MEDICA MAJAPAHIT Vol 17 No. 2 September 2025 https://ejournal. id/index. php/MM PENGARUH PERMAINAN SNOWBALL TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG MENARCHE PADA SISWI KELAS 4 DAN 5 Dwi Helynarti Syurandhari1. Asih Media Yuniarti2. Eka Diah Kartiningrum3. Bella Febriyanti Fitriana4 1,2,4 Prodi S1 Kesehatan Masyarakat. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Majapahit Mojokerto Prodi Magister Kesehatan Masyarakat. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Majapahit Mojokerto Email : dwihelynartisyurandhari@gmail. ABSTRAK Menarche terlalu dini merupakan masalah kesehatan reproduksi yang berada di Negara Asia, termasuk Indonesia. Usia menarche seharusnya 13-14 tahun namun usia menarche di Indonesia usia 9 tahun meningkat setiap tahunnya 0. Usia yang belum siap maka akan mempengaruhi kesiapan mental dalam menghadapi menarche. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh media edukasi terhadap pengetahuan dan sikap siswi tentang menarche di SDN Kedungmaling Sooko Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini menggunakan jenis kuantitatif dengan metode quasi eksperimen dalam desain pretest-posttest. Sampel berjumlah 43 dengan total populasi 60. Data yang terkumpul kemudian dianalisisi menggunakan uji Wilcoxon. Hasil uji Wilcoxon menyebutkan adanya perubahan pengetahuan . value = 0. 000 < 0. dan sikap . value = 0. 000 < 0. pada sebelum dan sesudah diberikan intervensi permainan snowball. Media edukasi permainan snowball efektiv diberikan pada anak usia sekolah, berdasarkan hasil crosstab adanya perubahan pengetahuan kurang meningkat ke baik . %) Cara belajar anak usia sekolah memiliki karakter yang melibatkan indra pendengaran, penglihatan, konsentrasi yang baik serta berkolaborasi dengan alat gerak sehingga permainan snowball sesuai diberikan pada anak usia sekolah. Siswi diharapkan terus mencari informasi mengenai menarche, sehingga dapat memberikan dampak yang baik dalam kesiapan menghadapi menarche. Kata Kunci : Media Permainan Snowball. Pengetahuan. Menarche ABSTRACT Early menarche is a reproductive health problem in Asian countries, including Indonesia. The age of menarche should be 13-14 years old but the age of menarche in Indonesia is 9 years old, increasing every year 0. Unreadiness age will affect mental readiness in facing menarche. The study aimed to determine the effect of educational media on the knowledge and attitudes of female students about menarche at SDN Kedungmaling Sooko Mojokerto Regency. This study used quantitative type with quasi experimental method in pretest-posttest design. The sample size was 43 with a total population of 60. The data collected by used questionnaire and then analyzed by using the Wilcoxon test. The results of the Wilcoxon test stated that there were changes in knowledge . value = 0. 000 <0. and attitudes . value = 0. 000 <0. before and after the snowball game intervention. Snowball game educational media is effective for school-age children, based on the results of the crosstab there was a change in knowledge from poor to good . %) Children learning style has a character that involves the senses of hearing, vision, good concentration and collaboration of locomotif so that snowball games are appropriate for children. Students are expected to more to seek information about menarche, so that it could be have a good impact MEDICA MAJAPAHIT Vol 17 No. 2 September 2025 https://ejournal. id/index. php/MM on readiness to face menarche. Keywords: Snowball Game Media. Knowledge. Attitude. Snowball PENDAHULUAN Menarche atau disebut dengan awal pertama menstruasi pada remaja putri ditandai dengan keluarnya darah dari alat reproduksi wanita. Perlu adanya kesiapan mental untuk menghadapi menarche pertama karena bagi masyarakat pendidikan kesehatan reproduksi merupakan hal yang sangat tabu untuk dibicarakan, hal tersebut perlu diluruskan agar tidak terjadi kesalahfahaman mengenai menarche. Pada saat ini terjadinya fenomena menarche yang terlalu dini sehingga dapat mempengaruhi kesiapan mental dalam menghadapi menarche. Siswi yang tidak mengetahui atau tidak mendapatkan pendidikan kesehatan reproduksi akan mengalami trauma tersendiri dan sulit menerima menarche. Sejatinya wanita akan mengalami masa menstruasi namun bagaimana bisa menerima tergantung pada dirinya sendiri. Masalah reproduksi selain berdampak pada mental tetapi secara fisik juga mempengaruhi, remaja akan mengalami rasa cemas, binggung bahkan merasa kotor pada saat awal menstruasi atau menarche. Remaja yang kurang siap dengan keadaan menarche akan berpengaruh terhadap personal hygiene. World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa pada beberapa Negara remaja putri dengan rentan umur 10 Ae 14 tahun memiliki permasalahan terhadap alat Namun pada data survey statistic Indonesia dari 43,3 juta jiwa remaja putri memiliki hygiene yang sangat buruk dan beresiko kurang bisa menjaga kebersihan alat reproduksi saat mengalami menstruasi menurut Data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BKKBN). Selain itu fenomena menarche usia dini juga meningkat pada Negara Menurut World Health Organizatioan (WHO,2. prevalensi menarche remaja setiap Negara berbeda-beda di Negara Kanada yang mengalami early menarche 14,6%. China sebesar 10% dari seluruh total anak yang mengalami early menarche, sedangkan untuk Indoensia sendiri mengalami peningkatan percepatan usia menarche sebesar 0,145 per tahun. Berdasarkan data World Health Organization (WHO) mengatakan bahwa remaja yang mengalami menarche pada saat sia 10-19 tahun dengan rata-rat usia menarche 13 tahun belum memiliki kesiapan secara mental yang matang. (Septiana Dewi et al. , 2. Secara nasional rata-rata menarche pada remaja Indoensia pada saat usia 9 tahun sedangkan seharusnya menarche terjadi pada saat 13-14 tahun hanya terjadi 37,7%. Hasil Riskesda Jawa Timur rata-rata usia menarche sebesar 36,5% pada usia 13 Ae 14 tahun, sebesar 2,3% pada usia 9 Ae 10 tahun dan 0,1% pada usia 6 Ae 8 tahun (Bloom & Reenen, 2. Di Indonesia usia menarche terjadi pada anak Sekolah Dasar kelas 4 dan 5, menurut hasil penelitian (Ambaul Latifah, 1Suesti, 2. di SD Muhammadiyah Karangturi Banguntapan Bantul mengatakan bahwa siswi kelas 4 dan 5 banyak diantara mereka yang belum mengalami menarche mengindikasikan ketidakpahaman tentang tindakan yang harus diambil saat menarche, serta rasa takut terhadap pengalaman tersebut. Informasi yang diterima dari sekolah dan keluarga masih kurang, dan ada banyak informasi yang bertentangan. Hal tersebut membuat pemahaman tentang menarche dan menstruasi yang tidak optimal, menyebabkan kurangnya rasa percaya diri dan kebingungan dalam menghadapinya. Kurangnya informasi ini menyebabkan rasa takut dan kecemasan, serta ketidakpahaman tentang langkah-langkah yang harus diambil selama menarche. MEDICA MAJAPAHIT Vol 17 No. 2 September 2025 https://ejournal. id/index. php/MM Pendidikan kesehatan sangat penting untuk diberikan bukan hanya dari tenaga kesehatan saja namun pada pendidikan dasar sekolah juga perlu adanya diberikan mengenai pendidikan kesehatan. Bangku sekolah dasar meruapakn pendidikan pertama bagi anak untuk dapat dilatih secara mandiri. Dalam pembelajaran anak dapat diberikan bimbingan, pengajaran serta dilatih untuk berkembang sesuai potensi dan bakat yang ada pada dirinya. Pada pendidikan sekolah dasar anak lebih mudah untuk diberikan edukasi kesehatan sejak dini dimana pendidikan sekolah dasar juga merupakan batu loncatan atau masa peralihan dari anak-anak menuju remaja. Kementrian Kesehatan memberikan program terbaru dalam pencegahan stunting dengan 8000 hari pertama kehidupan diawali dari masa remaja. Hal tersebut tidak hanya mencegah penyakit stunting saja namun juga persiapan remaja dalam kesehatan reproduksi. Menarche pada saat sekolah dasar sangat membutuhkan pendidikan kesehatan reproduksi. (Maisyaroh et al. , 2. Berdasarkan hasil studi pendahuluan pada tanggal 11 November 2023 di SDN Kedungmaling Sooko Kabupaten Mojokerto peneliti menemukan 6 dari 14 siswi yang memiliki pengetahuan mengenai menarche. Siswi hanya mengetahui mengenai menarche namun tidak dengan penjabaran serta bagaimana cara menghadapi atau cara menyikapi menarche hanya 6 siswi yang mengetahui apa itu menarche. Seluruh sampel mengatakan bahwa belum pernah mendapatkan pendidikan kesehatan tentang menarche serta pendidikan kesehatan reproduksi. Media snowball juga belum pernah dipraktikan dalam pemberikan pendidikan kesehatan di SDN Kedungmaling Sooko Kabupaten Mojokerto. Hasil observasi peneliti menemukan bahwa adanya toilet yang berfungsi sejumlah 5 siswi sedangkan total keseluruhan jumlah siswa siswi berkisar 160. Hal tersebut juga bisa mempengaruhi dalam manajemen kebersihan menstruasi siswi, berdasarkan hal tersebut peneliti tertarik untuk melakukan penelitian lanjut di SDN Kedungmaling Sooko Kabupaten Mojokerto. Siswi yang duduk di bangku Sekolah Dasar lebih tertarik dalam pembelajaran kesehatan dengan menggunakan metode permainan yang interaktif sehingga tidak mononton dan dirasa membosankan. Media permainan snowball melibatkan semua panca indra untuk bergerak dan konsentrasi, hal ini siswi menjadi lebih tertarik dan mengajak untuk ikut berpartisipasi dalam permainan edukatif. Selain mendapatkan pengajaran juga mendapatkan kesenangan. ada poin poin utama yang membuat media snowball menarik terutama untuk pembelajaran diantaranya interaktif dan menyenangkan . idak monoto. melibatkan semua panca indra dan Gerakan fisik. meningkatkan kepercayaan diri. efektif untuk topik sensitive seperti menarche dalam arti cara menjaga hygiene, dan yang terakhir dapat beradaptasi dengan keterbatasan lingkungan sekolah. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di SDN Kedungmaling Sooko Kabupaten Mojokerto pada tanggal 16 Ae 18 Maret 2024. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Metode yang digunakan adalah quasy experiment dengan Pretest-Postest Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswi kelas 4 dan 5 di SDN Kedungmaling Sooko Kabupaten Mojokerto yang sejumlah 60 siswi. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan random sampling sehingga total sampel sejumlah 43 siswi. Penelitian ini menggunakan uji wilcoxon untuk mengetahui perbedaan pre test dan post test. Instrumen penelitian ini yaitu SAP (Satuan Acara Penyuluha. edukasi dengan menggunakan metode permainan snowball throwing dan kuisioner pengetehuan serta sikap menghadapi menarche. Dengan hasil reabilitas menggunakan p-value dengan 0. MEDICA MAJAPAHIT Vol 17 No. 2 September 2025 https://ejournal. id/index. php/MM maka kuisioner terbukti realibel dengan p-value dibawah 0. Penelitian ini mengadopsi dari SOP metode snowball throwing oleh DR. H Moch Agus Krisno Budiyanto . Tahapan motedoo snowball throwing yaitu responden membentuk menjadi 8 kelompok dengan sesuai jumlah responden, kemudian peneliti memberikan topik yang akan dibahas pada setiap kelompoknya, dilanjutkan dengan pengisian lembar pre-test yang dilaksanakan pada putaran pertama, selanjutkan ketua kelompok akan diberikan topik dan kertas guna menulis dan membuat pertanyaan. Setelah ketua kelompok menjelaskan menganai topik masing-masing maka setiap kelompok akan membuat pertanyaan sesuai topik yang mereka dapatkan. Ketua kelompok mengumpulkan potongan kertas yang berisi pertanyaan dan membentuk bola kertas, kelompok pertama melempar dan kelompok yang terkena bola akan maju kedepan dan menjelaskan, begitupun seterusnya. Setelah permainan snowball throwing baerakhir maka dilanjukan mengisi lembar post-test apakah adanya pengaruh pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah diberikan edukasi serta mengevaluasi kegiatan permainan snowball throwing. HASIL PENELITIAN Karakteristik responden berdasarkan data umum. Tabel 1. Karakteristik Responden No. Uraian Status Menarche Belum Menarche Menarche Usia Menarche Sumber Informasi Orang Tua Tenaga Kesehatan Teman atau Kelas Belum menarche Pada penelitian ini menunjukkan bahwa siswi yang sudah mengalami menarche atau menstruasi Sebagian besar, dan siswi berusia 10 tahun belum mengalami Inforomasi tentang menarche didapatkan oleh siswi dari orang tua dan tenaga Kesehatan. MEDICA MAJAPAHIT Vol 17 No. 2 September 2025 https://ejournal. id/index. php/MM Pengetahuan tentang menarche pada siswi sebelum diberikan permainan snowball Tabel 2. Pengetahuan tentang menarche pada siswi sebelum diberikan permainan snowball Menarche Pengetahuan Pre Test Baik Cukup Kurang Total Jumlah Tabel 2 menunjukan bahwa dari 43 responden hampir setengahnya yang mempunyai pengetahun kurang dengan jumlah 21 . 8%). Pengetahuan pada siswi sesudah diberikan intervensi permainan snowball Tabel 3. Pengetahuan pada siswi sesudah diberikan intervensi permainan Menarche Pengetahuan Post Test Baik Cukup Kurang Total Jumlah Pada tabel 3 menunjukkan bahwa dengan jumlah responden 43 setelah diberikan intervensi permainan snowball terdapat sebagian besar memiliki pengetahuan yang baik yaitu 38 anak . 4%), sebagian kecil responden yang mempunyai pengetahuan cukup sejumlah 4 . 3%) dan kurang yaitu 1 anak . 3%). Perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan intervensi permainan Tabel 4. Perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan intervensi permainan snowball Pengetahuan Pre Test Baik Cukup Kurang Total Post Test Cukup Baik Kurang Total Tabel 4 menyajikan perbandingan pengetahuan sebelum dan sesduah diberikan intervensi permainan snowball tentang menarche. Uji Wilcoxon menunjukkan MEDICA MAJAPAHIT Vol 17 No. 2 September 2025 https://ejournal. id/index. php/MM bahwa nilai p value yaitu 0,000 < 0,005 maka dapat diartikan bahwa AuH1 diterimaAy yang artinya ada perbedaan antara sebelum dan sesudah diberikan intervensi melalui permainan snowball dengan pengetahuan siswi SDN Kedungmaling Sooko Kabupaten Mojokerto. Pengetahuan sebelum diberikan intervensi permainan snowball sebagian kecil memiliki pengetahuan baik yaitu 25. 6% sedangkan setelah diberikan intervensi permainan snowball meningkat sebagian besar ber pengetahuan baik yaitu 88. Pengetahuan 1 3 5 7 9 11 13 15 17 19 21 23 25 27 29 31 33 35 37 39 41 43 Pre Test Post Test Gambar 1. Grafik Pengetahuan Sebelum dan Sesudah PEMBAHASAN Pengetahuan sebelum diberikan intervensi permainan snowball pada siswi di SDN Kedungmaling Sooko Kabupaten Mojokerto tentang menarche Pengetahuan pada siswi sebelum diberikan intervensi permainan snowball hampir setengahnya memiliki pegetahuan kurang yaitu 21 siswi. Sedangkan pada tabel crosstab pengetahuan dengan umur pada lampiran persentase dengan kategori baik dengan nilai tertinggi pada usia 10 tahun dengan jumlah 7 sedangkan pada umur 12 tahun memiliki nilai yang cukup tinggi yaitu 8 namun pada nilai kurang. Setelah dilakukan observasi kepada siswi yang berumur 10 tahun lebih terbuka dengan orang tua mengenai kesehatan reproduksi, tentang apa yang dirasakan oleh siswi, tidak merasa malu untuk bercerita dan bertanya tentang kesehatan reproduksi sehingga sangat mempengaruhi pengetahuan tentang menarche. Usia merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan seseorang (Notoadmodjo, 2. Semakin usia dini diberikan pengetahuan maka tingkat pengetahuan semakin tinggi. Usia anak sekolan dasar atau usia dini merupakan perjalanan atau peralihan dari masa anak-anak menuju masa dewasa atau pubertas, perubahan tersebut membuat anak memiliki sifat yang cukup labil, dan mudah untuk diberikan pemikiran yang berbeda. Sehingga pada perubahan tersebut membuat anak-anak bisa memiliki pola berfikir yang kritis. Anak-anak yang usia dini memiliki rasa ingin tau yang tinggi sehingga mempengaruhi juga hasil dari tingkat pengetahuan. Pengetahuan merupakan hasil tahu, dan ini terjadi setelah MEDICA MAJAPAHIT Vol 17 No. 2 September 2025 https://ejournal. id/index. php/MM melakukan penginderaan terhadap suatu objek yang dapat melalui indra penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba. Factor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan yaitu tingkat pendidikan, umur, informasi dan pengalaman (Farida et , 2. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh (Hanifa & Dewi, 2. yang menyatakan bahwa terdapat hubungan antara usia, sumber informasi menarche dengan pengetahuan menarche sebelum diberikan intervensi. Sebagian besar yang memiliki pengetahuan baik merupakan responden yang berusia 10 tahun dan belum mengalami menarche Berdasarkan hasil dari jawaban kuisioner sebelum diberikan intervensi permainan snowball anak pada usia sebelum usia menarche atau belum mengalami menarche maka memiliki pengetahuan yang baik tentang menarche atau menstruasi dikarenakan orang tua lebih memberikan edukasi atau persiapan dalam menghadapi menarche apa yang perlu dipersiapakan ketika menghadapi smenarche ketika berada di sekolah tidak banyak gerak, memakai pakaian berlapis, membiasakan tidak membuang sembarangan pembalut, memberikan pandangan ketika mengalami disminhore akan terasa sakit, membawa pembalut ketika disekolah pada penelitian dikarenakan pada penelitian di SDN Kedungmaling responden kebanyakan diberikan pengetahuan pada orang tua dikarenakan lebih siap dalam menghadapi Dari 12 soal tentang pengetahuan menarche responden tidak mengetahui tentang menarche selain itu diantara mereka tidak bisa membedakan menarche dan menstruasi, bagaimana memilih pembalut yang baik dan benar serta jangka pemakaian pembalut sehingga perlu diberikan penyuluhan atau edukasi tentang menarche dengan menggunakan media permainan snowball dikarenakan anak usia dini lebih bisa menerima pengetahuan dan edukasi dengan melibatkan semua indra dari penglihatan, pendengaran serta alat gerak jika anak usia dini diberikan media edukasi hanya penglihatan dan mendengaran mereka cenderung bosan dan tidak mau bertukar argument atau diskusi. Selain memberikan penyuluhan tentang persiapan menghadapi menarche perlu adanya pemberian edukasi kepada orang tua yang bekerja sama dengan petugas kesehatan setempat guna pemberikan bekal menghadapi anak yang akan mengalami menarche seperti makanan dan minuman yang baik dikonsumsi pada saat menarche, merawat serta menjaga kebersihan organ reproduksi, serta cara memilih dan memakai pembalut yang baik. Pengetahuan sesudah diberikan intervensi permainan snowball pada siswi di SDN Kedungmaling Sooko Kabupaten Mojokerto tentang menarche Pengetahuan siswi sebagian besar daripada sebelum diberikan intervensi permainan snowball. Dimana sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang meningkat yaitu 38 . 4%) dengan total jumlah responden sebanyak 43 siswi sebagian kecil yang memiliki pengetahuan cukup dan kurang setelah diberikan intervensi permaian snowball yaitu 5 . 6%) yang menjadi peningkatan pengetahuan tentang menarche. Berdasarkan hasil crosstab bahwa pengetahuan sesudah diberikan intervensi permianan snowball yang memiliki pengetahuan kurang dan cukup merupkan siswa yang belum mengalami menarche serta pada usia 10 tahun. Usia menentukan cepat lambatnya penagkapan perkembangan pengetahuan pada usia semakin dini maka cenderung lebih diulang-ulang ketika mendapatan informasi maupaun pengetahuan begitu sebaliknya anak yang memiliki MEDICA MAJAPAHIT Vol 17 No. 2 September 2025 https://ejournal. id/index. php/MM usia bertambah akan lebih mudah membayangkan dan memahami. Usia 10 tahun lebih kaget menerima informasi yang menurut mereka hal yang tabu. Pengetahuan terjadi setelah seseorang mengadakan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Pancaindra manusia, termasuk penciuman, rasa, pendengaran, penglihatan dan raba, bertanggung jawab atas penginderaan. Telinga dan mata adalah sumber utama pengetahuan manusia. Pengetahuan adalah informasi yang seseorang ketahui atau menyadari. Berbagai gejala yang diterima dan diperoleh manusia melalui indrawi disebut dengan pengetahuan. Pengetahuan dipengeruhi beberapa factor diantaranya usia, pendidikan, lingkungan, minat serta informasi. Penelitian yang dilakukan oleh Shinta Wahyusari . , menyebutkan bahwa seseorang memiliki pengetahuan yang baik terdapat atau mempunyai beberapa factor yang bisa merubah dari pengetahuan yang kurang ke pengetahuan yang baik. Penelitian tersebut memakai media edukasi kesiapan menghadapi menarche sehingga adanya perubahan pengetahuan (Meizela, 2. Dari hasil penelitian pengetahuan dengan soal sejumlah 10 adanya perubahan setelah diberikan intervensi dengan permainan snowball dikarenakan beberapa faktor perubahan pengetahuan bisa karena informasi, dimaksutkan dengan informasi maka hasil penelitian dihasilkan 38 meningkat. Permainan snowball efektif dalam pemberian peningkatan edukasi kesehatan dengan media permainan snowball. Anak usia sekolah dasar cenderung bisa menerima informasi maupun pengetahuan dengan penyaluran media penglihatan, pendengaran serta alat gerak dikarenakan anak usia dasar lebih aktif dalam sikap sehingga perlu adanya perpaduan dengan semua alat Anak sekolah dasar cenderung tidak mau mendengarkan jika pemberian informasi atau pengetahuan hanya dengan penglihatan dan pendengaran sehingga bagi mereka terlalu membosankan dan mononton. Menganalisis pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan intervensi permainan snowball pada siswi di SDN Kedungmaling Sooko Kabupaten Mojokerto tentang menarche Dari hasil penelitian adanya perubahan dengan pengetahuan tentang menarche sehingga adanya perubahan yaitu sebagian besar dibuktikan dalam hasil tabulasi crosstab yaitu pengetahuan sebelum dibberikan intervensi yaitu 7. 60 dan pengetahuan setelah diberikan intervensi permainan snowball sebesar 10. Artinya adanya peningkatan antara pengetahuan dan setelah diberikan intervensi permainan snoball pada penelitian di SDN Kedungmaling Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto. Dibuktikan hasil crosstab sebesar 81% permainan snowball efektiv diberikan pada pengetahuan snowball. Namun sebagian kecil responden masih ber pengetahuan kurang yaitu 1 . 3%). Diketahui bahwa responden ber usia 11 tahun namun belum mengalami menarche sehingga masih berpengaruh terhadap pandangan dan pengetahuan tentang menarche, responden masih ber fikiran bahwa kesehatan reproduksi adalah sebuah hal yang masih tabu sehingga pengetahuan tentang menarche tidak maksimal. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Lina Septiana . , rata-rata peningkatan sebesar 100% setelah diberikan penyuluhan tentang menarche dengan mengguakan media permainan snowball. Selain itu penelitian yang dilakukan oleh Mutia Sari . pengaruh penyuluhan menstruasi menggunakan media booklet terhadap pengetahuan dan sikap siswi dalam menghadapi menarche dihasilkan pengaruh yang signifikan. Untuk meningkatkan pengetahuan terhadap kesehatan MEDICA MAJAPAHIT Vol 17 No. 2 September 2025 https://ejournal. id/index. php/MM reproduksi perlu adanya pemilihan media yang tepat dan sesuai dengan responden. Dalam penelitian ini menggunakan media pamflet dan booklet. Peningkatan pengetahuan terdapat enam jenis yaitu tahu, mengingat kembali sesuatu yang dipelajari, aplikasi, analisa,sintesis, evaluasi (Septiana Dewi et al. , 2. Penyuluhan kesehatan tentang menarche dengan menggunakan media permainan snowball merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan pengetahuan tentang menarche, serta kesadaran siswi dalam kesiapan menghadapi menarche. Media permainan snowball memiliki potensi yang baik dalam meningkatkan pengetahuan tentang menarche. Karena permainan snowball merupakan permainan yang melibatkan bukan hanya alat indra saja namun alat gerak tubuh. Anak sekolah dasar cenderung lebih suka belajar dengan menggunakan eksperimen yang baru dan Mereka lebih cenderung memilih edukasi yang tidak membosankan dan Anak sekolah dasar meupakan anak usia yang lebih gemar dalam bertindak dan mengeksplor disekitarnya sehingga daya ingin tau sangat kuat (RI. Dalam penyampaian informasi pada anak usia sekolah diusahakan yng sesuai dengan karakteristik usia mereka. Dalam hal ini anak sekolah dasar lebih aktif dalam bermain serta memiliki gerak tubuh yang cukup aktif sehinga perlu adanya kesamaan mereka bermain dan belajar dengan cara bermain sambil belajar. Dalam pikiran mereka hanya bermain untuk itu perlu adanya keseimbangan antara belajar dan bermain. Media penyuluhan perminan snowball efektiv digunakan sebagai media edukasi kesehatan, dengan melibatkan alat gerak fisik dan indra maka dengan mudah mereka memahami dan menerapkan apa yang mereka tangkap. Perkembanagn motoric juga sangat berkembang pesat pada usia ini sehingga dengan cepat menangkap informasi serta mempratikkan secara langsung apa yang mereka lihat dan dengar. Sehingga pesan yang disampaikan bisa tercerna dengan baik. Penerapan permainan snowball dapat dilihat dari kategori tingkat pengetahuan menerima mereka menerima informasi yang didapatkan pada saat intervensi menarche, tahu mengingat kembali yang sudah dipelajari, memahami mengenai yang mereka serap yaitu mampu menjelaskan dan memberikan ringkasan yang responden pereoleh tentang pengetahuan menarche, evaluasi setelah diberikan edukasi dengan permainan snowball maka hasil yang didapatkan oleh repsonden Selain itu responden jadi lebih bisa memilih dalam hal positif ketika mempersiapkan diri dalam menghadapi menarche, cenderung lebih tenang dan tidak merasa takut sehingga pemikiran yang awalnya menarche merupakan hal yang tabu jutrsu hal yang wajar dan akan dialami oleh semua wanita. Pendidikan kesehatan reproduksi belum didapatkan pada bangku sekolah dasar sehingga perlu adanya diberikan. Media penyuluhan anak usia dini juga perlu dilakukan karena anak usia dini cenderung memiliki sifat dan sikap yang hieraktif selain itu mereka lebih cenderung mengeksplor sekeliling dan menyukai hal baru. Metode penyuluhan yang melibatkan alat gerak aktif serta semua panca indra maka anak lebih mudah menyerap informasi. Sekap mereka yang sering merasakan bosan juga menjadi pertimbangan dalam pemilihan media edukasi. MEDICA MAJAPAHIT Vol 17 No. 2 September 2025 https://ejournal. id/index. php/MM Menganalisis efektivitas permainan snowball terhadap menarche pada siswi kelas 4 dan 5 di SDN Kedungmaling Sooko Kabupaten Mojokerto tentang Dari hasil penelitian adanya perubahan tentang menarche sehingga adanya perubahan yaitu sebagian besar dibuktikan sebelum diberian intervensi permainan 7 dan setelah diberikan intervensi permainan snowball sebesar 33. efektivitas permainan snowball pada sikap berdasarkan hasil crosstab yaitu 81. Artinya adanya peningkatan dan efektivitas antara dan sikap setelah diberikan intervensi permainan snoball pada penelitian di SDN Kedungmaling Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto. Namun sebagian kecil responden setelah diberikan intervensi permainan snowball sikap menarche masih negatif hal tersebut dikarenakan responden belum mangalami menarche, dan tiga responden masih ber usia 10 tahun sehingga mempengaruhi perubahan sikap. Anak usia sekolah cenderung masih bersifat tabu pada hal kesehatan reproduksi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh (Septiana Dewi et al. , 2. adanya perubahan sikap dalam kesiapan menghadapi menarche dengan metode Siswi lebih memahami tentang persiapan-periapan ketika terjadi Selain itu metode snowball trowling efektif digunakan sebagai metode pembelajaran pada anak usia sekolah dasar. Dengan karakteristik permainan sebagai media dan anak sekolah dasar yang memiliki karakter suka bermain. Penyuluhan kesehatan tentang menarche dengan menggunakan media permainan snowball merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan kesiapan siswi dalam menghadapi menarche. Media permainan snowball memiliki potensi yang baik dalam meningkatkan sikap kesiapan menghadapi menarche. Metode pembelajaran yang beragam dan ber variasi membuat anak usia sekolah dasar tertarik untuk mempelajari serta mempraktikkan. Permainan Snowball yang memiliki karakter kuat yang condong digunakan pada anak usia sekolah, dengan melibatkan semua indra dan alat gerak sehingga pemberian pengetahuan tidak membosankan dan jenuh. (RI, 2. Pengetahuan pada siswi setelah diberikan intervensi permainan snowball pada SDN Kedungmaling Sooko Kabupaten Mojokerto dalam menghadapi kesiapan snowball cukup baik, namun perlu adanya pemberian penyuluhan serta pembelajaran mengenai keseharan reproduksi. Pada SDN Kedungmaling belum terdapat program kesiapan serta pandangan pembelajaran tentang menarche sehingga perlu diberikan. Hasil crosstab membuktikkan orang tua berperan besar dalam pemberian edukasi dalam kesiapan menarche, tenaga kesehatan bisa berkolaborasi dengan dinas pendidikan untuk memberikan penyuluhan pada orang tua cara menghadapi anak yang sedang mengalami menarche, pemberian konsumsi makanan dan minuman yang baik pada saat menarche sehingga gizi anak bisa terpenuhi dengan baik. PENUTUP Penelitian ini menyimpulkan bahwa adanya pengetahuan sebelum diberikan intervensi permainan snowball, responen memiliki pengetahuan yang kurang dan mempunyai sikap yang negative. Setelah diberikannya intervensi tersebut Sebagian besar responden mempunyai pengetahuan yang baik dan memiliki sifat yang positif. Adanya perbedaan sebelum dan setelah diberikan intervensi pada pengetahuan menarche serta MEDICA MAJAPAHIT Vol 17 No. 2 September 2025 https://ejournal. id/index. php/MM efektivitas permainan snowball dan Adanya perbedaan sebelum dan setelah diberikan intervensi pada sikap menarche serta efektivitas permainan snowball. DAFTAR PUSTAKA