Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 08 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin PENGELOLAAN KELAS DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SD IT ANNABA CIASEM Muhammad Noer Aksel Farizal. Akil. Acep Nurlaeli Email: noeraksel@gmail. com, akil@fai. id, acep. nurlaeli@fai. (Universitas Singaperbangsa Karawan. Abstract: Classroom management should be carried out with procedures that have been used as a reference source for each study, with good and conceptual class management will make an effective and efficient classroom management for an educator. As educators, teachers are required to be able to apply various methods for classroom management, both approach techniques, disciplinary coaching and managing obstacles and solutions in dealing with classroom management. This is all aimed at good and effective classroom Various approaches were applied to achieve a result that was in line with the researchers' expectations for more efficient classroom management at SD IT Annaba Ciasem. Keywords: classroom management, approach, education Abstrak: Pengelolaan kelas baiknya dilakukan dengan prosedur yang telah di jadikan sumber rujukan bagi setiap pembelajaran, dengan pengelolaan kelas yang baik dan terkonsep akan menjadikan sebuah pengelolaan kelas yang efektif dan efisien bagi seorang pendidik. Sebagai pendidik. Guru dituntut untuk bisa menerapkan berbagai macam cara untuk pengelolaan kelas baik teknik pendekatan, pembinaan kedisiplinan maupun pengelolaan hambatan dan solusi dalam menghadapi pengelolan kelas. Ini semua ditujukan untuk pengelolaan kelas yang baik dan efektif. Berbagai macam pendekatan diterapkan guna mencapai sebuah hasil yang sesuai dengan harapan peneliti untuk pengelolaan kelas yang lebih efisien di SD IT Annaba Ciasem. Kata Kunci : pengelolaan kelas, pendekatan, pendidikan Pendahuluan Pendidikan merupakan sebuah alternatif bagi setiap manusia untuk mencapai suatu kejayaan, yang dimana pendidikan sendiri memiliki peran yang sangat penting bagi kehidupan. Pendidikan menjadikan manusia sadar dengan masa depan yang harus di capai dengan akal dan Pendidikan juga menjadi sarana untuk tumbuh dan berkembangnya suatu bangsa, dimana suatu bangsa memiliki pendidikan yang berkualitas disitulah akan terjadinya suatu pertumbuhan dan perkembangan bagi bangsa, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 pasal 1 ayat 1 yang menyebutkan tentang arti pendidikan. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, 12 Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 08 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Kelas merupakan suatu lingkungan belajar bagi sebagian orang yang menuntut ilmu mulai dari anak-anak sampai dengan remaja dewasa. Kelas adalah tempat diciptakannya perkembangan ilmu pengetahuan dari seorang guru yang memiliki peran penuh sebagai pengajar keilmuan. Dengan adanya kelas dan guru, pembelajaran akan berjalan dengan efektif dan terarah sesuai dengan tujuan pendidikan. Dalam sebuah lingkuangan kelas seorang guru harus menciptakan suasana yang edukatif bagi para peserta didiknya agar bisa menghasilkan pertumbuh kembangan yang efisien bagi peserta didik baik dari segi kognitif, psikomotor, maupun afektifnya. Belajar memang menjadi suatu proses yang sangat penting untuk dilakukan oleh peserta didik, karena dengan belajar peserta didik akan lebih bisa mencapai berbagai tujuannya. Berkaitan dengan pengelolaan kelas, peneliti menemukan beberapa penelitian yang sifatnya sama dengan permasalahan yang akan peneliti ajukan mengenai pengelolaan kelas. Penelitian tersebut ialah penelitian terdahulu dari Sri Warsono . Penelitian yang dilakukan Sri Warsono ialah penelitian pengelolaan kelas dengan judul penelitiannya Aupengelolaan kelas dalam meningkatkan belajar siswaAy, (Warsono, 2. dan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian tersebut bahwa engelolaan kelas dilakukan dengan membenahi berbagai aspek penunjang keberhasilan proses pembelajaran diantaranya pengaturan fasilitas dan pengelolaan pendidikan dan pengelolaan peserta didik, pengelolaan kelas juga dilaksanakan dengan menerapkan beberapa prinsip pengelolaan kelas seperti pendekatan dan pengawasan pada saat pengelolaan kelas, dan dengan memperhatikan faktor pendukung dan faktor penghambat dalam pengelolaan kelas secara efektif. Berdasarkan penelitian terdahulu tersebut dapat disimpulkan bahwa pengelolaan kelas sangatlah penting diperhatikan oleh seorang guru khususnya dalam pelaksanaan proses belajar mengajar demi tercapainya tujuan pembelajaran. Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan pada guru mata pelajaran PAI di SD IT ANNABA Ciasem, peneliti mendapatkan berbagai informasi mengenai pengelolaan kelas yang dilakukan oleh seorang guru mata pelajaran PAI, bahwa setiap pembelajaran berlangsung tidak sedikit persoalan yang harus dihadapi oleh seorang guru, baik dari persoalan peserta didik 1 Habe Hazairin. Ahiruddin. AuSistem Pendidikan NasionalAy, dalam Jurnal Ekonomi. Keuangan dan Bisnis . kombis sains, 2. , hal. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 08 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin maupun persoalan pembelajaran. Dari sinilah peniliti mengambil rumusan masalah untuk dikaji lebih dalam tentang pengelolaan kelas yaitu : Pendekatan apa yang diterapkan guru dalam proses pengelolaan kelas? Bagaimana pembinaan disiplin siswa yang diterapkan pada saat pembelajaran? Apa saja hambatan dan solusi yang dilakukan dalam pengelaan kelas? Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dan jenis peneilitian ini adalah penelitian lapangan, teknik pengumpulan data merupakan langkah yang sangat strategis dalam sebuah penelitian, karena tujuan utama dari sebuah penelitian ialah mengumpulkan data. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan beberapa metode penelitian, diantaranya sebagai berikut : Wawancara Wawancara merupakan sebuah pertemuan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih guna mendapatkan sebuah informasi ataupun ide gagasan yang akan digunakan sebagai bahan penelitian bagi peneliti, dalam metode ini peneliti langsung berkomunikasi dengan guru mata pelajaran terkait guna mendapatkan informasi tentang topik pembahasan terkait yang diteliti. Observasi Observasi merupakan sebuah pengamatan secara langsung terhadap suatu objek yang akan diteliti dan yang ada disekitar lingkungan penelitian. Peneliti mendapatkan beberapa kriteria dalam tahap ini karena peniliti diberikan kesempatan untuk mengamati berbagai proses kegiatan pembelajaran yang sedang berlangsung dengan tanpa mengikuti kegiatan yang sedang berlangsung di SD IT Annaba Ciasem. Dokumentasi Dokumentasi merupakan sebuah cara untuk memperoleh data dan informasi dalam bentuk dokumen atau sebuah arsip gambar untuk menunjang penelitian yang dilakukan sebagai dokumen pendukung. Triangulasi Triangulasi adalah sebuah teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan beberapa metode penelitian yang digunakan oleh peneliti baik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Peneliti mewawancarai guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam SD IT Annaba Ciasem mengenai pendekatan yang digunakan guru pada saat pembelajaran, pengelolaan apa yang diterapkan untuk kedisiplinan, dan bagaimana cara seorang guru dalam pengelolaan hambatan 14 Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 08 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin sekaligus solusi yang konkrit dilakukan seorang guru dalam pengelolan kelas. Dalam menganalisis data yang diperoleh, peneliti menggunakan model analisis data Miles dan Huberman yaitu dengan 3 prosedur yang harus dilalui, yakni reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil dan Pembahasan Penelitian ini dilaksanakan pada guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SD IT Annaba Ciasem. Kabupaten Subang. dengan kondisi yang baik dan efektif, guru menjelaskan berbagai kriteria pembelajaran yang dilakukan setiap kegiatannya. Baik mulai dari proses perancangan rencana pembelajaran sampai dengan penutup hasil dari proses pembelajaran yang Guru memiliki peranan yang sangat penting dalam pembelajaran seperti yang dijelaskan diawal pendahuluan, bahwa seorang guru harus bisa menciptakan suasana pembelajaran atau bisa disebut pengelolaan kelas yang baik efektif dan efisien, karena dengan peranannyalah seorang guru sebagai pendidik dari para siswanya yang sedang menimba ilmu. Dalam pengelolaan kelas, merupakan suatu proses pengelolaan kelas yang secara sengaja dilakukan guna mempermudah dan memberikan situasi yang kondusif bagi guru dalam sebuah pembelajaran dan guna menciptakan suatu kondisi dalam sebuah kelas yang lebih efektif dan tertib dalam proses Seorang guru terkait menjelaskan bahwa pengelolaan kelas yang dilakukannya menggunakan beberapa teknik pendekatan yang diterapkan, diantaranya pendekatan kekuasaan yang dimana pendekatan tersebut merupakan pendekatan pengelolaan kelas sebagai suatu proses dalam pengontrolan diri dan tingkah laku peserta didik. Dan sebagai guru yang berperan dengan pendekatan ini harus bisa mempertahankan dan menciptakan berbagai situasi dan kondisi kedisiplinan didalam sebuah kelas. Didalam pendekatan ini terdapat kekuasaan dalam pengelolaan kelas sebagai norma-norma yang telah ditetapkan seorang guru bagi para peserta didiknya untuk ditaati dan dimengerti sebagai kondusifitas pada saat proses pembelajaran. Selain pendekatan kekuasaan, guru PAI di SD IT Annaba Ciasem juga menggunakan Pendekatan Ancaman yang dimana pendekatan ancaman ialah pendekatan yang diberikan terhadap peserta didik yang melakukan hal yang semestinya tidak dilakukan pada saat proses pembelajaran, contohnya pada saat guru sedang menjelaskan suatu teori dan ada salah satu sisswa yang tidak mendengarkan atau tidak memperhatikan, guru bisa melakukan sebuah ancaman 15 Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 08 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin seperti menegurnya, menyindirnya, ataupun menanyakan kepada siswa tersebut perihal apa yang telah guru jelaskan. Dari beberapa paparan hasil wawancara peneliti dengan guru PAI SD IT Annaba Ciasem, masih banyak pendekatan yang guru tersebut terapkan pada saat dimulainya suatu pembelajaran seperti menggunakan pendekatan kontekstual dan pendekatan kontruktivisme yang dilakukan oleh seorang guru tersebut. Sesuai dengan pendekata kontruktivisme yang dijelaskan dalam jurnal pendidikan bahwa pengetahuan tidak bas berpindah hanya sedemikian rupa dari seorang guru kepada muridnya, yang diartikan bahwa peserta didikpun harus tetap andil aktiv secara mental maupun kognitif dalam membangun struktur pengetahuannya berdasarkan kognitif yang peserta didik itu kuasai. Dan dari pembinaan kedisiplinan, seorang guru menerapkan kedisiplinan peserta didik dengan berkorelasi pada pendekataan kekuasaan yang didalamnya terdapat norma-norma yang harus ditaati oleh para peserta didik demi terwujudnya kedisiplinan yang baik dan efektif dalam pengelolaan kelas. Dari pendekatan-pendekatan yang diterapkan guru pada peserta didik, dapat disimpulkan bahwa seorang guru harus pandai dalam memilih metode pembelajaran, baik dalam pendekatan, kedisiplinan, normatif, ataupun lainnya. Karena sesuai dengan yang kita ketahui bahwa karakter seorang anak berbeda-beda dengan artian pasti ada yang memiliki sifat baik, kurang baik dan belum baik yang harus dirubah secara sadar oleh siswa itu sendiri ataupun dimulai oleh guru untuk merubahnya. Adapun hambatan yang sering dirasakan oleh seorang guru pada saat pengelolaan kelas ialah bergabagi macam hambatan, seperti siswa yang telat menghadiri jam belajar, siswa yang terus keluar masuk ruangan kelas dengan alasan tertentu, siswa yang tidak memperhatikan pada saat pembelajaran yang berlangsung, bahkan siswa yang menghiraukan proses pembelajaran. Adapun solusi atas segala hambatan yang ada, seorang guru harus bisa mengantisipasi semua itu dengan cerdas, karena semua siswa yang tidak menaati tata tertib bukan karena siswa tersebut tidak ingin tidak patuh pada tata tertib, melainkan siswa bisa saja tidak tertib karena berbagai faktor, seperti siswa yang terlambat datang pada kelas, bukan karena ia ingin datang terlambat, mungkin saja ia terjebak hujan diperjalanan ataupun terjebak macet diperjalanan. Maka dari itu 2 Afidburhanuddin. pendekatan dalam pengelolaan kelas disekolah dasar. Diunduh pada 20 Desember 2021. [Onlin. 3 Masgumelar. Ndaru Kukuh Mustafa. Pinton Setya. AuTeori Belajar Kontruktivisme dan Implikasinya dalam PendidikanAy dalam Islamic Educetion Journal (Mataram. Ghaitsa Islamic Education Journal, 2. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 08 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin seorang guru harus bisa lebih bijak dalam menilai berbagai peristiwa yang dihadapi dalam proses pengelolaan kelas. Pembahasan yang diperoleh dari hasil wawancara dan observasi peneliti ialah kesesuaian tema pokok pembahasan yang diberikan dari subjek penelitian bagi peneliti, dan hasil dari pada penelitian telah sesuai dengan kaidah teori-teori pendekatan, kedisiplinan dan pengelolaan kelas yang telah banyak dijelaskan dari para ahli dibidang penelitiannya. Kontribusi yang dilakukan dari hasil penelitian ini ialah menerapkan berbagai macam pendekatan yang diketahui sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada dalam lingkuangan Dari semua informasi yang dipaparkan diatas, peneliti dapat menyimpulkan bahwa pengelolaan kelas akan berhasil jika seorang guru dapat menerapkan teknik pendekatan dan kedisplinan pada peserta didik dengan bijak tanpa adanya intimmidasi ataupun hal lain yang tidak seharusnya dilakukan pada peserta didik. Simpulan Dalam sebuah proses pengelolaan kelas, dapat kita ketahui bahwa menjadi seorang guru tidaklah mudah, bukan hanya berlandaskan pengetahuan saja, tetapi harus juga berlandaskan karakter dan kedisiplinan yang diterapkan dalam diri pribadi setiap guru, karena pada saat peserta didik mendapatkan pengajara dari seorang guru, peserta didik akan lebih dominan dari segi psikomotorik dan afektifnya mengikuti apa yang guru lakukan dan guru contohkan pada tiap-tiap pembelajaran yang berlangsung. Maka sebagai guru yang bijak harus bisa memperhatikan kondisi setiap siswanya dengan menerapkan prinsip-prinsip kedisiplinan dan berbagai pendekatan yang memicu keberhasilan dalam pengelolaan kelas disetiap proses belajar mengajar yang dilangsungkan. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 08 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin Daftar Pustaka