P-ISSN: 2339-2630 E-ISSN: 2477-8001 Eskalasi Konflik Keluarga dalam Dinamika Globalisasi Muhsan Syarafuddin. Winning Son Ashari. Siti Nazla Raihana __________________________________________________________________________________________ AL-MAJAALIS : Jurnal Dirasat Islamiyah Volume 12 Nomor 1 November 2024 Email Jurnal : almajalis. ejornal@gmail. Website Jurnal : ejournal. ___________________________________________________________________________ ESKALASI KONFLIK KELUARGA DALAM DINAMIKA GLOBALISASI DAN PENDEKATAN RESOLUSI BERBASIS FIKIH Muhsan Syarafuddin Hukum Keluarga Islam Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i. Jember. Indonesia elwafda@gmail. Winning Son Ashari Hukum Keluarga Islam Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i. Jember. Indonesia win8son@gmail. Siti Nazla Raihana Hukum Keluarga Islam Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i. Jember. Indonesia raihana@gmail. ABSTRACT In the era of globalization, the escalation of family conflict occurs significantly in various variations and impacts, ranging from divorce to physical and psychological violence even This requires seriousness in finding the right resolution in order to maintain family This research becomes very important to reveal the right resolution by referring to fiqh-based resolution because fiqh itself is used as a legal framework rooted in Islamic teachings that are relevant in resolving conflicts in the family context. Researchers used a literature review with a qualitative approach to analyze various literature sources related to family conflicts and their resolution. The results showed that the escalation of conflict in the global era with its various variants found its resolution by understanding and applying the principles of fiqh-based resolution in the form of holistic Islamic teachings. The real implication of fiqh-based resolution is that it helps build a harmonious and mutually supportive family environment and is key to resolving family conflicts effectively and Keywords: conflict. globalization era. P-ISSN: 2339-2630 E-ISSN: 2477-8001 Eskalasi Konflik Keluarga dalam Dinamika Globalisasi Muhsan Syarafuddin. Winning Son Ashari. Siti Nazla Raihana __________________________________________________________________________________________ ABSTRAK Pada era globalisasi, eskalasi konflik keluarga terjadi secara signifikan dalam berbagai variasi dan dampak yang ditimbulkan, mulai dari perceraian, kekerasan fisik dan psikologis hingga Hal ini menuntut keseriusan dalam menemukan resolusi yang tepat demi menjaga ketahanan keluarga. Penelitian ini menjadi sangat penting untuk mengungkap resolusi tepat dengan mengacu kepada resolusi berbasis fikih karena fikih sendiri dijadikan sebagai kerangka hukum yang berakar dalam ajaran Islam yang relevan dalam menyelesaikan konflik dalam konteks keluarga. Peneliti menggunakan kajian literatur dengan pendekatan kualitatif untuk menganalisis berbagai sumber literatur terkait konflik keluarga dan Hasil penelitian menunjukkan bahwa eskalasi konflik di era global dengan beragam variannya menemukan resolusinya dengan memahami, menerapkan prinsip-prinsip penanganan berbasis fikih yang berwujud ajaran Islam yang holistik. Implikasi nyata dari resolusi berbasis fikih adalah membantu membangun lingkungan keluarga yang harmonis dan saling mendukung dan menjadi kunci dalam meresolusi konflik keluarga secara efektif dan Kata Kunci: konflik. era globalisasi. PENDAHULUAN Dalam konteks masyarakat Islam, keluarga dianggap sebagai sel-sel kehidupan sosial yang penuh makna dan memiliki peran sentral dalam menjaga stabilitas masyarakat. Namun, di tengah dinamika globalisasi yang semakin kompleks, keluarga sering kali menghadapi tantangan yang mengakibatkan eskalasi konflik yang dapat mengancam Faktor-faktor global seperti teknologi yang terus berkembang, mobilitas sosial, dan transformasi nilai-nilai sosial telah memberikan dampak yang signifikan terhadap pola hubungan dalam keluarga. Salah satu bentuk nyata dari eskalasi konflik keluarga adalah melalui tingginya angka perceraian, sebuah fenomena yang menjadi sorotan dalam analisis dinamika keluarga. Berdasarkan data dari laporan Statistik Indonesia, sepanjang tahun 2023, terdapat 463. kasus perceraian di Indonesia, ini mengalami penurunan sebesar 10,2% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. 108 Meskipun terjadi penurunan, angka tersebut tetap mencerminkan tingkat Taufik. , & Mohsi. Pola Pendidikan Moderasi Beragama Sebagai Pilar Keharmonisan Keluarga. Taufik | Dirosat : Journal of Islamic Studies . https://doi. org/10. 28944/dirosat. Annur. Kasus Perceraian di Indonesia Turun pada 2023. Pertama sejak Pandemi. Katadata. https://databoks. id/datapublish/2024/02/29/kasus-perceraian-di-indonesia-turun-pada-2023pertama-sejak-pandemi P-ISSN: 2339-2630 E-ISSN: 2477-8001 Eskalasi Konflik Keluarga dalam Dinamika Globalisasi Muhsan Syarafuddin. Winning Son Ashari. Siti Nazla Raihana __________________________________________________________________________________________ konflik yang signifikan dalam hubungan keluarga. Tren peningkatan angka perceraian sebelumnya, terutama pada periode 2021 dan 2022, menunjukkan adanya eskalasi konflik yang berkelanjutan dalam keluarga. Fenomena ini menjadi indikator jelas dari tantangan besar yang dihadapi oleh institusi keluarga dalam menghadapi dinamika zaman. Selain kasus perceraian, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) juga merupakan contoh nyata dari konflik yang mengancam stabilitas keluarga. Menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS) tentang Statistik Kriminal 2023, tren kasus kejahatan terhadap fisik atau tubuh, termasuk KDRT, di Indonesia menunjukkan kecenderungan penurunan dalam lima tahun terakhir. Data yang disajikan oleh BPS menunjukkan bahwa jumlah kasus KDRT di Indonesia sepanjang tahun 2022 mencapai 5. 526 kasus per tahun. Angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya, yaitu 2021 dengan jumlah kasus 435 dan 2020 dengan jumlah kasus sebanyak 8. 109 Walaupun terjadi penurunan dalam jumlah kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), hal ini tidak mengubah kenyataan bahwa KDRT tetap merupakan sebuah konflik yang mengkhawatirkan bagi stabilitas keluarga. Berdasarkan laporan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenpA), rumah tangga menjadi lokasi kejadian yang paling banyak terjadi kekerasan. Sepanjang tahun 2022. KemenpA menerima sebanyak 16. 899 aduan kekerasan rumah tangga. Lalu, jumlah korban KDRT pada 2022 pun mencapai 18. Konflik rumah tangga juga bisa berujung kepada pembunuhan yang merupakan dampak tragis dari konflik yang tidak terselesaikan dengan baik di dalam lingkungan keluarga. Data dari Komnas Perempuan memperlihatkan besarnya skala masalah ini. Pemantauan mereka terhadap berita daring sepanjang 2019 menunjukkan 145 kasus femisida, yaitu pembunuhan terhadap perempuan, yang dilaporkan di media. Jumlah ini hanya mencakup Annur. Tren Kasus KDRT di Indonesia Cenderung Menurun dalam Lima Tahun Terakhir. https://databoks. id/datapublish/2023/12/19/tren-kasus-kdrt-di-indonesia-cenderungmenurun-dalam-lima-tahunterakhir#::text=Jumlah kasus KDRT di Indonesia sepanjang 2022 mencapai 5. kasus,7. 435 kasus dan 8. 104 kasus. Desember 2. Maryam. Analisis Konflik Keluarga dalam Perspektif Roda-Konflik Bernard Mayer pada kasus pembunuhan anak dan penganiayaan istri oleh suami di Depok. um-surabaya. https://doi. org/10. 30651/mqsd. Katadata. P-ISSN: 2339-2630 E-ISSN: 2477-8001 Eskalasi Konflik Keluarga dalam Dinamika Globalisasi Muhsan Syarafuddin. Winning Son Ashari. Siti Nazla Raihana __________________________________________________________________________________________ kasus-kasus yang diberitakan, belum termasuk yang tidak terpublikasi. Dari kasus-kasus tersebut, pelaku terbanyak adalah suami, dengan 48 kasus, menegaskan bahwa sebagian besar femisida terjadi dalam hubungan pernikahan. 111 Setiap tahun, femisida intim -yang melibatkan suami atau mantan suami sebagai pelaku- tercatat sebagai bentuk femisida yang paling sering Kasus kekerasan yang mengakibatkan terbunuhnya korban dalam konflik rumah tangga sering kali diakibatkan oleh individu keluarga yang merasa terpinggirkan, merasa tidak dihargai, atau mengalami tekanan emosional yang berlebihan karena konflik yang terus Komnas Perempuan juga menyoroti beberapa faktor penyebab femisida, di antaranya adalah ketersinggungan maskulinitas, konflik dalam rumah tangga, serta penolakan untuk bercerai. 113 Faktor-faktor ini menunjukkan bahwa konflik rumah tangga memiliki potensi serius untuk berujung pada pembunuhan, terutama ketika emosi tidak terkendali dan masalah dibiarkan berlarut-larut tanpa solusi yang efektif. Pada Desember 2023 di Jagakarsa. Jakarta Selatan, terjadi pembunuhan tragis yang berawal dari konflik keluarga yang tidak teratasi dengan baik. Pembunuhan empat anak oleh ayahnya menjadi puncak dari konflik yang diwarnai oleh rasa cemburu terhadap istrinya. Kasus-kasus kekerasan dalam keluarga yang terjadi sebagaimana yang telah disebutkan, menunjukkan urgensi penanganan konflik dalam keluarga dan pencegahan kekerasan domestik, serta pentingnya akses kepada layanan konseling bagi individu yang mengalami kesulitan dalam mengelola emosi secara sehat. Selain itu juga ada kasus tragis di Kabupaten Merangin. Jambi, yang menunjukkan dampak yang mengerikan dari konflik dalam Komnas Perempuan. Siaran Pers. Komnas Perempuan | Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap https://komnasperempuan. id/siaran-pers-detail/siaran-pers-komnas-perempuan-tentangfemisida. Sidik. Farih Maulana. AuKomnas Perempuan Sebut 3 Kasus Pembunuhan Sebagai Femisida. Usul Femisida Watch. Ay Detiknews. https://news. com/berita/d-7333895/komnas-perempuan-sebut-3-kasuspembunuhan-sebagai-femisida-usul-femisida-watch. (May 10, 2. Komnas Perempuan. AuSiaran Pers. Ay Komnas Perempuan. Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan. https://komnasperempuan. id/siaran-pers-detail/siaran-pers-komnas-perempuan-tentangfemisida. AuSiaran Pers. Ay Komnas Perempuan. | Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan. https://komnasperempuan. id/siaran-pers-detail/siaran-pers-komnas-perempuan-tentang-femisida-6desember-2020. Dirhantoro. Terungkap, motif ayah bunuh 4 anaknya di jagakarsa ternyata karena cemburu dengan KOMPAS. https://w. tv/nasional/468509/terungkap-motif-ayah-bunuh-4-anaknya-dijagakarsa-ternyata-karena-cemburu-dengan-istrinya?page=all. December . Perempuan. P-ISSN: 2339-2630 E-ISSN: 2477-8001 Eskalasi Konflik Keluarga dalam Dinamika Globalisasi Muhsan Syarafuddin. Winning Son Ashari. Siti Nazla Raihana __________________________________________________________________________________________ Seorang ayah membunuh anaknya sendiri yang berusia 12 tahun dengan cara mencekik lehernya. Peristiwa ini terjadi pada hari Minggu, 18 Februari 2024. 115 Kasus-kasus tersebut hanya sebagian kecil dari dampak tragis yang bisa ditimbulkan oleh konflik dalam Berita-berita utama yang sering menghiasi media massa menunjukkan bahwa konflik dalam rumah tangga bisa berakhir dengan kekerasan tragis. Misalnya, dalam berita berjudul "Cemburu Buta Buat Kakek Tega Bunuh Istri di Deli Serdang hingga Bersimbah Darah" yang dilaporkan oleh Detik Sumatra Utara,116 serta kasus "Ibu Rumah Tangga di Aceh Tewas di Tangan Suami" yang diberitakan oleh Kompas,117 terlihat jelas bagaimana konflik keluarga dapat berujung pada sesuatu yang fatal. Masih banyak lagi kasus yang terjadi, menyoroti urgensi untuk menangani konflik dalam keluarga dengan serius dan efektif. Pada kenyataannya, konflik dalam rumah tangga selalu muncul bagaimanapun bentuknya kecil atau besar. 118 Dalam konteks ini, resolusi konflik yang berbasis pada prinsipprinsip fikih Islam menjadi semakin relevan dan penting. Fikih, sebagai kerangka hukum yang berakar dalam ajaran Islam, menawarkan panduan yang luas dan relevan dalam menyelesaikan konflik dalam konteks keluarga. Pendekatan ini tidak hanya mencakup aspek hukum, tetapi juga melibatkan nilai-nilai moral, etika, dan keadilan sosial yang menjadi landasan bagi penyelesaian konflik yang holistik dan berkelanjutan. Beberapa penelitian sebelumnya telah memperhatikan isu konflik dalam lingkup keluarga, seperti penelitian Jalil . dengan judul "Manajemen Konflik dalam Keluarga Relevansinya dalam Membentuk Keluarga Sakinah" yang menekankan pentingnya manajemen konflik dalam keluarga untuk membentuk keluarga yang harmonis. Hasil studi menunjukkan bahwa manajemen konflik dibutuhkan untuk mencapai tujuan keluarga, menjaga CNN Indonesia. Ayah di Jambi Cekik Anak Kandung hingga Tewas. Nasional. https://w. com/nasional/20240220075406-12-1064807/ayah-di-jambi-cekik-anak-kandunghingga-tewas. February . Tim detikSumut. AuCemburu Buta Buat Kakek Tega Bunuh Istri Di Deli Serdang Hingga Bersimbah Darah. Ay Detiksumut. https://w. com/sumut/hukum-dan-kriminal/d-7540017/cemburu-buta-buat-kakektega-bunuh-nenek-di-deli-serdang-hingga-bersimbah-darah. September . Zulkarnaini. AuIbu Rumah Tangga Di Aceh Tewas Di Tangan Suami. Ay kompas. https://w. id/baca/nusantara/2024/06/14/rawan-terjadi-ibu-rumah-tangga-di-aceh-tewas-di-tangansuami. June 14, 2024. Johar. , & Sulfinadia. Manajemen Konflik sebagai Upaya Mempertahankan Keutuhan Rumah Tangga (Studi Kasus di Desa Lempur Tengah Kecamatan Gunung Raya Kabupaten Kerinc. Johar | Jurnal AL-AHKAM. https://doi. org/10. 15548/alahkam. P-ISSN: 2339-2630 E-ISSN: 2477-8001 Eskalasi Konflik Keluarga dalam Dinamika Globalisasi Muhsan Syarafuddin. Winning Son Ashari. Siti Nazla Raihana __________________________________________________________________________________________ keseimbangan antar tujuan yang bertentangan, serta mencapai efisiensi dan efektivitas dalam kehidupan keluarga. Ini menegaskan perlunya pengembangan strategi manajemen konflik yang konstruktif dalam konteks keluarga. 119 Ada juga Penelitian dengan judul "Strategi Penyelesaian Konflik dalam Keluarga di Masa Pandemi COVID-19Ay oleh Susilowati & Susanto . mengenai strategi penyelesaian konflik dalam keluarga di masa pandemi COVID-19 menyoroti dua metode utama. Pertama, resolusi konflik secara mandiri dengan pendekatan kolaborasi, kompromi, mengalah, atau menghindar. Kedua, melalui intervensi pihak ketiga untuk membantu menyelesaikan konflik yang terjadi. Namun, belum ada penelitian yang mendalami konflik keluarga dengan pendekatan resolusi fikih Islam. Oleh karena itu, penelitian ini diinisiasi untuk mengisi celah pengetahuan tersebut. Tujuan utama penelitian ini adalah menganalisis secara menyeluruh variasi konflik yang terjadi dalam keluarga. Dengan pemahaman yang mendalam terhadap variasi konflik ini, diharapkan dapat ditemukan strategi penyelesaian yang efektif dan relevan. Selanjutnya, penelitian ini juga bertujuan untuk mengeksplorasi resolusi konflik keluarga yang didasarkan pada prinsip-prinsip fikih Islam. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat ditemukan pemahaman yang lebih dalam tentang dinamika konflik keluarga dan solusi-solusi holistik yang relevan berdasarkan prinsip-prinsip fikih Islam. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru dalam mengatasi konflik keluarga di era global, serta merangsang diskusi yang lebih luas tentang bagaimana nilai-nilai dan prinsip-prinsip fikih dapat menjadi sumber inspirasi dalam menjaga keharmonisan dan keutuhan keluarga di tengah tantangan Urgensi penelitian ini terletak pada analisis perubahan konflik dari dua aspek utama: intensitas dan ragamnya di era global saat ini. Dalam konteks globalisasi yang terus berkembang, konflik dalam keluarga juga mengalami perubahan yang signifikan. Dengan menganalisis perubahan ini, kita dapat memahami lebih baik tentang karakteristik konflik keluarga di era global saat ini. Hal ini akan membantu dalam pengembangan strategi penanganan konflik yang lebih efektif dan relevan dengan konteks zaman sekarang. Selain itu. Jalil. Manajemen Konflik Dalam Keluarga Relevansinya dalam Membentuk Keluarga Sakinah Al Maqashidi : Jurnal Hukum Islam Nusantara. https://doi. org/10. 32665/almaqashidi. P-ISSN: 2339-2630 E-ISSN: 2477-8001 Eskalasi Konflik Keluarga dalam Dinamika Globalisasi Muhsan Syarafuddin. Winning Son Ashari. Siti Nazla Raihana __________________________________________________________________________________________ penelitian ini juga dapat memberikan wawasan tentang bagaimana konflik keluarga berevolusi seiring dengan perubahan dalam tatanan global, serta memberikan landasan bagi pengembangan kebijakan dan program intervensi yang lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya penting untuk pemahaman akademis, tetapi juga memiliki implikasi praktis yang signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga di era global yang terus berubah. METODE PENELITIAN Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dalam metode penelitian pustaka . ibrary researc. , penelitian ini mengeksplorasi berbagai konsep, pandangan, dan pengalaman terkait konflik keluarga dan resolusi berbasis fikih. Pendekatan kualitatif memungkinkan peneliti untuk memahami fenomena tersebut dari sudut pandang yang mendalam, kompleks, dan kontekstual, dengan fokus pada interpretasi dan pemahaman makna yang terkandung di Dalam konteks penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif untuk menganalisis berbagai sumber literatur dengan cermat, menelusuri tema-tema utama, polapola, dan perspektif yang muncul terkait konflik keluarga dan resolusinya. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk mengeksplorasi nuansa dan kompleksitas konflik keluarga dari berbagai sudut pandang, seperti sosial, budaya, psikologis, dan agama. Selain itu, pendekatan kualitatif dalam metode penelitian pustaka memungkinkan peneliti untuk mengidentifikasi kesenjangan pengetahuan, kekurangan, atau kontradiksi dalam literatur yang ada, serta merumuskan pertanyaan-pertanyaan penelitian yang relevan dan bermanfaat untuk diperdalam dalam penelitian lanjutan. Dengan demikian, pendekatan kualitatif dalam metode penelitian pustaka . ibrary researc. dapat memberikan wawasan yang mendalam dan kontekstual tentang konflik keluarga dan resolusinya, serta mendorong pengembangan pemikiran dan praktik yang lebih canggih dan relevan dalam penyelesaian konflik keluarga. P-ISSN: 2339-2630 E-ISSN: 2477-8001 Eskalasi Konflik Keluarga dalam Dinamika Globalisasi Muhsan Syarafuddin. Winning Son Ashari. Siti Nazla Raihana __________________________________________________________________________________________ HASIL DAN PEMBAHASAN Variasi Konflik Keluarga Secara teoretik konflik dapat didefinisikan sebagai suatu kondisi yang menunjukkan adanya pertentangan antara dua pihak atau lebih yang saling berbeda pandangan atau 120 Keluarga merupakan arena yang kompleks di mana interaksi antara anggota keluarga sering kali dipenuhi dengan potensi konflik. Konflik keluarga dapat muncul dalam berbagai bentuk dan tingkat keparahan, dipengaruhi oleh faktor-faktor internal dan eksternal yang beragam. Tidak dipungkiri dalam kehidupan berkeluarga pasti pernah mengalami konflik. Konflik dalam kehidupan keluarga merupakan suatu permasalahan yang alamiah. Era globalisasi dapat menimbulkan perubahan pola hidup masyarakat yang lebih Dalam era globalisasi informasi menjadi kekuatan yang sangat dahsyat dalam mempengaruhi pola pikir manusia. 122 Dalam era globalisasi, konflik dalam keluarga semakin kompleks dan bervariasi karena dipengaruhi oleh sejumlah faktor yang beragam. Salah satu faktor utama adalah perubahan nilai dan norma keluarga yang dihadirkan oleh globalisasi. Perbedaan pemahaman dan penerimaan terhadap nilai baru ini sering kali menciptakan ketegangan di antara anggota keluarga. Selain itu, perkembangan teknologi dan media sosial juga turut berperan penting dalam dinamika konflik keluarga. Interaksi dan komunikasi yang terjadi di media sosial kadang-kadang dapat menimbulkan ketegangan karena perbedaan pendapat atau interpretasi antara anggota keluarga. Selain itu, mobilitas dan migrasi, perubahan ekonomi, akses terhadap informasi dan pendidikan, perubahan struktur keluarga, serta pengaruh budaya populer juga menjadi faktor-faktor yang mempengaruhi dinamika konflik dalam keluarga. Semua faktor ini memperumit dinamika konflik dan menuntut pemahaman yang mendalam serta strategi yang efektif dalam mengelola konflik keluarga di era globalisasi ini. Dengan adanya tantangan tersebut, berikut adalah beberapa variasi konflik yang dapat terjadi dalam keluarga pada zaman ini: Nieke. Manajemen dan Resolusi Konflik dalam Masyarakat. Jurnal Pendidikan Lingkungan Dan Pembangunan Berkelanjutan, 12. , 51Ae60. https://doi. org/10. 21009/plpb. Susilowati. , & Susanto. Strategi Penyelesaian Konflik dalam Keluarga Di Masa Pandemi Covid-19. Hasanuddin Journal of Sociology, 88Ae97. https://doi. org/10. 31947/hjs. Nahak. Upaya Melestarikan Budaya Indonesia di Era Globalisasi. Jurnal Sosiologi Nusantara, 5. , 65Ae76. https://doi. org/10. 33369/jsn. P-ISSN: 2339-2630 E-ISSN: 2477-8001 Eskalasi Konflik Keluarga dalam Dinamika Globalisasi Muhsan Syarafuddin. Winning Son Ashari. Siti Nazla Raihana __________________________________________________________________________________________ Konflik generasi Salah satu variasi konflik yang paling umum terjadi adalah konflik antara generasi dalam keluarga. Perbedaan dalam nilai-nilai, keyakinan, dan harapan antara orang tua dan anak sering kali menjadi sumber konflik. Generasi dengan rentang usia yang berbeda, pengalaman yang berbeda, status sosial yang berbeda, persepsi yang berbeda akan membawa dampak konflik internal secara beragam dari level yang rendah sampai pada level yang tinggi. Konflik antar generasi tidak bisa terelakkan selama proses interaksi antar generasi berlangsung. Disparitas antar generasi ini sering kali menciptakan perbedaan dalam pemikiran dan perilaku, yang mengakibatkan ketegangan dan ketidaksepakatan. Selain itu, munculnya era digital telah memperluas jurang generasi, terutama dalam penggunaan teknologi. Generasi muda yang terampil dalam teknologi mungkin mengalami kesulitan untuk berhubungan dengan generasi yang lebih tua yang kurang akrab dengan perangkat dan platform modern. Selain itu, sementara generasi muda mungkin lebih memilih koneksi virtual, generasi yang lebih tua mungkin lebih memprioritaskan interaksi fisik, yang lebih memperbesar jurang Media sosial juga memainkan peran penting dalam membentuk dinamika hubungan, yang dapat menyebabkan konflik atau perbedaan, terutama di antara pasangan dengan perbedaan usia yang signifikan. Berbagai faktor, termasuk perbedaan dalam waktu, kesadaran, otoritas, sikap, pengaruh budaya, status ekonomi, struktur keluarga, dan hubungan emosional, berkontribusi pada terbentuknya jurang generasi. Misalnya, konflik bisa timbul karena perbedaan pemahaman agama, pola pengasuhan, atau pandangan tentang karier dan pendidikan. Perbedaan generasi sering kali menciptakan kesenjangan dalam cara berpikir dan bertindak, yang dapat mengakibatkan ketegangan dan Contoh konkret dari konflik generasi dalam keluarga adalah ketika orang tua menolak karier kreatif seperti desainer, penulis, penyair, atau pencerita dari anak-anak Orang tua mungkin memiliki keyakinan kuat bahwa jalur karier seperti dokter atau Budi. Minimalisir Konflik dalam Gap Generasi Melalui Pendekatan Komunikasi Interpersonal. Jurnal Teologi Injili, 1. , 72Ae87. https://doi. org/10. 55626/jti. Sattar. Yasin. Fani. , & Afzal. Determinants of generation gap among parents and children in Multan City. Pakistan. International Research Journal of Finance and Economics, 60. https://w. net/publication/289646940_Determinants_of_generation_gap_among_parents_and_c hildren_in_Multan_City_Pakistan. P-ISSN: 2339-2630 E-ISSN: 2477-8001 Eskalasi Konflik Keluarga dalam Dinamika Globalisasi Muhsan Syarafuddin. Winning Son Ashari. Siti Nazla Raihana __________________________________________________________________________________________ insinyur lebih stabil dan sukses, sesuai dengan norma-norma pada zamannya. Mereka mungkin ragu atau bahkan menentang pilihan karier yang dianggap tidak konvensional oleh anak-anak mereka karena kekhawatiran tentang kestabilan finansial atau status sosial. Di sisi lain, anakanak mungkin memiliki hasrat dan bakat dalam bidang kreatif tersebut, tetapi merasa terhambat oleh ekspektasi dan harapan yang diletakkan oleh orang tua. Hal ini dapat menyebabkan ketegangan dan ketidaksepakatan antara generasi, di mana orang tua ingin melihat anak-anak mereka mengikuti jejak yang mereka anggap lebih aman dan prestisius, sementara anak-anak ingin mengejar impian dan minat mereka sendiri. Lebih dari 75% dari para orang tua merasa bahwa memberikan nasihat karier yang relevan kepada anak-anak mereka hampir tidak mungkin dilakukan dalam pasar kerja yang begitu cepat berubah. Michelle Rea, dari Talking Futures, yang melakukan survei terhadap lebih dari 2. 000 orang tua siswa sekolah menengah di Inggris, mengatakan bahwa para orang tua khawatir bahwa kurangnya pengetahuan mereka bisa menghambat percakapan tentang 125 Padahal percakapan dan diskusi terbukalah yang dibutuhkan. Jika terdapat keinginan yang tulus untuk menyelesaikan konflik, komunikasi ini dapat memfasilitasi mencapai tujuan resolusi konflik. Konflik pasangan Konflik antara suami dan istri merupakan salah satu variasi konflik yang kerap terjadi dalam dinamika keluarga. Dalam era globalisasi, faktor-faktor yang mempengaruhi konflik pasangan dapat menjadi lebih kompleks dan beragam. Salah satu dampak dari globalisasi adalah perubahan dalam pola hidup dan nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat. Perubahan dalam pola kerja yang disebabkan oleh globalisasi, seperti peningkatan mobilitas pekerjaan atau kebutuhan untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja yang beragam secara budaya, dapat memberikan tekanan tambahan pada hubungan suami istri. Ketika salah satu atau kedua pasangan terlibat dalam pekerjaan yang memerlukan perjalanan atau tuntutan jam kerja yang fleksibel, hal ini dapat menciptakan ketegangan dalam membagi waktu dan Hill. AoHow is that a real job?Ao Parents struggle to keep up with childrenAos career options. The Guardian. https://w. com/money/2022/may/19/how-is-that-a-real-job-parents-struggle-to-keep125 up-with-childrens-career-options. May . Nisa. Resolusi Konflik https://doi. org/10. 15408/sjsbs. Dalam Perspektif Komunikasi. Salam, 2. P-ISSN: 2339-2630 E-ISSN: 2477-8001 Eskalasi Konflik Keluarga dalam Dinamika Globalisasi Muhsan Syarafuddin. Winning Son Ashari. Siti Nazla Raihana __________________________________________________________________________________________ tanggung jawab keluarga. Sebagai contoh, tren commuter marriage atau pernikahan jarak jauh menjadi semakin umum di era globalisasi ini. Commuter marriage merupakan alternatif pola hidup pernikahan pada pasangan profesional yang tetap ingin menjaga kelangsungan hidup pernikahan dikarenakan perkembangan dunia pendidikan dan pekerjaan saat ini yang dipengaruhi oleh proses globalisasi. 127 Meskipun commuter marriage memberikan solusi untuk menjaga kelangsungan hidup pernikahan dalam situasi mobilitas kerja yang tinggi, namun berbagai tantangan dan konflik juga dapat muncul. Misalnya, konflik komunikasi, pembagian peran, perbedaan pola pikir dan emotional distress. Selain itu, pengaruh media sosial dan teknologi dalam era globalisasi juga dapat memengaruhi hubungan pasangan. Penggunaan media sosial yang berlebihan atau interaksi online yang kurang sehat dapat menciptakan celah komunikasi antara suami dan istri, bahkan meningkatkan kecurigaan dan kecemburuan tanpa dasar yang kuat. Banyak pasangan suami istri bercerai karena dipicu rasa cemburu yang berawal dari penggunaan media sosial. 129 Salah satu dampak negatif dari media sosial adalah kemudahan untuk berselingkuh. Dalam era di mana teknologi memberikan akses yang mudah dan tidak terbatas kepada orang lain, media sosial menjadi alat yang mudah digunakan untuk menjalin hubungan tidak sehat di luar Selain itu, media sosial juga menjadi tempat di mana masalah rumah tangga sering kali diumbar dengan bebas. Tidak hanya itu, penggunaan media sosial juga dapat mengurangi interaksi langsung antara anggota keluarga. Dengan demikian, konflik pasangan dalam era globalisasi dapat menjadi lebih kompleks dan bervariasi, dipengaruhi oleh sejumlah faktor seperti perubahan dalam pola hidup dan pengaruh media sosial dan teknologi yang dipaparkan oleh tren global. Oleh karena itu. Widhistyasari. , & Abidin. Jarak Sebagai Ujian Cinta: Eksplorasi Pengalaman Istri Yang Menjalani Commuter Marriage Dengan Interpretative Phenomenological Analysis. Empati: Jurnal Karya Ilmiah S1/Jurnal Empati, 5. , 37Ae43. https://doi. org/10. 14710/empati. Ikarahma. , & Pratiwi. Konflik pasangan suami istri dalam commuter family . tudi di desa ketanggungan, kec. Ketanggungan, kab. Brebe. Ikarahma | E-Societas: Jurnal Pendidikan Sosiologi. https://journal. id/ojs/index. php/societas/article/view/15770. Sohrah. Media Sosial Dan Dampaknya Terhadap Perceraian. Al-Risalah/Al-Risalah: Jurnal Ilmu Syariah Dan Hukum, 19. , 286. https://doi. org/10. 24252/al-risalah. Mutmainnah. Baddu. , & Fikri. Akibat Hukum Fenomena Perselingkuhan di Media Sosial Perspektif Maqashid Al-Syariah. Jurnal Marital, 16Ae21. https://doi. org/10. 35905/marital_hki. P-ISSN: 2339-2630 E-ISSN: 2477-8001 Eskalasi Konflik Keluarga dalam Dinamika Globalisasi Muhsan Syarafuddin. Winning Son Ashari. Siti Nazla Raihana __________________________________________________________________________________________ konflik pasangan dalam era globalisasi tidak hanya dipengaruhi oleh faktor-faktor tradisional, tetapi juga oleh perubahan sosial dan teknologi yang ditimbulkan oleh tren global. Konflik ekonomi Konflik dalam keluarga juga dapat muncul sebagai hasil dari masalah ekonomi. Ketika ada pergeseran ekonomi yang signifikan, seperti hilangnya pekerjaan, hutang yang besar, atau kesulitan finansial, hal ini dapat menyebabkan konflik dalam keluarga. Ketegangan yang timbul akibat masalah ekonomi dapat mengarah pada ketidakharmonisan, pertengkaran, atau bahkan kekerasan dalam rumah tangga. Konflik ekonomi dalam konteks globalisasi dipengaruhi oleh sejumlah faktor yang memperumit dinamika keuangan dalam keluarga. Salah satunya adalah perubahan dalam struktur ekonomi global yang dapat memengaruhi lapangan kerja dan pendapatan keluarga. Globalisasi telah membuka peluang baru dalam akses pasar global, perdagangan internasional, investasi, dan transfer teknologi. Namun, persaingan yang meningkat, ketimpangan ekonomi, dan kerentanan terhadap perubahan pasar global juga merupakan dampak yang signifikan. Misalnya, globalisasi memperkenalkan pasar kerja yang lebih kompetitif dan mobilitas pekerjaan yang lebih besar, yang dapat mengakibatkan ketidakpastian pekerjaan dan fluktuasi Selain itu, pengaruh globalisasi terhadap harga komoditas dan mata uang juga dapat memengaruhi kestabilan ekonomi keluarga. Perubahan dalam nilai tukar mata uang atau fluktuasi harga barang dan jasa dapat memberikan tekanan tambahan pada anggaran keluarga dan menyebabkan konflik terkait dengan pengeluaran dan prioritas keuangan. Dalam era globalisasi, pengeluaran tambahan terkait gaya hidup modern dapat menjadi sumber konflik ekonomi dalam keluarga. Contohnya, biaya berlangganan berbagai platform digital seperti streaming musik, film, atau layanan berlangganan untuk produk-produk digital tertentu bisa menjadi tambahan pengeluaran yang tidak terduga. Selain itu, tren gaya hidup modern juga bisa mendorong keinginan untuk memiliki perangkat teknologi terbaru, seperti smartphone, tablet, atau perangkat rumah pintar. Semua ini bisa menambah beban keuangan Monica. Wahyuni. , & Syafitri. Disfungsi keluarga pada masyarakat Kelurahan Kampung Baru. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial. Politik Dan Humaniora, 2. , 197Ae216. https://doi. org/10. 55606/jurrish. Wahida. Uyun. , & Wintoko. Efek globalisasi yang dihadapi masyarakat kontemporer terhadap perekonomian. Harmoni, 1. , 01Ae12. https://doi. org/10. 59581/harmoni-widyakarya. P-ISSN: 2339-2630 E-ISSN: 2477-8001 Eskalasi Konflik Keluarga dalam Dinamika Globalisasi Muhsan Syarafuddin. Winning Son Ashari. Siti Nazla Raihana __________________________________________________________________________________________ keluarga dan menjadi sumber konflik jika prioritas pengeluaran tidak sejalan atau jika terdapat perbedaan pendapat tentang seberapa pentingnya investasi dalam barang-barang atau layanan Sebagai contoh, beberapa kasus anak yang tidak sadar menghabiskan uang untuk pembelian dalam game online bisa menimbulkan kejengkelan atau kemarahan orang tua karena hal ini mempengaruhi stabilitas keuangan keluarga. 133 Konflik semacam ini sering kali muncul ketika anggota keluarga memiliki pandangan yang berbeda tentang pentingnya mengalokasikan uang untuk kebutuhan-kebutuhan semacam itu dalam era digital yang dipenuhi dengan godaan konsumsi. Dengan demikian, konflik ekonomi dalam era globalisasi bukan hanya masalah internal keluarga, tetapi juga dipengaruhi oleh dinamika ekonomi global yang kompleks dan beragam. Untuk mengatasi konflik ini, diperlukan pemahaman yang mendalam tentang perubahan dalam struktur ekonomi global serta strategi yang tepat dalam mengelola keuangan keluarga. Melalui pendekatan yang kolaboratif dan kesadaran akan pentingnya komunikasi yang efektif, keluarga dapat bekerja sama untuk menghadapi tantangan ekonomi, memperkuat hubungan, dan menciptakan stabilitas finansial yang lebih baik Memahami variasi konflik keluarga ini penting dalam merancang strategi penyelesaian yang efektif dan relevan. Pendekatan yang tepat untuk menyelesaikan konflik antara suami istri mungkin berbeda dengan pendekatan untuk menangani konflik antara orang tua dan anak. Oleh karena itu, memahami dinamika dan faktor-faktor yang mempengaruhi setiap variasi konflik menjadi kunci dalam merancang solusi yang tepat dan berkelanjutan. Resolusi Konflik Keluarga Berbasis Fikih Resolusi konflik keluarga dengan tafaqquh fiddin Allah azza wajalla menciptakan kehidupan dunia sebagai tempat untuk menguji keimanan manusia sebagaimana firmannya: a a e a a ca a a a a a a a a ca a ca ca a a e a a a e e a e a ca ca a a e a a a AA aCO aOE aO eE aI acIA A) OEC AI E aOI aII C aE aNI AEOEII cEE E aOIA( A eI aO aEO eI aO aCOEO aI acI aO aN eI E aO eA a aIOIA A a EIA ae AEE a a aOIA Kleinman. AuMy son spent A3,160 https://w. com/news/technology-48925623. July . BBC News. P-ISSN: 2339-2630 E-ISSN: 2477-8001 Eskalasi Konflik Keluarga dalam Dinamika Globalisasi Muhsan Syarafuddin. Winning Son Ashari. Siti Nazla Raihana __________________________________________________________________________________________ AyApakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan . anya denga. AuKami telah beriman,Ay sedangkan mereka tidak diuji? Sungguh. Kami benar-benar telah menguji orang-orang sebelum mereka. Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui para pendusta. Ay134 Dan di antara bentuk ujian yang Allah berikan kepada manusia adalah ujian berupa konflik baik secara intrapersonal maupun interpersonal. Di antara dalil dalam Alquran yang menunjukkan bahwa Allah memberikan ujian berupa konflik intrapersonal . onflik dalam diri sendir. adalah firman Allah: ca a a e a e a a e a e a e a a a e a e a e a e a e a ca a a e a a a a AEAA ca A aO a a cA AOIA a A OE aI aA s AOEIEOIEI a O s aII EO aA OE aO OICA a AA aII eEIO aE OeEIAA aa AyKami pasti akan mengujimu dengan sedikit ketakutan dan kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Sampaikanlah . ahai Nabi Muhammad,) kabar gembira kepada orang-orang sabar. Ay135 Ayat tersebut di atas menjelaskan bahwa Allah menguji hambanya dengan rasa takut, lapar dan kekurangan secara finansial yang bisa jadi menggoyahkan iman seseorang yang tidak benar-benar beriman kepada Allah sebagaimana yang Allah sebutkan di ayat sebelumnya. Begitu pun dengan konflik interpersonal yang juga merupakan bentuk ujian yang Allah berikan kepada manusia, di antara dalil yang menunjukkan hal tersebut adalah firman Allah: a AOI aO aEA a AA aA e aa U ae e a e a a e a aea a a AI aac aE a aA UOA a A aAI A s AOEI EI aEA AyKami menjadikan sebagian kamu sebagai cobaan bagi sebagian yang lain. Maukah kamu bersabar? Tuhanmu Maha Melihat. Ay136 Esensi ayat di atas menjelaskan bahwa menjadi sunnatullah bahwa manusia satu sama lain itu sebagai ujian di mana tidak semua orang bisa menjadi sesuai dengan keinginan dan harapan kita. Pasti manusia pernah mengalami rasa sakit, kecewa, kesedihan dan lain sebagainya akibat konflik yang terjadi di antara mereka. Dapat ditegaskan kembali bahwa konflik merupakan sunnatullah yang akan dialami seluruh manusia yang hidup di muka bumi ini. Terlebih seiring berkembangnya zaman di era global ini dapat mengakibatkan eskalasi konflik dan dapat membuatnya semakin beragam. Namun. Allah Yang Maha Bijaksana dalam penciptaan manusia tersebut tidak membiarkannya dan menelantarkannya, akan tetapi dengan rahmat-Nya yang meliputi seluruh QS. Al-AoAnkabt . : 2-3. QS. Al-Baqarah . : 155. QS. Al-Furqan . : 20. P-ISSN: 2339-2630 E-ISSN: 2477-8001 Eskalasi Konflik Keluarga dalam Dinamika Globalisasi Muhsan Syarafuddin. Winning Son Ashari. Siti Nazla Raihana __________________________________________________________________________________________ makhluk-Nya. Allah memberikan hidayah dan petunjuk secara umum untuk keberlangsungan hidup para makhlukNya dan juga bagaimana memperoleh kemaslahatan untuk dirinya serta terhindar dari mara bahaya. Hal ini sebagaimana yang ditafsirkan oleh Syaikh As SaAodi ketika menafsirkan firman Allah: AySegala puji bagi Allah. Tuhan semesta alam. Ay137 a e ca )( AE a eI a acEaE a a c E a aaE aOIA Pemeliharaan Allah kepada makhluk-Nya dalam ayat tersebut terbagi menjadi dua yaitu pemeliharaan secara umum dan secara khusus. Adapun pemeliharaanNya secara umum adalah dengan menciptakannya, memberinya rezeki dan memberinya hidayah untuk memperoleh kemaslahatan hidupnya di dunia. Dan di antara bentuk pemeliharaan Allah tersebut kepada para hambaNya adalah dengan memberikan petunjuk bagaimana seorang muslim menghadapi dan menyikapi semua permasalahan dalam hidupnya tersebut yang di antaranya adalah konflik dalam keluarga yang kian hari semakin membuat seorang muslim harus semakin kuat membentengi dirnya seiring dengan dinamika global yang berpengaruh pada eskalasi konflik yang semakin beragam. Petunjuk Allah tersebut diberikan kepada seluruh manusia dengan perantara akal yang telah Allah bekali pada diri setiap manusia yang diharapkan mampu untuk memaksimalkan akal tersebut untuk memahami sumber petunjuk dan sumber kebahagiaannya berupa Alquran dan tentu saja juga dengan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dalam banyak ayat Allah mencela manusia yang tidak menggunakan akalnya untuk berpikir dan memahami Alquran sebagaimana firman Allah berikut ini: a e a a a a a e a a e a e a a ca a a a a a a AO C aAE aNA s aE OOI ECI I EO CEA AyTidakkah mereka merenungkan Alquran ataukah hati mereka sudah terkunci?Ay139 Di dalam ayat yang lain Allah berjanji akan memberikan petunjuk untuk kemaslahatan dirinya bagi yang berusaha memahami dan mengamalkan Alquran sebagaimana dalam firmanNya: QS. Al-Fatihah . : 2. Abdurrahman bin Nashir As SaAodi. Taisir al Karim ar Rahman fi Tafsir Al Kalaam Al Mannan (Beirut: Muassasah Ar Risalah, t. ) hlm. S Muhammad . : 24. P-ISSN: 2339-2630 E-ISSN: 2477-8001 Eskalasi Konflik Keluarga dalam Dinamika Globalisasi Muhsan Syarafuddin. Winning Son Ashari. Siti Nazla Raihana __________________________________________________________________________________________ ca a e a a e a a a ca a a a a a a e a a ca a a ca ca a AE aE aIA a e A aI e a aC sOIA A aO eN aO a aN cEE I aI aOIN E EaE aI OO aNI aIIA s AO a au aI aN O aO eN a aON eI auEO aA aA a A auEO EIA Seorang muslim yang menjalani kehidupan dengan panduan teknis Alquran akan menjadi garansi memperoleh kehidupan yang baik termasuk terhindar dari permasalahan hidup dan bagaimana cara menghadapinya dan menyelesaikannya. Agama Islam diturunkan oleh Allah sebagai sebuah petunjuk meraih kebahagiaan bagi para umatnya dan menjauhkannya dari hal-hal yang membahayakan dirinya, dalam sebuah uangkapan Syaikh Al Utsaimin mengatakan : AEOI E E OEIA E INI OEA. Statment Syaikh Utsaimin mengindikasikan keberadaan agama Islam seluruhnya mendatangkan maslahat dan menjauhkan mafsadah . eburukan/kerusaka. Dengan demikian seluruh individu muslim wajib mempelajari ajaran agama Islam yang berkontribusi mewujudkan kemaslahatan. Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam c AAO EOA a 141AEE IEIA AE EEIA AuMenuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim. Ay a a Dan di dalam hadis yang lain. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menegaskan bahwa mempelajari agama . afaqquh fiddi. merupakan indikasi kuat bahwa Allah berkehendak mewujudkan kebaikan bagi seorang hamba. Dalam konteks ini di antara wujud kebaikan yang dimaksudkan dapat mengatasi konflik keluarga dengan baik dan mudah. Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam bersabda: c AcEE N a eO U aO aA cC eN aN AOA a ca AaII aOA 142AEOIA a a aa AuBarang siapa yang Allah kehendaki mendapatkan kebaikan, maka Allah akan memberikan pemahaman dalam urusan agama kepadanya. Ay Menurut Syaikh Sulaiman Ar Ruhailiy kontekstualisasi fikih berdasarkan hadis di atas mengandung empat interpretasi. Fikih adalah pemahaman dan pengamalan agama Islam baik dalam masalah fondasi agama maupun dalam masalah cabang-cabang permasalahan Muhammad bin Sholih al Utsaimin. Al Qawaid Al Fiqhiyah. Darul Itsar: Shan'a, hlm. Sulaiman bin Ahmad At Thabrani. Al MuAojamul Kabir. Maktabah Ibnu Taimiyah (Cet. II. Kairo: Beiru. , jld. 10, hlm. 195, hadis no. Muhammad bin Ismail Al Bukhori. Al JamiAo Ash Shohih. Ash Shulthoniyyah (Mesir, t. , jld. , hlm. 25, hadis no. P-ISSN: 2339-2630 E-ISSN: 2477-8001 Eskalasi Konflik Keluarga dalam Dinamika Globalisasi Muhsan Syarafuddin. Winning Son Ashari. Siti Nazla Raihana __________________________________________________________________________________________ dalam agama, . Fikih juga dapat diartikan dengan pemahamannya para ulamaAo mujtahidin seperti para imam yang empat itu dan selainnya dalam memahami hukum-hukum syariat berdasarkan dalil-dalil yang ada melalui istinbath dan inilah makna fikih sering dipakai dan dipahami oleh para ulamaAo ketika membahas permasalahan fikih, . Fikih juga dapat diartikan dengan pengetahuan seseorang terhadap hukum-hukum syariat beserta dalil-dalilnya walaupun tanpa melalui istinbath, . Fikih juga bermakna Hafalnya seseorang terhadap hukum-hukum syariat beserta cabang-cabang permasalahan fikihnya walau tanpa dalil dan orang yang demikian itu juga disebut fakih dalam istilah ulamaAo. Dengan demikian, permasalahan hidup seorang muslim khususnya realitas konflik keluarga dapat diselesaikan dengan tafaqquh fid din . sembari mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari dan secara substansial merupakan resolusi konflik keluarga berbasis fikih. Dalam rangka lebih memahami resolusi berbasis fikih berikut ini akan dijabarkan contoh-contoh implementasinya dalam beberapa variasi konflik yang telah disebutkan di pembahasan sebelumnya. Contoh yang pertama diambil dari variasi konflik antar pasangan. Tatkala seorang suami tidak menyukai salah satu atau beberapa sifat dari istrinya, maka dia tidak boleh menjadikan hal tersebut sebagai alasan untuk membencinya secara mutlak sehingga menelantarkannya atau menceraikannya. Namun Islam telah mengajarkan agar suami dapat bersabar dari hal tersebut dan melihat sisi lain yang positif dari istrinya, sebagaimana hadis Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam: a ae a a U a a ae a a e U a e a U e a e a e a 144AA aA A uI EN IIN EC O IINAUAAE OAE i iA a a "Janganlah seorang mukmin membenci wanita mukminah, jika dia membenci salah satu perangainya, niscaya dia akan ridha dengan perangainya yang lain. Dan contoh yang lain dalam penyelesaian konflik orang tua dan anak yaitu tatkala orang tua memiliki anak perempuan yang harus dididiknya dan dijaganya terlebih di zaman fitnah dan era global saat ini adalah dengan bersabar dan terus termotivasi dengan hadis nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam: Sulaiman Ar Ruhaily. Syarah Ushul Min Ilmil Ushul, hlm. Muslim bin Hajjaj An-Naisaburi. Shahih Muslim (Beirut: Dar Ihya At-Turots, 1. 2, no. Eskalasi Konflik Keluarga dalam Dinamika Globalisasi Muhsan Syarafuddin. Winning Son Ashari. Siti Nazla Raihana P-ISSN: 2339-2630 E-ISSN: 2477-8001 __________________________________________________________________________________________ ca A IIA ca AOEN acI II aNA a AEIA 145AOOI ECOIA AEI ENA AOCNIA AOINIA AII EI EN aE I AA EONIA a a AyBarangsiapa memiliki tiga anak perempuan, dan dia bersabar atas mereka, serta memberikan mereka makanan, memberi minum dan pakaian dengan kerja kerasnya, maka Allyh akan menjadikan mereka sebagai hijab . baginya dari api neraka pada hari Kiamat. Ay Terakhir, contoh resolusi konflik keluarga yang mengalami masalah ekonomi, maka solusinya adalah dengan menjadi hamba Allah yang bertaqwa di mana Allah telah berjanji bagi siapa dari hambaNya yang bertaqwa maka Allah akan memberikan dia rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka, sebagaimana firman Allah: a a ca a a a e a e a a a a ca ca a a e a a a a ca a a e ca a a a e a a a a e a a a e a e a e a e a a U e a a a a e a a ca ca a e a a AcEE aEE a cEA AcEE ANO N auI cEE aE I a aN C EA a A) OOCN aII O E O a OII OOEE EOA( AOII O aC cEE O eE EN I aA a a )( A eO s C e UA AyDan menganugerahkan kepadanya rezeki dari arah yang tidak dia duga. Siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan . -nya. Sesungguhnya Allahlah yang menuntaskan urusan-Nya. Sungguh. Allah telah membuat ketentuan bagi setiap sesuatu. Ay146 Dan berbagai permasalahan hidup dan konflik lainnya yang pasti ada jalan keluarnya dari Islam. Sehingga dapat dikatakan bahwa resolusi konflik keluarga terbaik adalah apa yang telah diajarkan dalam agama Islam yang menuntut umatnya untuk mempelajarinya . afaqquh fiddi. dan mengimplementasinya. Resolusi konflik melalui penerapan fikih keluarga Konflik keluarga merupakan suatu hal yang mungkin bisa dikatakan sebagai sesuatu yang tidak bisa lepas dari kehidupan berumah tangga. Namun keluarga muslim tidak perlu risau dan bingung dalam menghadapi dan menyelesaikan konflik keluarga yang dialaminya Karena Allah dan Rasul-Nya telah memberikan petunjuk kepada kita tentang bagaimana cara menyelesaikannya sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya. Fikih dalam pemaknaan yang lain juga dapat menjadi solusi dalam penyelesaian Yaitu fikih yang maksudnya adalah pengetahuan seseorang terhadap hukum-hukum syariat beserta dalil-dalilnya walaupun tanpa melalui istinbath, sebagaimana yang dikatakan Sulaiman ar Ruhaily di atas. Muhammad bin Yazid Al-Qazwaini. Sunan Ibnu Majah (Dar Ihya' Kutub Al-Arabiyyah, t. ) jld. hadis no. S At-Talaq . : 3. P-ISSN: 2339-2630 E-ISSN: 2477-8001 Eskalasi Konflik Keluarga dalam Dinamika Globalisasi Muhsan Syarafuddin. Winning Son Ashari. Siti Nazla Raihana __________________________________________________________________________________________ Dalam bidang ilmu fikih, para ulamaAo membaginya menjadi empat bagian besar pembahasan ilmu fikih. fikih ibadah, fikih muamalah, fikih keluarga, dan fikih hudud. Maka tatkala seorang muslim mempelajari ilmu fikih tersebut khususnya fikih keluarga sebagai bekal dia berumah tangga, maka dia akan menemukan solusi-solusi berupa hukum syariat yang semuanya itu bersesuaian dengan kebutuhannya dan realitas kehidupan berumah tangga. Di antara contoh pembahasan fikih yang dijelaskan oleh para ulamaAo dalam fikih keluarga adalah tentang nikah itu sendiri, nafkah, talak, iddah, nusyuz, khuluAo, rojAoah, dan Sebagai contoh cara resolusi konflik keluarga melalui penerapan fikih keluarga misalnya dalam konflik ekonomi. Seorang suami misalnya dituntut oleh sang istri untuk bisa membelikan rumah. Maka sang suami bisa menjelaskan kepada istri bahwa kewajiban suami adalah memberikan tempat tinggal kepada istri dan anak-anaknya, walaupun bukan dengan membeli atau membangunkan untuknya namun bisa dengan menyewa rumah atau mendapatkan fasilitas rumah dari pekerjaan atau selainnya. Contoh lainnya seperti konflik dengan pasangan misalnya. Mayoritas konflik dengan pasangan terjadi akibat dari pengabaian hak dan kewajiban antar satu dengan lainnya. Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh Muhammad bin Sholih al Utsaimin ketika menjelaskan tentang bagaimana agar pasangan suami istri dapat memperoleh kehidupan rumah tangga yang harmonis yaitu dengan memperhatikan kewajiban dirinya masing-masing, menunaikan kewajiban tersebut dan bersabar atas kekurangan pasangannya. Hal ini beliau sampaikan ketika menjelaskan ayat-ayat yang berkaitan dengan pergaulan pasangan suami istri. 148 Maka dapat dipahami bahwa solusi memperoleh kehidupan rumah tangga yang harmonis dan cara agar meminimalisir konflik atau solusi dari konflik yang sudah terjadi di antara pasangan suami istri adalah dengan ketiga hal tersebut. Dari kedua contoh di atas dapat disimpulkan bahwa ilmu fikih dapat menjadi solusi bagi pasangan suami istri yang ingin mendapatkan jawaban dari sebuah permasalahan atau konflik yang sedang dihadapinya. Dan itu tentu dapat diperoleh dengan mempelajari ilmu fikih tersebut baik sebelum maupun setelah menikah. Dengan menerapkan prinsip-prinsip fikih Ibnu Qudamah. Al-Mughni, (Cet. Riyadh: Dar Alam al-Kutub, 1. , jld. 11, hlm. Muhammad bin Sholih Al-Utsaimin. Al-Ilmam bi BaAodhi Aayatil Ahkam, (Qasim: Muassasah Syaikh Muhammad bin Sholih Al-Utsaimin, 1436 H), hlm. P-ISSN: 2339-2630 E-ISSN: 2477-8001 Eskalasi Konflik Keluarga dalam Dinamika Globalisasi Muhsan Syarafuddin. Winning Son Ashari. Siti Nazla Raihana __________________________________________________________________________________________ dalam penyelesaian konflik keluarga, diharapkan dapat tercipta lingkungan keluarga yang harmonis, penuh kasih sayang, dan saling mendukung. Selain itu, pendekatan berbasis fikih juga memungkinkan pengembangan solusi yang berkelanjutan dan relevan dengan konteks sosial dan budaya keluarga Muslim di berbagai belahan dunia. KESIMPULAN Dalam era globalisasi, konflik dalam keluarga menjadi semakin kompleks dan bervariasi karena dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal yang beragam. Faktor-faktor seperti perubahan nilai dan norma keluarga, perkembangan teknologi dan media sosial, mobilitas dan migrasi, perubahan ekonomi, serta pengaruh budaya populer memperumit dinamika konflik dalam keluarga. Variasi konflik tersebut mencakup konflik antar generasi, konflik antara pasangan, dan konflik ekonomi. Penerapan ilmu fikih dalam penyelesaian konflik keluarga menawarkan pendekatan holistik yang sesuai dengan ajaran Islam. Dengan memahami prinsip-prinsip fikih keluarga, individu dapat menemukan solusi-solusi yang sesuai dengan hukum syariat untuk mengatasi konflik-konflik dalam kehidupan rumah tangga. Hal ini tidak hanya memberikan solusi konkret, tetapi juga membantu membangun lingkungan keluarga yang harmonis dan saling mendukung. Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam terhadap ilmu fikih menjadi kunci dalam meresolusi konflik keluarga secara efektif dan DAFTAR PUSTAKA