DOI 10. 47002/jpm. Volume 4 No 2 Tahun 2025 PENINGKATAN PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI BANK SAMPAH DI KAMPUNG LONG BAGUN ULU Darnah Andi Nohe. Mardiana. Dina. Milasari. Chintia Carollin. Sherly Maylinda Putri. Soviana Agustidora. Claudia Laura Mebang. Bilung Jurinus. Benediktus Sava. Angga Dwi Setiawan. Richard. Nariza Wanti Wulan Sari. 1, 13 Fakultas Matematika dan Ilmu Pengatahuan Alam. Universitas Mulawarman. Indonesia E-mail: . darnah@fmipa. id, . lp2m@unmul. Abstract Waste management has become a global issue that directly affects environmental quality and public In Long Bagun Village, waste problems have become more complex due to flooding, which caused garbage to scatter across residential areas. This condition encouraged Community Service Program (KKN) students from Mulawarman University, in collaboration with the local police (Bhabinkamtibma. , to establish a waste bank as a community-based waste management initiative. This study employed a qualitative method through observation, interviews, and focus group discussions to explore the communityAos understanding, behavior, and motivation in managing waste. The results showed that the establishment of the waste bank not only functions as a waste processing facility but also increases community awareness of the importance of maintaining a clean and healthy Furthermore, the waste bank provides economic value by offering money or basic necessities in exchange for waste deposits. The existence of the waste bank has proven to bring social, economic, and environmental benefits and serves as a sustainable solution to reducing waste generation in the Long Bagun area. Keywords: waste bank, waste management, community awareness, kkn, long bagun Abstrak Permasalahan sampah menjadi isu global yang berdampak langsung terhadap kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat. Di Desa Long Bagun, masalah sampah semakin kompleks akibat bencana banjir yang menyebabkan sampah berserakan di lingkungan pemukiman. Kondisi ini mendorong mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mulawarman bekerja sama dengan Bhabinkamtibmas setempat untuk mendirikan bank sampah sebagai upaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui observasi, wawancara, dan diskusi kelompok untuk menggali pemahaman masyarakat mengenai perilaku dan motivasi dalam pengelolaan sampah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendirian bank sampah tidak hanya berfungsi sebagai sarana pengolahan sampah, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan yang bersih dan sehat. Selain itu, bank sampah memiliki nilai ekonomis dengan memberikan imbalan berupa uang atau kebutuhan pokok kepada masyarakat yang menukarkan sampahnya. Keberadaan bank sampah terbukti memberikan manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan, serta menjadi solusi berkelanjutan dalam mengurangi timbulan sampah di kawasan Long Bagun. Kata kunci: bank sampah, pengelolaan sampah, kesadaran masyarakat, kkn, long bagun Jurnal Pengabdian Masyarakat E-ISSN 2828-5220 DOI 10. 47002/jpm. Volume 4 No 2 Tahun 2025 PENDAHULUAN Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia adalah modal utama pembangunan Apabila sumber daya tersebut tidak dikelola dengan baik maka perekonomian Selain itu, negara menanggung biaya tinggi akibat tingkat produktivitas sumber daya alam yang semakin berkurang dan juga kualitas sumber daya manusia yang menurun akibat buruknya kesehatan karena polusi (Purwanti. Sampah telah menjadi persoalan global saat ini, di mana setiap orang setiap hari pasti membuang sampah. Barang atau benda yang sudah tidak terpakai biasanya dibuang Selain itu, masyarakat yang tinggal di sekitar sungai sering kali membuang sampah tidak pada tempatnya, tetapi langsung ke sungai. Hal ini mengakibatkan perairan tersumbat dan tertutup, yang dapat berujung pada terjadinya banjir di kawasan pemukiman. Masalah lingkungan yang dihadapi di berbagai wilayah saat ini adalah menurunnya kemampuan lingkungan untuk mendukung kehidupan, yang masyarakat tentang pentingnya pengelolaan Sampah menjadi salah satu masyarakat dan lingkungan sekitar. Tepatnya berada di desa Long Bagun Ulu, sampah menjadi salah satu permasalahan yang di hadapi Maraknya berserakan di sekeliling rumah warga yang di sebabkan oleh bencana banjir yang melanda, banjir menjadi pemicu utama dalam permasalahan sampah yang ada di kalangan masyarakat saat ini. Siklus bencana dan masalah sampah ini menjadi perhatian khusus bagi mahasiswa yang terlibat dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Sampah adalah jenis dan ragam, spesifikasi serta karakteristik sampah yang bertambah dari waktu ke waktu seiring bermunculannya material dan bahan bahan baru yang pada gilirannya membutuhkan sistem pengolahan dan penanganan yang berbeda dari sebelumnya, semisal sampah plastik atau sampah elektronik, belum lagi buangan lainnya yang dikategorikan sebagai limbah terutama limbah bahan berbahaya dan beracun (B. yang tentunya membutuhkan penanganan khusus dan lebih spesifik dibandingkan sampah domestik lainnya (Kahfi, 2. Jurnal Pengabdian Masyarakat E-ISSN 2828-5220 Bank sampah salah satu langkah untuk menangani pengolahan sampah di lingkungan Selanjutnya menyadarkan masyarakat akan lingkungan yang sehat, rapi dan bersih, bank sampah dan memberdayakan masyarakat yang tidak mempunyai pekerjaan Bank sampah juga didirikan untuk mengubah sampah menjadi sesuatu yang lebih berguna dalam masyarakat, misalnya untuk kerajinan dan pupuk yang memiliki nilai ekonomis (Juwita, 2. Pembuatan bank sampah merupakan salah satu inisiatif yang bertujuan untuk Inisiatif ini sangat penting dalam rangka menciptakan kesadaran di kalangan masyarakat tentang dampak negatif dari pembuangan sampah sembarangan, baik terhadap kesehatan lingkungan maupun kualitas hidup masyarakat itu sendiri. IDENTIFIKASI MASALAH Pembuatan dari bank sampah ini sebagai peningkatan pengelolaan sampah yang di mana bertujuan untuk menyadarkan masyarakat agar tidak membuang sampah di sembarangan tempat dan juga menyadarkan akan pentingnya lingkungan yang sehat, rapi dan bersih. Adapun sampah yang di hasilkan yaitu berupa sampah dari rumah tangga maupun sampah domestik Keberadaan bank sampah sendiri memberikan manfaat untuk lingkungan sekitar. Dengan demikian, pembuatan bank sampah diharapkan dapat menjadi solusi efektif untuk menghadapi masalah sampah di masyarakat. METODELOGI PELAKSANAAN Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif menggunakan wawancara, diskusi kelompok, atau observasi untuk mendapatkan wawasan yang lebih dalam tentang perilaku, sikap, dan motivasi masyarakat terhadap pengelolaan sampah. Ini bisa meliputi pemahaman tentang nilai-nilai budaya yang mempengaruhi cara masyarakat mengelola sampah atau bagaimana kebijakan pemerintah dipersepsikan oleh masyarakat. Penelitian yang dilakukan berfokus pada bagaimana masyarakat di Kampung Long Bagun Ulu menghadapi Dengan DOI 10. 47002/jpm. Volume 4 No 2 Tahun 2025 menggunakan metode kualitatif, peneliti dapat menggali informasi tentang tindakan dan perilaku responden dalam situasi tersebut. Metode kualitatif pada dasarnya sama dengan metode hermeneutika. Artinya, baik metode hermeneutika, kualitatif, dan analisis isi, secara keseluruhan memanfaatkan caracara penafsiran dengan menyajikannya dalam bentuk deskripsi, memahami kebudayaan jelas dengan pikiran dan perasaannya, yaitu dengan intuisi, penafsiran, unsur-unsur, sebabakibat, dan seterusnya. Sebagai metode filsafat, menurut Anton Bakker . , metode intuitif digunakan oleh pendiri neo-Pla-tonisme, yaitu Platinos . -270 M) Sastra pada pemahaman terhadap gejala-gejala kultural dengan mempertimbangkan keseimbangan antara individu dengan hermeneutika (Santoso, dkk, 2. Kegiatan ini di laksanakan di desa Long Bagun Ulu tepat nya di SDN 004 Long Bagun Ulu. Pada kesempatan ini mahasiwa Kuliah Kerja Nyata (KKN) berkolaborasi dengan Bhabimkamtibnas setempat. Pembuatan Bank Sampah ini di lakukan selama kurang lebih 1 Langkah-langkah pembuatan bank sampah sebagai berikut: . dipersiapkan alat dan bahan yang akan di gunakan dalam pembuatan bank sampah, . di sesuaikan atau dipotong papan dan balok dengan ukuran yang di inginkan, . dipasang papan dan balok sesuai dengan rancangan yang telah direncanakan, . dicat agar memperindah bank sampah. Adapun pembuatan bank sampah ini di tajak atau di tempatkan di desa long bagun ilir. HASIL DAN PEMBAHASAN Sampah adalah limbah yang bersifat padat terdiri dari bahan organik dan bahan anorganik yang dianggap tidak berguna lagi dan harus dikelola agar tidak membahayakan lingkungan dan melindungi investasi pembangunan12. Berdasarkan beberapa pengertian tersebut terlihat bahwa sampah merupakan materi/bahan 13 sisa atau lebih . aik oleh manusia maupun ala. yang tidak diperlukan, tidak berguna, tidak mempunyai nilai, serta tidak berharga yang akhirnya terbuang . maupun ditolak , yang merupakan materi/bahan yang dapat mengganggu bahkan membahayakan . lingkungan (Kahfi, 2. Jurnal Pengabdian Masyarakat E-ISSN 2828-5220 Sampah diartikan sebagai material atau bahan yang ditinggalkan setelah suatu proses Proses ini bisa terkait dengan kegiatan sehari-hari, seperti memasak, berbelanja, atau industri, di mana terdapat bahan-bahan yang tidak terpakai atau tidak lagi dibutuhkan. dikatakan sebagai konsep buatan karena adanya penilaian manusia mengenai apa yang dianggap sebagai "sampah". Sesuatu yang dianggap sampah di satu konteks bisa jadi memiliki nilai atau kegunaan di konteks lain. Misalnya, kulit buah yang dianggap sampah bisa digunakan untuk pembuatan pupuk kompos. Sampah tidak hanya berasal dari aktivitas manusia, tetapi juga dapat dihasilkan oleh proses yang terjadi di Misalnya, daun yang rontok, batang tanaman yang mati, atau jasad hewan. Namun, dalam konteks manusia, lebih sering kita berbicara tentang sampah yang dihasilkan dari kegiatan sehari-hari. Sampah dan Pengelolaannya Sebelum membahas lebih jauh tentang bank sampah, ada baiknya memahami terlebih dahulu tentang apa itu sampah dan bagaimana pengelolaannya. Karena yang menjadi fokus bank sampah adalah Dengan mengetahui apa itu sampah dan bagaimana pengelolaannya akan dapat lebih memahami tentang apa itu bank sampah. Sampah atau waste . memiliki banyak pengertian dalam batasan ilmu pengetahuan. Namun pada prinsipnya, sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau di buang dari sumber akitivitas manusia maupun alam yang belum memiliki nilai ekonomis. Bentuk sampah bisa berada dalam setiap fase materi, yaitu padat, cair, dan gas (Purnomo, 2. Sedangkan berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, definisi sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam yang berbentuk padat. Kemudian dalam Peraturan Pemerintah No. 81 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga dijelaskan lagi tentang definisi sampah rumah tangga adalah sampah yang berasal dari kegiatan sehari-hari dalam rumah tangga yang tidak termasuk tinja dan sampah spesifik. Sampah sejenis sampah rumah tangga adalah sampah rumah tangga yang berasal dari kawasan komersial, kawasan industri, kawasan khusus. DOI 10. 47002/jpm. Volume 4 No 2 Tahun 2025 fasilitas sosial, fasilitas umum, dan/atau fasilitas lainnya (Saputro, dkk, 2. Undang-undang No. 23 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Peraturan Pemerintahan No. 21 Tahun 2012 Tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga. Peraturan Mentri Lingkungan Hidup No. 13 Tahun 2012 Tentang Pedoman Melalui Reduce. Reuse. Recycle Melalui Bank Sampah (Rohim,2. Sampah memang diakui masih menjadi masalah yang belum bisa diatasi dengan baik di lingkungan manusia. Akibatnya pun beragam jika tidak di kelola secara tepat mulai dari pen cemaran lingkungan, timbulnya penyakit hingga memicu bencana seperti banjir. Sistem bank sampah yang mengharuskan anggota untuk menyetor nya secara rutin tentu dengan tidak langsung akan menumbuhkan kepedulian masyarakat pada lingkungan sekitar. Hal ini dikarenakan mereka bisa melihat kondisi belum dan sesudah sampah di ambil sehingga terlihat perbedaan nya. Kesadaran masyarakat sudah harus di tumbuhkan. Terlebih jika mereka masih menghiraukan saja ketika sampah tercecer di jalanan, permukiman hingga pekarangan rumah (Harry, 2. Permasalahan sampah telah menjadi permasalahan nasional dan menjadi isu penting dalam masalah lingkungan perkotaan. Timbulan sampah tidak akan berkurang atau habis bahkan akan terus bertambah seiring dengan pertumbuhan populasi manusia serta semakin tinggi dan kompleksnya kegiatan manusia. Timbulan sampah yang semakin besar dari hari ke hari akan mengurangi ruang dan mengganggu aktivitas manusia sehingga tujuan manusia untuk meningkatkan kualitas hidup justru membuat kualitas hidupnya menurun karena permasalahan timbulan sampah (Saputro, dkk. Long Bagun adalah sebuah kawasan yang terdiri dari tiga kampung, yaitu Long Bagun Ilir. Long Bagun Tengah (Batoq Kel. , dan Long Bagun Ulu. Di dalam kawasan ini, terdapat sebuah bank sampah pusat yang terletak di Long Bagun Ilir. Bank sampah ini adalah tempat yang sering digunakan oleh masyarakat dari ketiga kampung untuk membuang sampah mereka. Namun, sekitar tiga bulan yang lalu, kawasan ini terkena bencana banjir. Akibat banjir tersebut, kondisi lingkungan menjadi sangat buruk Jurnal Pengabdian Masyarakat E-ISSN 2828-5220 dengan banyaknya sampah yang berserakan di jalanan dan rumah-rumah warga. Selain itu, bank sampah yang ada sebelumnya sudah tidak layak digunakan lagi. Untuk mengatasi masalah ini, mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyat. Mahulu 01 dari Universitas Mulawarman, bekerja sama dengan Bhabinkamtibmas setempat dari pihak Polsek Long Bagun, berinisiatif untuk membuat bank sampah baru seperti pada Gambar 1 dan Gambar 2. Tujuan dari inisiatif ini adalah untuk menyediakan fasilitas pengelolaan sampah yang layak dan efektif, sehingga masalah sampah di kawasan Long Bagun bisa tertangani dengan lebih baik dan lingkungan dapat kembali bersih dan sehat. Bank sampah adalah sebuah kebijakan berprinsipkepada tujuan dari pembangunan berkelanjutan . uitainable developmen. , yang menggabungkan kepentingan sosial, ekonomi, dan lingkungan. DLH Tangsel dalam posisi yang statis karena dipayungi regulasi dan anggaran rutin APBD. Kepala Seksi Kerjasama dan Pemberdayaan Masyarakat DLH Tangsel. Ahmad Rivai memaparkan: AuDinas Lingkungan Hidup Tangerang Selatan bisa membuat masyarakat itu semangat ya kita menyiapkan fasilitas timbangan, gantungan timbangan, buku tabungan, spanduk, jadi setiap ada masyarakat mau membuat bank sampah, kita antar secara gratis fasilitas itu. Kemudian memang juga ada keinginan bu Airin Walikota Tangsel itu satu RW satu bank sampah, memang kita sedang meningkatkan itu. Kemudian ada lagi Peraturan Walikota No. 21 Tahun 2019 Tentang Kebijakan dan Strategis Daerah Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Rumah Tangga, nah itu ada di rugi. Ya intinya kalau di bank sampah kita jarang dibohongi tapi yg namanya curang ya pasti ada ajaAy (Turmanto, 18/03/2. (Shahreza, 2. Tujuan utama pendirian bank sampah adalah untuk membantu menangani pengolahan sampah di Indonesia. Tujuan bank sampah selanjutnya adalah untuk menyadarkan masyarakat akan lingkungan yang sehat, rapi, dan bersih. Bank sampah juga didirikan untuk mengubah sampah menjadi sesuatu yang lebih berguna dalam masyarakat, misalnya untuk kerajinan dan pupuk yang memiliki nilai Bank sampah memiliki beberapa manfaat bagi manusia dan lingkungan hidup. DOI 10. 47002/jpm. Volume 4 No 2 Tahun 2025 seperti membuat lingkungan lebih bersih, menyadarkan masyarakat akan pentingnya kebersihan, dan membuat sampah menjadi barang ekonomis. Manfaat bank sampah untuk masyarakat adalah dapat menambah penghasilan masyarakat karena saat mereka menukarkan sampah mereka akan mendapatkan imbalan berupa uang yang dikumpulkan dalam rekening yang mereka miliki. Masyarakat dapat sewaktuwaktu mengambil uang pada tabungannya saat tabungannya sudah terkumpul banyak. Imbalan yang diberikan kepada penabung tidak hanya berupa uang, tetapi ada pula yang berupa bahan makanan pokok seperti gula, sabun, minyak dan Bank sampah juga bermanfaat bagi siswa yang kurang beruntung dalam hal finansial, beberapa sekolah telah menerapkan pembayaran (Ariefahnoor, dkk, 2. Gambar 1. Pembuatan Bank Sampah KESIMPULAN Sampah adalah limbah padat yang terdiri dari bahan organik dan anorganik yang dianggap tidak berguna dan perlu dikelola untuk mencegah dampak negatif terhadap lingkungan dan melindungi investasi pembangunan. Sampah bisa berasal dari aktivitas manusia maupun proses alam, dan sering kali dihasilkan dari kegiatan sehari-hari seperti memasak atau Konsep sampah bersifat subjektif, karena apa yang dianggap sampah oleh satu orang bisa memiliki nilai di konteks lain, seperti kulit buah yang bisa dijadikan pupuk kompos. Pengelolaan sampah penting untuk menghindari pencemaran dan masalah kesehatan, serta untuk mencegah bencana seperti banjir. Bank sampah menjadi salah satu solusi untuk pengelolaan sampah, di mana anggota diharuskan menyetor sampah secara rutin, meningkatkan kesadaran akan pentingnya kebersihan. Sampah pertumbuhan populasi dan aktivitas manusia, sehingga memerlukan perhatian serius dalam Di kawasan Long Bagun, yang terdiri dari tiga kampung, terdapat bank sampah yang digunakan masyarakat. Namun, bencana banjir baru-baru ini merusak lingkungan dan bank sampah tersebut. Untuk mengatasi masalah ini, mahasiswa KKN dari Universitas Mulawarman bermitra dengan pihak kepolisian setempat untuk mendirikan bank sampah baru, guna menyediakan fasilitas pengelolaan sampah yang lebih baik. Bank sampah memiliki tujuan untuk menangani masalah pengolahan sampah Indonesia, masyarakat tentang lingkungan yang bersih, serta mengubah sampah menjadi barang bernilai Keberadaan memberikan manfaat bagi masyarakat, seperti menambah penghasilan melalui imbalan uang atau kebutuhan pokok saat menukarkan sampah. Selain itu, beberapa sekolah menerapkan sistem pembayaran uang sekolah dengan menggunakan sampah, yang sangat membantu siswa kurang mampu secara finansial. REFERENSI