Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ Pengaruh Perilaku Belajar Siswa Dan Interaksi Teman Sebaya Terhadap Hasil Belajar Siswa Fase E Akuntansi Di SMK N 2 Padang 1,2,3 Resti Handayani1*. Irman2. Dessyta Gumanti3 Pendidikan Ekonomi. Universitas Ekasakti Padang *Email: restihandayani111@gmail. Received: 08/08/2025 . Revised: 15/08/2025 . Accepted: 25/08/2025 . Published: 29/08/2025 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: . pengaruh perilaku belajar siswa terhadap hasil belajar siswa fase E kompetensi akuntansi di SMKN 2 Padang. pengaruh interaksi teman sebaya terhadap hasil belajar siswa fase E kompetensi akuntansi di SMKN 2 Padang. pengaruh perilaku belajar siswa dan interaksi teman sebaya secara bersama-sama terhadap hasil belajar siswa fase E kompetensi akuntansi di SMKN 2 Padang. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dan asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa fase E di SMKN 2 Padang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Proportional Random Sampling, sehingga jumlah sampel adalah 59 orang. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner tertutup. Analisis data menggunakan uji regresi linear berganda dengan uji hipotesis melalui uji t dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: . terdapat pengaruh positif dan signifikan perilaku belajar siswa (X. terhadap hasil belajar siswa fase E kompetensi akuntansi di SMKN 2 Padang. Diketahui nilai koefisien regresi perilaku belajar siswa bernilai positif sebesar 0,142 dan nilai t hitung 3,540 > t tabel 2,003 dengan nilai signifikansi 0,001 < = 0,05. terdapat pengaruh positif dan signifikan interaksi teman sebaya (X. terhadap hasil belajar siswa fase E kompetensi akuntansi di SMKN 2 Padang. Diketahui nilai koefisien regresi interaksi teman sebaya bernilai positif sebesar 0,095 dan nilai t hitung 2,620 > t tabel 2,003 dengan nilai signifikansi 0,011 < = 0,05. terdapat pengaruh perilaku belajar siswa (X. dan interaksi teman sebaya (X. secara simultan terhadap hasil belajar (Y). Kata kunci: Perilaku Belajar Siswa. Interaksi Teman Sebaya. Hasil Belajar Siswa Abstract This study aims to analyze . the influence of student learning behavior on the learning outcomes of students in phase e of accounting at SMKN 2 Padang. the effect of peer interaction on the learning outcomes of accounting phase e students at SMKN 2 Padang. the influence of student learning behavior and peer interaction on the learning outcomes of accounting phase e students at SMKN2 Padang. This type of research is descriptive and associative research. The population in the study is phase e students at SMKN 2 Padang. Sampling was done using the Proportionar Random Sampling technique. So the amounted sample to 59 people. The instruments used for the study were in the form of a closed questionnaire using the Multiple Linear Regression test and ahypothesistestwiththet-test and the F test. The results of the study showed that: . There was a positive and significant influence between student learning behavior (X. on the learning outcomes of students in phase e of accounting at SMKN 2 Padang. It is known that the regression coefficient value the level of student learning behavior has a positive value of 0,142 and the calculated t-value is 3,540 > t table of 2,003 with a significant value of 0,001 < = 0,05, . There is a positive and significant influence between peer interaction (X. on the learning outcomes of students in phase e of accounting at SMKN 2 Padang. It is known that the value of the regression coefficient peer interaction has a positive value of 0,095 and the calculated t-value of 2,620 > table t of 2,003 with a significant value of 0,011< = 0,05, . There is an influence of student learning behavior (X. , and peer interaction (X. stealthily on learning outcomes(Y). Keywords: Student Learning Behavior. Peer Interaction. Student Learning Outcomes PENDAHULUAN Pendidikan merupakan salah satu faktor penting dalam membentuk kualitas sumber daya manusia yang unggul. Keberhasilan proses pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh kemampuan intelektual siswa, tetapi juga oleh berbagai faktor internal dan eksternal yang memengaruhi hasil belajar. Faktor internal meliputi perilaku belajar,yang mencakup sikap, kebiasaan,dan motivasi siswa dalam menjalani proses pembelajaran. Sementara itu faktor This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 275 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ eksternal meliputi lingkungan belajar, termasuk interaksi dengan teman sebaya. Pada dasarnya, proses pendidikan umumnya berlangsung disekolah melalui kegiatan pembelajaran yang merupakan sebuah proses perubahan tingkah laku. Perubahan itu merupakan aspek kognitif, efektif, dan psikomotorik. Hasil pembelajaran inilah yang terjadi ukuran bahwa siswa tersebut berhasil atau tidak dalam proses belajar mengajar dan sejauh mana siswa dapat menerima pelajaran yang disampaikan oleh guru sehingga mereka mendapatkan hasil yang maksimal. Salah satu parameter yang digunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan pendidikan adalah dengan melihat hasil belajar siswa. Pendapat dari Mustakim . hasil belajar adalah segala sesuatu yang dicapai oleh peserta didik dengan penilaian tertentu yang sudah ditetapkan oleh kurikulum lembaga pendidikan sebelumnya. Belajar merupakan interaksi yang dilakukan individu dengan Lingkungannya dapat berupa manusia/obyek yang dapat memungkinkan individu untuk mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru. Menurut Slameto . Belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Menurut Marzuki . hasil belajar merupakan proses dari suatu perolehan yang dicapai dari suatu aktivitas atau proses diri dengan lingkungannya sehingga menghasilkan suatu perolehan. Oleh sebab itu, di dalam proses pembelajaran hubungan berinteraksi yang baik memungkinkan seseorang untuk semakin terdorong memahami atau mengetahui lebih mendalam sesuatu yang Berdasarkan pendapat Gumala et al,. Hasil belajar menjadi 3 ranah ,yaitu ranah kognitif, ranah efektif, dan ranah psikomotorik. Ranah Kognitif berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari enam aspek yakni pengetahuan dan ingatan pemahaman, aplikasi, analisis sintesis dan keterampilan yang mencakup kesiapan,peniruan, membiasakan, menyesuaikan dan menciptakan. Setelahnya siswa mampu mendapatkan informasi tentang kemajuan menuju tujuan siswa ,tidak hanya dari seluruh kelas tetapi juga dari masing masing siswa, identifikasi keterampilan siswa, identifikasi masalah dan mengambil tindakan korektif. Menurut Arikunto . hasil belajar adalah suatu pencapaian akhir yang diraih siswa setelah mengikuti proses pembelajaran dalam waktu tertentu,pencapaian ini dapat melalui tes hasil belajar atau penilaian lain. Dari hasil observasi saat saya mengajar disekolah SMK N 2 Padang yang terletak di Jalan Andalas Baru No. 5 dalam proses pembelajaran dikelas siswa melakukan kegiatan lain seperti bermain ponsel, berbicara dengan teman, atau mengerjakan tugas dari pelajaran lain. Fenomena ini menimbulkan keprihatinan, karena dapat berdampak negatif pada hasil belajar Menurut Slameto . Salah satu faktor yang mempengaruhi hasil belajar yaitu perilaku belajar siswa. Perilaku belajar yang baik akan berdampak pada hasil belajar yang baik Perilaku belajar yang baik dapat ditandai kebiasaan yang baik, keterampilan yang baik, pengamatan yang baik, berpikir asosiatif dan daya ingat yang baik, berpikir rasional dan kritis, sikap yang baik. Menurut Asrori . perilaku belajar adalah sikap dan respons individu terhadap proses belajar yang mencerminkan bagaimana individu berinteraksi dengan lingkungan belajar dan bagaimana mereka menginternalisasi informasi. Asrori juga menekankan bahwa perilaku belajar tidak hanya terbatas pada hasil akhir ,tetapi juga mencakup proses yang dilalui individu dalam mencapai pemahaman dan keterampilan baru. Menurut Aunurrahman . perilaku belajar adalah suatu proses yang dilakukan individu memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 276 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ hasil pengalaman individu itu sendiri didalam interaksi dengan lingkungan. Perilaku belajar yang positif dapat memiliki dampak positif pada hasil belajar siswa dan dapat membantu mengembangkan keterampilan yang berguna dalam kehidupan sehari-hari (Hasibuan dkk,2. Dari hasil observasi tidak semua siswa menunjukkan perilaku belajar yang optimal. Banyak siswa yang masih kesulitan mengatur waktu belajar, kurang disiplin dalam menyelesaikan tugas, dan kurangnya motivasi belajar. Selain faktor perilaku belajar hasil belajar siswa juga dipengaruhi oleh interaksi teman sebaya, menurut Slameto . Interaksi teman sebaya menjadi salah satu faktor eksternal sosial yang mempengaruhi hasil belajar, fungsi utama dari teman sebaya memberikan informasi dan perbandingan tentang dunia diluar keluarga, sehingga hubungan dengan teman sebaya yang buruk dapat membawa anak ke perilaku yang buruk dan begitu sebaliknya. Interaksi teman sebaya merupakan hal yang wajar terjadi ,mereka memiliki banyak kesamaan dan berada pada fase yang sama. Menurut Kenneth (Ratna 2. ,interaksi teman sebaya adalah hubungan individu pada suatu kelompok kecil dengan rata-rata usia yang hampir sama atau sepadan, masing-masing individu mempunyai tingkatan kemampuan yang berbedabeda. Mereka menggunakan beberapa cara yang berbeda untuk memahami satu sama lainnya dengan bertukar pendapat. Menurut Suhaida & Mardison . interaksi teman sebaya adalah anak-anak atau remaja yang mempunyai umur yang sama atau mempunyai tingkat yang sama dalam menyikapi sesuatu saat berinteraksi. Remaja yang lebih sering menghabiskan waktu dengan kelompok teman sebayanya akan mengalami interaksi sosial yang lebih, sebagai konsekuensinya maka pengaruh teman sebaya akan lebih besar dari pada peran keluarga atau Interaksi teman sebaya dapat memberikan pengaruh positif seperti meningkatkan semangat belajar, membantu pemahaman materi melalui diskusi dan memberikan dukungan emosional dalam menghadapi tantangan belajar. Namun, interaksi teman sebaya ini juga dapat memberikan dampak negatif, seperti pengaruh buruk dari teman yang memiliki perilaku tidak produktif, bermain game berlebihan, kebiasaan menunda tugas, hingga terjadinya pertengkaran yang dapat menganggu konsentrasi siswa, akibatnya siswa tersebut kehilangan fokus dan semangat dalam belajar yang berdampak pada menurunnya hasil belajar. Fenomena yang ditemui pada siswa mengenai interaksi teman sebaya adalah sebagian siswa tidak mengerjakan tugas tepat waktu, hal ini dikarenakan siswa menunggu jawaban dari temannya. Untuk membantu siswa mendapatkan hasil belajar yang baik, orang tua dan guru dapat membimbingdanmengawasi pergaulannya. Oleh sebab itu ,berdasarkan latar belakang yang telah penulis kemukakan maka penulis merasa tertarik tentang AuPengaruh Perilaku Belajar Siswa dan Interaksi Teman Sebaya Terhadap Hasil Belajar Siswa Fase E Akuntansi di SMK N 2 Padang. METODE PENELITIAN Penelitian ini berjenis kuantitatif dengan menggunakan metode deskriptif asosiatif. Penelitian ini dilakukan di SMK N 2 Padang Jln. Andalas Baru no. 5 Kelurahan Simpang Haru Kecamatan Padang Timur ,maka penulis melakukan penelitian pada bulan Maret 2025. Penulis menjadikan siswa fase E Akuntansi di SMK Negeri 2 Padang sebagai populasinya sebanyak 144 siswa. Pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan rumus Slovin. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah Proportional Random Sampling, adalah teknik pengambilan sampel yang dimana setiap anggota populasi memiliki This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 277 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ peluang yang sama untuk dipilih sebagai anggota sampel, tanpa pengecualian atau preferensi Dalam menentukan jumlah sampel yang akan dipilih, penulis menggunakan rumus Slovin tingkat kesalahan 10% dengan jumlah sampel 59. Pengumpulan data menggunakan angket/kuisioner . kala liker. dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif ,uji asumsi klasik, dan analisis regresi linear berganda menggunakan aplikasi berbantuan SPSS versi 27. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Asumsi Klasik Sebelum melakukan pengujian regresi linear berganda perlu dilakukan lebih dahulu pengujian pra syarat analisis yang terdiri dari : Hasil Uji Normalitas Untuk menguji normalitas dalam penelitian ini digunakan uji Kolmogorov-Smirnov dengan menggunakan SPSS versi 27. Tabel 1. Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Mean Std. Deviation Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. c Test distribution is Normal Calculated from data. Lilliefors Significance Correction Sumber: hasil olahan data SPSS versi 27 Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat nilai Asymp. Sig. -taile. > Sig. yaitu 0,200 > 0,05 dari nilai sampel sebanyak 59 berarti residual pada data diuji berdistribusi secara normal. Hasil Uji Multikolinearitas Pada multikolinieritas menggunakan (SPSS) prosedur pengujian : Jika nilai VIF > 10 maka ada gejala multikolinearitas, jika nilai VIF < 10 maka tidak ada gejala multikolinearitas. Jika nilai tolerance < 0,1 maka ada gejala multikolinearitas ,jika nilai tolerance > 0,1 maka tidak ada gejala multikolinearitas. Tabel 2. Hasil Uji Multikolinearitas VariabeL Tol 0,387 0,387 VIF 2,582 2,582 Keputusan Tidak terjadi gejala multikolinearitas Tidak terjadi gejala multikolinearitas Sumber: Hasil olahan data SPSS Versi 27 This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 278 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ Berdasarkan hasil uji multikolinearitas pada tabel diatas, diperoleh nilai tolerance untuk variabel X1 adalah 0,387 > 0,10 untuk variabel X2 adalah 0,387 > 0,10. Pada tabel diatas juga diperoleh nilai VIF untuk variabel X1 sebesar 2,582 < 10,00, untuk variabel X2 sebesar 2,582 < 10,00. Maka dapat dikatakan bahwa tidak terjadi multikolinearitas pada data yang diuji. Hasil Uji Homogenitas Uji ini sangat penting dalam analisis data, terutama sebelum melakukan uji statistik inferensial seperti analisis independent sample t test atau anova karena uji-uji tersebut berasumsi bahwa varian populasi dari kelompok-kelompok yang dibandingkan adalah sama. Tabel 3. Uji Homogenitas Tests of Homogeneity of Variances Based on Mean Based on Median Based on Median and with adjusted df Based on trimmed mean Sumber: Hasil olahan data SPSS Versi 27 Hasil Belajar Siswa Levene Statistic 1,422 ,941 Sig. ,215 ,528 ,941 14,210 ,541 1,374 ,237 Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa nilai signifikansi 0,05 maka untuk 0,215 > 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ini homogen. Karena penelitian ini homogen maka dapat digunakan sebagai sampel dalam penelitian. Analisis Regresi Linear Berganda Untuk mengetahui besarnya pengaruh, maka dilakukan analisis regresi dengan menggunakan SPSS IBM versi 27 pada tabel berikut ini: Tabel 4. Analisis Regresi Linear Berganda Coefficients Model (Constan. Perilaku Belajar Siswa Interaksi Teman Sebaya Sumber: Hasil olahan data SPSS Versi 27 Unstandardized Coefficients Std. Error 64,584 2,197 ,142 ,040 ,095 ,036 Standardized Coefficients Beta ,475 ,351 Sig. 29,403 3,540 2,620 ,000 ,001 ,011 Pada tabel coefficients, pada kolom B Constant . adalah 64,584. Nilai perilaku belajar siswa . adalah 0,142, untuk nilai interaksi teman sebaya . adalah 0,095 sehingga persamaan regresinya dapat ditulis: Y = a b1 X1 b2 X2 e Y = 64,584 0,142 X1 0,095 X2 e Dimana: Y = Hasil belajar a = Konstanta This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 279 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ b1,b2 = Koefisien regresi masing-masing variabel X1 = Perilaku belajar siswa X2 = Interaksi teman sebaya e = error Persamaan regresi tersebut memiliki makna sebagai berikut : Konstanta sebesar 64,584, artinya ketika perilaku belajar siswa (X. , interaksi teman sebaya (X. , nilainya adalah 0 . maka nilai hasil belajar siswa adalah sebesar 64,584. Koefisien regresi X1 sebesar 0,142 artinya ketika perilaku belajar siswa ditingkatkan sebesar 1 satuan maka akan meningkatkan hasil belajar siswa (Y) sebesar 0,142 satuan. Koefisien regresi X2 sebesar 0,095 artinya ketika interaksi teman sebaya ditingkatkan sebesar 1 satuan maka akan meningkatkan hasil belajar siswa (Y) sebesar 0,095 satuan. Uji t Jika nilai signifikansi > 0,05 maka hipotesis ditolak dan jika nilai signifikansi < 0,05 maka hipotesis diterima. Hal ini berarti independen berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (Sugiyono,2. Berikut adalah analisis nilai t hasil pengolahan data dengan menggunakan program SPSS versi Tabel 5. Uji t Model (Constan. Perilaku Belajar Siswa Interaksi Teman Sebaya Sumber: Hasil olahan data SPSS Versi 27 Unstandardized Coefficients Std. Error 64,584 2,197 ,142 ,040 ,095 ,036 Standardized Coefficients Beta ,475 ,351 Sig. 29,403 3,540 2,620 ,000 ,001 ,011 Nilai t tabel pada tabel distribusi ditentukan dengan rumus = t (/. : n-k-. = t . ,05/. : . = 0,025 : 56 jadi diperoleh nilai t tabel yaitu 2,003. Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat Hasil analisis regresi perilaku belajar siswa (X. diperoleh t hitung sebesar 3,540 > 2,003 dengan tingkat signifikan 0,001 lebih besar dari 0,05 maka disimpulkan hipotesis 1 (H. diterima, sehingga variabel perilaku belajar siswa berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap hasil belajar (Y). Hasil analisis regresi interaksi teman sebaya (X. diperoleh t hitung sebesar 2,620 > 2,003 dengan tingkat signifikan 0,011 lebih besar dari 0,05 maka disimpulkan hipotesis 2 (H. diterima, sehingga variabel interaksi teman sebaya berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap hasil belajar (Y). Uji F Dalam penelitian ini perilaku belajar siswa (X. , interaksi teman sebaya (X. , secara bersamasama mempengaruhi hasil belajar siswa (Y). Berikut adalah analisis nilai F hasil pengolahan data dengan menggunakan program SPSS Versi 27. This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 280 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ Tabel 6. Uji F ANOVA Model Regression Residual Total Sum of Squares 632,172 404,370 1036,542 Mean Square 316,086 7,221 43,774 Sig. ,000 Dependent Variable: Hasil Belajar Siswa Predictors: (Constan. Interaksi Teman Sebaya. Perilaku Belajar Siswa Sumber: Hasil olahan data SPSS Versi 27 Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa F hitung < Ftabel sebesar 43,774 > 3,159 dan signifikan pada 0,000 < 0,05, maka variabel independen perilaku belajar siswa (X. , interaksi teman sebaya(X. , secara bersama-sama mempengaruhi hasil belajar siswa(Y). Koefisien Determinasi (R. Hasil koefisien regresi dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 7. Koefisien Determinasi Model Summary Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate ,777 ,604 ,590 2,70572 Predictors: (Constan. Interaksi Teman Sebaya. Perilaku Belajar Siswa Dependent Variable: Hasil Belajar Siswa Sumber: Hasil olahan data SPSS Versi 27 Berdasarkan tabel diatas hasil analisis koefisien determinasi diperoleh hasil nilai R-square sebesar 0,604 dimana KD = 0,604 x 100 % = 60,4% Artinya kemampuan variabel independen perilaku belajar siswa (X. , interaksi teman sebaya (X. dalam menjelaskan keragaman variabel dependent . asil belaja. sebesar 60,4% . sedangkan sisanya 39,6% dipengaruhi variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini. Pembahasan Pengaruh Perilaku Belajar Siswa (X. Terhadap Hasil Belajar Siswa Fase E Akuntansi di SMK N 2 Padang. Berdasarkan penelitian diperoleh hasil koefisien regresi yu perilaku belajar siswa bernilai positif sebesar 0,142 dan nilai Thitung sebesar 3,540 >Ttabel sebesar 2,003 dengan nilai signifikan 0,001 < yu = 0,05 berarti H1 diterima H0 ditolak dengan demikian dapat dikatakan bahwa perilaku belajar siswa (X. berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa fase E SMK N 2 Padang. Maka dapat dikatakan bahwa perilaku belajar siswa dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Semakin baik perilaku belajar siswa maka akan semakin baik pula hasil belajar yang dicapai siswa. Hasil penelitian ini sejalan yang dilakukan oleh Zahera . dengan judul pengaruh perilaku belajar terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi di SMA Negeri 6 Pekan Baru menunjukkan bahwa perilaku belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa. Siswa dengan perilaku belajar yang positif cenderung memiliki nilai akademik lebih tinggi. This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 281 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ Dengan demikian, perilaku belajar siswa dapat dijadikan salah satu indikator penting yang perlu diperhatikan dalam upaya meningkatkan pretasi belajar siswa, khususnya dalam mata pelajaran fase E Akuntansi. Strategi pembelajaran yang menekankan pada pembentukan karakter belajar yang baik sangat diperlukan untuk menciptakan hasil belajar yang optimal dan berkelanjutan. Pengaruh Interaksi Teman Sebaya (X. Terhadap Hasil Belajar Siswa Fase E Akuntansi di SMK N 2 Padang. Berdasarkan penelitian diperoleh hasil koefisien regresi yu interaksi teman sebaya bernilai positif sebesar 0,095 dan nilai Thitung sebesar 2,620 >Ttabel sebesar 2,003 dengan nilai signifikan 0,011 < yu = 0,05 berarti H2 diterima H0 ditolak dengan demikian dapat dikatakan bahwa interaksi teman sebaya (X. berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa fase E SMK N 2 Padang. Maka dapat dikatakan bahwa interaksi teman sebaya dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Semakin baik interaksi teman sebaya maka akan semakin baik pula hasil belajar yang dicapai siswa. Hasil penelitian ini sejalan yang dilakukan oleh Nurul . dengan judul pengaruh disiplin belajar dan interaksi teman sebaya terhadap hasil belajar siswa di SMA Muhamaddiyah 1 Unismuh makassar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa disiplin belajar dan interaksi teman sebaya secara individu maupun bersama-sama terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar. Dengan demikian ,dapat disimpulkan bahwa semakin positif dan sehat interaksi siswa dengan teman sebayanya, maka semakin besar pula kemungkinan siswa mencapai hasil belajar yang Guru dan pihak sekolah perlu membina suasana sosial yang mendukung agar siswa dapat saling membantu dan termotivasi untuk belajar bersama secara konstruktif. Pengaruh Perilaku Belajar Siswa Dan Interaksi Teman Sebaya Terhadap Hasil Belajar Siswa Fase E Akuntansi Di SMK N 2 Padang. Berdasarkan penelitian diperoleh hasil perilaku belajar siswa dan interaksi teman sebaya menunjukkan bahwa nilai signifikan sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai F hitung 43,774 > Ftabel 3,159 sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti terdapat perilaku belajar siswa (X. , interaksi teman sebaya (X. pengaruh secara simultan terhadap hasil belajar siswa (Y) fase E akuntansi di SMK N 2 Padang. Nilai koefisien determinasi diperoleh sebesar 0,604 artinya kemampuan variabel independen perilaku belajar siswa (X. , interaksi teman sebaya (X. dalam menjelaskan keragaman dari variabel dependent (Hasil belaja. sebesar 60,4%. Sedangkan sisanya 39,6% dipengaruhi variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini. Berdasarkan hasil analisis data antara kedua variabel perilaku belajar siswa dan interaksi teman sebaya menunjukkan adanya pengaruh yang positif terhadap hasil belajar siswa. Hasil penelitian ini sejalan yang dilakukan oleh Fadhilah . dengan judul pengaruh disiplin belajar dan interaksi teman sebaya terhadap hasil belajar siswa di SMA muhammadiyah 1 unimush makassar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa disiplin belajar dan interaksi teman sebaya merupakan faktor faktor yang memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa. Dengan demikian , dapat disimpulkan bahwa perilaku belajar siswa dan interaksi teman sebaya memiliki peranan penting dalam meningkatkan hasil belajar siswa . Hasil ini memperkuat teori bahwa faktor internal dan faktor eksternal bersama sama mampu menciptakan kondisi belajar yang lebih efektif dan kondusif . Oleh karena itu, upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa perlu melibatkan pendekatan yang baik dari sisi penguatan perilaku belajar individu maupun penciptaan lingkungan sosial This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 282 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara perilaku belajar siswa (X. terhadap hasil belajar siswa fase E akuntansi di SMKN 2 Padang. Berdasarkan hasil analisis regresi , koefisien regresi yu perilaku belajar siswa bernilai positif sebesar 0,142. Nilai T hitung sebesar 3,540 > Ttabel sebesar 2,003 dengan nilai signifikan 0,001 < yu = 0,05 berarti H0 ditolak H1 diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa perilaku belajar siswa (X. berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa fase E SMKN 2 Padang. Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara interaksi teman sebaya (X. terhadap hasil belajar siswa fase E akuntansi di SMKN 2 Padang. Berdasarkan hasil analisis regresi, koefisien regresi yu interaksi teman sebaya bernilai positif sebesar 0,095. Nilai T hitung sebesar 2,620 > Ttabel sebesar 2,003 dengan nilai signifikan 0,011 < yu = 0,05 berarti H0 ditolak H2 diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa interaksi teman sebaya (X. berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa fase E SMKN 2 Padang. Maka dapat dikatakan bahwa interaksi teman sebaya dapat mempengaruhi hasil belajar Terdapat pengaruh perilaku belajar siswa (X. dan interaksi teman sebaya (X. secara simultan terhadap hasil belajar siswa (Y). Diketahui nilai signifikan untuk pengaruh X1 dan X2 secara simultan terhadap Y yaitu sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai F hitung 43,774 > Ftabel 3,159 sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti terdapat perilaku belajar siswa (X. , interaksi teman sebaya (X. pengaruh secara simultan terhadap hasil belajar siswa (Y) fase E akuntansi di SMKN 2 Padang. DAFTAR PUSTAKA