Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 8 . Maret 2024 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 52-57 Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation (GI) Terhadap Hasil Belajar Pembelajaran IPA Kelas i Al Ikhlas Pondok Gede Syania Nabilah1*. Santhi Pertiwi2 Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Universitas Mohammad Husni Thamrin Corresponding author email: nadslsbl@gmail. DOI : 10. 37012/jipmht. Abstrak Berdasarkan pengamatan peneliti di sekolah MI Al Ae Ikhlas Pondok Gede yakni model dan metode pembelajaran tidak bervariasi masih berpusat pada guru, sehingga kegiatan belajar menjadi pasif dan belum optimalnya belajar siswa, masiih terbatasnya sarana dan prasarana sehingga kegiatan belajar menjadi tidak menyenangkan, tidak tercapainya nilai sesuai dengan KKM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe group investigation (GI) terhadap hasil belajar pembelajaran IPA kelas i MI Al Ae Ikhlas Pondok Gede dengan sampel sebanyak 60 peserta Pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling. Metode yang digunakan ialah metode eksperimen dengan desain penelitian post test only control group desain. Pengumpulan data dilakukan dengan penskoran hasil belajar dan kemudian dianalisis dengan menggunakan uji-t, berdasarkan perhitungan uji-t diperoleh nilai thitung = 13,01 dan ttabel = 1,69 pada dk = 29 dan taraf signifikan 0,05 sehingga hipotesis nol (H. ditolak dan hipotesis kerja (H. Dengan demikian, hasil penelitianl ini menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) dapat dijadikan salah satu pendekatan dalam mengembangkan hasil belajar pembelajaran IPA kelas i di MI Al Ae Ikhlas Pondok Gede. Kata kunci: Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation (GI). Hasil Belajar. Pembelajaran IPA SD. Abstract Based on the observations of researchers at the MI Al - Ikhlas Pondok Gede school, the models and learning methods do not vary, they are still teacher-centered, so that learning activities become passive and student learning is not optimal, facilities and infrastructure are still limited so that learning activities are not fun, not achieving grades in accordance with KKM. This study aims to determine the effect of the group investigation (GI) cooperative learning model on the learning outcomes of science learning for class i MI Al - Ikhlas Pondok Gede with a sample of 60 students. Sampling used cluster random The method used is an experimental method with a post test only control group research The data was collected by scoring learning outcomes and then analyzed using the t-test, based on the t-test calculation, the value of tcount = 13. 01 and ttable = 1. 69 at dk = 29 and a significant level 05 so that the null hypothesis (H. rejected and the working hypothesis (H. is accepted. Thus, the results of this study indicate that the Group Investigation (GI) cooperative learning model can be used as an approach in developing science learning outcomes for class i at MI Al - Ikhlas Pondok Gede. Keywords: Group Investigation Type Cooperative Learning Model (GI). Learning Outcomes. Elementary Science Learning. Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 8 . Maret 2024 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 52-57 PENDAHULUAN Di Indonesia pembelajaran peserta didik terbagi menjadi 2 bagian yaitu pembelajaran untuk peserta didik kelas rendah merupakan pembelajaran yang dilaksanakan untuk peserta didik yang berada pada kelas 1, 2 dan 3 dan proses pembelajaran untuk peserta didik kelas tinggi yaitu peserta didik yang berada pada kelas 4, 5 dan 6. Peserta didik yang berada pada kelompok ini termasuk dalam rentangan anak usia dini. Masa usia dini ini merupakan masa yang pendek atau bisa disebut juga dengan masa transisi pembelajaran. Masa ini sangat penting bagi kehidupan seseorang. Sehingga guru harus dipastikan untuk dapat mendesain pembelajaran yang dapat meningkatkan semangat dan motivasi siswa. Oleh karena itu, pada masa ini seluruh potensi yang dimiliki oleh peserta didik perlu didorong agar dapat berkembang secara optimal. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan ilmu yang berisi tentang alam melalui pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) peserta didik dapat mengetahui semua perubahan yang terjadi di alam. Tidak hanya itu pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) juga sangat diharuskan untuk dipelajari selain pembelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia. Lestari. Ayub, & Hikmahwati . berpendapat bahwa IPA adalah sekumpulan ilmu-ilmu yang berupaya untuk menjelaskan setiap fenomena atau peristiwa yang terjadi di alam. Pada pengamatan yang dilakukan oleh peneliti di MI Al-Ikhlas maka peneliti menemukan masalah yang terjadi selama proses pembelajaran IPA pada materi energi dan perubahannya seperti pembelajaran yang masih berpusat pada guru, guru juga kurang medorong siswa untuk berinteraksi dengan peserta didik lainnya sehingga hanya terlihat beberapa peserta didik yang ikut aktif dalam bertanya maupun menjawab selama proses pembelajaran IPA berlangsung. Hal ini menunjukkan kurangnya rasa ingin tau pada diri peserta didik selama proses pembelajaran IPA berlangsung. Selain itu juga terbatasnya sarana dan prasarana dalam pembelajaran IPA, hal ini dapat menghambat peserta didik dalam proses pembelajaran. Penggunaan model dan metode pembelajaran yang kurang menarik minat siswa pada pembelajaran IPA. Lebih baik guru memilih model dan metode pembelajaran yang dapat menarik minat serta rasa ingin tahu peserta didik, memberikan keterampilan dan tidak monoton agar peserta didik dapat memahami materi dengan mudah. Maka dari itu pembelajaran menjadi kurang bermakna dan hasil belajar yang kurang maksimal. Puger . berpendapat bahwa Model pembelajaran kooperatif merupakan suatu kegiatan yang dilakukan dengan cara kelompok dan bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar melalui usaha bersama dalam kelompok kecil, menarik kekuatan, dan bantuan masing53 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 8 . Maret 2024 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 52-57 masing yang lainnya dalam melengkapi tugas. Maka model pembelajaran kooperatif yang tepat diterapkan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik ialah dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI). Model ini menganjurkan hubungan yang saling menunjang, keterampilan komunikatif yang baik, dan kemampuan berpikir pada tingkatan yang lebih tinggi. Model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) merupakan salah satu bentuk model pembelajaran kooperatif yang menekankan pada partisipasi dan aktivitas siswa untuk mencari sendiri materi . pelajaran yang akan dipelajari melalui bahan-bahan yang tersedia, misalnya dari buku pelajaran. Dengan terdapatnya model pembelajaran kooperatif tipe group investigation ini guru diharapkan dapat mengetahui ada atau tidaknya pengaruh model pembelajaran tersebut terhadap hasil belajar IPA kelas i dan peserta didik juga diharapkan dapat dengan mudah untuk memahami materi serta bersosialisasi bersama teman sebayanya dan mengungkapkan pendapat mereka dengan percaya diri. METODE Penelitian ini dilaksanakan pada peserta didik kelas i di MI Al Ae Ikhlas Pondok Gede pada semester dua tahun ajaran 2021/2022. Penelitian ini dilakukan pada bulan maret sampai bulan april 2022. Peneliti menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Desain yang digunakan oleh peneliti adalah true experimental design . ksperimen yang betulbetu. dengan bentuk Posttest-Only Control Group Desain. Dengan menggunakan desain ini terdapat dua kelompok yang menjadi objeknya yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol yang memiliki karakteristik yang sama dan dipilih secara acak . Dalam desain ini kelas eksperimen diberi perlakuan . khusus dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation, sedangkan kelas kontrol diberi perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe team game tournament. Pengaruh perlakuan dipelajari dengan menilai perbedaan dari hasil belajar, yaitu skor posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol. Populasi Terjangkau pada penelitian ini berjumlah 64 peserta didik kelas i MI AlIkhlas Pondok Gede. Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik cluster random sampling dengan metode Penggunaan teknik sampling pada penelitian ini merupakan hal yang dilakukan untuk memperoleh sampel yang mewakili. Langkah awal yang dilakukan peneliti dalam penelitian ini ialah peneliti mendata Madrasah Ibtidaiyah yang berada di kelurahan jatimakmur yaitu MIS Attaqwa 27. MIS Hudal Islam I. MIS Al Ikhlas. MIS Miftahul Amal. MIS Nurul Hikmah. Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 8 . Maret 2024 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 52-57 MIS Tarbiyatul Iman. Lalu langkah selanjutnya peneliti melakukan pengundian sehingga terpilihnya MIS Al Ikhlas sebagai tempat dilakukannya penelitian. Selanjutnya peneliti melakukan pengundian kelas rendah di MIS Al Ikhlas sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol, dari hasil pengundian terpilih kelas i MIS Al Ikhlas. Maka kelas i A sebagai kelas kontrol dan kelas i B sebagai kelas eksperimen. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu dengan menggunakan instrument tes. Data diperoleh dengan menggunakan test objektif berupa soal pilihan ganda sebanyak 30 soal. Peneliti ini bertujuan untuk menelaah pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe group investigation . ariabel beba. terhadap hasil belajar pembelajaran IPA . ariabel terika. Teknik analisis data yang dilakukan yakni uji normalitas dengan menggunakan rumus uji liliefors, uji homogenitas dengan menggunakan rumus uji barlet, uji hipotesis dengan menggunakan rumus uji t. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian pengujian dan perhitungan maka terlihat bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar pembelajaran IPA kelas i Madrasah Ibtidaiyah. Adapun hasil posttest pada Table 1 Hasil Posttest berikut ini Table 2 Hasil Posttest berikut ini Deskripsi Nilai tertinggi Nilai terendah Rata Ae rata Standar Deviasi Eksperimen 84,33 5,80 Kontrol 69,13 5,75 Berdasarkan pada tabel diatas hasil tes menunjukkan nilai rata-rata kelas eksperimen 84,33. Sedangkan skor rata-rata hasil belajar pada kelas kontrol 69,13. Dengan demikian pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe group investigation (GI) terhadap hasil belajar pembelajaran ipa pada kelas eksperimen lebih baik dari pada kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe team games tournament (TGT). Analisis perhitungan distribusi normal pada kelas eksperimen dengan n = 30, diperoleh hasil Lhitung = 0,123 dan Ltabel = 0,161 pada taraf signifikan . = 0,05. Sedangkan pada kelas kontrol dengan n = 30, diperoleh hasil Lhitung = 0,109 dan Ltabel = 0,161 maka dapat diartikan penelitian ini berdistribusi normal. Berdasarkan hasil perhitungan uji barlet diperoleh nilai Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 8 . Maret 2024 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 52-57 Fhitung = 0,98 dan Ftabel = 4,20 maka berdasarkan kriteria pengujian homogenitas adalah terima H0 jika Fhitung < Ftabel. Berdasarkan hasil perhitungan 0,98 < 4,20 maka dapat disimpulkan bahwa data tersebut memiliki varian yang homogen. Hasil perhitungan dengan uji t diperoleh thitung lebih besar daripada ttabel . ,27 > 1,. , maka dapat diartikan hipotesis nol (H. ditolak dan hipotesis kerja (H. Selain hipotesis kerja yang diterima, hasil penelitian diperkuat dengan kenyataan bahwa skor hasil belajar pembelajaran ipa kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation lebih tinggi daripada kelas kontrol, artinya hasil belajar pembelajaran ipa yang meningkat pada kelas eksperimen. Dengan demikian terdapat pengaruh positif dan signifikan model pembelajaran kooperatif tipe grup investigation terhadap hasil belajar ipa kelas i MI Al-Ikhlas Pondok Gede. Kelas Ekperimen Kelas Kontrol Diagram 1. Nilai Hasil Belajar Pembelajaran IPA Posttest Kelas Kontrol dan Kelas Eksperiment KESIMPULAN Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data yang diperoleh dari penelitian yang telah dilakukan di MI Al-Ikhlas Pondok Gede dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation sangat berpengaruh terhadap hasil belajar pembelajaran ipa siswa kelas i MI Al-Ikhas Pondok Gede. Berdasarkan hasil uji hipotesis menggunakan uji-t. hasil perhitungan thitung sebesar 13,01, sedangkan diperoleh ttabel pada taraf signifikansi = 0,05 adalah sebesar 1,69. Oleh karena hasil thitung lebih besar daripada perolehan ttabel . ,01 > 1,. , maka dapat diartikan hipotesis nol (H. ditolak dan hipotesis kerja (H. Berdasarkan hasil perhitungan, model pembelajaran kooperatif tipe group investigation . elas eksperimen. lebih besar dari model pembelaran tipe team games tournament . elas kontro. , maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Group Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 8 . Maret 2024 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 52-57 Investigation (GI) berpengaruh terhadap hasil belajar pembelajaran IPA kelas i MI Al-Ikhlas Pondok Gede. REFERENSI