ISSN: 2597-3851 DOI: https://doi. org/10. 35747/hmj. Homepage: https://journal. id/index. php/healthy Pembuatan Selulosa Mikrokristal pada Serat Daun Tigarun (Crateva magna DC. Yulianita Pratiwi Indah Lestari1*. Noor Kamalia1. Nur Maulidah1. RaAoidah Luthfia1 1S1 Farmasi. Universitas Muhammadiyah Banjarmasin. Banjarmasin. Kalimantan Selatan. Indonesia *email: yulianita. pratiwi@umbjm. ABSTRACT IndonesiaAos pharmaceutical industry faces a heavy reliance on imported raw materials, highlighting the need to explore sustainable local alternatives. Microcrystalline cellulose (MCC) is a fine, white, odorless, biodegradable powder derived from cellulose, widely used in pharmaceutical formulations as a filler and dry binder in tablet production due to its excellent compressibility and flow properties. In this study. Crateva magna DC. , locally known as Tigarun, was investigated as a novel source of MCC. The research aimed to isolate and characterize MCC from Tigarun leaf fibers. The process involved alkali treatment, bleaching, and acid hydrolysis, resulting in -cellulose with a yield of 35. 43%, from which MCC was produced with a high yield of 84. The isolated MCC was then evaluated for its physicochemical properties, including organoleptic characteristics, solubility, melting point, and pH. Results indicated that the MCC from Tigarun exhibited a white to light brown crystalline powder, was odorless and tasteless, and showed positive qualitative identification through color change to violet-blue with zinc iodide reagent. The product was insoluble in water, ethanol, hydrochloric acid, and ether, and only slightly soluble in sodium hydroxide 1N. The melting point was recorded at 260AC, with a pH value of 6. These characteristics are comparable to those of commercial MCC (AvicelA PH . , suggesting the feasibility of Tigarun as a viable local raw material for pharmaceutical excipients. Keywords: Karakterisasi Selulosa. Crateva Magna. Bahan Baku Lokal. Mikrokristalin Selulosa. Eksipien Farmasi Received: May 2025. Accepted: June 2025. Published: June 2025 A2025. Published by Institute for Research and Innovation Universitas Muhammadiyah Banjarmasin. This is Open Access article under the CC-BY-SA License . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). LATAR BELAKANG banyak digunakan sebagai penstabil suspensi dan bahan Industri farmasi di Indonesia hingga kini masih sangat penahan air dalam industri kosmetik, makanan, serta farmasi bergantung pada impor bahan baku, dengan sekitar 96% . Di bidang farmasi. MCC berperan sebagai salah satu kebutuhan berasal dari luar negeri. Ketergantungan ini eksipien tablet, yaitu sebagai bahan pengisi yang juga berdampak langsung pada tingginya harga obat di pasaran. berfungsi sebagai pengikat kering karena kemampuannya Untuk mengurangi ketergantungan tersebut, diperlukan meningkatkan kekompakan tablet dari campuran yang pengembangan bahan baku farmasi dari sumber daya alam Selain itu. MCC juga dapat memperbaiki sifat alir lokal yang melimpah, khususnya yang mengandung serat selama proses pencetakan tablet . Karakteristik MCC Indonesia memiliki keanekaragaman hayati dan sangat membantu dalam proses pencetakan tablet kimia yang sangat besar, yang berpotensi dimanfaatkan dalam produksi selulosa mikrokristal (MCC), baik dalam skala membutuhkan kualitas dan konsistensi tinggi dari eksipien laboratorium maupun industri . yang digunakan . Selulosa mikrokristal (MCC) merupakan serbuk kristal Beberapa mengisolasi MCC dan nanofiber selulosa dari berbagai limbah biodegradable, yang dapat diisolasi dari selulosa. MCC biomassa, seperti sekam padi, serat rami, dan tandan kosong Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Juni 2025. Page 42 Ae 47 e-ISSN: 2598-2095 kelapa sawit. Proses isolasinya melalui tahap perlakuan alkali. METODE pemutihan, dan hidrolisis dengan asam sulfat. MCC dari Penyiapan simplisia limbah kelapa sawit bahkan telah digunakan lebih lanjut Sebanyak 5 kg daun Tigarun disiapkan, kemudian dalam sintesis dan karakterisasi senyawa turunan seperti dikeringkan dan dihaluskan dengan blender sehingga selulosa fosfat. Temuan ini menunjukkan bahwa limbah dihasilkan serbuk simplisia. Hitung rendemen simplisia yang biomassa memiliki potensi besar sebagai sumber alternatif didapatkan . bahan baku produk selulosa bernilai tambah . Ekstraksi Penelitian Hasani . menunjukkan bahwa ekstrak Serbuk Tigarun bunga, daun muda, dan kulit batang Tigarun memiliki menggunakan pelarut etanol 70% hingga simplisia terendam aktivitas antibakteri dan antioksidan yang potensial . dengan pelarut. Maserasi dilakukan tiga kali atau sampai Namun, belum ada penelitian yang melaporkan isolasi - filtrat terlihat hampir tidak berwarna, lalu diangin-anginkan selulosa, pembuatan MCC, atau karakterisasi sifat fisikokimia hingga diperoleh ekstrak kental. Hitung rendemen ekstrak dari serat daun Tigarun. Keterbatasan inilah yang menjadi yang didapatkan . Isolasi c-selulosa mengarakterisasi MCC dari daun Tigarun, dengan harapan Menggunakan proses pemasakan dengan metode menghasilkan bahan baku eksipien farmasi berkualitas tinggi Kraft, yaitu dengan merebus bahan dalam larutan serta mendukung kemandirian industri farmasi nasional. NaOH 10% selama 1 jam. Setelah proses pemasakan. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada pemanfaatan bahan direndam dalam 1 liter air dingin selama 24 jam daun Tigarun sebagai sumber MCC, yang belum pernah untuk mengoptimalkan penghilangan sisa larutan diteliti sebelumnya. Dengan demikian, penelitian ini Selanjutnya, ditambahkan larutan NaOCl diharapkan dapat memperluas potensi sumber bahan baku 3,5% untuk menghasilkan serbuk yang lebih putih dan farmasi lokal dan mengurangi ketergantungan terhadap Bahan kemudian dicuci hingga bebas dari bahan impor. alkali, lalu dihaluskan hingga diperoleh serbuk dengan Penelitian ini bertujuan untuk mengekstrak dan memperoleh MCC dari daun Tigarun (Crateva magna DC. ukuran 30Ae40 mesh . Pembuatan Selulosa Mikrokristal sebagai upaya pemanfaatan sumber daya alam lokal yang Sebanyak 0,5 gram -selulosa yang telah diperoleh selama ini belum banyak dimanfaatkan. Pembuktian potensi ditambahkan ke dalam 7,5 mL larutan HCl 3,5 N dalam daun Tigarun sebagai sumber serat selulosa sangat penting gelas beaker, kemudian dipanaskan pada suhu 105AC untuk mendukung pengembangan bahan baku farmasi selama 15 menit. Setelah pemanasan, campuran berbasis alam, yang dapat menjadi alternatif terhadap bahan ditambahkan 25 mL air dingin, diaduk hingga Selain itu, pemanfaatan daun Tigarun dalam produksi homogen, lalu didiamkan selama satu malam pada MCC juga diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah suhu ruang untuk memungkinkan pembentukan tanaman tersebut serta berkontribusi pada kemandirian Endapan MCC yang terbentuk disaring, industri farmasi nasional melalui penyediaan bahan baku kemudian dicuci dengan akuades hingga mencapai pH lokal yang berkelanjutan. Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Juni 2025. Page 42 Ae 47 e-ISSN: 2598-2095 Selanjutnya. MCC dikeringkan dalam oven pada suhu 105AC hingga diperoleh berat konstan. Rendemen MCC dihitung berdasarkan perbandingan berat akhir terhadap berat awal -selulosa. Identifikasi Selulosa Mikrokristal menggunakan larutan Zinc Klorida Iodinat Disiapkan larutan zinc klorida iodinat dengan . Gambar 1. Proses isolasi c-selulosa daun tigarun: . simplisia serbuk. proses delignifikasi kimia. melarutkan 20 g ZnCl2 dan 6,5 g KI dalam 10,5 mL hasil c-selulosa Ditambahkan 0,5 g yodium, aduk selama 15 menit. Pembuatan MCC Serat Daun Tigarun Dimasukkan sekitar 10 mg sampel MCC pada plat Rendemen MCC dari daun Tigarun mencapai 84,27% tetes, dan ditambahkan 2 mL larutan zinc klorida dari 15 gram -selulosa yang digunakan. Ini lebih tinggi Senyawa dinyatakan positif jika menghasilkan dibandingkan hasil dari eceng gondok . % pada berwarna biru violet . konsentrasi HCl optima. dan batang pisang . ,42%) Karakterisasi Selulosa Mikrokristal . Perbedaan ini dapat disebabkan oleh efisiensi Selulosa mikrokristal yang didapatkan kemudian proses hidrolisis serta struktur serat awal dari masing-masing dilakukan karakterisasi, antara lain: Pemeriksaan bahan baku. Pada daun Tigarun, struktur serat yang lebih Organoleptis. Derajat halus atau komposisi lignoselulosa yang lebih mudah Keasaman, dan kelarutan . Dimana setiap uji akan terdegradasi secara kimia dapat mempercepat proses dibandingkan dengan senyawa pembanding komersial hidrolisis menjadi MCC. Penetapan Titik Lebur, (Avicel PH . HASIL DAN PEMBAHASAN Isolasi c-selulosa Hasil isolasi -selulosa dari daun Tigarun menunjukkan rendemen sebesar 35,43%, yang tergolong tinggi jika . dibandingkan dengan penelitian lain. Sebagai perbandingan, . Lestari . melaporkan rendemen -selulosa dari eceng Gambar 2. Proses isolasi c-selulosa daun tigarun: . gondok sebesar 28,02%, sedangkan dari batang pisang simplisia serbuk. proses delignifikasi kimia. diperoleh sebesar 30,17%. Penelitian oleh Prasetia dkk. bahkan melaporkan kadar -selulosa tertinggi hanya Tabel. 1 Hasil Rendemen a-Selulosa dan Selulosa pada konsentrasi NaOH 7,5%, tanpa menyebutkan Mikrokristal Daun Tigarun rendemen keseluruhan. Hasil ini mengindikasikan bahwa daun Tigarun mengandung selulosa dalam jumlah relatif tinggi dan memiliki potensi besar sebagai bahan baku selulosa mikrokristal (MCC) . ,11,. AvicelA PH Parameter MCC Daun Uji Tigarun Organoleptik Serbuk kristal. Kristal, putih, tidak berbau, tidak berasa 101 (MCC Komersia. Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Juni 2025. Page 42 Ae 47 e-ISSN: 2598-2095 tidak berbau. Tigarun adalah benar selulosa mikrokristal. Temuan ini tidak berasa sejalan dengan penelitian sebelumnya oleh Lestari et al. Identifikasi Perubahan Perubahan . , yang juga melaporkan bahwa MCC dari tanaman Kualitatif warna violet- warna violet- teratai putih menunjukkan reaksi identifikasi serupa, di mana seluruh bagian tanaman menghasilkan warna violet-biru tua Tidak larut Tidak larut saat diuji menggunakan larutan iodinated zinc chloride . dalam air, dalam air. Kesamaan reaksi ini memperkuat bahwa uji kualitatif ini alkohol 95%, alkohol 95%, efektif dalam mengidentifikasi keberadaan struktur kristalin HCl 2N, eter. HCl 2N, eter. selulosa dalam MCC. sukar larut sukar larut dalam NaOH dalam NaOH 1N Kelarutan Uji kelarutan menunjukkan bahwa MCC tidak larut dalam air, alkohol 95%. HCl 2N, maupun eter, serta hanya sedikit larut dalam NaOH 1N. Titik Lebur Titik lebur selulosa mikrokristal (MCC) dari daun Tigarun tercatat pada suhu 260AC, sedikit lebih rendah dibandingkan dengan AvicelA PH 101 yang memiliki titik lebur sebesar Dari segi karakteristik fisikokimia. MCC dari daun Tigarun menunjukkan kesesuaian dengan MCC komersial (AvicelA PH . , yaitu berupa serbuk kristal berwarna putih kecoklatan, tidak berbau, dan tidak berasa, serta memberikan reaksi positif terhadap uji identifikasi dengan pereaksi zinc iodide. Hasil ini sejalan dengan hasil MCC dari jerami padi dan batang pisang, yang juga menunjukkan . Hal menunjukkan bahwa proses delignifikasi dan hidrolisis berhasil mempertahankan kemurnian selulosa. Hasil identifikasi kualitatif menunjukkan reaksi positif berupa perubahan warna pada sampel selulosa mikrokristal (MCC) setelah penambahan larutan zinc iodide iodinat. Serbuk MCC dari daun Tigarun yang semula berwarna putih berubah menjadi violet-biru tua yang terdispersi merata. Reaksi warna ini juga terjadi pada MCC komersial Avicel PH 101 sebagai pembanding, dan sesuai dengan yang dilaporkan dalam literatur. Perubahan warna ini disebabkan oleh terbentuknya kompleks antara gugus hidroksil selulosa dengan ion iodida, sehingga menandakan keberadaan selulosa sebagai komponen utama. Berdasarkan hasil ini, dapat dikonfirmasi bahwa senyawa hasil isolasi dari daun 270AC. Nilai ini masih berada dalam rentang standar yang tercantum dalam Handbook of Pharmaceutical Excipients . , yaitu antara 260Ae270AC . Kesamaan rentang titik lebur ini mengindikasikan bahwa MCC hasil isolasi dari daun Tigarun memiliki kestabilan termal yang baik dan sesuai dengan karakteristik selulosa mikrokristal farmasetis. Dengan demikian, hasil uji titik lebur ini turut memperkuat bahwa senyawa hasil isolasi merupakan selulosa mikrokristal yang layak digunakan sebagai eksipien dalam formulasi sediaan Nilai pH sebesar 6 juga masih dalam rentang yang aman, yakni netral hingga sedikit asam, dan umumnya tidak menimbulkan iritasi jika digunakan dalam formulasi tablet. Selulosa mikrokristalin (MCC) yang ideal memiliki pH dalam rentang 5 hingga 7 karena kisaran ini mampu menjaga stabilitas dan kualitasnya, khususnya saat digunakan dalam formulasi sediaan farmasi. Nilai pH di luar rentang tersebut, terutama yang kurang dari 5 atau lebih dari 7,5, dapat memicu reaksi yang tidak diinginkan . ketika MCC diformulasikan bersama zat aktif tertentu. Reaksi semacam ini berpotensi menurunkan kualitas eksipien dan memengaruhi kestabilan serta efektivitas sediaan akhir yang Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Juni 2025. Page 42 Ae 47 e-ISSN: 2598-2095 dihasilkan . Hal ini sejalan dengan temuan sebelumnya farmasi berbasis MCC Tigarun serta uji stabilitas dan keamanan bioaktif ekstraknya. memengaruhi struktur dan interaksi permukaan selulosa, di mana pembengkakan signifikan terjadi pada pH basa akibat UCAPAN TERIMAKASIH disosiasi gugus asam, sehingga kontrol pH menjadi faktor Penulis menyampaikan terima kasih kepada Majelis penting dalam menjaga kinerja MCC sebagai eksipien . Pendidikan Tinggi. Penelitian, dan Pengembangan Pimpinan Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan bahwa Pusat Muhammadiyah atas dukungan pendanaan melalui daun Tigarun memiliki potensi besar sebagai sumber bahan skema Hibah Penelitian RisetMu Tahun Pelaksanaan baku lokal untuk produksi selulosa mikrokristal (MCC), 2024/2025 dengan Nomor Kontrak: 0258. 529/I. 3/D/2025. dengan karakteristik fisikokimia yang sebanding dengan MCC Penghargaan juga diberikan kepada Laboratorium Farmasi komersial seperti AvicelA PH 101. Hal ini membuka peluang Universitas Muhammadiyah Banjarmasin atas fasilitas dan strategis untuk mengurangi ketergantungan industri farmasi nasional terhadap produk impor, sekaligus mendorong Ucapan terima kasih disampaikan kepada semua tim peneliti pemanfaatan sumber daya alam lokal yang selama ini belum yang telah membantu dalam proses isolasi dan karakterisasi, banyak dieksplorasi. serta kepada masyarakat sekitar lokasi pengambilan sampel Namun demikian, untuk memastikan kelayakan MCC dari daun Tigarun sebagai eksipien farmasi pada skala industri, daun Tigarun atas izin dan kerja samanya dalam mendukung kelancaran kegiatan ini. diperlukan pengujian lanjutan yang lebih mendalam, khususnya terkait sifat alir serbuk, kemampuan kompresi, dan kompatibilitasnya dengan berbagai zat aktif obat. Evaluasi ini penting untuk memastikan bahwa MCC yang dihasilkan tidak hanya memenuhi persyaratan mutu secara teoritis, tetapi juga memiliki performa yang stabil dan konsisten dalam formulasi tablet maupun bentuk sediaan padat lainnya. KESIMPULAN Penelitian ini berhasil menunjukkan bahwa daun Tigarun (Crateva magna DC. ) memiliki potensi sebagai sumber selulosa mikrokristal (MCC) dengan rendemen tinggi sebesar 84,27% dari -selulosa. Karakteristik MCC yang dihasilkan menunjukkan kesamaan dengan MCC komersial, baik dari segi fisikokimia maupun organoleptik. Hal ini menandakan bahwa daun Tigarun dapat dikembangkan sebagai alternatif bahan baku eksipien farmasi, sekaligus mendukung upaya kemandirian bahan baku farmasi nasional. Penelitian selanjutnya disarankan untuk melakukan formulasi sediaan DAFTAR PUSTAKA