ANALISIS WACANA PERSUASIF PADA APK PILBUP DI PACITAN TAHUN 2024 Muhammad Rohmad Abdan STAI NU Pacitan Stainupa106@gmail. Abstract This research was conducted to analyze the persuasive discourse of the APK of Pacitan Regent and Vice Regent candidates. This qualitative-descriptive research uses at least 10 data in the form of APKs and tweets collected between September-October 2024 using reading and note-taking Theoretical triangulation was used to test the validity of the data by combining different techniques and data sources. Data analysis was conducted using the pragmatic pairing method, focusing on linguistic aspects such as orthographic, lexical, grammatical, and pragmatic. Data analysis was carried out with discourse analysis theory by analyzing linguistic aspects. The results show that the use of bold, capital letters, question marks and exclamation marks to attract attention . rthographic aspect. , rational persuasion aspects are fulfilled in APK 1 & 3, while APK 2 does not fulfill the elements of rational persuasion. While the aspect of suggestive technique, the three APKs fulfill the element. The conclusion of this study confirms that the persuasive discourse of the APK of the Regent and Vice Regent candidates is constructed through the strategic use of linguistic aspects, which is consistent with the theory that the discourse of APK advertisements can function as a tool of persuasion. The results also highlight the importance of further research involving a political point of view to understand the impact of persuasive sentences on the APKs of candidates for Regent and Deputy Regent in the community to determine their choice. Abstrak : Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis wacana persuasif APK calon Bupati dan Wakil Bupati Pacitan. Penelitian kualitatif-deskriptif ini menggunakan sekurang-kurangnya 10 data berupa APK dan takarir yang dikumpulkan antara bulan September-Oktober 2024 dengan teknik baca dan catat. Triangulasi teori digunakan untuk menguji keabsahan data melalui penggabungan berbagai teknik dan sumber data. Analisis data dilakukan menggunakan metode padan pragmatis, fokus pada aspek kebahasaan seperti ortografis, leksikal, gramatikal, dan Analisis data dilakukan dengan teori analisis wacana dengan menganalisis aspekaspek kebahasaan. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan huruf tebal, huruf kapital, tanda tanya, dan tanda seru untuk menarik perhatian . spek ortografi. Aspek persuasive rasional terpenuhi unsur pada APK 1 & 3, sedangkan APK 2 kurang memnuhi unsur persuasif rasional. Sedangkan aspek teknik sugesti, ketiga APK memnuhi unsur tersebut. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa wacana persuasif APK Calon Bupati dan Wakil Bupati dibangun melalui penggunaan strategis aspek kebahasaan, yang konsisten dengan teori bahwa wacana iklan APK dapat berfungsi sebagai alat persuasi. Temuan ini juga menyoroti pentingnya penelitian lebih lanjut dengan melibatkan sudut pandang politik untuk memahami dampak Kalimat Persuasif pada APK Calon Bupati dan Wakil Bupati dalam masyarakat untuk menentukan Kata kunci:aspek linguistik. wacana persuasif. APK. Calon Bupati dan Wakil Bupati PENDAHULUAN Bahasa merupakan sistem komunikasi yang digunakan manusia untuk menyampaikan pikiran, ide, perasaan, dan informasi terhadap orang lain. Bahasa bisa berupa kata-kata yang diucapkan . , dituliskan . , atau melalui simbol-simbol, gerakan, dan ekspresi tubuh . ahasa isyara. Bahasa dalam dalam kenyataanya beragam jenisnya. Bahasa itu memiliki wujud bahasa tulis dan ada juga yang berwujud lisan. Bahasa yang tertuang ke dalam tulisan dapat berupa informasi yang ada di majalah, papan pengumuman, iklan, spanduk, poster, lirik lagu dan lain-lain. Bahasa tulis ini digunakan dengan media tulisan yang dapat disampaikan kepada sasaran secara visual, artinya bahasa tulis dapat dilihat dan dipahami oleh pembaca sehingga maksud atau isi yang terkandung dari bahasa tulis dapat disampaikan kepada pembaca. Bahasa lisan adalah ragam bahasa dengan cara penyampaian secara lisan. Ragam bahasa lisan banyak digunakan untuk berinteraksi secara langsung dalam kehidupan sehari-hari. Analisis wacana adalah metode untuk mempelajari bagaimana bahasa digunakan dalam konteks tertentu untuk mengungkap makna, nilai, atau ide yang terkandung dalam teks atau Farhah Salsabil Yumna, 2. mendefinisikan wacana sebagai seperangkat proposisi yang saling berhubungan untuk menghasilkan rasa kepaduan atau rasa kohesi bagi penyimak atau pembaca. Analisis wacana juga digunakan untuk membongkar kuasa yang ada dalam setiap proses bahasa, serta memahami bagaimana wacana digunakan dalam berbagai konteks. Bahasa yang digunakan dalam berkomunikasi itulah yang dinamakan wacana. Bahasa itu sendiri dapat dipengaruhi oleh beberapa unsur salah satunya unsur politik yang dapat menjadikannya sebuah wacana politik. Pakar bidang politik, melihat wacana sebagai strategi politik penggunaan bahasa, karena bahasa merupakan aspek utama dari penggambaran suatu Praktek demokrasi tidak bisa dilepaskan dari proses penyelenggaraan pemilihan umum. Pentingnya nilai demokrasi yang selalu dikembangkan yaitu masalah freedom, autonomy, equality, representative, majority Pencapaian demokrasi kita masih jauh dari nilai di atas, pengalaman demokrasi kita belum menuju demokrasi substansial, namun hanya sebatas demokrasi prosedural yaitu ritual pencitraan pemilu sekali lima tahun dalam memilih pemimpin, padahal demokrasi tidak hanya sekedar prosedural pemilihan (Zuhro, 2. Beberapa ciri khas dari mulainya masa kampanye adalah semakin marak dan banyaknya alat-alat peraga kampanye seperti, baliho, spanduk, poster, banner, bendera partai politik dan iklan di media massa atau elektronik. (Nursati:2. Alat peraga kampanye merupakan media atau benda yang digunakan dalam kampanye politik atau sosial untuk memperkuat pesan dan menarik perhatian masyarakat. Alat ini bertujuan untuk menyampaikan visi, misi, serta janji kampanye kandidat atau organisasi dengan cara yang menarik dan mudah dipahami. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif-deskriptif. Penelitian ini menggunakan sekurang-kurangnya 20 data berupa Alat Peraga Kampanye yang terdapatdi Kabupaten Pacitan, yang dikumpulkan antara bulan September-November 2024 menggunakan studi dokumentasi dengan teknik baca dan catat. Triangulasi teori digunakan untuk menguji keabsahan data melalui penggabungan berbagai teknik dan sumber data. Analisis data dilakukan menggunakan metode padan pragmatis, fokus pada aspek kebahasaan yaitu wacana persuasif. Analisis data dilakukan menggunakan teori analisis wacana dengan menganalisis aspek-aspek kebahasaan di bawahnya. HASIL DAN PEMBAHASAN Wacana persuasif Wacana persuasif merupakan jenis teks atau pidato untuk bertujuan meyakinkan atau membujuk pembaca maupun pendengarnya agar menerima pandangan, pendapat, dan melakukan tindakan tertentu sesuai dengan keinginan penulis atau pembicara. Teks ini biasanya digunakan dalam pidato, kampanye, iklan, atau artikel opini. Menurut Sumarlam . 0: . , wacana persuasi ialah wacana yang isinya bersifat ajakan atau nasihat, biasanya ringkas dan menarik, serta bertujuan untuk mempengaruhi serta kuat pada pembaca atau pendengar agar melakukan nasihat atau ajakan tersebut. Wacana dalam spanduk digunakan untuk mengajak atau memberi saran terhadap pembaca. Wacana persuasif dalam spanduk juga bersifat mengajak pembaca untuk melakukan sesuatu hal. Alat peraga yang ditemukan memiliki kalimat wacana persuasive didalamnya, seperti APK milik Gagarin, salah satu bakal calon wakil bupati Pacitan. Gambar 1. APK Calon Wakil Bupati Pada gambar tersebut, dapat terlihat bahwa fungsi bahasa dalam APK di antaranya meliputi fungsi estetika, yakni penggunaan gambar dan pilihan-pilihan kata yang menonjol dan diulangulang, juga permainan kata yang ritmis seperti AuPERTAMA-TAMA & TERUTAMA UNTUK KEMAJUAN PACITAN. Ay Sementara itu, fungsi persuasif juga muncul melalui ajakan dan tawaran secara eksplisit maupun implisitdengan memiliki makna Gagarin ini ingin mengutamakan kemajuan Pacitan dari pada hal lain, supaya pembaca memahami maksud dari calaon tersebut . eperti contoh gambar . Pada beberapa Fungsi bahasa secara tradisional dapat dibedakan atas tiga hal, yaitu memberi informasi, menanyakan sesuatu, dan meminta sesuatu atau memerintah. Fungsi bahasa tersebut biasanya dinyatakan dalam bentuk deklaratif, interogatif, dan imperatif. Namun, hubungan fungsi dan bentuk iklan itu bersifat fleksibel. Dalam analisis terhadap APK di atas, fungsi bahasa yang cenderung digunakan adalah yang ketiga, yakni meminta sesuatu atau memerintah secara implisit, dalam hal ini meminta atau mengharapkan lawan tutur (Pembac. untuk meyakini apa yang dikehendaki si penutur, yaitu dengan memilih dia, hal utama yang difokuskan adalah kemajuan Pacitan. Gambar 2. Calon Bupati Pacitan Pada gambar tersebut, dapat terlihat bahwa fungsi bahasa dalam APK di antaranya meliputi fungsi estetika, yakni penggunaan gambar dan pilihan-pilihan kata yang menonjol dan diulang-ulang, juga permainan kata yang ritmis seperti AuPANGGAH NYAWIJI. NDEREK MAS AJI. LANJUTKAN. Ay Sementara itu, fungsi persuasif juga muncul melalui ajakan dan tawaran secara eksplisit maupun implisitdengan memiliki makna Aji ini ingin meneruskan program yang sudah berjalan, karena calon tersebut merupakan bupati yang masih menjabat . eperti contoh gambar . Pada beberapa Fungsi bahasa secara tradisional dapat dibedakan atas tiga hal, yaitu memberi informasi, menanyakan sesuatu, dan meminta sesuatu atau Fungsi bahasa tersebut biasanya dinyatakan dalam bentuk deklaratif, interogatif, dan imperatif. Namun, hubungan fungsi dan bentuk iklan itu bersifat fleksibel. Dalam analisis terhadap APK di atas, fungsi bahasa yang cenderung digunakan adalah yang ketiga, yakni meminta sesuatu atau memerintah secara implisit, dalam hal ini meminta atau mengharapkan lawan tutur (Pembac. untuk meyakini apa yang dikehendaki si penutur, yaitu dengan memilih dia, dan melanjutkan program yang menurut calon tersebut baik. Gambar 3. Calon Bupati Pacitan APK di atas menggunakan kalimat persuasif. Tujuan utama wacana persuasif adalah memengaruhi cara berpikir atau perilaku pembaca agar sejalan dengan pesan yang disampaikan. Dengan kata lain, penulis atau pembicara ingin menggerakkan pembaca untuk melakukan atau mendukung sesuatu. Kalimat pada APK bertuliskan Au SESARENGAN MBANGUN DESO LAN KUTOAy. Kata tersebut memiliki arti. Bersama Membangun Desa dan Kota. Calon tersebut mengajak jika memilihnya, maka pembangunan akan merata baik ditingkat desa maupun kota. Aspek Bahasa dalam wacana persuasif APK Pilkada Pacitan. Wacana dalam bentuk persuasif merupakan wacana yang memiliki tujuan mempengaruhi mitra tutur . awan tutu. untuk melakukan tindakan sesuai dengan yang diharapkan Doni dkk. Brembeck dan William Howel . alam Putra, 2. menjelaskan bahwa wacana persuasif sebagai AuUsaha yang berkesinambungan untuk merubah pikiran dan tindakan melaui manipulasi motivasi manusiaAy. Brembeck dan William Howel mengubah definisi tersebut dengan AuKomunikasi yang disengaja untuk mengubah pilihanAy. Adapun teknik persuasi ada beberapa macam, yaitu teknik persuasif rasionalisasi, sugesti, dan konformitas. Teknik persuasif rasionalisasi adalah suatu argumentasi semu, suatu proses pembuktian mengenai suatu kebenaran, bukan kebenaran mutlak dalam bentuknya yang agak lemah, dan biasanya dipergunakan dalam persuasif (Keraf, 2007: . Yang ketiga adalah teknik konformitas. Konformitas adalah suatu keinginan atau tindakan untuk membuat diri serupa dengan suatu hal yang lain. Konformitas juga bermakna suatu mekanisme mental untuk menyesuaikan diri atau mencocokkan diri dengan sesuatu yang diinginkan. Sikap yang diambil pembicara untuk menyesuaikan diri dengan keadaan supaya tidak timbul ketegangan adalah juga menyangkut konformitas 1 Persuasif Rasional Persuasif rasional adalah teknik membujuk yang berfokus pada logika, fakta, dan alasan yang kuat untuk meyakinkan audiens. Metode ini digunakan untuk mengajak audiens menerima pandangan atau melakukan tindakan tertentu dengan memberikan argumen yang logis dan didukung oleh data atau bukti konkret. Persuasif rasional sering kali lebih efektif ketika audiens terdiri dari orang-orang yang cenderung berpikir kritis atau menilai sesuatu berdasarkan fakta. Gambar Gambar 1. Calon Bupati Pacitan. Gambar 2. Calon Bupati Pacitan Gambar 3. Calon Bupati Pacitan Analisis Persuasif Rasional AuPertama-tama & terutama untuk kemajuan Pacitan. Ay Wacana tersebut kurang akurat jika disanalisis dengan persuasive rasional, karena wacana di atas hanya rencana jika menjadi bupati. Kalimat di atas merupakan janji yang ingin ditepati jika nanti terpilih jadi calon wakil bupati. AuPanggah Nyawiji. Tetep Mas Aji. LanjutkanAy wacana tersebut jika dianalisis secara persuasive rasional terdapat unsur alas an yang kuat. Karena CaBup. Tersebut masih menjabat menjadi Bupati, dan kalimat persuasif di APK memiliki unsur ajakan untuk meneruskan programnya. Ausesarengan mbangun deso lan kutoAy wacana tersebut jika dianalisis mengandung logika kebanyakan masyarakat, bahwa pembangunan di Pacitan hanya berpusat di kota saja, tetapi tidak sampai pelosok desa. Oleh karena itu APK calon tersebut menggunakan data dilapangan. Unsur persuasive rasional terpenuhi. Ke dua adalah teknik sugesti. Sugesti adalah suatu usaha membujuk atau mempengaruhi orang lain untuk menerima suatu keyakinan atau pendirian tertentut tanpa memberi suatu keyakinan atau pendirian yang logis pada orang yang ingin dipengaruhi (Keraf, 2007: . Gambar Gambar 1. Calon Bupati Pacitan. Analisis teknik Sugesti AuPertama-tama & terutama untuk kemajuan Pacitan. Ay Wacana tersebut memiliki sugesti bahwa calon wakil bupati focus pada kemajuan, dan mempengaruhi pembaca jika memilih calon wabup tersebut Pacitan akan maju. Gambar 2. Calon Bupati Pacitan Gambar 3. Calon Bupati Pacitan AuPanggah Nyawiji. Tetep Mas Aji. LanjutkanAy wacana tersebut jika dianalisis secara teknik sugesti mempengaruhi pembaca agar tetap memilihnya dan melanjutkan Kembali. Ausesarengan mbangun deso lan kutoAy wacana tersebut jika dianalisis teknik sugesti maka wacana diatas mengajak semua kalangan untuk membangun kota dan desa secara Bersama. KESIMPULAN DAN SARAN Wacana persuasif dalam APK calon Bupati dan Wakil Bupati Pacitan memanfaatkan aspek-aspek linguistik yaitu: penggunaan huruf tebal, huruf kapital, serta repetisi, antonimi, pengacuan, dan kolokasi untuk memperkuat pesan persuasif . spek leksikal dan gramatika. Aspek persuasive rasional terpenuhi unsur pada APK 1 & 3, sedangkan APK 2 kurang memnuhi unsur persuasif rasional. Sedangkan aspek teknik sugesti, ketiga APK memnuhi unsur tersebut. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa wacana persuasif APK Calon Bupati dan Wakil Bupati dibangun melalui penggunaan strategis aspek kebahasaan, yang konsisten dengan teori bahwa wacana iklan APK dapat berfungsi sebagai alat persuasi. Temuan ini juga menyoroti pentingnya penelitian lebih lanjut dengan melibatkan sudut pandang politik untuk memahami dampak Kalimat Persuasif pada APK Calon Bupati dan Wakil Bupati dalam masyarakat untuk menentukan pilihannya. Daftar refrensi: Farhah Salsabil Yumna. Penerapan Pembelajaran Teks Persuasif Menggunakan Model Kooperatif Student Team Achievment Division. Parole Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 185-192 Keraf. Gorys. Tata Bahasa Rujukan Bahasa Indonesia untuk Tingkat Pendidikan Menengah. Jakarta: Gramedia Widiasrana Indonesia. ______________. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama Keraf. Gorys. Komposisi Sebu-ah Pengantar Kemahiran Ber-bahasa. Ende Flores: Nusa Indah. Nursanti. Pola komunikasi politik masyarakattransisi pada pemilukada 2010 (Studi Kasus tentang Pola Pengaruh Komunikasi Politik dalam Membentuk Perilaku Memilih Masyarakat Transisi di Desa Ngabeyan Kecamatan Kartasura pada Pemilukada Sukoharjo 2. Sari. Yuli, dan Doni Samaya. AuAnalisis Wacana Persuasif Iklan Produk Kecantikan pada MediaOnline Tribun Sumseldan Implikasinya Terhadap Pembelajaran Bahasa IndonesiaAy. Jurnal Didactique Bahasa Indonesia. Vol 2 No 2. Juli 2021 Sumarlam dkk. Teori dan Praktik dan Analisis Wacana. Surakarta: Pustaka Cakra Surakarta. Zuhro. Memahami Prospeknya. Jurnal Perludem. Demokrasi Lokal: Pilkada Tantangan