P-ISSN: 2745-5912 E-ISSN: 2745-9047 OPTIMALISASI PRODUKSI DAWET SIWALAN DENGAN INOVASI MESIN PERAJANG Krisnadhi Hariyanto1. Mulus Sugiharto2. Dewi Suprobowati3 1,2,3 Universitas Wijaya Putra korespondensi: krisnadi@uwp. ABSTRAK Usaha Dawet Siwalan Bu Sumi di Desa Hendrosari. Gresik, menghadapi permasalahan utama pada tahap perajangan buah siwalan yang masih dilakukan secara manual. Proses ini membutuhkan waktu lama, tenaga besar, dan menghasilkan rajangan yang tidak seragam sehingga kapasitas produksi terbatas dan tidak mampu memenuhi permintaan pasar. Tujuan optimalisasi ini adalah mengoptimalkan proses produksi dawet siwalan melalui penerapan inovasi teknologi mesin perajang siwalan yang efisien dan praktis. Metode pelaksanaan meliputi observasi lapangan, perancangan serta pembuatan mesin, pelatihan penggunaan bagi mitra, uji coba produksi, dan evaluasi dengan indikator efisiensi waktu, kapasitas, serta kualitas hasil rajangan. Hasil menunjukkan bahwa proses manual membutuhkan rata-rata 119,21 menit untuk mengolah 10 kg bahan, sedangkan dengan mesin hanya 30,28 menit. Penerapan mesin perajang meningkatkan efisiensi waktu hingga 74,6%, sekaligus memberikan hasil yang lebih stabil dan konsisten. Kesimpulannya, penggunaan teknologi tepat guna berupa mesin perajang siwalan terbukti meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan kualitas produksi dawet siwalan. Inovasi ini juga memberikan dampak sosial-ekonomi positif bagi usaha Bu Sumi dan masyarakat Desa Hendrosari. Kata Kunci: Usaha Dawet. Buah Siwalan. Inovasi Teknologi. Mesin Perajang ABSTRACT Bu SumiAos Dawet Siwalan business in Hendrosari Village. Gresik, faces a major challenge in the slicing stage of siwalan fruit, which is still carried out manually. This process requires a long time, considerable physical effort, and produces uneven slices, thereby limiting production capacity and failing to meet market demand. The purpose of this optimization program is to improve the dawet siwalan production process through the application of innovative siwalan slicing machine technology that is more efficient and practical. The implementation methods include field observation, machine design and fabrication, partner training, production trials, and evaluation using indicators of time efficiency, production capacity, and slicing quality. The results show that the manual process requires an average of 119. 21 minutes to process 10 kg of raw material, while the machine only requires 30. 28 minutes. The use of the slicing machine increases time efficiency by up to 74. 6%, while also producing more stable and consistent outcomes. In conclusion, the application of appropriate technology in the form of a siwalan slicing machine has been proven to enhance productivity, efficiency, and product quality of dawet siwalan. This innovation also provides positive socioeconomic impacts for Bu SumiAos business and the community of Hendrosari Village. Keywords: Dawet Business. Siwalan Fruit. Technological Innovation. Slicing Machine masyarakat . Usaha kecil menengah telah PENDAHULUAN Desa Hendrosari. Kecamatan Menganti. Kabupaten Gresik, dikenal sebagai salah satu sentra produksi olahan berbahan dasar siwalan (Borassus Flabellife. atau lebih dikenal dengan lontar . Salah satu produk khas yang cukup populer adalah dawet siwalan yang menjadi identitas kuliner lokal serta berperan penting dalam peningkatan ekonomi lama menjadi penggerak ekonomi rumah tangga dan memiliki potensi pasar yang terus meningkat, baik dari kalangan masyarakat lokal maupun wisatawan . Usaha kecil menengah menghadapi beberapa permasalahan yang menjadi kendala dalam Permasalahan pertama adalah kapasitas produksi yang masih Jurnal Abdimas Sang Buana. Volume 6 No 2 bulan November tahun 2025 DOI: 10. 32897/abdimasusb. P-ISSN: 2745-5912 E-ISSN: 2745-9047 Saat ini, produksi dawet siwalan Sumi menggunakan pisau dengan waktu belum dapat memenuhi tingginya permintaan pengerjaan 2 jam untuk setiap 10 kg buah pasar, terutama pada musim kemarau dan Kondisi secara nyata tidak hanya hari-hari membutuhkan tenaga besar, tetapi juga . Permasalahan menurunkan efisiensi kerja. Selain itu, hasil berikutnya terletak pada proses perajangan rajangan sering kali tidak seragam, yang pada daging buah siwalan yang masih dilakukan secara manual. Saat ini proses produksi Bu produk dawet siwalan yang dihasilkan . Gambar 1 : Proses Pengupasan Buah Siwalan Gambar 1 menunjukkan proses pengupasan juga licin sehingga beresiko melukai tangan buah siwalan, di mana kulit luar yang tebal apabila tidak dikerjakan dengan benar. Pengupasan dilakukan di atas alas sederhana menggunakan alat sederhana berupa pisau agar limbah kulit dapat terkumpul dengan rapi Tahap ini membutuhkan ketelitian dan serta memudahkan proses lanjutan. kehati-hatian karena selain keras, kulit buah Gambar 2 : Proses Pengambilan Daging Buah Siwalan Gambar setelah kulit luar berhasil dibuka, bagian pengambilan daging buah siwalan yaitu dalam buah yang bertekstur kenyal kemudian Jurnal Abdimas Sang Buana. Volume 6 No 2 bulan November tahun 2025 DOI: 10. 32897/abdimasusb. P-ISSN: 2745-5912 E-ISSN: 2745-9047 diambil secara hati-hati. Pada tahap ini Daging buah yang sudah diperlukan ketelitian agar daging buah tetap terambil kemudian dipisahkan dan diletakkan pada wadah khusus untuk memudahkan tahap Gambar 3 : Proses Perajangan Manual Gambar 3 menggambarkan proses perajangan dengan baik. Pencatatan pemasukan dan manual, di mana daging buah siwalan pengeluaran hanya dilakukan dua kali dalam dipotong kecil-kecil dengan menggunakan pisau tajam secara tradisional. Proses ini keuangan yang akurat. Hal ini menyulitkan memerlukan keahlian, tenaga ekstra, serta mitra dalam menghitung biaya produksi, ketekunan, karena ukuran potongan harus mengelola arus kas, serta merencanakan relatif seragam agar hasil olahan nantinya strategi pengembangan usaha secara lebih memiliki kualitas yang baik. Namun, metode Namun demikian, dalam proses manual ini membutuhkan waktu yang cukup produksinya masih ditemukan keterbatasan lama dan memiliki keterbatasan dalam terutama pada tahap perajangan daging buah Proses ini masih dilakukan secara perajang modern yang lebih efisien dan memerlukan waktu lama, tenaga besar dan Di sisi lain, mitra juga menghadapi keterbatasan sarana penyimpanan. Lemari es hasil rajangan . Kondisi ini menyebabkan dibandingkan dengan penggunaan mesin menampung dawet siwalan dalam jumlah permintaan pasar terhadap dawet siwalan semakin meningkat terutama pada musim kemarau dan hari-hari tertentu. Urgensi dari permintaan pasar cukup tinggi. Permasalahan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terakhir yang tak kalah penting adalah terletak pada kebutuhan mendesak usaha kecil manajemen keuangan yang belum tertata menengah Bu Sumi dalam meningkatkan Jurnal Abdimas Sang Buana. Volume 6 No 2 bulan November tahun 2025 DOI: 10. 32897/abdimasusb. P-ISSN: 2745-5912 E-ISSN: 2745-9047 efisiensi produksi agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Apabila tidak segera Hendrosari. dilakukan inovasi, maka : Desa Permintaan konsumen yang tinggi tidak usaha kecil menengah Bu Sumi dalam dapat dipenuhi secara optimal. produksi dawet siwalan sebagai berikut : Waktu produksi yang lama berimplikasi Produktivitas tenaga besar. terserap pada proses manual. Nilai Proses perajangan siwalan masih manual sehingga membutuhkan waktu lama dan kurang efisien karena energi banyak Berdasarkan hasil identifikasi yang dihadapi pada keterlambatan distribusi produk. Produktivitas rendah sehingga jumlah produksi terbatas dibandingkan dengan seharusnya dapat lebih berkembang tingginya permintaan konsumen. menjadi terhambat. Kualitas hasil rajangan tidak seragam, yang berpengaruh pada tampilan dan Penerapan teknologi mesin perajang siwalan menjadi solusi strategis untuk menjawab tekstur dawet siwalan. Belum adanya pemanfaatan teknologi permasalahan yang dihadapi usaha kecil keberlanjutan usaha dan meningkatkan . Inovasi diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi, efisiensi waktu, sekaligus kualitas hasil rajangan yang lebih seragam sehingga memperkuat daya saing produk . teknologi mesin perajang siwalan. daya saing produk. Inovasi mesin perajang siwalan, diharapkan dapat memberikan solusi nyata terhadap pemberdayaan usaha di tingkat desa . METODE Meningkatkan kapasitas produksi usaha Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini kecil menengah Bu Sumi agar mampu dilakukan dengan tim pelaksana berkolaborasi memenuhi kebutuhan pasar yang terus langsung dengan usaha kecil menengah dawet Mengurangi beban kerja manual yang selama ini memakan waktu dan tenaga, penggunaan mesin perajang siwalan. Tahapan pelaksanaan meliputi : model penerapan teknologi tepat guna dalam Mengoptimalkan proses produksi dawet permasalahan tersebut dan sekaligus menjadi Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah : Sumi Observasi dan Analisis Kebutuhan. Memberikan nilai tambah pada produk dawet siwalan sehingga mampu bersaing Jurnal Abdimas Sang Buana. Volume 6 No 2 bulan November tahun 2025 DOI: 10. 32897/abdimasusb. P-ISSN: 2745-5912 E-ISSN: 2745-9047 Mengidentifikasi ekonomi, sosial, dan teknis dari utama pada proses produksi dawet penggunaan mesin. Mitra dalam kegiatan ini adalah usaha Melakukan pengukuran waktu dan kecil menengah dawet siwalan Bu Sumi yang hasil produksi secara manual untuk berlokasi di Desa Hendrosari. Gresik. Jumlah mengetahui tingkat efisiensi awal. tenaga kerja inti yang terlibat langsung adalah Perancangan dan Pembuatan Mesin 3 orang, dengan dukungan anggota keluarga Perajang Siwalan. lainnya pada saat volume produksi meningkat. Merancang mesin perajang dengan Beberapa langkah yang digunakan untuk memperoleh data yang akurat, yaitu : apasitas, ukuran rajangan, keamanan, dan perawata. Membuat prototipe mesin yang Penggunaan Mesin. Memberikan pelatihan langsung kepada serta keselamatan kerja. Menguji kinerja mesin dalam kondisi efisiensi waktu dan kapasitas hasil Pencatatan Dokumentasi foto dan video untuk indikator berikut : Efisiensi Waktu Produksi : pengurangan selama masa awal penggunaan Kapasitas Produksi : peningkatan jumlah mesin untuk memastikan pengguna Observasi langsung terhadap proses waktu produksi per kilogram buah Melakukan pendampingan intensif Observasi langsung terhadap proses Keberhasilan program ini dievaluasi melalui Pendampingan dan Monitoring. mendukung data visual. penggunaan mesin. menghitung efisiensi kerja. Uji Coba Produksi. produksi manual dan penggunaan mesin. mengoperasikan mesin, perawatan dasar, produksi manual dan penggunaan mesin. menengah Bu Sumi mengenai cara Pelatihan sederhana, ergonomis, dan hemat Wawancara dengan pemilik dan pekerja Kualitas Produk : keseragaman hasil rajangan serta konsistensi tekstur. Monitoring dilakukan untuk menilai Jurnal Abdimas Sang Buana. Volume 6 No 2 bulan November tahun 2025 DOI: 10. 32897/abdimasusb. P-ISSN: 2745-5912 E-ISSN: 2745-9047 Penerimaan Mitra : sejauh mana usaha Bu Sumi merasa terbantu dan mampu mengoperasikan mesin secara mandiri. Dampak Sosial Ekonomi : peningkatan pendapatan usaha, pembukaan lapangan kerja tambahan, dan penguatan identitas HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan menggunakan alat bantu mesin perajang proses pengerjaan memerlukan waktu yang cukup lama pada tabel 1. kuliner lokal. Tabel 1 : Waktu Pengerjaan Mesin 10 Kg Hari Rata-Rata Waktu Pengerjaan Mesin 10 Kg (Meni. 120,25 118,95 113,75 115,05 117,65 125,45 116,35 121,55 119,21 Sumber: Data Proses Manual. Juli 2025 Berdasarkan tabel 1, proses pengerjaan pekerja, konsistensi tenaga yang dikeluarkan, manual untuk mengolah 10 kg bahan rata-rata maupun teknik pengerjaan yang digunakan. memerlukan waktu sekitar 119 menit atau Oleh karena itu, data hasil pengamatan ini hampir dua jam. Namun, waktu tersebut tidak penting untuk dijadikan tolak ukur awal selalu sama setiap harinya, karena terdapat sebelum membandingkan dengan penerapan variasi sekitar A12 menit dari rata-rata. Hal ini Teknologi Tepat Guna (TTG). Dengan adanya menunjukkan bahwa efisiensi kerja secara teknologi, diharapkan waktu pengerjaan bisa manual belum stabil dan sangat dipengaruhi lebih singkat, stabil, dan kapasitas produksi oleh faktor-faktor seperti tingkat kelelahan dapat meningkat secara signifikan. Jurnal Abdimas Sang Buana. Volume 6 No 2 bulan November tahun 2025 DOI: 10. 32897/abdimasusb. P-ISSN: 2745-5912 E-ISSN: 2745-9047 Tabel 2 : Waktu Pengerjaan Mesin 10 Kg Hari Rata-Rata Waktu Pengerjaan Mesin 10 Kg (Meni. 30,28 Sumber: Data Proses Mesin. Agustus 2025 Berdasarkan Tabel 2, penggunaan mesin lebih stabil dan konsisten, tidak terlalu dalam proses pengerjaan terbukti jauh lebih bergantung pada kondisi tenaga manusia efisien dibandingkan metode manual yang seperti kelelahan atau perbedaan teknik kerja. sebelumnya membutuhkan waktu rata-rata Berdasarkan hasil data ini memperlihatkan sekitar 119 menit. Penggunaan dengan mesin, bahwa penerapan Teknologi Tepat Guna waktu yang dibutuhkan hanya sekitar 30 (TTG) tidak hanya mampu meningkatkan menit, atau sekitar seperempat dari waktu efisiensi waktu dan produktivitas, tetapi juga manual, sehingga memberikan percepatan dapat mengurangi ketergantungan terhadap yang sangat signifikan dalam produksi. Selain faktor fisik tenaga kerja. Efeknya, proses itu, perbedaan waktu antar hari relatif kecil, yakni hanya sekitar A4 menit dari rata-rata. keberlanjutannya serta mampu memenuhi Hal ini menunjukkan bahwa kinerja mesin permintaan pasar dengan lebih baik. Jurnal Abdimas Sang Buana. Volume 6 No 2 bulan November tahun 2025 DOI: 10. 32897/abdimasusb. P-ISSN: 2745-5912 E-ISSN: 2745-9047 Gambar 4 : Waktu Pengerjaan 10 Kg Manual Ae Mesin Gambar . aris mera. jauh lebih rendah, hanya sekitar perbandingan waktu pengerjaan manual dan 28Ae35 Angka mesin untuk kapasitas 10 kg selama beberapa efisiensi yang signifikan karena rata-rata hari pengamatan. Waktu pengerjaan manual waktu pengerjaan hanya sekitar seperempat . aris bir. terlihat konsisten berada di kisaran dari cara manual. Berdasarkan hasil data 110Ae125 menit. Ini menunjukkan bahwa harian, terlihat bahwa penggunaan mesin dengan metode manual, proses membutuhkan mampu memangkas waktu hampir 70Ae75% waktu cukup lama dan relatif stabil di angka lebih cepat dibandingkan metode manual Waktu pengerjaan dengan mesin Gambar 5 : Mesin Perajangan PENUTUP Berdasarkan hasil proses manual dan proses mesin, pengerjaan manual membutuhkan waktu rata-rata 119,21 menit untuk mengolah Gambar 6 : Hasil Menggunakan Mesin 10 kg bahan, sedangkan dengan mesin hanya rata-rata 30,28 Berdasarkan hasil tersebut dapat diartikan memangkas waktu pengerjaan hingga sekitar Jurnal Abdimas Sang Buana. Volume 6 No 2 bulan November tahun 2025 DOI: 10. 32897/abdimasusb. P-ISSN: 2745-5912 E-ISSN: 2745-9047 74,6% lebih cepat dibandingkan cara manual. Perbedaan peningkatan efisiensi yang sangat signifikan, di mana mesin tidak hanya mempercepat proses hampir tiga perempat kali lebih singkat, tetapi juga memberikan kestabilan hasil dengan variasi waktu yang lebih kecil. Dengan demikian, penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) Sumardiyanto D. Endah Susilowati S. Seno Septyantoro K. Rancang Bangun Mesin Pencacah Es Batu Dengan Posisi Mata Pisau Diagonal. Pros TAU SNARS-TEK Semin Nas Rekayasa Dan Teknol. :92Ae8. Nurmalasari R. Romadin A. Mesin T. Malang UN. Manufaktur TR. Malang UN. Et Al. IRA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (IRAJPKM) Perajang Rempah Otomatis Untuk Mengembangkan Usaha Minuman Sehat Berbasis UMKM Di Malang Automatic Spice Chopper To Develop Healthy Drink Business For UMKM In Malang Permasalahan Mitra Diantaranya Adalah. IRA J Pengabdi Kpd Masy. :15Ae20. Sucipto S. Siti Nuurlaily Rukman. Titik Setyowati. Optimalisasi Pengembangan Produk Olahan Siwalan Di Dusun Tenggina Desa Batang-Batang Daya. J Abadimas Adi Buana. :5Ae11. Elia Firda Mufidah. Dini Atik Putri Anindya. Nailatul Rifdah. Ferry Rohman Hakim. Pemberdayaan Masyarakat Dengan Inovasi AuNdawet KuyAy (Dawet Siwala. Produk UMKM Desa Dalegan Gresik. Kanigara. :10Ae6. Hidayati LN. Hardiningtiyas D. Indriastuti I. Pendampingan Usaha Dawet Siwalan (DILAN) Di Desa Hendrosari. Menganti. Gresik. Sebagai Upaya Menghidupkan Glokalisasi Di Masa Pandemi_Lutfia NH. Pros Konf Nas Pengabdi Kpd Masy Dan Corp Soc Responsib. 4:983Ae90. mendukung peningkatan kapasitas usaha secara berkelanjutan. DAFTAR PUSTAKA