Volume 5 No 2 July 2024 EISSN 2722-2861 Progress in Social Development DEVELOPMENT OF SYSTEMIC CHANGE THROUGH THE ASA BERGENDING SOCIAL INNOVATION PROGRAM PENGEMBANGAN PERUBAHAN SISTEMIK MELALUI PROGRAM INOVASI SOSIAL ASA BERGENDING Dewi Luqmania1. Anjumiz Sunani2. Afifah Septiani3. Febi Agus Dwi Riyanto4 Officer Humas dan CSR PT PLN Nusantara Power UP Gresik Junior Officer Humas dan CSR PT PLN Nusantara Power UP Gresik Community Development Officer PT PLN Nusantara Power UP Gresik Email Correspondence: dewi. luqmania@plnnusantarapower. ABSTRACT: ASA BERGENDING program is a social innovation initiative designed to empower women survivors of domestic violence (DV) in Gending Village. Kebomas District. Gresik Regency. Adopting a six-stage social innovation framework, the program began with a social mapping that identified 30 DV survivors who were experiencing a decline in self-confidence and social isolation. The program then developed various integrated empowerment initiatives, such as skills training, waste bank management, and the establishment of small and medium enterprises (SME. , focused on enhancing economic well-being and family resilience. During the implementation phase, the program successfully established one Central Waste Bank and 12 Unit Waste Banks, supported the legalization of 64 SMEs, and revitalized non-productive land into local food gardens (Bungal. Through a participatory approach, the ASA BERGENDING Program created significant impacts, including increased social and economic participation of DV survivors, heightened community awareness of DV issues, and improved environmental management. This program not only initiated systemic change in Gending Village but also became a model for women's empowerment and sustainable environmental Keywords: Social Innovation. Systemic Change. Women Survivors of Domestic Violence ABSTRAK: Program ASA BERGENDING merupakan inovasi sosial yang dirancang untuk memberdayakan perempuan penyintas kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Kelurahan Gending. Kecamatan Kebomas. Kabupaten Gresik. Mengadopsi kerangka kerja enam tahap inovasi sosial, program ini dimulai dengan pemetaan sosial yang mengidentifikasi 30 perempuan penyintas KDRT yang mengalami penurunan rasa percaya diri dan isolasi sosial. Program ini kemudian mengembangkan berbagai inisiatif pemberdayaan yang terintegrasi, seperti pelatihan keterampilan, pengelolaan bank sampah, dan pendirian UMKM, yang difokuskan pada peningkatan kesejahteraan ekonomi dan ketahanan keluarga. Pada tahap implementasi, program ini berhasil mendirikan 1 Bank Sampah Induk dan 12 Bank Sampah Unit, mendukung legalitas 64 UMKM, serta melakukan revitalisasi lahan-lahan non-produktif menjadi kebun pangan lokal (Bungal. Dengan pendekatan partisipatif. Program ASA BERGENDING menciptakan dampak signifikan, termasuk peningkatan partisipasi sosial dan ekonomi penyintas KDRT, peningkatan kesadaran masyarakat terhadap isu KDRT, dan pengelolaan lingkungan yang lebih baik. Program ini tidak hanya menciptakan perubahan sistemik di Kelurahan Gending, tetapi juga menjadi model pemberdayaan perempuan dan pelestarian lingkungan yang berkelanjutan. Kata Kunci: Inovasi Sosial. Perempuan Penyintas KDRT. Perubahan Sistemik Article Info Received Januari 2024 Accepted Published DOI July 2024 July 2024 Copyright and License Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal. Journal homepage: psd. fisip-unmul. id/index. php/psd Mahasiswa Program Studi S1 Pembangunan Sosial. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman. 2 Dosen Pembimbing Pembangunan Sosial. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman PENDAHULUAN Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) merupakan salah satu isu sosial yang sangat mengkhawatirkan di Indonesia. Merujuk pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang UndangUndang Penghapusan KDRT. KDRT sendiri diartikan sebagai setiap tindakan terhadap seseorang, terutama perempuan, yang menyebabkan kesengsaraan atau penderitaan fisik, seksual, psikologis, serta/atau penelantaran dalam rumah tangga, termasuk ancaman, pemaksaan, atau perampasan kebebasan secara ilegal dalam lingkup rumah tangga. Meskipun seringkali tersembunyi di balik pintu-pintu rumah, dampaknya sangat luas, terutama terhadap perempuan yang menjadi korban, baik yang berstatus sebagai istri maupun KDRT tidak hanya merusak kesehatan fisik dan mental korban, tetapi juga mengekalkan ketidaksetaraan gender yang ada di masyarakat. Fenomena ini berakar pada budaya patriarki yang masih kuat, di mana perempuan sering kali berada pada posisi yang lebih lemah secara ekonomi dan sosial. Menurut Catatan Tahunan Komnas Perempuan, pada tahun 2023 terdapat total 2. 247 kasus KDRT terhadap istri atau yang biasa disingkat KTI (Kekerasan terhadap Istr. (Komnas Perempuan, 2. Sebanyak 674 kasus di antaranya merupakan laporan yang masuk secara langsung ke Komnas Perempuan, 573 kasus lainnya merupakan laporan yang masuk ke lembaga layanan. Terkait dengan 674 laporan kasus yang dilaporkan ke Komnas Perempuan, angka ini mengalami peningkatan sebesar 22% dari tahun 2022 (Komnas Perempuan, 2. Selain itu. KTI masih menduduki peringkat pertama kekerasan terhadap perempuan di ranah personal yang dalam konteks ini merujuk pada relasi dalam rumah tangga . uami-istr. Angka ini hanya menggambarkan puncak dari fenomena gunung es, karena banyak kasus KDRT yang tidak dilaporkan akibat dari berbagai faktor, seperti stigma sosial dan ketakutan terhadap pelaku (Hartati, 2. Bicara soal kekerasan. Provinsi Jawa Timur menduduki peringkat kedua teratas skala nasional dengan jumlah kasus sebanyak 1. Dari jumlah kasus tersebut, 80% korbannya atau sebanyak 1. 175 orang berjenis kelamin perempuan (Kemenpa, 2. Terkait dengan tempat kejadian kasus tersebut, tercatat sebanyak 890 kasus yang terjadi di dalam lingkup rumah tangga (Kemenpa, 2. Tingginya angka kasus di provinsi ini memperlihatkan bahwa fenomena KDRT dapat terjadi di wilayah perkotaan maupun di pedesaan, sehingga mencerminkan ketidaksetaraan gender yang masih kental dalam berbagai lapisan Penyebab tingginya angka kasus KDRT terhadap istri atau KTI melibatkan berbagai faktor Salah satu faktor utamanya adalah ketimpangan gender, di mana perempuan sering kali dianggap lebih rendah posisinya dibandingkan laki-laki dalam struktur keluarga, yang meningkatkan risiko kekerasan (Putri, 2. Hal ini diperburuk oleh norma sosial yang mendukung dominasi laki-laki dan menjustifikasi kekerasan sebagai cara untuk mengontrol pasangan. Faktor ekonomi juga mempengaruhi terjadinya kekerasan dalam rumah tangga. Ketidakstabilan finansial sering kali menyebabkan stres dan frustasi yang kemudian dilampiaskan dalam bentuk kekerasan terhadap istri (Widiastuti, 2. Ketidakmampuan memenuhi kebutuhan dasar keluarga pun dapat memicu konflik, terutama dalam situasi di mana suami merasa gagal menjalankan perannya sebagai pencari nafkah utama. Faktor psikologis, seperti ketidakmatangan emosional dan riwayat trauma masa kecil, juga berperan penting dalam terjadinya Individu dengan latar belakang keluarga yang penuh dengan kekerasan lebih cenderung mengulang pola tersebut dalam pernikahan mereka sendiri (Rahmawati, 2. Faktor-faktor ini saling berinteraksi dan memperburuk situasi, menciptakan lingkaran kekerasan yang sulit diputus. Perempuan penyintas KDRT dihadapkan dengan dampak jangka panjang yang ditimbulkan pascakejadian memilukan tersebut, baik secara fisik maupun psikologis. Tanpa intervensi yang tepat, perempuan penyintas berisiko mengalami gangguan kesehatan serius seperti trauma fisik berkepanjangan. PTSD, dan masalah kesehatan kronis yang bisa memperburuk kualitas hidup mereka (Handayani, 2. Selain dampak psikologis, penyintas KDRT juga menghadapi dampak sosial dan ekonomi, mereka sering kali terisolasi secara sosial dan mengalami kesulitan ekonomi akibat kehilangan pekerjaan atau sumber Perempuan penyintas KDRT juga mengalami dampak kesehatan fisik yang serius. Cedera fisik seperti luka, patah tulang, dan trauma internal sering terjadi akibat kekerasan yang dialami. Selain cedera langsung, penyintas juga berisiko mengalami masalah kesehatan kronis, seperti sakit kepala, gangguan tidur, gangguan pencernaan, dan tekanan darah tinggi, yang sering kali berhubungan dengan stres berkepanjangan Progress in Social Development: Volume 5 No 2 July 2024 (Handayani, 2. Dampak kesehatan ini dapat memperburuk kondisi fisik dan kualitas hidup mereka dalam jangka panjang. Penanganan terhadap perempuan penyintas KDRT menjadi sangat urgen karena dampak jangka panjang yang ditimbulkan, baik secara psikologis, sosial ekonomi, maupun fisik. Penanganan yang efektif harus mencakup dukungan sosial dan ekonomi, seperti bantuan hukum, perlindungan, dan akses ke pelatihan kerja (Santoso, 2. Langkah ini penting untuk membantu penyintas membangun kembali kehidupan mereka dan keluar dari siklus kekerasan. Penanganan ini memerlukan sinergi antarpemangku kepentingan yang melibatkan pemerintah, sektor privat, dan masyarakat. Dalam hal ini, pemerintah perlu menyediakan kebijakan perlindungan yang kuat serta akses layanan kesehatan dan psikologis bagi penyintas. Sektor privat dapat berkontribusi dengan mendanai program rehabilitasi dan memberikan peluang atau kesempatan kerja bagi penyintas untuk membantu mereka mandiri secara ekonomi (Putri, 2. Partisipasi aktif masyarakat juga penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung pemulihan mereka. Kondisi ini menuntut intervensi yang efektif dan berkelanjutan melalui program-program inovatif yang dapat memberdayakan para penyintas dan mendorong perubahan sistemik dalam masyarakat. Menimbang hal tersebut, aspek kolaborasi menjadi penting untuk memastikan penanganan yang komprehensif dan berkelanjutan bagi penyintas KDRT. Misalnya, sektor privat dan masyarakat bisa mendukung program pemerintah dengan menyediakan tempat aman, layanan konseling, serta kampanye kesadaran publik tentang bahaya KDRT. Dengan sinergi ini, penyintas KDRT akan mendapatkan dukungan menyeluruh yang tidak hanya mengatasi dampak fisik dan psikologis, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup mereka secara keseluruhan (Santoso, 2. PT PLN Nusantara Power UP Gresik yang notabene adalah sektor privat, melihatnya sebagai peluang untuk berkontribusi dalam pemberdayaan perempuan penyintas KDRT melalui Program ASA BERGENDING yang merupakan akronim dari Aman Sehat Berdaya Perempuan Gending. Program ini berlokasi di Kelurahan Gending. Kecamatan Kebomas. Kabupaten Gresik. Program ini diinisiasi sebagai respon terhadap tingginya angka kekerasan dalam rumah tangga di Kabupaten Gresik dan Kelurahan Gending. Dinas Keluarga Berencana. Pemberdayan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Gresik mencatat pada tahun 2023 terdapat peningkatan kasus KDRT terhadap perempuan dewasa menjadi 97 kasus (LKjIP Dinas KBpA, 2. Selain itu, berdasarkan hasil survei perusahaan, teridentifikasi 30 perempuan penyintas KDRT yang membutuhkan dukungan untuk memulihkan diri dan meningkatkan kemandirian mereka (PT PLN NP UP Gresik, 2. Selain masalah. PT PLN Nusantara Power UP Gresik juga melihat eksistensi potensi lokal yang memiliki peluang pengembangan. Kelurahan Gending menyimpan potensi sosial lokal yang signifikan untuk mendukung program ASA BERGENDING seperti keberadaan komunitas penyintas KDRT, meski dengan tantangan keaktifan anggota yang masih tergolong rendah (PT PLN NP UP Gresik, 2. Keberadaan komunitas ini dinilai menjadi fondasi yang kuat untuk memperkuat jaringan dukungan. Di sisi lain, komunitas ini dapat dikembangkan karena partisipasi masyarakat Gending yang tinggi (PT PLN NP UP Gresik, 2. Hal ini menunjukkan kesiapan masyarakat untuk terlibat dalam perubahan positif. Selain itu, keberadaan lahan terbuka di tengah area urban dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan pemberdayaan, menciptakan ruang yang produktif bagi program ini (PT PLN NP UP Gresik, 2. Kombinasi dari ketiga potensi ini menawarkan peluang besar untuk mengembangkan ASA BERGENDING sebagai inisiatif yang memberdayakan dan memberikan dampak positif bagi perempuan penyintas KDRT di Kelurahan Gending. Program ini dirancang memiliki visi memberikan perlindungan, pelayanan kesehatan, dan pelatihan keterampilan bagi para penyintas. Adapun tujuannya untuk menciptakan kondisi ideal di Kelurahan Gending dengan mengembangkan komunitas yang menawarkan dukungan moral dan keterampilan yang memadai bagi perempuan serta penyintas KDRT (PT PLN NP UP Gresik, 2. Melalui program ini, diharapkan terbentuk kesadaran kolektif mengenai ancaman KDRT dan pentingnya solidaritas antarwarga, sekaligus meningkatkan kepercayaan diri para penyintas tanpa membuat mereka merasa terasing dari kegiatan Selain itu, program ini juga berfokus pada pengembangan UMKM perempuan berdaya sebagai langkah konkret untuk meningkatkan kemandirian ekonomi dan sosial, menciptakan lingkungan yang inklusif dan memberdayakan bagi semua anggota komunitas. Melalui ASA BERGENDING. PT PLN Nusantara Power UP Gresik berkomitmen untuk mendukung pemberdayaan perempuan, sekaligus berperan aktif dalam upaya mengatasi isu sosial yang krusial di lingkungan sekitar. ASA BERGENDING tidak hanya sekadar program pemberdayaan masyarakat pada umumnya. PLN Nusantara Power UP Gresik telah berupaya memasukkan DNA inovasi soal dalam program tersebut. Justifikasi terhadap internalisasi DNA inovasi sosial ini tidak lain karena inovasi sosial mampu memberikan pendekatan baru yang lebih efektif dan berkelanjutan. Melalui pemanfaatan dan optimalisasi kreativitas, kolaborasi, serta teknologi, inovasi sosial dapat mengatasi keterbatasan pendekatan konvensional dalam memberikan perlindungan, dukungan psikologis, dan pemberdayaan ekonomi bagi penyintas. Inisiatif ini memungkinkan penyintas untuk pulih lebih cepat dan membangun kembali kehidupan mereka dengan lebih Inovasi sosial juga mampu menciptakan solusi yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan lokal, memperkuat jaringan komunitas, dan mendorong perubahan sosial yang lebih luas. Caulier-Grice . menggambarkan inovasi sosial sebagai inisiatif, produk, atau proses yang mampu mengubah pola dasar, alokasi sumber daya, dan struktur kelembagaan dalam suatu sistem sosial. Inovasi sosial yang sukses cenderung berkelanjutan dan memiliki potensi untuk memberikan dampak yang Dalam konteks ini, kemampuan masyarakat untuk mengelola program sangat berperan penting dengan tujuan menjaga dinamika inovasi sosial yang stabil, terutama bagi kelompok yang rentan (Caulier-Grice. Gambar 1. Tahapan Inovasi Sosial Sumber: Caulier-Grice, 2012 Inovasi sosial melibatkan enam tahapan utama, yaitu: . mengidentifikasi kebutuhan dan potensi masyarakat atau prompts. merumuskan strategi untuk pengembangan program inovasi sosial atau . menciptakan representatif program yang telah direncanakan atau prototypes. memastikan keberlanjutan program yang berjalan atau sustaining. mengembangkan dan memperluas inovasi sosial atau serta . menciptakan perubahan sistemik dalam masyarakat atau systemic change (Caulier Grice. Dalam setiap tahapan ini, sangat penting untuk memastikan bahwa inovasi sosial mencakup lima elemen utama yang meliputi kebaruan, perencanaan matang dan implementasi, kemampuan untuk mengatasi masalah sosial, efektivitas program, dan peningkatan kapasitas masyarakat. Berlandaskan pada penjelasan inovasi sosial yang dikemukakan oleh Caulier Grice. PT PLN Nusantara Power UP Gresik membangun kemitraan strategis dengan para perempuan penyintas KDRT melalui Program ASA BERGENDING. Tujuan jalinan kemitraan strategis ini tentu saja untuk menjawab kebutuhan dan menyelesaikan kompleksitas dampak yang dihadapi oleh para penyintas. Melalui Program ASA BERGENDING, perusahaan telah mengupayakan pendampingan secara intensif dan pengalokasian sumber daya yang meliputi sarana dan prasarana serta pembekalan kelompok dengan pengetahuan dan keterampilan yang mereka dibutuhkan. Adapun manifestasi inovasi sosial yang dilakukan oleh PT PLN Nusantara Power UP Gresik dalam Program ASA BERGENDING akan dibahas secara lebih rinci pada bagian berikutnya. METODE Artikel ini berisi pembahasan terkait proses pemberdayaan perempuan penyintas KDRT di Kelurahan Gending. Kecamatan Kebomas. Kabupaten Gresik melalui program inovasi sosial yang bertajuk ASA BERGENDING (Aman Sehat Berdaya Perempuan Gendin. ASA BERGENDING adalah salah satu wujud nyata komitmen CSR PT PLN Nusantara Power UP Gresik. Berdasarkan lingkup pembahasan tersebut, maka artikel ini akan menggunakan metode kualitatif dengan tujuan mendapatkan gambaran yang komprehensif, utuh, dan memungkinkan para pembaca untuk mengambil pembelajaran dari situasi yang dialami (Murdiyanto, 2. Data yang digunakan dalam artikel ini termasuk ke dalam jenis data sekunder yang telah terkualifikasi dengan baik dan juga dinilai paling relevan dengan proses pemberdayaan perempuan penyintas KDRT melalui program inovasi sosial ASA BERGENDING di Kelurahan Gending. Data sekunder merupakan jenis data yang dihimpun dari dokumen pihak lain atau media perantara (Murdiyanto, 2. Pengumpulan data ini diperoleh melalui proses tinjauan literatur. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengembangan inovasi sosial pada Program ASA BERGENDING. Melalui analisis mendalam terhadap data yang terkumpul, akan dilakukan eksplorasi terkait dinamika proses inovasi sosial yang Artikel ini mengadopsi kerangka kerja yang membagi inovasi sosial menjadi enam tahap berurutan: dari tahap awal perumusan ide . hingga pencapaian perubahan sistemik yang lebih luas . ystemic chang. , seperti yang dikemukakan oleh Caulier Grice. Dengan demikian, artikel ini memberikan gambaran secara komprehensif mengenai evolusi inovasi sosial dalam konteks Program ASA BERGENDING. Progress in Social Development: Volume 5 No 2 July 2024 Pertama, tahap prompts atau tahap awal dalam merancang inovasi sosial pada Program ASA BERGENDING, perusahaan telah melaksanakan kegiatan pemetaan sosial secara komprehensif. Kegiatan ini bertujuan mengidentifikasi secara cermat kelompok masyarakat yang rentan, permasalahan sosial yang mendera mereka, serta potensi sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk mengatasi tantangan tersebut. Pemetaan sosial dilakukan secara rutin di sekitar area operasional perusahaan guna memperoleh data terkini mengenai dinamika sosial yang terjadi dan tentu saja pemetaan ini dilakukan melalui pendekatan empiris. Hasil pemetaan sosial ini menjadi fondasi perencanaan yang dijadikan acuan oleh PT PLN Nusantara Power UP Gresik dalam mengejawantahkan pemberdayaan masyarakat melalui Program ASA BERGENDING dan program-program tanggung jawab sosial lainnya yang relevan dan berdampak luas. Berdasarkan studi ini, teridentifikasi keberadaan 30 perempuan penyintas KDRT di Kelurahan Gending. Kecamatan Kebomas. Kabupaten Gresik. Para penyintas ini berada dalam kondisi kerentanan karena penurunan rasa percaya diri. Lebih lanjut, para penyintas KDRT tersebut cenderung mengisolasi diri, sehingga berakibat pada penurunan aktualisasi diri dalam ranah sosial maupun ekonomi. Para penyintas KDRT sering berada dalam kondisi rentan karena pengalaman kekerasan yang mereka alami dapat menyebabkan penurunan signifikan dalam rasa percaya diri. Ketika seseorang mengalami kekerasan, terutama dari orang yang seharusnya menjadi pendukung utama mereka, hal itu dapat menghancurkan harga diri dan keyakinan akan kemampuan diri mereka sendiri. Penurunan rasa percaya diri ini membuat mereka cenderung menarik diri dari lingkungan sosial karena merasa tidak berharga atau takut akan penolakan. Akibatnya, mereka mengisolasi diri, yang semakin memperburuk kondisi mereka karena secara otomatis mengurangi kesempatan untuk terlibat dalam aktivitas sosial atau ekonomi. Tanpa keterlibatan ini, aktualisasi diri atau kemampuan untuk mencapai potensi yang optimal menjadi sangat terbatas dan menciptakan siklus kerentanan yang sulit diputus. Merujuk pada masalah tersebut, para penyintas KDRT di Kelurahan Gending teridentifikasi memiliki beberapa kebutuhan sosial yang mendesak untuk membantu mereka pulih dan membangun kembali kehidupan mereka. Dukungan psikososial merupakan kebutuhan utama, termasuk akses ke konseling serta terapi pemulihan rasa percaya diri dan mengatasi trauma. Dalam hal ini, jaringan dukungan sosial juga menjadi poin penting, seperti komunitas atau kelompok pendukung yang menyediakan ruang aman untuk berbagi pengalaman dan mendapatkan dorongan moral. Selain itu, mereka membutuhkan pemberdayaan ekonomi melalui pelatihan keterampilan dan kesempatan kerja untuk mencapai kemandirian finansial. Akses ke perlindungan hukum dan layanan kesehatan yang inklusif juga merupakan kebutuhan penting untuk memastikan para penyintas KDRT berada dalam situasi aman dan sehat secara baik secara fisik maupun Terkait dengan jaringan dukungan sosial yang sempat diulas sebelumnya, hal ini sesuai dengan potensi yang ada di Kelurahan Gending, yakni adanya komunitas penyintas KDRT meskipun masih dalam tahap pengembangan. Keberadaan komunitas ini mengindikasikan adanya kesadaran kolektif akan pentingnya dukungan sosial bagi kelompok penyintas KDRT. Potensi ini dapat dioptimalkan dengan mengaktifkan kembali komunitas tersebut melalui berbagai program pemberdayaan dan advokasi. Selain itu, tingkat partisipasi aktivitas sosial dari masyarakat Gending secara umum masih terbilang cukup tinggi. Hal ini menunjukkan adanya kesediaan warga untuk terlibat aktif dalam kegiatan kolektif sosial Hal ini pun turut menjadi modal sosial yang berharga dalam upaya membangun lingkungan yang inklusif dan mendukung. Terakhir, keberadaan lahan-lahan terbuka di tengah kawasan urban merupakan aset berharga yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan produktif dan rekreatif. Potensi ini dapat dikembangkan menjadi ruang publik yang berfungsi sebagai pusat kegiatan masyarakat lokal Kelurahan Gending. Kedua, terkait tahap proposals sebagai tindak lanjut dari hasil pemetaan sosial, potensi lahan-lahan terbuka yang teridentifikasi sebagai aset yang belum termanfaatkan menjadi fokus utama perusahaan untuk pengembangan Program ASA BERGENDING. Melihat peluang yang signifikan, perusahaan berusaha menginisiasi pengembangan rumah kaca . reen hous. untuk budidaya tanaman pangan serta mengubah lahan pekarangan menjadi kebun pangan lokal produktif yang disingkat menjadi Bungalo. Langkah strategis ini sejalan dengan upaya mengatasi permasalahan stunting yang tengah menjadi isu global sekaligus isu lokal di Kelurahan Gending. Tujuan utama dari inisiatif ini adalah untuk memodifikasi lahan-lahan yang tidak produktif menjadi sumber daya yang bernilai bagi komunitas lokal, sembari berkontribusi pada ketahanan pangan, pelestarian lingkungan, dan peningkatan gizi anak. Dalam rangka memastikan keberhasilan program, perusahaan melibatkan seluruh lapisan pemangku kepentingan dalam proses pengambilan keputusan. Melalui forum diskusi kelompok terfokus . ocus group discussion/FGD), masyarakat, pemerintah lokal, sektor privat, dan komunitas penyintas KDRT itu sendiri diajak untuk berpartisipasi aktif. Pendekatan partisipatif ini tidak hanya bertujuan untuk mengidentifikasi lahan-lahan terbuka yang paling potensial untuk dimanfaatkan dan dikembangkan, tetapi juga untuk menyatukan visi dan misi dalam mengintegrasikan program ini dengan inisiatif-inisiatif lainnya. Dengan demikian, diharapkan Program ASA BERGENDING dapat memberikan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan bagi para penyintas KDRT maupun masyarakat Gending secara umum. Program ASA BERGENDING memiliki empat mitra binaan utama yang masing-masingnya memiliki fokus kegiatan yang berbeda. Keempat mitra binaan tersebut meliputi . Kelompok ASA BERGENDING. UMKM Gending Gendis. Greenhouse Asih Pinatih, dan . Bank Sampah Induk (BSI) HOBASTANK. Selanjutnya, untuk mengoptimalkan perwujudan komitmen tanggung jawab sosial perusahaan, komunitas penyintas KDRT di Kelurahan Gending menjadi fokus sasaran utama dalam inovasi sosial ASA BERGENDING. Melalui program ini, perusahaan berupaya memberdayakan para penyintas KDRT dengan memberikan pelatihan dan pendampingan intensif dalam berbagai bidang, seperti budidaya tanaman pangan lokal, pengelolaan sampah melalui bank sampah, pengembangan koperasi, serta pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Lini kegiatan yang variatif tersebut memiliki tujuan multidimensional antara lain meningkatkan kemandirian ekonomi para penyintas KDRT, mendorong lahirnya katalisator perubahan sosial yang lebih luas, serta menciptakan perubahan signifikan yang Program pemberdayaan perempuan ASA BERGENDING diharapkan mampu untuk memberdayakan ekonomi para penyintas KDRT, meningkatkan kualitas hidup mereka, serta mendorong transformasi sosial yang lebih luas. Melalui pelatihan keterampilan, pengembangan usaha, dan penguatan jaringan sosial, program ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi para pesertanya, tetapi juga untuk membangun rasa percaya diri dan memperkuat posisi tawar mereka dalam Dengan demikian, program ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengurangan ketimpangan gender dan menciptakan lingkungan yang lebih aman dan inklusif bagi para perempuan penyintas KDRT maupun kelompok perempuan secara umum. Realisasi awal dari proses pemberdayaan dalam Program ASA BERGENDING kemudian dilanjutkan pada tahap ketiga atau prototyping. Pada tahun 2022, program ini telah dimulai dengan langkah yang solid dan komprehensif. Dimulai dari sektor ekonomi, program ini memberikan stimulan modal usaha kepada Kelompok Gending Gendis untuk mendorong kemandirian ekonomi. Kelompok Gending Gendis sendiri merupakan kelompok UMKM yang di dalamnya terdiri atas 37 UMKM. Seiring berjalannya waktu, program ini diperkaya dengan pembangunan Green House (GH) Asih Pinatih dengan 15 orang anggota di Kelompok GH Asih Pinatih berfokus pada upaya yang mendukung kegiatan kebun pangan lokal (Bungal. Melalui kegiatan Bungalo, telah terdapat 4 lahan yang berhasil dialih fungsikan dari aktivitas pembuangan sampah liar . pen dumpin. Dalam sektor lingkungan, telah dilakukan pembentukan 12 Bank Sampah Unit dan 1 Bank Sampah Induk HOBASTANK dengan total anggota 20 orang. Bank sampah ini memiliki peranan penting dalam pengelolaan sampah di Kelurahan Gending, juga sebagai respon sensitivitas terhadap bencana banjir. Pengelolaan sampah melalui bank sampah ini mampu mengurangi intensitas bencana banjir genangan di Kelurahan Gending. Tidak hanya itu, sebagai upaya adaptasi terhadap perubahan iklim, program PROKLIM juga diintegrasikan dengan pembangunan infrastruktur pendukung. Pada tahun 2023. PT PLN Nusantara Power UP Gresik terus berkomitmen memperluas jangkauan program pemberdayaan penyintas KDRT di Kelurahan Gending. Melalui implementasi konsep adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, program ini berhasil meraih Sertifikat PROKLIM Utama untuk dua wilayah, yang menjadi bukti nyata keberhasilan upaya menjaga kelestarian lingkungan. Di tahun 2023 ini, jumlah nasabah bank sampah pun mengalami peningkatan menjadi 31 orang. Melalui kegiatan bank sampah, juga berhasil terkelola sebanyak 46,3ton sampah, sehingga mengurangi pencemaran akibat open dumping. Masih dalam lingkup kegiatan bank sampah, hasil penjualan sampah pada tahun 2023 mencapai angka yang sangat signifikan yang mencapai Rp112. 230,00. Di aspek lain, pelatihan kulinari . ooking clas. yang difokuskan pada peningkatan gizi balita dan ibu telah memberikan bekal keterampilan baru bagi masyarakat khususnya dalam upaya penanganan stunting. Pendampingan UMKM Gending Gendis juga terus berlanjut, hingga menghasilkan 60 legalitas usaha baru dan berhasil meningkatkan pendapatan Kelompok Gending Gendis melalui hasil budi daya pangan lokal dan produk turunan olahannya. Produk-produk UMKM Gending Gendis bahkan telah digunakan dalam berbagai kegiatan program, sehingga mendukung pemberdayaan ekonomi lokal. Dalam rangka memastikan keberlanjutan kegiatan yang sudah diinisiasi pada tahun 2022 sampai 2023, maka pada tahun 2024 saat ini inovasi sosial ASA BERGENDING dieskalasikan pada tahap keempat atau tahap sustaining dengan fokus utama pada penguatan ekonomi dan ketahanan keluarga. Untuk mencapai tujuan ini, akan dilakukan transformasi dari Kelompok ASA BERGENDING menjadi Koperasi ASA BERGENDING, yang berfungsi sebagai entitas ekonomi mandiri bagi penyintas KDRT. Koperasi tersebut merupakan instrumen institusional bagi para penerima manfaat program dalam mengupayakan keberlanjutan kegiatan melalui skema dan model yang secara ekonomis memungkinkan untuk diaplikasikan. Keberadaan Progress in Social Development: Volume 5 No 2 July 2024 koperasi tersebut sekaligus menjadi wadah aktualisasi diri bagi para kelompok sasaran untuk mengeksplorasi potensi yang dimiliki agar termanifestasi secara optimal dan mendukung keberfungsian sosial-ekonomi yang ideal sehingga diharapkan dapat meminimalisasi potensi terjadinya masalah sosial seperti KDRT. Program inovasi sosial ASA BERGENDING juga telah memasuki fase kelima atau scaling. Pada tahapan ini, program ASA BERGENDING diperdalam dan ekstensifikasi skalanya melalui kegiatan yang lebih spesifik terkait KDRT dan ketahanan keluarga. Kerja sama dengan Pusat Krisis dan Pengembangan Komunitas Universitas Airlangga dan Kelompok Perempuan dan Sumber-Sumber Kehidupan (KPS2K) akan memperkuat pendampingan komunitas, sementara implementasi Mental Health Program dan Eco Healing membantu pemulihan emosional penyintas. Kegiatan produktif, seperti cooking class dan pembangunan 1 kumbung jamur serta penambahan 3 kebun pangan lokal (Bungal. semakin mendukung kemandirian Penggunaan inovasi teknologi berbasis EBT (Energi Baru Terbaruka. dan IoT (Internet of Thing. pada kumbung jamur memastikan efisiensi dan keberlanjutan usaha. Terakhir, keberhasilan program ini akan direplikasi ke wilayah lain untuk mengamplifikasi dampaknya agar mampu menjangkau penerima manfaat yang lebih luas dari segi segmen maupun jumlah. Setelah melalui berbagai tahapan pengembangan inovasi sosial mulai dari tahap prompt hingga scaling. ASA BERGENDING telah menimbulkan dampak perubahan sistemik sebagai fase keenam dari proses pengembangannya. Program inovasi sosial ASA BERGENDING telah berhasil menimbulkan dampak yang transformatif terhadap sistem sosial masyarakat secara signifikan. Sebelumnya, terdapat 30 wanita penyintas KDRT di Kelurahan Gending dan di sekitarnya yang memerlukan pendampingan serta pembinaan. Mayoritas kasus KDRT yang terjadi berakar dari masalah ekonomi. Namun, berkat kolaborasi sinergis antarpemangku kepentingan, melalui inovasi sosial ASA BERGENDING telah muncul perubahan signifikan seperti mulai berkembangnya komunitas yang menyediakan dukungan moral dan peningkatan keterampilan kepada penyintas KDRT. Kesadaran masyarakat juga mulai terbentuk untuk lebih waspada terhadap ancaman KDRT dan menjadi lebih sadar terkait urgensi untuk saling menjaga antara warga dalam satu komunitas Selain itu, inovasi sosial tersebut juga telah menjadi katalis peningkatan kondisi sosial-ekonomi dengan mengembangkan lini bisnis berbasis UMKM yang menjadi wadah mengekspresikan potensi sekaligus menangkap peluang usaha sebagai sarana kegiatan produktif. Perubahan sistemik yang ditimbulkan inovasi sosial ini memberikan dampak yang nyata dan Dari segi ekonomi, inovasi sosial ASA BERGENDING telah memfasilitasi pengelolaan peluang ekonomi dengan akumulasi nilai setara Rp222. 150 per bulan Juni 2024. Selain itu, inovasi sosial tersebut juga telah membantu 64 UMKM untuk memiliki legalitas NIB, 7 UMM mempunyai P-IRT, 9 UMKM memperoleh sertifikat standar, dan 1 UMKM memiliki SPPL. Program ini juga berhasil menjalin kolaborasi dengan dengan beragam pemangku kepentingan yang jumlahnya mencapai 26 instansi dengan total 762 partisipan yang kemudian melakukan kegiatan studi tiru ke Program ASA BERGENDING. Kerja sama ini memperkuat basis program dan memastikan keberlanjutan serta dukungan yang diperlukan untuk pengembangan lebih lanjut. Dari segi lingkungan, inisiatif ini juga telah berhasil melakukan perubahan signifikan dalam pemanfaatan lahan non-produktif yang sebelumnya menjadi tempat penumpukan sampah menjadi kebun pangan lokal (Bungal. Sebanyak 80ton sampah juga telah dikelola oleh kelompok masyarakat yang terlibat. Keseluruhan sampah tersebut secara tata kelola dilakukan oleh 1 Bank Sampah Induk (BSI) yang menaungi 14 BSU (Bank Sampah Unit, 3 sekolah, 3 toko, 2 perusahaan, dan 2 perkantoran dengan total nasabah 1. 260 orang yang memiliki kesadaran untuk pelestarian lingkungan secara kolektif. Sebanyak 2 wilayah yang dicakup oleh inovasi sosial ini juga telah menjadi lokasi Proklim Utama. Dampak terpenting dari program sebagai upaya penanganan masalah sosial sekaligus katalis peningkatan kondisi sosial adalah pemberdayaan perempuan dan peningkatan ketahanan pangan masyarakat. Sebanyak 30 perempuan penyintas KDRT terlibat aktif dalam program sehingga mampu mengaktualisasikan potensi diri secara konstruktif dan meningkatkan skala kesejahteraannya. Selain itu, inovasi sosial ASA BERGENDING telah menjadi percontohan Kawasan ramah perempuan, anak, dan lingkungan serta peduli terhadap iklim. Keberhasilan ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial masyarakat, tetapi juga memperkuat kohesi sosial sehingga semakin memperkuat hubungan asosiatif dan produktif sebagai manifestasi dari harmoni antarelemen masyarakat. Kedepannya, program inovasi sosial ini digadang untuk mewujudkan Pusat Pembelajaran Komunitas Gending sebagai sentra edukasi masyarakat. KESIMPULAN Program ASA BERGENDING telah menunjukkan bahwa inovasi sosial dapat menjadi katalis perubahan signifikan bagi perempuan penyintas kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Kelurahan Gending. Kecamatan Kebomas. Kabupaten Gresik. Melalui pendekatan yang komprehensif dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, program ini berhasil memberikan dampak yang nyata dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial masyarakat, terutama bagi para penyintas KDRT. Program ini telah melalui enam tahapan pengembangan inovasi sosial: mulai dari tahap awal perumusan ide . hingga mencapai perubahan sistemik yang lebih luas . ystemic chang. Pemetaan sosial yang dilakukan secara mendalam berhasil mengidentifikasi kebutuhan mendesak para penyintas, termasuk dukungan psikososial, pemberdayaan ekonomi, serta akses ke perlindungan hukum dan layanan kesehatan. Inisiatif seperti pembangunan greenhouse, pengelolaan sampah melalui Bank Sampah Induk HOBASTANK, dan pelatihan UMKM Gending Gendis telah memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kemandirian ekonomi para penyintas KDRT. Pendampingan intensif dan pengembangan usaha melalui Koperasi ASA BERGENDING juga menjadi langkah strategis dalam memastikan keberlanjutan program ini. Hingga tahun 2024. ASA BERGENDING telah mencatat dampak ekonomi yang signifikan, dengan akumulasi nilai ekonomi sebesar Rp222. 150,00 dan pengelolaan 80 ton sampah. Selain itu, program ini telah membantu legalitas usaha bagi 64 UMKM dan menjalin kolaborasi dengan 26 instansi yang memperkuat basis program dan memastikan keberlanjutannya. Program ASA BERGENDING juga berhasil mengubah lahan nonproduktif menjadi kebun pangan lokal, mendukung ketahanan pangan, serta membentuk kawasan ramah perempuan, anak, dan lingkungan yang peduli terhadap iklim. Dampak terpenting dari program ini adalah pemberdayaan perempuan, di mana 30 penyintas KDRT terlibat aktif, mampu meningkatkan kesejahteraan mereka, dan memperkuat kohesi sosial di masyarakat. Kelak ASA BERGENDING berpotensi menjadi model percontohan untuk inisiatif serupa di wilayah lain, dengan target menjadi Pusat Pembelajaran Komunitas Gending yang berfokus pada edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Keberhasilan ini menegaskan pentingnya inovasi sosial yang didukung oleh kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam menciptakan perubahan sosial yang berkelanjutan dan inklusif. DAFTAR PUSTAKA