https://jurnal. id/index. php/pustakamitra DOI : https://doi. org/10. 55382/jurnalpustakamitra. Vol. No. E ISSN : 2808-2885 Optimalisasi Posyandu dengan Transformasi Integrasi Layanan Primer (ILP) melalui Terapi Komplementer Ises Reni1. Rifka Putri Andayani 2. Elmi Rahmiwati3. Rizka Ausrianti 4 1,2,4Program Studi S1 Keperawatan. Fakultas Kesehatan dan Sains. Universitas Mercubaktijaya 3Program Studi Teknik Informatika. Fakultas Ilmu Komputer. Universitas Putra Indonesia YPTK 1isesreni15@gmail. com 2rifkaputriandayani@gmail. com 3elmirahmiwati@gmail. com 4rizka. ausrianti@gmail. Abstract Integrated Health Post is a health post that provides integrated health services simultaneously or scheduled every This service is intended for various targets, such as pregnant women, toddlers, adolescents, adults, and the elderly, but there are still many integrated Posyandu that have not implemented these activities due to various obstacles, one of which is the skills of health workers and cadres in managing integrated Posyandu. The focus of the community service activities that will be carried out is to optimize integrated Posyandu with services for pregnant women, toddlers, and the elderly. Providing training for cadres, providing access to simple health checks, facilitating the implementation of an administration system by utilizing technology in documenting visits at Posyandu and providing counseling and training on complementary therapies in the form of baby massage to stimulate child growth and development, as well as herbal therapy utilization. The purpose of this community service is to optimize the implementation of integrated Posyandu with the application of complementary therapies in supporting the integration of primary services. The implementation method in this service uses stages, namely the preparation, implementation, and evaluation stages. Participants in this community service are 30 people who took part in Posyandu activities. The achievement in this service is that 100% of participants attended and participated in the activities, and more than 80% of the community were able to carry out the practice properly. Keywords: cadre, complementary, integration of primary services, integrated health posts, training. Abstrak Posyandu terintegrasi adalah posyandu yang memberikan layanan kesehatan terintegrasi secara serentak atau terjadwal setiap bulan. Layanan ini ditujukan untuk berbagai sasaran, seperti ibu hamil, balita, remaja, usia dewasa, dan lansia, tetapi masih banyak posyandu terintegrasi yang belum melaksanakan kegiatan tersebut karena adanya berbagai kendala dan salah satunya adalah keterampilan petugas kesehatan dan kader dalam mengelola posyandu terintegrasi. Fokus kegiatan pengabdian yang akan dilakukan yaitu melakukan optimalisasi posyandu terintegrasi dengan layanan secara terintegrasi. Memberikan pelatihan terhadap kader, menyediakan akses pemeriksaan kesehatan sederhana, memfasilitasi penerapan sistem administrasi dengan memanfaatkan teknologi dalam pendokumentasian kunjungan di posyandu serta memberikan penyuluhan dan pelatihan tentang terapi komplementer berupa pijat bayi untuk stimulasi tumbuh kembang anak dan pemanfaatan terapi herbal. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu untuk mengoptimalkan pelaksanaan posyandu terintegrasi dengan penerapan terapi komplementerdalam mendukung intergrasi layanan primer. Metode pelaksanaan dalam pengabdian ini menggunakan tahapan yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Peserta pengabdian masyarakat ini adalah 30 orang yang mengikuti kegitan posyandu. Ketercapaian dalam pengabdian ini menggunakan kuesioner pre dan post test yaitu 100% peserta hadir dan mengikuti kegiatan, masyarakat mampu melakukan praktik lebih 80% dapat melakukannya dengan sesuai. Kata kunci: kader. integrasi layanan primer, posyandu, pelatihan. Submitted : 14-10-2025 | Reviewed : 25-10-2025 | Accepted : 07-11-2025 Ises Reni1. Rifka Putri Andayani 2. Elmi Rahmiwati3. Rizka Ausrianti 4 Jurnal Pustaka Mitra Vol . 5 No. 395 Ae 399 A 2025 Author Creative Commons Attribution 4. 0 International License Pendahuluan Posyandu (Pos Pelayanan Terpad. merupakan Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) yang diinisiasi, dikelola, dan dilaksanakan oleh masyarakat, dari masyarakat, serta untuk Posyandu berfungsi sebagai sarana promosi dan memudahkan masyarakat dalam mendapatkan akses terhadap pelayanan kesehatan dasar . Salah satu upaya promosi dan pencegahan masalah kesehatan, pemerintah melaksanakan berbagai upaya pencegahan dengan mengadakan posyandu di desa maupun di kota. Jumlah posyandu yang tersebar di seluruh Indonesia adalah 213. unit Posyandu. Kota Padang memiliki 921 posyandu yang tersebar pada 104 kelurahan di Kota Padang dan memiliki 3. 600 kader. 27,77% telah mendapatkan pelatihan kader pada tahun 2024, masih ada 72,33% kader yang belum mendapatkan pelatihan terkait pembinaan posyandu Intergrasi Layanan Primer (ILP) . Saat ini telah dikembangkan posyandu dengan Layanan ini ditujukan untuk berbagai sasaran, seperti ibu hamil, balita, remaja, usia dewasa, dan lansia. Pengembangan posyandu terintegrasi ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengintegrasikan posyandu, posbindu dan lansia menjadi satu. Posyandu terintegrasi merupakan salah satu penerapan 6 pilar transformasi kesehatan. Pilar transformasi layanan primer ini memusatkan pada layanan primer yang ada di masyarakat. Pelaksanaan posyandu terintegrasi telah dimulai sejak tahun 2019 . Namun masih banyak posyandu terintegrasi yang belum melaksanakan kegiatan tersebut karena adanya berbagai kendala. Padahal banyak sekali manfaat adanya posnyandu terintegrasi ini, diantaranya adalah mempermudah masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan dasar dan memantau tumbuh tumbang bayi balita dalam rangka pencegahan stunting, pada bayi dan balita mendapat makanan tambahan yang penting untuk pertumbuhan . Salah satu Posyandu yang berada di Kota Padang yaitu Posyandu yang berada pada Wilayah Kerja Puskesmas Belimbing Kota Padang. Posyandu dalam melaksanakan bimbingan dari tenaga kesehatan puskesmas agar tercapainya derajat kesehatan yang optimal . Posyandu ini dicanangkan untuk pembinaan untuk penerapan Intergrasi Layanan Primer (ILP). Berdasarkan hasil wawancara dengan pembina Wilayah menjelaskan dalam pelaksanaanya mengalami berbagi kendala dan salah satunya adalah keterampilan petugas kesehatan dan kader dalam mengelola posyandu terintegrasi. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan pembina wilayah dijelaskan bahwa terdapat beberapa permasalahan yang terjadi dalam pelaksanaan Posyandu ILP yaitu permasalahan terkait gizi pada anak, pemberian makanan MPASI yang tidak adekuat, sanitasi lingkungan, pembinaan dan pendampingan kader posyandu terintegrasi, sosialisasi dan pencegahan penyakit tidak menular serta peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya kunjungan ke posyandu. Salah satu upaya yang telah dilakukan oleh Puskesmas Belimbing dalam pencegahan kejadian stunting yaitu pengukuran massal berat badan bayi yang dilaksanakan rutin pada bulan Februari dan Agustus tetapi hal ini masih sulit untuk dijalankan dan tidak memenuhi target capaian. Serta rendahnya minat ibu hamil, ibu yang memiliki balita dan lansia dalam mengikuti kegiatan Posyandu Terintergrasi. Kader mengatakan bahwa harus menjemput warga untuk mengikuti Posyandu. Hasil wawancara dengan ibu yang memiliki balita menjelaskan bahwa tidak mau datang ke posyandu karena hanya untuk timbang berat badan anak saja dan fasilitas kesehatan yang Oleh karena itu diperlukan kerjasama dari berbagai pihak, seperti RT. RW dan Kelurahan untuk mendorong ibu-ibu agar mau datang ke Posyandu. Kegiatan yang dilakukan di posyandu yaitu pengukuran berat badan, tinggi badan anak dan pengukuran teknaan darah bagi lansia serta pemeriksaan laboratorium sederhana bagi lansia seperti cek gula darah dan asam urat oleh petugas Kegiatan yang dilakukan hanya sebatas pemeriksaan tetapi belum ada tindak lanjut setelah kegiatan sehingga Ibu tidak tau bagaimana cara perawatan anak dirumah jika terjadi sakit. Posyandu belum mampu secara maksimal menjalankan program edukasi karena keterbatasan jumlah pengetahuan kader. Kader berjumlah 5 orang dengan rata-rata pendidikan terakhir SMA. Kader masih awam dalam pencegahan da penanganan penyakit yang ada di masyarakat. Tidak semua kader memahami pengisian buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan Kartu Menuju Sehat (KMS) bagi lansia. Kader juga menjelaskan bahwa pijit lebih disenangai oleh ibu-ibu yang memiliki balita jika anak sakit dan penggunaan terapi herbal bagi lansia, sementara kader memiliki keterbatasan dalam pemanfaatan terapi herbal dalam mengatasi masalah kesehatan. Permasalahan lain yang ditemukan tim pengabdi yaitu kader masih melakukan pencatatan kuncungan masyarakat ke posyandu melalui manual. Kadang Submitted : 14-10-2025 | Reviewed : 25-10-2025 | Accepted : 07-11-2025 Ises Reni1. Rifka Putri Andayani 2. Elmi Rahmiwati3. Rizka Ausrianti 4 Jurnal Pustaka Mitra Vol . 5 No. 395 Ae 399 ibu yang memiliki balita tidak membawa buku KIA dan lansia tidak membawa KMS. Kader tidak memiliki rekapan data kunjungan ke posyandu sehingga sulit jika dimintakan data jika dibutuhkan. Kader mengatakan kadang data ada yang tidak ditemukan atau tidak tercatat jika kunjungan banyak dan menumpuk. Berdasarkan analisis situasi mitra, makan prioritas permasalah mitra adalah belum optimalnya pelaksanaan posyandu terintegrasi. Fokus kegiatan pengabdian yang akan dilakukan yaitu melakukan optimalisasi posyandu terintegrasi dengan layanan terhadap ibu hamil, balita, dan lansia. Memberikan pelatihan terhadap kader, menyediakan akses pemeriksaan kesehatan sederhana, serta memberikan komplementer berupa pijat bayi untuk stimulasi tumbuh kembang anak dan pemanfaatan terapi herbal serta terapi akupresure pada lansia. Optimalisasiposyandu terintegrasi dengan melatih kader dan inovasi penerapan terapi komplementer menjadi pendekatan yang tepat dalam mengatasi masalah kesehatan yang ada di Posyandu. Hasil penelitian tim sebelumnya menunjukkan bahwa penerapan terapi komplementer pijat bayi pada anak dapat meningkatkan kualitas tidur anak dan menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan anak . Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas kader dan optimalisasi pelaksanaan Posyandu Terintegrasi melalui pelatihan terapi Metode Pengabdian Masyarakat Kegiatan ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Belimbing Kota Padang khususnya Posyandu di yang diadakan di Mushalla Al-Hadid. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini terlaksana selama 1 bulan dimulai dari tahap penjajakan hingga pelaksanaan Peserta terdiri dari kader sebanyak 5 orang dan peserta posyandu sebnayak 30 orang yang terdiri dari ibu hamil, bayi, balita, ibu yang memiliki bayi dan balita serta lansia. Metode yang dilakukan pada kegiatan pengabdian masyarakat adalah: 1 Tahap Persiapan Koordinasi dengan Kepala Puskesmas Belimbing Kota Padang melalui Ibu Kepala Tata Usaha dan Pembina Wilayah di Puskesmas Belimbing Kota Padang terkait untuk menjelaskan tentang teknis pengabdian kepada masyarakat Koordinasi persiapan orang, tempat, dan waktu dengan kader dan pembina Posyandu dari Puskesmas Belimbing Kota Padang Menyusun: Rencana Kegiatan . Log book . Jadwal Kegiatan . Modul terkait UKS/M . Media inovasi dengan pijat bayi dan terapi akupresur 2 Tahap Pelaksanaan: Menetapkan tempat, orang, dan waktu serta persiapan alat dan tempat Melaksanakan kegiatan terprogram Monitoring Posyandu Terintegrasi 3 Tahap Evaluasi: Melakukan penilaian pengetahuan terhadap peserta Posyandu . re dan post tes. Melakukukan keterampilan peserta Posyandu dalam mendemonstrasikan materi yang telah Hasil dan Pembahasan 1 Hasil 1 Tahap Persiapan Pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat dimulai dari tahapan penyusunan proposal hingga luaran kegiatan. Tim mengawali kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini melalui survei awal ke lokasi mitra dan berdasarkan permasalahan yang terjadi pada mitra. Tim bertemu secara langsung dengan Kepala Puskesmas. Kepala Tata Usaha dan Pembina Wilayah Puskesmas Belimbing Kota Padang untuk menyampaikan rencana kegiatan yang akan dilakukan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini disambut baik oleh pihak madrasah dan tim mendapatkan rekomendasi untuk melaksanakan kegiatan. 2 Tahap Pelaksanaan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Belimbing Kota Padang selama 1 bulan. Kegiatan diikuti oleh seluruh kader yaitu sebanyak 5 orang, peserta posyandu yang terdiri dari ibu hamil, ibu yang memiliki bayi balita dan lansia. Pelaksanakan dilaksanakan secara pembelajaran klasikal di kelas dengan pemberian materi oleh tim pengabdi dan dilanjutkan dengan praktikum pada kelompok kecil. Gambaran pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat terlihat pada gambar 1, 2 dan 3. Gambar 1. Pemberian Materi dan Penerapan Terapi Komplementer Submitted : 14-10-2025 | Reviewed : 25-10-2025 | Accepted : 07-11-2025 Ises Reni1. Rifka Putri Andayani 2. Elmi Rahmiwati3. Rizka Ausrianti 4 Jurnal Pustaka Mitra Vol . 5 No. 395 Ae 399 Gambar 2. Pemberian Materi dan Penerapan Terapi Komplementer 3 Tahap Evaluasi Pada setiap akhir sesi pelatihan peserta posyandu akan dilakukan pemberian post test untuk mengevaluai capaian pembelajaran yang dilakukan pada saat itu. Berdasarkan hasil evaluasi 80% siswa mampu menjelaskan kembali pemaparan materi yang disampaikan dan antusias saat diberikan pertanyaan oleh tim pengabdi. 80% peserta mampu mempraktekkan penerapan terapi komplementer melalui pijat bayi. Berdasarkan hasil wawancara dengan peserta posyandu yaitu lansia dan ibu yang memiliki balita menyatakan bahwa pelatihan yang diberikan oleh tim pengabdi sangat menyenangkan karena menggabungkan pemberian materi dan praktik atau demonstrasi secara langsung. 2 Pembahasan Dalam pelaksanaan posyandu memiliki posisi yang sangat penting. Posyandu adalah bagian dari organisasi masyarakat di tingkat desa atau kelurahan (LKD/K) yang berfungsi sebagai wadah partisipasi masyarakat dalam mendukung tugas kepala desa atau lurah, terutama di bidang kesehatan dan sektor lain sesuai dengan kebutuhan setempat. Organisasi ini beroperasi di tingkat dusun. RT, atau RW, dan dibentuk berdasarkan inisiatif bersama antara pemerintah desa/kelurahan dan masyarakat, serta diatur melalui peraturan desa atau keputusan kepala daerah . Gambar 3. Pelaksanaan Kegiatan di Posyandu Gambar 4. Foto Bersama Pembina Wilayah dan Kader Posyandu Awalnya, posyandu disusun berdasarkan jenis layanan program seperti posyandu KIA, posyandu remaja, posbindu PTM, dan posyandu lansia. Namun seiring dengan proses transformasi, posyandu mulai beralih ke pendekatan berbasis siklus hidup yang dikenal sebagai posyandu terintegrasi. Dalam konteks Lembaga Kemasyarakatan Desa/Kelurahan (LDK/K), setiap posyandu diharapkan setiap posyandu dilengkapi dengan tempat permanen, pengurus dan kader yang memadai, anggaran operasional memadai, prasarana kesehatan yang memenuhi standar, dan peralatan kesehatan . Berdasarkan data per Desember 2024. Posyandu ini sudah dikelompokkan menjadi posyandu tingkat purnama dengan frekuensi penimbangan 12 kali per tahun (>8 kali/tahu. Posyandu Purnama melaksanakan kegiatan lebih dari delapan kali dalam setahun, memiliki rata-rata lima kader atau lebih, menjalankan kegiatan utama dengan cakupan lebih dari 50%, mampu mengadakan program tambahan, serta menjangkau lebih dari setengah jumlah kepala keluarga dalam cakupan dana sehat . Salah satu tantangan implementasi dari integrasi layanan primer di Indonesia adalah salah satunya kertebatasan dana . Dalam pelaksanaan posyandu siklus hidup, peran kader sangat penting. Meskipun terdapat antusiasme dan kesadaran akan pentingnya posyandu namun Submitted : 14-10-2025 | Reviewed : 25-10-2025 | Accepted : 07-11-2025 Ises Reni1. Rifka Putri Andayani 2. Elmi Rahmiwati3. Rizka Ausrianti 4 Jurnal Pustaka Mitra Vol . 5 No. 395 Ae 399 masih banyak tantangan terkait kurangnya sumber daya manusia, ketidakjelasan mekanisme pelaporan, dan kebutuhan akan dukungan stakeholder secara menyeluruh . Sama halnya pada studi ini, kesiapan kader perlu ditingkatkan supaya kendala seperti ketidakhadiran dan keterampilan tidak menjadi penghalang dalam implementasi layanan Media edukasi juga harus tersedia sebagai alat bantu kader dalam menyampaikan informasi kesehatan. Hasil dari studi yang ada menjelaskan bahwa dibutuhkan upaya dan kreatifitas dalam membuat media edukasi dan cara pendekatan dalam menjangkau kelompok sasaran seperti gebyar posyandu untuk menarik minat masyarakat. Media yang diberikan dapat berbentuk elektronik, website ataupun printed . Berdasarkan berbagai studi yang ada, penyuluhan kepada kader terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka, yang secara langsung berdampak pada peningkatan kualitas layanan Posyandu dalam kerangka integrasi layanan primer . Beberapa studi menunjukkan bahwa kader yang rutin mendapatkan pelatihan dan penyuluhan memiliki pemahaman yang lebih baik terkait gizi balita, imunisasi, serta pencatatan dan pelaporan data Dalam kegiatan ini terdapat peningkatan pengetahuan sebelum dan setelah penyuluhan Kader yang memiliki pengetahuan baik bertambah dari 50. 0% menjadi 87. 5% setelah menerima penyuluhan. Kegiatan ini didukung penuh Oleh Pimpinan Puskesmas Belimbing Kota Padang. Ketua RT. Ketua RW dan Kader. Kota Padang. Ibu Ketua Prodi S1 dan D i Keperawatan dan Tim Pengabdi, alumni dan mahasiswa yang telah memberikan dukungan dalam pelaksanaan kegiatan ini dan teristimewa kepada peserta pengabdian kepada masyarakat yang telah antusias mengikuti kegiatan ini. Daftar Rujukan . Khaira. Ginting. Ardiani, and W. Annisyah. AuAnalisis Pengorganisasian dan Pemberdayaan Masyarakat pada Posyandu Kamboja Desa Bandar Khalipah Analysis of Community Organization and Empowerment at the Cambodian Integrated Health Post in Bandar Khalipah Village,Ay vol. 8, no. 2, pp. 1206Ae1214, 2024, doi: 56338/jks. Noviani. Mufiedah, and R. Sari. Profil Kesehatan Ibu Dan Anak 2024. Jakarta: Badan Pusat Statistik, 2024. Ditjen P2P. AuLaporan Kinerja Ditjen P2P Tahun 2023,Ay Direktorat Jenderal Pencegah. dan Pengendali. Penyakit, 1Ae258, [Onlin. Available: https://p2p. id/laporan-kinerja-ditjen-p2p-tahun2023/ . Muslim. Amperaningsih, and Y. Putriana. AuPeningkatan Kapasitas Kader Posyandu Terintegrasi Dalam Mendukung Transformasi Kesehatan Layanan Primer,Ay vol. 6, no. 2, pp. 1617Ae1622, 2025. putri Andayani. AuPijat Bayi Untuk Stimulasi Tumbuh Kembang Bayi,Ay J. Abdimas Saintika, vol. 2, no. 2, pp. 21Ae 24, 2020. Kementerian Kesehatan RI. AuKeputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor Hk. 07/Menkes/2015/2023 Tentang Petunjuk Teknis Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer,Ay Kemenkes RI, pp. 1Ae19, 2023, [Onlin. Available: https://diskes. id/storage/diskes/file/KMK Nomor 2015 Tahun 2023 tentang Petunjuk Teknis Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer. Hudzaifah et al. AuDampak Gebyar Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) di RW 07 Kelurahan Balai Gadang Kecamatan Koto Tangah Kota Padang,Ay Jdistira, 337Ae341, 2025, doi: 58794/jdt. Lailida. Al Maududdi. Septiani. Ayu. Sulistya, and S. Katmawanti. AuModel Pemberdayaan Masyarakat Pada Posyandu :,Ay Sport Heal. Semin. Real Action, pp. 78Ae85, 2021, [Onlin. Available: http://conference. id/index. php/starwars/article/view/ . Oktafiane et al. AuPendampingan Integrasi Layanan Primer (ILP) di Posyandu Singonegaran Guna Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat,Ay Proc. Natl. Conf. Community Engagem. , vol. 2, no. April, pp. 357Ae [Onlin. Available: https://doi. org/10. 29407/befsc273 . Hardianti. Jenderal Achmad Yani. Kunci. Primer, and P. Yang Sangat Baik. AuKesiapan Tenaga Kesehatan dalam Pelaksanaan Posyandu Prima Terintegrasi Perkesmas di Puskesmas Kota Purwakarta,Ay J. Educ. Dev. 12, no. 3, p. 464, 2024. Fransisco. Aisha. Lianto, and E. Sinaga. AuWebsite AoTimbang Yu BuAo Sebagai Upaya Meningkatkan Pengetahuan Ibu dan Kunjungan Posyandu Balita,Ay J. Pengabdi. Kesehat. , vol. 8, no. 1, pp. 44Ae54, 2025, doi: 31596/jpk. Kesimpulan Kegiatan posyandu sudah menjalankan layanan siklus hidup atau terintegrasi yang berdasarkan hasil identifikasi sudah berjalan aktif, peserta terlibat aktif dan telah mendapat strata posyandu purnama, tetapi keberlangsungan program ini dibutuhkan dukungan penuh dari tokoh masyarakat, puskesmas, ketua RT dan RW serta kader kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat melalui pemberian penyuluhan dan pembuatan media edukasi telah membantu mengoptimalkan peran kader dalam memberikan edukasi kepada masyarakat di posyandu maupun saat kunjungan rumah. Ucapan Terimakasih