Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 7 No. Desember 2025 eISSN 2746-1769 POTENSI BONE GRAFT DARI CANGKANG TELUR AYAM TERHADAP PEMBENTUKKAN TULANG PASCA EKSTRAKSI GIGI THE POTENTIAL OF EGGSHELLS-DERIVED BONE GRAFT ON BONE FORMATION AFTER TOOTH EXTRACTION Rahma Yunita1. Phey Liana2. Desi Oktariana3 Program Studi Magister Ilmu Biomedik. Fakultas Kedokteran. Universitas Sriwijaya. Palembang. Indonesia Bagian Patologi Klinik. Fakultas Kedokteran. Universitas Sriwijaya. Palembang. Indonesia ( Email korespondensi : yunitarahmaromli@gmail. ABSTRAK Latar Belakang: Ekstraksi gigi atau pencabutan gigi merupakan salah satu prosedur bedah minor pada kedokteran gigi yang dilakukan untuk mengeluarkan gigi dari soketnya dan berpotensi menyebabkan perlukaan pada jaringan Selama proses penyembuhan, volume tulang alveolar dapat berkurang hingga 40Ae 60%, yang dapat berdampak signifikan pada pasien yang memerlukan terapi implan gigi. Pengurangan volume tulang alveolar dalam prosedur implan dapat diatasi dengan pemberian bone graft. Salah satu bahan bone graft yang paling banyak dikembangkan saat ini adalah hidroksiapatit (HA). Hidroksiapatit adalah komponen mineral utama dari tulang kortikal dan kanselus dewasa. Dikarenakan meningkatnya penggunaan HA sebagai bahan bone graft telah menyebabkan harganya menjadi mahal. Cangkang telur merupakan salah satu sumber alternatif HA yang banyak dikembangkan saat ini. Metode: Artikle dikumpulkan dengan mencari artikel penelitian eksperimental secara in vivo yang diterbitkan antara tahun 2014 dan Desember 2024. Artikel yang dikumpulkan diterbitkan dalam bahasa Inggris di database PubMed. ScienceDirect, dan Wiley menggunakan kata kunci AueggshellsAy yang dikombinasikan dengan istilah Aubone graftAy dan Aubone formationAy. Kesimpulan: Bone graft yang berasal dari cangkang telur dapat dimanfaatkan dalam perawatan pascaekstraksi gigi untuk kondisi infeksi dan non-infeksi. Kata kunci: Bone graft, cangkang telur, pembentukkan tulang ABSTRACT Background: Tooth extraction is a minor surgical procedure in dentistry that involves removing a tooth from its socket, potentially resulting tissue injury. During the healing process, the alveolar bone volume may decrease by 40Ae60%, which can have a significant impact on patients requiring dental implant therapy The reduction of alveolar bone volume in implant procedures can be managed by applying bone grafts. One of the most widely developed bone graft materials today is hydroxyapatite (HA). Hydroxyapatite is the primary mineral component of mature cortical and cancellous bone. However, the increasing use of HA as a bone graft material has led to higher costs. Eggshells are one alternative source of HA that is currently being widely developed. Method: Articles were collected by searching experimental research articles in vivo published between 2014 and December 2024. The articles were collected and published in English on PubMed. ScienceDirect, and Wiley databases using the keyword AueggshellsAy in combination with the terms Aubone graftAy and Aubone forming. Conclusion: Eggshells-derived bone graft can be used in after tooth extraction treatment for both infectious and non-infection conditions. Keywords: Bone graft, bone formation, eggshells Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 7 No. Desember 2025 eISSN 2746-1769 PENDAHULUAN Ekstraksi gigi atau pencabutan gigi merupakan salah satu prosedur bedah minor pada kedokteran gigi yang dilakukan untuk mengeluarkan gigi dari soketnya dan mengakibatkan perlukaan pada jaringan. Ekstraksi gigi dilakukan apabila gigi tidak dapat dipertahankan pada tulang alveolar yang disebabkan oleh faktor-faktor seperti kegagalan perawatan endodontik, penyakit periodontal, karies yang luas, infeksi pada periapikal atau adanya kelainan pulpa. 2 Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2022, ekstraksi gigi di kota Palembang memiliki angka kejadian yang paling tinggi sebanyak 7. 484 kasus, dibandingakan dengan kota dan kabupaten lainnya di Sumatera Selatan. 3 Ekstraksi gigi dilakukan berdasarkan beberapa indikasi termasuk diantaranya karies gigi . ,0%-55,3%), penyakit periodontal . ,8%-38,1%), dental trauma . ,8%-4,4%), penyakit periapikal . ,3,1%), kebutuhuan orthodontik . ,5%-7,2%) dan keinginan pasien . ,6%-5,9%). Proses penyembuhan pasca-ekstraksi dapat dibagi menjadi tiga fase: fase inflamasi, fase proliferatif, dan fase remodeling tulang. Proses penyembuhan ini dimediasi oleh respons imun bawaan, yang mencakup komponen hormonal seperti sitokin pro-inflamasi dan protein komplemen, serta komponen seluler termasuk neutrofil dan makrofag. 5Ae7 Penyembuhan pasca ekstraksi dapat mengakibatkan pengurangan volume tulang alveolar sekitar 40Ae60%, yang dapat berdampak pada pasien dengan indikasi perawatan implan gigi. Pengurangan volume tulang setelah ekstraksi gigi untuk pemasangan implan dapat diatasi dengan penggunaan bone graft. Penggunaan bone graft pada kedokteran gigi umumnya dilakukan, tidak hanya pada perawatan implan, tetapi juga diindikasikan pada prosedur bedah yang melibatkan ekstraksi beberapa gigi atau pengangkatan jaringan keras yang melebihi 1 cmA. 9 Xenograft dianggap sebagai alternatif paling efektif terhadap autograft karena jarang mengalami penolakan oleh jaringan inang. Salah satu xenograft yang paling banyak dikembangkan saat ini adalah hidroksiapatit. Hidroksiapatit Ca10(PO. 6(OH)2 merupakan bahan bone graft sintetis yang telah Selain komponen tulang manusia, hidroksiapatit juga dapat diperoleh secara alami dari sumber-sumber seperti karang, kerang laut, cangkang kepiting, dan tulang ikan. Salah satu sumber hidroksiapatit yang paling banyak dikembangkan saat ini adalah cangkang telur ayam. Pemanfaatan telur ayam sebagai bahan baku industri pangan dan sumber protein untuk kebutuhan rumah tangga menjadi Dikarenakan hal tersebut, diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai cangkang telur ayam sebagai alternatif bahan bone graft. METODE Artikel ini merupakan tinjauan yang berasal dari pencarian secara elektronik. Pencarian dilakukan melalui tiga basis data (Pubmed. ScienceDirect, dan Wile. untuk mengidentifikasi semua studi yang diterbitkan dari tahun 2014 hingga Desember 2024 menggunakan kata kunci berikut: "eggshells" dengan istilah berikut "bone graft", "bone Penyaringan judul dan abstrak dilakukan secara independen oleh satu peninjau. Naskah lengkap makalah yang memenuhi syarat diperoleh dan ditinjau oleh peninjau yang sama. Kriteria inklusi dan eksklusi telah ditetapkan. Hanya artikel berbahasa Inggris yang dianggap memenuhi syarat. Kriteria inklusi adalah studi yang melaporkan penggunaan bone graft dari cangkang telur ayam, dengan desain penelitian yang diterima adalah kohort, case control, dan eksperimental in vivo. Kriteria eksklusi: penelitian yang tidak memenuhi kriteria inklusi, eksperimental in vitro, konferensi abstrak, laporan, dan surat. Filter digunakan untuk menyaring tahun dan bahasa artikel. Dari 22 artikel yang diambil pada pencarian awal, 9 artikel dimasukkan dalam tinjauan ini. HASIL Banyak penelitian telah dilakukan pada cangkang telur, termasuk penelitian in vivo pada Kavarthavu dkk. menunjukkan pembentukan tulang baru dan jaringan ikat lebih Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 7 No. Desember 2025 eISSN 2746-1769 banyak diamati pada kelompok perlakuan dibandingkan dengan kelompok kontrol. Flap periosteal ketebalan penuh dibuat pada lima ekor tikus Wistar berukuran 1,5 x 6 mm. Pemeriksaan histologis juga tidak menemukan sel eosinofil pada jaringan, yang menunjukkan tidak adanya reaksi alergi akibat penggunaan bubuk cangkang 11 Masihipour et al . menunjukkan bahwa defek 5 mm pada tulang kalvaria menunjukkan pembentukan tulang pada kelompok hari ke 30 dan 60 yang diberikan campuran demineralized bone matrix (DBM) dan serbuk cangkang telur, diikuti oleh kelompok serbuk cangkang telur. 12 Penelitian studi in vivo yang dilakukan Kim dkk. , defek berukuran 3 mm dibuat pada tulang kalvaria tikus dan kemudian ditutup dengan patch yang dilapisi soluble eggshells membrane protein (SEP). Setelah tiga minggu, analisis histologis menggunakan pewarnaan HE menunjukkan bukti pembentukan tulang di dalam ruang internal patch SEP. 13 Kadhim dkk. menanamkan delapan puluh sekrup berukuran panjang 8 mm dan diameter 3 mm pada tulang tibia dua puluh ekor kelinci. Kelompok tersebut dibagi menjadi empat kelompok, satu kelompok kontrol dan tiga kelompok perlakuan. Penelitian ini menunjukkan perbedaan signifikan pada pembentukan tulang di sekitar implan yang dilapisi nano kalsium sulfat yang diberi bubuk cangkang telur dibandingkan dengan tiga kelompok lainnya . <0,. dan tidak menunjukkan adanya radiolusen atau aktivitas abnormal dari tulang ke implan pada semua 14 Jayasree dkk. melakukan penelitian terhadap delapan belas tikus dengan defek kalvaria 4 mm. Temuan menunjukkan bahwa aplikasi semen brushite yang berasal dari cangkang telur menghasilkan peningkatan pembentukan matriks tulang dan penurunan kelompok kontrol. Penelitian Lee dkk. pada tikus dengan defek tulang kalvaria 8 mm, rata-rata hydroxyapatite . HA) secara signifikan lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol pada 4 minggu pascaoperasi . = 0,. Selain itu, volume tulang rata-rata pada kelompok eggshells-derived hydroxyapatite . HA) secara signifikan lebih besar daripada kelompok kontrol pada 8 minggu pascaoperasi . = 0,. Analisis histologis pada 4 minggu pascaoperasi menunjukkan banyak adanya multinucleated giant cells di sekitar partikel sHA, sementara respon inflamasi yang lebih sedikit diamati di sekitar kelompok dengan eHA. Secara keseluruhan, kelompok eHA menunjukkan pembentukan tulang yang lebih unggul dibandingkan dengan kelompok sHA. Penggunaan cangkang telur sebagai bahan bone graft juga telah dilakukan pada subjek manusia, baik pada perawatan klinis infeksi maupun non-infeksi. Ganapathy dkk. pada studi mereka terhadap pasien periodontitis dengan defek dua dinding dan tiga dinding, menunjukkan regenerasi tulang pada kedua kelompok pada hari ke-30, 120, dan 150, berdasarkan penilaian tindak lanjut termasuk tingkat perlekatan klinis (CAL), kedalaman probing (PD), dan pencitraan CBCT. Kelompok dengan defek tiga dinding menunjukkan peningkatan kesehatan periodontal yang lebih besar, menunjukkan bahwa eggshells-derived hydroxyapatite (EnHA) efektif sebagai bahan bone graft. 17 Kattimani dkk. melaporkan bahwa pasien yang menerima bone graft yang berasal dari cangkang telur setelah enukleasi kista menunjukkan perubahan progresif kepadatan tulang pada 1, 2, dan 3 bulan pascaoperasi. Semua kelompok menunjukkan, bagian dalam lokasi operasi tampak trabekular atau spekular, menunjukkan penyembuhan dan regenerasi osteoid yang efektif. 18 Selain itu. Kattimani dkk. melakukan penelitian yang melibatkan aplikasi bone graft yang berasal dari cangkang telur pada pasien yang menjalani pencabutan gigi molar ketiga bilateral. Pada hari ke-21, kelompok yang diaplikasikan bone graft menunjukkan pola tulang trabekular lebih baik dan kepadatan tulang lebih tinggi. Selama periode follow-up, kedalaman probing menurun secara progresif dan tetap dalam batas normal pada bulan ketiga. kelompok kontrol menunjukkan perubahan signifikan pada kelompok yang diaplikasikan bone graft. Pencangkokan dengan nanohidroksiapatit yang berasal dari cangkang telur menunjukkan peningkatan sifat regenerasi tulang tanpa tanda-tanda infeksi. Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 7 No. Desember 2025 eISSN 2746-1769 Tabel 1 Penelitian-penelitian mengenai bone graft yang berasal dari cangkang telur untuk pembentukan tulang pada hewan Defek Biomaterial Kontrol/ Hasil perawatan lainnya Tikus Wistar. Bubuk demineralized bone Hari ke-45 cangkang telur, matrix (DBM) Tidak ada tanda-tanda reaksi inflamasi periodontal 1,5 x membaran collagen membrane . idak ada eosinofi. dan jaringan ikat sisi cangkang telur terdapat di sekitar kelompok perlakuan dibandingkan kelompok kontrol. Ref Tikus Wistar, 5 Bubuk Defek kosong . mm pada tulang cangkang telur dan demineralized . bone matrix (DBM) group . , bubuk cangkang telur dan DBM . Hari ke- 30 dan hari ke-60 Kelompok yang diberi perlakuan bubuk cangkang telur dan kelompok demineralized bone matrix (DBM) mempunyai persentase kesembuhan yang sama, sedangkan kelompok DBM kesembuhan yang sedikit lebih tinggi. Mencit jantan, tulang kalvaria Patch dilapisi Patch tidak dilapisi dengan soluble Hari ke-21 Tidak ada infeksi atau reaksi inflamasi. Pembentukan tulang ditemukan pada ruang internal patch yang dilapisi soluble eggshells membrane protein Kelinci New Zealand, ditanam dengan Implan dilapisi kalsium sulfat dengan bubuk cangkang telur yang diisi pada Hari ke-14 dan ke-21 Peningkatan pembentukkan tulang yang signifikan terjadi pada defek tulang di sekitar implan yang dilapisi nano kalsium sulfat dan diisi dengan bubuk cangkang telur sebagai pengganti tulang. Evaluasi radiografi menunjukkan tidak ada aktivitas radiolusen atau aktivitas abnormal dari tulang ke implan pada semua Tikus Wistar, 4 Eggshells Pure Hari ke-42 dan ke-84 mm pada tulang brushite cement cement (PB) MicroCT: EB terdegradasi lebih cepat kalvaria bilateral (EB) daripada PB. pembentukan tulang baru disekitar tepi pada kelompok EB. Histologi: anyaman tulang diamati pada kelompok EB. kelompok PB dikelilingi oleh sel inflamasi. Implan yang tidak Implan yang dilapisi nano kalsium sulfat tanpa dengan celah dan dibiarkan kosong. Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 7 No. Desember 2025 eISSN 2746-1769 Immunohistokimia: Terjadi pembentukan tulang baru oleh osteopontin untuk EB > PB. Defek Biomaterial Kontrol/ perawatan lainnya Hasil Tikus Sprague- Eggshells dawley, 8 mm hydroxyapatite tulang . HA) Kelompok perlakuan . HA) Hari ke-28, ke-56 Histologi: ditemukan tulang baru di sekitar daerah bone graft terlihat pada kelompok perlakuan. MicroCT: Volume tulang secara signifikan lebih tinggi pada kelompok Sel inflamasi lebih banyak ditemukan pada sHA dibandingkan eHA. Pasien Kelompok 1: 2defek tulang. Kelompok 2 3defek tulang Eggshellsderived atite (EnHA) Hari ke-30, ke-120 dan ke-180 Kedua kelompok pasien menunjukkan perbaikan CAL. PD, dan CBCT. Kelompok 1 menunjukkan hasil yang lebih baik daripada kelompok 2 karena keterlibatan dinding periodontal yang rusak lebih banyak. Pasien yang Eggshells dirawat karena hydroxyapatite lesi periapikal Defek tulang maksila diberikan bone dan/atau Hari ke-30, ke-60 dan ke-90 Follow-up 1 minggu, semua pasien dilaporkan lebih sedikit merasakan nyeri terkait dengan lokasi yang diaplikasikan bone graft dibandingkan dengan lokasi yang tidak. Radiografi: Karakteristik pembentukan tulang signifikan antara minggu pertama dan bulan pertama (P <0,. , menunjukkan gambaran spekular atau ground glass dengan menyatunya material dan tepi tulang. Bulan kedua setelah operasi, bagian dalam lokasi operasi berupa trabekular atau spekular pada setiap kasus, menunjukkan penyembuhan dan regenerasi osteoid yang efektif. Pasien Tidak Hari ke-7, ke-21, dan ke-42. Pola tulang trabekular dengan peningkatan kepadatan tulang terlihat pada kelompok bone graft hari ke-21. Kedalaman probing secara bertahap berkurang selama follow-up dan tetap dalam batas normal. Kelompok Eggshellsderived Ref Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 7 No. Desember 2025 eISSN 2746-1769 perlakuan menunjukkan pembentukan tulang yang lebih baik tanpa infeksi. Berdasarkan penelitian-penelitian pada Tabel 1, pemeriksaan histologi menenjukkan pembentukan tulang rata-rata diamati pada hari ke-21 atau minggu ke-3. Selain itu juga tidak ditemukan adanya reaksi alergi pada kelompok penelitian in vivo dan pasien. PEMBAHASAN PERAWATAN BONE GRAFT PASCAEKSTRAKSI GIGI Kehilangan tulang alveolar akibat resorpsi pascaekstraksi dapat dicegah melalui alveolar ridge preservation (ARP) atau perawatan preservasi soket, yang penting untuk mempertahankan volume tulang alveolar. Penempatan bahan bone graft ke dalam soket yang baru diekstraksi membantu menstabilkan bekuan darah selama fase penyembuhan awal. Bone graft berperan sebagai scaffold dalam proses penyembuhan, mendorong osteokonduksi tulang baru, dan secara bertahap diserap dan digantikan oleh tulang yang baru terbentuk. Prosedur ARP dimulai dengan menutup soket gigi segera setelah ekstraksi menggunakan bahan bone graft. Bone graft kemudian dimasukkan ke dalam soket untuk mencegah jaringan lunak tumbuh di dalam soket dan untuk mendorong pertumbuhan tulang. Bone graft pada bidang kedokteran gigi selain digunakan pada perawatan ARP untuk memastikan dimensi yang memadai untuk penempatan implan, tetapi juga digunakan pada perawatan pascaoperasi yang melibatkan kehilangan tulang lebih dari 1 cmA. Kondisi patologis yang menyebabkan kerusakan tulang alveolar luas seperti kista dan tumor di rahang memerlukan operasi pembuang tulang alveolar yang terinfeksi secara menyeluruh, diikuti dengan pemberian bone graft untuk memulihkan fungsi jaringan dan memfasilitasi rekonstruksi Bahan bone graft harus memiliki tiga sifat, osteogenesis, dapat membantu pembentukan tulang baru di lokasi ekstraksi, osteoinduksi, menginduksi sel punca mesenkimal host, termasuk faktor pertumbuhan dan protein tulang dari jaringan sekitarnya, yang memungkinkan pembentukan tulang baru dan osteokonduksi, memfasilitasi invasi pembuluh darah dan sel-sel tulang yang baru terbentuk ke dalam sel-sel tulang di sekitarnya. Bahan bone graft harus memiliki ketiga sifat ini untuk mempertahankan area soket dan mencegah resorpsi setelah Remodeling tulang akan menjadi tahap akhir penyembuhan luka selama bahan bone graft tidak bergeser dan suplai darah mencukupi. HIDROKSI APATIT PADA PROSES PENYEMBUHAN Hidroksiapatit (Ca10(PO. 6(OH). adalah anggota keluarga kalsium fosfat yang ditemukan pada organisme hidup. Jaringan tulang manusia terdiri dari kalsium dan fosfat, yang merupakan 70% dari massa tulang. Hidroksiapatit (HA) adalah komponen mineral utama tulang kortikal dan kanselus dewasa. Hidroksiapatit diketahui dapat meningkatkan konsentrasi kalsium (Ca2 ) lokal, yang dapat mengaktifkan proliferasi osteoblas dan mendukung pertumbuhan serta diferensiasi sel mesenchymal stem cells (MSC). Hidroksiapatit, yang terdiri dari komponen kalsium dan fosfat, menjadikan bahan ini berpotensi kecil menyebabkan efek toksik lokal dan sistemik pada tubuh. Aplikasi HA pada lokasi pascaoperasi memungkinkan tulang yang baru terbentuk untuk berikatan langsung dengan HA melalui lapisan kalsium karbonat yang tidak memiliki ikatan apatit. Adhesi HA pada tulang yang baru terbentuk akan mendukung pertumbuhan dan diferensiasi sel osteoblas, dan tulang yang baru terbentuk akan terdeposit pada tulang lama di sekitarnya . Scaffold HA juga dapat digunakan sebagai perantara sitokin untuk berikatan dengan bone morphogenetic proteins (BMP) di tulang. Penggunaan hidroksiapatit (HA) sebagai bahan bone graft dikaitkan dengan biaya produksi yang tinggi karena kemiripan Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 7 No. Desember 2025 eISSN 2746-1769 strukturalnya dengan tulang alami. Oleh karena itu, sebagai alternatif HA telah mengalami perkembangan dengan menggunakan sumber HA yang berasal dari sumber alami atau biomaterial alami seperti: karang, kerang laut, cangkang kepiting, tulang ikan dan cangkang telur. Salah satu sumber HA yang telah banyak ketersedian cangkang telur yang tidak terbatas, dan murah, menjadikan cangkang telur dapat digunakan sebagai prekursor HA sebagai alternatif material bone graft. CANGKANG TELUR AYAM Cangkang telur memiliki tiga lapisan utama, masing-masing dengan komposisi yang Lapisan terluar cangkang telur adalah kutikula, lapisan protein transparan yang melapisi cangkang dan tampak seperti keramik. Lapisan kedua adalah lapisan spons atau kapur, yang kaya akan protein dan kalsium. Lapisan terdalam, yang dikenal sebagai lapisan mamilaris, adalah lapisan yang tipis dan tersusun protein serta mineral. Cangkang telur ayam mengandung sumber kalsium alami yang terdiri dari 90% kalsium karbonat, 4% bahan organik, 1% magnesium karbonat, sejumlah kecil stronsium, fluorida, mangan, seng, dan tembaga yang juga berperan penting dalam metabolisme tulang dan gigi. Kalsium karbonat (CaCO. di cangkang telur ayam telah teruji dengan baik sebagai bahan cangkok tulang karena komposisi dan sifat 26 Umumnya, cangkang telur ayam memiliki berat 11% dari berat telur utuh. Komposisi gizi cangkang telur ayam secara lengkap ditunjukkan pada Tabel 2. Tabel 2 Komposisi nutrisi cangkang telur ayam Komposisi Air Lemak murni Protein Abu Kalsium Kalsium karbonat (CaCO. Fosfor Sodium Magnesium Potassium Sulfur Alanin Arginin Kalsium karbonat yang terdapat pada cangkang telur dapat digunakan sebagai bahan baku untuk memproduksi hidroksiapatit (HA), yang berfungsi sebagai bahan dasar bone graft. Penelitian-penelitian sebelumnya menggunakan metode presipitasi cangkang telur ayam untuk menghasilkan bubuk kalsium. 25 Metode prepitasi yang banyak digunakan untuk sintesis cangkang telur adalah adalah wet chemical precipitation. Cangkang Telur (%) 29 - 35 0,10 Ae 0,20 1,4 - 4 89,9 Ae 91,1 35,1 - 36,4 0,12 0,15 - 0,17 0,37 Ae 0,40 0,10 Ae 0,13 0,09 - 0,19 0,45 0,56 Ae 0,57 Kalsium karbonat (CaCO. yang terdapat pada cangkang telur kemudian direduksi menjadi kalsium oksida (CaO) melalui proses pembakaran dengan hasil samping karbon dioksida (CO. , atau dikenal dengan proses CaO yang dihasilkan kemudian dilarutkan dengan air untuk mendapatkan kalsium hidroksida (Ca(OH). Presipitasi wet chemical memiliki perbedaan pada tahapan ini, (Ca(OH). yang dihasilkan kemudian diberikan Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 7 No. Desember 2025 eISSN 2746-1769 tambahan asam fosfat seperti Na2HPO4 atau (NH. H2(PO. agar terlarut dan pH tetap basa. Larutan yang telah tercampur kemudian dikeringkan dan akan menghasilkan bubuk partikel HA berukuran rata-rata 31,5 nm sebagai hasil akhir. Meskipun cangkang telur bukanlah sumber utama alami untuk sintesis HA, penggunaan cangkang telur ayam tentu lebih ramah lingkungan, harga yang terjangkau, dan banyak ditemukan pada kehidupan sehari-hari. KESIMPULAN Laporan penggunaan cangkang telur ayam sebagai bahan bone graft dapat digunakan sebagai perawatan pascaoperasi dan mendukung pembentukan tulang baru. Lebih lanjut, beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa penggunaan cangkang telur ayam sebagai bone graft tidak menunjukkan reaksi alergi atau respons inflamasi pada jaringan setelah follow-up pascaoperasi. Berdasarkan laporan sistematis yang telah dibuat, terbukti penggunaan bone graft yang berasal dari cangkang telur ayam aman digunakan sebagai perawatan pascaoperasi, bahan ini baik digunakan pada perawatan pascaoperasi infeksi maupun non-infeksi. DAFTAR PUSTAKA