proses ini menunjukkan perkembangan dalam keberanian berbicara dan pengambilan keputusan. Subjek keempat: Aprinike, mahasiswa Psikologi Kristen, awalnya sangat pasif dan cemas dalam berbicara. Namun, seiring waktu, ia mulai lebih aktif berpartisipasi meski kontribusinya sederhana. Keberaniannya dalam mengungkapkan pendapat meningkat, dan ia mulai mengeluarkan ide secara mandiri, meskipun terkadang masih mengonfirmasi dengan teman-temannya. Proses ini menunjukkan perkembangan dalam kepercayaan diri dan Pembahasan Temuan penelitian ini konsisten dengan hasil penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa teknik brainstorming dapat meningkatkan kepercayaan diri, keterbukaan diri, dan perilaku asertif mahasiswa. Sebelumnya, mahasiswa menunjukkan ketakutan terhadap kritik dan kesulitan dalam menyampaikan pendapat secara terbuka. Setelah intervensi dengan teknik brainstorming, mayoritas peserta menunjukkan peningkatan dalam keberanian berbicara, keterbukaan terhadap ide teman, dan partisipasi aktif dalam diskusi kelompok. Penelitian ini juga mendukung temuan Sri Mariana et al. , . yang menunjukkan bahwa teknik brainstorming dapat meningkatkan keterbukaan diri dalam komunikasi, serta Kartika & Siregar, . yang menemukan peningkatan kepercayaan diri siswa setelah intervensi dengan teknik serupa. Selain itu, penelitian Alifiah. , & Febrieta, . menunjukkan bahwa teknik brainstorming meningkatkan perilaku asertif dan kreativitas, yang juga tercermin dalam peningkatan interaksi sosial dan kemampuan berpikir kreatif mahasiswa dalam penelitian ini. Pengurangan kecemasan akademik juga tercatat sebagai dampak positif dari penerapan teknik brainstorming, sesuai dengan hasil penelitian Ardhi Ginanjar Prabowo et al. Mahasiswa yang sebelumnya cemas terlihat lebih tenang dan percaya diri setelah mengikuti sesi brainstorming. Selain itu, keterampilan sosial mahasiswa meningkat, termasuk kemampuan mendengarkan dan berkolaborasi, yang mendukung peningkatan kepercayaan diri mereka, sebagaimana diungkapkan dalam penelitian Viranny & Wardhono . Secara keseluruhan, temuan ini mengonfirmasi bahwa teknik brainstorming efektif dalam meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa, memperbaiki interaksi sosial dalam kelompok, serta meningkatkan keterampilan berbicara dan berpartisipasi dalam Teknik ini berhasil menciptakan lingkungan yang mendukung, di mana mahasiswa merasa dihargai dan termotivasi untuk berkontribusi aktif, sejalan dengan temuan-temuan dari berbagai penelitian sebelumnya. Kesimpulan Penelitian ini menyimpulkan bahwa teknik brainstorming efektif dalam meningkatkan self-confidance mahasiswa semester 1 Program Studi Psikologi Kristen di IAKN Kupang. Teknik ini menciptakan suasana diskusi yang inklusif dan mendukung, memungkinkan mahasiswa untuk menyampaikan ide tanpa takut kritik. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam kepercayaan diri mahasiswa setelah intervensi, yang tercermin dalam peningkatan partisipasi aktif, keberanian mengemukakan pendapat, dan kemampuan mengambil keputusan mandiri. Analisis statistik juga menunjukkan hubungan positif antara teknik brainstorming dan peningkatan kepercayaan diri. Observasi menunjukkan perkembangan perilaku mahasiswa, yang sebelumnya pasif menjadi lebih proaktif. Penelitian ini menegaskan bahwa teknik brainstorming efektif dalam meningkatkan soft skills, terutama kepercayaan diri, yang bermanfaat dalam pendidikan dan pengembangan diri Referensi