Vol. 4 No. 2 (Maret 2. 17- 22 ISSN 2808-1587 Pena Jangkar http://jurnal. amnus-bjm. id/index. php/pena-jangkar PERAN SURVEYOR DALAM ON HIRE SURVEY KELAYAKAN KAPAL LCT OLEH PT. TRIBHAKTI INSPECTAMA BANJARMASIN David Bastian SihombingA 1. Nuas Pajar2. Kamsariaty3. Hadiansyah4. Andri Ali Wardhana5. Akademi Maritim Nusantara Banjarmasin. Indonesia 1,2,3,4,5 Info Artikel ______________ Sejarah Artikel: Diterima 01/12/2024 Disetujui 01/02/2025 Dipublikasikan 05/03/2025 _______________ Keywords: Surveyor, on hire survey, kelakayakan kapal _____________ ___ Abstrak Peran Marine Surveyor dalam On Hire Survey merupakan pemeriksaan kondisi kapal secara detail dan menyeluruh di saat awal kapal akan disewa atau di charter party guna menghindari adanya klaim dari salah satu pihak terkait dalam perjanjian sewa menyewa kapal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran surveyor dalam On Hire Survey Kelayakan Kapal LCT oleh PT. Tribhakti Inspektama Banjarmasin. Jenis penelitian menggunakan metode kualitatif, metode kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Sumber data yang digunakan terbagi dua yaitu data primer berdasarkan observasi langsung kepada pihak devisi inspeksi perusahaan dan crew kapal dan data sekunder dengan memanfaatkan segala informasi tersaji di PT. Tribhakti Inspektama Banjarmasin. Hasil penelitian ini membahas pelaksanaan peran surveyor dalam On hire survey yang terdapat beberapa tahapan dalam hal inspeksi kapal, yaitu tahap persiapan inspeksi, tahap pelaksanaan inspeksi dan tahap pemenuhan laporan temuan hasil inspeksi sampai dengan diterbitkannya sertifikat On Hire kapal yang menandakan bahwa kapal telah selesai dilakukan proses inspeksi. Abstract The role of the Marine Surveyor in the On Hire Survey is to examine the condition of the ship in detail and thoroughly when the ship is first rented or chartered to avoid claims from any of the parties involved in the ship rental agreement. This research aims to determine the role of surveyors in the On Hire LCT Ship Feasibility Survey by PT. Tribhakti Inspektama Banjarmasin. This type of research uses qualitative methods, qualitative methods are research procedures that produce descriptive data in the form of written or spoken words from people and observed behavior. The data sources used are divided into two, namely primary data based on direct observation of the company's inspection division and ship crew and secondary data using all the information presented at PT. Tribhakti Inspektama Banjarmasin. The results of this research discuss the implementation of the surveyor's role in the On Hire survey. There are several stages in the case of ship inspection, namely the inspection preparation stage, the inspection implementation stage and the fulfillment stage of the inspection findings report up to the issuance of the ship's On Hire certificate which indicates that the ship has completed the process inspection. A 2025 Akademi Maritim Nusantara Banjarmasin Alamat korespondensi: E-mail: davidbastiansihombing@amnus-bjm. David Bastian Sihombing. Nuas Pajar. Kamsariaty. Hadiansyah. Andri Ali Wardhana /Pena Jangkar PENDAHULUAN Pelaksanaan inspeksi kapal yang dilakukan oleh marine surveyor yang ditunjuk oleh pencarter bertujuan untuk mengetahui kondisi kapal secara detail dan menyeluruh sebelum kapal disewa atau carter guna menghindari adanya klaim dari salah satu pihak yang terkait dalam perjanjian sewa menyewa kapal (Supriyanta, 2. Menurut Permendag RI No. 14/M-DAG/PER/3/2006 yaitu surveyor adalah seorang yang memiliki keahlian khusus di bidang jasa survei atas dasar disiplin ilmu dan atau memiliki Sertifikasi Profesi Surveyor yang diterbitkan oleh lembaga sertifikasi yang telah terakreditasi serta memiliki pengalaman kerja di bidang survei tertentu seperti Marine Surveyor yang melakukan kegiatan survei untuk mendapatkan kebenaran nyata yang hakiki atas objek yang di survei. Mengingat pentingnya peranan kapal sebagai sarana perhubungan laut di Indonesia maupun antar negara di dunia. Sehingga dibutuhkan adanya sebuah sistem keselamatan dan keamanan karena hal tersebut merupakan faktor penting yang harus diperhatikan dan menjadi dasar tolak ukur pengambilan keputusan dalam menentukan kelayakan dalam pelayaran, baik dari segi fasilitas berupa kapal maupun infrastruktur seperti sistem navigasi dan sumber daya manusia yang terlibat di dalamnya, untuk mengurangi dan meminimalisir adanya sebuah kecelakaan pada kapal. Terjadinya kecelakaan kapal seperti tenggelam, terbakar adalah permasalahanpermasalahan yang berkaitan dengan keselamatan dan keamanan transportasi laut. Untuk pelaksanaan peningkatan keselamatan pelayaran ini. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah mengeluarkan kebijakan dalam pencegahan kecelakaan kapal seperti membuat maklumat pelayaran tentang peningkatan pengawasan keselamatan pelayaran bagi kapal penumpang, membuat maklumat tentang kondisi cuaca perairan di Indonesia seperti perihal kesiapan cuaca buruk di laut. (Kadarisman, 2. Peran seorang marine surveyor sangat penting sekali disini, menyangkut keselamatan kapal dan time charter party karena pihak pemilik kapal maupun penyewa kapal tentunya ingin mengetahui secara pasti kondisi kapal pada saat di awal penyewaan ataupun ketika penyerahan ketika masa sewa berakhir, informasi yang benar tentang kondisi kapal ketika on hire inspection ataupun off hire inspection kita tulis dalam laporan. On Hire Survey merupakan laporan penggunaan kapal saat disewakan maupun saat selesai disewa. Survey dilakukan kapan dan dimana saja sesuai permintaan pelanggan. Survey ini dilakukan dengan mendatangi kapal yang akan di survey serta memeriksa semua keadaan kapal dan penggunaannya. Survey ini dilakukan karena pemilik atau penyewa kapal ingin mengetahui keadaan kapal agar ketika akan disewakan/disewa antara pemilik dan penyewa tidak ada yang dirugikan. Tujuan dari Peran Surveyor dalam On Hire Survey Kelayakan Kapal ialah untuk mengetahui peran surveyor dalam On Hire Survey Kelayakan Kapal LCT oleh PT. Tribhakti Inspektama Banjarmasin. David Bastian Sihombing. Nuas Pajar. Kamsariaty. Hadiansyah. Andri Ali Wardhana /Pena Jangkar METODE PENELITIAN Metode penelitian pada penelitian ini adalah metode kualitatif, metode kualitatif dengan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. (Moleong, 2. Sumber data dalam penelitian adalah subyek dari mana data dapat diperoleh dari PT. Tribhakti Inspektama Banjarmasin dan Kru Kapal. Sumber data terbagi menjadi dua yaitu data primer dan data Data primer yang dimana diperoleh melalui pengamatan langsung terhadap objek atau situasi yang diteliti dan juga informasi diperoleh melalui percakapan langsung dengan individu atau kelompok yang menjadi subjek penelitian dalam pelaksanaan On Hire Survey kepada salah satu kru kapal dan bagian inspeksi perusahaan. Sedangkan data sekunder ialah data tambahan yang diperoleh bukan dari tangan pertama tetapi dari kedua, ketiga atau Dengan memanfaatkan segala informasi yang telah dihimpun oleh berbagai pihak dalam bentuk data tersaji di PT. Tribhakti Inspektama Banjarmasin. Dalam penelitian ini penulis mengambil data sekunder dari buku Pokok-Pokok Pelayaran Niaga, halaman web tentang topik yang dibahas. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi dengan cara mengamati langsung proses pelaksanaan kegiatan on hire survei dengan pihak PT. Tribhakti Inspektama Banjarmasin. Wawancara yaitu dengan cara Tanya jawab secara langsung atau tidak langsung yang dilaksanakan dengan tatap muka dengan pihak PT. Tribhakti Inspektama Banjarmasin dan Kru Kapal, dan pengumpulan data dokumentasi dengan cara menggunakan data atau arsip-arsip yang tersedia di perusahaan, atau juga dengan alat bantu lain yang dapat membantu mengabdikan kegiatan. Metode analisis data yaitu dengan mengamati langsung kegiatan proses pelaksanaan survey pada kapal tentang On Hire Survey kelayakan kapal, melakukan wawancara kepada pihak divisi inspeksi terkait dengan pelaksanaan On Hire Survey Kelayakan Kapal, mengimpun data penelitian tentang On Hire Survey Kelayakan Kapal dari wawancara dan dokumentasi pada proses tersebut, menulisnya dalam laporan tugas akhir yang didalamnya berupa pendahuluan, tujuan penelitian, tinjauan pustaka dan lainnya, dan konfirmasi data penelitian kepada pihak terkait agar mengetahui pembahasan dari data yang sudah HASIL DAN PEMBAHASAN Peran Marine Surveyor melakukan On Hire Survey merupakan sebuah kegiatan pemeriksaan kapal yang tujuannya menentukan atau mencatat seluruh kondisi fisik kapal yang terlihat secara kasat mata pada saat survey berlangsung ataupun pada waktu delivery atau re-delivery untuk disewa ataupun pengembalian setelah disewa selesai. On Hire Survei Condition menjadi ajuan dalam sebuah laporan Survey Report yang akan di gunakan oleh para Charter Party yaitu pihak Owner dan Charterer dalam menghindari adanya dispute atau ketidakcocokan kondisi kapal pada saat penyerahan dari pemilik kapal . kepada penyewa kapal . , maka survey report harus menceritakan secara jenis kondisi terkini daripada kapal yang akan kita survey atau periksa. Dalam kegiatan bisnis sewa menyewa kapal sangat perlu dilakukan pemeriksaan kondisi fisik maupun dokumen kapal yang akan disewa ataupun kapal yang sesudah disewa David Bastian Sihombing. Nuas Pajar. Kamsariaty. Hadiansyah. Andri Ali Wardhana /Pena Jangkar untuk mehindari adanya kemungkinan perselisihan antara pemilik kapal dan penyewaanya apabila terjadi kerusakan pada bagian badan kapal maupun perlengkapannya yang diakibatkan adanya kegiatan pemuatan dan pembongkaran barang-barang oleh penyewa. Jadi dalam pemeriksaan kondisi fisik kapal ini biasanya dilakukan joint survey . ua surveyo. masing-masing dari pihak owner dan charterer. Dan tidak lazim bila owner diwakili oleh nahkoda kapal karena tidak independent. Prosedur pelaksanaan On Hire Survey Kelayakan Kapal LCT dimulai dengan adanya request atau permintaan dari pihak Client yang melakukan penunjukan kepada Surveyor Independent untuk melaksanaan survei yang di Charter by Email. Kemudian pastikan dimana lokasi objek kapal yang akan diinspeksi nantinya, dan meminta informasi terkait jenis survei yang dikehendaki oleh Client agar mempermudah kita untuk memproyeksikan tahapantahapan pekerjaan dan memperkirakan kebutuhan man power. Pada kasus ini Client melakukan permintaan pelaksanaan On Hire Condition Survey & Bunker Survey pada kapal LCT. Setelah itu meminta informasi ke client, dimana titik serah objek seperti misalnya Arrival Pilot Station. Selanjutnya mempersiapkan peralatan seperti Camera Digital. Form-form. Check List dan lain-lain. Pemeriksaan dokumen kapal, pada saat On Board ke kapal sebaiknya pertama kali surveyor bertemu dahulu kepada penanggung jawab kapal tersebut, seperti nahkoda. Chief Officer atau Representative dari klien yang terlibat dalam proses pemeriksaan, dan menjelaskan tahapan pelaksanaan. Surveyor akan melakukan pemeriksaan dokumen untuk memastikan kelengkapan dan kepatuhan terhadap regulasi maritim. Pemeriksaan bagian Ae bagian kapal, pemeriksaan harus dilakukan pada waktu siang hari karena menghindari kurang telitinya pemeriksaan untuk menentukan kerusakan. Yang sangat mungkin terkena langsung kerusakan adalah bagian main deck. Semua penemuan kerusakan pada bagian kapal harus dicatat dan posisinya harus disebutkan. Pemeriksaan untuk kepentingan ini meliputi bagian-bagian kapal mungkin terjadi kerusakan saat kegiatan pemuatan/pembongkaran barang berlangsung meliputi: Hull, maindeck. Wheel House house, cargo gear, hatch cover, rampdoor, dan biasanya menentukan jumlah bahan bakar diatas kapal pada waktu penyewaan. Surveyor akan memeriksa lambung kapal bagian luar yang berada diatas air yang betujuan untuk memastikan dan menilai bagaimana kondisi lambung kapal tersebut apakah ada patah, berlubang, berkarat sedang, berkarat ringan, bercat, buram pada kapal tersebut dan juga pemeriksaan fenders disekitar kapal apakah dalam kondisi baik dan lengkap, serta tanda draft mark dan plimsol mark apakah dalam kondisi baik dan dapat Semua hal temuan pada pemeriksaan pada lambung kapal akan dicatat dan dipoto oleh surveyor yang nantinya akan disimpulkan kondisi tersebut secara umum. Selanjutnya surveyor melakukan pemeriksaan weather deck . ek yang terkena langsung cuaca lua. sama halnya seperti kondisi-kondisi diatas juga disampaikan, hanya saja bagian bagiannya saja yang berbeda. Pada kondisi haluan . ore Dec. pada kapal LCT meliputi pelat tersebut apakah dalam kondisi baik/berkarat. Bulwark dan Single Bollard , rampdoor dan wire kondisinya baik. Selanjutnya pada bagian belakang . ft dec. , dan bagian tengah . ain dec. pengecekan meliputi juga bagian plat, jendela atap, ventilasi udara, pipa sounding, pipa udara, warna catnya serta kondisinya. David Bastian Sihombing. Nuas Pajar. Kamsariaty. Hadiansyah. Andri Ali Wardhana /Pena Jangkar Surveyor melakukan pengecekan untuk alat keselamatan meliputi sekoci . ife boa. , life raft, life bouy dan lain-lain. Catat jumlah dan kapasitas angkutannya sekoci dan life raft, untuk alat pemadam kebakaran pemeriksaan meliputi alat pemadam api . dan tetap . Fire Hose dan Nozzle. Catat jumlah untuk dianjungan (Bridg. periksa juga EPIRB (Emergency Positioning Indikator Radio Beacon ) ialah Suar Radio Penunjuk Posisi Darurat dan SART (Search Automatic Radio Transponde. ialah perangkat penyelamatan pasif yang ketika indera pulsa dari radar yang beroperasi difrekuensi 9 GHz, memancarkan serangkaian pulsa dalam merespon, yang memberitahu operator radar bahwa marabahaya maritim sedang Selanjutnya surveyor melakukan pengecekan semua peralatan navigasi untuk memastikan bahwa alat-alat navigasi di atas kapal berfungsi dengan baik dan memenuhi standar keselamatan. Meliputi Radar. GPS. GMDSS. Echo Sounder. Wind fan. Ecdis. Radio Marine VHF dan UHF. Navtex. Steering . oy stick dan whee. Catat Merek dan Jumlahnya. Kemudian Surveyor akan melakukan pemeriksaan mesin utama, mesin bantu, lakukan test running kemudian catat merek dan jumlah mesin tersebut serta output yang dihasilkan baik kondisi putaran normal atau maksimum. Kemudian periksa semua pompa-pompa yang ada dikamar mesin baik pompa bahan bakar, pompa air tawar, pompa WHS, catat jumlah dan kemampuan sedot per jam. Setelah itu periksa peralatan dikamar mesin lainnya, seperti panel-panel listrik, oil water separator, dan lantai pada ruang mesin. Setelah itu surveyor akan melakukan pengukuran tangki-tangki bahan bakar, baik di tangki utama atau tangki harian, pengukuran biasanya akan ditemani oleh masinis 3 . hird Setelah melakukan pengukuran maka dilakukan perhitungan volume setiap tangkitangki tersebut dengan memakai buku tangki atau Tank Table, lakukan interpolasi dan koreksi Untuk melakukan konversi volume ke berat maka diperlukan pengukuran density dam temperature, bila tidak memungkinkan maka ambil dari bukti kwitansi penerimaan bahan Selanjutnya surveyor sudah selesai melakukan pemeriksaan, maka tahap selanjutnya adalah menerbitkan laporan lapangan dimana dicantumkan secara umum bagian-bagian yang diperiksa, kemudian disimpulkan hasil akhirnya, kondisi lebih baik dari rata rata (Goo. Kondisi rata-rata, kekurangan kecil (Satisfactor. Cukup baik kondisi dibawah rata-rata, ada beberapa kekurangan (Fai. Kurang memuaskan kondisi dibawah rata-rata (Unsatisfactor. Kondisi buruk dalam segala aspek (Poo. untuk report condition survey nya. Report Ae report lapangan tersebut disampaikan ke kapten kapal dan pihak terkait di riview dan kemudian ditanda tangani bersama. Tahap ini surveyor melakukan penyusunan draft sertifikat, dimana isinya adalah cerminan dari prelimary report, hanya saja dijabarkan secara detail. Selain itu juga melakukan penyusunan foto-foto dokumentasi menggunakan template perusahaan yang sudah tersedia. Bila sertifikat dan foto sudah dicetak, maka seluruh sertifikat, foto, copy dokumen kapal dijilid, dan kemudian diserahkan kepada klien. Kendala kelayakan kapal oleh surveyor sebelum On Hire yaitu kesesuaian dokumen dimana dokumen yang diberikan mungkin menunjukkan kapal memenuhi standar tertentu dalam hal kondisi struktural atau operasional, namun pengamatan langsung di lapangan menunjukkan adanya kekurangan atau ketidaksesuaian dengan standar tersebut. David Bastian Sihombing. Nuas Pajar. Kamsariaty. Hadiansyah. Andri Ali Wardhana /Pena Jangkar Transparansi / keterbukaan dari pihak owner belum tentu ada, sehingga surveyor akan memastikan kondisi fakta dilapangan dengan informasi yang disampaikan dari pihak pemilik kapal . dan memastikan kondisi kapal apakah sudah sesuai dengan standar yang Solusi dari kelayakan kapal oleh surveyor sebelum On Hire, pemeriksaan dokumen secara berkala yaitu proses penting untuk memastikan bahwa semua dokumen yang diperlukan untuk operasi kapal sesuai standar regulasi dan operasional dan menggunakan pihak ketiga netral atau independent surveyor yang berpengalaman dalam memastikan keterbukaan dan transparansi selama proses On Hire Survey dapat sangat efektif dengan pemeriksaan secara langsung dilapangan SIMPULAN Peran Surveyor dalam On Hire Survei adalah sebagai penengah antara pihak yang menyewa kapal (Chartere. dan pemilik kapal (Shipowne. untuk memeriksa kondisi kapal secara detail dan menyeluruh di saat awal kapal akan disewa atau di charter party dengan mempertanggungjawabkan laporan survei penilaian secara hukum yang berlaku. Adapun tahapan Ae tahapan pelaksanaan survei meliputi pemeriksaan dokumen kapal, pemeriksaan bagian-bagian kapal, penerbitan laporan lapangan, dan penerbitan sertifikat. DAFTAR PUSTAKA