Available online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 293-302 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 Pengaruh Komunikasi Antar Pribadi (KAP) Teknik Persuasif Terhadap Pencegahan Bullying pada Anak Yeni Suryaningsih 1. Dwi Yunita Haryanti2 Prodi S1 Ilmu Keperawatan. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Muhammadiyah Jember yeni@unmuhjember. dwiyunita@unmuhjember. Submitted: 07-07-2. Reviewed: 12-07-2025 | Accepted: 21-07-2025 ABSTRAK Pendahuluan Bullying merupakan permasalahan yang sering terjadi dilingkungan sekolah. Akibat dari perilaku bullying mengakibatkan seseorang melakukan tindakan bunuh diri. Tujuan penelitian: mengetahui pengaruh Komunikasi Antar Pribadi (KAP) teknik persuasive terhadap pencegahan bullying pada anak. Metode: Desain yang digunakan quasi eksperimental non randomized pretest-post test one group design. Intervensi dilakukan untuk mengetahui pengaruh Komunikasi Antar Pribadi (KAP) teknik persuasif pada orang tua tentang pencegahan bullying pada anak di TK Aisyiyah Baitul Athfal PCA Bangsalsari Kabupaten Jember. Jumlah sampel dalam penelitian ini 33 diambil total Penilain menggunakan lembar kuesioner IEQ (Intelegence Emosional Quotien. untuk mengetahui pencegahan perilaku bullying. Penilaian dilakukan sebanyak 2 kali sebelum dan sesudah melakukan intervensi . on randomized pretest-post test one group desig. Intervensi dilakukan sebanyak 4 kali di TK Aisyiyah Baitul Athfal PCA Bangsalsari Kabupaten Jember. Hasil analisis menggunakan Wilcoxon ( < 0,05 ) didapatkan nilai p = 0,016 berarti terdapat perbedaan antara sebelum dan sesudah dilakukan Komunikasi Antar pribadi (KAP) teknik persuasif terhadap pencegahan bullying pada anak. Pembahasan terdapat pengaruh Komunikasi Antar Pribadi (KAP) teknik persuasif terhadap pencegahan bullying pada anak. Saran peran orang tua tentang pencegahan bullying pada anak lebih di Kata Kunci: Anak. Komunikasi Antar Pribadi (KAP) dengan Teknik persuasif, pencegahan bullying ABSTRACT Introduction Bullying is a problem that often occurs in school environments. The consequences of bullying behavior can lead to someone committing suicide. The purpose of this study: to determine the effect of Interpersonal Communication (KAP) persuasive techniques on preventing bullying in children. Method: The design used was a quasi-experimental non-randomized pretest-post test one group design. The intervention was carried out to determine the effect of Interpersonal Communication (KAP) persuasive techniques on parents regarding the prevention of bullying in children at TK Aisyiyah Baitul Athfal PCA Bangsalsari. Jember Regency. The number of samples in this study was 33 taken from total sampling. The assessment used an IEQ (Emotional Intelligence Quotien. questionnaire to determine the prevention of bullying behavior. The assessment was carried out 2 times before and after the intervention . on-randomized pretest-post test one group desig. The intervention was carried out 4 times at TK Aisyiyah Baitul Athfal PCA Bangsalsari. Jember Regency. The analysis using Wilcoxon ( < 0. yielded a p-value of 0. 016, indicating a significant difference between before and after the persuasive technique of interpersonal communication (KAP) was implemented on bullying prevention in children. The discussion focused on the influence of persuasive techniques on bullying prevention in children. Suggestions for parents to maximize their role in preventing bullying in children are recommended. Keywords: Children. Interpersonal Communication (KAP) with Persuasive Techniques. Bullying Prevention JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 293-302 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 PENDAHULUAN Bullying mempunyai banyak bentuk seperti bullying fisik, psikis dan cyberbullying. Dampak bullying yang berkaitan dengan kondisi fisik akan menyebabkan dirinya sulit untuk menerima kondisi fisik yang di miliki, selalu mengeluh akan penampilannya, dan selalu merasa cemas akan kondisi fisik yang dia miliki (Ela, at all, 2. Bullying merupakan tindak kekerasan yang sengaja maupun tidak sengaja dilakukan oleh seseorang ataupun sekelompok baik secara verbal maupun fisik ( Ahmad, 2. Bullying masih sering terjadi dilingkungan sekolah. Kasus bullying yang sering terjadi di lingkungan sekolah yaitu bullying verbal, mengolok-olok anak dengan kata-kata yang tidak pantas, bullying fisik dengan pukulan atau cubitan, karena itu orang tua harus lebih aktif mendapatkan informasi tentang bahaya bullying atau perundungan didunia pendidikan saat ini. Perilaku bullying juga dapat mengakibatkan seseorang untuk melakukan tindakan bunuh diri ( Pajarsari & Wilani, 2. Bullying di sekolah merupakan salah satu permasalahan yang sering terjadi hampir diseluruh dunia ( Puspita & Alfiatin, 2. Kejadian bullying semakin meningkat di Indonesia. Menurut data dari ( United Nations Children's Fun, 2. Sekitar 150 juta siswa . -15 tahu. diseluruh dunia melaporkan telah mengalami bullying dari teman-teman dilingkungan sekolah. ( Komisi Perlindungan Anak, 2. mendapatkan 369 pengaduan terkait bullying dari masyarakat, jumlah itu sekitar 25% dari jumlah pengaduan bullying dibidang pendidikan dengan jumlah 1. 480 pengaduan. Data dari KPAID Jawa Timur pada tahun 2021 kasus yang berhubungan dengan bullying mencapai 1. 283 kasus. Dari data yang dihimpun penulis dari KPAI Jember angka kekerasan terhadap anak berjumlah 197 kasus, kasus kekerasan pada anak mulai Januari hingga November 2022 tercatat kenaikan kasus dan jumlah korban anak. Total ada 105 anak di Jember menjadi korban kasus kekerasan,79 diantaranya adalah perempuan. Jumlah keseluruhan perilaku bullying meningkat dari tahun ke tahun perilaku bullying ini tidak mendapatkan intervensi untuk menanganinya, seperti mediasi yang cukup efektif untuk mengurangi konflik di antara korban bullying. Tingginya angka bullying membuat mereka menjadi rentan terhadap tindakan kekerasan, intimidasi, penganiayaan, pengucilan dan penidasan. Anak yang terlibat bullying mengalami risiko perilaku yang tidak baik seperi gejala kejiwaan serta keinginan untuk bunuh diri ( Oktavia. Dampak secara fisik juga dirasakan oleh para korban bully diantaranya merasa JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 293-302 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 terancam, sulit berkonsentrasi, penurunan prestasi akademik dan merasa sendiri ( Yuhbaba. Bullying juga berdampak negatif terhadap perkembangan emosional pada anak dan Interaksi sosial dapat terganggu yang diakibatkan oleh perilaku bullying ini ( Damri et al, 2. karena hal ini berkaitan dengan emosi anak. Menurut ( Susanti, 2. perkembangan emosi adalah perubahan-perubahan yang dialami oleh individu yang sistematis, progresif dan berkesinambungan akan rasa senang, takut, marah dan perasaan lainnya tergantung dari interaksi yang dialami. Peran orang tua sangat penting untuk menjadikan anak sebagai generasai penerus Prinsip KAP (Komunikasi Antar Pribad. teknik persuasif digunakan agar orang tua agar mampu mencegah perilaku bullying pada anak, baik anak sebagai pelaku maupun sebagai korban bullying. Teknik . persuasif digunakan dengan harapan orang tua akan paham pentingnya pencegahan bullying dengan cara yang nyaman dan tidak merasa jenuh dalam memahami ilmu yang baru bagi mereka. Masyarakat desa Bangsalsari mempunyai perbedaan latar belakang pendidikan yang beragam. Latar belakang pendididikan yang beragam mempengaruhi pemahaman masyarakat tentang pentingnya pencegahan bullying. Menurut ( Manurung, 2020 ). beberapa faktor yang mempengaruhi dalam pola pengasuhan orang tua adalah latar belakang pola pengasuhan orang tua, tingkat pendidikan orang tua . rang tua yang memiliki tingkat pendidikan tinggi berbeda pola pengasuhannya dengan orang tua yang hanya memiliki tingkat pendidikan yang renda. Keadaan ini mengakibatkan fungsi atau peran menjadi Auorang tuaAy diserahkan kepada pembantu rumah tangga dan guru di sekolah. Berdasarkan hasil studi pendahuluan didapatkan data, di TK Aisyiyah Baitul Athfal PCA Bangsalsari Kabupaten Jember rerata masalah yang dihadapi oleh orang tua adalah orang tua belum paham tentang bullying dan dampak yang ditimbulkan akibat perilaku tersebut. Tingginya angka bullying membuat mereka menjadi rentan terhadap tindakan kekerasan, intimidasi, penganiayaan, pengucilan dan penidasan. Anak yang terlibat bullying mengalami risiko perilaku yang tidak baik seperi gejala kejiwaan serta keinginan untuk bunuh diri. Berdasarkan fenomena diatas, didapatkan bahwa masalah tingginya kasus bullying pada anak sekolah belum memiliki solusi yang tepat untuk mengatasi masalah bullying sehingga anak sangat rentan menjadi korban ataupun pelaku kasus bullying dan mengarah gangguan kesehatan fisik, psikis dan spiritualnya. Sekolah tidak memegang peranan 100% dalam mengendalikan pencegahan bullying pada anak, hal ini dibutuhkan kerjasama dari JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 293-302 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 berbagai pihak, terutama orang tua dengan komunikasi antar pribadi (KAP) teknik persuasive dan belum pernah ada penelitian sebelumnya. Sehingga peneliti tertarik untuk mengambil penelitian berjudul Pengaruh Komunikasi Antar Pribadi (KAP) Teknik persuasif pada orang tua terhadap pencegahan bullying pada anak di TK Aisyiyah Baitul Athfal PCA Bangsalsari Kabupaten Jember. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif desain yang digunakan adalah quasi eksperimental non randomized pretest-post test one group design. Intervensi dilakukan untuk mengetahui pengaruh Komunikasi Antar Pribadi (KAP) teknik persuasif pada orang tua tetrhadap pencegahan bullying pada anak. Populasi dari penelitian ini adalah semua orang tua siswa kelas 7 dengan jumlah 33 orang. Teknik pengambilan sampel dengan Teknik total sampling, karena sudah homogen, sehingga jumlah sampel 33 orang tua siswa. Penilaian menggunakan lembar kuesioner IEQ (Intelegence Emosional Quotien. uesioner sudah terstanda. , untuk mengetahui pencegahan perilaku bullying dengan jumlah pertanyaan 16 menggunakan skala likert 1-5 dimensi yang diukur meliputi kesadaran diri, manajemen emosional, motivasi diri, dan empati. Kuesioner ini digunakan dengan maksud pengetahuan orang tua yang baik akan berdampak bagi kemampuan orang tua untuk melakukan komunikasi antar pribadi dengan Teknik persuasive untuk mencegah bullying pada anak. Penilaian dilakukan sebanyak 2 kali sebelum dan sesudah intervensi . on randomized pretestpost test one group desig. Untuk menilai adanya pengaruh dilakukan uji Wilcoxon. Intervensi dilakukan sebanyak 4 kali pertemuan . ateri KAP, materi perilaku bullying, cara mencegah perilaku bullying teknik persuasive, roleplay Bersama sisw. dilaksanakan mulai tanggal 4-24 Februari 2025. Lokasi di TK Aisyiyah Baitul Athfal PCA Bangsalsari Kabupaten Jember. Etika penelitian . espect for persons, anonimity, confidentiality, beneficience, non maleficience, justic. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilakukan sebanyak 4 kali pertemuan mulai tanggal 4-24 Februari 2025. Lokasi di TK Aisyiyah Baitul Athfal PCA Bangsalsari Kabupaten Jember, dengan jumlah sampel 33 orang tua siswa. JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 293-302 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 Hasil. Data Umum Tabel 1. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Karakteristik Laki-laki Perempuan Total Sumber: Data Primer, 2025 Jumlah Persentase (%) Berdasarkan table diatas terlihat bahwa semua peserta berjenis kelamin perempuan 33 orang . %) Tabel 2. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Karakteristik < 20 tahun 20-30 tahun >40 tahun Total Sumber: Data Primer, 2025 Jumlah Persentase (%) Berdasarkan table diatas terlihat bahwa mayoritas responden berusia 20-30 tahun dengan jumlah 25 orang . %) Tabel 3. Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan Karakteristik SMP SMA Total Sumber: Data Primer, 2025 Jumlah Persentase (%) Berdasarkan table diatas terlihat bahwa mayoritas responden tingkat Pendidikan SMA 25 orang . %) JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 293-302 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 Data Khusus Tabel 4. Karakteristik Nilai Sebelum dan Sesudah Komunikasi Antar Pribadi (KAP) Teknik Persuasif terhadap pencegahan Bullying pada Anak Komunikasi Antar Pribadi (KAP) dengan teknik persuasif untuk meningkatkan pengetahuan orang tua tentang pencegahan bullying pada anak di TK Aisyiyah Baitul Athfal PCA Bangsalsari Kabupaten Jember 1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112131415161718192021222324252627282930313233 nilai_sebelum nilai_sesudah Berdasarkan data diatas nilai tertinggi pre test adalah 63 dan nilai terendah 10. Dan setelah dilakukan intervensi didapatkan nilai tertinggi 68 dan terendah 35. Tabel 5. Analisis Pengaruh Komunikasi Antar pribadi (KAP) teknik persuasive terhadap pencegahan bulling pada Anak di TK Aisyiyah Baitul Athfal PCA Bangsalsari Kabupaten Jember Pencegahan Bullying P value Pre . 0,016 Post . Sehingga dilakukan uji Wilcoxon karena distribusi data tidak normal. Berdasarkan hasil analisis menggunakan Wilcoxon ( < 0,05 ) didapatkan nilai p = 0,016 berarti terdapat perbedaan antara sebelum dan sesudah dilakukan Komunikasi Antar pribadi (KAP) teknik persuasif terhadap pencegahan bulling di TK Aisyiyah Baitul Athfal PCA Bangsalsari Kabupaten Jember JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 293-302 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 Pembahasan Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan didapatkan hasil. Karakteristik orang tua siswa meliputi semua peserta berjenis kelamin perempuan 33 orang . %) hal ini disebabkan karena orang tua perempuan tidak bekerja dan lebih banyak meluangkan waktunya bersama Berdasarkan karakteristik usia orang tua siswa sebagian besar berusia 20-30 tahun, usia tersebut merupakan usia dewasa madya, dimana sebagai orang tua mereka berperan aktif dalam membesarkan dan mendidik anak, jika masuk dalam kondisi stagnansi maka proses pencegahan bullying tidak dapat dilakukan di lingkungan keluarga mereka ( Sumanto, 2. Mayoritas orang tua siswa mempunyai tingkat Pendidikan SMA. Pendidikan adalah segala upaya yang direncanakan untuk mempengaruhi orang lain baik individu, kelompok, maupun masyarakat sehingga melakukan apa yang diharapkan oleh pelaku Pendidikan Notoatmojo, 2. Dengan Pendidikan yang dimiliki orang tua akan mampu memanfaatkan informasi yang diperoleh kedalam kehidupan sehari-hari. Hasil yang didapatkan sebelum dilakukan intervensi skor 63 nilai tertinggi dan 10 nilai terendah, setelah dilakukan intervensi didapatkan nilai tertinggi 68 dan terendah 35. Hal ini merupakan keterbatasan penelitian karena pada saat mengisi kuesioner orang tua kurang focus karena bertepatan dengan jam pulang anak di TK Aisyiyah Baitul Athfal PCA Bangsalsari Kabupaten Jember Pengetahuan orang tua terhadap pencegahan bullying diketahui dengan melakukan pre test sebelum dilaksanakan penyuluhan dan post test setelah akhir pertemuan ke-4. Sebelum dilakukan analisis bivariat, peneliti melakukan uji normalitas dengan nilai > 0,05 data dikatakan normal. Pada penelitian ini didapatkan nilai . re nilai p = 0,010, post nilai p = 0,. Jadi didapatkan distribusi data tidak normal. Dilakukan juga analisis homogenitas. Hasil dari uji homogenitas significancy test homogeneity of variance menunjukkan nilai p value = 0,489 Ou = 0, 05 yang berarti bahwa tidak terdapat perbedaan yang significant sehingga data dikatakan Sehingga dilakukan uji Wilcoxon karena distribusi data tidak normal. Berdasarkan hasil analisis menggunakan Wilcoxon ( < 0,05 ) didapatkan nilai p = 0,016 berarti terdapat perbedaan antara sebelum dan sesudah dilakukan Komunikasi Antar pribadi (KAP) teknik persuasif terhadap pencegahan bulling di TK Aisyiyah Baitul Athfal PCA Bangsalsari Kabupaten Jember. Hal ini berarti ada pemahaman yang sesuai antara peneliti dan orang tua siswa. Sehingga terbukti ada pengaruh pembentukan Komunikasi Antar Pribadi (KAP) teknik . persuasif dapat JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 293-302 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 meningkatkan pencegahan perilaku bullying pada anak TK Aisyiyah Baitul Athfal PCA Bangsalsari Kabupaten Jember. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis menggunakan Wilcoxon ( < 0,05 ) didapatkan nilai p = 0,016 berarti terdapat pengaruh Komunikasi Antar Pribadi (KAP) teknik persuasif dapat meningkatkan pencegahan perilaku bullying pada anak TK Aisyiyah Baitul Athfal PCA Bangsalsari Kabupaten Jember sebelum dan sesudah dilakukan perlakuan. Tindak lanjunya dalam kelompok yang sudah terbentuk, adalah: Aktif masalah yang dihadapi oleh orang tua ditiap kelompok, saran untuk pihak sekolah sebaiknya pada saat ada pertemuan selalu memberikan wawasan kepada orang tua siswa tentang perkembangan siswa di sekolah, kepada siswa sebaiknya lebih menjaga keakraban siswa di sekolah dan menghindari bullying dimanapun berada dan pada orang tua siswa agar lebih mengawasi tentang kondisi anak UCAPAN TERIMA KASIH