https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. STANDAR PROSES PENDIDIKAN JATI DIRI GURU PROFESIONAL Astri Marliana Harahap MAN 2 Palas astrimarlianaharahap29@gmail. Adilah Dalimunthe MAN Labuhan Batu adilahdlm@gmail. Indah Prisandra MAN Sibolga indahprisandra962@gmail. Salsabila Diva Saputri MAN 2 Labuhan Batu Utara salshabilaa32@gmail. Article History: Received: Desember 2, 2025. Accepted: Januari 20, 2026. Published: Februari 28, 2026. Keywords: Educational Process Standards. Professional Teachers. Identity Abstract. Education plays an important role in shaping intelligent, character-driven, and adaptive generations in response to the dynamics of modern times. Teachers serve as the main component in ensuring the quality of the learning process through the implementation of educational process standards, which include planning, implementation, and evaluation. This study aims to analyze the implementation of educational process standards, the challenges faced by teachers, and the characteristics of a professional teacherAos identity in the context of modern education. The findings reveal that the implementation of educational process standards in schools is still not optimal due to limited time, facilities, and the lack of continuous training for Moreover, many teachers face difficulties in adapting to curriculum changes and technological advancements. On the other hand, professional teachers are characterized by strong pedagogical competence, innovative teaching abilities, mastery of educational technology, and integrity with a firm commitment to their profession. With increased professionalism and support from various stakeholders, teachers are expected to become agents of change in creating effective, creative, and relevant learning aligned with the demands of the digital era. Abstrak. Pendidikan berperan penting dalam membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Guru menjadi komponen utama dalam menjamin mutu proses pembelajaran melalui penerapan standar proses pendidikan yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan standar proses pendidikan, kendala yang dihadapi guru, serta karakteristik jati diri guru profesional 223 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 Standar Proses Pendidikan Jati Diri Guru Profesional | Astri Marliana Harahap. Adilah Dalimunthe. Indah Prisandra. Salsabila Diva Saputri dalam konteks pendidikan modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan standar proses pendidikan di sekolah belum optimal karena keterbatasan waktu, sarana, serta kurangnya pelatihan berkelanjutan bagi guru. Selain itu, masih banyak guru yang kesulitan menyesuaikan diri dengan perubahan kurikulum dan kemajuan teknologi. Di sisi lain, guru profesional ditandai oleh kompetensi pedagogik yang kuat, kemampuan berinovasi dalam pembelajaran, penguasaan teknologi pendidikan, serta karakter yang berintegritas dan berkomitmen terhadap Dengan peningkatan profesionalisme dan dukungan dari berbagai pihak, guru diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam menciptakan pembelajaran yang efektif, kreatif, dan relevan dengan tuntutan era digital. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan elemen fundamental dalam pembangunan suatu Melalui sistem pendidikan yang berkualitas, suatu negara dapat mencetak generasi yang cerdas, berdaya saing tinggi, serta memiliki karakter yang kuat. Dalam konteks ini, guru memiliki peran yang sangat strategis sebagai fasilitator, motivator, dan inovator dalam pembelajaran. Kualitas pendidikan sangat bergantung pada profesionalisme guru dalam menjalankan tugasnya, sehingga diperlukan standar proses pendidikan yang jelas dan terukur guna memastikan efektivitas dalam transfer ilmu pengetahuan dan pembentukan karakter peserta didik. Standar proses pendidikan mengacu pada perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran yang harus dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan. Standar ini bertujuan untuk menjamin bahwa proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, serta nilai-nilai moral yang dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam implementasinya, guru pembelajaran yang inovatif serta berbasis pada perkembangan teknologi dan kebutuhan peserta didik. Seorang guru profesional tidak hanya dituntut untuk menguasai materi ajar dan metode mengajar, tetapi juga memiliki kompetensi yang mencakup aspek pedagogik, sosial, kepribadian, dan profesional. Jati diri guru profesional tercermin dalam sikap disiplin, tanggung jawab, dedikasi, 224 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. serta komitmennya dalam menciptakan pembelajaran yang bermakna. Pembentukan jati diri ini tidak terjadi secara instan, melainkan melalui berbagai tahapan, seperti pendidikan formal, pelatihan, pengalaman mengajar, dan refleksi diri secara berkelanjutan. Oleh karena itu, peran pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat sangat penting dalam mendukung pengembangan profesionalisme guru agar dapat memberikan kontribusi yang optimal dalam dunia pendidikan. Dengan semakin kompleksnya tantangan di dunia pendidikan, guru dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi dan kualitas dirinya. Transformasi digital, perubahan kurikulum, serta dinamika sosial budaya menjadi faktor yang harus diantisipasi oleh guru agar tetap relevan dalam proses Artikel ini akan mengupas lebih dalam tentang standar proses pendidikan dan bagaimana jati diri guru profesional dapat terbentuk serta dipertahankan dalam menghadapi perubahan zaman. (Afif, 2023, p. Pendidikan merupakan salah satu aspek utama dalam pembangunan suatu bangsa. Melalui pendidikan yang berkualitas, generasi muda dapat dipersiapkan untuk menghadapi tantangan global serta berkontribusi dalam kemajuan sosial, ekonomi, dan budaya. Dalam sistem pendidikan, peran guru sangat krusial karena mereka bertindak sebagai fasilitator dalam proses Keberhasilan peserta didik tidak hanya bergantung pada materi yang diajarkan, tetapi juga pada kompetensi, dedikasi, dan profesionalisme perkembangan karakter mereka. ( Anwas, 2011, p. Untuk memastikan kualitas pendidikan yang optimal, pemerintah telah menetapkan Standar Proses Pendidikan sebagai pedoman dalam pelaksanaan Standar ini mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran yang harus dilakukan secara sistematis, interaktif, dan berpusat pada peserta didik. Dengan adanya standar ini, diharapkan proses pembelajaran dapat berlangsung efektif, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan zaman. Namun, pada praktiknya, masih banyak tantangan yang dihadapi dalam penerapannya, seperti kurangnya pemahaman guru 225 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 Standar Proses Pendidikan Jati Diri Guru Profesional | Astri Marliana Harahap. Adilah Dalimunthe. Indah Prisandra. Salsabila Diva Saputri terhadap standar yang berlaku, keterbatasan sarana dan prasarana, serta minimnya pelatihan untuk meningkatkan kompetensi guru. ( ainanun, n. , p. Seiring dengan perkembangan zaman, peran guru juga mengalami Di era digital saat ini, guru tidak hanya berperan sebagai penyampai ilmu, tetapi juga harus mampu menjadi inovator dalam membangun pola pikir kritis dan kreatif pada peserta didik. Oleh karena itu. Seorang pedagogik, kepribadian yang baik, keterampilan sosial yang mumpuni, serta komitmen dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik. Meskipun telah banyak upaya yang dilakukan untuk meningkatkan profesionalisme guru, masih terdapat berbagai kendala, seperti kurangnya pembinaan berkelanjutan, rendahnya apresiasi terhadap profesi guru, serta tantangan dalam menyesuaikan diri dengan perkembangan kurikulum dan Oleh karena itu, perlu adanya strategi yang tepat dalam meningkatkan kualitas guru, baik melalui pendidikan formal, pelatihan, maupun program pengembangan profesional berkelanjutan. Berdasarkan latar belakang ini, penelitian atau kajian ini bertujuan untuk menganalisis standar proses pendidikan dan bagaimana jati diri guru profesional dapat terbentuk serta dikembangkan agar dapat menghadapi dinamika pendidikan di masa Dengan pemahaman yang lebih mendalam tentang kedua aspek ini, diharapkan kualitas pendidikan dapat meningkat dan mampu mencetak generasi yang unggul serta siap menghadapi tantangan global. ( Anwas, 2011. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan Library Research. Penelitian ini adalah jenis penelitian yang menghasilkan penemuan-penemuan yang tidak dapat dicapai . dengan menggunakan prosedur-prosedur 226 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. statistik atau cara-cara lain dari kuantifikasi . Penelitian kualitatif secara umum dapat digunakan untuk penelitian tentang kehidupan masyarakat, sejarah, tingkah laku, fungsionalisasi organisasi, aktivitas sosial, dan lain-lain. (Zainal Efendi Hasibuan, 2019: . Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka . ibrary researc. Pendekatan ini dipilih untuk menggali pemahaman yang mendalam mengenai penerapan standar proses pendidikan dan pembentukan jati diri guru profesional. Data dikumpulkan melalui penelaahan terhadap berbagai sumber sekunder, seperti buku ilmiah, jurnal akademik, peraturan pemerintah, serta laporan penelitian sebelumnya yang Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dengan menelusuri konsep, teori, dan temuan empiris yang berkaitan dengan profesionalisme guru dan penerapan standar proses pendidikan di sekolah. Proses analisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi tiga tahapan: . reduksi data, yaitu menyeleksi informasi yang relevan. penyajian data dalam bentuk narasi tematik. penarikan kesimpulan berdasarkan pola dan temuan utama. Keabsahan data diperkuat dengan teknik triangulasi sumber dan teori, guna memastikan objektivitas serta keandalan hasil analisis. Penelitian ini tidak berfokus pada pengumpulan data lapangan, melainkan pada pengkajian konseptual dan empiris untuk menggambarkan bagaimana guru membangun profesionalisme dan jati dirinya melalui penerapan standar proses pendidikan yang berkelanjutan. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengertian Standar Proses Pendidikan Standar proses pendidikan merupakan pedoman utama dalam penyelenggaraan pembelajaran yang efektif dan berkualitas. Standar ini mengatur bagaimana guru merancang, melaksanakan, serta mengevaluasi proses pembelajaran agar sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan kurikulum. Penerapan standar proses pendidikan sangat penting untuk memastikan bahwa pembelajaran tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga membangun keterampilan, sikap, dan karakter 227 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 Standar Proses Pendidikan Jati Diri Guru Profesional | Astri Marliana Harahap. Adilah Dalimunthe. Indah Prisandra. Salsabila Diva Saputri peserta didik agar siap menghadapi tantangan di masa depan Pengertian dan Komponen Standar Proses Pendidikan Standar proses pendidikan mengacu pada serangkaian prinsip dan prosedur yang harus diikuti dalam kegiatan pembelajaran. Standar ini mencakup tiga aspek utama, yaitu Perencanaan Pembelajaran Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Menentukan pembelajaran yang jelas dan terukur. ( Asfiati et al. , 2019, p. Memilih metode, strategi, dan pendekatan yang sesuai dengan karakteristik peserta didik Menyusun bahan ajar dan media pembelajaran yang mendukung ketercapaian kompetensi. Pelaksanaan Pembelajaran Menciptakan Menggunakan eksperimen, atau berbasis proyek. Memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman siswa. Memberikan motivasi dan umpan balik yang konstruktif kepada peserta didik. Evaluasi Pembelajaran Menilai proses dan hasil belajar siswa secara autentik dan Menggunakan berbagai teknik evaluasi, seperti tes tertulis, observasi, portofolio, dan refleksi diri. Menganalisis hasil evaluasi untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran di masa depan. Implementasi Standar Proses Pendidikan di Sekolah Di sekolah, penerapan standar proses pendidikan bergantung pada berbagai faktor, seperti kesiapan guru, ketersediaan sarana dan prasarana, serta dukungan dari pihak sekolah dan pemerintah. Berikut adalah beberapa aspek implementasi standar proses pendidikan dalam pembelajaran: Perencanaan yang Matang Guru harus menyusun perencanaan pembelajaran yang sistematis dan sesuai dengan standar Hal ini mencakup: Penyusunan RPP yang fleksibel dan berbasis Pemilihan menyesuaikan dengan materi dan karakteristik siswa. Penyediaan media pembelajaran yang menarik dan inovatif, termasuk pemanfaatan teknologi ( Astuti, 2018, p. 228 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. Penggunaan Metode Pembelajaran yang Inovatif Agar pembelajaran lebih efektif, guru perlu menghindari metode ceramah yang monoton dan beralih ke strategi yang lebih interaktif, seperti: Pembelajaran Berbasis Proyek (Project- Based Learnin. : Mendorong siswa untuk menyelesaikan tugas berbasis proyek agar lebih aktif dan kreatif. Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem-Based Learnin. : Memberikan tantangan kepada siswa untuk memecahkan masalah nyata dengan berpikir kritis. Blended Learning: Mengombinasikan pembelajaran daring untuk memperkaya pengalaman belajar siswa Pemanfaatan Teknologi dalam Pembelajaran Di era digital, penerapan standar proses pendidikan semakin didukung oleh teknologi. Beberapa bentuk pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran meliputi Penggunaan Learning Management System (LMS) seperti Google Classroom dan Moodle. Pemanfaatan aplikasi edukatif seperti Kahoot!. Quizizz, dan Canva untuk membuat pembelajaran lebih menarik. Integrasi video pembelajaran dan sumber belajar daring untuk memperluas wawasan siswa. Penerapan Penilaian yang Komprehensif Evaluasi dalam pembelajaran tidak hanya berfokus pada hasil ujian, tetapi juga pada proses belajar siswa. Penilaian dapat dilakukan melalui Penilaian formatif: Tes singkat, kuis, atau diskusi untuk mengetahui pemahaman siswa secara berkala. Penilaian sumatif: Ujian akhir atau tugas proyek untuk mengukur pencapaian kompetensi Refleksi pembelajaran: Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengevaluasi pengalaman belajarnya sendiri. Tantangan dalam Penerapan Standar Proses Pendidikan Meskipun standar proses pendidikan sangat penting, implementasinya di sekolah menghadapi berbagai tantangan, antara lain: Kurangnya pemahaman guru terhadap standar yang berlaku. Beberapa guru masih menggunakan metode pembelajaran konvensional tanpa mengoptimalkan strategi inovatif ( Fathurrohman & Nurhadi, 2016, 229 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 Standar Proses Pendidikan Jati Diri Guru Profesional | Astri Marliana Harahap. Adilah Dalimunthe. Indah Prisandra. Salsabila Diva Saputri Kendala Yang Dihadapi Guru Dalam Menerapkan Standar Proses Pendidikan Penerapan Standar Proses Pendidikan sangat penting dalam menciptakan pembelajaran yang efektif, berkualitas, dan sesuai dengan Namun, menghadapi berbagai kendala yang dapat menghambat optimalisasi standar Kendala tersebut bisa berasal dari faktor internal . uru itu sendir. ingkungan Berikut adalah penjelasan luas mengenai berbagai kendala yang dihadapi guru dalam menerapkan standar proses pendidikan. Kendala dalam Perencanaan Pembelajaran Perencanaan merupakan tahap awal yang sangat penting dalam standar proses pendidikan. Namun, dalam praktiknya, guru sering mengalami beberapa kendala seperti Keterbatasan Waktu dalam Menyusun Rencana Pembelajaran Guru seringkali memiliki beban administrasi yang tinggi, seperti mengisi laporan, asesmen, dan dokumen lain yang mengurangi waktu untuk menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang berkualitas. (Wayan, 2010. Perubahan kebijakan kurikulum yang cepat juga menuntut guru untuk selalu menyesuaikan rencana pembelajaran, yang terkadang sulit dilakukan dalam waktu singkat Kesulitan Menyesuaikan Pembelajaran dengan Kurikulum Kurikulum yang dinamis dan berubah secara berkala sering membuat guru kesulitan menyesuaikan metode dan strategi (Firdaus. Emma Wahidah, 2024, p. Beberapa guru kurang mendapatkan pelatihan intensif dalam menyusun perencanaan yang sesuai. ( Agus, 2020, p. Keterbatasan Akses terhadap Sumber Belajar dan Media Pembelajaran Tidak semua sekolah memiliki fasilitas yang memadai untuk mendukung pembelajaran berbasis digital atau metode inovatif lainnya. Guru terkadang kesulitan mendapatkan referensi terbaru karena keterbatasan akses ke jurnal ilmiah, buku ajar, atau materi pendidikan yang lebih relevan. Kendala 230 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. Pelaksanaan Pembelajara Saat mengajar di dalam kelas, guru menghadapi berbagai tantangan yang memengaruhi efektivitas pembelajaran Heterogenitas Peserta Didik Setiap pemahaman, gaya belajar, dan kemampuan yang berbeda. Hal ini membuat guru harus menyesuaikan strategi pengajaran agar dapat mengakomodasi kebutuhan semua siswa. Perbedaan latar belakang sosial dan ekonomi juga mempengaruhi kesiapan belajar siswa, misalnya ada yang memiliki fasilitas belajar lengkap di rumah, sementara yang lain tidak. Rendahnya Motivasi Belajar Siswa Beberapa siswa kurang memiliki motivasi untuk belajar, baik karena faktor lingkungan, pengaruh teknologi . ame, media sosia. , maupun kurangnya keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak. Tantangan ini membuat guru harus mencari cara kreatif agar pembelajaran menjadi menarik, misalnya dengan metode berbasis proyek atau diskusi interaktif. Fitriani, 2017, p. 45 ). Keterbatasan Sarana dan Prasarana Sekolah Tidak semua sekolah memiliki fasilitas yang memadai, seperti laboratorium, perpustakaan yang lengkap, atau akses ke internet yang stabil. Pembelajaran berbasis teknologi sering terkendala oleh keterbatasan perangkat digital, terutama di daerah Tantangan Menggunakan Teknologi Pembelajaran Meskipun era digital menuntut guru untuk memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran, (Zainal, 2025: . tidak semua guru memiliki keterampilan dalam menggunakan Learning Management System (LMS), membuat konten digital, atau mengintegrasikan teknologi dalam pengajaran. Beberapa daerah juga mengalami kendala jaringan internet yang tidak stabil, sehingga pembelajaran berbasis daring sulit diterapkan secara Kendala dalam Evaluasi dan Penilaian Pembelajaran Evaluasi merupakan bagian penting dalam standar proses pendidikan untuk mengukur efektivitas pembelajaran. Namun, guru menghadapi tantangan berikut Sulitnya Menerapkan Penilaian yang Autentik Banyak guru masih berfokus pada penilaian berbasis ujian tertulis 231 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 Standar Proses Pendidikan Jati Diri Guru Profesional | Astri Marliana Harahap. Adilah Dalimunthe. Indah Prisandra. Salsabila Diva Saputri Karakteristik Jati Diri Seorang Guru Profesional Dalam Konteks Pendidikan Modern Pendidikan modern menuntut guru untuk memiliki jati diri yang kuat dan profesionalisme yang tinggi dalam menjalankan tugasnya. Guru tidak hanya bertindak sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing, fasilitator, inovator, dan teladan bagi peserta didik. Seorang guru profesional harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, menerapkan metode pembelajaran yang efektif, serta membangun karakter peserta didik agar siap menghadapi tantangan abad ke-21. (Zainal, 2016: . Dalam konteks pendidikan modern, jati diri seorang guru profesional tidak hanya ditentukan oleh pengetahuan akademik, tetapi juga oleh kompetensi pedagogik, sosial, dan kepribadian yang mencerminkan dedikasi dan komitmen terhadap dunia pendidikan. Artikel ini akan membahas secara luas karakteristik utama yang mencerminkan jati diri seorang guru profesional dalam era pendidikan modern. ( Hidayat & SyafeAoi, 2018, p. Memiliki Kompetensi Pedagogik yang Kuat Menguasai Metode dan Strategi Pembelajaran Seorang guru profesional memahami berbagai metode dan strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta Mampu menerapkan pendekatan berbasis proyek (Project-Based Learnin. , pembelajaran berbasis masalah (Problem-Based Learnin. , dan metode blended learning untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran Mampu Mengelola Kelas dengan Baik Guru profesional dapat menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, kondusif, dan interaktif. ( Wati, 2021, p. Menggunakan meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Menguasai Teknik Evaluasi dan Asesmen Menggunakan berbagai metode asesmen, seperti tes formatif, portofolio, dan observasi untuk menilai perkembangan siswa secara holistik. Mampu memberikan umpan balik yang membangun guna meningkatkan pemahaman siswa Menguasai Teknologi dan Inovasi dalam Pembelajaran Terampil dalam Pemanfaatan Teknologi Pendidikan 232 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. Seorang Learning Management System (LMS) seperti Google Classroom. Moodle, atau Edmodo untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Mengintegrasikan media digital seperti video pembelajaran, presentasi interaktif, dan simulasi dalam proses pengajaran. Kreatif dan Inovatif dalam Pengajaran Mengembangkan metode pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan perkembangan zaman. Mampu menciptakan bahan ajar digital, menggunakan aplikasi interaktif seperti Kahoot!. Quizizz, dan Canva untuk membuat pembelajaran lebih (Widodo, 2019, p. Memiliki Karakter dan Kepribadian yang Baik Berintegritas dan Berkomitmen Tinggi Guru profesional memiliki integritas dalam menjalankan tugasnya dengan jujur, bertanggung jawab, dan disiplin. (Dewi, 2018, p. Menunjukkan dedikasi tinggi dalam mendidik dan membimbing peserta didik tanpa membeda-bedakan latar belakang mereka. Menjadi Teladan bagi Peserta Didik Guru profesional tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan contoh sikap yang baik, seperti disiplin, empati, dan kerja keras. ( Tambak et al. 2020, p. Memiliki sikap positif yang menginspirasi peserta didik untuk terus Mampu Berkomunikasi dengan Baik Seorang guru harus memiliki keterampilan komunikasi yang efektif agar dapat menyampaikan materi dengan jelas dan menarik. Mampu menjalin hubungan baik dengan peserta didik, rekan sejawat, dan orang tua siswa. Memiliki Kecerdasan Emosional dan Sosia Mampu Memahami Kebutuhan Peserta Didik Guru profesional memiliki empati dan mampu memahami kondisi emosional serta kebutuhan peserta didik. Mampu menciptakan lingkungan yang suportif agar siswa merasa nyaman dalam belajar. Menjalin Hubungan yang Baik dengan Komunitas Sekolah Mampu berkolaborasi dengan rekan sejawat, tenaga kependidikan, dan orang tua dalam mendukung perkembangan peserta didik. Berpartisipasi aktif dalam kegiatan sekolah dan program pengembangan pendidikan. ( Wicagsono, 2022, p. 233 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 Standar Proses Pendidikan Jati Diri Guru Profesional | Astri Marliana Harahap. Adilah Dalimunthe. Indah Prisandra. Salsabila Diva Saputri KESIMPULANNYA Guru profesional dalam konteks pendidikan modern adalah individu yang memiliki kompetensi tinggi, karakter yang kuat, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Standar proses pendidikan yang diterapkan dalam kegiatan pembelajaran di sekolah menuntut guru untuk memiliki pemahaman yang mendalam tentang strategi pembelajaran, manajemen kelas, serta evaluasi yang efektif guna memastikan proses belajar mengajar berjalan dengan baik. Namun, dalam penerapannya, guru menghadapi berbagai kendala seperti keterbatasan waktu dalam menyusun rencana pembelajaran, kurangnya fasilitas pendidikan, tantangan dalam menghadapi perbedaan karakter siswa, serta perubahan kebijakan pendidikan yang sering terjadi. Selain itu, rendahnya motivasi belajar siswa dan minimnya dukungan dari lingkungan sekolah serta orang tua juga menjadi faktor yang menghambat efektivitas pembelajaran. Untuk menjadi guru profesional, seorang pendidik harus memiliki kompetensi pedagogik yang kuat, mampu menguasai teknologi dalam pembelajaran, memiliki karakter dan integritas tinggi, serta selalu mengembangkan diri melalui pembelajaran berkelanjutan. Selain itu, guru juga harus mampu menanamkan nilai-nilai karakter kepada siswa, mendorong kreativitas dan inovasi, serta berperan sebagai pemimpin dan agen perubahan dalam dunia pendidikan. Dengan mengatasi kendala yang ada dan terus pembelajaran yang lebih efektif, inovatif, dan sesuai dengan tuntutan zaman. REFERENSI