ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 3 SEPTEMBER 2024 HUBUNGAN PENGGUNAAN BB CREAM (BLEMISH BALM CREAM) DENGAN DERAJAT KEPARAHAN AKNE VULGARIS PADA SISWI SMA NEGERI 03 BATAM TAHUN 2023 Andi Asda Astiah1. Sudarsono2. Resliana3 1Fakultas Kedokteran Universitas Batam, andiasdaastiah@univbatam. 2Fakultas Kedokteran Universitas Batam, sudarsono@univbatam. 3Fakultas Kedokteran Universitas Batam, resliana@gmail. ABSTRACT Background: Acne vulgaris is a chronic inflammatory disease of the pilosebaceous unit that commonly occurs in adolescents and young adults. The prevalence of acne vulgaris in Indonesia reaches 85% in adolescents. One factor often associated with acne vulgaris is the use of cosmetics, including BB Cream. BB Cream contains various active ingredients that can affect skin health, including comedogenic and occlusive properties, which can potentially clog pores and worsen acne vulgaris. Methods: This study is an observational analytical study with a cross-sectional approach. The population in this study is female students of SMAN 03 Batam with a total sample of 51 The results of the study will be tested using Chi-square. Results: In this study, the results of data analysis using the Chi-square test with a p-value of 004 (<0. were obtained. The results of the study showed a significant association between BB Cream (Blemish Balm Crea. Use with Acne Vulgaris Severity in Female Students of Senior High School No. 03 Batam in 2023. Conclusion: Based on the results of the study, it was found that there was a significant association between the use of BB Cream (Blemish Balm Crea. and the severity of Acne Vulgaris in female students of Senior High School No. 03 Batam in 2023. The use of BB Cream, especially with high frequency, can increase the risk of Acne Vulgaris with a more severe level. Keywords: BB Cream. Acne Vulgaris. Female Student ABSTRAK Latar Belakang: Acne vulgaris merupakan penyakit inflamasi kronis unit pilosebasea yang umum terjadi pada remaja dan dewasa muda. Prevalensi acne vulgaris di Indonesia mencapai 85% pada remaja. Salah satu faktor yang sering dikaitkan dengan acne vulgaris adalah penggunaan kosmetik, termasuk BB Cream. BB Cream mengandung berbagai bahan aktif yang dapat memengaruhi kesehatan kulit, termasuk komedogonik dan oklusif, yang berpotensi menyumbat pori-pori dan memperburuk acne vulgaris. Metode: Jenis penelitian ini adalah analisis obeservasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswi SMAN 03 Batam dengan total sampel 51 responden. Hasil penelitian akan diuji menggunakan Chi-square. Hasil: Pada penelitian ini, didapatkan hasil anlisis data menggunakan Chi-square test dengan pvalue 0,004 (<0,. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara Penggunaan BB Cream (Blemish Balm Crea. Dengan Derajat Keparahan Akne Vulgaris Pada Siswi Sma Negeri 03 Batam Tahun 2023. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara penggunaan kosmetik BB Cream (Blemish Balm Crea. dengan derajat keparahan Akne Vulgaris. Penggunaan BB Cream, terutama dengan frekuensi yang tinggi, dapat meningkatkan risiko terjadinya Akne Vulgaris dengan tingkat keparahan yang lebih berat. Kata kunci: BB Cream. Akne Vulgaris. Siswi SMA Universitas Batam Page 224 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 3 SEPTEMBER 2024 PENDAHULUAN Akne vulgaris adalah penyakit perdangan kronis unit folikel pilosebasea. Akne terjadi sekitar 85% sampai 100% pada remaja, dan 1 sampai 5% pada dewasa usia diatas 40 tahun. Akne vulgaris dapat berdampak negatif antara lain dapat menimbulkan penurunan kepercayaan diri, frustrasi, tidak bahagia, cemas, marah, dan depresi . Akne vulgaris merupakan penyakit kulit dengan tingkat kejadian tertinggi pada usia remaja di seluruh dunia dan merupakan salah satu dari tiga penyakit kulit yang paling sering terjadi di Inggris. Prancis, dan Amerika Serikat. Data yang tercatat di negara Amerika Serikat menunjukkan tingkat kejadian akne vulgaris dengan angka sekitar 50 juta penderita per tahun (Hauk. Jerawat adalah salah satu penyakit kulit yang paling banyak diderita oleh manusia, tidak ada satupun orang di dunia ini melewati masa hidupnya tanpa sebuah Akne vulgaris dikulitnya. Terdapat beberapa faktor pemicu timbulnya Akne vulgaris, diantaranya hormon, bakteri, ras, diet, kosmetik dan stres. Penderita Akne vulgaris paling banyak diderita pada kelompok usia remaja dan dewasa yaitu pada usia antara 11 Ae 25 tahun (Lema, 2. Akne vulgaris merupakan penyakit kulit yang banyak ditemukan pada kelompok usia remaja dan kelompok usia dewasa Insidensi tertinggi akne vulgaris terdapat pada perempuan usia 14 sampai 17 tahun dan pada laki-laki antara usia 16 sampai 19 tahun. Tetapi dapat pula timbul pada usia 40 tahun dan penyakit ini dapat pula menetap pada usia lanjut, serta didapatkan data 10% pada usia 30-40 tahun. (Yuindartanto, 2. menuturkan bahwa jumlah kasus tertinggi terjadi pada laki-laki dan permpuan dalam masa remaja usia 1419 tahun, akan tetapi jerawat juga dapat timbul pada usia 30-40 tahun dan juga pada usia lanjut (Utami, 2. Akne vulgaris dialami oleh sekitar 75% remaja di dunia, yang umumnya berusia 1215 tahun. Puncak keparahan adalah pada Universitas Batam usia 17-21. Sebuah penelitian yang dilakukan di Divisi Medis Kosmetik Unit Rawat Jalan Dermatologi dan Venereologi di Dr. Rumah Sakit Akademik Umum Soetomo Surabaya menyatakan, sejak Mei hingga Agustus 2015, jumlah pasien Akne vulgaris terbanyak berusia 15-19 tahun . ,4%) (Leonita, 2. Suatu studi di rumah sakit pendidikan di Lampung pada 121 pasien berjerawat . ahun 2009Ae2. melaporkan bahwa jerawat lebih banyak dialami oleh wanita . ,7%) daripada pria . ,3%), dengan persentase tertinggi . ,2%) pada kelompok usia 16Ae25 tahun (Sibero, 2. Penyebab Akne Vulgaris merupakan multifactorial yang meliputi genetik, endokrin, keaktifan dari kelenjar sebasea sendiri, faktor makanan, musim, faktor psikis, infeksi bakteri (Propionibacterium akne. , bahan kimia dan kosmetika (Putra. Salah satu faktor yang sering mempersulit penanganan acne adalah penggunaan kosmetik. Salah satunya yaitu produk kosmetik BB Cream (Blemish Balm Crea. Awalnya. BB Cream didesain untuk pasien pasca menjalani laser kulit untuk membantu menghilangkan, menutupi bekas luka, serta regenerasi sel kulit. Cream adalah produk rangkaian yang terdiri dari pelembab, penyamar noda, tabir surya, dan alas bedak yang diracik dalam bentuk BB Cream berfungsi untuk meratakan mencerahkan wajah, menyamarkan kerut serta melindungi kulit dari sinar matahari. Dari manfaat- manfaat tersebut, banyak wanita yang mengandalkan BB Cream untuk perawatan kulit, tetapi, masih dipertanyakan apakah BB Cream dapat diandalkan dalam perawatan kulit wajah atau tidak. Dapat atau tidaknya, tergantung dari bahan aktif yang terkandung di (Astriyani. Manista. Prasetyowati Subhan, 2. Bahan-bahan kimia yang ada dalam kosmetik dapat langsung menyebabkan acne dalam bentuk ringan terutama komedo tertutup dengan Page 225 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 3 SEPTEMBER 2024 beberapa lesi papulopustul di daerah pipi dan dagu (Mauliza, 2. Sebagian besar penderita akne memiliki masalah kesulitan dalam berinteraksi. Lebih dari 50% penderita akne vulgaris mengalami kondisi tertekan oleh komentar ataupun gurauan oleh keluarga maupun lingkungannya. Ansietas dan depresi adalah perubahan psikologis yang paling sering didapatkan bahkan pada kondisi akne vulgaris yang ringan sampai Akne vulgaris memang tidak mengancam jiwa tetapi dapat berdampak pada kualitas hidup penderitanya (Ningrum Berdasarkan terhadap kelompok remaja yang akan diteliti adalah remaja putri yang bersekolah di SMA N 03 Kota Batam. SMA tersebut memiliki murid yang berjumlah 440 siswa, dengan jumlah siswi sebanyak 176 putri. Peneliti memilih SMA N 03 Kota Batam sebagai lokasi penelitian berdasarkan hasil survey sebelumnya diperoleh data sebanyak 7 dari 10 murid putri SMA tersebut telah menggunakan BB cream sehari-hari dan 10 murid tersebut mengalami masalah akne Oleh karena itu, peneliti akan melakukan penelitian tentang hubungan penggunaan kosmetik BB Cream dengan kejadian akne vulgaris pada siswi SMA Negeri 03 Batam. METODE PENELITIAN Desain penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross Data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan kuisioner Cumulative Cosmetic Exposure Index (CCEI) untuk menilai tingkat paparan kosmetik, dan Global Acne Grading System (GAGS) untuk mengetahui derajat keparahan akne vulgaris pada responden. Populasi dalam penelitian ini adalah Siswi SMAN 03 Batam. Sampel diambil menggunakan metode simple random sampling dengan menggunakan sebanyak 51 responden sebagai sampel Analisis data menggunakan uji Chi-square. Universitas Batam HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Univariat Distribusi Frekuensi Usia Responden Tabel 1. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Usia Responden Usia (Tahu. Total Frekuensi . Persentase (%) Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan berdasarkan usia responden. Didapatkan sebagian besar usia responden berusia 17-18 tahun, dengan masing-masing sebanyak 25 . 0%) dan 22 . Pada penelitian ini kebanyakan responden berusia 17-18 tahun yang dimana hal ini sesuai dikarekakan populasi penelitian yang di ambil adalah siswi kelas 12 SMAN 03 Kota batam. Kebanyakan responden pada usia ini mengeluhkan pernah mengalami kejadian akne vulgaris yang dimulai pada usia 12-15 tahun. Hal ini mungkin disebabkan oleh penggunaan kosmetik, stress, atau bahkan perubahan hormon yang mungkin terjadi akibat menstruasi pada remaja wanita. Hal ini sejalan dengan penelitian yang pernah dilakukan oleh Merdike Tooy P, dkk pada tahun 2019 dengan judul penelitian Hubungan Penggunaan BB Cream (Blemish Balm Crea. terhadap Kejadian Akne Vulgaris Mahasiswa Fakultas Kedokteran Angkatan 2015 dan 2016 Universitas Samratulangi, yang menyatakan bahwa orang yang menderita Akne Vulgaris dengan rentang usia responden dimulai dari usia 17 tahun sampai 23 tahun. Hasil ini sesuai dengan penelitian oleh Lynn D,et al tahun 2016 di USA yang menjelaskan bahwa usia 15 tahun sampai kurang lebih 25 tahun merupakan usia terbanyak penderita Akne Vulgaris dengan berbagai macam faktor pencetusnya. Kemudin hal ini didukung oleh Global Page 226 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 3 SEPTEMBER 2024 Burden of Disease (GBD) yang melakukan studi tahun 2013 yang menjelaskan bahwa akne vulgaris biasanya ditemukan pada usia 12 - 25tahun. Distribusi Frekuensi Penggunaan BB Cream Tabel 2. Distribusi Frekuensi Berdasakan Penggunaan BB Cream BB Cream Tidak Pernah Kadang-kadang Sedang Sering Total Frekuensi . Persentase (%) Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada penggunaan BB Cream pada Siswi mendapatkan fakta bahwa penggunaan BB Cream cukup populer di kalangan siswi SMA. Didapatkan menggunakan BB Cream dengan intensitas paparan sesuai kategori pengukuran CCEI (Cosmetic Cumulative Exposure Inde. kadang-kadang . 5%), sedang . dan sering . Kemudian hanya 29. siswi yang mengaku tidak pernah menggunakan BB Cream. Penggunaan BB Cream dikalangan Siswi SMA dapat dipicu oleh beberapa faktor seperti Kemudahan penggunaan BB Cream dibandingkan dengan foundation. Dan adanya persepsi bahwa BB Cream lebih ringan dan aman untuk kulit dibandingkan dengan foundation. Salah satu produk kosmetik terbaru yang banyak beredar di masyarakat adalah BB cream (Blemish Balm Crea. Pada awalnya BB cream didesain untuk pasien pasca menjalani laser kulit untuk membantu menghilangkan, menutupi bekas luka, serta regenerasi sel kulit. BB cream adalah produk rangkaian yang terdiri dari pelembab, penyamar noda, tabir surya dan alas bedak yang diracik dalam bentuk krim. BB cream berfungsi untuk meratakan warna kulit wajah, melembabkan, mencerahkan Universitas Batam wajah, menyamarkan kerut serta melindungi kulit dari sinar matahari. Dari manfaatmanfaat tersebut, banyak wanita yang mengandalkan BB cream untuk perawatan kulit (Baldecchi, et al. Hasil ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh fatimah pada tahun 2017 Hubungan Pemakaian BB Cream terhadap Keparahan Klinis Akne Vulgaris pada Mahasiswi Angkatan 2017. Didapatkan 40 responden . ,5%) dari 62 responden menggunakan BB cream dan 22 responden . ,5%) tidak menggukan BB cream. Dalam rutinitas penggunaan BB cream, diketahui bahwa 28 responden . %) rutin menggunakan BB cream sedangkan 12 responden . %) tidak rutin menggunakan BB cream. Distribusi Frekuensi Derajat Keparahan Akne Vulgaris Tabel 3. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Derajat Keparahan Akne Vulgaris Derajat Keparahan Ringan Sedang Berat Sangat Berat Total Frekuensi . Persentase (%) Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan terhadap derajat keparahan akne vulgaris di siswi SMAN 03 kota batam pada Didapatkan akne vulgaris ringan adalah derajat keparahan yang paling umum, dengan proporsi . 2%), akne vulgaris sedang dan berat memiliki proporsi yang hampir sama, yaitu . 5%) dan . 5%), Kemudian derajat keparahan akne vulgaris tingkat sangat berat didapatkan sebanyak . Hasil ini menunjukkan bahwa akne vulgaris adalah masalah yang cukup umum di kalangan siswi. Proporsi siswi dengan akne vulgaris yang cukup tinggi menunjukkan bahwa perlu ada upaya untuk meningkatkan kesadaran dan edukasi Page 227 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 3 SEPTEMBER 2024 tentang pencegahan dan pengobatan akne Kejadian akne vulgaris pada remaja dapat terjadi akibat berbagai faktor, termasuk perubahan hormonal yang umum terjadi selama masa pubertas. Selain itu, faktor genetik juga dapat memainkan peran penting dalam rentang kecenderungan seseorang untuk mengalami akne vulgaris. Pola makan yang tidak sehat, seperti berminyak, serta stres juga dapat mempengaruhi perkembangan akne pada remaja (Zaenglein AL, et. Selain faktor internal, faktor eksternal juga berkontribusi pada kejadian akne Penggunaan produk perawatan kulit yang tidak sesuai atau mengandung bahan-bahan iritasi dapat menyebabkan penyumbatan pori-pori dan perkembangan Kebiasaan menyentuh wajah dengan tangan yang kotor juga dapat memperburuk kondisi akne (Draelos ZD. Selain itu, lingkungan dan faktor gaya hidup juga dapat memengaruhi kejadian akne vulgaris pada remaja. Paparan polusi udara dan kotoran lingkungan lainnya dapat menyebabkan penumpukan kotoran dan bakteri pada kulit, yang dapat memicu timbulnya jerawat. Kurangnya tidur dan kurangnya aktivitas fisik juga dapat mempengaruhi keseimbangan hormonal dan menyebabkan munculnya akne (Kim J, et al. Hasil penelitian ini sejalan dengan yang dilakukan oleh Kusumoningtyas pada tahun 2012, di mana terdapat 50% penderita akne vulgaris pada siswa- siswi kelas XII. Prevalensi akne vulgaris yang didapatkan pada penelitian ini juga tidak jauh beda dengan hasil penelitian oleh Devi Miranda pada tahun 2018, dimana juga didapatkan 56,3% penderita akne vulgaris. Hal ini didukung oleh pernyataan dari Wasitaatmadja, 2018. Yang menyatakan bahwa Akne vulgaris atau jerawat adalah penyakit kulit yang sering terjadi pada usia remaja dan berjenis kelamin perempuan (Wasitaatmadja, 2. Indonesia mencatat sebanyak 80 % remaja yang berusia 13 Ae 19 tahun pada perempuan mengalami akne (Dewinda et al. Analisis Bivariat Hubungan Penggunaan BB Cream (Blemish Balm Crea. Dengan Derajat Keparahan Akne Vulgaris Pada Siswi Sma Negeri 03 Batam Tahun 2023 Tabel 4. Hubungan Penggunaan BB Cream (Blemish Balm Crea. Dengan Derajat Keparahan Akne Vulgaris Derajat Keparahan Akne Vulgaris Ringan Penggunaan BB Cream Tidak Pernah Kadang-kadang Sedang Berat Sangat Berat Total P-Value . Sedang Sering Total Universitas Batam Page 228 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 3 SEPTEMBER 2024 Berdasarkan data yang terdapat dalam Tabel 4. Responden yang tidak pernah menggunakan BB Cream memiliki proporsi Akne Vulgaris ringan yang paling tinggi . 7%), sedangkan pada responden yang sering menggunakan BB Cream, proporsi Akne Vulgaris ringan paling rendah . dan proporsi Akne Vulgaris paling tinggi adalah berat . 0%) dan sangat berat . 0%). Hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan BB Cream, terutama dengan frekuensi yang tinggi, dapat meningkatkan risiko terjadinya Akne Vulgaris dengan tingkat keparahan yang lebih tinggi. Responden yang tidak pernah menggunakan BB Cream memiliki kemungkinan lebih kecil untuk memiliki akne vulgaris yang parah dibandingkan dengan orang yang menggunakan BB Cream sesekali, sering, atau setiap hari. Hasil analisis statistik menggunakan uji Chi-Square menunjukkan p-value sebesar Karena nilai p-value lebih kecil dari 05, maka hipotesis nol (H. Hal ini mengindikasikan adanya hubungan yang signifikan antara penggunaan kosmetik BB cream dengan kejadian akne vulgaris pada siswi SMA Negeri 03 Batam tahun 2023. Lebih lanjut, nilai Odds Ratio (OR) yang diperoleh sebesar 3. 778 menunjukkan bahwa kejadian akne vulgaris memiliki risiko lebih dari 3. 7 kali lipat pada siswi yang menggunakan BB cream dibandingkan dengan siswi yang tidak menggunakan BB Ini menegaskan bahwa penggunaan peningkatan risiko terjadinya akne vulgaris pada siswi yang menjadi subjek penelitian Blemish balm cream adalah produk pelembab, bedak dasar, dan tabir surya. Bahan yang dapat menyebabkan akne vulgaris ditemukan pada berbagai produk kosmetik seperti krim malam, bedak dasar, pelembab, dan tabir surya dimana produk tersebut mengandung lanolin, petrolatum, minyak tumbuh-tumbuhan, dan bahanbahan kimia murni . util stearat, lauril alkohol, dan asam olei. (Siregar, 2. Universitas Batam Universitas Batam BB cream adalah produk yang terdiri dari kesatuan berbagai krim wajah seperti bedak dasar . , pelembab . dan tabir surya . Perbedaan BB cream dengan krim wajah lain yaitu terletak pada teksturnya. BB cream memiliki tekstur yang lebih halus dari foundation dan berukuran nano partikel. Indonesia memiliki iklim tropis, dimana penduduknya memiliki ukuran pori- pori kulit lebih besar dibanding orang-orang yang tinggal di negara subtropiss atau dingin. Hal ini yang membuat BB cream dapat menyebabkan timbulnya akne vulgaris. Dimana krim dengan ukuran nano partikel permungkaan kulit dan menyumbat minyak atau sebasea pada kulit. Bahan lain yang menyebabkan timbulnya akne vulgaris yaitu unsur minyak yang terkandung. (Djuanda. Unsur ditambahkan pada produk BB Cream membuat kulit terlihat lebih halus. Namun, kandungan minyak inilah yang dapat menyumbat pori-pori dan menimbulkan akne vugaris. Beberapa BB Cream mengandung parfum, alkohol, dan bahanbahan iritatif lainnya yang dapat menyebabkan peradangan pada kulit, dan memperparah kondisi akne. Kemudian Pemakaian BB Cream tanpa dibersihkan dengan benar dapat meninggalkan residu pada kulit, yang dapat menyumbat pori-pori dan memicu jerawat (Fatimah. Dkk. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Perera dkk. pada 140 orang remaja perempuan di Colombo. Sri Lanka yang melaporkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat penggunaan kosmetik terhadap derajat beratnya akne vulgaris. Kemudian hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Tjekyan dimana angka kejadian akne vulgaris pada kelompok yang menggunakan kosmetika mencapai 3388 kasus dan angka kejadian pada kelompok responden yang tidak menggunakan kosmetik hanya sebanyak 359 kasus, dan secara statistik Page 229 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 3 SEPTEMBER 2024 pun bermakna. Hal ini juga sejalan dengan penggunaan BB cream secara rutin terhadap kejadian akne vulgaris pada remaja putri di SMA Negeri 10 Bandar Lampung (OR=32 dan p=0,002. Penelitian ini tidak sejalan dengan yang dilakukan oleh Joice Sonya Gani. Dkk pada tahun 2020 dengan judul penelitian Hubungan Antara Penggunaan Kosmetik Terhadap Terjadinya Akne Vulgaris di Poliklinik Kulit Kelamin Royal Prima dan Murni Teguh Memorial Hospital Kota Medan. Pada penelitiannya mendapatkan kesimpulan dak terdapat hubungan yang secara statistik bermakna antara derajat akne vulgaris terhadap tingkat penggunaan Penelitian ini tidak sejalan dengan yang dilakukan oleh Tooy. Dkk pada tahun 2019 Hubungan Penggunaan BB Cream (Blemish Balm Crea. terhadap Kejadian Akne Vulgaris pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Angkatan 2015 dan 2016 Universitas Samratulangi. Pada mendapatkan kesimpulan Tidak terdapat hubungan antara penggunaan BB Cream terhadap kejadian Akne Vulgaris. Dapat ditemukan beberapa kemungkinan yang membuat hasil penelitian menjadi tidak berhubungan, seperti ada responden yang mengerti bahwa penggunaan BB Cream harus sesuai dengan kebutuhan jenis kulit, hygiene yang baik, atau bisa dipengaruhi faktor bias dalam penelitian dikarenakan pada saat pemeriksaan didapatkan seluruh responden menderita Akne Vulgaris namun hanya 36 responden . 7%) yang mengakui timbul jerawat ketika menggunakan BB Cream, sedangkan 35 responden lainnya . 3%) mengaku tidak timbul jerawat ketika menggunakan BB Cream. KONTRIBUSI TEMUAN DALAM BIDANG KEILMUAN Penelitian ini berkontribusi pada pengetahuan mengenai efek penggunaan kosmetik pada kesehatan kulit, khususnya Universitas Batam Universitas Batam akne vulgaris, dan menekankan pentingnya edukasi terkait pemilihan dan penggunaan produk kosmetik untuk remaja, terutama bagi mereka yang rentan terhadap masalah SIMPULAN Kesimpulan menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan BB Cream (Blemish Balm Crea. dengan derajat keparahan akne vulgaris pada siswi SMA Negeri 03 Batam Tahun 2023. Mayoritas responden menggunakan BB Cream dengan berbagai frekuensi, dan hasilnya menunjukkan bahwa frekuensi penggunaan yang lebih tinggi berkorelasi dengan derajat keparahan akne vulgaris yang lebih berat, dengan p-value sebesar 0,004. Temuan ini mengindikasikan bahwa penggunaan BB Cream dapat berkontribusi terhadap peningkatan risiko akne vulgaris pada remaja. UCAPAN TERIMAKASIH Peneliti mengucapkan terimakasih kepada penanggung jawab lahan penelitian yaitu ibu Syarifah Silvia Andriyani. Pd. M selaku Kepala Sekolah SMAN 03 Kota Batam yang telah megizinkan peneliti menyelesaikan penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA