AHSANA MEDIA Jurnal Pemikiran. Pendidikan dan Penelitian Ke-Islaman P-ISSN : 2354-9424 E-ISSN : 2549-7642 Vol. No. 2 Juli 2024 http://journal. id/index. php/ahsanamedia TOLERANSI DAN KOMPROMI PRO-KONTRA RITUAL TAHLILAN DI MASYARAKAT Mafruhah, 2Atnawi mafruhah121@gmail. com, 2atnawi@uim. Universitas Islam Madura. Indonesia ABSTRAK Tahlilan sebagai acara awal kematian seseorang, berlanjut hingga 7 . hari, hingga 1000 . eribu har. Tahlilan berisi bacaan tahlil dan lainnya untuk memohonkan ampunan buat almarhum/almarhumah kepada Allah swt. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif secara library reseach disertai penelitian di lapangan berjenis studi kasus. Dari hal ini, peneliti mencoba kupas studi kasus Tahlilan ini karena ada dua pihak pro dan kontra. Dari hal tersebut, diharapkan ada dua sikap berupa toleransi dan kompromi antar pihak atas diferensiasi sikap dari ritual tersebut. Sehingga, umat Islam saling mengerti dan memahami masing-masing pihak sehingga tetap mengokohkan persatuan umat Islam. Tahlilan, terdapat alasan berupa nash-nash baik Alquran, hadits, ijmaAo, qiyas, ijtihad dan maqalah bagi orang yang pro. Tahlilan, terdapat alasan hujjah berupa nash-nash baik Alquran, hadits ijmaAo, qiyas, ijtihad dan maqalah bagi yang kontra. Dari kedua pihak, baik pro maupun kontra terdapat kompromi tentang acara tahlilan. Kedua belah pihak hendaklah saling toleransi dengan alasan hujjah masing-masing. Kata kunci: Toleransi, kompromi, pro-kontra, tahlilan. ABSTRACT Tahlilan as the initial event of a person's death, continues for 7 . days, up to 1000 . thousand day. Tahlilan contains tahlil readings and others to ask for forgiveness for the deceased/deceased to Allah swt. This research is qualitative in a library research accompanied by research in the field of case studies. From this, the researcher tried to peel off this Tahlilan case study because there are two parties, pros and cons. From this, it is hoped that there are two attitudes in the form of tolerance and compromise between parties over the differentiation of attitudes from the ritual. Thus. Muslims understand each other and each party so that they continue to strengthen the unity of Muslims. Tahlilan, there are reasons in the form of nash-nash, both the Qur'an, hadith, ijma', qiyas, ijtihad and maqalah for pro people. Tahlilan, there are reasons for argument in the form of good nash-nash of the Qur'an, ijma' hadith, qiyas, ijtihad, and maqalah for those who are contra. From both sides, with both pros and cons, there is a compromise regarding Keywords: Tolerance, compromise, pros and cons, tahlilan. Mafruhah. Atnawi PENDAHULUAN Nya. 4 Tahlilan di masyarakat, berkumpul untuk Tahlil secara etimologi menurut Ar-Razi berdzikir dan berdoa, ditujukan pada seseorang dalam Mukhtarus Sihah, bentuk mashdar dari yang meninggal, baik didesa hingga kota besar fiil mudhari . allala-yuhallilu-tahlila. -AONEEA-ANEEA ANEOEEA. Tiada Tuhan kecuali Allah. 1 Secara Tahlilan terminologi adalah membaca kalimat AEEN E EEA. Walisongo mengakumulasi tradisi yaitu ritual baca ayat Alquran, dzikir, shalawat, zaman Hindu-Budha dengan gagasan brilian. dan lain-lain. 2 Jadi, tahlil adalah bacaan. Masyarakat Nusantara pada mulanya lakukan sedangkan tahlilan sebagai kegiatannya. tahlilan masih kental dengan kepercayaan nenek AO ECcO eacO aIA ca ANEEa EaaENa Eac N aaO E aA Allah tiada Tuhan kecuali Dia. Maha Hidup dan Maha Mengurus Hamba-Nya (QS. Al-Baqarah . : . moyang tentang mitos, gaib dan mistis. 5 Adat tahlilan karena kebiasaan menghormat para pendahulu masyarakat Nusantara. Bagi mualaf, adat tahlilan tersebut bentuk permohonan aEO NEEA a A eI aa a aeIA a :aA ea EEa OaCa eOEA a AIa ea aaO aE NEEA A aEA a A Oa,aA aE E a eE a Ea aENa aEa EEA a A a:aAE aI CaEA a AEa eO aN aOA A I NI OA,A I INA,Aa E a eIU NEEa (ON IOA a caAEA )AEEOIA Dari Jabir bin Abdullah ra berkata. AuSaya dengar Rasulullah Saw bersabda: Zikir paling utama adalah AEEN E EEA. Dan doa paling utama adalah Alhamdulillah. Ay (HR. Tirmidzi. Ibnu Majah. Ibnu Hibban dan Al-Haki. Kalimat tahlilan berbunyi A EEN E EEAadalah kepada Allah Swt pada waktu tertentu. Padahal, adat tersebut unik diasimilasi dan diakulturasi ke dalam Islam, yakni mengubah bacaan doa Islam. Walisongo melakukan gerakan sebagaimana Rasululah mereformasi kultur jahiliyah: . Tawaf dahulunya telanjang bulat diganti dengan pakaian khusus ihram. Bayi perempuan dikubur hidup-hidup, diubah untuk dimuliakan. kalimat syahadat, sebuah penegasan bahwa Perempuan Allah Swt itu Esa. 3 Dalam masyarakat muslim monoandri, dll. a EaNA a AIaU a aI aE a aN a eaNa EaA a AO aE eEa aI aIacU aA a AaI eIA e aA acI AA AO UA a AA aI eI a a eO a aN eIA a aA aI aE a aN aOEa OaeCA a AaIeCa aE a ae Ia eIA e AA )A(ON IEIA di Indonesia, istilah tahlilan populer dipakai untuk menyebut acara dzikir dan doa bersama, sebagai ungkapan berbeda untuk kegiatan yang sama, baik individu/kelompok berdzikir kepada4 Fatih Syuhud. Amaliyah Aswaja Nadliyin (Malang: Pustaka Al-Khairat, 2. , 82. Pustaka Haaz.