Analitika: Jurnal Magister Psikologi UMA. Vol. Desember . ISSN: 2085-6601 (Prin. ISSN: 2502-4590 (Onlin. DOI: http://dx. org/10. 31289/analitika. ANALITIKA Jurnal Magister Psikologi UMA Available online http://ojs. id/index. php/ analitika Perilaku Waria (Studi Kasus Remaj. di Mandailing Natal Behavior of Transgender (Youth Case Stud. in Mandailing Natal Nurhasanah Pardede* & Asmaryadi Prodi Bimbingan dan Konseling. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan. Indonesia Diterima: Oktober 2018, disetujui: Desember 2018, dipublish: Desember 2018 *Corresponding author: E-mail: nurhasanah. nh26@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola perilaku waria, faktor-faktor apa saja penyebab munculnya perilaku waria, bagaimana motif remaja yang melakukan perilaku waria. Bagaimana keterlibatan ayah dalam pengasuhan bagi anak yang berperilaku waria di Kelurahan Simangambat Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus teknik snowball Subjek penelitian ini adalah empat remaja waria, tiga orangtua remaja waria, tiga informan tokoh masyarakat, dua informan dari masyarakat. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan Menggunakan teknik analisis data: reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan pola perilaku waria di Kelurahan Siabu pada siang hari berpenampilan laki-laki bekerja sebagai karyawan salon, beroperasi pada malam hari berpenampilan wanita dengan pakaian yang ketat, wajah dihias, sexi, dan harum, berpacaran dengan laki-laki banyak yang tergoda, melakukan hubungan intim secara anal, kecemburuan terhadap sesama waria dalam merebut laki-laki, faktor penyebabmunculnya perilaku waria di Kecamatan Siabu di sebabkan oleh factor psikologis, sosiologis dan lingkungan. Motif remaja yang melakukan perilaku waria timbul dari motif sekunder yaitu motif yang dapat di modifikasi, keterlibatan ayah masih dalam keterlibatan Accessibility dan belum pada kondisi Responsibility. Kata Kunci: Remaja. Perilaku Waria. Keterlibatan ayah Abstract This aims of this research is to reveal the pattern behavior of transgenders in Siabu Sub-District. Mandailing Natal District. Factors that caused the behavior, motivation that drives the behavior and father's involvement in eduation is among the matters that revelaed by this study. This study uses qualitative deskriptif methods with a snowball sampling case study approach. Subjects participated in this study four were transgender behaviour of adolescents in simangambat village Siabu Sub- district Mandailing Natal District. Data collection techniques through observation, interviews and documentation. The results of the study showed that the behaviour patterns of tranvestites in siabu village during the day were male working as salon employees, operating at night with female appearance wear tight clothes, make their faces up, sexy and fragrant, dating men, some of them are tempted, have an intimate relation through buttocks, jealousy between each transvestite in seizing men, factors causing the emergence of transgender behaviour in siabu sub district are saused by psychological factors, sociological factors and environmental factors. Teenagers motivates that doing the transvestite appear from the second motives which is the motives that can be modified, the fathers involvement in parenting still lack that done by their father as their responsibility but still in accessibility involvement. Keyword: Teenager. Transgender Behaviour. The Fathers Involvement How to Cite: Pardede. & Asmaryadi, . Perilaku Waria (Studi Kasus Remaj. di Mandailing Natal. Analitika: Jurnal Magister Psikologi UMA, 10 . : 80 Ae 86 Analitika: Jurnal Magister Psikologi UMA, 10 . : 80 - 86 PENDAHULUAN Kehadiran waria di dalam sebuah keluarga merupakan sebuah proses Pembentukan kepribadian waria merupakan proses yang cukup panjang, dimulai dari masa anak-anak hingga menginjak masa remaja. Munculnya fenomena kewariaan tidak lepas dari sebuah konteks cultural. Kebiasaankebiasaan pada masa anak-anak ketika mereka di besarkan di dalam keluarga, kemudian mendapat penegasan pada masa-masa remaja, menjadi penyumbang terciptanya waria. Cara mereka di besarkan dengan nilai dan norma tertentu menjadi satu gambaran yang sangat khas, yang kemudian akan membedakan dengan cara-caraAyanakanak normalAy diasuh dan dibesarkan. Akibat cara-cara itu, perilaku yang dipresentasikan pada masa anak-anak akhirnya menunjukkan ciri yang berbeda pula dibandingkan dengan teman-teman sebaya lainnya. Namun demikian,Aytandatanda yang berbedaAy tersebut tidak pernah disadari oleh orangtua mereka, hingga perilaku itu menjadi perilaku yang menetap pada masa remaja. Belakangan ini, tumbuh kesadaran individu yang gendernya tidak sesuai dengan kategori AupriaAy dan AuwanitaAy. Transgender adalah contoh utamanya. Individu ini secara biologis bisa dikatakan termasuk salah satu kelompok jenis kelamin, namun individu ini mempercayai bahwa dirinya anggota dari jenis kelamin yang berbeda. Dalam kebanyakan kasus, seseorang yang penampilan keseluruhannya adalah pria, namun realitas psikologis dirinya merasa sebagai perempuan yang terjebak dalam tubuh pria (Taylor dkk, 2. dan Suharyanto . Fenomena ini terlihat di Kecamatan Siabu tepatnya di Kabupaten Mandailing Natal, perilaku waria ini kerap dilakukan remaja yang masih berstatus sekolah (SMA), observasi peneliti yang dilakukan pada malam hari serta penuturan salah satu dilakukan oleh remaja berjenis laki-laki beroperasi pada malam hari dalam bentuk gerombolan, mereka berpakaian layaknya wanita, memakai lipstick dan bedak, cara berjalan gemulai dan ada suatu kecendrungan remaja waria ini mengalami relasi-cinta sesama jenis serta cendrung mencari mangsa yang masih remaja supaya komunitas remaja waria ini semakin banyak. Bagi permasalahan sosial dan psikologis yang sangat menarik untuk diangkat karena fenomena yang tidak semua orang dapat mengetahui secara pasti dan memahami bagaimana pola perilaku waria dapat terbentuk dan faktor-faktor penyebab serta bagaimana keterlibatan ayah dalam pengasuhan ditambah lagi bahwa perilaku waria ini dilakukan anak remaja yang masih berstatus pendidikan SMA yang akan menjadi cikal bakal generasi penerus bangsa dan negara dan yang di sayangkan bagaimana keluarganya tidak mengetahui perilaku anaknya sudah terjerumus kepada perilaku waria. Masa remaja menurut Mappiare berlangsung antar umur 12 tahun sampai dengan 21 tahun bagi wanita dan 13 tahun sampai 22 tahun bagi pria. Rentang usia remaja ini dapat dibagi Nurhasanah Pardede & Asmaryadi. Perilaku Waria (Studi Kasus Remaj. di Mandailing Natal menjadi dua bagian yaitu usia antara 12 sampai 13 tahun sampai dengan 17 sampai 18 tahun adalah remaja awal, dan usia antara 17 sampai 18 tahun sampai dengan 21 sampai 22 tahun adalah remaja akhir . alam buku Ali & Asror. Abu Ahmadi mendefenisikan motif adalah sesuatu yang ada dalam diri individu yang menggerakkan atau membangkitkan sehingga individu itu berbuat sesuatu . alam buku Sunaryo: Perilaku adalah tindakan atau aktivitas dari manusia itu sendiri yang mempunyai bentangan yang sangat luas menangis, tertawa, bekerja, kuliah, menulis, membaca, dan sebagainya. (Notoatmodjo, 2. Menurut Koeswinarno perilaku waria, yang pada dasarnya pria tapi memiliki keinginan berjenis kelamin wanita, hingga cara berpakaiannya pun juga sebagai wanita. Dalam Davidson dkk di kutip 2006 Sebagian pendapat menyatakan bahwa transgender pada seorang individu dipengaruhi oleh beberapa faktor lingkungan sosial dan budaya. Bahkan sebagian besar, anak kecil menunjukkan perilaku lintas gender saat ini dan nanti disebabkan oleh faktor keluarga. Dalam beberapa keluarga perilaku semacam itu mendapat perhatian dan penguatan dari orangtua dan para kerabat. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian Kualitatif dengan pendekatan studi kasus, informan penelitian adalah remaja perilaku waria serta orangtua yang perilaku waria yang ada di kecamatan Siabu Kabupaten Mandiling Natal. Pengambilan menggunakan teknik snowball sampling. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dokumentasi dan dengan menggunakan alat bantu yang berupa kamera. Menurut Miles dan huberman . alam buku Idrus. Muhammad: 2. pada analisis data model interaktif, yaitu: reduksi data, . penyajian data, dan . penarikan kesimpulan atau verifikasi. Ketiga kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang jalin menjalin pada saat pengumpulan data dalam bentuk yang sejajar untuk membangun wawasan umum yang di sebut analisis. HASIL DAN PEMBAHASAN Pola Perilaku Waria Di Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal Keterangan Dokumentasi: Peneliti dan Tim Observer Jam: 20. 30 Wib Analitika: Jurnal Magister Psikologi UMA, 10 . : 80 - 86 Informan Mawardi: Antar kasus - Pada siang hari bekerja membantu orangtua ke sawah - Sebagian sebagai karyawan salon - pada malam berpenampilan wanita . Tifani: Afandy Nasution - Berpenampilan laki-laki pada siang - Berpenampilan wanita seksi, ketat sehingga laki-laki tergoda - Pada hubungan intim secara anal Berdasarkan kesimpulan hasil wawancara kepada informan para waria pada siang beraktivitas seperti layak lakilaki normal, pada malam hari waria berdandan, dan menjalin relasi- cinta laki-laki, kecemburuan dalam memperebutkan hati laki-laki. Faktor-Faktor Penyebab Munculnya Perilaku Waria Remaja Di Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal Peneliti juga menanyakan perihal faktor-faktor perilaku waria, informan di ambil dari tokoh masyarakat . antan lurah Simangambat. Simangambat sekarang menjabat dan beberapa remaja Perilaku waria tidak terjadi begitu saja, karena semua manusia dilahirkan dari keadaan yang tidak tahu apa-apa. Hanya saja ketika mereka besar seperti itu. Berdasarkan wawancara dengan Aminah Nasution memaparkan yang menjadi faktor utama terjadi waria dan banyaknya di kelurahan Siabu ini, pada Intra kasus Mereka bekerja membantu orangtua dalam memenuhi nafkah keluarga, minimnya lowongan pekerjaan di Kelurahan Siabu sehingga para waria bekerja di salon dan belajar berpenampilan wanita. malam hari tempat berkumpul para waria. Pada malam hari beraktivitas sebagai waria dengan berpenampilan wanita seksi sehingga pria tergoda dan melakukuan hubungan intim secara dasarnya waria bukan hanya ada ada di kelurahan Siabu saja, melainkan tersebar mulai dari Kota Panyabungan sampai ke kecamatan Siabu. Yang menjadi faktor terjadinya waria pada dasarnya dari keluarga sendiri, karena ada keluarganya yang memiliki sifat kewanitaan sehingga menurun kepada anaknya. Lebih lanjut Aminah Nasution memaparkan bahwa faktor ekonomi yang tidak mendukung dari keluarganya. Kelurahan siabu namanya aja yang di ubah menjadi kelurahan untuk lowongan kerja sangat sulit diperoleh, maka mereka rela menjual diri untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Dan yang terakhir menjadi faktor utama terjadinya kewariaan kepada laki-laki dipengaruhi oleh lingkungan, banyak di kecamatan Siabu yang menjadi waria sehingga yang lain pun ikut-ikutan, ditambah lagi kedua orang tuanya yang sibuk bekerja sehari-hari untuk mencari nafkah, sehingga orangtua kurang peduli terhadap perkembangan anaknya. Wawancara dengan Jalaluddin Rangkuti mengatakan yang menjadi factor utama waria di kecamatan Siabu diakibatkan oleh ketidakpedulian orang Orangtua Nurhasanah Pardede & Asmaryadi. Perilaku Waria (Studi Kasus Remaj. di Mandailing Natal kebanyakan tidak peduli terhadap anaknya karena terlalu sibuk bekerja mencari nafkah untuk kebutuhan Di samping itu di dukung pula rendahnya pendidikan orang tua perkembangan anak, dengan demikian anak dibiarkan begitu saja, maka banyaklah yang menjadi waria. Lebih lanjut Jalaluddin Rangkuti mengatakan adanya faktor lingkungan, dimana para waria yang senior . merantau kekota besar kemudian kembali ke kampungnya membina remaja-remaja untuk mengikuti perilaku waria di mulai kumpul-kumpul di salon, kemudian remaja-remaja tersebut ikut mengubah penampilan mereka menjadi Wawancara Afandy Nasution yang dikenal dengan nama samarannya Tifani mengatakan mulai sejak kecil sudah ada kewanitaannya keturunan dari neneknya, mulai kecil sudah suka bergaul dengan cewek, main Ketika SMP Siabu satu meja dengan waria. Sehingga pada saat itu sifat kewanitaan yang dimilikinya bertambah, dan sudah mau memakai rambut palsu. Wawancara dengan Ahmad Yusuf dengan nama samarannya Ucup Babel mengatakan faktor utama terjadinya sifat kewanitaan dipengaruhi oleh pergaulan. Ketika sudah tamat Sekolah Dasar tidak melanjutkan pendidikan lagi, dan berangkat pergi merantau ke Pekanbaru dengan pekerjaan sebagai cuci handuk. Akibat pergaulan disana, maka suka memakai celana dalam wanita, suka menari, dan suka melihat kondom. Maka pada saat itu sudah berpacaran dengan laki-laki, bersaing dengan wanita, maka untuk mengalahkan wanita harus memakai uang kepada laki-laki. Wawancara dengan Husein dengan nama samarannya Berby mengatakan yang menjadi factor utama terjadinya waria dari faktor keturunan keluarga yaitu dari keluarga abang. Mulai umur 3 kewanitaannya sampai sekarang. Sudah pernah melakukan suntik dada silicon dengan tujuan supaya lebih seksi di pandang laki-laki dan lebih menarik ketika berjumpa dengan pacar. Motif Remaja Yang Melakukan Perilaku Waria Di Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal Informan Jalaluddin Antarkasus gabung-gabung, kumpul-kumpul sesama waria, belajar salon, melakukan homoseksual Afandy Nasution: Tifani Menyukai sesama pria pada waktu SMP Dapat imbalan berupa uang dengan bercinta sesama pria melakukan hubungan homoseksual dengan Motif bersaing dengan wanita cantik untuk mendapatkan laki-laki Ucup memberikan materi kepada pacar lakilakinya Menjadi waria lebih mudah dalam memperoleh pekerjaan di bandingkan pria Ahmad Yusuf: Ucup Babel Berby Intrakasus Melakukan homoseksual di bayar dengan harga secukupnya oleh pria yang menjadi pasangan waria Tifani sejak dari SD suka main boneka, suka sesama pria sejak SMP Ucup babel sangat senang bersaing Motif menjadi waria ingin bersaing dengan wanit-wanita cantik Analitika: Jurnal Magister Psikologi UMA, 10 . : 80 - 86 Dari hasil wawancara dapat di simpulkan bahwa motif yang muncul pada remaja untuk melakukan perilaku waria disebabkan oleh adanya motif dan kebutuhan yang di pelajari dari Informan Rosita Lubis ibu:Ucup Saiful Nasution Rizal Lubis: Husein: Berby Paman Masriani Siregar Ibunya: Keysa Keterlibatan Ayah Dalam Pengasuhan Bagi Anak Yang Mengalami Perilaku Waria Remaja Di Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal Antarkasus Perilaku dan kegiatan seperti laki-laki Usia tiga belas tahun ibu belum mengetahui perilaku waria pada anak Masyarakat menyampaikan kepada ibu bahwa anak ikut perilaku waria Ibu memarahi Ucup Babel, di pukul dan di masukkan kedalam kamar Anaknya membantu ayah keladang mengguris karet Ayah memukul, memarahi anaknya supaya berubah Sejak dini ada tanda-tanda kewariaan Suka bermain berdandan dan tidak suka bergaul dengan laki-laki suka bergaul dengan perempuan Sejak kelas dua SD keysa suka bergaul dengan anak perempuan dan senang pakaian wanita Berdasarkan uraian di atas peran orangtua dalam pengasuhan terutama menjalankan keterlibatan Responsibility adalah bentuk keterlibatan yang paling intens karena melibatkan perencanaan. SIMPULAN Pola-pola perilaku waria Di Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal antara lain mereka bekerja membantu orangtua dalam memenuhi nafkah keluarga. Pada siang hari mengelola gelola karet di ladang, minimnya lowongan pekerjaan di Kelurahan Siabu sehingga para waria Intrakasus Ibu Rosita berumur 54 tahun, yang memiliki lima orang anak, pendidikan buta dan bekerja sebagai petani Ayah Tifani mengeluarkan suara keras dan tegas supaya perbuatannya kembali Ayah Berby sudah meninggal sejak usia 5 tahun, ibu dan hukuman dilarang masuk ke rumah dengan tujuan supaya berubah perilaku warianya Ayah Keysa meninggal usia tujuh tahun, ibu memarahi berdandan wanita berpenampilan wanita. Pada malam hari melakukan hubungan intim secara anal, . Berpacara dengan laki-laki ganteng. Muncul kecemburuan dalam merebut laki-laki dan saling berebutan pacar. Kecemburuan dalam merebut hati lakilaki sesama waria kerap terjadi. Faktorfaktor penyebab munculnya perilaku waria remaja di Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal tidak lepas dari ketiga faktor utama yaitu pertama dari keluarga sendiri, yang kedua factor ekonomi yang tidak mendukung dari mendapat lowongan pekerjaan di Kecamatan Siabu, yang ketiga faktor Nurhasanah Pardede & Asmaryadi. Perilaku Waria (Studi Kasus Remaj. di Mandailing Natal Motif remaja yang melakukan perilaku waria Kelurahan Simangambat Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal timbul dari dorongan gabunggabung, kumpul-kumpul sesama waria, belajar salon, melakukan homoseksual. Melakukan homoseksual di bayar dengan harga secukupnya oleh pria yang menjadi pasangan waria. Dapat imbalan berupa uang dengan bercinta sesama pria. Motif bersaing dengan wanita cantik untuk mendapatkan laki-laki. Menjadi waria lebih mudah dalam memperoleh pekerjaan di bandingkan pria. Dari hasil wawancara dapat di simpulkan bahwa motif yang muncul pada remaja untuk melakukan perilaku waria disebabkan oleh adanya motif dan kebutuhan yang di pelajari dari lingkungannya. Keterlibatan ayah dalam pengasuhan bagi remaja yang mengalami perilaku waria di Kelurahan Simangambat masih dalam keterlibatan Accessibility yang di harapkan adalah keterlibatan ayah sebagai Responsibility. DAFTAR PUSTAKA