Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) http://jurnal. id/jurnal/index. php/JPE JURKAMI Volume 10. Nomor 2, 2025 PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN ENTREPRENEURIAL MINDSET SISWA DI SMK DARUL ULUM AS SURUR KELAS X Syukron HadiA. Pudhak Prasetiyorini 2. Febrina Gerhani3 Program Studi Pendidikan Ekonomi. Universitas PGRI ARGOPURO Jember. Indonesia 123 Corresponding Author Email: syukronolong66@gmail. Author Email : pudhak. prasetiyorini@gmail. com2, febrinagerhani@gmail. Abstract: Article History: Strengthening the entrepreneurial mindset at the Vocational High School (SMK) Received: May 2025 level is a strategic urgency in preparing adaptive, creative, and independent Revision: June 2025 graduates amidst the dynamics of the world of work and entrepreneurship. One of Accepted: June 2025 the relevant learning approaches to develop students' entrepreneurial mindset is Published: August 2025 the Student Teams Achievement Division (STAD) cooperative learning model, because it is able to stimulate cooperation, communication, and individual responsibility in groups. This study aims to analyze the application of the STAD Keywords: model in improving the entrepreneurial mindset of class X students at SMK Darul Cooperative. Ulum AS Surur, identify changes in student attitudes in the aspects of creativity. STAD, innovation, and independence, and evaluate the effectiveness of the model in Entrepreneurial Mindset improving students' cooperation and communication skills in the context of Implementation. This study uses a quantitative method with a quasiexperimental approach. The research subjects were 30 class X students selected through purposive sampling techniques. The data collection instrument used was a validated entrepreneurial mindset questionnaire supported by documentation and observation. The results of the study showed that the application of the STAD cooperative learning model had a significant effect on improving students' entrepreneurial mindset. Based on the results of the paired sample t-test, a significance value of 0. 001 <0. 05 was obtained, so H0 was rejected and H1 was This means that there is a significant difference between the pre-test and post-test results of students' entrepreneurial mindset after the STAD type cooperative learning model was applied. Sejarah Artikel Diterima: Mei 2025 Direvisi: Juni 2025 Disetujui: Juni 2025 Diterbitkan: Agustus Kata kunci: Koperatif. STAD. Entrepreneurial Mindset. Penerapan. Abstrak: Penguatan entrepreneurial mindset di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menjadi urgensi strategis dalam menyiapkan lulusan yang adaptif, kreatif, dan mandiri di tengah dinamika dunia kerja dan kewirausahaan. Salah satu pendekatan pembelajaran yang relevan untuk mengembangkan pola pikir kewirausahaan siswa adalah model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD), karena mampu menstimulasi kerja sama, komunikasi, dan tanggung jawab individu dalam kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model STAD dalam meningkatkan entrepreneurial mindset siswa kelas X di SMK Darul Ulum AS Surur, mengidentifikasi perubahan sikap siswa dalam aspek kreativitas, inovasi, dan kemandirian, serta mengevaluasi efektivitas model tersebut dalam meningkatkan keterampilan kerja sama dan komunikasi siswa dalam konteks kewirausahaan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan quasi eksperimen. Subjek penelitian berjumlah 30 siswa kelas X yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa angket entrepreneurial mindset yang telah divalidasi serta didukung dokumentasi dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe This is an open-access article under the CC-BY-SA License Copyright A2025. The Author. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) | e-ISSN 2541-0938 p-ISSN 2657-1528 523 | Syukron Hadi. Pudhak Prasetiyorini. Febrina Gerhani. PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN ENTREPRENEURIAL MINDSET SISWA DI SMK DARUL ULUM AS SURUR KELAS X. STAD memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan entrepreneurial mindset siswa. Berdasarkan hasil uji paired sample t-test diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,001 < 0,05, sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya, terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pre-test dan post-test entrepreneurial mindset siswa setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. How to Cite: Syukron Hadi. Pudhak Prasetiyorini. Febrina Gerhani. PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN ENTREPRENEURIAL MINDSET SISWA DI SMK DARUL ULUM AS SURUR KELAS X. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI), 10 . DOI : 10. 31932/jpe. PENDAHULUAN Dalam dunia pendidikan, khususnya di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), menanamkan pola pikir kewirausahaan . ntrepreneurial mindse. menjadi suatu kebutuhan yang mendesak. Hal ini sejalan dengan tujuan SMK dalam mencetak lulusan yang tidak hanya siap bekerja tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha Entrepreneurial mindset mencakup sikap kreatif, inovatif, percaya diri, serta berani mengambil risiko dalam menghadapi tantangan (Davis et al. , 2016. Haynie et al. Lebih dari itu, pada era Revolusi Industri 4. 0 dan Society 5. 0, entrepreneurial mindset menjadi kompetensi kunci bagi generasi muda untuk beradaptasi dengan disrupsi teknologi dan perubahan cepat dalam dunia kerja. Masyarakat saat ini dituntut tidak hanya mampu bekerja dengan mesin atau sistem digital, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah melalui inovasi dan solusi berbasis teknologi serta empati sosial. Secara teoritis, entrepreneurial mindset dapat dikembangkan melalui pendekatan pendidikan kewirausahaan yang menekankan pada pembelajaran aktif, pengalaman langsung, serta penyelesaian masalah dunia nyata. Pendekatan ini sejalan dengan teori belajar konstruktivistik yang memandang siswa sebagai subjek aktif dalam membangun pengetahuan melalui interaksi sosial dan pengalaman belajar yang bermakna. Dalam konteks psikologi pendidikan, pengembangan mindset sangat bergantung pada lingkungan belajar yang mampu membentuk motivasi intrinsik, efikasi diri, dan kebiasaan berpikir reflektif yang mendukung perilaku wirausaha (Bandura, 1997. Schunk, 2. Namun, banyak siswa SMK yang lebih cenderung berorientasi menjadi pekerja dibandingkan Berdasarkan pengamatan awal di SMK Darul Ulum AS Surur, khususnya di kelas X, terdapat beberapa permasalahan yang menunjukkan rendahnya entrepreneurial mindset siswa, di antaranya minimnya kreativitas dan inovasi siswa dalam merancang ide bisnis, yang terlihat dari tugas kewirausahaan yang masih bersifat konvensional dan kurang eksploratif, kurangnya rasa percaya diri siswa dalam mengambil keputusan dan menghadapi tantangan kewirausahaan. Siswa lebih nyaman dengan pola pikir mencari pekerjaan dibanding menciptakan lapangan kerja. Metode pembelajaran yang masih berpusat pada guru, sehingga siswa Kurangnya kerja sama dan keterampilan komunikasi dalam tim, padahal kewirausahaan membutuhkan kolaborasi yang baik. This is an open-access article under the CC-BY-SA License Copyright A2025. The Author. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) | e-ISSN 2541-0938 p-ISSN 2657-1528 524 | Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) JURKAMI Volume 10. Nomor 2, 2025 http://jurnal. id/jurnal/index. php/JPE Jika kondisi ini terus berlanjut, maka lulusan SMK akan semakin bergantung pada lapangan pekerjaan yang tersedia, bukan menciptakan inovasi baru dalam dunia usaha. Untuk mengatasi permasalahan ini, diperlukan metode pembelajaran yang lebih inovatif dan interaktif, salah satunya adalah model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD). Model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) menekankan kerja sama dalam kelompok heterogen, di mana siswa belajar bersama untuk memahami materi dan menyelesaikan tugas secara kolaboratif. Model ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep, berpikir kritis, dan kemandirian siswa dalam kewirausahaan (Isnaini & Kurniawan. Putra & Siregar, 2. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Cui & Bell . , pembelajaran kooperatif tipe STAD mampu meningkatkan kreativitas dan kemandirian siswa dalam mengembangkan ide bisnis di sekolah kejuruan. Selain itu, model STAD juga dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa Pendekatan menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif dan mendorong siswa untuk lebih berani dalam menyampaikan pendapat serta mengambil keputusan. Dengan sistem penghargaan kelompok, siswa juga lebih termotivasi untuk meningkatkan performa akademik dan keterampilan berpikir inovatif mereka (Pidduck et al. , 2. Model STAD memungkinkan siswa untuk belajar dalam kelompok kecil secara heterogen, di mana mereka bekerja sama untuk memahami materi, menyelesaikan tugas, dan meningkatkan pemahaman mereka melalui interaksi sosial yang aktif (Daspit et al. , 2023. Kusumaningrum. Model ini diyakini dapat meningkatkan entrepreneurial mindset siswa karena mendorong siswa untuk berpikir kreatif dan inovatif dalam menyelesaikan tugas, meningkatkan rasa percaya diri siswa melalui diskusi dan presentasi kelompok, melatih kerja sama tim dan komunikasi yang efektif dalam menyelesaikan tantangan kewirausahaan, dan membantu siswa dalam mengambil keputusan melalui pembelajaran berbasis masalah . roblem-based learnin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas model pembelajaran STAD dalam meningkatkan entrepreneurial mindset siswa SMK, kepercayaan diri, kerja sama, dan pengambilan keputusan. Penelitian ini tidak sekadar replikasi dari studi sebelumnya, tetapi memiliki kontribusi baru dalam mengintegrasikan model STAD secara kewirausahaan di SMK berbasis pesantren, yang memiliki karakteristik kultural dan pedagogis tersendiri. Kebaruan lain terletak pada analisis empiris terhadap perubahan indikator entrepreneurial mindset secara spesifik, yang belum banyak diangkat dalam studi serupa. Hasil penelitian ini penting bagi guru dan sekolah dalam kewirausahaan yang lebih efektif dan Temuan ini juga bermanfaat bagi pengambil kebijakan pendidikan vokasi sebagai dasar untuk mendorong penerapan model pembelajaran kooperatif yang terbukti dapat membangun kesiapan mental dan keterampilan wirausaha siswa sejak dini. This is an open-access article under the CC-BY-SA License Copyright A2025. The Author. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) | e-ISSN 2541-0938 p-ISSN 2657-1528 525 | Syukron Hadi. Pudhak Prasetiyorini. Febrina Gerhani. PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN ENTREPRENEURIAL MINDSET SISWA DI SMK DARUL ULUM AS SURUR KELAS X. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan quasi Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan entrepreneurial mindset siswa melalui penerapan model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD). Desain spesifik yang digunakan dalam penelitian ini adalah One Group Pretest-Posttest Design, di mana satu kelompok subjek diberi pretest, kemudian diberikan perlakuan . enerapan model STAD), dan selanjutnya diberikan posttest untuk melihat perubahan yang terjadi. Sebelumnya, perlu diluruskan bahwa model Kemmis dan McTaggart merupakan kerangka kerja dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK), sedangkan penelitian ini bukan PTK. Oleh karena itu, meskipun ada elemen refleksi dalam analisis siklus digunakan tetap mengacu pada desain kuasi-eksperimental, bukan model PTK. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Darul Ulum AS Surur. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMK Darul Ulum AS Surur yang berjumlah 60 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sebagaimana dijelaskan oleh Sugiyono . , yaitu teknik pemilihan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 30 siswa, yang dipilih berdasarkan kriteria keterlibatan aktif dalam pembelajaran kewirausahaan serta memiliki kemampuan akademik yang beragam. Teknik Pengumpulan Data dalam penelitian ini meliputi tiga metode. Pertama, tes pretest dan posttest digunakan entrepreneurial mindset siswa sebelum dan STAD. Instrumen tes berbentuk angket skala Likert yang dikembangkan berdasarkan indikator keberanian mengambil risiko, dan orientasi pada tindakan. Kedua, dilakukan observasi untuk mengamati partisipasi siswa dalam Ketiga, digunakan untuk mengumpulkan bukti pembelajaran seperti foto, video, dan catatan refleksi guru. Untuk memastikan validitas dan reliabilitas instrumen, dilakukan uji validitas isi . ontent validit. melalui penilaian ahli . xpert judgmen. , dan hasilnya menunjukkan bahwa butir-butir soal layak digunakan. Uji reliabilitas Alpha Cronbach, yang menunjukkan nilai reliabilitas sebesar > 0,7, menandakan bahwa instrumen tergolong reliabel. Teknik Analisis Data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan inferensial. Tahapan pertama adalah analisis statistik deskriptif, yakni menghitung nilai rata-rata, persentase, dan standar deviasi untuk melihat kecenderungan data. Selanjutnya, signifikan antara hasil pretest dan posttest, digunakan uji statistik inferensial berupa Paired Sample t-Test dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi terbaru. Uji ini digunakan karena data berasal dari dua pengukuran terhadap subjek yang sama dan signifikan setelah perlakuan diberikan. Indikator keberhasilan penelitian ini ditentukan berdasarkan tiga kriteria. Pertama, rata-rata nilai entrepreneurial mindset siswa harus meningkat setidaknya 20% dari nilai awal. Kedua, sebanyak 80% siswa harus mencapai kategori tinggi dalam indikator entrepreneurial mindset seperti 526 | Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) JURKAMI Volume 10. Nomor 2, 2025 http://jurnal. id/jurnal/index. php/JPE mengambil risiko, inovasi, pantang menyerah, serta orientasi pada tindakan dan Ketiga, partisipasi siswa dalam pembelajaran harus meningkat, ditunjukkan dengan 80% siswa aktif dalam diskusi dan kerja kelompok Dengan desain ini, diharapkan penerapan model STAD dapat secara signifikan meningkatkan entrepreneurial mindset siswa kelas X SMK Darul Ulum AS Surur, sekaligus memberikan dasar pembelajaran kooperatif dalam konteks pendidikan vokasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi Hasil Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pre-Experimental Design, artinya penelitian eksperimen yang sering dipandang sebagai eksperimen yang tidak sesungguhnya. Desain penelitian yaitu one group pre-test -post-test design (Sugiyono, 2. Deskripsi data hasil penelitian meliputi data sebelum . re-tes. dan data sesudah . ost-tes. diberikan perlakuan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Data pada penelitian ini entrepreneurial mindset siswa kelas X di SMK Darul Ulum AS Surur. Nilai pre-test adalah skor awal hasil tes entrepreneurial mindset siswa, sedangkan nilai post-test adalah skor akhir hasil tes entrepreneurial mindset siswa. Untuk Menganalisis penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD yang digunakan, dapat dilihat dari mean . ilai rata-rat. , modus . ilai mindset siswa kelas X. Berdasarkan hasil tes tersebut akan dilihat perbedaan pengaruh yang ditimbulkan atau reaksi akibat dari penerapan model pembelajaran koopratif tipe STAD. Hasil tes yang didapatkan berupa kuantitatif yang akan statistik uji hipotesis yang sebelumnya dilakukan uji prasyarat normalitas dan uji Data Tes Entrepreneurial Mindset Siswa Awal (Pre-tes. Hasil tes awal . re-tes. diperoleh sebelum diberikan perlakukan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Data hasil entrepreneurial mindset siswa diukur dengan tes sebanyak 22 butir tes uraian singkat dengan jumlah subjek adalah 30 Pre-test merupakan tindakan awal yang dilakukan oleh peneliti sebelum memberikan perlakuan pembelajaran. Pretest kemampuan awal siswa, yang nantinya digunakan untuk membandingkan apakah ada perbedaan entrepreneurial mindset siswa sebelum dan sesudah perlakuan. Pretest dilaksanakan pada tanggal 16 April Pelaksanaannya pukul 09. atau dua jam pelajaran. Hasil pre-test kemudian dianalisis dan dikategorikan dalam 3 kriteria yang dapat dilihat berikut This is an open-access article under the CC-BY-SA License Copyright A2025. The Author. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) | e-ISSN 2541-0938 p-ISSN 2657-1528 527 | Syukron Hadi. Pudhak Prasetiyorini. Febrina Gerhani. PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN ENTREPRENEURIAL MINDSET SISWA DI SMK DARUL ULUM AS SURUR KELAS X. Tabel 1: Data Pre-test Entrepreneurial Mindset Siswa Kriteria Entrepreneurial Mindset Data Tinggi Sedang Rendah Pre-test 72,13 7,19 Sumber: data olahan Berdarkan Tabel 1, data pre-test singkat dengan jumlah subjek adalah 30 I) 72,13 serta Post-test merupakan tindakan akhir memperoleh nilai rata-rata (X yang dilakukan oleh peneliti setelah simpangan baku (S) 7,19. Jadi, terdapat 9 memberikan perlakuan pembelajaran. Postsiswa dengan entrepreneurial mindset tinggi, 18 siswa dengan entrepreneurial kemampuan akhir siswa, yang nantinya mindset sedang, dan 3 siswa dengan digunakan untuk membandingkan apakah entrepreneurial mindset rendah. ada perbedaan entrepreneurial mindset siswa sebelum dan sesudah perlakuan. Data Tes Entrepreneurial Mindset Post-test dilaksanakan pada tanggal 8 Mei Siswa Akhir (Post-tes. Pelaksanaannya pukul 09. Hasil tes akhir . ost-tes. diperoleh atau dua jam pelajaran. Hasil post-test setelah diberikan perlakukan model kemudian dianalisis dan dikategorikan pembelajaran kooperatif tipe STAD. Data dalam 3 kriteria yang dapat dilihat berikut hasil entrepreneurial mindset siswa diukur dengan tes sebanyak 22 butir tes uraian Tabel 2: Data Post-test Entrepreneurial Mindset Siswa Kriteria Entrepreneurial Mindset Data Sangat Tinggi Tinggi Sedang Post-test 83,80 7,46 Sumber: data olahan Berdarkan Tabel 2, data post-test I) 83,80 serta memperoleh nilai rata-rata (X simpangan baku (S) 7,46. Jadi, terdapat 10 siswa dengan entrepreneurial mindset entrepreneurial mindset tinggi, dan 5 siswa dengan entrepreneurial mindset sedang. Hasil nilai pre-test dan post-test yang telah dianalisis menunjukkan adanya perbedaan. Apabila digambarkan dalam bentuk histogram sebagai berikut: 528 | Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) JURKAMI Volume 10. Nomor 2, 2025 http://jurnal. id/jurnal/index. php/JPE Pre Test Post Test Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah Gambar 2. Hasil Tes Tingkat Entrepreneurial Mindset Sumber: data olahan Uji Prasyarat Analisis Uji Normalitas Pengujian normalitas dilakukan untuk memastikan apakah data yang dikumpulkan berasal dari populasi dengan distribusi Tujuan dari uji ini adalah untuk mengetahui apakah data entrepreneurial mindset siswa baik pre-test maupun postTabel 3: Hasil Uji Normalitas Data Entrepreneurial Mindset Pre-test Post-test Sumber: data olahan test memiliki distribusi yang normal. Metode yang digunakan adalah uji ShapiroWilk dengan tingkat signifikansi sebesar 5%, dan proses analisis dibantu dengan perangkat lunak IBM SPSS versi 26. Hasil pengujian normalitas pre-test maupun posttest disajikan pada Tabel 3. Statistic 0,153 0,126 Berdasarkan Tabel 3 data pre-test menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,104, sedangkan data post-test menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,332. Artinya p > 0,05 hasil ini memberikan indikasi data entrepreneurial mindset siswa memiliki distribusi yang Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa data pre-test dan post-test Sig. 0,104 0,334 entrepreneurial mindset siswa siswa secara simultan berdistribusi normal. Uji Homogenitas Uji homogentitas adalah suatu prosedur uji statistik untuk memperlihatkan bahwa dua atau lebih kelompok data sampel berasal dari populasi yang memiliki variansi yang sama. Uji homogenitas digunakan untuk mengetahui apakah sampel yang diambil memiliki varian yang This is an open-access article under the CC-BY-SA License Copyright A2025. The Author. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) | e-ISSN 2541-0938 p-ISSN 2657-1528 529 | Syukron Hadi. Pudhak Prasetiyorini. Febrina Gerhani. PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN ENTREPRENEURIAL MINDSET SISWA DI SMK DARUL ULUM AS SURUR KELAS X. sama atau tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan satu sama lain. Kriteria yang digunakan yaitu dari data hasil penelitian yang dikatakan homogen apabila nilai signifikansi lebih dari (>) dari 0,05. Berikut hasil uji homogenitas data entrepreneurial mindset siswa baik pre-test maupun post-test. Tabel 4: Hasil Uji Homogenitas Test of Homogeneity of Variance Levene Statistic Based on Mean 1,389 Based on Median 1,261 Data Entrepreneurial Based on Median and 1,261 Mindset Siswa with adjusted df Based on trimmed mean 1,454 Sumber: data olahan. Berdasarkan Tabel 4 diperoleh bahwa nilai signifikansi sebesar 0,243 lebih besar dari kriteria Alpha yang telah ditetapkan yaitu 0,243 . ,243 > 0,. yang berarti H0 diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa matriks varians kovarians adalah sama/homogen. Uji-t (Uji Paired Sample T-Tes. Berdasarkan hasil uji normalitas dan uji homogenitas yang telah dilakukan diperoleh bahwa data entrepreneurial mindset siswa siswa berasal dari populasi berdistribusi normal dan homogen, sehingga pengujian terhadap hipotesis dilakukan yaitu uji-t . ji paired sample ttes. Uji ini digunakan untuk menguji signifikansi beda rata-rata antara pre-test post-test. Beriku menggunakan bantun IBM SPSS 26 adalah sebagai berikut. Pedoman pengambilan keputusan dalam uji paired sample t-test dalam penelitian ini yaitu berdasarkan nilai signifikansi (Sig. ) sebagai berikut: Jika nilai sig. -taile. < 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima. Sig. 0,243 0,266 54,797 0,266 0,233 Sebaliknya. Jika nilai sig. -taile. > 0,05 maka H0 ditirima dan H1 Berdasarkan hasil diperoleh bahwa hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai sig. -taile. adalah sebesar 0,000 . ,000 < 0,. , maka H0 ditolak dan H1 Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara entrepreneurial mindset siswa sebelum dan setelah penerapan model kooperatif tipe STAD di SMK Darul Ulum AS Surur di kelas X, entrepreneurial mindset siswa meningkat setelah penerapan model kooperatif tipe STAD. Oleh karena itu, penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berpengaruh secara signifikan terhadap entrepreneurial mindset siswa di SMK Bustanul Ulum As-surur. Uji N-Gain Uji N-Gain mengetahui perbedaan antara skor pre-test dan skor post-test data entrepreneurial mindset siswa. Hasil N-Gain (Normalized Gai. adalah ukuran yang digunakan untuk menilai efektivitas suatu intervensi Gain peningkatan entrepreneurial mindset siswa 530 | Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) JURKAMI Volume 10. Nomor 2, 2025 http://jurnal. id/jurnal/index. php/JPE pembelajaran kooperatif tipe STAD. Hasil riset diperoleh bahwa Nilai N-Gain sebesar 0,3797 termasuk dalam kategori sedang menurut interpretasi umum nilai N-Gain. Artinya pembelajaran kooperatif tipe STAD yang diberikan cukup efektif, meskipun belum optimal. Siswa mengalami pembelajaran kooperatif tipe STAD. Peningkatan Entrepreneurial Mindset Berdasarkan Data Kuantitatif Hasil pretest menunjukkan nilai ratarata entrepreneurial mindset siswa adalah 72,13, dengan mayoritas siswa berada pada kategori sedang dan rendah. Setelah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD, nilai rata-rata posttest meningkat menjadi 83,80, dengan 83% siswa berada pada kategori tinggi dan sangat tinggi. Uji paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, yang menandakan terdapat perbedaan signifikan antara skor sebelum dan sesudah Selain itu, nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,3797 termasuk dalam kategori sedang, mengindikasikan bahwa model STAD cukup efektif dalam meningkatkan entrepreneurial mindset siswa. Perkembangan Aspek-Aspek Entrepreneurial Mindset Peningkatan menyeluruh pada enam aspek utama: mengambil risiko, inovasi, pantang menyerah, dan orientasi pada tindakan. Observasi guru menunjukkan bahwa siswa mulai aktif berpendapat, percaya diri dalam mengambil keputusan, serta berani mencoba strategi kewirausahaan dalam Diskusi mendorong munculnya ide-ide kreatif dan orisinal, seperti pengembangan produk lokal dengan pendekatan pasar modern. Sikap pantang menyerah dan orientasi hasil juga meningkat, terlihat dari keseriusan siswa menyusun rencana usaha hingga presentasi akhir. Interpretasi Statistik dan Teoretis Hasil uji paired sample t-test yang menunjukkan nilai signifikansi . -taile. sebesar 0,000 mengindikasikan adanya perbedaan yang sangat signifikan antara nilai pre-test dan post-test siswa dalam aspek entrepreneurial mindset. Nilai signifikansi yang jauh di bawah batas kritis 0,05 menegaskan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berkontribusi nyata terhadap perubahan tingkat mindset kewirausahaan siswa. Dengan demikian, hipotesis nol (HCA) yang menyatakan tidak ada perbedaan ditolak, dan hipotesis alternatif (HCA) diterima, yakni terdapat peningkatan yang signifikan setelah perlakuan diberikan. Peningkatan ini tidak hanya bersifat statistik, tetapi juga memiliki makna edukasional yang penting, mengingat perubahan mindset pada siswa merupakan proses kompleks yang berkaitan dengan transformasi sikap, nilai, dan perilaku belajar. STAD sebagai pendekatan interaksi sosial, kolaborasi tim, serta tanggung jawab individu dan kelompok semuanya merupakan elemen penting dalam pembentukan karakter wirausaha yang adaptif dan dinamis. Lebih lanjut, hasil uji N-Gain dengan nilai rata-rata sebesar 0,3797 yang termasuk kategori sedang menunjukkan bahwa efektivitas model STAD dalam This is an open-access article under the CC-BY-SA License Copyright A2025. The Author. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) | e-ISSN 2541-0938 p-ISSN 2657-1528 531 | Syukron Hadi. Pudhak Prasetiyorini. Febrina Gerhani. PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN ENTREPRENEURIAL MINDSET SISWA DI SMK DARUL ULUM AS SURUR KELAS X. meningkatkan entrepreneurial mindset berada pada level moderat. Meski belum tergolong tinggi, pencapaian ini tetap mempertimbangkan bahwa pembelajaran hanya dilakukan dalam jangka pendek dan tanpa kelompok kontrol. Dalam konteks pendidikan vokasi, pencapaian kategori sedang ini patut diapresiasi, karena non-kognitif penguatan nilai, dan pengalaman belajar Dengan penerapan STAD telah memberikan fondasi awal yang cukup kuat bagi siswa untuk aspek-aspek kreativitas, keberanian mengambil risiko, dan orientasi hasil yang selama ini menjadi tantangan dalam pendidikan kewirausahaan di SMK. Temuan ini juga dapat dikaitkan dengan teori belajar sosial-kognitif Bandura yang menekankan pentingnya penguatan perilaku melalui observasi, modeling, dan interaksi sosial. STAD menciptakan ruang belajar yang memungkinkan siswa untuk belajar dari teman sejawat, membangun rasa percaya diri melalui dukungan kelompok, serta mengalami proses belajar yang lebih aktif dan partisipatif. Dalam konteks ini, peningkatan entrepreneurial mindset bukan hanya karena transfer informasi semata, melainkan hasil dari proses internalisasi nilai melalui kerja tim, pemecahan masalah, dan pencapaian Dengan kata lain, keberhasilan model STAD dalam penelitian ini bukan sekadar peningkatan angka skor post-test, tetapi mencerminkan terjadinya perubahan paradigma belajar siswa dari pasif menjadi kolaboratif, dan dari berpikir normatif menjadi solutif dan inovatif. Namun demikian, meskipun data statistik menunjukkan efektivitas, hasil NGain yang hanya mencapai kategori sedang menandakan adanya peluang untuk meningkatkan kualitas penerapan STAD lebih lanjut, misalnya melalui pendalaman refleksi kelompok, integrasi proyek nyata berbasis kewirausahaan, atau peningkatan peran guru sebagai fasilitator transformatif. Temuan ini secara praktis memberikan masukan penting bagi pengembangan pedagogi di SMK, bahwa pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat menjadi instrumen strategis dalam membentuk entrepreneurial mindset siswa secara berkelanjutan, terutama jika diiringi dengan pendekatan kontekstual dan berbasis pengalaman nyata. Selain itu, hasil ini juga menjadi dasar empiris bagi pengambil kebijakan pendidikan vokasi untuk kooperatif dalam kurikulum kewirausahaan nasional yang saat ini tengah didorong dalam kerangka Merdeka Belajar dan penguatan profil pelajar Pancasila. Peningkatan skor yang signifikan mendukung teori Slavin . yang menyatakan bahwa model pembelajaran STAD meningkatkan aspek kognitif dan sosial Temuan ini juga sejalan dengan hasil penelitian sebelumnya oleh Diawati & Mulyati . Setianingrum . , dan Athia et al. , yang menekankan bahwa pembelajaran kooperatif dapat mengambil risiko, dan kerja sama dalam konteks kewirausahaan. Dalam kerangka teori konstruktivistik, pembelajaran yang melibatkan interaksi sosial aktif serta tugas bermakna berkontribusi pada pembentukan pola pikir wirausaha secara lebih 532 | Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) JURKAMI Volume 10. Nomor 2, 2025 http://jurnal. id/jurnal/index. php/JPE Faktor Lain Mungkin Mempengaruhi Hasil Namun demikian, peningkatan skor tidak bisa sepenuhnya dikaitkan hanya dengan penerapan model STAD. Faktor lain seperti antusiasme awal siswa terhadap model pembelajaran baru, motivasi sementara yang muncul karena observasi langsung dari guru, serta pengaruh kualitas pengajaran dari guru yang juga berperan aktif sebagai fasilitator, dapat turut memengaruhi hasil posttest. Selain itu, beberapa penelitian terdahulu diantaranya yaitu penelitian yang dilakukan oleh Perkasa & Abadi . , yang menyatakan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan keterampilan sosial, kemandirian, dan rasa tanggung jawab siswa dalam kegiatan belajar kelompok, yang merupakan fondasi penting dalam membentuk sikap kewirausahaan. Penelitian yang dilakukan oleh Diawati Mulyati . menunjukkan hasil serupa, di mana penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam pembelajaran ekonomi kewirausahaan terbukti meningkatkan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis Dalam konteks penelitian ini, peningkatan kreativitas siswa terlihat melalui ide-ide produk usaha yang inovatif menciptakan solusi dari permasalahan usaha yang disimulasikan. Hal ini kooperatif tipe STAD tidak hanya efektif dalam meningkatkan hasil belajar secara akademik, tetapi juga dalam membentuk pola pikir yang adaptif dan solutif dua karakter penting dalam kewirausahaan. Selanjutnya, hasil penelitian ini juga diperkuat oleh temuan dari Setianingrum . , yang menyimpulkan bahwa model STAD dapat meningkatkan keberanian siswa dalam mengemukakan pendapat dan mengambil keputusan. Dalam penelitian ini, keberanian mengambil risiko tercermin dari bagaimana siswa mampu memilih strategi bisnis, mempresentasikan ide mereka di depan umum, dan bahkan mencoba menjual produk secara langsung kepada warga sekolah. Ini menegaskan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis tim seperti STAD dapat menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung eksplorasi serta eksperimentasi Selain itu, penelitian oleh (Athia et , 2. menekankan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat membangun kerja sama yang kuat antar siswa, meningkatkan motivasi belajar, serta membentuk karakter pantang menyerah karena siswa dituntut untuk mencapai hasil kelompok yang optimal. Dalam konteks penelitian ini, aspek pantang menyerah sangat terlihat ketika siswa menghadapi tantangan dalam merancang rencana usaha dan melakukan perbaikan berulang kali berdasarkan masukan guru dan teman Kondisi ini menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif tipe STAD berfungsi tidak hanya sebagai strategi akademik, tetapi juga sebagai alat pembentukan karakter dan mentalitas Dengan demikian, temuan penelitian ini tidak hanya konsisten dengan hasil-hasil memberikan kontribusi baru dalam konteks Penelitian ini menguatkan posisi model pembelajaran kooperatif tipe STAD sebagai pendekatan yang relevan untuk menanamkan dan mengembangkan entrepreneurial mindset, yang menjadi This is an open-access article under the CC-BY-SA License Copyright A2025. The Author. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) | e-ISSN 2541-0938 p-ISSN 2657-1528 533 | Syukron Hadi. Pudhak Prasetiyorini. Febrina Gerhani. PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN ENTREPRENEURIAL MINDSET SISWA DI SMK DARUL ULUM AS SURUR KELAS X. kompetensi penting di era ekonomi kreatif dan persaingan global saat ini. Keterbatasan Penelitian Penelitian ini memiliki beberapa Pertama, desain One Group Pretest-Posttest tanpa kelompok kontrol menyimpulkan kausalitas secara mutlak. Kedua, meskipun telah divalidasi secara isi, masih berpotensi bias karena sebagian besar bersifat self-assessment. Ketiga, durasi penelitian yang relatif singkat . ua siklus pembelajara. mungkin belum cukup untuk menangkap perubahan mindset secara Penelitian direkomendasikan untuk menggunakan kelompok kontrol dan observasi jangka panjang untuk menguji keberlanjutan pengaruh model STAD. PENUTUP Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) terbukti efektif dalam meningkatkan entrepreneurial mindset siswa kelas X di SMK Darul Ulum AS Surur. Peningkatan tersebut terlihat pada enam indikator utama: kemandirian, kreativitas, keberanian mengambil risiko, inovasi dalam berwirausaha, pantang menyerah, dan orientasi pada tindakan dan Hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (<0,. , menandakan adanya perbedaan yang signifikan antara skor pre-test dan post-test. Sementara itu, nilai N-Gain menunjukkan peningkatan dalam kategori efektivitas model STAD dalam membentuk pola pikir kewirausahaan secara konsisten. Secara penelitian ini memperluas temuan sebelumnya mengenai efektivitas STAD dalam pembelajaran berbasis kompetensi. Khususnya dalam konteks pendidikan kewirausahaan, hasil ini memperkuat posisi model STAD sebagai pendekatan yang tidak hanya mendorong hasil akademik, tetapi juga mengembangkan karakter dan nilai-nilai Penelitian berkontribusi terhadap literatur dengan menegaskan bahwa model STAD relevan diterapkan di jenjang SMK yang mengintegrasikan aspek kognitif, afektif, entrepreneurial mindset. Namun, penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan. Pertama, desain yang digunakan adalah one group pretestposttest tanpa kelompok kontrol, sehingga pendekatan pembelajaran lain. Kedua, sampel terbatas pada satu kelas di satu sekolah, yang membatasi generalisasi hasil. Ketiga, durasi penelitian yang singkat dalam dua siklus pembelajaran belum mindset dalam jangka panjang. Selain itu, variabel eksternal seperti peran guru, suasana kelas, dan motivasi siswa tidak dikendalikan secara eksplisit. Untuk disarankan agar menggunakan desain eksperimental dengan kelompok kontrol untuk membandingkan efektivitas STAD dengan model pembelajaran lain. Perluasan sampel di beberapa sekolah berbeda dan direkomendasikan agar dapat menilai keberlanjutan pengaruh model ini terhadap pembentukan entrepreneurial mindset. Selain itu, kajian mendalam tentang peran guru sebagai fasilitator dan integrasi proyek 534 | Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) JURKAMI Volume 10. Nomor 2, 2025 http://jurnal. id/jurnal/index. php/JPE kewirausahaan nyata dalam penerapan STAD dapat memperkaya hasil dan dampak pembelajaran. DAFTAR PUSTAKA