Atmosfer: Jurnal Pendidikan. Bahasa. Sastra. Seni. Budaya, dan Sosial Humaniora Vol. No. 2 Mei 2024 e-ISSN: 2964-982X. p-ISSN: 2962-1232. Hal 259-282 DOI : https://doi. org/10. 59024/atmosfer. Eksistensi Tari Reog Kendang Tulungagung Sebagai Tradisi Kearifan Lokal Dwi Luthfiana Nur Janah1. Nur Alvi Puriamandawati2. Fitania Syaharani Einadya Putri3 dwilutfiana622@gmail. com1 ,alvipuri59@gmail. com2 , fitanianadya@gmail. 1-3Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung Alamat : Jl. Mayor Sujadi No. Kudusan. Plosokandang. Kec. Kedungwaru. Kabupaten Tulungagung. Jawa Timur 66221 Koresprodensi Email : dwilutfiana622@gmail. Abstract Indonesia has a wealth of local traditions, one of which is the Reog Kendang Dance from Tulungagung. This dance was created in 1978 and shows the story of the journey of Kediri soldiers accompanying Ratu Kilisuci to Mount Kelud. The six dancers use large drums . to accompany the dance that depicts the procession. This article discusses the existence of the Tulungagung Reog Kendang Dance as a local wisdom tradition, as well as examining the history, values contained, its development, and efforts to maintain this tradition. The approach to this research is qualitative research. Data collection in this research was carried out using observation, interviews and documentation methods at one of the studios in Gendingan village. Kedungwaru subdistrict. Tulungagung district. The results of this research include: . History of the Reog Kendang Tulungagung Dance, . The values contained in each movement and artistic instrument of the Tulungagung Reog Kendang Dance, . The existence of the Tulungagung Reog Kendang Dance, . The development of the Tulungagung Reog Kendang Dance, . The development of the Tulungagung Reog Kendang Dance. Efforts to preserve the art of Reog Kendang Tulungagung Dance Keyword: Existence. Reog Kendang. Local Wisdom Abstrak Indonesia memiliki kekayaan berupa tradisi lokal, salah satunya Tari Reog Kendang dari Tulungagung. Tarian ini diciptakan pada tahun 1978 dan menampilkan kisah perjalanan prajurit Kediri mengiringi Ratu Kilisuci ke Gunung Kelud. Keenam penari menggunakan kendang besar . untuk mengiringi tarian yang menggambarkan arak-arakan tersebut. Artikel ini membahas eksistensi Tari Reog Kendang Tulungagung sebagai tradisi kearifan lokal , serta meneliti sejarah, nilai-nilai yang terkandung, perkembangannya, dan upaya untuk tetap menjaga tradisi ini. Pendekatan penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi pada salah satu sanggar yang ada didesa gendingan kecamatan kedungwaru kabupaten tulungagung yaitu sanggar Dodhog Sadjiwo Djati . Hasil penelitian ini antara lain : . Sejarah Kesenian Tari Reog Kendang Tulungagung, . Nilai yang terkandung dalam setiap gerakan dan alat kesenian Tari Reog Kendang Tulungagung, . Eksistensi kesenian Tari Reog Kendang Tulungagung, . Perkembangan kesenian Tari Reog Kendang Tulungagung, dan . Upaya melestarikan kesenian Tari Reog Kendang Tulungagung. Kata Kunci: Eksistensi. Reog Kendang, kearifan lokal PENDAHULUAN Kearifan lokal merupakan bagian dari sebuah budaya yang tidak bisa dipisahkan dengan masyarakat. Kearifan local . ocal wisdo. merupakan warisan yang Received April 23, 2024. Accepted Mei 17, 2024. Published Mei 31,2024 * Dwi Luthfiana Nur Janah, dwilutfiana622@gmail. EKSISTENSI TARI REOG KENDANG TULUNGAGUNG SEBAGAI TRADISI KEARIFAN LOKAL ditinggalkan secara turun temurun dari generasi ke generasi melalui sebuah cerita atau Kearifan lokal juga disebut dengan local genius dengan pengertian sistem nilai-nilai yang mengandung pengetahuan, gagasan, kepercayaan yang menjadi nilai utama dalam suatu masyarakat tertentu. Kearifan lokal muncul dari periode yang panjang dengan saling berproses atau berevolusi dengan masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Proses yang panjang dan melekat dengan masyarakat ini dapat menjadi potensi dan ciri khas di suatu daerah Pengertian ini menandakan bahwa kearifan lokal mampu mendinamisi kehidupan masyarakat yang penuh keadaban tidak, sehingga tidak hanya sebagai acuan tingkah laku masyarakat suatu daerah. Irfan dan Pamungkas mengatakan bahwa, seni merupakan sebuah ekspresi, kreasi dan kesenian yang sifatnya dinamis. Artinya, seni dapat berubah sesuai dengan perkembangan zaman, meskipun perubahan yang dilakukan tidak mengubah seluruh seni yang telah ada. Tetapi jika, seni tersebut dapat dipertahankan keasliannya tentu menambah daya tarik yang otentik dari masa ke masa, lingkungan dan masyarakatnya. Seni ini dapat berupa musik, tari, lukis dan masih banyak lagi bentuknya. Salah satu seni yang ada di Tulungagung dan menjadi ciri khas daerah tersebut yaitu Seni Tari Kendang. Tari Kendang ini dimainkan oleh sekelompok orang dengan jumlah 6 orang atau kelipatannya. Seperti namanya, tentunya tari ini diiringi dengan tabuhan kendang dan gamelan. Setiap penarinya membawa kendang sendiri-sendiri. Sehingga, pada saat proses menari mereka juga menabuh kendang itu sendiri dan ini lah yang membuat daya tarik tersendiri dari tarian kesenian ini. Kesenian ini sebelumnya belum banyak terkenal di daerah luar Tulungagung. 2 Tetapi, sekarang ini kesenian Tari Kendang telah menjadi ikon dari Tulungagung dan telah dibangun tugu yang berbentuk kendang di tengah kota. Sehingga dapat mungkin terjadi apabila kesenian ini akan berkembang maupun dikembangkan di daerah lainnya. Tari ini menjadi salah satu seni tari unggulan yang ada di Tulungagung. Sehingga, menjadi tugas pemerintahan daerah untuk menjadikan tari ini perlu di lestarikan dan dipatenkan menjadi milik Tulungagung agar tidak diakuisasi oleh daerah lainnya. Wahyu Nurhayati. Pendamping Pelestarian Kearifan Local Reog Kendang: Upaya Pendidikan Karakter Dan Keterampilan Seni Pada Siswa Sekolah Dasar Sidomulyo Pagerwojo Tulungagung. (JESS: Jurnal Education Social Science, 1. , 2. hal 1-18 Heswati. Makna Simbolik Tari Reyog Kendhang di Desa Gendingan Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung Kajian Faklor. (Surabaya: JOB (Jurnal Online Baradha, 2. hal 1-24 ATMOSFER - VOLUME 2. NO. MEI 2024 e-ISSN: 2964-982X. p-ISSN: 2962-1232. Hal 259-182 Pelestarian Reog Kendang ini tentunya sudah dilakukan dari masa ke masa dan tentunya mengalami pasang surut. Salah satu kendala yang dialami yaitu efek modernisasi, membuat remaja saat ini lebih menyukai seni modern dari kesenian yang telah ada. Sehingga, untuk langkah dalam melestarikan kesenian ini pemerintah daerah mewajibkan setiap sekolah yang ada di Tulungagung untuk mempunyai minimal 1 set perlengkapan teri Reog Tulungagung berupa Dhodong. Hal ini bertujuan agar tiap sekolah yang ada di Tulungagung dapat mengenalkan budaya tari Reog Kendang kepada tiap siswanya dan dapat memainkan Reog di sekolah masing-masing. Selain itu, tari ini juga biasanya di tampilkan pada kegiatan besar Tulungagung dan menyambut tamu kehormatan. Oleh karena itu, penulis tertarik mengambil judul Eksistensi Tari Reog Kendang Sebagai Tradisi Kearifan Lokal. Dengan karya tulis ini diharapkan penulis dapat memberikan informasi terkait dengan perkembangan serta bagaimana cara melestarikan budaya Tari Reog Kendang ini kepada masyarakat pada umumnya dan pada kaum muda pada khususnya. Agar keberadaan tari ini terus dilestarikan dan dicintai oleh masyarakat sekitar dan khalayak umum. METODE PENELITIAN Dalam penelitian eksistensi tari reog kendang Tulungagung, anggota kelompok kami menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian etnografi. Metode kualitatif merupakan sebuah metode penelitian ilmiah yang mengutamakan proses interaksi komunikatif secara mendalam antara peneliti dengan fenomena yang akan dibahas dan dilakukan dengan tujuan umtuk mendapatkan informasi dalam kontak sosial yang alami. Sedangkan etnografi sendiri adalah studi penelitian tentang perilaku yang secara alami terjadi dalam suatu budaya atau kelompok sosial tertentu. Jenis penelitian ini biasanya digunakan untuk isu-isu yang berkaitan dengan sistem kepercayaan, bahasa, dan nilai-nilai budaya. Pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu berupa data primer yang meliputi wawancara dan data sekunder berupa foto hasil observasi. Dalam memperoleh suatu data yang sesuai dengan permasalahan yang diteliti maka kami menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut : Observasi Observasi artinya kegiatan mengamati, menatap benda, kejadian gerak, atau Observasi atau pengamatan dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan ATMOSFER - VOLUME 2. NO. MEI 2024 EKSISTENSI TARI REOG KENDANG TULUNGAGUNG SEBAGAI TRADISI KEARIFAN LOKAL data atau informasi dari suatu objek yang diamati. Pengamatan yang dilakukan pada kelompok kami yakni pengamatan langsung mengenai eksistensi tari reog kendang Tulungagung. Lokasi observasi yang dilakukan oleh kelompok kami yaitu di sanggar seni reyog kendang AuDhodhog Sadjiwo DjatiAy yang berada di Desa Gendingan Kecamatan Kedungwaru Tulungagung. Disana kami mengamati berbagai macam alat dan properti yang biasa digunakan pada tari reog kendang Tulungagung. Wawancara Wawancara dilakukan secara tatap muka melalui tanya jawab antara peneliti dengan responden atau narasumber. Dengan maksud untuk mengatahui bagaimana sejarah dan keeksistensian tari reog kendang Tulungagung sebagai tradisi kearifan lokal, serta untuk mengetahui nilai-nilai yang terkandung dalam setiap gerakan dan alat kesenian yang digunakan pada tari reog kendang Tulungagung. Dalam penelitian ini kelompok kami melakukan wawancara dengan salah satu narasumber yaitu bapak Siswoyo selaku pemilik sanggar seni reyog kendang AuDhodhog Sadjiwo DjatiAy yang berada di Desa Gendingan Kecamatan Kedungwaru Tulungagung. Dokumentasi Dokumentasi menjadi salah satu cara yang dilakukan sebagai bukti penelitian yang akurat terhadap suatu fenomena yang diteliti. Dalam penelitian ini dokumentasi berupa bukti alat dan properti yang digunakan pada tari reog kendang Tulungagung. Dokumentasi yang kelompok kami dapatkan dalam bentuk foto, rekaman, tulisan dan berbagai jenis dokumen lainnya. KAJIAN TEORI Eksistensi Existence adalah kosakata bahasa Inggris yang diadopsi dari kata AuexistAy yang berarti AuadaAy. Kata "eksistensi" mengacu pada keberadaan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Dalam arti yang lebih luas, eksistensi adalah posisi. Eksistensinya adalah fakta bahwa itu ada. Eksistensi budaya saat ini semakin terlindungi. Warisan budaya ATMOSFER - VOLUME 2. NO. MEI 2024 e-ISSN: 2964-982X. p-ISSN: 2962-1232. Hal 259-182 yang sangat dihargai oleh masyarakat lokal dapat terpengaruh oleh perubahan. 3 Dalam hal ini. Tari Reog Kendang Tulungagung menunjukkan bahwa tradisi budaya ini masih ada dan dilakukan oleh masyarakat Tulungagung Tari Reog Kendang Tulungagung Tarian reog kendang terdiri dari gerakan tubuh yang berirama dan biasanya diiringi musik. Tari Leog Kendang Tulungagung merupakan tarian dengan gerakan khusus dan iringan musik. Reog Kendang merupakan tarian tradisional Tulungagung yang dibawakan oleh enam orang penari dan memainkan gendang. Tarian ini dibawakan dengan iringan musik gamelan dan mempunyai makna simbolis yang Tari Leog Kendang Tulungagung merupakan kesenian tradisional yang mempunyai nilai budaya dan kearifan lokal yang tinggi. Tari Leog Kendan Tulungagung merupakan kesenian tradisional khas Tulungagung dan mewakili bagian penting dari identitas lokal. Tradisi Tradisi secara umum diartikan sebagai suatu adat istiadat yang dilakukan secara terus-menerus dalam jangka waktu yang lama dan merupakan bagian dari kehidupan sekelompok orang yang berasal dari negara, budaya, zaman, atau agama yang sama. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, tradisi adalah adat istiadat yang telah ada sejak lama dan diwariskan secara turun-temurun serta memiliki nilai-nilai luhur yang dianut oleh masyarakat. Tradisi memiliki fungsi penting dalam menjaga identitas dan kohesi sosial masyarakat. Tradisi Tari Reog Kendang Tulungagung telah lama berlangsung dan diwariskan dari generasi ke generasi. Kearifan Lokal Kearifan lokal merupakan kecerdasan manusia yang diperoleh dari suatu suku tertentu melalui pengalaman masyarakat. Artinya, kearifan lokal merupakan hasil pengalaman khalayak tertentu, dan tentunya bukan hasil pengalaman orang lain. Kearifan lokal dapat merupakan kearifan baru yang muncul akhir-akhir ini melalui Nismawati Nismawati. Shermina Oruh, and Andi Agustang. AoEksistensi Tari Kabasaran Pada Masyarakat MinahasaAo. Jurnal Ilmiah Mandala Education, 7. , 194Ae98