Journal Abdimas Mutiara 07 Agustus 2023. Vol. 4 No. 2, p. http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. Edukasi Tentang Pencegahan Stunting Dalam Upaya Pencegahan Stunting Di BPM Mariana Mestika Lumbantoruan . Asima Sirait . ,Netti Etalia Br Brahmana. 1,2,3 Universitas Sari Mutiara Indonesia. Medan. Sumatera Utara. Indonesia *penulis korespondensi : tikatoruan@yahoo. Abstrak. Stunting memberikan dampak yang buruk pada anak baik pada jangka pendek maupun panjang hingga dewasa, yang dapat mengakibatkan mengurangi kecerdasan, daya tahan tubuh yang lemah hingga beresiko rentan terhadap penyakit. Pengetahuan orangutan yang rendah tentang stunting beresiko lebih tinggi mengakibatkan anak stunting, oleh sebab itu perlu dilakukan peningkatan pemahaman kepada orangtua khususnya ibu melalui pemberian edukasi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini yang bertujuan untuk peningkatan pengetahuan ibu tentang stunting melalui pemberian edukasi sebagai upaya pencegahan stunting di BPM Mariana. Pengabdian masyarakat ini melibatakan mahasiswa dan dosen, sasaran 31 orang ibu yang memiliki bayi, balita dan anakusia prasekolah di Klinik BPM Mariana. Kegiatan dilakukan melalui penyuluhan . emberian mater. , diskusi, demonstrasi. Hasil kegiatan diperoleh edukasi tentang stunting berdampak meningkatkan pengetahuan ibu tentang stunting lebih baik dalam upaya pencegahan stunting pada anak bayi, balita dan anakusia pra sekolah. Rekomendasi setelah kegiatan ini adalah semakin sering dilakukan dalam pendidikan kesehatan, penyuluhan secara berkesinambungan hingga terjadi perubahan perilaku yang lebih baik dan menggunakan media yang lebih inovatif. Historis Artikel: Diterima : 22 Juli 2023 Direvisi : 03 Agustus 2023 Disetujui : 07 Agustus 2023 Abstract. Stunting has a negative impact on children both in the short and long term into adulthood, which can result in reduced intelligence, weak immune system so that they are at risk of being susceptible to disease. An orangutan's low knowledge of stunting has a higher risk of causing stunted children, therefore it is necessary to increase understanding of parents, especially mothers through providing education. This community service activity aims to increase mothers' knowledge about stunting through providing education as an effort to prevent stunting at BPM Mariana. This community service involves students and lecturers, targeting 31 mothers who have babies, toddlers and preschool-aged children at the BPM Mariana Clinic. Activities are carried out through counseling . iving material. , discussions, demonstrations. The results of the activity obtained education about stunting which has an impact on increasing mother's knowledge about stunting in an effort to prevent stunting in infants, toddlers and pre-school age children. The recommendation after this Kata Kunci: activity is that it is carried out more often in health education, continuous counseling so that there is a change Edukasi, pengetahuan, stunting, in behavior for the better and using more innovative media. PENDAHULUAN Indonesia pada tahun 2017 tercatat merupakan negara dengan prevalensj tertinggi nomor 3 di regional Asia Tenggara dengan rata-rata preevalensi . ,14 di tahun . (WHO,2. Tercatat 21. 3% . balita dengan stunting di tahun 2019, jumlah kasus ini mengalami penurunan sejak di tahun 2017 . meskipun demikian kasus tersebut masih di atas batas toleransi dari WHO (Kurniati & Sunarti, 2. Ibu dengan kekurangan nutrisi, kelahiran dengan kehamilan kurang bulan, pola pemberian makanan yang tidak optimal, bayi tidak mengapatkan ASI eksklusif dan terkena penyakit infeksi merupakan beberapa Journal Abdimas Mutiara Journal Abdimas Mutiara 07 Agustus 2023. Vol. 4 No. 2, p. http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. contoh dari factor langsung terjadinya stunting. Sedangkan faktor tidak langsung dipengaruhi oleh kualitas pelayanan kesehatan. Pendidikan orangtuan, sosial budaya dan buruknya sanitasi lingkungan (WHO, 2. Dampak stunting pada anak ialah berisiko lebih besar gangguan kecerdasan . angguan kogniti. hingga gangguan pada otak pada masa anak usia belajar juga gangguan metabolisme dalam tubuh, rentan terjangkit sakit penyakit. Pada usia dewasa berisiko tinggi terkena penyakit diabetes, kegemukan, penyakit jantung dan pembuluh darah, kanker, stroke dan disabilitas (Lensoni, dkk. Hasil penelitian Septamarini dalam Journal of Nutrition College tahun 2019, ibu berpengetahuan rendah tentang stunting berisiko 10,2 kali lebih besar mengalami anak dengan stunting jika dibandingan dengan ibu yang memiliki gambaran pengetahuan yang cukup. Pengetahuan merupakan hasil dari AutahuAy melalui rangakaian penginderaan pengelihatan, pendengaran, penciuman, perasa maupun perabaan. Meskipun demikian pengetahuan manusia Sebagian besar didapat melalui mata dan telinga (Notoatmodjo, 2. Faktor rendahnya pengetahuan orangtua/keluarga tentang stunting . ermasuk cara pencegahannya hingga penanganan anak dengan stuntin. juga sebagai penyebab kasus stunting. Pengetahuan ibu yang baik mempengaruhi kualitas pertumbuhan dan perkembangan sehingga sangat dibutuhkan baiknya pengetahuan dan sikap ibu tentang gizi . emilihan makanan yang bergizi sesuai dengan usia dan kebutuhan ana. , dan pertumbuhkembangan anak. Untuk mendapatkan pertumbuhan dan perkembangan anak yang baik diperlukan pengetahuan ibu tentang gizi yang baik (Olsa. Sulastri, dan Anas 2. ANALISIS SITUASIONAL BPM Swasta Mariana merupakan klinik bidan yang melakukan pelayanan asuhan kehamilan, persalinan, dan nifas. Hasil penelitian sebelumnya didapati gambaran pengetahuan ibu dalam pencegahan stunting pada anak usia pra sekolah mayoritas kurang 18 ibu . %) total 31 ibu yang berkunjung ke BPM Mariana. Mayoritas responden masih bingung membedakan anak stunting dan bagaimana cara pengukuran. Selain itu masih ditemukan ibu-ibu yang belum mengerti bahwa stunting dapat dicegah sejak masih dalam kandungan. METODE Rendahnya pengertahuan ibu terkait stunting dapat beresiko meningkatkankasus stunting pada anak balita dan anak pra sekolah, sehingga dibutuhkan edukasi/pendidikan kesehatan terkait hal tersebut. Edukasi tersebut merupakan suatu upaya meningkatkan pemahaman peserta dalam halini adalah ibu-ibu yang memiliki bayi balita dan anak pra sekolah. Program kemitraan masyarakat (PKM) sebagai bagian dari masyarakat yang kebetulan berkecimpung dalam dunia pendidikan, merasa terpanggil untuk ikut membantu memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi. Kegiatan Pengabdian Masyarakat merupakan wujud kontribusi Journal Abdimas Mutiara Journal Abdimas Mutiara 07 Agustus 2023. Vol. 4 No. 2, p. http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. Universitas Sari Mutiara Indonesia dalam implementasi tridarma perguruan tinggi. Melalui kegiatan PKM ini dan berdasarkan analisis kebutuhan yang telah dilaksanakan, tim program kemitraan masyarakat (PKM) dapat menawarkan solusi terhadap permasalahan tersebut dengan pendekatan Ipteks. Pengabdian masyarakat ini dilaksnakan di BPM Mariana. Yang merupakan salah satu tempat praktik mahasiswa Kesehatan. Kegiatan ini dilaksanakan dengan melibatkan mahasiswa D3 kebidanan. Kegiatan ini dilaksanakan dengan peserta ibu yang memiliki bayi dan anak usia pra sekolah berjumlah 31orang yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang stunting dalam Upaya pencegahan stunting pada anak bayi, balita dan anakusia pra sekolah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan oleh 3 orang dosen dari program studi D3 Kebidanan USM-Indonesia Mestika Lumbantoruan. Asima Sirait, dan Netti Etalia Br Brahmana serta melibatkan mahasiswa D3 kebidanan. Kegiatan ini dimulai dari . terlebih dahulu tim melakukan studi pendahuluan, kegiatan ini bertujuan untuk menggali permasalahan yang ada di masyarakat, menentukan target kegiatan dan merencanakan solusi atas permasalahan yang ditemukan. izin kegiatan, kegiatan ini berupa meminta izin kepada pengelola BMT Siregar dijadikan lokasi penyuluhan dan menentukan jadwal kegiatan, pembagian kelompok kecil peserta penyuluhan, dan memberikan undangan kegiatan penyuluhan kepada ibu hamil yang bersedia mengikuti kegiatan. penyuluhan, kegiatan ini dilakukan berupa memberikan informasi/pendidikan kesehatan tentang stunting yang diberikan oleh tim. Tahapan dari penyuluhan ini dimulai dari pemaparan materi terkait stunting dimulai dari konsep, tanda, pencegahan hingga penanganan anak stunting, demonstrasi . emperagakan cara pola makan anak berdasarkan usi. refleksi dan penutupan, pada tahap ini tim melakukan refleksi dan diskusi kepada peserta mengenai materi yang telah disampaikan. Pada tiap sesinya pemateri mengevaluasi sekaligus melakukan komunikasi dan edukasi lebih mendalam. Pembuatan laporan pengabdian, tahap ini tim melaporkan hasil kegiatan yang telah berlangsung pada penanggung jawab klinik dan sepakat bersama-sama mempertahankan dan memantau pemahaman dan perilaku pencegahan stunting. Kegiatan ini dilaksanakan di tempat terbuka dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dalam proses memberikan edukasi harus menguasai ilmu komunikasi dan menguasai pemahaman yang lengkap dan jelas tentang pesan yang akan disampaikan serta pemakaian media dan alat peraga yang sesuai dan tepat agar tujuan penyuluhan dapat di capai secara optimal. HASIL DAN PEMBAHASAN Edukasi dari teman sejawat dilakukan semenarik mungkin dan dengan bahasa sederhana yang dapat mudah dimengerti para peserta. Selama kegiatan berlangsung, tampak para peserta antusias dalam mengikuti kegiatan ini. Sebelum dan sesudah kegiatan pendidikan kesehatan atau penyuluhan tim memberi kuesioner yang harus diisi oleh para peserta, dengan hasil hasil sebagai berikut: Journal Abdimas Mutiara Journal Abdimas Mutiara 07 Agustus 2023. Vol. 4 No. 2, p. http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. Tabel 1 Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Baik No Pengetahuan Kurang baik Jumlah Sebelum Sesudah Dari tabel 1 didapati sebelum dilakukan edukasi oleh seluruh peserta berpengetahuan tentang stunting mayoritas kurang baik . %) dan hanya 18% yang berpengetahuan baik. Setelah dilakukan penyuluhan terdapat peningkatan pengetahuan hingga 87% peserta memiliki pengetahuan kurang baik dan hanya 13% berpengetahuan yang kurang baik. Aritonang, 2018 dalam penelitiannya mengungkapkan pengetahuan adalah factor yang penting dalam perilaku seseorang, rendahnya pengetahuan seseorang maka lebih cenderung bersikap dan berperilakuyang kurang baik pula. Hal ini sesuai dengan teori Notoatmodjo yang mengatakan bahwa sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga. Pendidikan kesehatan pada hakikatnya merupakan suatu kegiatan atau usaha menyampaikan pesan Kesehatan (Notoadmodjo, 2. Pemberian edukasi secara tepat kepada individu, kelompok maupun masyarakat yang dapat meningkatkan pengetahuan yang lebih baik. Baiknya pengetahuan seseorang hingga kelompok masyarakat akan meningkatkan perilaku kesehatan pula. Pendidikan kesehatan pada prosesnya akan menumbuhkan kesadaran untuk berperilaku kesehatan yang baik yang dapat dilakukan di keluarga, sekolah hingga masyarakat (Aritonang, 2. Berdasarkan kegiatan ini sesuai dengan hasil penelitian yang sebelumnya yang membuktikan pemberian edukasi menggunakan media video animasi berdampak yang signifikan sikap ibu menyusui tentang ASI eksklusif (Nisfi. , & Ismawati. P, 2. Pendidikan kesehatan berupa teknik pennyuluhan dengan menggunakan metode pemberian materi, diskusi, demonstrasi dan redemonstrasi dapat merubah pemahaman peserta. Hal ini dikarenakan penggunaan media merupakan suatu kompenen terpenting dalam suatu kegiatan penyuluhan (Johariyah & Mariati, 2. KESIMPULAN DAN SARAN Edukasi tentang stunting berdampak meningkatkan pengetahuan ibu tentang stunting lebih baik dalam upaya pencegahan stunting pada anak bayi, balita dan anakusia pra sekolah. Journal Abdimas Mutiara Journal Abdimas Mutiara 07 Agustus 2023. Vol. 4 No. 2, p. http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. DAFTAR PUSTAKA