Jurnal Ilmiah Pamenang - JIP E-ISSN : 2715-6036 P-ISSN : 2716-0483 DOI : 10. Vol. 6 No. Juni 2024, 26 - 33 EFEKTIVITAS ELEKTRONIK PERAWAT PENDAMPING STUNTING TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG STUNTING DI DESA PUNGGING KECAMATAN PUNGGING KABUPATEN MOJOKERTO THE EFFECTIVENESS OF ELECTRONIC STUNTING COMPANION NURSES ON MOTHER'S KNOWLEDGE AND ATTITUDES REGARDING STUNTING IN PUNGGING VILLAGE. PUNGGING DISTRICT. MOJOKERTO DISTRICT Rina Widiyawati*. Linda Presti Fibriana2 1 STIKesDian Husada 2 STIKesDian Husada *Korespondensi Penulis : gugik. rina@gmail. Abstrak Stunting menurut WHO adalah gangguan tumbuh kembang yang dialami anak akibat gizi buruk, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai (Akashi NU,2. Sebagai upaya menekan terjadinya stunting diperlukan perhatian khusus bagi ibu hamil dan anak . alam masa kehidupan 1000 hari pertam. Pemerintah Kabupaten Mojokerto berhasil menurunkan angka stunting dari 27,4% dari tahun 2022 menjadi 11,6% di tahun 2023. Pemerintah Kabupaten Mojokerto telah berhasil mencapai di bawah target nasional angka prevalensi stunting , namun Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus berkomitmen untuk menurunkan angka kasus stunting hingga 0%. Hasil penelitian lain menunjukkan bahwa kejadian stunting dipengaruhi oleh pengetahuan ibu dan salah satu penyebab kurangnya pengetahuan ibu adalah tidak semua ibu pergi ke posyandu untuk mendapatkan informasi (Ramdhani et al, 2. Hasil survei yang dilakukan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) yang dirilis Maret 2019, total populasi penduduk Indonesia sebanyak 264,16 juta orang. Dari total populasi itu, sebanyak 64,8% penduduk sudah melek terhadap Internet, atau sebanyak 171,17 juta orang. Dari sisi penggunanya, terungkap bahwa penggunaan smartphone . menjadi alat yang sangat dominan sebagai alat untuk akses internet setiap hari, yakni mencapai 93,9%. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas pendidikan kesehatan melalui media ektronik perawat pendamping stunting . -perampin. terhadap pengetahuan dan sikap ibu tentang stunting di Desa Pungging Kecamatan Pungging Kabupaten Mojokerto. Metode penelitian menggunakan quasi-experimental design dengan pendekatan rancangan pretest- posttest control group design. Total sampel pada penelitian ini sebanyak 60 orang dengan jumlah responden sebanyak 30 orang pada masing-masing kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E-Peramping . lektronik perawat pendamping stuntin. meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu tentang stunting. Pada kelompok perlakuan diperoleh hasil yang signifikan antara pretest dan postest baik pada pengetahuan dan sikap ibu dengan nilai p 0,000. Dapat disimpulkan bahwa E-Peramping merupakan media yang efektif mempengaruhi pengetahuan dan sikap ibu tentang stunting. Kata kunci : Stunting. Pengetahuan. Sikap Abstract According to WHO, stunting is a growth and development disorder experienced by children due to poor nutrition, recurrent infections and inadequate psychosocial stimulation (Akashi NU, 2. an effort to reduce the occurrence of stunting, special attention is needed for pregnant women and children . n the first 1000 days of lif. The Mojokerto Regency Government has succeeded in reducing the stunting rate from 27. 4% in 2022 to 11. 6% in 2023. The Mojokerto Regency Government has managed to reach below the national target for stunting prevalence rates, but the Submitted Accepted Website : 26 Februari 2024 : 5 April 2024 : jurnal. id | Email : jurnal. pamenang@gmail. Efektivitas Elektronik Perawat Pendamping Stunting Terhadap Pengetahuan . (Rina Widiyawati, dk. Mojokerto Regency Government continues to be committed to reducing the number of stunting cases to 0%. The results of other research show that the incidence of stunting is influenced by mothers' knowledge and one of the causes of mothers' lack of knowledge is that not all mothers go to posyandu to get information (Ramdhani et al, 2. The results of a survey conducted by the Indonesian Internet Service Providers Association (APJII) which was released in March 2019, showed that the total population of Indonesia was 264. 16 million people. Of the total population, 8% of the population is Internet literate, or 171. 17 million people. From the user side, it was revealed that the use of smartphones . ell phone. is the most dominant tool for internet access every day, reaching 93. This research aims to see the effectiveness of health education through electronic media for stunting assistant nurses . -perampin. on mothers' knowledge and attitudes about stunting in Pungging Village. Pungging District. Mojokerto Regency. The research method uses quasi-experimental design with a pretest-posttest control group design approach. The total sample in this study was 60 people with 30 respondents in each group. The research results showed that E-Peramping . lectronic stunting companion nurs. increased mothers' knowledge and attitudes about stunting. In the treatment group, significant results were obtained between the pretest and posttest on both maternal knowledge and attitudes with a p value of 0. It can be concluded that E-Peramping is an effective media in influencing mothers' knowledge and attitudes about stunting. Keywords: Stunting. Knowledge. Attitude Pendahuluan Stunting menurut Kemenkes . adalah kondisi gagal pertumbuhan pada anak . ertumbuhan tubuh dan ota. akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Sehingga, anak lebih pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam Sedangkan stunting menurut WHO adalah gangguan tumbuh kembang yang dialami anak akibat gizi buruk, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai (Akashi NU,2. Sebagai upaya menekan terjadinya stunting diperlukan perhatian khusus bagi ibu hamil dan anak . alam masa kehidupan 1000 hari pertam. Perhatian tersebut dapat berupa konsultasi kehamilan secara rutin, kunjungan perawat ke rumah ibu hamil, posyandu balita. Ibu hamil dan juga ibu yg memiliki anak bayi juga bisa mendapatkan ilmu mengenai pencegahan stunting di media elektronik. Situasi pandemi Covid-19 yang pernah terjadi di Indonesia membuat fasilitas kesehatan yang telah disediakan oleh Pemerintah menjadi sulit Adanya anjuran menjaga jarak membuat masyarakat menjadi terkendala untuk mendatangi secara langsung posyandu atau fasilitas kesehatan lainnya untuk mendapatkan informasi kesehatan khususnya stunting secara langsung dan detail. Media elektronik adalah bentuk perkembangan baru media komunikasi massa melalui perangkat elektronik untuk menyebarkan berita. Contohnya adalah televisi, radio, dan gawai dengan internet yang penggunaannya kian meluas pada era digital ini (Times Indonesia. Dengan adanya media elektronik ini semakin memudahkan ibu hamil untuk mengakses lebih banyak ilmu atau informasi mengenai stunting. Kementrian Kesehatan 2022menyatakan bahwa dengan melibatkan sampel sejumlah 334. 848 bayi dan balita yang ada di 486 Kabupaten / Kota di 33 Provinsi di Indonesia. Indonesia berhasil menurukan angka stunting menjadi 21,6%. Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022, di Provinsi Jawa Timur prevalensi stunting sebesar 19,2 persen. Presiden Republik Indonesia. Joko Widodo juga menyampaikan harapannya dalam Pembukaan Rapat Kerja Nasional Program Pembangunan Keluarga. Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Banggakencan. dan Penurunan Stunting di Auditorium BKKBN Halim Perdanakusuma Jakarta pada tanggal 25 Januari 2023 yaitu target persentase stunting di Indonesia pada tahun 2024 dapat turun hingga 14 persen. Efektivitas Elektronik Perawat Pendamping Stunting Terhadap Pengetahuan . (Rina Widiyawati, dk. Pemerintah Kabupaten Mojokerto berhasil menurunkan angka stunting dari 27,4% dari tahun 2022 menjadi 11,6% di tahun 2023. Pemerintah Kabupaten Mojokerto telah berhasil mencapai di bawah target nasional angka prevalensi stunting , namun Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus berkomitmen untuk menurunkan angka kasus stunting hingga 0%. Hasil survei yang dilakukan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) yang dirilis Maret 2019, total populasi penduduk Indonesia sebanyak 264,16 juta Dari total populasi itu, sebanyak 64,8% penduduk sudah melek terhadap Internet, atau sebanyak 171,17 juta orang. Dari sisi penggunaan smartphone . menjadi alat yang sangat dominan sebagai alat untuk akses internet setiap hari, yakni mencapai 93,9% (Indonesia Baik, 2. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kejadian stunting Pengetahuan ibu tentang stunting dipengaruhi oleh lingkungan, pengalaman, sosial budaya Pengetahuan ibu akan mempengaruhi bagaimana ibu memenuhi pola pemenuhan gizi selama 1000 hari pertama (Mardihani PW & Husain F, 2. Hal ini sejalan dengan penelitian Ramdhani et al, 2020, yang menunjukkan bahwa kurangnya pengetahuan ibu tentang stunting disebabkan tidak semua ibu balita melakukan kunjungan ke Posyandu. Berdasarkan hal tersebut maka peneliti bermaksud melakukan penelitian bagaimana pendamping stunting . -perampin. terhadap pengetahuan dan sikap ibu tentang stunting di Desa Pungging Kecamatan Pungging Kabupaten Mojokerto. Metode Penelitian ini menggunakan quasiexperimental design dengan pendekatan rancangan pretest- posttest control group Intervensi dengan media e-peramping . lektronik perawat pendamping stuntin. diberikan kepada kelompok perlakuan. mendapatkan informasi tentang media eperamping. Total sampel pada penelitian ini sebanyak 60 orang dengan jumlah responden sebanyak 30 orang pada masing-masing Sampel menggunakan cara non probability sampling jenis consecutive sampling. Kriteria inklusi untuk ibu adalah ibu mampu berbahasa Indonesia, sedang hamil atau memiliki balita dan pada kelompok perlakuan responden mengakses e-peramping. Alat yang digunakan sebagai pengumpul data dalam penelitian ini berupa kuesioner tentang karakteristik responden, pengetahuan tentang stunting dan sikap ibu tentang Karakteristik responden meliputi: umur, pendidikan, pekerjaan dan sumber mendapatkan informasi tentang stunting. Kuesioner yang menjadi instrumen penelitian telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil pengujian pengetahuan memperoleh nilai reliabilitas sebesar 0,802, sedangkan untuk sikap reliabilitasnya sebesar 0,905. Media e-peramping. lektronik perawat pendamping stuntin. yang digunakan dibuat berdasarkan tinjauan teoritis. Media ini berisi prevalensi, penyebab, cara pencegahan dan nomor perawat desa yang dapat dihubungi apabila responden membutuhkan informasi dan penanganan lebih lanjut. Waktu penelitian bulan Januari 2024. Lokasi penelitian bertempat di Balai Desa Pungging Kecamatan Pungging Kabupaten Mojokerto. Variabel pada penelitian ini adalah media E-Peramping sebagai media pendidikan kesehatan sebagai variabel independent . dan pengetahuan dan sikap ibu tentang stunting sebagai variabel dependen . Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang berisi 10 pertanyaan pada masing- masing variabel independen yang meliputi definisi, penyebab, dampak dan pencegahan stunting. Kegiatan dilakukan selama 2 hari, meliputi kegiatan pretest yang dilakukan pada kedua kelompok penelitian di hari pertama. Setelah semua responden menyelesaikan pretest, selanjutnya kelompok dibedakan menjadi kelompok kontrol dan kelompok Pada kelompok kontrol selanjutnya diperkenankan meninggalkan ruangan dan kembali esoknya untuk kegiatan posttest. Efektivitas Elektronik Perawat Pendamping Stunting Terhadap Pengetahuan . (Rina Widiyawati, dk. Kelompok Perlakuan KelompokKontrol Kategori Frek Prosentas Frek (%) Usia < 20 tahun 20 Ae 35 tahun > 35 tahun Pendidikan SMP SMA Perguruan Tinggi Pekerjaan Swasta Wiraswasta PNS Tidak bekerja Sumber Informasi Stunting Puskesmas Media Sosial Belum Pernah Prosentase (%) Kelompok perlakuan yang masih tetap di ruangan selanjutnya diberikan penjelasan e-peramping mempermudah responden mengakses atau Setelah responden kelompok perlakuan memahami media e-peramping selanjutnya diperkenankan untuk pulang dan kembali esoknya. Penelitian dilaksanakan selama 2 hari dengan tujuan memberi waktu pada kelompok perlakuan untuk mempelajari informasi yang ada di e-peramping dan Kategori Kurang Cukup Baik Total Kelompok kontrol Pre test Post test 73,3 24 16,7 2 Kelompokperlakuan Pre Test Post test whatssapp perawat desa yang sudah tertera di e-peramping. Pada hari kedua responden diminta hadir kembali ke Balai Desa Pungging untuk mengisi kuesioner post-test. Analisis data pada penelitian ini diolah dengan program statistik. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat. Analisis univariat digunakan untuk menjelaskan variabel pengetahuan, sikap, dan variabel data umum yang meliputi usia, pendidikan, pekerjaan, dan sumber informasi tentang Analisis bivariat yang dilakukan pada sampel yang berpasangan digunakan uji test dependen dan data yang tidak berpasangan di uji dengan t test independent. Hasil Tabel 1. Data Umum Responden Berdasarkan hasil penelitian diperoleh baik pada kelompok kontrol maupun kelompok perlakuan bahwa sebagian besar responden berusia 20-35 tahun, memiliki pendidikan terakhir SMA, tidak bekerja dan belum mendapatkan informasi tentang stunting. Tabel 2. Distribusi Frekuensi Pengetahuan Ibu Tentang Stunting Sebelum dan Sesudah Penggunaan Media E-Peramping (Elektronik Perawat Pendamping Stuntin. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa pada kelompok kontrol sebagian besar responden memiliki pengetahuan kategori cukup yaitu pre-test sebanyak 22 orang . ,3%) maupun post-test sebanyak 24 orang . %). Pada kelompok perlakuan hasil pre-test menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan cukup sebanyak 19 orang . ,3%), sedangkan hasil post-test menunjukkan besar responden memiliki pengetahuan baik sebanyak 17 orang . ,7%). Tabel 3. Distribusi Frekuensi Sikap Ibu Tentang Stunting Sebelum dan Sesudah Penggunaan Media E-Peramping (Elektronik Perawat Pendamping Stuntin. Kategori Positif Negatif Kelompok kontrol Pre test Post test 13,3 3 86,7 27 Kelompok perlakuan Pre Test Post test Total Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa pada kelompok kontrol sebagian besar responden memiliki sikap kategori negatif yaitu pre-test sebanyak 26 orang . ,7%) maupun post-test sebanyak 27 orang . %). Pada kelompok perlakuan hasil pre-test Efektivitas Elektronik Perawat Pendamping Stunting Terhadap Pengetahuan . (Rina Widiyawati, dk. responden memiliki sikap kategori negatif sebanyak 25 orang . ,3%) dan hasil post-test responden memiliki sikap kategori sebanyak 26 orang . ,7%). Tabel 4. Perbedaan Pengetahuan Ibu Tentang Stunting Sebelum dan Sesudah Penggunaan Media E-Peramping (Elektronik Perawat Pendamping Stuntin. Pengetahuan Rerata Sig. Pretest Kel. Kontrol Posttest Kel. Kontrol 13,8922 14,2134 1,789 Pretest Kel. Perlakuan Posttest Kel. Perlakuan 13, 9550 6,768 16,1458 0,000 0,078 Keteranga Tidak Signifikan Signifikan Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa perbedaan nilai pengetahuan pretest dan posttest pada kelompok kontrol tidak signifikan yaitu 0,078 dan hasil menunjukkan signifikan pada kelompok perlakuan yaitu 0,000. Tabel 5. Perbedaan Sikap Ibu Tentang Stunting Sebelum dan Sesudah Penggunaan Media E-Peramping (Elektronik Perawat Pendamping Stuntin. Sikap Rerata Pretest Kel. Kontrol Posttest Kel. Kontrol 53,2563 54,7311 Pretest Kel. Perlakuan 52,8756 Posttest Kel. Perlakuan 60,7844 1,930 Sig. Keterangan 0,049 Tidak Signifikan 6,754 0,000 Signifikan Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa perbedaan nilai sikap pretest dan posttest pada kelompok control tidak signifikan yaitu 0,049 dan hasil menunjukkan signifikan pada kelompok perlakuan yaitu 0,000. Pembahasan Pengetahuan Ibu Tentang Stunting Sebelum SesudahPenggunaan Media E-Peramping (Elektronik Perawat Pendamping Stuntin. Berdasarkan tabel 2 hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kategori pengetahuan pada kelompok perlakuan antara sebelum dan sesudah menggunakan media e-peramping. Hasil pretest baik pada kelompok control maupun kelompok perlakuan menunjukkan bahwa Sebagian besar responden memiliki pengetahuan cukup tentang stunting yaitu sebanyak 22 orang . ,3%) pada kelompok kontrol dan sebanyak 19 orang . ,3%) pada kelompok perlakuan. Setelah dilakukan posttest diperoleh hasil bahwa sebagian besar kelompok kontrol masih memiliki pengetahuan cukup yaitu 24 orang . ,0%) dan pada kelompok perlakuan terdapat kenaikan jumlah responden dengan pengetahuan baik sebanyak 11 orang menjadi 17 orang . ,7%). Hasil survei yang dilakukan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) yang dirilis Maret 2019, total populasi penduduk Indonesia sebanyak 264,16 juta orang. Dari total populasi itu, sebanyak 64,8% penduduk sudah melek terhadap Internet, atau sebanyak 171,17 juta orang. Dari sisi penggunanya, terungkapbahwapenggunaan smartphone ( ponse. menjadi alat yang sangat dominan sebagai alat untuk akses internet setiap hari, yakni mencapai 93,9%. Dari data yang tersaji itu, penetrasi internet yang tinggi diyakini bisa menjadi menjadi instrumen untuk pertumbuhan ekonomi satu negara. Melalui medium internet, banyak peluang yang bisa diciptakan, diinovasikan, penyebaran pengetahuan, peningkatan kemampuan konsumen, serta membangun jaringan serta mengelola interaksi sosial di seluruh dunia (Indonesia Baik, 2. Peningkatan jumlah responden pada kelompok perlakuan yang sebelumnya kategori cukup menjadi kategori baik kemungkinan dikarenakan responden aktif e-peramping sehingga penyebaran pengetahuan tentang stunting dapat diterima dan dipahami dengan baik. Dalam penelitian ini diketahui juga bahwa kelompok kontrol sebagian besar memiliki pengetahuan kategori cukup. Hal ini kemungkinan dikarenakan faktor usia dan pendidikan terakhir ibu. Sikap Ibu Tentang Stunting Sebelum dan Sesudah Penggunaan Media EPeramping (Elektronik Perawat Pendamping Stuntin. Berdasarkan tabel 2 hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kategori sikap pada kelompok perlakuan antara sebelum dan sesudah menggunakan media e-peramping. Hasil pretest baik pada kelompok kontrol maupun kelompok Efektivitas Elektronik Perawat Pendamping Stunting Terhadap Pengetahuan . (Rina Widiyawati, dk. perlakuan menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki sikap negatif yaitu sebanyak 26 orang . ,7%) pada kelompok kontrol dan sebanyak 25 orang . ,3%) pada kelompok perlakuan. Setelah dilakukan posttest diperoleh hasil bahwa sebagian besar kelompok kontrol masih memiliki sikap negatif yaitu 27 orang . %) dan pada kelompok perlakuan terdapat kenaikan jumlah responden dengan sikap positif sebanyak 11 orang menjadi 26 orang . ,7%). Literasi digital sangat diperlukan saat ini karena dapat menetralkan berita bohong dandapat mengembangkan kemampuan orang di era digitalisasi. Penggunaan kemampuan literasi digital didukung dengan media sosial yang dapat mendorong perubahan dalam sikap, perilaku dan kognisi kearah yang lebih baik (Syah. Darmawan. , & Purnawan. A, 2. Peningkatan jumlah responden pada kelompok perlakuan yang sebelumnya kategori negatif menjadi kategori positif kemungkinan dikarenakan responden mampu menggunakan media e-peramping sebagai media literasi digital secara Responden dapat berkomunikasi dan konsultasi dengan bidan desa melalui nomor whatsapp yang telah disediakan E-Peramping. Hal mempengaruhi perubahan sikap responden menjadi arah yang lebih baik. Perbedaan Pengetahuan Ibu Tentang Stunting Sebelum Sesudah Penggunaan Media E-Peramping (Elektronik Perawat Pendamping Stuntin. Berdasarkan tabel 4 diketahui bahwa terdapat perbedaan antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Hasil Analisa menunjukkan bahwa perbedaan nilai pengetahuan pretest dan posttest kelompok control tidak signifikan dengan nilai 0,078. Hal ini berbeda dengan kelompok perlakuan yang menunjukkan bahwa perbedaan pengetahuan hasil pretest dan postest adalah signifikan dengan nilai 0,000. Literasi digital merupakan kemampuan seseorang dalam mencari, memahami dan menggunakan informasi yang diperoleh dar isumber digital dengan baik dan bijak. Pada materi Gerakan Literasi Nasional yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikandan Kebudayaan Indonesia (Kemendikbud, 2017 dalam Hermuttaqein. BPF dkk, 2. , definisi lengkap literasi digital adalah pengetahuan dan kecakapan untuk memakai media digital, alat komunikasi,atau jaringan dalam mencari, menemukan,mengevaluasi,menggunakan, membuat informasi dan memanfaatkannya secara baik, bijak,cerdas,cermat,tepatdan patuh hukum dengan harapan dapat membina komunikasi dan interaksi dalam kehidupan sehari-hari. Diperlukan kegiatan berpikir kritis dalam mengolah informasi yang diperoleh dari berbagai sumber digital. Agar informasi dapat dimanfaatkan secara Penelitian menunjukkan nilai yang pengetahuan ibu pretest dan posttest kelompok perlakuan. Sedangkan pada kelompok control diperoleh hasil yang tidak signifikan pada hasil pengetahuan pretest dan posttest. Hal ini kemungkinan melakukan literasi digital melalui eperamping sedangkan pada kelompok kontrol tidak melakukan literasi digital eperamping. Kelompok perlakuan dapat menemukan,mengevaluasi,menggunakan, membuat informasi dan memanfaatkan informasi tentang stunting di media eperamping secara baik, bijak,cerdas,cermat Media e-peramping menyediakan laman untuk konsultasi langsung dengan perawat desa sehingga responden dapat berkomunikasi dan konsultasi secara aktif. Hal ini sejalan dengan penelitian Sambow dkk, 2021 yang menunjukkan bahwa media elektronik internet efektif meningkatkan tingkat kesehatan reproduksi. Perbedaan Sikap Ibu Tentang Stunting Sebelum dan Sesudah Penggunaan Media E-Peramping (Elektronik Perawat Pendamping Stuntin. Berdasarkan tabel 5 diketahui bahwa terdapat perbedaan antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Hasil Analisa menunjukkan bahwa perbedaan nilai sikap pretest dan posttest kelompok control tidak signifikan dengan nilai 0,049. Efektivitas Elektronik Perawat Pendamping Stunting Terhadap Pengetahuan . (Rina Widiyawati, dk. Hal ini berbeda dengan kelompok perlakuan yang menunjukkan bahwa perbedaan sikap hasil pretest dan posttest adalah signifikan dengan nilai 0,000. Manfaat dari literasi digital diantaranya adalah menghemat waktu, belajar lebih cepat dan efsien, lebih hemat biaya, memperoleh informasi terkini dengan cepat, memperluas jaringan, ramah lingkungan, membuat keputusan yang lebih baik, dan memperkaya keterampilan (Amanda S, 2. Media Pendidikan kesehatan elektronik lainnya adalah Penggunaan whatsapp dalam pencegahan seks pranikah melalui pesan teks dan gambar dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja. Pesan yang diberikan secara rutin dan dapat dibaca berkali-kali dan sewaktu-waktu mengubah keyakinan kesehatan dan mempengaruhi self-efficacy sehingga dapat mempengaruhi pengetahuan dan sikap (Waisnawa. Damayanti. Sanjiwani, 2. Penelitian menunjukkan nilai yang signifikan pada perbedaan hasil sikap ibu pretest dan posttest kelompok perlakuan. Sedangkan pada kelompok kontrol diperoleh hasil yang tidak signifikan pada hasil sikap ibu pretest dan posttest. Hal ini perlakuan melakukan literasi digital melalui e-peramping sedangkan pada kelompok kontrol tidak melakukan literasi digital eperamping. Kelompok perlakuan lebih mampu membuat keputusan yang lebih baik sehingga mempengaruhi perubahan sikap Perbedaan sikap ibu sebelum dan e-peramping terbanyak ada pada persepsi ibu tentang penyebab dan dampak stunting, yang semula sebagian besar responden memiliki nilai rendah namun setelah menggunakan media e-peramping sebagian besar responden memiliki nilai tinggi. Hal ini yang menyebabkan perubahan sikap ibu yang sebagian besar negatif berubah menjadi positif setelah menggunakan eperamping. Adanya proses komunikasi secara langsung dengan perawat desa melalui laman yang tersedia di e-peramping juga diduga dapat meningkatkan selfefficacy responden. Kesimpulan E-Peramping . lektronik pendamping stuntin. adalah media yang efektif mempengaruhi pengetahuan dan sikap ibu tentang stunting. Sebelum dilakukan kesehatan e-peramping . lektronik perawat pendamping stuntin. diperoleh hasil bahwa pengetahuan dan sikap ibu tentang stunting baik pada kelompok kontrol dan kelompok perlakuan sebagian besar masuk dalam Setelah menggunakan media pendidikan kesehatan eperamping . lektronik perawat pendamping stuntin. kepada kelompok perlakuan diperoleh hasil peningkatan pengetahuan dan sikap ibu tentang stunting dan sebagian besar masuk dalam kategori baik. Berdasarkan uji ttestpada kelompok kontrol diperoleh hasil yang tidak signifikan antara pretest dan posttest pengetahuan ibu dengan nilai 0,078 dan sikap ibu dengan nilai 0,049. Pada kelompok perlakuan diperoleh hasil yang signifikan antara pretest dan postest baik pada pengetahuan dan sikap ibu dengan nilai 0,000. Ucapan Terima Kasih Terimakasih kami ucapkan kepada Camat Pungging dan Kepala Desa Pungging yang telah mengijinkan peneliti untuk melakukan penelitian berjudul Efektivitas Elektronik Perawat Pendamping Stunting (EPerampin. Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Ibu Tentang Stunting Di Desa Pungging Kecamatan Pungging Kabupaten Mojokerto. Kami ucapkan terimakasih juga kepada Bidan Desa Pungging, seluruh kader P2KB dan Kader Posyandu yang sudah aktif membantu selama proses pelaksanaan penelitian. Tidak lupa kami ucapkan terimakasih atas kerjasamanya kepada ibu-ibu yang telah bersedia menjadi responden sehingga penelitian ini dapat berjalan sesuai dengan Daftar Pustaka