Jurnal Satyagraha. Vol. No. Pebruari Ae Juli 2020 ISSN :2620-6358 PERANAN KEPUASAN KERJA DALAM MEMEDIASI PENGARUH KOMPENSASI TERHADAP LOYALITAS KARYAWAN PADA PT PARAMA ASIA SEJAHTERA Putu Dita Saptarini1 Ni Made Yudhaningsih2 Program Studi Manajemen. Fakultas Ekonomi. Universitas Mahendradatta Jl. Ken Arok No 12. Peguyangan Denpasar Utara. Bali 80115 ds@gmail. nimadeyudha@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan kepuasan kerja dalam memediasi pengaruh kompensasi terhadap loyalitas karyawan pada PT Parama Asia Sejahtera. Penelitian ini menggunakan metode sampel jenuh dengan jumlah sampel sebanyak 35 orang karyawan PT Parama Asia Sejahtera. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis jalur . ath analysi. yang disertai dengan uji sobel. Berdasarkan hasil analisis ditemukan bahwa kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas karyawan, kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja, kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas karyawan dan kepuasan kerja memediasi pengaruh kompensasi dan loyalitas karyawan pada PT Parama Asia Sejahtera. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan pengaruh langsung kompensasi terhadap loyalitas karyawan sebesar 0,465 atau 46,5%, pengaruh kompensasi terhadap kepuasan kerja sebesar 0,869 atau 86,9% dan pengaruh kepuasan kerja terhadap loyalitas karyawan sebesar 0,584 atau 58,4% sedangkan pengaruh tidak langsung kompensasi terhadap loyalitas karyawan melalui kepuasan kerja sebesar 0,507 atau 50,7% lebih besar dari pengaruh langsung kompensasi terhadap loyalitas karyawan sehingga kepuasan kerja mampu memediasi pengaruh kompensasi terhadap loyalitas karyawan pada PT Parama Asia Sejahtera. Dari hasil peneitian tersebut sebaiknya manajemen PT Parama Asia Sejahtera lebih memperhatikan kompensasi yang diberikan kepada karyawan dengan memberikan kompensasi yang lebih layak dan memberikan jatah cuti kepada karyawan. Kata Kunci : Kompensasi. Kepuasan Kerja. Loyalitas Karyawan Putu Dita Saptarini Ni Made Yudhaningsih Jurnal Satyagraha. Vol. No. Pebruari Ae Juli 2020 ISSN :2620-6358 ABSTRACT The purpose of this study is to determine the role of job satisfaction in mediating the effect of compensation on employee loyalty at PT Parama Asia Sejahtera. This study uses a saturated sample method with 35 employees of PT Parama Asia Sejahtera as the sample. The analysis technique used in this study is path analysis which is accompanied by a Sobel test. Based on the results of the analysis, we can find that compensation has a positive and significant effect on employee loyalty, compensation has a positive and significant effect on job satisfaction, job satisfaction has a positive and significant effect on employee loyalty and job satisfaction mediates the effect of compensation and employee loyalty on PT Parama Asia Sejahtera. Based on the results of the study, it was found that the direct effect of compensation on employee loyalty amounted to 0. 465 or 46. 5%, the effect of compensation on job satisfaction was 869 or 86. 9% and the effect of job satisfaction on employee loyalty was 0. 584 or 4% while indirect compensation effects towards employee loyalty through job satisfaction of 0. 507 or 50. 7% greater than the direct effect of compensation on employee loyalty so that job satisfaction is able to mediate the effect of compensation on employee loyalty at PT Parama Asia Sejahtera. From the results of the research, the management of PT Parama Asia Sejahtera should pay more attention to the compensation given to employees by providing more appropriate compensation and give some period for a furlough to their employees. Keywords: Compensation. Job Satisfaction. Employee Loyalty PENDAHULUAN Sumberdaya manusia merupakan salah satu faktor terpenting dalam suatu Sumberdaya manusia akan membantu perusahaan untuk mencapai Suatu perusahaan yang tingkat perpindahan karyawannya tinggi menunjukkan loyalitas karyawan yang rendah. Loyalitas yang rendah bisa disebabkan karena kesalahan pada waktu penarikan karyawan baru akan tetapi dapat pula disebabkan pada waktu proses kegiatan perusahaan itu Tingkat perpindahan mengganggu jalannya aktifitas kerja. Loyalitas karyawan yang tinggi terhadap perusahaan tidak akan tumbuh begitu saja apabila kondisi dan karyawan tidak ikut mendukungnya. Loyalitas karyawan atau kesetian sering kali menjadi pertanyaan serius dalam sebuah perusahaan. Loyalitas merupakan konsep yang tampak mudah dibicarakan dalam konteks sehari-hari tetapi tetap menjadi sulit ketika dianalisis dalam banyak hal. Loyalitas menurut Jusuf . adalah suatu sikap yang timbul sebagai akibat keinginan untuk setia dan berbakti baik itu pada pekerjaannya, kelompok, atasan, maupun pada tempat kerjanya yang menyebabkan seseorang rela berkorban demi memuaskan pihak lain atau masyarakat. Menurut Becker dalam Esmaeilpour . menjelaskan Putu Dita Saptarini Ni Made Yudhaningsih Jurnal Satyagraha. Vol. No. Pebruari Ae Juli 2020 ISSN :2620-6358 loyalitas sebagai suatu proses. Orang bergerak dalam bidang distributor alatyang memiliki loyalitas terhadap alat teknik, yang memiliki jumlah organisasi ketika ia karyawan sebanyak 35 orang. pengetahuan kondisi pekerjaan yang Parama Asia mengalami permasalahan lebih baik dan upah yang lebih tinggi, dalam hal loyalitas karyawan yang namun ia menolak tawaran tersebut cukup rendah dan tingginya tingkat untuk mempertahankan pekerjaannya turnover karyawan yang terlihat saat ini. dari:Tabel 1. PT Parama Asia Sejahtera yang merupakan salah satu perusahaan yang Tingkat Masa Kerja Karyawan Pada PT Parama Asia Sejahtera Tahun 2018 Masa Kerja Jumlah Karyawan Persentase < 1 Tahun 1-2 Tahun 51,40% 34,30% 3 - 4 Tahun 14,30% Sumber : Data absensi karyawan PT Parama Asia Sejahtera tahun 2015 Ae 2018 Berdasarkan turnover karyawan pada tahun 2018 tergolong tinggi, terlihat dari jumlah karyawan yang bekerja selama 3 sampai dengan 4 tahun hanya berjumlah 5 . orang sedangkan jumlah terbanyak terdapat pada masa kerja kurang dari 1 . tahun yaitu sebanyak 18 orang. Dengan demikian terjadinya keluar masuk karyawan atau rendahnya loyalitas karyawan. Salah satu faktor yang mempengaruhi loyalitas kerja adalah kompensasi. Seorang karyawan yang memperoleh gaji, uang makan, uang transportasi, jaminan kesehatan dan jaminan kompensasi yang diterima tersebut dirasa cukup memenuhi kebutuhan secara materi, maka secara otomatis pemberian kompensasi akan turut berpengaruh pada loyalitas kerja PT Parama Asia memberikan kompensasi kepada karyawannya dihitung berdasarkan harian kerja dan dibayarkan per bulan seperti halnya upah yang dibayarkan perbulan kepada Tidak ada jatah cuti yang diberikan khusus oleh perusahaan kepada karyawannya baik untuk merayakan hari raya, sakit . engan maupun tanpa surat keterangan dokte. serta hari libur nasional. Jadi, gaji yang berdasarkan jumlah hari kerja sehingga gaji yang diterima karyawan setiap bulannya tidak tetap atau tergantung dari jumlah hari kerja karyawan tersebut yang dapat terlihat dari tabel Putu Dita Saptarini Ni Made Yudhaningsih Jurnal Satyagraha. Vol. No. Pebruari Ae Juli 2020 ISSN :2620-6358 tingkat gaji karyawan sebagai berikut : Tabel 1. Tingkat Gaji Karyawan Pada PT Parama Asia Sejahtera Tahun 2018 Bulan Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Biaya Gaji Total Biaya 68,60% 46,50% 63,80% 76,10% 52,30% 46,90% 60,80% 38,70% 76,80% 78,20% 46,50% 21,70% Sumber : Laporan Laba Rugi PT Parama Asia Sejahtera Tahun 2018 Berdasarkan tabel 1. 2 tingkat gaji karyawan pada PT Parama Asia Sejahtera tahun 2018, dapat dijelaskan biaya gaji yang dikeluarkan oleh perusahaan setiap bulannya tidaklah tetap . tergantung dari jumlah hari kerja karyawan dan juga jumlah harian kerja pada setiap karyawan yang berbeda, ditambah dengan tunjangan yang diberikan kepada karyawan pada bulan-bulan tertentu khususnya tunjangan hari raya. Menurut UU Ketenangakerjaan No. 13 tahun 2003 pasal Pasal 79 ayat 1 yang menyebutkan bahwa pengusaha wajib memberi waktu istirahat dan cuti kepada pekerja/buruh. pada pasal 93 ayat 1 disebutkan bahwa upah tidak dibayar apabila pekerja/buruh tidak melakukan pekerjaan dan pada ayat 2 sebagaimana dimaksud dalam ayat . tidak berlaku, dan pengusaha wajib membayar upah apabila : a. pekerja/buruh sakit sehingga tidak dapat melakukan pekerjaan. pekerja/buruh perempuan yang sakit pada hari pertama dan kedua masa melakukan pekerjaan. pekerja/ buruh pekerja/buruh menikah, menikahkan, anaknya, isteri melahirkan atau keguguran kandungan, suami atau isteri atau anak atau menantu atau orang tua atau mertua atau anggota keluarga Putu Dita Saptarini Ni Made Yudhaningsih Jurnal Satyagraha. Vol. No. Pebruari Ae Juli 2020 dalam satu rumah meninggal dunia. pekerja /buruh tidak dapat melakukan pekerja/buruh tidak dapat menjalan-kan diperintahkan agamanya. buruh bersedia melakukan pekerjaan yang telah dijanjikan tetapi pengusaha tidak mempekerjakannya, baik karena kesalahan sendiri maupun halangan yang seharusnya dapat dihindari pekerja/buruh melaksanakan hak istirahat. pekerja/buruh melaksanakan tugas serikat pekerja/serikat buruh atas persetujuan pengusaha. dan i. pekerja/buruh melaksanakan tugas pendidikan dari perusahaan. Kompensasi merupakan hal yang sangat penting bagi karyawan untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari bersama keluarga. Menurut Wahjono . kompensasi adalah segala sesuatu yang diterima oleh karyawan sebagai imbalan atas sumbangannya kepada perusahaan, termasuk di dalamnya adalah gaji pemberian tunjangan, fasilitas-fasilitas yang dapat dinikmati karyawan baik yang berupa uang maupun yang non keuangan. Menurut Yani . jenis-jenis kompensasi dapat dibedakan menjadi dua bentuk, yaitu kompensasi dalam bentuk finansial yaitu berupa gaji. ISSN :2620-6358 upah, komisi, bonus dan tunjangan serta kompensasi dalam bentuk non finansial yaitu berhubungan dengan lingkungan . ingkungan kerja, fasilita. dan berhubungan dengan pekerjaan . ebijakan perusahaan, pekerjaan yang Kompensasi finansial yang dianggap sesuai dengan apa yang mereka kerjakan serta kompensasi non finansial yang mereka anggap sesuai dengan apa yang telah mereka berikan akan menimbulkan perasaan senang. Karyawan yang senang dalam menjalankan pekerjaannya secara tidak langsung akan memberikan kepuasan kerja terhadap apa yang mereka Perusahaan memperhatikan kompensasi yang diberikan agar karyawan memiliki kepuasan kerja yang baik sehingga hal-hal memberikan profit bagi perusahaan. Menurut Wahjono . kepuasan kerja adalah hasil persepsi para karyawan tentang seberapa baik pekerjaan seseorang memberikan segala sesuatu yang dipandang sebagai suatu yang penting melalui hasil Kunci kesuksesan suatu organisasi bisnis adalah dengan karyawannya, ini merupakan dasar bagi suatu organisasi untuk mengetahui keinginan dari karyawannya dan dengan mengetahui keinginan dari Putu Dita Saptarini Ni Made Yudhaningsih Jurnal Satyagraha. Vol. No. Pebruari Ae Juli 2020 karyawan (Rizwan, 2. Karyawan yang puas dengan pekerjaannya akan cenderung meningkatkan kinerjanya baik dari ukuran kuantitas dan kualitas (Pramitha dkk. , 2. Pada PT Parama Asia sejahtera tingginya tingkat turnover karyawan, rendahnya loyalitas karyawan, masalah mengenai sistem kompensasi yang diberikan perusahaan juga kecilnya tingkat kepuasan kerja karyawan. Berdasarkan permasalahan diatas, maka penulis tertarik untuk mengambil judul AuPERANAN KEPUASAN KERJA DALAM MEMEDIASI PENGARUH KOMPENSASI TERHADAP LOYALITAS KARYAWAN PADA PT PARAMA ASIA SEJAHTERAAy. Hipotesis Berdasarkan permasalahan diatas, dapat dirumuskan hipotesis sebagai H1 : Diduga kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas karyawan pada PT Parama Asia Sejahtera H2 : Diduga kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT Parama Asia Sejahtera H3 : Diduga kepuasan kerja signifikan terhadap loyalitas karyawan pada PT Parama Asia Sejahtera. H4 : Diduga kepuasan kerja berperan signifikan dalam memediasi ISSN :2620-6358 pengaruh kompensasi terhadap loyalitas karyawan pada PT Parama Asia Sejahtera Tujuan Tujuan penelitian ini adalah sebagai salah satu syarat penyusunan tugas akhir atau skirpsi program strata 1 pada Universitas Mahendradatta Bali. Dan mengetahui peranan kepuasan kerja kompensasi dan loyalitas karyawan pada PT Parama Asia Sejahtera METODE Populasi dan Sampel Dalam penelitian ini populasi yang digunakan adalah seluruh karyawan pada PT Parama Asia Sejahtera sebanyak 35 orang dengan menggunakan metode sampel jenuh dimana seluruh populasi dijadikan sebagai sampel. Metode Pengumpulan Data Metode Wawancara Melakukan percakapan atau tanya jawab kepada karyawan mengenai peranan kepuasan kerja karyawan pada PT Parama Asia Sejahtera. Observasi Menurut Wirawan . pengumpulan data dengan mengadakan pengamatan langsung terhadap objek Putu Dita Saptarini Ni Made Yudhaningsih Jurnal Satyagraha. Vol. No. Pebruari Ae Juli 2020 penelitian dan mencatat data yang Kuesioner merupakan metode menyebarkan daftar pertanyaan secara tertulis yang disebarkan kepada karyawan untuk dijawab sendiri pertanyaan-pertanyaan tersebut yang berkaitan dengan objek penelitian (Sugiyono, 2014:. Teknik Analisis Data Statistik statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendekripsikan / menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum. Penelitian yang dilakukan pada populasi jelas akan menggunakan statistik deskriptif dalam analisisnya (Sugiyono, 2. Uji Instrumen Penelitian Uji Validitas Uji validitas menurut Sugiyono sesungguhnya terjadi pada objek dengan data yang dikumpulkan oleh Uji Reliabilitas Sugiyono . menyatakan bahwa uji reliabilitas adalah sejauh mana hasil pengukuran dengan menggunakan objek yang sama, akan menghasilkan data yang ISSN :2620-6358 Uji reliabilitas dilakukan secara bersama-sama terhadap seluruh Uji Hipotesis Uji t ( Signifikansi Individual ) Tujuan pengujian ini adalah untuk pengaruh variabel independen variabel dependen. Dengan tingkat signifikan 0,05 maka dapat ditentukan apakah Ho diterima atau Ho ditolak. Analisis Jalur (Path Analysi. Menurut Sugiyono . Analisis jalur adalah bagian dari model regresi yang dapat digunakan untuk menganalisis hubungan sebab akibat antar satu variabel dengan variabel Analisis jalur digunakan dengan menggunakan korelasi, regresi dan jalur sehingga dapat diketahui untuk sampai pada variabel dependen terakhir, harus lewat jalur langsung atau melalui variabel intervening. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Deskriptif Analisis penelitian ini meliputi analisis karakteristik responden dan deskripsi Karakteristik Responden terdiri dari usia, jenis kelamin, status dan lama kerja. Putu Dita Saptarini Ni Made Yudhaningsih Jurnal Satyagraha. Vol. No. Pebruari Ae Juli 2020 ISSN :2620-6358 Tabel 4. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Usia Jumlah Persentase 15 - 20 tahun 2,86% 20 -25 tahun 65,71% 25 - 30 tahun 20,00% 30 - 35 tahun 8,57% 35 - 50 tahun 2,86% Total 100,00% Sumber : Data Primer Diolah, 2019 Tabel 4. 1 diatas menunjukkan . ,86%). Berdasarkan tabel diatas dapat bahwa jumlah responden yang berusia 15 sampai dengan 20 tahun berjumlah 1 responden dalam penelitian ini berusia orang . ,86%), responden yang berusia 20 sampai dengan 25 tahun dengan 20 sampai dengan 25 tahun berjumlah jumlah sebanyak 23 orang dengan 23 orang . ,71%), responden berusia persentase 65,71%. Sedangkan jumlah 25 sampai dengan 30 tahun berjumlah 7 responden yang paling sedikit berusia orang . ,00%) dan responden yang 15 sampai dengan 20 tahun dan 35 berusia 30 sampai dengan 35 tahun sampai dengan 50 tahun dengan jumlah berjumlah 3 orang . ,57%) serta 1 orang dengan persentase 2,86%. responden yang berusia 35 sampai dengan 50 tahun berjumlah 1 orang Tabel 4. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Jumlah Persentase Laki - Laki 62,86% Perempuan 37,14% Total 100,00% Sumber : Data Primer Diolah, 2019 Putu Dita Saptarini Ni Made Yudhaningsih Jurnal Satyagraha. Vol. No. Pebruari Ae Juli 2020 Berdasarkan terlihat jumlah responden dengan jenis kelamin laki-laki berjumlah sebanyak 22 orang dengan persentase 62,86% sedangkan responden dengan jenis ISSN :2620-6358 sebanyak 13 orang dengan persentase 37,14%. Jadi dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden pada penelitian ini berjenis kelamin laki-laki. Tabel 4. Karakteristik Responden Berdasarkan Status Status Jumlah Persentase Menikah 22,86% Belum Menikah 77,14% Total 100,00% Sumber : Data Primer Diolah, 2019 Berdasarkan tabel diatas, terlihat jumlah responden yang sudah menikah sebanyak 8 orang dengan persentase 22,86% sedangkan responden yang belum menikah sebanyak 27 orang dengan persentase 77,14%. Jadi dapat responden pada penelitian ini berstatus belum menikah. Tabel 4. Karakteristik Responden Berdasarkan Lama Bekerja Lama Bekerja Jumlah Persentase < 1 tahun 51,42% 1 - 2 tahun 34,29% 3 - 4 tahun 14,29% Total 100,00% Sumber : Data Primer Diolah, 2019 Tabel diatas menunjukan bahwa, responden dengan masa kerja kurang dari 1 tahun sebanyak 18 orang . ,42%), responden dengan masa kerja 1 sampai dengan 2 tahun sebanyak 12 orang . ,29%), dan responden dengan masa kerja 3 sampai dengan 4 tahun sebanyak 5 orang . ,29%). Berdasarkan data dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa Putu Dita Saptarini Ni Made Yudhaningsih Jurnal Satyagraha. Vol. No. Pebruari Ae Juli 2020 mayoritas responden pada penelitian ini memiliki masa kerja kurang dari 1 tahun dengan persentase 51,42% sedangkan responden yang paling sedikit dengan masa kerja 3 sampai dengan 4 tahun yaitu sebanyak 5 orang dengan persentase 14,29%. Pada PT Parama Asia Sejahtera mayoritas karyawannya memiliki masa kerja kurang dari 1 tahun terlihat bahwa tingkat turnover karyawan cukup tinggi mengingat karyawan dengan masa ISSN :2620-6358 kerja 3 Ae 4 tahun hanya berjumlah 5 orang dari total karyawan 35 orang. Deskripsi Kategori Variabel Deskripsi menggambarkan tanggapan responden mengenai peranan kepuasan kerja karyawan pada PT Parama Asia Sejahtera. Tabel 4. Kategori Kecenderungan Kompensasi Frekuensi NO. Kelas Interval Junlah Persentase 32,3 < X 25,70% 22,7 O X O 32,3 34,30% X < 22,7 Total 100,00% Sumber : Data Primer Diolah, 2019 Kategori Tinggi Sedang Rendah Berdasarkan tabel 4. 6 di atas dapat persentase yang berbeda yaitu tinggi diketahui kategori kecenderungan 25,70%, 34,30%. Kompensasi Berdasarkan rendah memiliki persentase yang paling tinggi yaitu 40% dibandingkan dengan disimpulkan bahwa kompensasi yang kategori kecenderungan yang lain. digunakan sebagai sampel penelitian Sedangkan kategori yang lain memiliki adalah cenderung rendah. Tabel 4. Kategori Kecenderungan Loyalitas Karyawan Frekuensi NO. Kelas Interval Kategori Junlah Persentase 16,3 < X 22,86% Tinggi 11,7 O X O 16,3 60,00% Sedang X < 11,7 17,14% Rendah Total 100,00% Sumber : Data Primer Diolah, 2019 Putu Dita Saptarini Ni Made Yudhaningsih Jurnal Satyagraha. Vol. No. Pebruari Ae Juli 2020 Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui kategori kecenderungan loyalitas karyawan. Loyalitas karyawan kategori sedang memiliki persentase yang paling tinggi yaitu 60,00% dibandingkan dengan kategori kecenderungan yang lain. Sedangkan kategori yang lain ISSN :2620-6358 memiliki persentase yang berbeda yaitu tinggi 22,86%, dan rendah 17,14%. Berdasarkan disimpulkan bahwa loyalitas karyawan yang digunakan sebagai sampel penelitian adalah cenderung sedang dengan presentase 60,00%. Tabel 4. Kategori Kecenderungan Kepuasan Kerja NO. Kelas Interval 74,3 < X 53,7 O X O 74,3 X < 53,7 Total Sumber : Data Primer Diolah, 2019 Frekuensi Junlah Persentase 11,43% 40,00% 48,57% 100,00% Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui kategori kecenderungan kepuasan kerja. Kepuasan kerja kategori kurang puas memiliki persentase yang paling tinggi yaitu 48,57% dibandingkan dengan kategori kecenderungan yang lain. Sedangkan kategori yang lain memiliki persentase yang berbeda yaitu puas dengan persentase terendah yaitu 11,43%, dan cukup puas 40,00%. Berdasarkan tabel kategori kecenderungan di atas, dapat disimpulkan bahwa kepuasan kerja yang digunakan sebagai sampel Kategori Puas Cukup Puas Kurang Puas penelitian adalah cenderung kategori kurang puas. Uji Instrumen Penelitian Uji Validitas Uji mengetahui apakah instrumen yang disusun benar-benar mampu mengukur apa yang diinginkan. Uji validitas digunakan untuk mengukur seberapa valid instrumen dapat mengungkap data dari variabel yang diteliti secara Uji membandingkan antara rhitung dan rtabel. Putu Dita Saptarini Ni Made Yudhaningsih Jurnal Satyagraha. Vol. No. Pebruari Ae Juli 2020 ISSN :2620-6358 Tabel 4. Uji Validitas Variabel Kompensasi Pearson Correlation Item Pernyataan . 0,852 0,878 0,335 0,760 0,643 0,733 0,868 0,739 0,549 Sumber : Data Primer Diolah, 2019 Berdasarkan data yang tersaji pada 11, dapat diketahui bahwa 9 butir instrumen variabel kompensasi (X) dapat dinyatakan valid, karena r tabel (Taraf sig 5%) Keterangan 0,334 Valid rhitung > rtabel, sehingga semua pernyataan tersebut dapat digunakan untuk penelitian. Tabel 4. Uji Validitas Variabel Loyalitas Karyawan Pearson Correlation Item Pernyataan . 0,655 0,650 0,747 0,742 0,714 0,600 0,794 Sumber : Data Primer Diolah, 2019 r tabel (Taraf sig Keterangan 0,334 Valid Putu Dita Saptarini Ni Made Yudhaningsih Jurnal Satyagraha. Vol. No. Pebruari Ae Juli 2020 Berdasarkan data yang tersaji pada 12, dapat diketahui bahwa 7 butir instrumen variabel loyalitas karyawan (Y) dapat dinyatakan valid. ISSN :2620-6358 karena rhitung > rtabel, sehingga semua pernyataan tersebut dapat digunakan untuk penelitian. Tabel 4. Uji Validitas variabel Kepuasan Kerja Pearson r tabel (Taraf sig Correlation Item Pernyataan Keterangan . 0,762 0,815 0,692 0,708 0,728 0,695 0,797 0,834 0,690 Z10 0,621 0,334 Valid Z11 0,556 Z12 0,685 Z13 0,859 Z14 0,561 Z15 0,644 Z16 0,520 Z17 0,355 Z18 0,793 Z19 0,777 Z20 0,843 Z21 0,833 Sumber : Data Primer Diolah, 2019 Berdasarkan data yang tersaji pada 13, dapat diketahui bahwa 21 butir instrumen variabel kepuasan kerja (Z) dapat dinyatakan valid, karena rhitung > rtabel, sehingga semua pernyataan tersebut dapat digunakan untuk penelitian. Putu Dita Saptarini Ni Made Yudhaningsih Jurnal Satyagraha. Vol. No. Pebruari Ae Juli 2020 Uji Reliabilitas ISSN :2620-6358 Variabel dikatakan reliabel jika nilai Cronbach Alpha > 0,6. Semakin nilai alpahnya mendekati satu maka nilai reliabilitas datanya semakin terpercaya. Tingkat reliabel suatu variabel atau konstruk penelitian dapat dilihat dari hasil uji statistik Cronbach Alpha (). Tabel 4. Hasil Uji Reabilitas Variabel Cronbach's Alpha Kompensasi (X) 0,881 Loyalitas Karyawan (Y) 0,805 Kepuasan Kerja (Z) 0,950 Sumber : Data Primer Diolah, 2019. Hasil pengujian reliabilitas terhadap semua variabel dengan CronbachAos Alpha sebagaimana terlihat pada tabel 4. 14 menunjukkan bahwa nilai Alpha lebih dari 0,60 dan juga rhitung > dari rtabel . hitung > 0,. Oleh karena itu dapat ditentukan bahwa semua instrumen penelitian ini adalah reliabel . r tabel . araf sig Batas Minimal CronbachAos Alpha Keterangan 0,334 0,60 Reliabel Uji Hipotesis (Uji . Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji t yang kegunaannya adalah untuk mengetahui diterima atau ditolaknya Untuk melakukan uji-t digunakan tabel coefficient. Uji-t dilakukan untuk mengetahui apakah antara variabel bebas dan variabel terikat mempunyai pengaruh atau tidak. Tabel 4. Koefisien Regresi Pengaruh Kompensasi Terhadap Loyalitas Karyawan Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Model Error Beta 1 (Constan. 8,584 1,952 Kompensasi ,214 ,071 ,465 Dependent Variable: Loyalitas Karyawan Sumber : Data Primer Diolah, 2019 4,399 3,021 Sig. ,000 ,005 Putu Dita Saptarini Ni Made Yudhaningsih Jurnal Satyagraha. Vol. No. Pebruari Ae Juli 2020 ISSN :2620-6358 Maka dapat diartikan bahwa kompensasi berpengaruh positif dan siginifikan terhadap loyalitas karyawan PT Parama Asia Sejahtera Dari hasil perhitungan di atas diketahui bahwa nilai t-hitung > t-tabel . ,021 >2,. dan sig < 0,05 . ,005< 0,. hal ini berarti H0 ditolak dan H1 diterima. Tabel 4. Koefisien Regresi Pengaruh Kompensasi Terhadap Kepuasan Kerja Coefficientsa Unstandardized Coefficients Std. Error Model (Constan. 9,572 4,759 Kompensasi 1,739 ,172 Standardized Coefficients Beta ,869 Sig. 2,011 ,053 10,089 ,000 Dependent Variable: Kepuasan Kerja Sumber : Data Primer Diolah, 2019 Maka dapat diartikan bahwa kompensasi berpengaruh positif dan siginifikan terhadap kepuasn kerja pada PT Parama Asia Sejahtera. Dari hasil perhitungan di atas diketahui bahwa nilai t-hitung > t-tabel 10,. >2,. dan sig < 0,05 . ,000< 0,. hal ini berarti H0 ditolak dan H1 Tabel 4. Koefisien Regresi Pengaruh Kepuasan Kerja Terhadap Loyalitas Karyawan Model 1 (Constan. Kepuasan Kerja Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta 6,793 1,872 ,134 ,032 ,584 Sig. 3,629 ,001 4,130 ,000 Dependent Variable: Loyalitas Karyawan Sumber : Data Primer Diolah, 2019 Putu Dita Saptarini Ni Made Yudhaningsih Jurnal Satyagraha. Vol. No. Pebruari Ae Juli 2020 Dari hasil perhitungan di atas diketahui bahwa nilai t-hitung > t-tabel 4,. >2,. dan sig < 0,05 . ,000< 0,. hal ini berarti H0 ditolak dan H1 Maka dapat diartikan bahwa kepuasan kerja berpengaruh positif dan siginifikan terhadap loyalitas karyawan pada PT Parama Asia Sejahtera. Analisis Jalur (Analisis Pat. Berdasarkan hasil uji hipotesis secara parsial . dapat digambarkan hubungan pengaruh langsung dan tidak langsung variabel kompensasi, kepuasan kerja dan loyalitas karyawan. Pengaruh Langsung Dalam menghitung pengaruh langsung digunakan rumus sebagai berikut: Pengaruh kompensasi terhadap loyalitas Y = 0,465 atau 46,5% Pengaruh kompensai terhadap kepuasan Z = 0,869 atau 86,9% Pengaruh kepuasan kerja terhadap loyalitas karyawan ISSN :2620-6358 Y = 0,584 atau 58,4% Pengaruh Tidak Langsung Dalam menghitung pengaruh tidak langsung digunakan rumus sebagai Pengaruh kompensasi terhadap loyalitas karyawan melalui kepuasan Y = 0,869 X 0,584 = 0,507 atau 50,7%. Dari hasil uji pengaruh diatas langsung kompensasi (X) terhadap kepuasan kerja sebesar 0,465 atau 46,5%. Sedangkan didapatkan pengaruh tidak langsung kompensasi (X) terhadap loyalitas karyawan (Y) melalui kepuasan kerja (Z) sebesar 0,507 atau 50,7% atau dapat dikatakan pengaruh tidak langsung lebih besar dari pengaruh langsung kompensasi (X) terhadap loyalitas karyawan (Y). Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa kepuasan kerja (Y) mampu memediasi pengaruh kompensasi (X) terhadap loyalitas karywan (Y) yang dapat digambarkan memalui diagram jalur dibawah ini: Putu Dita Saptarini Ni Made Yudhaningsih Jurnal Satyagraha. Vol. No. Pebruari Ae Juli 2020 ISSN :2620-6358 0,233026 0,0602321359 Sobel Test ycs= Sobel test merupakan uji untuk mengetahui apakah hubungan yang melalui sebuah variabel mediasi secara signifikan mampu sebagai mediator dalam hubungan tersebut. ycs = 3,8687985494 ycs= OoycaAycIyaycaA aASEbA ycs 1,739 x 0,134 Oo. ,134Aycu0,172A) . ,739Ax. ,032A) ycs= ycs= 1,739 x 0,134 Oo0,005312103 0,0030966999 0,233036 Oo0,0036279102 Dari hasil uji sobel diatas, maka didapatka nilai Z adalah 3,8687985494. Dengan kategori Z multak > 1,96 . Sehingga secara signifikan ada pengaruh tidak langsung kompensasi terhadap loyalitas karyawan melalui kepuasan Dengan nilai Z 3,8687985494 > 1,96. Pembahasan Pengaruh loyalitas karyawan. Berdasarkan hasil analisis regresi diatas menunjukan adanya pengaruh antara kompensasi terhadap loyalitas karyawan PT Parama Asia Sejahtera terlihat dari Putu Dita Saptarini Ni Made Yudhaningsih Jurnal Satyagraha. Vol. No. Pebruari Ae Juli 2020 nilai t-hitung > t-tabel . ,021 >2,. dan sig < 0,05 . ,005< 0,. hal ini berarti H0 ditolak dan H1 diterima yang berarti bahwa kompensasi berpengaruh positif dan siginifikan terhadap loyalitas karyawan . Dari hasil analisis tersebut menunjukan bahwa semakin layak kompensasi yang diberikan kepada karyawan maka loyalitas karyawan akan meningkat, begitu pula sebaliknya. Pengaruh Kompensasi Terhadap Kepuasan Kerja. Berdasarkan hasil analisis regresi diatas, menunjukan adanya pengaruh antara kompensasi terhadap kepuasn kerja karyawan PT Parama Asia Sejahtera terlihat dari nilai t-hitung > t-tabel . ,089>2,. dan sig < 0,05 . ,000< 0,. hal ini berarti H0 ditolak dan H1 diterima. Maka kompensasi berpengaruh positif dan siginifikan terhadap kepuasan kerja. Dari menunjukan bahwa semakin layak kompensasi yang diberikan kepada karyawan maka kepuasan kerja karyawan akan meningkat, begitu pula sebaliknya. Pengaruh Kepuasan Kerja Terhadap Loyalitas Karyawan. Berdasarkan hasil analisis regresi diatas, menunjukan adanya pengaruh antara kepuasan kerja terhadap loyalitas karyawan PT Parama Asia Sejahtera terlihat dari nilai t-hitung > t-tabel . ,130>2,. dan sig < 0,05 . ,000< 0,. hal ini berarti H0 ditolak dan H1 diterima. Maka dapat diartikan bahwa kepuasan kerja berpengaruh positif dan siginifikan terhadap loyalitas Pengaruh Loyalitas Kompensasi Karyawan Terhadap Melalui ISSN :2620-6358 Kepuasan Kerja. Berdasarkan hasil analisis jalur dapat diketahui besarnya pengaruh kompensasi (X) terhadap loyalitas karyawan (Y) sebesar 0,465 atau sebesar 46,5% , besarnya pengaruh kepuasan kerja (Z) terhadap loyalitas karyawan (Y) sebesar 0,584 atau sebesar 58,4%. Dapat diketahui pengaruh langsung kompensasi (X) terhadap loyalitas karyawan (Y) sebesar 0,465 sedangkan pengaruh tidak langsung kompensasi (X) terhadap loyalitas karyawan (Y) melalui kepuasan kerja (Z) sebesar 0,507. Pengaruh tidak langsung lebih besar dari pengaruh langsung kompensasi (X) terhadap loyalitas karyawan (Y). Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa kepuasan kerja (Y) mampu memediasi pengaruh kompensasi (X) terhadap loyalitas karywan (Y) pada PT Parama Asia Sejahtera. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data dan disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan kompensasi terhadap loyalitas karyawan, pengaruh positif dan signifikan kompensasi terhadap kepuasan kerja, pengaruh positif dan signifikan kepuasan kerja terhadap loyalitas karyawan dan pengaruh yang signifikan kompensasi terhadap loyalitas karyawan melalui kepuasan kerja dimana kepuasan kerja mampu Putu Dita Saptarini Ni Made Yudhaningsih Jurnal Satyagraha. Vol. No. Pebruari Ae Juli 2020 terhadap loyalitas karyawan pada PT Parama Asia Sejahtera ISSN :2620-6358 kompensasi,loyalitas karyawan serta kepuasan kerja. Saran DAFTAR PUSTAKA