*1 Mulyadi Wijaya, 2H. Rusydi, 3Riki Saputra, 4Sri Wahyuni Jurnal JIPS (Jurnal Ilmiah Pendidikan Scholasti. Vol. 9 No. ISSN : 2579-5449 Terbit online pada laman web jurnal : http://e-journal. sastra-unes. com/index. php/JIPS JURNAL JIPS (Jurnal Ilmiah Pendidikan Scholastic ) Fakultas Sastra Universitas Ekasakti Vol. 9 No. ISSN : 2579-5449 edia ceta. E-ISSN : edia onlin. Pemikiran Pendidikan Islam dalam kajian Tokoh : Klasik. Modern dan Kontemporer Mulyadi Wijaya, 2H. Rusydi, 3Riki Saputra, 4Sri Wahyuni Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat, bangyadhiee@gmail. Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat, rusydi@umsb. Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat, rikisaputra@umsb. Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat, sriwahyudi20201988@gmail. *Corresponding Author Mulyadi Wijaya Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat, bangyadhiee@gmail. Abstract Artikel ini menelaah perkembangan pemikiran pendidikan Islam melalui pemikiran tokoh-tokoh dari tiga era besar: klasik, modern, dan kontemporer. Fokus kajian mencakup tujuan pendidikan, kurikulum, metodologi, serta peran pendidik yang direfleksikan dalam pemikiran para tokoh seperti AlGhazali. Ibnu Sina. Ibnu Khaldun. Muhammad Abduh. Rasyid Ridha, hingga Nurcholis Madjid dan Abdurrahman MasAoud. Kajian ini menemukan adanya kontinuitas prinsip dasar pendidikan Islam, serta transformasi yang terjadi karena tantangan sosial, politik, dan global. Artikel ini menyimpulkan bahwa pemikiran pendidikan Islam terus berkembang dinamis dan adaptif terhadap zaman. Keywords: Pendidikan Islam. Tokoh Islam. Era Klasik. Era Modern. Kontemporer A 2025Jurnal JIPS I INTRODUCTION Memahami sejarah sangatlah penting, karena sejarah bukan sekadar rangkaian peristiwa, melainkan juga interpretasi dari peristiwa-peristiwa Dengan pemahaman sejarah yang tepat, kita dapat menumbuhkan optimisme untuk menghadapi masa depan dan menghindari pesimisme dengan belajar dari kegagalan di masa lalu. Mereka yang tidak memahami sejarah akan kehilangan panduan untuk meraih tujuan di masa depan serta kehilangan contoh teladan yang dapat dijadikan acuan (Shafwan, 2. Sejarah Pendidikan Islam merupakan penjelasan mengenai pertumbuhan dan perkembangan pendidikan Islam dari waktu ke waktu, mulai dari lahirnya Islam hingga masa Pendidikan Islam memiliki sejarah yang panjang, yang seiring dengan perkembangan Islam itu sendiri. Memahami sejarah membantu kita untuk mengetahui perilaku masyarakat di dunia, karena sejarah memberikan gambaran jelas dari berbagai aspek. Dengan mempelajari perkembangan pendidikan Islam di masa lalu. Jurnal JIPS (Jurnal Ilmiah Pendidikan Scholasti. Vol. 9 No. ISSN : 2579-5449 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License. Mulyadi Wijaya, 2H. Rusydi, 3Riki Saputra, 4Sri Wahyuni Jurnal JIPS (Jurnal Ilmiah Pendidikan Scholasti. Vol. 9 No. ISSN : 2579-5449 serta memperbaiki dan memperbaiki kesalahankesalahan yang terjadi dalam pendidikan Islam pada masa tersebut (Abubakar, 2. Pendidikan Islam, sebagai fondasi peradaban Islam dan mekanisme transmisi nilai, telah mengalami evolusi pemikiran yang signifikan seiring perubahan zaman. Memahami akar filosofis dan perkembangan gagasan pendidikan Islam melalui kajian tokoh-tokoh kunci menjadi krusial untuk mengidentifikasi prinsip-prinsip abadi dan merespons tantangan kontemporer. Globalisasi, sekularisasi, dan munculnya berbagai ideologi menuntut pemahaman yang mendalam tentang warisan intelektual pendidikan Islam untuk merumuskan pendekatan pendidikan yang relevan dan otentik. II RESEARCH METHOD Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan . ibrary researc. Data dikumpulkan melalui telaah literatur dari karya-karya primer dan tokoh-tokoh pendidikan Islam. Pendekatan ini memungkinkan perkembangan pemikiran pendidikan Islam secara historis dan filosofis. Analisis dilakukan dengan cara interpretatif dan komparatif terhadap kontribusi tokoh-tokoh dari berbagai periode i RESULTS AND DISCUSSION Kontinuitas dan Transformasi Pemikiran Pendidikan Islam Pemikiran Islam mengalami transformasi dari masa klasik. Periode klasik ditandai dengan integrasi antara ilmu agama dan rasionalitas, tercermin dari kontribusi tokoh seperti AlGhazali. Ibnu Sina, dan Ibnu Khaldun. Mereka menekankan pentingnya pendidikan sebagai sarana penyempurnaan akhlak, pencerahan akal, dan pendekatan kepada Tuhan (Al-Ghazali, 1111 dalam Adib, 2. Pada masa pertengahan, meskipun secara umum pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan masih mendapatkan perhatian dalam bentuk institusionalisasi madrasah, terutama di bawah pemerintahan Usmani. Safawi, dan Mughal. Namun, pendekatan pendidikan cenderung konservatif dan kurang inovatif dibandingkan periode sebelumnya (Maryam, 2. Masa modern dan kontemporer ditandai oleh upaya sistematis untuk mereformasi sistem pendidikan Islam sebagai respons terhadap kolonialisme, globalisasi, dan tuntutan zaman. Tokoh seperti Muhammad Abduh. Nurcholish Madjid, dan Abdurrahman MasAoud memandang perlunya integrasi antara ilmu agama dan ilmu modern, dengan mengedepankan pendekatan rasional, humanistik, dan kontekstual (Rohman. Musyrifin, 2. Dimensi Tujuan dan Metodologi Pendidikan Pada masa klasik, tujuan pendidikan Islam menekankan pembentukan karakter yang luhur . aAodi. dan pendekatan integral antara akal dan Metodologi pendidikan menekankan pada pembelajaran bertahap dan pengalaman empiris, seperti yang dikemukakan oleh Ibnu Khaldun dalam Muqaddimah (Ibnu Khaldun, 1406 M). Di masa modern, pemikiran tokoh seperti Muhammad Abduh mengarah pada reformasi kurikulum di Al-Azhar dan penguatan metodologi berbasis rasionalitas serta relevansi sosial (Hanafi. Abduh juga menentang sistem pendidikan dualistik yang memisahkan ilmu agama dan ilmu Nurcholish Madjid menekankan pentingnya kebebasan berpikir, rasionalitas, dan pendidikan yang membentuk manusia kritis dan inklusif, nilai-nilai Islam perkembangan zaman (Musyrifin, 2. Respon terhadap Tantangan Kontemporer Pemikiran kontemporer tokoh seperti Abdurrahman MasAoud. Hasan Langgulung, dan Munir Mulkhan menyoroti pentingnya integrasi nilai-nilai religius, psikologis, dan sosiologis Jurnal JIPS (Jurnal Ilmiah Pendidikan Scholasti. Vol. 9 No. ISSN : 2579-5449 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License. Mulyadi Wijaya, 2H. Rusydi, 3Riki Saputra, 4Sri Wahyuni Jurnal JIPS (Jurnal Ilmiah Pendidikan Scholasti. Vol. 9 No. ISSN : 2579-5449 dalam pendidikan Islam. MasAoud menawarkan konsep humanisme religius. Langgulung pendidikan, dan Mulkhan menyoroti pentingnya kesadaran budi pekerti sebagai inti pembentukan kepribadian (MasAoud, 2. Tantangan pendidikan Islam saat ini mencakup krisis identitas, ketimpangan kurikulum, dan disrupsi teknologi. Gagasan para tokoh tersebut menjadi sumber inspiratif dalam membangun sistem pendidikan Islam yang holistik, inklusif, dan berorientasi pada kemajuan peradaban umat. Sintesis: Model Pendidikan Islam Integral Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun terdapat perbedaan konteks sejarah, para tokoh pendidikan Islam dari berbagai era menyuarakan visi pendidikan yang menekankan nilai-nilai spiritual, rasionalitas, dan kemaslahatan sosial. Pola integratif ini dapat dijadikan dasar dalam Islam mempertimbangkan aspek moral, intelektual, dan sosial secara berimbang. Perbandingan Pemikiran Tokoh Lintas Zaman Dalam sejarah pemikiran pendidikan Islam, ditemukan garis kontinuitas antara era klasik dan kontemporer, khususnya dalam hal orientasi spiritual dan etika. Misalnya, konsep taAodib dari Al-Ghazali pendekatan humanisme religius yang diajukan Abdurrahman MasAoud. Keduanya menempatkan pembentukan karakter dan integritas moral sebagai inti dari proses Sementara itu, pendekatan rasional dan filosofis yang dikembangkan oleh Ibnu Sina dan Al-Kindi pada era klasik mendapatkan resonansi kembali dalam pemikiran modern seperti Muhammad Abduh dan Nurcholish Madjid, yang sama-sama mendorong pemanfaatan akal dalam memahami teks keagamaan dan realitas sosial. Pendekatan ini memperlihatkan bahwa pendidikan Islam tidak anti terhadap ilmu pengetahuan modern, melainkan adaptif terhadap perkembangan ilmu dengan tetap berakar pada nilai-nilai syarAoi (Rohman, 2. Di sisi lain, kritik terhadap sistem pendidikan yang bersifat dualistik, yaitu pemisahan antara ilmu agama dan ilmu dunia, muncul dalam berbagai era. Pada masa Usmani. Sultan Mahmud II mencoba menyatukan keduanya melalui reformasi madrasah. Di era kontemporer, pemikiran ini diteruskan oleh tokoh seperti Munir Mulkhan keseimbangan antara aspek kognitif dan spiritual dalam pendidikan. Implikasi terhadap Sistem Pendidikan Islam Masa Kini Pemikiran pendidikan Islam dari tokoh-tokoh klasik hingga kontemporer memberikan fondasi filosofis dan praktis dalam merumuskan sistem pendidikan Islam yang integratif. Di tengah arus globalisasi dan tantangan digitalisasi, pemikiran tersebut relevan untuk mengatasi sekularisasi pendidikan, dan rendahnya kesadaran etis pada generasi muda. Implikasi praktis yang dapat diambil antara lain: Integrasi Kurikulum: Pendidikan Islam perlu mengembangkan kurikulum yang ilmu-ilmu keagamaan tetapi juga ilmu sosial, sains, dan teknologi, sebagaimana dilakukan oleh Abduh dan Sayyid Ahmad Khan. Penguatan Peran Guru: Peran guru sebagai murabbi . embina spiritua. dan dikembangkan Al-Ghazali dan Ibnu Khaldun, perlu menjadi model dalam pelatihan guru masa kini. Kontekstualisasi Materi Ajar: Konsepkonsep seperti ijtihad, ijtimaAoi, dan pendekatan sosiologis dalam pendidikan sebagaimana diprakarsai oleh Ibnu Khaldun dan Mulkhan, penting dalam menjawab kebutuhan lokal dan isu-isu Pendekatan Multidimensi: Gagasan Langgulung tentang asas pendidikan yang mencakup dimensi historis, sosial, ekonomi, psikologis, dan filsafat menjadi rujukan dalam membangun sistem pendidikan yang adaptif, resilien, dan Konstruksi Paradigma Pendidikan Islam Inklusif Akhirnya, sintesis dari pemikiran para tokoh lintas era mengarah pada perlunya konstruksi paradigma pendidikan Islam yang inklusif dan Jurnal JIPS (Jurnal Ilmiah Pendidikan Scholasti. Vol. 9 No. ISSN : 2579-5449 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License. Mulyadi Wijaya, 2H. Rusydi, 3Riki Saputra, 4Sri Wahyuni Jurnal JIPS (Jurnal Ilmiah Pendidikan Scholasti. Vol. 9 No. ISSN : 2579-5449 Pendidikan Islam tidak cukup hanya menjadi penjaga tradisi, melainkan juga agen perubahan sosial. Oleh karena itu, model pendidikan Islam masa depan harus berbasis pada tiga prinsip utama: A Epistemologi integratif: Memadukan antara wahyu dan akal, agama dan sains. Tujuan transendental dan pragmatis: Mewujudkan insan kamil dan warga dunia yang bertanggung jawab. Metodologi kritis dan kontekstual: Mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan zaman. IV CONCLUSION Pendidikan Islam pada periode klasik . bad ke-7 hingga ke-. berkembang seiring dengan penyebaran Islam. Pada masa ini, pendidikan berfokus pada pengajaran agama, dengan Al- Qur'an dan Hadis sebagai sumber utama ilmu pengetahuan. Pendidikan dimulai di rumah, kemudian berlanjut di masjid dan Masjid berfungsi sebagai pusat pendidikan utama, tidak hanya mengajarkan agama, tetapi juga ilmu pengetahuan lain seperti matematika dan astronomi. Madrasah pertama kali didirikan pada masa Dinasti Abbasiyah, dan menjadi lembaga yang mengajarkan berbagai disiplin ilmu, baik agama maupun duniawi, termasuk kedokteran dan filsafat. Pada masa pertengahan . bad ke-8 hingga ke-. , perkembangan pendidikan Islam mengalami stagnasi akibat konflik dan serangan luar, seperti serangan Mongol. Fokus pendidikan lebih pada hafalan ilmu agama, meskipun terjadi upaya pembaruan, seperti yang dilakukan Sultan Mahmud II dari Turki Utsmani pengetahuan umum ke dalam sistem pendidikan Dalam periode modern . bad ke-19 hingga sekaran. , pendidikan Islam menghadapi tantangan globalisasi dan perkembangan Proses pembaruan pendidikan Islam mencakup dua aspek utama: Islamisasi ilmu, yaitu penyesuaian ilmu pengetahuan dengan prinsip-prinsip Islam, dan formulasi pembaruan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat dan tantangan zaman. Pendekatan pembaruan pendidikan Islam bisa mencakup pengislaman pendidikan sekuler dan integrasi ilmu pengetahuan lama dengan ilmu pengetahuan pendidikan yang lebih fleksibel dan adaptif terhadap perubahan zaman. Secara keseluruhan, pembaruan pendidikan Islam terbagi dalam tiga pola: . Mengikuti model pendidikan Barat, . Berorientasi pada ajaran Islam murni, dan . Mengarah memperhatikan kondisi sosial umat Islam dan budaya lokal. Pembaruan ini bertujuan untuk menciptakan sistem pendidikan yang lebih perkembangan zaman. Jurnal JIPS (Jurnal Ilmiah Pendidikan Scholasti. Vol. 9 No. ISSN : 2579-5449 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License. Mulyadi Wijaya, 2H. Rusydi, 3Riki Saputra, 4Sri Wahyuni Jurnal JIPS (Jurnal Ilmiah Pendidikan Scholasti. Vol. 9 No. ISSN : 2579-5449 Bibliography